M4223 – Ikut Arus?

IKUT ARUS?

Kel 23:2a

Jangan kamu menurut orang kebanyakan dalam berbuat jahat,

Dalam pandemi, dunia ini berbah luar biasa dan ada banyak arus2 perubahan.

Arus disini berarti trend, sikap dan cara hidup orang banyak yang kita dengar atau lihat. Arus mayoritas itu seringkali besar pengaruhnya. Menurut akal dalam hal2 jasmani memang besar pengaruhnya, misalnya restoran makanan kalau yang beli sampai antri panjang, biasanya itu enak dan harganya pantas. Mayoritas biasanya menang atau pengaruhnya besar.

 

APA?

Sebab itu banyak orang hidupnya dengan mudah ikut arus orang banyak! Baik dalam kesukaran, tradisi, perdagangan, rekreasi dll. Begitu dalam Pandemi ini ada ber-macam2 trend atau arus orang banyak, baik secara sekuler (dalam penyakit, dalam ekonomi, dalam perubahan sistem digital atau online dll. Juga diantara orang2 beriman, ada beberapa arus atau trend dalam cara hidup, ibadah, pelayanan, baik gereja dll.

Memang Gereja itu terdiri dari banyak golongan seperti gandum dan lalang, orang Halaman dan Ruangan Suci, lima gadis bodoh, lima gadis bijaksana dll dan setiap golongan itu mempunyai ciri2 dan trend yang cocok dengan keadaan mereka masing2.

Biasanya arus orang banyak itu selalu campuran, ada yang baik menurut beberapa orang, tetapi menurut yang lainnya itu jelek. Hati2 semua harus disaring oleh Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus. Sebab itu kalau membaca dan mendengar berita2, apalagi kalau mendengar berita2 sukses, jangan sampai langsung ikut arus yang berhasil, tanpa dicocokkan dengan Firman Tuhan dan dengan banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran, bisa terpengaruh dan ikut yang salah! Kita harus mempunyai pendirian yang teguh yang tetap di jalan sempit atau jalan salib dari Tuhan Mat 7:13-14. Kita harus bisa membedakan hal2 yang mana termasuk jalan sempit dan mana yang termasuk jalan lebar dan dengan tegas memilih dan hidup menuruti jalan sempit dari Tuhan.

Kita sebagai orang beriman mempunyai 2 tujuan hidup, yaitu jasmani dan rohani, dan keduanya perlu tetapi berbeda.

Kalau kita hanya mengejar tujuan jasmani, itu salah, sebab rugi untuk kekal.

Mat 16:26

Karena apakah gunanya bagi seseorang, jika ia memperoleh seluruh dunia ini tetapi kehilangan jiwanya atau apakah yang dapat diberikan seseorang sebagai ganti jiwanya? (KJI)

Misalnya 8ikan yang mati itu ikut arus sepenuhnya, tetapi ikan yang hidup punya tujuan dan arah sendiri, tidak ikut arus. Ada ikan kalau mau bertelur, berenang melawan arus ke hulu sungai, untuk bertelur disitu!

Ini ikan, robotnya Allah, yang hidup menurut naluri karena sudah di program Allah, itu sama untuk semua jenis ikan yang sama, dari dahulu sampai yang akan datang.

Tetapi manusia bukan robot. Kalau manusia diciptakan sepertirobot, semua nasibnya akan sama sebab Allah adil Rom 2:11. Tetapi kita adalah mahluk bebas yang bisa dan harus memilih lalu taat dalam pilihan yang betul, di jalan sempit.

Allah membuat rencana pribadi yang indah bagi kita masing2, tetapi itu hanya bisa terjadi kalau kita:

  1. Mengerti dan
  2. Mau taat dipimpin Roh mengerjakan rencana Allah, dan hasilnya sesuai kesungguhan dan ketaatan kita masing2. Rencaa Allah itu tidak jadi otomatis seperti ikan atau binatang dan tumbuh2an lainnya, tetapi tergantung masing2 kita!

ARUS YANG MANA?

