M4198 – Pemeliharaan Bapa Surgawi ( Keuangan )

MATIUS 6:33. PEMELIHARAAN BAPA SURGAWI (KEUANGAN).

PROBLEM.

Dalam menghadapi kesukaran2 keuangan dalam masa sulit ini, itu mengenai semua orang, juga orang beriman. Tetapi kita harus ingat bahwa:

  1. Semua hal2 yang fana itu sementara dan tidak akan dibawa sampai kekal Luk 12:20-21.
  2. Lebih penting Surga daripada harta dll yang fana.
  3. Miskin atau kaya itu dapat diberikan oleh Tuhan dengan mudah 1Sam 2:7, jangan sampai berdosa.
  4. Jangan gara2 uang atau yang fana, Surga hilang.
  5. Kita harus bisa memakai mammon yang jahat untuk memperkenankan Allah Luk 16:9, dll.

Jangan lupa Mat 6:33 untuk sungguh2 mencari kerajaan Surga dan hidup benar, maka Tuhan akan menambahkan (tidak sulit, percayalah) semua yang kita butuhkan.

KUNCI MENGHADAPI SEMUA PROBLEM.

Yaitu: Tinggal di pihak Tuhan dan mau taatmelakukan kehendakNya saja, maka semua problem bisa diselesaikan oleh Tuhan yang ada di dalam kita.

Semua problem, sekalipun yang amat sulit, itu tidak kebetulan, Tuhan tahu setiap problem yang dihadapisetiap pribadi dan ada rencana Allah baginya. Jangan kuatir, Allah Maha tahu, Dia menguasai setiap orang secara pribadi dan secara ber-sama2 di seluruh dunia. Jangan ada dosa dalam segi keuangan dan semua segi lainnya, kita harus suci seperti Allah 1Pet 1:15-16, maka Allah beserta kita, maka semua problem sudah ada jalan keluarnya dan indah2 1Kor 10:13. Kita tidak akan terpukul olehnya, tetapi justru mendapatkan sesuatu yang indah dari problem itu Rom 8:28.

Syarat ini jangan ditawar, dikurangi, akan mengakibatkan kerugian rohani dan jasmani.

III. BERDOA DAN MINTA PIMPINAN TUHAN.

Dalam masa2 yang sulit, kita tetap harus berusaha, tetapi kemampuan manusia terbatas. Kalau kita berjalan dengan Tuhan, ber-tanya2lah selalu kepada Tuhan 1Taw 16:11, maka Tuhan akan memberi pimpinan, dan pimpinan Tuhan itu 100% berhasil, tergantung dari apakah kita bisa mengerti dan apakah kita mau taat. Tentu hubungan dengan Tuhan harus dipelihara tetap baik, supaya “telpon” dengan Tuhan tetap berjalan, sehingga kita bisa mendengar suara dan pimpinanNya.

Apakah hubungan kita dengan Tuhan tetap baik? 1Yoh 3:21, kalau baik, ada sejahtera dari Tuhan Fil 4:7). Teruslah ber-tanya2 akan Tuhan 1Taw 16:11 dan kalau belum ada jawaban, periksa diri, dan tunggu pada Tuhan Maz 25:1-8. Memang kita perlu belajar untuk bisa dipimpin Roh sampai mahir, sebab ini makin penting dan sangat penting di akhir zaman ini. Kita harus bisa membedakan suara iblis atau pikiran sendiri. Caranya? Dengan hidup benar, ada hubungan baik dengan Tuhan, ada sejahtera Allah dan suara itu cocok dengan Firman Tuhan.

Suara Roh itu harus dan selalu sesuai dengan Firman Tuhan Yoh 14:26; 16:14. Sebab Bapa, Putra dan Roh Kudus itu satu, tidak mungkin bertentangan 1Yoh 5:7. Tidak mungkin Roh Kudus mengajarkan untuk menghalalkan segala cara atau dosa2 apapun, sebab suara Roh itu suci dan cocok dengan Firman Tuhan. Kalau suara itu bertentangan dengan Firman Tuhan, maka itu suara diri sendiri atau suara setan.

Jangan lupa hidup dalam kesucian, suka pikul salib, terus mematikan daging Rom 6:6.

