M4265 – Meniup Seruling dan Meratap

MATIUS 11:17-19, LUKAS 7:31-35. MENIUP SERULING DAN MERATAP.

PRINSIP HIDUP YANG BETUL.

JASMANI NAIK TURUN, ROHANI NAIK TERUS.

Ini prinsip hidup Yohanes Pembaptis dan Putra manusi Yesus.

Perumpamaan ini tentang hidup Yohanes Pembaptis yang tidak makan roti atau minum anggur disebut kerasukan setan, tetapi Putra manusia datang makan minum disebut pelahap, peminum anggur, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi ternyata Yohanes adalah nabi yang terbesar Mat 11:11, Luk 7:28 dan Putra manusia Yesus adalah orang yang sangat berkenan pada Allah Mat 3:17; 17:5. Yohanes dianggap ekstrim bawah dan Putra manusia dianggap ekstrim atas, tetapi di hadapan Allah keduanya adalah sangat indah, bukan ekstrim.

Jadi kita melihat penilaian dan pandangan hidup manusia dan Allah (Firman Tuhan) bertentangan penuh. Meskipun keduanya mendasarkan fakta2 yang sama, tetapi penilaiannya berbeda.

Sebab itu kita harus mengerti kebenaran Firman Tuhan baik2 dan dapat dengan tepat memisahkan mana yang betul dan salah, jangan ngawur supaya jangan disesatkan iblis dan binasa Ibr 4:12.

Kita harus tahu kebenaran sbb:

Dalam hal jasmani, kita harus bisa berpada, baik dalam kelimpahan maupun dalam kekurangan, dengan kata lain dalam hal2 jasmani bisa naik turun ber-ulang2, tetap berpada artinya puas, tetap bersukacita, penuh syukur dengan semua yang ada; tidak bereaksi dosa, kecewa, terpaksa, tetapi tetap puas 1Tim 6:8, Fil 4:11-12, Dalam hal rohani, dalam segala sikon harus terus meningkat, sehingga makin lama makin indah makin berkenan pada Allah seperti Putra manusia Yesus dan Yohanes Pembaptis yang terus meningkat sampai puncak kesempurnaan. Jadi dalam hal2 jasmani harus bisa berpada, puas, sukacita waktu naik atau turun, seperti Yusuf, Daud, Ayub, Daniel, rasul2 dll, tetapi dalam hal rohani, terus meningkat dalam kesucian dalam sikon apapun jua tidak bereaksi dosa. Ini juga harus jadi cara hidup kita, tabah naik turun dalam hal2 jasmani, berpada, tetapi dalam hal2 rohani, dalam sikon apapun harus terus meningkat, jangan pernah turun seperti Nuh, Simson apalagi Saul, Yudas yang celaka dan binasa!

LUK 7:31. CARA BERPIKIR MANUSIAWI DAN ILAHI.

Tuhan membuat perumpamaan tentang hal ini, untuk menunjukkan bedanya cara berpikir manusiawi dan ilahi, bahkan cara ilahi juga masih ada tingkatan2nya secara kasar atau halus, kanak2 atau dewasa. Disini nyata sekali ada cara berpikir kanak2 1Kor 13:11, yang memberi penilaian, komentar, dan penilaian yang melawan Allah dan akibatnya dahsyat, juga banyak mempengaruhi orang2 sekitarnya Gal 4:3,9,11.

LUK 7:32. ANAK2 MENIUP SERULING DAN MERATAP.

