M4285 – Membuat Nasib

GALATIA 6:7-8. MEMBUAT NASIB

DEFINISI.

Nasib adalah keadaan untung-malang manusia.

  1. Yang tidak bisa dihindari, yang datang ke atas manusia. (Ini adalah definisi manusia pada umumnya).
  2. Yang dibuat oleh orang itu sendiri, ini adalah definisi dari Firman Tuhan.

Definisi dari Firman Tuhan untuk pikiran manusiawi ada yang setuju, ada yang tidak setuju, sebab mana mungkin orang membuat nasib sendiri; Tetapi bagi orang beriman ini betul, sebab menurut Firman Tuhan, nasib adalah penuaian dari penaburan di hari2 yang lalu, baik nasib di dunia dan nasib dalam kekekalan.

  1. MENGAPA ORANG BERIMAN MEMBUAT NASIB SENDIRI.
  2. Allah itu adil Rom 2:11, ia tidak membedakan orang dan Allah yang ikut menentukan nasib (yaitu penuaiannya) dari setiap orang. Allah memberi penuaian pada masing2 sesuai dengan penaburannya Ams 24:12, Yer 17:10, Yez 33:20; 36:19.
  3. Nasib itu sebetulnya ditentukan oleh dua pihak yaitu Allah dan manusia. Tetapi bagi umat Allah, sebab Allah itu adil, maka bagi setiap orang yang menjadi anak2 Allah Yoh 1:12, Allah tidak membedakan mereka, bagi semuanya Allah membuatkan nasib yang terbaik dan sempurna pada waktu ia lahir baru Yoh 3:3,5. Jadi semua anak2 Allah pada permulaannya, semua mempunyai nasib yang sama, yaitu nasib yang sempurna.

Jadi peran Allah itu sama, suatu konstanta, sehingga dalam kenyataannya, nasib anak2 Allah hanya tergantung dari dirinya sendiri2, tergantung dari penaburan masing2. Sebab itu nasib setiap orang beriman, tidak sama!Sebab itu bagi anak2 Allah nasib itu dibuat sendiri oleh masing2, Allah adalah suatu konstanta, sama untuk semua anak2 Allah.

Jadi manusia adalah mahluk bebas, yang harus mengambil keputusan sendiri Luk 12:57 dan yang akan menerima pahala atau penuaiannya dari segala perbuatannya yang sengaja dilakukan atau hanya ikut2an, ia tetap bertanggungjawab, dan itu semua membentuk nasibnya di dunia sampai dalam kekekalan. Sebab itu anak dan bapak pun diadili sendiri2, Allah tidak pernah pukul rata Ul 14:16.

  1. Nasib di dunia dan dalam kekekalan. Kadang2 nasib atau penuaian itu tidak terlalu nyata di dunia ini (nasib orang dosa dan orang benar se-olah2 tidak banyak berbeda, bahkan bisa terbalik, tetapi sesudah mati, dalam kekekalan, nyata sekali nasibnya, masuk Surga atau Neraka, beda banyak, dan itu adalah akibat dari perbuatannya masing2 di dunia. Allah adalah Hakim di atas segala hakim yang adil, Ia akan memberi nasib yang kekal pada setiap orang berdasar segala perbuatannya yang diketahui Allah dengan betul dan lengkap. Bahkan apa yang tidak sempat kita tuai di dunia, akan ditambahkan dalam kekekalan Rom 2:16.

Di dunia masih ada hajaran supaya ia ingat dan berhenti berdosa Maz 99:8. Tetapi orang yang keras hati dalam dosa itu menetapkan dan memperbanyak hukumannya, istimewa dalam hidup yang kekal.

Di Surga kalau seorang sudah diampuni dosanya, maka perbuatan yang jahat itu dihapus dari dalam buku Hayat, sebab itu dilupakan Tuhan Yes 1:18; 43:25, 1Yoh 1:9, dan akibatnya juga hilang untuk kekal, luar biasa.

III. NASIB MANA YANG TERPENTING.

  1. Yang lebih penting adalah nasib dalam kekekalan. Mat 16:26. Nasib di dunia ini masih bisa dihiasi berkat2 dari iblis, yang menutupi mata manusia dari nasib yang sesungguhnya yaitu yang kekal, misalnya Luk 12:19-21.

