M4199 – Lulus Ujian

AYUB 42:10,16. LULUS UJIAN.

HAJARAN ATAU UJIAN.

Dalam menghadapi malapetaka, kita harus membedakan apakah itu datang sebagai ujian (misalnya untuk Ayub) atau hajaran dan hukuman (bagi Ny. Ayub) atau hukuman (bagi anak2 Ayub). Meskipun satu keluarga, akibatnya bisa berbeda tergantung perbuatan (atau penaburan) masing2.

Anak2 Ayub dihukum sebab dosanya melewati batas Ay 1:5,12 TB, KJ, istri Ayub berani menghojat Tuhan, tetapi belum melebihi batas atau Tuhan tahu lebih dahulu bahwa ia mau bertobat, dihajar keras Ibr 12:6 sedangkan Ayub tidak berdosa, dan itu menjadi ujian baginya dan ia lulus Yak 5:11.

Yez 14:20

jikalau Nuh dan Daniel dan Ayub adalah di tengah-tengahnya sekalipun, sesungguh-sungguh Aku hidup, demikianlah firman Tuhan Hua, masakan dilepaskannya anaknya laki-laki atau perempuan! maka dengan kebenarannya boleh dilepaskannya hanya jiwanya sendiri jua.

Anak2 muda itu seringkali kurang pengertian dan binasa lebih cepat Hos 4:6, Mrk 12:24, sehingga ibunya (gurunya) berdosa, anak2nya (muridnya) lebih berani dan nekad berdosa, sebab tidak punya pengertian cukup. (Seringkali guru kencing berdiri, murid kencing berlari, ini untuk orang2 yang tidak punya pengertian Firman Tuhan; yang mau taat Firman Tuhan dan punya pengertian, tidak mau ikut2 berdosa, sebab punya pendirian sendiri).

Contoh lain Simson, waktu ia menghadapi banyak malapetaka, itu adalah ujian bagi Simson dan ia lulus. Tetapi terakhir, karena ia tidak bertobat dari dosa2 perzinaannya  sehingga ia ditinggalkan Roh Kudus, maka malapetaka yang menimpanya itu menjadi hajaran atau hukumannya, akhirnya ia mati karena malapetaka yang datang itu, tetapi untung ia bertobat pada akhirnya.

Juga Daud, ia banyak mengalami ujian, misalnya waktu mau dibunuh Saul, malapetaka Ziklaq dll, tetapi waktu ia berdosa, hajaran datang baginya. Ini terjadi waktu ia berzina dengan Betsyeba dan membunuh Uria; juga waktu menghitung orang Israel.

Jadi pencobaan atau malapetaka yang datang itu bisa menjadi ujian, hajaran atau hukuman, tergantung dari perbuatan kita. Allah tidak pernah salah dan disamping murah hati, Ia juga harus tetap adil!

Sebab itu dalam menghadapi malapetaka, apalagi yang dahsyat, kita harus bisa membedakan (dengan cara memeriksa diri!), apakah malapetaka itu datang sebagai ujian, hajaran atau hukuman, itu tergantung penuh dari perbuatan kita, sebab Allah itu adil dan menguasai penuh semua yang terjadi pada kita dan di seluruh dunia! Kalau ada dosa dan kalau masih ada waktu, segeralah bertobat daripada celaka, supaya akibatnya tidak parah, dan bisa dikurangi segala kemungkinan2 celaka yang ada. (Kadang2 melakukannya ini sulit, lebih2 yang tidak sungguh2. Misalnya: Waktu seorang mau bertobat dan puasa seperti Niniwe, sulit, sebab tidak pernah puasa; atau mau membereskan dosa, mengakui, minta maaf, dan uangnya dikembalikan dll, sulit, sebab tidak biasa, tidak pernah mengakui dosanya, juga sebab sombong, malu, jadi sulit sekali).

Sebab itu lebih baik selalu hidup suci di hadapan Allah, sebagaimana seharusnya semua orang Kristen. Yoh 8:36, Gal 5:1, dll.