Apakah tujuan kita dan kemana kita bergerak? Kita mempunyai tujuan jasmani dan rohani, tetapi yang utama adalah tujuan rohani, maka tujuan jasmani yang biasanya menjadi kebutuhan kita itu juga akan kita dapatkan karena diberikan Tuhan juga bagi kita Mat 6:33. Sebab itu dalam menghadapi problem2, jangan kita hanya berusaha menangani dan menyelesaikan problem2 jasmani, sampai habis semua tenaga, biaya, perhatian, waktu dan semuanya untuk menyelesaikan semua problem jasmani sampai tuntas dan sukses. Ini tetap harus dihadapi, ditangani baik2 sampai selesai, tetapi ini bukan tujuan utama! Sebab itu jangan sampai segala Fund, Forces dan time dihabiskan untuk hal2 ini, tetapi nomer 1 tanya pada Tuhan, minta pimpinan suara Roh Kudus, sehingga problem selesai, lulus dan tumbuh, maka dalam hidup ini kita bisa mencapai tujuan rohani kita baik2. Fil 3:14, 2Tim 4:7.

III. TUJUAN ROHANI.

Memang tidak mudah untuk bisa melihat tujuan rohani, seringkali banyak orang dibutakan oleh segala hal2 yang fana, apalagi yang indah dan menarik, sehingga hanya bisa melihat hal2 yang dekat, yang fana, tetapi tidak bisa melihat jauh, yang tidak kelihatan mata jasmani hanya oleh mata rohani yang sehat dan celik oleh pertolongan Roh Kudus 2Pet 1:9 (5-8,11).

Sebab itu kita harus lekat kepada Tuhan seperti carang dalam pokok, penuh dan dipimpin Roh, sehingga kita bisa melihat faedah dan keindahan tujuan rohani yang kekal, juga termasuk kebutuhan jasmani kita ada di dalamnya supaya mata kita bisa melihat tujuan yang kekal. Untuk itu kita memerlukan hidup rohani yang sehat. Ini membutuhkan kebutuhan pokok rohani yang cukup setiap hari, misalnya Firman Tuhan yang terus terbuka, doa senantiasa dalam Roh dan kebenaran, sehingga selalu ada pengurapan yang cukup sehingga mata rohani kita celik, tidak mudah ditipu dan dibutakan oleh kemuliaan dunia yang menjerat.

Juga ibadah, kesucian, pikul salib, bersekutu dan melayani ber-sama2 sebagai garam dan terang dunia. Ini semua diperlukan, supaya rohani kita selalu sehat dalam pengurapan Roh Kudus, sehingga bisa terus menerus melihat tujuan hidup rohani yang kekal terus menerus.

Tujuan rohani ini akan jelas bagi mata yang celik dari orang2 yang lekat dengan Tuhan, sehingga kita tidak terpengaruh oleh arus kecil atau besar di sekitar kita, tetapi kita punya arus atau arah sendiri di dalam pimpinan Roh Kudus! Rencana Tuhan yang menjadi tujuan hidup kita tidak boleh dibengkokkan oleh arus sikon di sekitar kita, sekalipun arus itu kuat dan deras di mana2, tetapi kita punya arus dan arah tersendiri. Jangan sampai jadi keliru oleh segala problem2 jasmani yang kadang2 begitu banyak, se-olah2 mengeroyok kita sampai putus asa.

Dalam Firman Tuhan ditunjukkan bahwa arus duniawi itulah jalan lebar dan arus yang betul adalah jalan sempit Mat 7:14-15. Kita juga harus dapat membedakan hal2 mana yang termasuk jalan lebar, jalan sempit. Jangan meragukan (ini termasuk jalan tengah yang juga termasuk jalan lebar). Jalan lebar menuju maut yang kekal yaitu neraka dan jalan sempit ke dalam Surga yang kekal. Sebab itu kita harus punya keputusan dan pendirian yang teguh untuk selalu ikut, tumbuh dan maju dalam jalan sempit, bukan jalan lebar.