Misalnya orang kaya dan Lazarus, semua orang di sekitarnya yang melihat dan memperhatikan hidup keduanya, biasanya akan mengatakan bahwa nasib orang kaya itu indah, untung, baik, tetapi nasib Lazarus itu yang paling celaka. Sesudah mati nasibnya terbalik sama sekali Luk 16:24, tetapi sudah tidak bisa berubah lagiuntuk kekal! Sebab waktu mati itulah TTBB (Titik Tidak Bisa Balik) untuk selamanya, dahsyat, lebih2 bagi orang yang tidak mengerti, sangat mengejutkan.

  1. Mata rohani manusia itu dibutakan oleh iblis 2Kor 4:4, sehingga hanya bisa melihat yang dekat di depan matanya, tetapi tidak bisa melihat yang jauh sampai kekal 2Pet 1:9, sehingga dengan tenang hidup sampai mati dalam dosanya, tetapi waktu mati, matanya celik, kaget, tetapi sudah terlambat!
  2. Mata yang celik itu tidak terlalu peduli tentang hidup yang sekarang, ia bisa berpada 1Tim 6:8, 1Kor 7:31. Sebab mata yang celik bisa melihat nasib yang kekal yang gilang-gemilang, sebab itu iaberani korban hidup di dunia. Sekalipun sampai mati tidak dapat apa2, asal di Surga indah, orang itu tetap sejahtera, misalnya Lazarus. Sebab itu orang yang celik matanya, tidak mau berdosa, sekalipun ia rugi di dunia, bahkan sekalipun mati karena Kristus, itu masih untung. Sebab itu mata yang celik itu bisa berkata hidup untuk Kristus, maka mati itu untung Fil 1:21. Hampir semua orang dunia tidak bisa melihat mati itu = untung, biasanya semua berdukacita waktu mati. Memang semua orang yang tidak percaya, tidak mengerti, tidak tahu dan tidak bisa melihat yang kekal sehingga mudah ditipu iblis, misalnya dengan macam2 kemanisan dunia. Juga denganber-macam2 alasan, misalnya tidak apa2, semua orang begitu, nanti hidup lagi menjadi orang lain dsb. Tetapi orang yang dicelikkan oleh Roh Kudus, bisa percaya kebenaran yang ditulis dalam Firman Tuhan Yoh 17:17, sehingga jadi celik seperti keledai Isachar Kej 49:14-15 dan tahu bahwa waktu mati, nasib tidak lagi bisa berubah.

Perhatikan, ini bukan berarti orang yang nasibnya baik itu hanya di Surga, juga di dunia, bisa sangat baik dan luar biasa, tetapi itu juga tergantung dari apa orang itu sanggup ditinggikan Tuhan. Kalau nasib di dunia ditinggikan lalu jatuh masuk neraka, itu berarti celaka. Sebab itu terpaksa Tuhan masih menahan kelimpahan di dunia sampai orang itu tahan, misalnya dalam keuangan Ams 30:8.

HAL2 YANG MEMBUAT NASIB JADI BAIK UNTUK KEKAL.

  1. Percaya Tuhan Yesus, maka kita pindah dari kerajaan gelap iblis, masuk dalam kerajaan PutraNya Kol 1:13. Sebab Tuhan Yesus adalah pintu Surga Yoh 10:9. Ini dasar yang paling kuat dan terpenting.

Sebab itu orang yang percaya Tuhan Yesus, itu masuk Surga lewat pintu yang resmi dan betul yaitu Tuhan Yesus Kristus Kis 4:12. Ini dasarnya dari semua nasib yang baik Mat 16:26.