Sebab itu:

  1. Kalau kita hidup benar, suci di hadapan Allah (perlu sungguh2 periksa diri dengan tulus di hadapan Tuhan), check dengan MAK DSY (di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang, dan Yang akan datang), apakah kita betul2 benar atau hanya pura2, Tuhan tahu dan pasti malapetaka di hadapan kita akan “berlaku” dengan adil dalam pengawasan Allah! Jadi kalau kita tetap dalam kesucian, malapetaka itu datang sebagai ujian dan kalau kita lulus, itu akan berubah menjadi hal2 yang indah dan berguna bagi kita!
  2. Kalau ada dosa, maka malapetaka atau bahkan hal2 biasa, bisa menjadi celaka atau hukuman atau hajaran bagi kita. Misalnya di rumah yang aman, hanya karena berita, Eli mati, sebab dapat bagian (andil) darihukuman anak2nya, apalagi hal itu sudah dinubuatkan baginya oleh Samuel 1Sam 3:11-14, sebab sebagai orangtua ia tidak menegur anak2nya yang berdosa kepada Tuhan!

Kalau Eli tidak berdosa, maka sekalipun itu berita jelek, itu tidak akan membunuhnya. Sebab itu kalau kita tetap hidup benar, jangan takut akan berita jahat, itu tidak akan menjadi hukuman bagi orang yang suci hatinya, tetapi jadi ujian dan kalau lulus, justru jadi berkat yang indah (lulus berarti tidak bereaksi dosa waktu mendengar berita itu (tidak ber-sungut2, maki2 atau menyalahkan Tuhan atau orang lain), tetapi sikap dan perbuatannya berkenan pada Tuhan, sehingga lulus dan senang!

Sekalipun ada banyak berita2 jahat dan menakutkan,kalau kita hidup benar, itu tidak akan mempengaruhi kita.

Yez 21:7

Maka akan jadi, apabila mereka itu bertanya akan dikau: Mengapa maka engkau berkeluh kesah begitu? hendaklah kau sahut: Sebab kabar yang telah datang, karena tak dapat tiada hati tiap-tiap orang akan hancur dan segala tangan jadi lemah, dan segala nyawapun padam dan segala lutut lenyap seperti air! bahwasanya ia itu sudah sampai, sudah jadi, demikianlah firman Tuhan Hua! (TL)

Yez 21:7

Dan kalau mereka bertanya kepadamu: Mengapa engkau mengeluh? Jawablah: Karena suatu berita! Kalau berita itu sudah tersiar, setiap hati akan menjadi tawar dan semua tangan menjadi lemah lesu, segala semangat menghilang dan semua orang terkencing ketakutan. Sungguh, pasti datang dan terjadi! Demikianlah Firman Tuhan Allah.” (TB).

Tetapi kalau ada dosa, maka berita atau bencana, atau malapetaka yang datang bisa menjadi hajaran atau hukuman. Hanya berita jahatpun bisa menimbulkan celaka bagi orang yang berdosa, bisa mati karena takut dan terkejut.

Luk 21:26

Orang-orang akan mengalami gagal jantung karena ketakutan, sebab menantikan hal-hal yang akan datang ke atas bumi; karena segala kuasa di langit akan digoncangkan. (KJI)

Mati itu tidak kebetulan, kalau tidak diizinkan Tuhan tidak akan terjadi 1Sam 2:6.

Kalau orang itu masih hidup dan mau bertobat (kalau sudah terlambat, karena sudah jadi penuaian), mungkin ia tetap celaka, tetapi jiwanya selamat sebab dosanya sudah diampuniseperti penjahat besar yang di salib Luk 23:43, juga Daud sudah bertobat dan minta ampun, tetapi tetap dihajar Tuhan 2Sam 12:13-14,21-23, Maz 99:8. Dalam kasus Yunus, sesudah dihajar 3 hari dalam perut ikan, ia bertobat dan dilepaskan Yun 2:10.Ini disebabkan karena dosanya sudah banyak dan melebihi batas dan waktu kemurahan Tuhan sudah habis. Tetapi Niniwe sungguh2 bertobat, dosanya diampuni sebab belum mengerti banyak Luk 12:48 (juga seperti Nebukadnezar. Allah adil!).