Jangan ikut arus duniawi, terus dalam jalan sempit dalam pimpinan Roh Kudus dan Firman Tuhan kita akan dapat menyelesaikan semua problem itu pada waktu dan model (cara) dari Tuhan (misalnya Ayub, Abraham, Daniel, Yusuf dll tertolong dalam waktu yang tepat dengan cara dan model yang sesuai dengan cara dan rencana Allah).

Lebih2 dalam rencana rohani, kita tetap ada dalam ril Tuhan dan masuk dalam stasiun2 yang sudah disediakan dan direncanakan Allah bagi masing2 kita.

Rencana Allah itu indah, tidak tergantung sikon, tetapi tergantung dari ketaatan kita dipimpin Roh, sehingga segala perkara yang terjadi (apapun rumitnya) akan diubahkan Allah menjadi kebaikan bagi kita Rom 8:28, bahkan akan ada hal2 yang ekstra indah, yang mengejutkan kita, sebab tidak pernah terpikir atau timbul dalam hati kita 1Kor 2:9.

BAHAYA IKUT ARUS DUNIAWI.

Dalam dunia, adalah hal yang wajar, dan baik kalau kita berusaha untuk bisa mengatasi segala problem yang kita hadapi, apalagi problem besar global. Tetapi kesalahan orang beriman adalah jangan hanya ini, yang rohani jangan diabaikan atau ditinggalkan:

  1. Rohaninya rusak, problemnya akan gagal,

sebab kekuatan dan kemenangan kita itu datang dari Tuhan Ams 21:31.

  1. kekuatan sendiri itu terbatas dan seringkali gagal, sia2.
  2. Di luar Tuhan ada banyak jerat iblis di mana2, dan seringkali tidak diketahui.
  3. Banyak menghalalkan segala cara tanpa peduli kebenaran Firman Tuhan.
  4. Kalau toh berhasil bahkan limpah, sukses, tetapi dengan cara2 jalan lebar, waktu mati tidak bisa dibawa Luk 12;20-21 dan sebab limpah dosanya, maka ia terjerumus masuk neraka kekal.

Ini bahayanya kalau hanya hidup untuk yang fana dan mengabaikan, membuang tujuan yang kekal. Mat 16:26.

Dalam zaman digital ini, komunikasi dengan semua orang, juga orang2 yang najis itu sangat mudah, langsung dari rumah, bisa akrab. Dengan pergaulan yang jahat. Tanpa Tuhan, hidup ini akan mudah dipenuhi dengan pergaulan jahat 1Kor 15:33, 2Kor 6:14,17, sebab manusia itu condong pada dosa Yoh 3:19, dosa akan cepat tumbuh sesuai Wah 22:11. Orang2 beriman seperti ini, yang limpah dengan dosa akan banyak yang mati dalam dosa (dalam Minggu ke-70 Daniel) atau kalau masih hidup dan tertinggal,  akan di-injak2 Antikris, menjadi golongan 1102 (Wah 11:02). Sebaliknya, orang2 yang penuh dan dipimpin Roh, mau pikul salib 1Pet 4:1, mau jauh dari yang jahat Ams 22:3, sehingga tidak sampai masuk pergaulan yang jahat. Juga dalam hidup dan ibadah dengan cara digital, kalau penuh dan dipimpin Roh, maka dengan pengurapan Roh Kudus, akan tampak perkara ataukegerakan Roh Kudus, sehingga kesucian makin meningkat dengan cepat, sehingga timbul persekutuan dalam Roh di jalan sempit, dan dengan cara digital bisa mudah meluas sampai global. Inilah orang2 yang akan masuk golongan 1551.

DAPAT MEMBEDAKAN CARA2 YANG BETUL DAN SALAH DI HADAPAN TUHAN.

Bagaimana caranya? Jalan dengan Tuhan. Ini berarti hidup dalam kesucian, penuh dan dipimpin Roh.