  1. Hidup benar. Sesudah percaya Tuhan Yesus, kita merdeka, mati lepas dari dosa. Kesucian ini harus dipelihara, sebab dosa tidak boleh masuk Surga Wah 21:27. Kalau seorang kembali hidup dalam dosa, keselamatannya hilang (seperti Mat 7:23), kecuali ia bertobat, meskipun tingkatannya bisa merosot! Hidup benar harus di hadapan Allah yang tahu semua keadaan masing2 kita dengan lengkap dan benar. Sebagai Hakim yang adil, Ia akan menjatuhkan hukumanNya dengan adil. Hidup benar di hadapan Allah itu benar MAK DSY (di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang, dan Yang akan datang) dan ini harus terus menerus sampai mati, jangan berdosa lagi. Kalau toh ternyata jatuh lagi dalam dosa, bereskan segera hari ini, jangan keras hati Ibr 3:15 dan semua dosa sungguh2 dibuang sampai ke akar2nya, sampai dalam angan2nya, sehingga tidak berbuat dosa lagi Yoh 8:14, sebab kalau berdosa lagi, bisa lebih dahsyat akibatnya Yoh 5:14. Ini adalah dasar yang penting, sebab sekalipun pernah dipakai Tuhan dengan heran dan terkenal kalau kembali hidup dalam dosa, Tuhan tahu dan ditolak dari Surga, itu celaka yang paling besar dan kekal! (Seperti Yudas, Saul, Achitofel, dll Gal 3:3-4).
  2. Tabur yang baik, sesuai Firman Tuhan dengan tulus. Terutama bagi2kan kabar keselamatan pada semua orang di sekitar kita, juga yang jauh2 pada orang2 yang dibebankan pada kita oleh Tuhan Mat 28:19, Mrk 16:15. Ini menjadi pahala kita, baik jiwa2 yang kita injili, kita selamatkan dan tumbuhkan, itu tidak sia2 1Tes 2:19. Tetapi jangan melakukan semua ini karena ingin uang, ingin terkenal atau karena maksud2 dosa yang tersembunyi lainnya, itu tidak tulus di hadapan Tuhan dan pelayanan seperti ini tidak menjadi pahala kita, tidak membuat nasib kita jadi lebih baik, bahkan lebih jelek, karena adanya dosa2 yang terselip di dalamnya. Sebab itu layani dengan sungguh2, tulus dan berkenan di hadapan Tuhan, sehingga semuanya membuat nasib kita menjadi makin indah di dunia dan sampai kekal.

Juga dalam hal2 jasmani berbuatlah yang baikse-bisa2nya Yak 3:17-18. Memang ini pengorbanan, tetapi justru itu menjadi penaburan kita dan ini akan membuat nasib kita makin baik di dunia dan dalam kekekalan. Tuhan menghitung penaburan kita berdasar prosentasi, bukan berdasar nilai uangnya Mrk 12:42-44, dan tabur dengan tulus, bukan karena ingin dapat uang, puji, maksud2 lain, tetapi taburkarena Tuhan, tanpa mengharap dibalas, sebab dari Tuhan kita mendapat pembalasan. Ini semua membuat nasib kita makin baik di dunia dan Surga. Jangan lupa mengutamakan yang kekal, apalagi untuk seisi rumah, selamatkan Kis 16:31, jangan sampai dipecah iblis dengan dosa2 akhir zaman. Tetapi juga penaburan dalam hal2 jasmani itu punya efek rohani dan jasmani dan kesaksian hidup yang baik, dan itu akan membuat nasib kita lebih baik, di dunia dan di Surga Ams 11:25-26.

Jadi, dengan tulus dan sukacita  kita berbuat perkara2 yang baik karena Tuhan, rohani dan jasmani, maka kita membuat nasib kita menjadi makin baik, istimewa dalam kekekalan.

  1. Hidup berkenan pada Tuhan ini membuat nasib kita menjadi baik Kol 1:10. Dalam segala hal kita harus taat akan Firman Tuhan dengan segenap hati, dengan pengorbanan, maka itu berkenan pada Tuhan, dan Tuhan akan membuat nasib kita meningkat makin baik.

Juga dalam pelayanan, jangan mengejar nama atau pahala di dunia, bisa kecewa, sebab itu tidak berkenan pada Tuhan. Ada orang yang tampaknya pelayanannya diberkati dan menjadi besar, jangan iri, tetapi tambahlah kesungguhan kita untuk memperkenankan Tuhan sekalipun tidak jadi besar di dunia, tetapi besar di Surga.

