M4277 – Berakar Ke Bawah, Berbuah Ke Atas

37:31. BERAKAR KE BAWAH, BERBUAH KE ATAS.

TUMBUH.

Ini pertumbuhan yang baik, ke bawah dan ke atas. Kalau bayi yang lahir (3 Kg) tidak tumbuh, biarpun bayinya lucu, ibu dan bapaknya menangis! Pertumbuhan itu perlu sampai maksimal yaitu sampai menjadi dewasa. Begitu juga secara rohani, sesudah lahir baru kita masih bayi rohani dan harus terus tumbuh sampai dewasa yaitu menjadi sama seperti Kristus Ef 4:13. Pertumbuhan itu hanya terjadi di dunia, sesudah mati tidak bisa tumbuh lagi. Sampai dimana kita tumbuh dalam dunia, itu menjadi ukuran kita untuk kekal di Surga. Jangan tinggal bayi atau kanak2, tumbuhlah terus sampai dewasa rohani seperti Kristus Ibr 6:1.

SAMPAI DIMANAKAH KITA SUDAH BERTUMBUH?

Istimewa dalam masa Covid-19 ini, kesukaran2 itu menjadi pengolahan untuk pertumbuhan kita. Ada banyak problem jasmani dan rohani, tetapi kalau kita lulus, tidak bereaksi (jatuh dalam) dosa, tetap suci dan bereaksi menurut pimpinan Roh Kudus sesuai Firman Tuhan, maka kita akan lolos dari kesukaran2 itu berarti lulus, naik kelas dan tumbuh. Sampai dimanakah kita sudah bertumbuh?

Bagaimana setiap kali kita bisa lulus dalam problem2 kita, sehingga terus naik kelas dan rohaninya bertumbuh? Dalam Yes 37:31, kita melihat ada 2 hal yang perlu kita kerjakan, yaitu berakar dan berbuah.

III. BERAKAR.

Berakar menjadi modal untuk berbuah, meskipun akarnya tidak tampak, tetapi mutlak perlu ada supaya pohon itu bisa tumbuh sampai berbuah dan sampai matang, siap untuk dituai. Apakah akar kita? Hidup teguh di dalam Kristus Kol 2:7, lalu kita terus bertekun dalam 7 Kebutuhan Pokok Rohani, yaitu hidup menurut ukuran Ruangan Suci, sebagai berikut:

  1. Suci, terus tumbuh sampai puncak gunung kesucian di dalam jalan sempit, salib, Mezbah.
  2. Tabiat baru bisa tumbuh seperti Kristus. Ini memang jadi target, tujuan dan ukuran kita, seperti Kristus.
  3. Taat sampai mati, terus melakukan kehendak Allah, sesuai Firman Tuhan.
  4. Tumbuh dalam Ruangan Suci, yaitu:

4.1. Hidup Suci rutin seperti Ruangan Suci.

4.2. Pikul Salib sampai akhirnya di Tirai.

4.3. Bersekutu dalam Roh seperti Papan2.

4.4. Doa dalam Roh dan kebenaran seperti Mezbah Dupa.

4.5. Ibadah, tingkat Ruangan Suci.

4.6. Alkitab, tumbuh dalam Firman Tuhan sampai jadi daging seperti Meja Roti Pertunjukan.

4.7. Melayani dengan hikmat dan kuasa Allah seperti Pelita emas untuk orang2 di sekitar kita.

Kalau ini dikerjakan baik2, maka hidup kita akan terus bertumbuh dan berbuah.

BERBUAH.

Tuhan tidak mencari akar, atau daun, tetapi buah, sebab itu semua orang beriman harus berbuah, kalau tidak, ia akan celaka. Banyak orang Kristen tidak peduli untuk berbuah, asal sudah percaya, dianggap cukup, sebetulnya tidak demikian yang diharapkan Tuhan.

Kita akan melihat beberapa ayat sebagai berikut:

  1. Mat 21:43. Orang yang tidak berbuah, kesempatannya (yaitu mendapat kerajaan Allah! Termasuk semua fasilitasnya) akan diambil daripadanya diberikan pada orang2 yang bisa menghasilkan buahnya
  2. Mat 21:19, Mrk 11:12. Pohon yang tidak berbuah akan menjadi kering dan mati. Sebab itu semua orang beriman harus berbuah.
  3. Luk 13:6-9. Juga pohon ara dalam kebun anggur, yang tidak berbuah, masih diberi kesempatan 1 tahun, kalau tidak akan ditebang.
  4. Mat 25:24,26,30. Semua orang beriman telah mendapat hidup dan fasilitasnya dari Tuhan, baik jasmani dan rohani. Kalau tidak menghasilkan, akan dilempar ke tempat tangis dan kertak gigi.