Jangan takut menghadapi segala perubahan, tetaplah percaya, harap pada Tuhan. Sebab itu dalam menghadapi perubahan2 itu:

  1. Terus minta pimpinan Roh Kudus Rom 8:14. Terus tekun, taat dipimpin Roh seperti Elia, sekalipun 6 kali berdoa belum dijawab, tetap doa dengan tekun dalam Roh dan kebenaran, sehingga limpah dengan hikmat dan kuasa Allah. Jangan bersandar kekuatan sendiri, tanpa Tuhan akan diterkam singa, iblis yang siap melulurnya 1Pet 5:8. Makin ke akhir makin banyak dosa dan tipu daya iblis. Sebab itu tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran.
  2. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18, sebab ini menjadi terang Maz 119:105, bagi kita untuk bisa membedakan perubahan mana yang sesat, yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan dan mana yang dosa.

Orang yang mengerti Firman Tuhan lebih banyak akan lebih cepat dan lebih mudah membedakan, lebih2 dengan suara Roh, sebab itu jangan lepas dari Tuhan, justru makin lekat dengan Tuhan, yaitu dengan 7 KPR.

Tetapi yang belum cukup, atau masih baru, jangan berkecil hati. Asal mereka sungguh2 mau berkenan pada Tuhan di jalan sempit, maka Roh Kudus akan siap menolongnya (tingkatkan 7 KPR). Selain itu dengan tekun bersekutu dalam Gereja, sehingga bisa digembalakan dan dinasehati, akan tertolong, sehingga bisa membedakan dan tetap kuat pikul salib di jalan sempit.

  1. Bersekutu dalam Roh dalam tubuh Kristus, maka kekuatan kita akan meningkat Im 26:8 dan kita bisa saling menasehati dan mengingatkan Fil 2:1 supaya jangan masuk jerat iblis.

Jangan bingung, Roh Kudus, Firman Tuhan dan tubuh Kristus itu cukup untuk orang yang mau dipimpin Roh. Tidak sulit, Allah yang Maha tahu itu tahu semua, yang ingin hidup berkenan pada Tuhan, pasti diberitahu dan dibimbing Roh Kudus, Firman Allah, tubuh Kristus.

  1. Cara2 yang netral.

Ada banyak cara2 menurut akal yang netral, misalnya dalam pandemi ini, protokol kesehatan yang sekarang sudah menjadi normal baru, ada banyak perubahan2 baru, ganti cara digital (yang dahulu merupakan pilihan, tetapi sekarang jadi mutlak). Kita harus mau berubah disesuaikan keadaan, tetapi jangan berubah kecara2 jalan lebar, lalu menghalalkan segala cara, dosa dan mengabaikan rohani, ini melawan Mat 6:33; 7:13,14.

Kita harus tetap punya pendirian seperti Mat 7:24-28.

Kita menurut peraturan yang ada, ikut era digital, tetapi tetap harap pada Tuhan seperti Daud perang dengan Goliat tidak menurut cara2 Saul yang ketakutan, tetapi dipimpin Roh. Coba Daud memakai cara Saul, ia sudah kalah dan mati.

  1. Jalan yang salah, yaitu segala dosa langsung tolak, jangan lakukan. Juga menghalalkan segala cara, apalagi jelas2 melawan Firman Tuhan, tinggalkan, meskipun hanya untuk sementara (seringkali ini menjadi alasan yang bisa diterima banyak orang apalagi dalam masa2 perubahan).
  2. Jalan yang betul yaitu bukan saja pada satu saat: Benar di hadapan Tuhan, tetapi terus menerus berjalan dalam kebenaran dan kesucian, penuh dan dipimpin Roh.

Salah satu tanda adalah sejahtera Roh Kudus yang memimpin kita dan ayat2 Firman Tuhan yang menjadi pagar bagi kita serta terus tekun dalam 7 KPR, sehingga bisa terus tumbuh di jalan sempit lalu kemudian masuk dalam golongan 1551.

SYARAT BERJALAN DI JALAN SEMPIT.

Yang berjalan di jalan sempit adalah:

  1. Orang yang percaya (lahir baru) dan tekun terus pikul salib Luk 9:23. Tanpa mematikan daging kita akan terganggu dan tidak mampu menuruti pimpinan Roh Kudus, sebab di-halang2i dan dilawan oleh daging sendiri. Harus mau menyangkal kehendak, kemauan dan kesukaan daging terus menerus, supaya bisa terus taat dipimpin Roh, menang dalam hal2 jasmani dan rohani.
  2. Tumbuh dalam kesucian terus menerus, bukan jatuh bangun dalam dosa seperti 2Pet 2:22. Sekalipun banyak kesulitan, kita harus tetap memelihara kesucian, jangan bereaksi dosa.Sebab itu kita harus selalu memelihara rohani kita dengan 7 KPR, sehingga selalu ada sejahtera dan kesukaan Roh Kudus dan kekuatan rohani.