Dengan cara ini kita membuat nasib yang baik. Kita yang membuat nasib, tetapi Allah yang menentukan, memberikan nasib yang baik sebab segala segi hidup kita berkenan pada Tuhan. Dosa2 dan kesalahan yang tersembunyi yang tidak dibereskan, akan menarik hukuman Tuhan dan itu merusakkan bahkan menghancurkan nasib kita, sebab itu hiduplah berkenan dengan betul di hadapan Tuhan, betul2 berkenan, tidak pura2 atau menyembunyikan yang dosa!

Kita harus sadar bahwa menjadi besar di dunia, baik secara jasmani dan rohani itu beban. Beberapa orang yang menjadi besar, lalu menjadi sombong dan ia dicampakkan oleh Tuhan, sebab itu merampas kemuliaan Allah Yes 42:8, padahal semua dari Tuhan. Ini merusak nasib kita, meskipun nasibnya sudah meningkat tinggi, tetapi sebab sombong atau dosa2 lain, nasib merosot lagi! Buat apa dipakai Tuhan dengan heran, tetapi masuk Neraka karena sombong dan dosa2 lainnya (uang, zina, sombong, benci dll) Mat 7:21-23. Ini berarti nasibnya makin rusak, bukan membuat nasib yang baik!

Orang dunia melihat mutu pekerjaan seseorang dari hasilnya, itu menurut logika. Tetapi di hadapan Tuhan yang penting adalah mutu rohani dan itu menentukan nasib kita rohani dan jasmani, di dunia dan di Surga. Mujizat yang dibuat Elisa jauh lebih banyak dari Elia (10 kali ??), tetapi Elia tingkatannya lebih tinggi dari Elisa, ia menjadi sempurna, tetapi Elisa juga sangat indah di hadapan Tuhan. Mutu rohani yang berkenan pada Tuhan, ini yang menentukan nasib kita!

Orang yang sungguh2 ingin hidup berkenan pada Tuhan dalam segala segi hidupnya, pasti berhasil, sebab justru Roh Kudus akan selalu siap (standby) menolongnya Fil 4:13, Zak 4:6. Orang yang tulus, rendah hati, tidak cari nama, uang dll akan bisa menjadi indah di hadapan Tuhan dan nasibnya pasti baik.

Untuk mendukung semua ini, jangan lupa limpah dengan doa dalam Roh dan kebenaran, selalu dipimpin Roh dalam kesucian sesuai Firman Tuhan, sehingga kita tetap ada di relNya Allah. Inilah caranya untuk membuatnasib yang baik di dunia dan kekal. Jangan lupa, kalau dalam dunia kita diangkat Tuhan dalam hal rohani dan jasmani, itu nasib yang baik, tetapi juga itu adalahbeban, jangan sampai berdosa, supaya jangan sampai justru merusak nasib yang sudah makin baik. Justru pakailah seluruh segi hidup kita untuk memperbaiki nasib kita, yaitu dengan hidup berkenan pada Tuhan, sehingga semuanya itu memuliakan Allah. 5. Mengerti dan taat akan Firman Tuhan. Mat 13:23. Orang yang tidak mengerti tidak akan berbuat yang berkenan pada Allah dan mudah dibujuk, ditipu iblis sehingga salah jalan, sesat dan binasa Mrk 12:24. Sebab itu untuk membuatnasib yang baik, mutlak perlu tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan dan itu menentukan buah2nya di hadapan Allah dan inilah yang membuat nasib kitamakin baik, di dunia sampai kekal. Jangan mengecilkan atau mengabaikan Firman Tuhan, belajar terus maka nasibnya akan baik dalam segala hal Maz 1:1-3.

  1. Tujuh KPR. Mau nasib yang baik, limpahlah dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani (KPR) dalam hidup kita, pasti nasib kita jadi baik didukung dan dijamin Tuhan. Orang yang mengecilkan, meremehkan dan meninggalkan 7 KPR, rohaninya akan rusak, lemah, merosot dan nasibnya akan jadi makin jelek. Jangan lupa juga segala bagian lain dari 7 KPR ini, perlu kita kerjakan dengan sukacita dan limpah. Ini pasti akan membuat nasib kita makin indah, sebab ini jalannya yang betul, yang disediakan Tuhan bagi kita. Jangan sampai karenangotot dalam perkara2 yang fana lalu melupakan 7 KPR ini, nasibnya akan makin jelek.
  2. Doa dalam Roh dan kebenaran. Mau nasib yang baik di dunia sampai kekal, limpahlah berdoa dalam Roh dan kebenaran. Kita akan bisa terus menerus limpah dengan doa dalam Roh dan kebenaran ini, kalau ini menjadi kesukaan kita! Sebab itu kalau kita mengerti bahwa doa semacam ini indah, hebat, luar biasa, diperkenan Allah Yoh 4:23-24 dan hasilnya luar biasa, pasti kita akan suka dan bergembira untuk terus menerus berdoa dalam Roh dan kebenaran, dan juga nasib kita akan makin cemerlang dan indah.
  3. Dengan iman.