Sebab itu kalau orang beriman hidup benar, jangan takut mendengar berita2 yang dahsyat, atau menghadapi malapetaka, asal kita sudah ber-jaga2 sebelumnya dan mau taat dipimpin Roh sampai lulus! Tetapi kalau hidup dalam dosa, lekas2lah bertobat sebelum kena, mudah2 terhindar; kalau toh kena dan mati, tetapi sebab sudah diampuni (karena bertobat), maka jiwanya tetap selamat, masuk Surga. Lebih baik tetap ber-jaga2 dalam kesucian setiap saat Mat 24:42.Hati2 jangan sampai terlambat, bisa terhilang kekal dalam Neraka!).

Sebab itu selagi ada (sedikit/ banyak) kesempatan.

Ambillah sikap yang terbaik, yaitu:

  1. Tetap hidup dalam kesucian dan kalau ada pencobaan atau godaan, jangan bereaksi dosa, terus hidup dipimpin Roh dalam kesuciansesuai Firman Tuhan, maka sekalipun ada kabar celaka atau malapetaka datang, itu bisa jadi kesempatan atau berkat yang besar, kalau kita lulus menghadapinya! (Biasanya orang yang hidup suci, dipimpin Roh bisa lulus dan mengalami yang indah). Seperti berita Goliat menjadi berita celaka bagi semua orang Israel, tetapibagi Daud, lain, itu suatu ujian baginya, apakah ia mau taat akan pimpinan Roh atau tidak.
  2. Yang berdosa, segera bertobat, asalkan jangan sampai terlambat, maka berita2 bahaya itu bisa dihadapi dengan Tuhan, yang kembali besertanya, sebab dosanya sudah diampuni dan darah Yesus menutup hati dan hidupnya. Dengan demikian malaikat maut tidak bisa masuk dalam hidupnya, sebab Tuhan kembali di pihaknyaada tanda darah di atas pintu hatinya Kel 12:13, tetapi hajaran masih bisa datang seperti di atas. Mudah2an sempat bertobat supaya celaka batal datang, sehingga tidak jadi apa2.
  3. Yang tetap berkeras hati dalam dosa, maka celaka itu yang datang itu dapat menimpanya, sehingga mencelakakan atau membunuhnya seperti bala2 di Mesir, sebab Firaun mengeraskan hatinya Kel 7:13,14,22; 8:15,19,32,35; 11:10; 13:15; 14:18. Sebab waktunya habis, Firaun tetap keras hati, diserahkan pada setan, maka setan yang mengeraskan hati Firaun. Sebab itu perlu periksa diri dan tetap (atau kembali bertobat) hidup dalam kesucian. Jangan sampai terlambat.

CARA PENCEGAHAN.

Jadi dalam menghadapi malapetaka yang dahsyat (masih mungkin datang yang lebih dahsyat lagi di akhir zaman), kita harus berusaha, supaya semua bencana dan malapetaka itu datang pada kita sebagai UJIAN, jangan sebagai HAJARAN atau HUKUMAN. Pakai waktu yang masih ada untuk ber-jaga2 dan bersedia, kita bisa mengatur dan mengubah hal2 ini. Caranya sama saja.

  1. Ujian. Kalau kita hidup benar dan kita terus ber-jaga2 Mat 24:42, tidak bereaksi dosa kalau datang pencobaan atau godaan, lulus dari ujian ini yaitu dengan selalu taat dipimpin Roh, (terus tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka kita akan lancar dan bisa berjalan dalam Roh dengan betul dan baik Yoh 4:23-24, 1Tes 5:17. Tentu kita jangan lupa 7 Kebutuhan Pokok Rohani). Ini semua membuat kita bisa lulus dengan angka tinggi, sebab 7 KPR adalah tanda seberapa banyak kita lekat dengan benar di dalam Tuhan. Selain hanya lulus, kita juga mendapat berkat tersembunyi di dalamnya, sebab tidak ada ujian atau malapetaka yang kebetulan bagi anak2 Allah. Kalau kita lulus, maka semua itu akan jadi kebaikan, berkat tersembunyi (blessing in disguise).

Ujian Goliat yang dahsyat bagi Daud, ia bukan saja lulus, tetapi juga mendapat kesempatan besar untuk mengalami rencana Allah yang indah seperti yang sudah dijanjikan atau direncanakan Tuhan. Daud naik tinggi. Juga Yusuf yang lulus dalam ujian jadi budak, godaan istri Potifar dan penjara, maka Yusuf naik sangat tinggi di istana Mesir. Banyak contoh2 dalam Alkitab seperti penderitaan2 Ayub, ancaman2 Simson, pencobaan Daniel dll, selain mereka lulus, itu semua menjadi kebaikan bagi mereka.