  1. Kanak-kanak, harus dididik dan dibimbing, bukan jadi pemimpin atau menentukan patokan, seperti dalam perumpamaan ini. Semua orang harus melewati masa kanak2 (fase bayi dan kanak2), tetapi jangan berhenti disini. Perlu digembalakan baik2, jangan ber-edar2 dan lari, tidak mau taat digembalakan. Sesudah lahir baru (bertobat, baptisan air dan roh) harus selalu penuh dan dipimpin Roh senantiasa Ef 5:17, supaya tidak tetap kanak2, tetapi cepat tumbuh jadi dewasa dengan kelimpahan 7 Kebutuhan Pokok Rohani, terus menyangkal diri, tidak kembali menuruti daging, yaitu hidup cara lama dst. Orang yang tidak (mau) digembalakan, akan tinggal kanak2, tetap hidup cara lama sehingga tetap dalam tabiat lama dan itu mempengaruhi orang lain juga, apalagi kalau kanak2 itu orang besar secara duniawi. Kanak2 rohani akan mudah terombang-ambing dalam macam2 pengajaran, lebih2 yang menarik Ef 4:14. Orang yang rohaninya kanak2 terus itu berarti pertumbuhannya macet, pasti ada sebab2 yang serius, sebab tidak menurut Firman Tuhan, tetapi tunduk dan ikut pada alifbata, prinsip2 duniawi Gal 4:3 padahal sudah percaya, kenal Tuhan, seharusnya bisa menjadi orang baru dan terus tumbuh makin seperti Kristus. Tetapi ternyata mereka dikuasai dan hidup menurut cara duniawi dan manusiawi orang lama. Gal 4:9,11. Sudah ibadah, tetapi tetap hidup cara lama, sehingga ibadah dan pelayanannya jadi sia2, sebab tidak tumbuh. Jangan jadiorang2 beriman seperti ini.
  2. Duduk di pasar.

Kis 16:19

Dan ketika tuan-tuannya* melihat bahwa harapan akan keuntungannya sudah hilang, mereka menangkap Paulus dan Silas dan menyeretnya ke pasar di hadapan penguasa-penguasa. (KJI)

Kis 17:17

Karena itu ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi di sinagoga, dan dengan orang-orang saleh dan di pasar setiap hari dengan mereka yang dijumpai di sana. (KJI)

Mat 23:7

dan suka disapa di pasar, juga suka dipanggil Rabi, Rabi. (Mrk 7:4; 12:38, Luk 11:43) (KJI)

Ini tempat orang banyak, pergaulan dalam jalan lebar Mat 7:13, ini besar pengaruhnya dan akibatnya, lebih2 untuk kanak2 rohani atau orang lama.

1Kor 15:33

Jangan disesatkan, pergaulan yang jahat merusakkan kebiasaan yang baik. (KJI)

Kita masih hidup dalam dunia, tetapi harus keluar dari pergaulan duniawi 1Kor 5:10, 2Kor 6:14, 17-18.

Apa akibatnya duduk di pasar? Ikut orang banyak dalam cara hidup dan dosa2nya, apalagi kalau rohaninya macet masih kanak2, belum punya pengertian dan pendirian yang cukup sehingga mudah terpengaruh dan dirusakkan oleh pergaulan duniawi di jalan lebar.

Kel 23:2

Jangan kamu menurut orang kebanyakan dalam berbuat jahat, dan jangan pula kamu menjadi saksi akan barang perkara perselisihan hendak memutarbalikkan dia, akan memperkenankan orang yang berkuasa.

Arus orang banyak, suara terbanyak adalah kebenaran manusiawi yang tertinggi dalam dunia. Ini dipakai di dunia, sebab tidak ada kebenaran yang lebih baik dari ini dalam dunia. Ini kebenaran manusiawi. Orang beriman, kadang2 juga memakai seperti ini (misalnya menentukan atau mengangkat pemimpin dalam Sinode dll, dalam Alkitab mereka berdoa Kis 13:2), tetapi suara terbanyak haruslah sesuai kebenaran Firman, kalau tidak Gereja atau pelayanan itu akan rusak). Musa hanya seorang, dilawan oleh semua orang Israel dan penghulu2nya, tetapi Musa yang betul, sebab sesuai Firman Tuhan,ia dipihak Allah. 10 Pengintai yang jahat, lebih banyak jumlahnya dari 2 pengintai (Yusak dan Kaleb). Dan mereka sudah didukung seluruh Israel dan mau menghakimi 2 pengintai yang melawan mereka (2 lawan 10). Tetapi Tuhan menghukum suara mayoritas (10 pengintai) ini sebab melawan Allah dan FirmanNya.

Sampai mereka mati mati sebab pendapatnya melawan Allah!