Lakukan semua yang berkenan pada Tuhan, yang sesuai Firman Tuhan dengan iman dan pikul salib. Seringkali kalau tidak ada iman, tidak berani bertindak sebab tidak percaya. Percaya yang betul itu tandanya ada perbuatan Yak 2:17 dan ini membuat kita bisa berkenan pada Tuhan dan membuat nasib menjadi baik.

Dalam semua ketaatan dan penaburan, selalu ada salib. Tanpa salib tidak ada penaburan, tidak ada hidup yang berkenan pada Tuhan, sebab taat itu bertentangan dengan daging; Sebab itu daging harus dimatikan. Dengan iman, kita bisa melihat perkara2 besar terjadi Mat 9:13, sehingga nasib kita jadi baik, tetapi ingat, jangan sampai mengalami perkara2 yang heran, tetapi berdosa, itu menghancurkan nasib kita oleh dosa!

  1. Percaya, harap dan kasih.

Dengan iman, Firman Tuhan menjadi kenyataan, tetapi jangan lupa tetap berkenan pada Tuhan.

Orang yang punya pengharapan menyucikan dirinya 1Yoh 3:2. Tetapi tanpa kasih semua pengorbanan, penaburan, kebaikan dll menjadi sia2 1Kor 13:1-3. Sebab itu harus selalu ada kasih, jangan karena benci, iri, tidak mau kalah, cari uang, cari nama, menuruti daging dan hawa nafsu dll, tetapi dengan tulus, sesuai Firman Tuhan dan ada kasih. Kasih ilahi tidak pernah putus asa, kecewa, kapok, menyesal dan berhenti, tetapi kasih itu mau korban, mau mengampuni, mau bersekutu, mau taat, maka nasibnya akan menjadi indah, di dunia sampai kekal.

Jadi Allah selalu merindukan dan menyediakan nasib yang baik untuk semua anak2Nya. Tetapi tergantung dari kita, kalau kita hidup berkenan pada Tuhan dengan 9 cara2 ini dengan sungguh, pasti nasib kita akan terus tumbuh makin baik!

Tidak semua orang beriman nasibnya baik, ada yang celaka dan hancur seperti Saul, sebab iri dan sombong. Simson sebab suka berzina, Gehazi sebab cinta uang, tidak mau hidup suci dan sungguh2 berkenan pada Tuhan.

Kerjakanlah bagian kita baik2, bangun nasib yang baik sesuai rencana Allah, Allah akan menyertainya dan pasti jadi baik. Hindari semua yang merusak nasib yang baik.

HAL2 YANG MERUSAKKAN NASIB.

Ingat, untuk orang beriman, nasib itu ditentukan sendiri, Allah selalu menyediakan dan memberi nasib yang baik, asal kita menggenapkan bagian kita! Allah selalu membantu membuat nasib kita makin baik (Allah sanggup, jangan ragu2,tetapi kita harus ada di jalan Tuhan) yang dengan tulus mau hidup berkenan kepadaNya.

Dosa.