VII. HASILNYA BERJALAN DI JALAN SEMPIT.

  1. Disertai Tuhan. Kej 26:24,28. Ini sebetulnya adalah kunci jawaban untuk segala hal, sebab bagi Allah tidak ada barang yang mustahil, tidak ada kegagalan, tidak ada jalan buntu, semua akan berhasil baik jasmani dan rohani, tetapi semua menurut waktu dan cara Tuhan. Ishak disertai Tuhan, tetapi itu bukan berarti ia bisa mendapatkan kehendaknya semaunya sendiri, tetapi hidupnya penuh penyangkalan diri. Begitu juga Nuh, Musa, Yusuf, Daniel, Daud dll. Beberapa banyak orang tidak mengerti bagaimana berjalan dengan Tuhan. Nuh bisa berjalan dengan Tuhan (Kej 6:9), sebab itu se-olah2 tidak mengalami kesukaran untuk membangun kapal yang begitu besar dan rumit.

Pasti banyak kesukaran apalagi kalau dibandingkan zaman kita keadaannya serba kurang dalam tehnologi dll, tetapi hasilnya lebih baik dari zaman kita, luar biasa. Berhasil berlayar 5 bulan non stop dengan muatan penuh tanpa “menambah bensin”. Mereka tinggal 1 tahun penuh dalam kapal, tidak pernah turun dan semua berjalan lancar, sebab disertai Tuhan yang dapat menyelesaikan semua masalah lahir batin dengan sempurna.

Disertai Tuhan itu tanda utama, misalnya Musa dan Yusak yang pelayanannya berhasil penuh, sebab disertai Tuhan dan itu adalah sumber dari se-gala2nya Yus 3:7. Tanda2 disertai Tuhan:a. Ada sejahtera dari Allah, itu sangat indah dan mahal Yoh 4:14; 7:38, Yez 47:1-5. Bahkan ini menjadi tanda yang peka dari hidup yang disertai Tuhan Fil 4:47, sehingga hati puas, sukacita, sebab sejahtera Roh ada dalam kita. Ini sejahtera Tuhan Yesus sendiri Yoh 14:27, luar biasa! Ini tidak ada dalam jalan dunia/ dosa Rom 3:17, sebab itu orang berdosa mudah gelisah, panik, takut, susah, menderita dan putus asa sampai bunuh diri (ini dosa langsung masuk Neraka). Tetapi kalau kita punya sejahtera Roh, sebab terus taat dipimpin Roh, sesuai dengan Firman Tuhan, itu dapat mengatasi semua problem.

Tetap ada problem. Rom 8:31. Beberapa orang salah mengerti, mengira ini berarti dapat uang, bebas dari kesulitan dll. Sekalipun belum ada perubahan dalam uang, kita tetap sejahtera sebab bisa berpada, atau melakukan hal2 penggantinya, misalnya memakai sebagian uang simpanannya dll, sebab berjalan dengan Tuhan berarti tidak terikat pada dunia dan semua yang fana 1Kor 7:31, termasuk tidak terikat dengan uang (sehingga bisa berpada 1Tim 6:8).

Putra manusia Yesus dan rasul2 tidak pernah mengeluh soal uang, bukan berarti selalu limpah, kadang2 untuk sarapan saja (yang hanya sedikitpun) tidak ada Mrk 11:12-13 padahal hari2 itu banyak KKR, kesembuhan dan mujizat2 terjadi, tetapi mereka tidak punya uang. Meskipun demikian, ini tidak mengganggu pelayanan mereka, tetap ada sejahtera dan sukacita.