Semua orang beriman yang percaya harus berbuah, ini keadaan yang normal. Orang tidak berbuah, sebab tidak sungguh2 percaya, kembali hidup dalam dosa, maka akhirnya ia tidak bisa berbuah dan dipotong oleh Tuhan. Sebab itu marilah kita perhatikan baik2 hidup rohani kita supaya sehat dan bertumbuh, sehingga dapat berbuah, supaya jangan jadi mati, dipotong dan dibuang ke dalam Neraka.

APAKAH BER-BUAH2 ITU?

Apakah buah itu? Itulah jiwa2, yang sudah diciptakan Allah. Seluruh langit, bumi dan isinya akan dibakar habis pada hari kiamat, tetapi yang tersisa hanyalah manusia, inilah mahluk yang kekal. Buah adalah jiwa2 yang percaya dan berubah menjadi suci, dan tumbuh sampai menjadi seperti Kristus, ada banyak tingkatan2, tetapi semua tetap percaya dan tetap hidup benar, suci di hadapan Allah. Sebab dosa dan orang berdosa tidak boleh masuk dalam kerajaan Surga.

Ada 2 macam buah yang harus ada dalam hidup rohani kita, yaitu:

  1. Buah Injil Allah dalam diri kita sendiri, yaitu kita berubah menjadi orang baru dan bertumbuh sampai menjadi seperti Kristus. Ini buah pekerjaan Allah dalam diri kita sendiri.
  2. Buah yang kita hasilkan dalam orang lain, baik orang dekat atau orang jauh, semua yang di sekitar kita, mereka menjadi orang baru dan juga akan bertumbuh menjadi seperti Kristus.Kedua macam buah ini sama2 diharapkan Tuhan dan harus ada dalam hidup kita. Kita akan melihatnya satu per satu.

V.1. BUAH YANG TUMBUH DALAM DIRI KITA.

ORANG PERCAYA AKAN TUMBUH SEPERTI KRISTUS.

Waktu permulaan percaya (lahir baru) secara rohani kita seperti bayi atau kanak2. Lalu harus terus bertumbuh sampai menjadi dewasa seperti Kristus. Ini semua dilakukan dalam keadaan yang benar di hadapan Allah (MAK DSY) dan taat melakukan kehendakNya.

Dengan baptisan Roh Kudus ini akan jadi lebih mudah, ringan dan sukacita. Ini perlu diperhatikan, sebab orang yang hidup dalam dosa, kalau sampai terakhir tidak bertobat, dosa tidak boleh masuk Surga Wah 21:27. Ada banyak Firman Tuhan lainnya yang menyatakan hal ini. Kalau sungguh2 percaya dan mau taat kita pasti bisa dimerdekakan dari dosa Yoh 8:36.

PRINSIPNYA: Waktu lahir seluruh tabiat baru sudah ada lengkap, tetapi dalam bentuk benih seperti telur, biji kalau tumbuh, pasti bisa seperti Kristus 2Kor 5:17. Harus tumbuh sehingga semua bagian bisa berfungsi dengan betul sampai jadi matang. Dalam segala hal kita harus belajar jadi seperti Kristus, yang dengan jelas diuraikan dalam Firman Tuhan, itulah Kristus. Untuk itu perlu:

  1. Makanan cukup, tanpa makan akan mati!
  2. Latihan dan ujian, dan setiap kali harus lulus, supaya seluruh segi hidup diolah dan ditumbuhkan.

Adanya orang dalam dan orang luar yang berbuat jahat, tidak adil pada kita, itu diizinkan (atau didatangkan Tuhan) untuk pengolahan kita. Kalau kita tidak bereaksi dosa dan bisa jadi berkat bagi mereka menurut pimpinan Roh Kudus, maka dengan demikian kita diolah, sebab untuk ini kita harus mematikan daging danitu sangat sakit. Tetapi kalau lulus, kita bertumbuh! Bersukacitalah kalau datang latihan = pencobaan Yak 1:2. Ini untung dan kitaakan menjadi indah.