Ini yang paling banyak merusak nasib umat Tuhan. Setiap dosa merusak rencana Allah yang akan datang dan nasibnya. Apalagi kalau:

  1. Keras hati, rusaknya makin dahsyat.
  2. Waktu, tidak mau bertobat hari ini. Kalau sampai mati tidak bertobat, dosanya jadi permanent dan ditolak dari Surga. Atau kalau keras hati, apalagi sampai sempurna, tidak lagi bisa bertobat, nasibnya masuk Neraka!
  3. Sudah tahu, tetapi dengan sengaja berdosa, hukuman lebih dahsyat, nasib makin rusak sampai hancur. Kalau sudah tahu dosa, jangan ditawar, jangan ajukan alasan2, buang, kalau tidak nasib menjadi rusak.
  4. Tingkat rencana Allah dalam umatNya akan merosot kalau berdosa! Israel seharusnya mewarisi Negeri pusaka, tetapi sebab terus berdosa, batal. Saul seharusnya menjadi raja yang indah seumur hidup, batal sebab dosa. Rencana Allah merosot terus sampai tidak jadi apa2 sebab dosa. Berapa banyak orang beriman, nasibnya biasa2 saja bahkan jelek, padahal sudah percaya Tuhan Yesus, sudah lama, sebab dosa2nya membuat rencana Allah dalam dia rusak, hancur, binasa. Jangan biasa hidup dalam dosa dengan rutin, pasti nasibnya tidak jadi apa2, bahkan pahit dan celaka.
  5. Ber-ulang2 tetap berdosa, rutin berdosa, itu celaka dan nasibnya jadi rusak. 2Pet 2:20-22,Mat 12:45, nasibnya jadi rusak sekali.

Kita harus rutin hidup suci, pasti bisa di dalam Tuhan Fil 4:13, Yoh 8:36.

Bodoh.

Kadang2 orangnya cukup baik, sungguh2, tetapi bodoh, maka nasibnya menjadi jelek, bahkan rusak total. Sama seperti secara jasmani anak jadi bodoh sebab tidak mau belajar, salah, begitu juga orang beriman yang tidak mau belajar Firman Tuhan dan tidak mau memeriksa hidupnya dalam terang Firman Tuhan, ia membuat dirinya jadi bodoh dan merusak nasibnya sendiri karena kebodohannya, Hos 4:6. Sebab itu dalam masa ibadah on-line pun, gembala2 kecil (Pemimpin P.S.)dan semua pemimpin2 sangat memperhatikan absensi ibadah dan terus didorong untuk ikut dan juga untuk taat Yak 2:21-22, baru ia bahagia sebab nasibnya menjadi baik Luk 11:28. Sebab itu kita harus punya pendirian yang kokoh untuk hidup berkenan pada Tuhan berdasarkan pengertian Firman Tuhan yang betul dan taat Mat 7:24-28.

KESIMPULAN.

Jadi anak2 Allah bisa dan harus membuat nasibnya sendiri. Ini luar biasa, sebab kita bisa membuat nasib yang terbaik, asal mau, mengerti dan dipimpin Roh, luar biasa.

Anak2 Allah yang nasibnya jelek, itu salahnya sendiri, tetapi perlu ditolong sehingga nasibnya bisa diperbaiki menjadi baik dan yang menolong nasibnya makin sempurna untuk kekal.

Roh Kudus kalau memimpin kita selalu betul, suci, sesuai Firman Tuhan, berkenan pada

Allah. Sebab itu yang mau taat dengan penuh pada pimpinan Roh Kudus itu berarti ia berjalan di rel Allah dan sedang membuat nasib yang paling baik di dunia sampai kekal. Jangan menurut jalan sendiri, itu banyak salah dan mudah ditipu disesatkan iblis. Tetapi yang dipimpin Roh itu luar biasa, hidupnya akan menjadi indah dan mulia bahkan menjadi seperti Kristus Mat 4:1, Luk 4:1,18, Kis 11:12.

Dalam tahun dan hari2 yang akan datang ini, selama masih hidup kita punya kesempatan untuk membuat nasib yang baik di dunia sampai kekal. Bahkan tebus waktu, supaya kita punya kesempatan lebih banyak.

Pakai setiap kesempatan yang ada, jangan di-sia2kan. Seringkali kesempatan yang indah itu ada di balik problem dan celaka yang besar, sebab semua itu tidak kebetulan. Kalau kita bisa lulus, tidak bereaksi dosa, tetapi bereaksi cocok dengan Firman Tuhan dalam pimpinan Roh, di belakangnya akan muncul kesempatan untuk membuat nasib yang baik sampai kekal.

Nyanyian:

Buatlah jalanMu dalam saya,

Tuhan Penjunan, ku tanah liat.

Biar Kau kerjakan s’turut mau Mu.

Kuturut Dia, di hatiku.