Rom 8:28

Maka kita mengetahui bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah, yaitu bagi mereka yang dipanggil sesuai dengan tujuanNya. (TL: Kehendak, TB: Rencana) (KJI)

Bahkan jadi kejutan2 yang indah.

1Kor 2:9

Tetapi seperti yang tertulis: Apa yang tidak dilihat oleh mata, apa yang tidak didengar oleh telinga dan apa yang tidak timbul dalam hati manusia telah disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi-Nya. (KJI)

Sebab itu orang2 yang lekat dengan Allah, berjalan dalam Roh, tidak perlu takut menghadapi banyak malapetaka, tetapi harus selalu siap, harus terus ber-jaga2, berjalan dalam Roh terus menerus. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, dan bilamana,tetapi semua akan menjadi kebaikan bagi orang yang cinta Tuhan dan kesempatan besar yang indah!

  1. Hajaran dan hukuman bagi umat Tuhan yang tidak bertobat, apalagi kalau dosa2nya sudah melebihi batas, bisa jadi celaka yang besar bahkan kematian seperti Absalom yang gila hormat, kurangajar dan tidak tahu berterimakasih pada bapaknya, dan tidak mau bertobat, hajaran atau hukuman itu menjadi akhir yang mengerikan, mati tergantung dengan sendirinya!

Jadi, kalau kita percaya dan mengerti Firman Tuhan dan dipimpin Roh, kita bisa membuat pencegahan yang baik (sampai kekal) dengan memilih dan mengatur hidup kita supaya berita dan malapetaka yang datang menjadi ujian, bukan hajaran atau hukuman. Jangan takut.

Tetapi jangan bodoh dan lalai, jangan keras hati dalam dosa, itu membuat malapetaka yang datang itu jadi hukuman bukan ujian.

III. KIBROT TAAWAH.

Seringkali malapetaka, tetapi juga berkat bisa menjadi ujian atau hukuman. Misalnya waktu Tuhan “memberkati” Israel dengan daging yang limpah.

Bil 11:21b

Aku memberikan mereka itu kelak daging yang cukup akan dimakan sebulan suntuk!

Israel diberkati dengan sate, steak, empal, soto, bistik dll begitu limpah, suatu berkat yang besar. Sebagian bersukacita, tetapi sebagian justru jadi celaka karena berkat besar ini jadi hukuman. Mengapa?

  1. Orang yang benci manna, sehingga ber-sungut2 sebab menolak dan menghinamanna, waktu berkat daging datang, justru muncul keserakahannya, sehingga merekamengumpulkan daging itu ber-lebih2 dan bernafsu melahapnya, sehingga “berkat besar” itu menjadi malapetaka dan membinasakannya.
  2. Orang yang cinta Tuhan, puas dan berpada dengan manna, tidak ber-sungut2, tidak menuntut daging, sikapnya lain. Mereka tidak menuruti keserakahandaging, sehingga bisa menikmati “berkat” Tuhan dengan sepatutnya (sebab bisa berpada, juga dengan manna yang dikumpulkan setiap hari tanpa ber-sungut2, tetapi dengan syukur),

cinta dan hormat akan Tuhan, sehingga waktu malapetaka Kibrot Taawah datang, mereka diberkati.

Tetapi bagi yang ber-sungut2, bosan dan benci akan manna, lebih2 kalau dibandingkan dengan makanan di Mesir, mereka marah dan ber-kata2 busuk tentang manna; waktu melihat daging, mereka begitu bergairah mengumpulkannya sampai masing2 punya 10 timbunan besar2. Dengan serakah dan bernafsu mereka makan daging dan mati, dan dikubur disini, sangat mengerikan! Sebab itu ber-jaga2lah, jangan hidup menurut daging, cintalah akan Firman Tuhan. Jangan ber-sungut2, tetapi bersukacitalah akan manna, makanan ajaib, sehat dan nikmat ini, cari dan kumpulkan setiap hari. Jangan sampai kalau ada kesempatan dapat daging, lalu jadi liar, penuh kedagingan dan bersukacita akan hal2 daging, bisa celaka pada waktu “keberkatan daging ini.”