Kita harus bisa berpada, kadang2 keadaan kita naik turun, ingat seperti Ayub yang tetap sabar dan berpada Yak 5:11, dan tetap bersyukur. Tuhan pasti sanggup mencukupi meskipun kadang2 harus menunggu. Semua kekurangan atau kesukaran itu mungkin hajaran atau ujian; kalau hidup kita benar, disertai Tuhan, pasti lulus dan pertolongan selalu datang pada waktu yang tepat, tidak terlambat.

Terus menang sampai terakhir. Kalau kita terus menang (lebih dari pemenang Rom 8:37), bahkan bisa mengalami pawai kemenangan 2Kor 2:14 dan kalau kita terus menang sampai musuh terakhir yaitu maut, maka kita akan masuk dalam golongan 1551 yang akan ikut pengangkatan tanpa kematian, luar biasa.

Andaikata kita tidak ikut pengangkatan, harus mati lebih dahulu (sebab Tuhan Yesus belum datang), tetap indah, sebab tingkatan kemenangan kita di dunia sampai akhir akan menjadi tingkat kemuliaan yang kekal di Surga.

Sesudah bangkit dari kematian waktu Tuhan Yesus datang, keadaannya sama dengan orang2 yang ikut pengangkatan.

Keindahan kemenangan dalam Tuhan.

Kalau kita disertai Tuhan, maka kita bisa:

d.1. Tetap hidup suci, bahkan terus bertumbuh dan itu amat indah Maz 48:2.

d.2. Hidup (jasmani), lebih2 hidup rohani dan pelayanan kita akan ber-buah2 dan banyak jiwa2 bisa diselamatkan, tertolong dan itu menjadi mahkota kemuliaan yang kekal 1Tes 2:9, juga jadi kesukaan dan berkat kita di dunia ini.

d.3. Bisa menikmati kemenangan rohani di dalam Tuhan.Hampir semua orang bisa menikmati sukses jasmaniyang fana, misalnya uang, lulus, naik kelas, untung, sembuh, tertolong dll, apalagi kalau kemenangannya makin besar, misalnya untungnya makin banyak sampai jutaan atau miliaran.

Tetapi kemenangan rohani tidak semua orang bisa menikmati, lebih2 kalau hidup masih ada dosa atau keinginan dosa, sehingga rasanya kesukaan rohani itu tidak menarik, tawar bahkan menderita. Misalnya berpada, orang yang mahir bisa bersukacita dan bisa menikmati berpada dengan hidup dalam segala keadaan seperti Paulus Fil 4:11-12, tetapi yang tidak mengerti apalagi cinta uang, itu adalah hidup yang menderita, sehingga jarang ada yang bisa mengatakan Lazarus itu bahagia.

Begitu juga kesucian dalam uang, dalam nikah, dalam kerendahan hati dll. Orang yang tidak mengerti menganggap kesucian itu tidak wajar,sakit, siksaan, penderitaan, betul2 salib!

Sebaliknya kalau bisa menuruti nafsu perzinaan seperti Simson merasakan enaknya. Tetapi orang yang mengerti seperti Elia, Elisa, Paulus, Putra manusia Yesus bisa menikmati kesucian; begitu juga suami-istri zaman sekarang yang bisa hidup suci, tidak ada dosa zina sampai dalam hati dan pikirannya, bisa menikmati sukacita dan bahagia dari Tuhan dalam nikahnya, sekalipun belum sempurna dalam seluruh segi hidup.

Gehazi melihat suci dalam uang itu suatu penderitaan, merasakan nasibnya menderita jadi murid Elisa, sehingga waktu melihat hadiah Naaman, ia tidak tahan menderita kenikmatan uang, sebab hadiah begitu besar dibuang begitu saja oleh Elisa. Ini semua sebab Gehazi cinta uang, ia sangat ingin, sebab itu timbul ide yang cemerlang dan sukses, ia sukacita sesaat sampai saat menyembunyikannya, tetapi sesudah itu penderitaan dan kepahitan berjalan terus untuk selamanya, bahkan sampai anak cucunya yang punya dosa turunan yang sama seperti Gehazi 2Raj 5:(26)-27.