Bil 14:37

bahwa orang itu juga, yang telah memecahkan kabar jahat dari hal negeri itu, sekalian itu matilah sebab kena suatu bala di hadapan hadirat Tuhan.

Perlu banyak bersekutu dalam doa, Firman Tuhan dan tubuh Kristus, bukan di pasar dunia ini, supaya berakar dalam Firman Tuhan Kol 2:7-8, tidak terpengaruh logika orang lama yang banyak dan tinggal di jalan lebar Mat 7:13.

  1. Saling berseru satu sama lain. Banyak bicara, bersekutu, tukar pendapat, komentar, tetapi di pasar, di jalan lebar, ini pikiran manusiawi dan mudah ketularan pikiran duniawi, bukan Firman Tuhan. Sebab itu rohaninya tetap kanak2, macet!Seharusnya kita tekun belajar Firman Tuhan di Gereja, juga di rumah Mat 4:4 supaya jadi dewasa rohani, punya pikiran Kristus, yaitu Firman Tuhan.

1Kor 2:16

Karena siapa yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat mengajar Dia? Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. (KJI)

Jangan mengandalkan kepintaran manusiawi, tetapi hidup rutin dalam kesucian dan dipimpin Roh, supaya kita mengenal kebenaran ilahi Yoh 16:13, 1Kor 2:10.Jangan bicara dari diri sendiri 1Pet 4:11, tetapi dari Firman Tuhan Yoh 5:19 itu kebenaran, dasar yang teguh.

Dalam setiap pembicaraan, selalu tanya dasar atau ayat2 Firman Tuhan, sambil terus minta pimpinan Roh Kudus.

Sebab itu banyak duduk di kaki Tuhan seperti Maria membuat kita mengerti rahasia2 yang dalam dan seringkali orang lain belum tahu Mrk 14:8,9.

Luk 10:41-42 (39)

  1. Lalu Yesus menjawab dan berkata kepadanya*: Marta, Marta, engkau kuatir dan bersusah-susah tentang banyak perkara.
  2. Tetapi satu hal yang perlu, dan Maria telah memilih bagian yang baik itu, yang tidak akan diambil dari padanya*. (KJI)

Jangan kebenaran yang kita pegang didasarkan atas pendapat orang banyak (di pasar), tetapi patokan dan pegangan kita adalah Firman Tuhan Yoh 17:17.

Sebab itu kita harus banyak dengar Firman Tuhan, seperti Maria dalam doa, bersekutu dalam Roh, mendengar suara Roh, sehingga mengerti kebenaran Firman Tuhan dengan betul Maz 119:9,11,105. Ini “orang2 dalam” yang menerima karunia mengerti rahasia2 Allah Mat 13:11, Mrk 4:11. Dan kalau kita taat, ini yang membentuk tabiat dan cara hidup baru yang seperti Kristus.

– Jangan banyak dengar pikiran manusiawi, komentar2 dan pendapat orang lama, sekalipun pintar dan berpengalaman, itu dari hidup lama, maka pengertiannya akan kacau dan terombang-ambing, campuran dan rusak, bukan seperti Kristus, tetapi seperti orang lama, bahkan iblis mudah menyesatkannya.

  1. Meniup seruling dan meratap. Ini prinsip kanak2, apa yang mereka buat, mereka ingin orangtua dan saudara2nya ikut serta (tentu orangtuanya ikut kalau pantas, sebab benar menurut kanak2 seringkali tidak benar).

4.a. Seruling tanda sukacita 1Raj 1:40 KJ, kanak2 tidak bisa membedakan:

  1. Sukacita dosa Ibr 11:25,
  2. sukacita netral dan
  3. Sukacita salib, jalan sempit Mat 11:28-30.
  4. Sukacita dari Roh Kudus Rom 14:17, Fil 4:7.

Kita harus bisa membedakan dan tetap dalam kesukaan jalan sempit, kesukaan salib. Hati2 dengan sukacita dosa.