Luk 21:34-36

  1. Dan perhatikan dirimu sendiri, supaya jangan sampai kapan pun hatimu sarat dengan berfoya-foya, mabuk dan percintaan akan kehidupan ini, sehingga hari itu datang ke atasmu tanpa kau sadari.
  2. Karena seperti suatu jerat hal itu akan datang ke atas semua orang yang diam di atas seluruh muka bumi.
  3. Sebab itu berjagalah kamu dan berdoa senantiasa, supaya kamu dihitung mampu melepaskan diri dari semua perkara yang akan terjadi ini dan bisa berdiri di hadapan Putra manusia. (KJI)

BISA MELIHAT KESEMPATAN.

Orang yang tidak punya iman, waktu mendengar dan melihat korban2 begitu banyak, maka ketakutan menguasainya, sehingga ketakutannya bisa jadi.

Ay 3:25

Karena barang yang kutakuti itu sudah berlaku atasku, dan barang yang kukhawatiri itu sudah datang atasku.

Juga matanya jadi kabur, bahkan buta, tidak bisa melihat kesempatan besar yang tersembunyi dalam malapetakaini, (sebab semua ini tidak kebetulan, Allah izinkan untuk jadi kebaikan bagi anak2Nya yang cinta Allah Rom 8:28), bahkan mata yang buta ini masuk dalam jerat yang juga tidak nampak, sehingga menjadi kebinasaannya Luk 21:34-36. Di balik malapetaka yang besar, Goliat2, Amalekh, orang Median dll, Tuhan bisa membuatnya jadi kesempatan besar yang indah Rom 8:28. Tetapi juga bisa jadi jerat celaka si setan.

Beberapa orang tidak sadar bahwa malapetaka global ini ternyata bukan hanya ancaman jasmani, tetapi juga ancaman rohani. Kalau jasmanitidak kena, rohaninya bisa kena sampai hancur, berantakan, tetapi mereka tidak sadar!

Dan iblis yang di belakangnya sangat bersukacita.

  1. Apa yang dirusakkan iblis dalam orang2 yang masuk jeratnya?

– 7 Kebutuhan Pokok Rohaninya rusak, yaitu:

S = Suci – jatuh dalam ketakutan, sehingga iman habis, dan itu menjadi dosa Rom 14:23 dan setiap dosa apapun menjadi pintu masuk setan untuk merusak lebih lanjut. Berdoalah terus dalam Roh dan kebenaran supaya iman menjadi kuat dan tetap suci.

S = Salib – tidak lagi bisa pikul salib, daging tidak dimatikan, justru menjadi kuat dan merajalela, menghalalkan segala cara, jadi dosa.

S = PerSekutuan dalam tubuh Kristus ditinggalkan, sehingga jadi lemah. Justru penuh berita dan pergaulan duniawi, kuatkan daging.  D = Doa, tidak bisa berdoa, tidur ketakutan seperti Petrus dan menyangkal Tuhan Mat 26:40-41.

I = Ibadat ditinggalkan, jadi suam, hati bercabang, hanyut dalam arus dosa dan melawan Firman Tuhan dan undur seperti Saul, binasa.

A = Alkitab ditinggalkan, diganti membaca banyak berita2 duniawi dan hoax iblis, sehingga rohaninya kering, lapar, dan jiwanya keracunan, apalagi limpah hoax setan, sehingga sikap perbuatannya menuruti iblis.

M = Melayani, meninggalkan pelayanan, sebab waktu dan gairahnya habis karena bingung, panik, berusaha menyelamatkan diri dengan cara2 manusiawi.

  1. Yang bisa melihat kesempatan dari Tuhan, sebab percaya Tuhan punya rencana yang baik, Tuhan bisa tolong, akan tenang dan memakai setiap kesempatan.

Justru dalam kesukaran itu akan meningkatkan 7 Kebutuhan Pokok Rohani (KPR), sehingga persekutuan dengan Tuhan jadi makin erat dan kuat.S = Suci, justru dalam banyak kesukaran terus lulus, makin meningkat dalam kesucian.

S = Salib menjadi kekuatan 1Kor 1:18, dan kesukaannya Gal 6:14, daging tetap mati, terus menang.