Kalau hidup dalam dosa lalu mau dengar suara Tuhan, justru yang datang itu suara setan, pasti ia akan menipu, membujuk dan membinasakan! Tuhan tidak mau berhubungan dengan orang yang tidak mau bertobat seperti Saul 1Sam 28:6. Sebab itu pelihara hubungan baik dengan Tuhan dalam kesucian, seperti carang dalam Pokok yang benar, pasti akan dapatmendengar suara Tuhan Mrk 4:23, dan ada pemeliharaan dari Tuhan. Yoh 15:1-8. Pasti Bapa tidak akan meninggalkan anak2Nya kecuali anak2Nya meninggalkan Bapa sampai akhirnya masuk kandang babi seperti anak terhilang. Itupun, kalau masih hidup dan mau sungguh2 bertobat, masih diterima kembali oleh Bapa, meskipun tentu ada akibat karena dosa2nya, yaitu rencana Allah dalam hidupnya merosot dan banyak haknya hilang, tinggal sisa2 kemurahan Bapa Maz 63:4.

Supaya hubungan kita dengan Tuhan tetap baik, maka:

  1. Berdoalah terus menerus pada Tuhan dalam Roh dan kebenaran, dan dengan tidak putus asa, Dia akan mendengar doa kita Luk 18:1-8. Jangan berhenti berdoa ber-talu2pada Tuhan dan tunggu jawabanNya Luk 11:8.
  2. Dengar dan taat suara Roh, terus minta pimpinanNya.Kalau belum dapat, tunggu terus, tetapi jangan ber-sungut2, tetap percaya dan harap Tuhan dan tetap tinggal dalam kesucian. Tuhan tidak pernah terlambat, sebab itu tetap tinggal dalam Tuhan.

BELAJAR BERPADA.

Dalam hal keuangan, kita harus bisa berpada artinya puas dengan apa yang ada 1Tim 6:8-10. Sebab orang yang cinta uang tidak bisa berpada, dan Tuhan tidak bisa menolongnya! Justru dalam kesukaran uang akan tampak bagaimana pilihan, pengertian dan pendirian kita yang sesungguhnya. Orang yang tidak cinta uang, bisa punya pendirian yang betul, bisa berpada, dan sikapnya benar, yaitu asal rohaninya terpelihara, apalagi kalau bisa meningkat, maka berpada bukan malapetaka justru pemurnian. Sekalipun jasmani kurang, kalau rohani bertambah itu berkat. Hal2 jasmani bisa ditambahkan Tuhan. Dengan demikian kita bisa berpada dalam kelimpahan (tidak sampai berdosa) dan dalam kekurangan, juga tidak berdosa Fil 4:11-12.

Justru dalam kesukaran uang, kita diolah, untuk bisa membedakan yang fana dan yang kekal. Kalau kita mengutamakan yang kekal, maka meskipun jumlah yang fana makin merosot, kita tetap tidak bereaksi dosa, tetapi justru meningkatkan yang kekal, maka kita akan mengalami rencana Allah yang indah2.

Dalam kesukaran keuangan kita bisa diolah untuk:

  1. Bisa membedakan yang fana dan yang kekal,
  2. Apakah kita mendahulukan mencari kerajaan Allah atau mendahulukan hal2 jasmani yang fana.
  3. Masa2 kesukaran ini bukan saja untuk memeriksa diri, tetapi juga memperbaiki pikiran atau pengertian yang salah, supaya pendirian kita betul, disesuaikan dengan Firman Tuhan.
  4. Ini juga bisa menjadi masa pemurnian dan persiapan untuk penamatan, yaitu:
  5. Segala segi hidup kita harus makin dimurnikan dan
  6. Semua tabiat lama diganti dengan semua tabiat baru dan makin bertumbuh makin seperti Kristus.
  7. Jadi berpada itu jadi kunci hidup di masa sulit, sekaligus memperbaiki yang keliru dan terus meningkatkan yang baik, supaya makin berkenan pada Tuhan dan makin seperti Kristus.

Tetapi bagi yang cinta uang, dunia dan yang fana akan ber-sungut2 dan undur dari Tuhan.

TABUR TUAI.