Jangan asal senang, enak, harus dibedakan, sukacita dari dosa, dunia atau Allah! Kalau kanak2 rohani (sekalipun dari luar orang besar, pintar, berkedudukan, kaya dll) pendiriannya bisa salah.Apalagi kalau kanak2 ini diangkat jadi pemimpin, wai, kacau balau dan melawan Firman Tuhan dan dosa bisa masuk, apalagi sukacita dosanya besar! Mereka ingin semua ikut ambil kesenangan (dan kesedihannya), lebih2 mereka mengajak pemimpin2 dan hamba2 Tuhan. 1Tim 4:13. Ini cara2 kanak2. Jangan diikuti. Seringkali mereka cari guru2 sendiri yang cocok dengan mereka 2Tim 4:3-4. Hamba2 Tuhan dan yang dewasa harus menunjukkan kebenaran Firman Tuhan dengan hikmat dan kuasa Roh Kudus, jangan menuruti pikiran kanak2 rohani 2Tim 4:2.

4.b. Menangis, tidak ikut meratap. Mengapa kanak2 ini menangis? Sebab Tuhan tidak mau menjawab doanya, membiarkan dalam kesukaran dan kegagalannya. Mengapa Tuhan tidak mau menjawabnya atau membiarkan dalam celakanya? Sebab kanak2 ini berjalan semaunya sendiri menurut daging, tidak mau salib, jalan sempit, sebab di sini daging dimatikan 1Pet 4:1-3.

(Tetapi justru ini membuat kita rutin hidup dalam kesucian, sungai air hidup terus mengalir dari hati Yoh 4:14; 7:38, ini sukacita Roh, jalan sempit, paling indah dan berlanjut sampai kekal. Tetapi kanak2 rohani tidak percaya, tidak mengerti dan tidak mau, sebab itu sakit bagi daging!).

Kalau dukacita karena hajaran harus segera dibereskan dan bertobat; kalau karena ujian, harus lulus, jangan bereaksi dosa dan terus hidup dalam kesuciandipimpin Roh, ini adalah sumber sukacita  yang indah dalam Tuhan Rom 8:28, sebab terus meningkat, tumbuh dalam kesucian, bukan seperti kanak2 dalam pikiran dan hidup duniawi.

Dalam Rom 12:15. Kita ikut tertawa dan menangis untuk menghibur, menolong dan menunjukkan jalan yang betul, bukan ikut dalam cara hidup kanak2. Harus punya pendirian, ukuran kita adalah Firman Tuhan, tetap teguh, tegak seperti Yohanes Pembaptis Mat 11:7. Jangan turut sikap dan pengajaran hamba2 Tuhan yang ditiup angin, mau mengajar menurut kehendak kanak2 itu!

Ini terutama dalam hal yang fana, kalau indah, cocok dengan selera daging mereka meniup seruling dan mengajak semua menari. Kalau daging dimatikan,penyangkalan diri menurut Firman Tuhan (misalnya mengampuni, menolak kesukaan dosa, berpada dll), mereka meratap, jangan ikut menangis, tetapi tetap pikul salib Kristus, pasti berkemenangan dan indah. Kita harus punya pendirian, harus berpada dalam semua hal2 jasmani (naik turun), tetapi dalam hal rohani terus meningkat, dalam segala sikon, jangan berdosa atau menuruti daging.

Sekalipun pemimpin2nya sudah seperti Yohanes Pembaptis dan Kristus, mereka tidak bisa mengerti dan menolak, sebab mereka pegang ukurannya sendiri menurut kehendak sendiri, menurut daging, cara kanak2. Kita harus punya pengertian kebenaran Firman Tuhan yang betul dan tetap berpendirian di atas kebenaran Firman. Jangan tinggal kanak2, hidup menurut Halaman, bukan menurut Ruangan Suci (dipimpin Roh, limpah dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani). Jangan keras hati dalam dosa atau menuruti daging dan dunia seperti kanak2 rohani. Lebih2 dalam masa ibadah online, kesempatan lebih banyak untuk mencari pengajaran yang cocok dengan telinga dan dagingnya sehingga makin keras hati dalam dosa dan cara2nya, sehingga sesat. Orang2 seperti ini menolak bertobat dan dibaptis oleh Yohanes Luk 7:30. Harus mau dinasehati dan ditegur Ams 29:1, Yes 1:19.