S = BerSekutu dalam Roh, makin mahir, sehingga saling dikuatkan untuk menang ber-sama2.

D = Doa dalam Roh dan kebenaran makin meningkat sehingga pengurapan berlipat kali ganda, makin mahir dipimpin Roh, indah.

I = Ibadat justru bertambah, sehingga bisa mengumpulkan manna 2 gomer.

Ibr 10:25

Janganlah undur dari berhimpun bersama, sebagaimana kebiasaan beberapa orang, tetapi nasihatilah seorang akan yang lain, dan semakin lebih lagi, sebagaimana yang kamu lihat bahwa hari itu semakin dekat. (KJI)

A = Alkitab makin terbuka, makin mengerti dan makin mendalam sehingga ber-buah2 makin lebat Mat 13:23, makin ditaati jadi daging, sehingga makin bertumbuh dengan cepat Wah 10:10.

M = Melayani dalam Roh, makin limpah, sehingga tumbuh dengan cepat dan ber-buah2 makin banyak.

Dalam masa2 kesukaran ini kita punya kesempatan lebih banyak jadi tangan atas Kis 20:35, baik dalam hal rohani dan jasmani.

Dalam masa2 kesukaran ada banyak pelayanan jasmani yang bisa dikerjakan seperti Daud menolong budak Mesir yang kelaparan dan terbuang. 1Sam 30:11-12. Justru ini berbalik menjadi berkat bagi Daud dkk.Bantulah orang lain, istimewa di sekitar kita yang kita kenal dan ada dalam kesukaran2 akibat pandemi ini.

Jadi berkat dengan pengorbanan,  meskipun tidak ada orang tahu, dan tidak masuk koran, tetapi Tuhan tahu. Lebih2 untuk orang2 yang bekerja di dalam lingkungan kita, didik dan berilah pekerjaan yang baik dan upahnya tidak sampai berkurang, sebab keadaan Lock down menimbulkan banyak tindakan2 mematikan ekonomi di mana2. Ini kesempatan menabur dan jadi tangan atas bagi orang2 sekitar kita, lebih2 yang di dalam “panci” kita, garami, berkati, jangan lewatkan kesempatan ini. Bahkan juga kepada orang2 lain yang diingatkan Tuhan, lebih2 yang menderita sakit, bingung, ketakutan dll. Nasehati dan lepaskan dengan doa dalam kuasa nama Tuhan Yesus.

Juga dalam hal2 rohani.

  1. Berdoa dalam Roh dan kebenaran sambil bertanya Tuhan, siapa saja orang2 yang seharusnya kita garami dan dilayani (dalam Roh), yang selama ini masih di-tunda2, belum dilayani. Jangan ditunda lagi. Doakan lalu minta pimpinan Roh untuk menggarami mereka, meskipun hanya lewat telpon.

Yang masih belum ambil keputusan untuk keselamatan jiwanya, telpon, nasehati, supaya “Zakheus2” ini bertobat, “perempuan Samaria” berhenti dari dosa2nya dll, apalagi orang2 dalam “panci” kita yang dari dahulu belum atau kurang digarami, selamatkan jiwanya dari kebinasaan kekal dengan kuasa dan hikmat Allah, sambil terus didoakan.

  1. Terus berdoa bagi “Lot” yang undur ke jalan lebar Sodom Gomora, doakan, sebab “Lot” kita ini belum tentu tidak mau bertobat, mungkin ia sungguh2 bertobat, tidak seperti Lotnya Abraham.
  2. Hofni dan Pinehas (anak2 jasmani dan rohani) yang dibiarkan atau hanya diberi lampu kuning, sekarang beri lampu merah dengan pertolongan Tuhan, nasehati dan tegur (dengan kasih dan kuasa Allah),mudah2an nyawanya tertolong, direbut dari dalam api Jd 22,23. Minta Tuhan mencelikkan mata kita untuk bisa melihat jiwa2 di sekitar kita yang berada di dekat jurang kebinasaan kekal, tarik mereka keluar.
  3. Pelayanan dalam tubuh Kristus yang ditelantarkan, perbaiki kembali. Mungkin anak2 Sekolah Minggu atau anggota Persekutuan Sel (PS). Mungkin saudara belum termasuk pengurus, tetapi orang2 dalam PS itu adalah panci kita dan Tuhan yang menuntut untuk menggarami mereka Mat 5:13-16. Perbaikilah sikap yang salah. Mungkin dahulu tidak mau bersekutu sebab merasa tidak mendapat faedah, tetapi sekarang berubahlah, jangan cari faedah, tetapi jadi berkat karena Kristus. (bertobatlah) jangan lagi menuruti pikiran manusiawi, tetapi pikiran Allah, doakan dan hubungi, tolong menurut sikon masing2. Juga pelayanan dalam Gereja yang diabaikan, perbaikilah sekarang, minta kesempatan dari Tuhan, istimewa dalam masa2 “lock down” ini, kita masih bisa berhubungan dalam Roh dan lewat hubungan lain (telp, WA) dll.