Dalam keadaan sulit kita tetap menabur, justru jangan berhenti, sebab kita tetap mengharapkan bisa terus menuai dari Tuhan. Baik dalam hal rohani (misalnya perpuluhan dll Mal 3:9-10) dan juga jasmani. Tetaplah hidup benar dengan orang lain dan tetap berusaha jadi tangan atas, menjadi berkat Kis 20:35, tetap menabur karena Tuhan (bukan karena ingin puji, keuntungan tertentu dll), tetapi semua karena Tuhan Rom 11:36, lebih2 pada saudara2 seiman Gal 6:9-10. Maka Tuhan akan memberi penuaian yang sesuai dengan penaburannya. Terus menabur, ini kesempatan, jangan berhenti, tetapi tetap dengan tulus dan karena Tuhan.

Jangan lupa, jangan hanya mengejar hal2 jasmani, lalu mengalami kelaparan rohani seperti Amos 8:11, tetapi justru kita harus memakai kesempatan ini untuk mendapatkan kelimpahan rohani, sebab kalau kita mendahulukan kerajaan Surga dan tetap dalam kebenaranNya, maka semua yang kita butuhkan, bisa ditambahkan Tuhan.

JALAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL.

Pimpinan Tuhan itu kadang2 masuk akal, kadang2 tidak, tetapi Roh Kudus akan memberi keyakinan pada kita Rom 9:1, ada sejahtera memimpin kita Fil 4:7. Waktu kelaparan, Abraham turun ke Mesir, sebab Mesir lebih makmur dan secara akal itu benar dan Abraham pergi ke sana, mungkin bisa dapat penghasilan, tetapi rumah tangganya kacau hampir pecah Kej 12:10. Juga Ishak berbuat salah yang sama, tetapi ditegur Tuhan Kej 26:1-2. Memang kita seringkali tergoda untuk menurut akal untuk mengambil langkah2 yang ada kemungkiann bisa berhasil, tetapi kita harus ada sejahtera Allah, diizinkan Allah, tidak gelisah, sebab kita hanya bisa me-ngira2 dengan pikiran kita tetapi tidak tahu bahaya dan kemungkinan2 jahat yang akan terjadi. Kalau Tuhan beri keyakinan dan sejahtera, baru kita lakukan. Kalau dalam keluarga atau dalam tubuh Kristus ada saudara2 yang sama2 berjalan dalam Roh, ikut yakin dari Tuhan dan meneguhkan, itu sangat menolong kita. Sebab itu suami-istri dan anak2 perlu berdoa ber-sama2 dan bersekutu dalam Roh Ef 4:3. Juga Elimelech turun ke Moab waktu ada kelaparan Rut 1:1 (kesukaran ekonomi di Israel, Bethel). Rupa2nya perhitungannya betul, ia mendapat penghasilan yang cukup dan keluarganya hidup, tetapi tidak lama ia mati, juga kedua putra2nya, kecuali Naomi yang kemudian sadar, sebab ia tahu bahwa itu jalan yang salah, tetapi tidak berdaya melawan suaminya. Begitu juga dalam masa2 kelaparan atau kesukaran ekonomi, jangan sampai mengambil jalan yang salah seperti Elimelech. Akibatnya bisa kematian jasmani seperti Elimeleck, tetapi juga bisa kematian rohani. Mengapa? Sebab pergaulan yang jahat dan hidup yang duniawi, melawan kebenaran Firman Tuhan, tampaknya berhasil secara jasmani, tetapi rohaninya rusak bahkan kemudian mati rohani, jangan sampai sebab menuruti daging, menghalalkan segala cara dan tidak lagi beribadah (Sekalipun sementara ini hanya on line), tetapi kalau jiwanya tidak makan, bisa mati rohani Mat 4:4. Sebab itu dalam masa2 yang sulit ini kita harus banyak berdoa, belajar Firman Tuhan, bersekutu dalam Roh, saling menasehati sesuai Firman Tuhan, supaya jangan salah langkah dan masuk jerat setan, sehingga bisa mati jasmani atau rohani untuk kekal!

VII. PERTOLONGAN TUHAN UNTUK SETIAP ORANG BERBEDA.

Kadang2 pada orang2 tertentu, Tuhan membiarkan grafiknya terus turun sampai habis dan baru sesudah itu Tuhan mengangkatnya kembali seperti Ayub. Ada orang yang sedikit berkurang, tetapi masih tetap berjalan dengan lumayan. Ada yang naik turun. Ada yang malah meningkat. Kita tidak bisa menuntut Tuhan seperti orang lain, sebab masing2 punya keadaan dan tingkat yang ber-beda2, dan Tuhan tidak pernah salah atau keliru. Ukuran2 yang diberikan pada kita itu cocok untuk masing2 kita, istimewa untuk mengolah makin indah seperti Kristus. Tetaplah bersyukur kalau keadaan naik turun dll, sambil terus memelihara diri dalam kesucian, tekun berdoa, beribadah dll dari 7 Kebutuhan Pokok Rohani.