Justru orang yang bisa menikmati kesucian, ketaatan, sengsara Kristus (Gal 6:14), berarti disertai Tuhan dan akan tumbuh dengan cepat dalam kesucian,(sebab ada gairah dan kesukaan yang besar), sehingga bisa masuk dalam kemenangan terakhir seperti Elia, Henokh dan jadi sempurna, bisa menikmati kesukaan dan kemuliaan tingkat Ruangan Maha Suci di tahta Allah, sebab itu terus tumbuh dan meningkat rohaninya Mat 11:28-30.

Jangan dicampur, mendua, ada keinginan dosa, hati bercabang,sebab dengan ini, maka kesucian rasanya pahit; orang2 seperti ini terjepit dari 2 segi. Kalau menikmati kesukaan dosa sesaat jadi tertuduh Ibr 11:25, kalau ingin atau mengharapkan bisa menikmati kesukaan hadirat Tuhan,  tidak akan bisa mengalaminya, sebab ada percintaan dosa, sehingga ikut Tuhan terasa kering, tawar, terjepit di tengah2. Sebab itu harus hidup panas atau dingin, yang suam akan diludahkan Wah 3:16.

VII. GEREJA JANGAN TER-PECAH2 KARENA PERUBAHAN2 DALAM DUNIA.

Persekutuan tubuh Kristus dalam Gereja yang sudah dibangun, jangan dibuang atau ditinggalkan. Jangan sampai persekutuan dalam Kristus diputuskan oleh cara baru lalu punya persekutuan baru yang belum dikenal dan belum teruji, mungkin bisa menyesatkan dengan pergaulan yang salah 1Kor 15:33, 2Kor 6:14-18, tetapi tetaplah bersekutu dalam persekutuan tubuh Kristus yang sudah teruji dan terus dicocokkan dengan Firman Tuhan). Seringkali orang2 berkata sekarang zamannya Gereja tanpa tembok. Itu seringkali diartikan salah, sebab tetap ada tembok2 batas tanggungjawab dan kewajiban yang ditulis dalam Firman Tuhan, itu tidak hilang (bagi domba2 Tuhan dan gembala, apalagi yang sudah teruji sesuai Firman Tuhan), jangan diganti baru sehingga iblis dengan cara2 yang halus bisa menyelusup dan memecah, menghancurkan persekutuan tubuh Kristus yang sudah dibina sekian lama, supaya jangan segala pengaruh yang salah masuk dengan mudah dan menghancurkan tubuh Kristus).

Meskipun ada cara baru (tinggal di rumah, stay at home), tetapi persekutuan tubuh Kristus jangan terpecah. Apa yang diatur dengan Firman Tuhan (semua tanggungjawab dan kewajiban domba2 Tuhan dan gembala2 kecil dan pemimpin2 selanjutnya) tetap harus dipelihara, dan makin diperluas dengan hati2 sampai di luar tembok Gereja, baik dengan orang2 baru (2Kor 11:4) dan ajaran2 baru yang harus dicocokkan dengan Firman Tuhan (2Yoh 10-11).

Memang orang yang tidak cukupbersedia dalam Firman Tuhan dan yang selalu penuh, dipimpin Roh, akan mudah kacau dan mudah dihempaskan ke sana sini seperti yang diingatkan dalam Ef 4:14. Sebab itu tetap perlu penggembalaan dari pemimpin2 yang sudah teruji (Ibr 13:7) serta perlu taat kepadanya Ibr 13:17, Yoh 10:4-5. Pemimpin2 atau gembala wajib untuk tetap mempertanggungjawabkan keselamatan kekal domba2nya dan itu juga termasuk mengatasi hal2 jasmani, sesuai dengan cara2 Firman Tuhan, misalnya berpada. Jangan sampai ikut arus orang banyak tanpa memperhatikan perbedaan jalan lebar dan sempit, tetapi selalu taat akan Firman Tuhan dan dipimpin Roh untuk tetap di jalan sempit yang betul.