Jangan kesempatan pelayanan yang indah2 pada hari2 ini “ditutup” oleh iblis, logika dan kedagingan. Kalau ada sakit hati sebab ada “duri2” yang menusuk, ampuni sambil memeriksa diri sendiri (mungkin kita sendiri yang bersalah). Banyak berdoa dan belajar Firman Tuhan supaya kita bisa melihat banyak kesempatan2 yang tersembunyi yang akan menjadi berkat2 tersembunyi (blessing in disguise). Ini kesempatan2 yang indah bagi orang yang mau dicelikkan matanya, yang mau bertekun dalam doa dalam Roh dan kebenaran dan dalam Firman Tuhan, serta 7 Kebutuhan Pokok Rohani lainnya.

Jangan jadi anggota tubuh Kristus yang lumpuh, tetapi yang hidup dan aktif bergerak, maka kita akan disertai Tuahn dan dapat penuaian serta berkat2 yang tersembunyi, jasmani dan rohani. Justru di waktu orang memikirkan dirinya sendiri dalam kesukaran 2Tim 3:1, muncul banyak kesempatan untuk orang2 yang mau menabur, yang mau menjadi tangan atas dari Tuhan!

KESIMPULAN.

Malapetaka ini bisa “diatur”, sehingga menjadi ujian, bukan hukuman/ hajaran, yaitu kalau kita mau mengatur diri kita sendiri tetap suci dan taat dipimpin Roh, berkenan pada Tuhan atau tetap jatuh bangun dalam dosa.

Hari2 yang sulit ini bisa menjadi celaka atau berkat, tergantung dari kita sendiri. Tuhan mengharapkan kita memilih nasib yang terbaik, bahkan sampai kekal. Jangan binasa karena kebodohan dan kekerasan hati dalam dosa, sehingga masuk jerat iblis! Tidak ada kebetulan, semua direncanakan Allah untuk kebaikan anak2Nya, tetapi itu tergantung dari masing2.

Tidak ada yang kebetulan bagi Allah dan umatNya, sebab siapayang akan menjadi korban itu sudah ada hukumnya, peraturannya Yer 15:2. Itu semuasesuai dengan penaburannya Gal 6:7-8,misalnya Yus 7:5 Absalom dan orang2nya 2Sam 18:7-9 dll. Sebab itu cegahlah celaka itu sesuai dengan pengertian Firman Tuhan yang sudah diterangkan, banyak berdoa, minta pimpinan Roh Kudus dan taat (tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran).

Dengan Tuhan kita akan lulus dalam banyak ujian ini, dan kita akan dapat melihat kesempatan besar yang ada dan tumbuh dalam rencana Allah yang amat indah, luar biasa!

Jangan lupa tetap hidup benar, sehingga bisa dipegang tangan kanan kebenaran Allah yang heran dan ajaib itu Yes 41:10.

Justru di hari2 yang sulit ini akan ada banyak orang yang taat dipimpin Roh. Jadi orang dari Allah, muncul orang2 yang penuh hikmat dan kuasa, penginjil, penyembuh, gembala2, guru2, juga nabi2 dan rasul2 sehingga Gereja Tuhan dilengkapi dan ditumbuhkan untuk kedatangan Tuhan Ef 4:12. Jangan lewatkan kesempatan indah ini, yaitu dengan hidup benar dan selalu lulus dalam setiap pencobaan sehingga terus meningkat, berkenan di hadapan Tuhan.