  1. Dalam persekutuan Roh dan ibadah sesuai Firman Tuhan.
  2. Dengan doa senantiasa dalam Roh dll 7 KPR.

BERUBAH SEPERTI DIA, 1KOR 11:1.

Kuncinya adalah:

3.1. Lidah. Ini kemudi hidup. Kalau ini diabaikan, semuanya sia2 Yak 1:19,26, sebab itu biarlah kita ber-kata2 dengan betul, yaitu:

  1. Lambat.
  2. Sedikit.
  3. Disaring.
  4. Menurut pimpinan Roh, sesuai Firman Tuhan, seperti Putra manusia Yesus selalu menunggu kata2 dari BapaNya Yoh 8:26.

Ini menjadi tanda dan ukuran pertumbuhan rohani yang mudah, tepat dan mutlak Yak 1:2, Wah 14:5. Sebab itu jangan diabaikan.

3.2. Kasih. Ini adalah tanda mutlak lain untuk pertumbuhan rohani 1Kor 13:1-3. Berapa banyak kasih yang kita bisa berikan pada orang lain, bukan saja orang yang kita cintai Mat 5:46, tetapi juga musuh2 kita Mat 5:44. Kalau ada kasih, maka tidak ada benci pada siapapun, kapanpun, dimanapun. Sebab benci adalah tanda khas dari iblis, pertumbuhan dosa dan tabiat iblis. Keduanya ini bertentangan. Kalau ada benci, tetapi dari luar seperti cinta atau sikap yang baik, itu pura2 atau kalau terus menerus adalah munafik seperti orang Parisi, dan Tuhan tahu Mat 23:27. Ini sulit dan jadi korbankalau tidak disertai cerdik Mat 10:16. Supaya jangan kita celaka karena kebodohan. Tetap ada pengorbanan, rugi, karena Kristus, sebab itu salib, bagian dari kasih, ini yang betul, tetapi juga harus cerdik. Sebab itu periksa, terhadap siapapun jangan benci, sekalipun orangnya patut dibenci, sebab pembalasan adalah bagian Allah Rom 12:19. Kasih Kristus akan tumbuh terus sampai penuh seperti Kristus, yaitu bisa korban, memberi yang baik bagi musuh, bahkan sampai menyerahkan diri-Nya Yoh 15:13, 1Yoh 3:16. Tuhan Yesus menyerahkan nyawaNya bukan untuk orang2 yang mengasihi Dia, tetapi untuk musuh2Nya 1Yoh 4:10,19; Rom 5:8,10. Arah pengorbanan karena kasih 1Yoh 3:18 adalah seperti Kristus, sampai mau mati karena saudara2nya, itu puncaknya. Orang yang tidak mengekang lidahnya dan kalau tidak ada kasih, semuanya kosong dan sia2, tidak akan bisa tumbuh menjadi seperti Kristus.

TABIAT.

Untuk membicarakan seluruh tabiat itu perlu banyak waktu (lihat buku Pameran Tabiat, baru ada 27 tabiat yang dibicarakan secara ringkas di dalam buku yang tebal ini). Kita baru akan melihat singkatnya saja dalam1Yoh 2:16, yaitu harta, tahta, wanita.

4.1. Tahta. Dosa sombong, jemawa, ingin puji, tidak mau kalah, tersinggung, iri, ingin ditinggikan, dihargai, mencela, merendahkan dsb, ini semua erat berhubungan satu sama lain (sebetulnya semua dosa itu bersaudara kandung, yaitu dari kakak tuanya yaitu iblis, sebaliknya kesucian dll itu dari kakak sulung kita yaitu Kristus Rom 8:29). Hampir semua orang pernah kena pengaruhnya. Siapa tidak ingin dipuji, dihargai, ditinggikan, semua orang sedikit atau banyak mengharapkan ini, padahal itu sia2 Rom 2:29, Yoh 12:43; 7:4, bahkan menyesatkan dan celaka. Kepujian kita dari Tuhan.