Kalau mau menyangkal diri, taat dipimpin Roh, akan ada lapar huas akan Firman Tuhan Mat 5:6, suka akan susu Firman Tuhan sehingga tumbuh!

LUK 7:33. YOHANES PEMBAPTIS.

Hidup Yohanes se-olah2 ekstrim di bawah dan Putra manusia ekstrim di atas.

Ini pendapat yang salah, sebab dalam hal jasmani yang fana kita harus bisa di atas atau di bawah, bahkan di dalam yang ekstrim, tetap bisa berpada; semua tidak kebetulan, ada maksud dan rencana Allah yang indah untuk pengolahan dan ujian. Yohanes Pembaptis itu mau dipimpin Roh ke padang gurun, hanya makan belalang dan madu.

Secara jasmani belalang ini berarti berpada. Secara rohani makan belalang berarti makan yang tidak enak, tanpa bumbu2, hanya dibakar, mungkin pahit. (roti jauh lebih enak), pikul salib (seringkali belalang ini mendatangkan bala seperti di Mesir dll).

  1. Madu hutan, ini manis. Limpah dengan Firman Tuhan dan taat itu seperti Wah 10:10.

Rasanya manis di mulut, pahit dalam perut, sebab waktu di dalam lambung, akandiserap untuk menjadi daging Wah 10:10a. Cara ini sakit sekali, penuh penyangkalan diri, tetapi ini jadi daging. Firman menjadi daging, jadi cara kehidupannya se-hari2 Yoh 1:14. Kalau daging seorang anakbertambah, tubuh anak itu akan tumbuh, makin dewasa. Begitu kalau rohani kita makin tumbuh seperti Kristus, sebab terus tekun dalam Firman Tuhan dan taat, sehingga Firman menjadi daging (Yoh 1:14), selain itu Yohanes Pembaptis juga menemukan madu dalam hutandan itu manis baginya, ia menjadi kuat (seperti Yonathan 1Sam 14:25-27,30). Tentara2 lain tidak berani makan madu seperti Yonathan, sebab takut sumpah Saul, yang menyumpahi orang yang memakannya. Ini kebijakan Saul yang sangat bodoh, sehingga kemenangannya kurang besar, kecil sekali 1Sam 14:28-30. Begitulah pemimpin2 yang bodoh, yang tidak memberi kesempatan anak buahnya makan dengan limpah dari Firman Tuhan, sehingga lemah dan sesat Mrk 12:24.

Juga Simson sesudah menang dan membunuh singa, ia dan orangtuanya makan dengan lezat dari madu yang timbul dari dalam singa itu.

Yohanes Pembaptis di hutan dapat madu.

Yonathan di hutan dapat madu.

Simson sesudah menang melawan singa dapat madu.

Juga Paulus dapat madu dari salib yang ditakuti orang, tetapi ini mendatangkan kemenangan dan madu yang manis dalam hidupnya Gal 6:14.

Jadi rohaninya akan tumbuh oleh Firman, sebab itu Yohanes pembaptis tumbuh terus dan jadi nabi yang terbesar, sangat indah. Mat 11:11.

Meskipun orang lebih suka roti daripada makan belalang, tetapi Yohanes mau makan yang tidak enak, juga madu hutan (bandingkan dengan madu dari singa yang dibunuh Simson Hak 16:8). Justru ini manis bagi orang yang suka salib, sekalipun sesungguhnya salib itu pahit Gal 6:4. Sebab itu Yohanes jadi nabi yang terbesar, lebih besar dari Elia (sebab itu seharusnya ia juga bangkit waktu Putra manusia Yesus mati di salib). Yohanes bukan orang yang ber-mewah2 dan mencari kedudukan dalam istana Mat 11:8, tetapi taat dipimpin Roh kemanapun, juga ke padang gurun dengan makan belalang dan madu hutan. Oleh semua ini Yohanes menjadi indah di hadapan Tuhan, sehingga menjadi nabi yang terbesar, tetapi orang-orang yang hidup rohaninya kanak-kanak (yang macet) menuduh Yohanes kerasukan setan, seorang yang hina dan terbuang. Padahal Yohanes orang yang indah dan berdiri teguh di hadapan Tuhan.