Jangan Gereja atau tubuh Kristus yang ada dipecah jadi Gereja rumah yang berdiri sendiri2, itu akan dicaplok singa, iblis yang akan memakai kesempatan ini untuk memisahkan dan memecah umat Tuhan. Tetap perlu memelihara persekutuan dengan  seluruh sidang yang sudah ada dan dengan hati2 ikut kegerakan Roh Kudus untuk mempersatukan denganorang2 yang ada di jalan sempit dan dalam Roh yang sama (meskipun di luar tembok Gereja, tetapi tetap dalam kesucian, dipimpin Roh dan sesuai Firman Tuhan), menjadi tubuh Kristus yang makin besar sampai global! Jangan sampai terpecah. Juga setiap anggota harus tetap memegang baik2 kewajiban dan tanggungjawab masing2.

Peran kelompok kecil sangat penting, tetapi tetap perlu ada persekutuan dan dipimpin oleh Gereja induk. di bait Allah dan di Yerusalem Kis 2:46; 15:2.

Yang sering dikatakan sebagai gereja rumah, itu sebetulnya persekutuan kecil dalam rumah2 dan tidak boleh terlepas dari persekutuan besar Gereja induknya Kis 2:4b.Tetap perlu ada hubungan dan persekutuan dalam Kristus, satu sama lain dalam pimpinan Gereja induknya di antara semua persekutuan2 rumah, tetapi semua taat dan tunduk pada Gereja besar di Yerusalem dalam pimpinan 12 rasul2 (hujan Awal). Jadi ada pimpinan para rasul2 di Yerusalem, memimpin semuanya Kis 15:2,28,24,30,31; 16:4. Sebab itu persekutuan tubuh Kristusyang sudah ada jangan sampai di-pecah2, itu melawan Firman Tuhan, tetapi harus selalu dicocokkan dengan Firman Tuhan.

Sekalipun keadaan bisa berubah banyak, ada yang netral dan kita perlu mengikutinya, tetapi semua tetap harus dicocokkan dengan jalan sempit sesuai Firman Tuhan tidak berubah Luk 21:33. Kita perlu mencocokkan semua perubahan dengan Firman Tuhan, sebab rencana Allah tidak tergantung dari perubahan. Semua cara2 yang baru harus dicocokkan dengan Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus!

KESIMPULAN.

Jangan ikut arus. Kalau hidup rohani dipelihara baik2, maka bisa membedakan mana yang betul dan salah, juga kuat melawan arus seperti ikan yang hidup, bukan seperti ikan yang mati pasti ikut arus di sekitarnya. Kalau mau ke Surga, sukacita kekal dan juga di dunia, mengalami hal2 yang indah dan mulia dari Tuhan, peliharalah rohani baik2 (7 KPR,Firman Tuhan, berdoa senantiasa dalam Roh dan kebenaran, penuh dan dipimpin Roh selalu dst), maka kita akan bisa hidup sesuai Firman Tuhan, berkenan pada Tuhan meskipun harus menantang arus yang salah. Kita juga akan melihat banyak hal2 indah, ajaib dan mulia dalam ril rencana Allah, yang sekarang disediakan Allah dibalik segala kesukaran yang akan makin ber-tambah2.

Jangan kuatir kebutuhan jasmani, baik kesehatan, ekonomi, keamanan dll, mintalah hikmat dan kuasa Allah dan bekerjalah baik2 (2Tes 3:10) minta pimpinan Roh Kudus yang akan memberi ide, pimpinan dan berkat yang cukup, asal tujuan kita yang utama adalah kerajaan Surga dan hidup dalam kebenaranNya, Tuhan pasti dapatmemelihara dengan selalu berpada dan dipimpin Roh, pasti indah,  jasmani dan rohani, penuh sejahtera dan sukacita dari Surga.

Siapa tahu kalau kita termasuk generasi akhir zaman, golongan KII (orang2 beriman yang masih hidup pada waktu pengangkatan), kita juga akan mengalahkan musuh terakhir lalu masuk dalam golongan 1551 dan ikut dalam masa penamatan atau penyempurnaan yang heran ini. Masa penamatan ini ajaib, indah seperti Surga di bumi dan ikut dalam pengangkatan yang mulia dan ajaib itu.

Nyanyian:

Di dalam dunia ada 2 jalan.