Kita harus tahu akibatnya dari dosa sombong ini sangat dahsyat, direndahkan setiap kali sombong, apalagi kalau rutin sombong, akan terus direndahkan sampai seluruh hidupnya menjadi sia2 sekalipun sebetulnya ia bisa menjadi indah, berharga dan sangat mulia. Mat 23:12, 1Pet 5:5. Ada begitu banyak ayat untuk pokok ini, sebab ini termasuk dosa yang umum (asalnya dari iblis) sehingga dapat dikatakan: Siapa yang tidak pernah sombong, meskipun sekarang sudah merdeka daripadanya! Kalau Allah yang merendahkan itu dahsyat, sebab tidak bisa bangun atau bangkit kembali kecuali bertobat, baru bisa pulih sedikit2. Siapapun yang merendahkan, kita masih bisa bangkit kembali bahkan lebih dari semula asal memang waktu direndahkan tidak bereaksi dosa dan tetapbersyukur pada Tuhan, maka pada waktunya Tuhan akan mengangkatnya kembali, bahkan makin tinggi.

Misalnya Daud direndahkan, dipinggirkan oleh bapaknya sendiri, tidak bereaksi dosa, tidak sakit hati, bisa menerima (lebih2 waktu Samuel datang untuk mengurapi anak Isai 1Sam 16:13), dan ber-kali2 Daud ditinggikan oleh Tuhan, sampai akhirnya Tuhan mendudukDaud di atas tahta.

Sebab itu kalau direndahkan manusia,

padahal kita tidak salah, tidak pada tempatnya direndahkan, tetapi kalau kita “bisa direndahkan”, tidak bereaksi dosa,lulus, maka seringkali lewat peristiwa seperti ini, Allah akan menjadi lompatan besar naik ke atas. Asal waktu diangkat kita tetap rendah hati (yaitu tetap mengakui dengan yakin bahwa semua dari Tuhan, dan kita sungguh2 bersyukur seperti Ay 1:21, bukan menyombongkan diri), juga akan langgeng (bisa bertahan terus, lama), sebab tetap rendah hati!

Jangan lupa definisi rendah hati di hadapan Tuhan itu bukan hanya sikap dan kata2 yang mau tetap rendah hati, tetapi yang penting mengakui dengan yakin di hadapan Allah dan siapa saja bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan se-mata2. Sekalipun kita pintar, kaya, punya kemampuan dll, tetapi kita harus sadar bahwa semua dari Allah.

Nebukadnezar betul hebat, tetapi suksesnyaitu adalah kemurahan Tuhan sebab:

  1. Seharusnya orang yang sangat sombong dan jahat ini dihukum, tetapi Tuhan beri kesempatan untuk bertobat, lebih2 Tuhan tahu lebih dahulu bahwa ia akan bertobat dan merendahkan diri.
  2. Semua hidupnya yang limpah dengan kemampuan itu dari Tuhan Mat 5:45. Kalau Tuhan tidak mengizinkan ia menerima cahaya matahari, hujan maka ia akan mati.
  3. Berkembang menjadi pintar, kuat, sehat itu semua dari Tuhan, oleh kemurahanNya. Kalau Tuhan tidak memberi kemurahanNya untuk orang jahat, sudah lama binasa.

Malaikat yang berdosa, langsung dicopot diusir keluar dari Surga 2Pet 2:4, Luk 12:48; manusia lain, sebab belum tahu, diberi kemurahan Allah sebagai kesempatan. Waktu kesombongan Nebukadnezar sudah melebihi batas, ia dihukum Dan 4:30-31.

Sebab itu mengerti Firman Tuhan itu penting (untuk bisa naik, tumbuh sampai batas2 sesuai dengan pengertian dan ketaatannya Mat 13:23).

Nebukadnezar sesudahnya baru sadar, tetapi waktu yang terbuang dan pengalaman pahit menghabiskan sebagian besar hidupnya. Begitu orang yang sombong tidak jadi apa2, hidupnya sia2, sebab tidak sadar, tidak yakin, bahwakepintaran dan kemampuan, hasil yang luar biasa yang dicapainya itu semua dari Tuhan. Kalau seorang mengerti sedikit sampai disini dan taat, pasti orang yang dipimpin Roh bisa jadi rendah hati dan hidupnya berubah sama sekali!

Tuhan bisa mengangkat kita tinggi tanpa batas, tetapi Ia tidak mau mengangkat hambaNya di luar kemampuan kerendahan hatinya, sebab kalau jadi sombong, terpaksa dicampakkan ke bawah, itu dahsyat.