Bukan seperti buluh yang dipengaruhi angin, tidak! Sampai dipancungpun Yohanes tetap teguh dalam kebenaran Firman Tuhan Mat 14:10.

Macam2 hidup orang beriman itu berbeda, juga pengolahannya tergantung dari rencana Allah di dalamnya, beban dan tugas dan pribadinya masing2. Cara hidup orang beriman bisa berbeda (seperti Yohanes Pembaptis dan Putra manusia), ukurannya bukan ukuran pikiran manusiawi (bisa sangat berbeda), tetapi yang penting berkenan pada Tuhan. Sebab itu jangan menghakimi cara hidup yang berbeda asal tidak melawan Firman Tuhan Rom 14:4-5. Rohnya harus sama 2Kor 11:4; 12:18. Kalau ada perbedaan pengertian atau tafsiran, jangan berdebat tidak mau kalah (sombong), tetapi dengan kasih sharing dalam pimpinan Roh untuk membawa kita dalam kebenaran Yoh 16:13. Sehingga sampai pada pengertian, pengetahuan ilahi yang sama Ef 4:13 dan tetap bersekutu dalam satu Roh dan kebenaran Firman Tuhan, seperti Putra manusia dengan Yohanes Pembaptis.

Cara hidup Abraham, Ishak, Yacob, Yusuf, Daud dst itu ber-beda2 tetapi prinsipnya sama, cara jasmani bisa berpada dalam segala perkara dan rohani terus bertumbuh dalam pimpinan Roh Kudus.

LUK 7:34. PUTRA MANUSIA SAHABAT ORANG DOSA.

Pelahap.

Kehidupan Yohanes dan Putra manusia itu tampaknya berbeda bahkan bertentangan. Yohanes tidak makan roti dan anggur, tetapi Putra manusia makan (tidak disebut roti, tetapi berpada dengan semua yang ada, bahkan disebut pelahap, tetapi kalau perlu, sebab “kekurangan”, Ia puasa sebab tidak ada makanan Mrk 11:13. Ia berpada baik waktu kekurangan maupun waktu limpah, bukan pelahap. Misalnya waktu masuk Yerusalem, orang2 menyambut dengan luar biasa, dengan hosana dll Mat 21:9.

Juga Ia mengajar dan menyembuhkan banyak orang Mat 21:14. Ini luar baisa. Tetapi esoknya, sarapanpun tidak ada, begitu besar kekuranganNya Mat 21:18-19. Putra manusia Yesus punya iman, tetapi Ia tidak pakai imannya untuk membuat makanan (seperti 5 roti dan 2 ikan) sebab semua harus dengan izin BapaNya Yoh 8:26. Tetapi Ia menerima, berpada, sekalipun tidak sarapan, mungkin juga siang hari. Ia bukan pelahap. Kalau ada, dinikmati, itu bukan dosa, kalau tidak ada tetap berpada, tidak bereaksi dosa.

  1. Peminum anggur. Waktu di Perjamuan Kawin Kana anggurnya habis, Putra manusia Yesus yang tolong. Disini Ia juga minum anggur, itu tidak salah, tetapi bukan sebab ia seorang peminum anggur Yoh 2:1-10. Ia tetap hidup dalam kesucian, tidak berdosa, baik dalam hal2 jasmani dan rohani.

Dalam segala perkara kita harus suci.

2.a. Ada hal2 yang dipakai dengan cara apapun tetap dosa, seperti pornografi, dusta, pekerjaan2 haram dll, sebab itu semua harus dibuang total.

2.b. Ada hal2 yang netral, itu jadi dosa atau tidak tergantung dari orangnya.

Tit 1:15

Bagi orang-orang yang suci segala sesuatu adalah suci tetapi bagi mereka yang najis dan yang tidak percaya, sesuatu pun tidak ada yang suci, sebab pikiran dan hati nurani mereka najis. (KJI)

Misalnya uang, itu jadi suci bagi orang suci, jadi dosa bagi orang dosa.