4.2. Harta. Orang yang mengerti tahu bahwa orang beriman itu hanya bendahara Allah 1Pet 4:10, 1Kor 4:1-2, Ay 1:21. Semua dari Tuhan 1Kor 4:7 dan kita harus mempertanggungjawabkan semuanya termasuk harta Mat 25:19. Sebab itu orang yang mengerti dan tidak cinta uang, maka baginya miskin atau kaya, berkat uang banyak atau sedikit, itu tidak banyak berbeda, sebab kita hanya bendahara yang harus mempertanggungjawabkan uang yang dipercayakan Tuhan pada kita dan taat untuk segala perintahNya tentang uang Tuhan yang ada pada kita (misalnya perpuluhan adalah ketaatan minimal, kita bisa diperintahkan untuk mengeluarkan lebih, tergantung  dari Tuhan, dan bendahara harus taat). Sopir yang bertugas dengan mobil murah atau mahal, tidak terlalu banyak berbeda, sebab semua bukan miliknya.

Menjadi kaya untuk bendahara itu tidak terlalu berbeda, sebab harus terus bertanggungjawab, tidak bisa mengeluarkan uang menurut kehendak sendiri yang melawan Firman Tuhan, sebab tahu itu bukan miliknya, tetapi hanya sebagai bendahara.

Sebaliknya kalau perlu berapa saja Tuhan bisa supply pada bendaharaNya!

4.3. Wanita. Ini maksudnya tentang dosa sex dan nafsu2 dunia lainnya. Kesucian hidup bujang dan nikah harus dijaga baik2 dan hubungan suami-istri tetap mesra dalam kesucian. Jangan ada dosa zina sekalipun dalam pikiran atau simpanan di HP, sebab zina adalah dosa istimewa 1Kor 6:18 dan akibatnya juga istimewa 2Kor 7:1, dahsyat, seperti Rubin dihukum, puncak rencana Allah dalam hidupnya, bagian teratas hilang, hak sulungnya hilang, sayang sekali! 2Taw 5:1. Pelihara kesucian bujang, nikah sejak dari dalam pikiran di hadapan Tuhan.

BUAH YANG TUMBUH DALAM ORANG LAIN.

Buah yang penting lainnya adalah jiwa2; 3 angka kedatangan Tuhan yang akan digenapkan sebelumnya. Jangan berhenti bicara tentang kabar baik (Injil), tetapi tidak ngawur, tetap dipimpin Roh dengan tulus, sehingga buah2 dalam 3 angka itu naik! Dengan orang luar, orang jauh kita seringkali menunggu pintu terbuka (tidak menolak Kol 4:3), tetapi minta kesempatan dan jangan buang kesempatan yang ada, lebih2 pada orang dekat, untuk 3 angka tsb:

  1. Injil sampai di seluruh dunia, memberitakan kabar kesukaan pada semua orang yang kita temui Mat 24:14.
  2. Jumlah yang selamat genap, membawa seorang sampai lahir baru Rom 11:25.
  3. Menumbuhkan semua orang yang sudah percaya sampai se-tinggi2nya, kalau bisa sampai sempurna. Bukan menjadi batu sontohan, menjatuhkan, tetapi justru memberi semangat,gairah sehingga bertumbuh terus, kalau bisa sampai sempurna, ini buah2 yang diharapkan Tuhan.

Gereja yang sempurna itu:

  1. Terdiri dari banyak tingkatan, termasuk tingkatan yang sempurna Wah 14:1.
  2. Jumlah dalam setiap tingkatan itu genap.
  3. Meliputi seluruh dunia.

KESIMPULAN.

Bagaimana akar kita? Kuat, terus tumbuh, tidak rusak (bosok). Juga buah2 kita yaitu hidup seperti Kristus dan ber-buah2 dengan kasih, kuasa dan hikmat seperti Kristus. Kristus bukan penuduh, tetapi tabib untuk orang sakit. Kita juga harus punya belas kasihan dan jadi tabib sebab Tabib itu ada dalam hati kita Mat 9:12-13. Jangan hanya ada daun, Tuhan cari buah Mat 21:19,43, Mrk 11:13. Hidup kita ada akar yang sehat, kuat, ada daun dan ada buah?

Nyanyian: TG no. 240.

… amat senang jika Tuhan berkata,

Ku dapat buah amat banyak