Mengapa? Bagi orang suci, uang jadi suci, sebab uang dijadikan hambanya, orang suci ini hanya bendahara, ia mencari dan mengeluarkan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau Tuhan menyuruh mengeluarkan, ia taat dan itu berkenan pada Tuhan dan ia tetap suci, bahkan meningkat sebab taat. Tetapi bagi orang dosa uangitu jadi dosa, sebab uang menjadi tuannya, diperbudak dosa 1Tim 6:9-10.

Kita harus selalu benar di hadapan Tuhan.

Kadang2 ada orang yang tampaknya benar di hadapan manusia, tetapi penuh siasat dan dosa di hadapan Tuhan. Misalnya beribadah, pelayanan, menolong dll, tetapi tidak dengan tulus, Ia melayani bukan karena Tuhan, tetapi yang diincar emasnya, kepujiannya dan keuntungan2 yang lain, ini tidak berkenan pada Tuhan seperti orang Parisi Mat 23:16.

2.c. Kalau disuruh Tuhan, kehendak Tuhan, itu pasti berkenan pada Tuhan, kita harus selalu dipimpin Roh melakukan kehendakNya. Putra manusia Yesus bukan peminum anggur, yanghanya melakukan kesukaan atau kehendakNya sendiri. Tetapi Ia selalu dipimpin Roh melakukan kehendak BapaNya.

  1. Putra manusia Yesus, sahabat orang berdosa (orang2 Halaman (ahli Taurat dan orang Parisi) menganggap Putra manusia Yesus suka menuruti kehendakNya sendiri, menjadi sahabat orang berdosa. Mereka menganggap Yesus itu temannya orang2 jahat, teman para pemeras dan penipu (seperti Zakheus dan pemungut cukai lainnya) teman orang2 yang jahat. Padahal Putra manusia Yesus di hadapan Allah adalah seorang yang sangat berkenan.

Mat 3:17

Dan lihatlah suatu suara keluar dari Sorga berkata: Inilah Putra-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. (KJI)

Mat 17:5

Sementara ia sedang berkata-kata, tiba-tiba sebuah awan yang terang menaungi mereka itu, dan lihatlah suatu suara keluar dari dalam awan itu, kata-Nya: Inilah Putra-Ku yang kekasih, kepada-Nyalah Aku berkenan. Dengarkanlah Dia. (KJI)

Putra manusia Yesus memang mencintai orang berdosa. Ia adalah sahabat orang berdosa, tetapi Ia benci dosanya, cinta orangnya, supaya mereka ditebus dari dosa, mati lepas dari dosa dan tumbuh makin seperti Kristus.

Yoh 3:16

Karena begitu Allah mengasihi dunia ini, sehingga diberikan-Nya Putra-Nya yang tunggal, supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (KJI)

Ibr 1:9

Engkau mengasihi kebenaran, dan membenci kefasikan. Karena itu Allah, yaitu Allah-Mu, mengurapi Engkau dengan minyak kesukaan lebih daripada semua teman sekutu-Mu. (KJI)

Ia tidak ingin seorangpun binasa 2Pet 3:9, 1Tim 2:4.

Biasanya sikap manusia lain!Kalau seorang sudah benci dengan pakaiannya yang cemar (perbuatan dosanya, mungkin ditipu, difitnah, di-kata2i, dirugikan dll), maka ia benci dosanya, tetapi juga benci orangnya, ini salah. Kita harus tetap cinta orang dosa, tetapi benci dosanya seperti Kristus.

Jd 1:23

dan selamatkanlah yang lainnya dengan takut, sentakkanlah mereka keluar dari api; dengan membenci akan pakaiannya yang cemar oleh daging. (KJI)

Kalau benci orangnya, itu berarti dosa, sudah jatuh dalam dosa, gugur ke tangan iblis dan rohaninya mulai jadi rusak.

Kanak2 menilai baik Yohanes Pembaptis atau Putra manusia salah! Padahal semuanya benar menurut ukuran Allah dan tumbuh sampai akhirnya sempurna. Kita harus punya pengertian Firman Tuhan dan pendirian yang betul berdasar Firman Tuhan, jangan menurut pikiran manusiawi. Sekalipun saudara kalau salah, jangan tinggal atau bersekutu dalam dosanya 1Kor 5:9-13. Bersekutu dalam kesucian dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan.

LUK 7:35. HIKMAT.

Dari Firman Tuhan yang ditaati itu datang hikmat Allah yang indah.

Ams 2:6

Karena Tuhan juga yang mengaruniakan hikmat, dan dari pada firman-Nya datanglah pengetahuan dan akal. (1:7)

Hikmat berusaha menawarkan pada semua orang yang mau. Tetapi sayang, tidak semua mau. Kalau waktunya sudah habis dan orang2 tetap tidak mau, menolak hikmat Allah, lebih suka kebenarannya sendiri, ia akan masuk dalam banyak dosa dan kesukaran2 akibatnya dan mereka akan celaka.

Ams 1:

20-23 Hikmat menawarkan, tetapi banyak yang tidak mau.

24-26 Mereka yang menolak dan celaka akan ditertawakan.

29-32 Celaka datang dari orang2 jahat, istimewa pada akhir zaman dari iblis, Antikris, dan kaki tangannya.

33 yang mau dan mendapat hikmat, hidupnya akan sentosa, terhindar dari celaka.

Orang yang mengerti dan mau hikmat (yaitu Firman Tuhan dan taat) akan menjadi anak2 hikmat yang hidup dengan sejahtera.

Ams 1:33

Tetapi barangsiapa yang mendengar akan daku, ia akan duduk dengan sentosa dan iapun akan senang dari pada takut akan celaka.

Jangan jadi kanak2 yang berpikir manusiawi yang condong dan lekat pada dosa. Yoh 3:19. Orang2 ini juga akan celaka, bahkan mengajak semua menurut sesuai dengan seruling dan tangisannya, tetapi  Yohanes Pembaptis dan Putra manusia Yesus menolak. Orang2 seperti ini tidak mengerti rahasia hikmat seperti yang ada pada Yohanes Pembaptis dan Putra manusia Yesus, dianggap bodoh dan hina, padahal mereka benar, indah dan mulia di hadapan Allah.

KESIMPULAN.

  1. Jangan tetap jadi kanak2 rohani (seperti orang Parisi dan ahli Taurat) ini tingkat Halaman, pertumbuhan yang macet, sebab tidak sungguh2 bertobat, hatinya mendua, bercabang, cinta dunia dan keras hati dalam dosa. Kalau tidak bertobat akan datang puncaknya, yaitu satu hari yang jahat itu Pkh 12:1, tidak mau dan tidak bisa bertobat lagi. Sekarang bertobat sungguh, tinggalkan hidup lama, matikan daging dan kehendak sendiri dan taat akan Firman Tuhan. Sekalipun harus menyangkal diri, pahit, tetapi dengan Tuhan, bisa mati lepas dari dosa, bisa rutin hidup dalam kesucian dalam pimpinan Roh Kudus dan tumbuh terus makin seperti Kristus.
  2. Miliki pikiran dan cara hidup yang betul, yaitu sesuai Firman Tuhan dalam kesucian dipimpin Roh. Baik dalam hal2 jasmani, bisa berpada waktu kelimpahan atau kekurangan, tetap puas, bersukacita, bersyukur, tidak berdosa, juga rohani naik terus, makin tumbuh dalam pimpinan Roh Kudus.
  3. Miliki hikmat Allah. Kalau kita bertekun belajar Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus, kita bisa mengerti dan taat, sehingga penuh dengan hikmat Allah, dan punya pendirian yang betul dan bisa membedakansegala macam pengertian yang ber-beda dan membuang, menolak yangjahat.

Juga dalam segala kesukaran apapun, dengan hikmat dan kuasa Roh kita lulus dalam setiap pencobaan dan ujian, dan terus tumbuh dalam rencana Allah yang indah, sehingga segala problem, penderitaan dan kesukaran, sebab lulus setiap kali, berubah menjadi mulia, dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang berikutnya 2Kor 3:18, terus tumbuh kepada kesempurnaan rencana Allah.