VIII. CARA TUHAN MENOLONG ITU BER-BEDA2.

Jangan lupa, baik bala kelaparan atau kelimpahan itu diketahui dan diizinkan Tuhan, sebab semua ada dalam tangan Tuhan Allah Mat 28:18. Misalnya seperti kelimpahan dan kelaparan yang terjadi di Mesir, (bahkan sampai Kanaan dan sekitarnya) sampai keluarga Yacob juga kena dengan hebat, tetapi semua ini dalam tangan Tuhan, dan ada maksud Tuhan bagi umatNya yaitu justru membiakkan Yacob sesuai dengan janji Allah pada Abraham Kej 41:27.

Waktu Israel masuk padang gurun sudah ketakutan kelaparan, mereka mulai ber-sungut2 dan hendak kembali ke Mesir Kel 16:3. Tetapi Musa menjelaskan rencana Allah dan cara Tuhan itu ajaib yaitu dengan manna dan itu berlangsung terus selama 40 tahun mereka terpelihara, tidak ada mati kelaparan. Tuhan sudah memikirkan jauh sebelumnya.

Kalau kita tekun berdoa dalam Roh dan hidup benar, lebih2 di akhir zaman ini,  Dia pasti akan menjawab dan tertolong! 1Raj 8:37-38, 2Taw 8:28,29 dst.

Elia pada waktu kelaparan, bisa pergi ke Obaja yang baik sekali pada nabi2 Tuhan 1Raj 18:4 (ini sangat masuk akal). Tetapi Tuhan menyuruhnya pergi ke janda Sarfat yang hampir mati 1Raj 17:13 yang sama sekali tidak masuk akal. Tetapi Elia patuh akan Tuhan dan ia terpelihara baik2, baik di sungai Kerith 1 tahun, di rumah janda Sarfat 1 tahun, bahkan Elia jadi berkat bagi keluarga janda Sarfat 1Raj 17:6-7, 15-16. Kadang2 pimpinan Tuhan itu tidak masuk akal, sebab itu perlu sungguh2 dapat mendengar suara Roh bahkan mahir dan taat.

Dalam masa2 sulit, lebih2 di akhir zaman, kita perlu dapat mendengar suara Roh dengan betul.

Waktu Elisa dan murid2nya kena bala kelaparan, lalu muridnya men-coba2 buah yang tidak dikenal, maka mereka keracunan. Untung ada Elisa 2Raj 4:38-41. Sebab itu jangan coba2, secara rohani dengan ajaran atau nubuatan2 dari orang2 yang belum dikenal Mat 7:17-18, bisa celaka.

Ada janji2 Tuhan dalam masa kelaparan dan kesukaran, misalnya Maz 33:19; 34:11; 37:19; Ams 10:3. Tetapi juga bala kelaparan bisa datang sebagai hukuman.

Pada waktu ada masa kelaparan 3 tahun di Israel waktu pemerintahan Daud (padahal Daud hidup benar), Daud usaha mati2an tetapi tidak berhasil, pasti sudah jatuh banyak korban. Baru kemudian sesudah cukup terlambat (sudah 3 tahun) Daud sungguh2 ber-tanya2 akan Tuhan (padahal biasanya ia bisa ber-tanya2 Tuhan langsung), baru muncul penyebab yang betul, yaitu dosa Saul sebagai pemimpin bangsa, sehingga yang dipimpin jadi korban 2Sam 21:1-10. Sesudah Daud tahu dan dosa Saul dibereskan dengan orang Gibeon (yaitu anak2 Saul, 2 anak Rizpa, dan 5 anak Merab dengan Aderiel bin Barzilai, digantung mati) baru bala itu berhenti. Pada peristiwa lain, karena kesalahan Daud sendiri, hukuman Tuhan dijatuhkan pada Daud; ada 3 pilihan yaitu 7 tahun bala kelaparan, 3 bulan lari dari musuh atau 3 hari bala sampar 2Sam 24:13-15. Tuhan tetap menghukum Daud yang bersalah.

Pada akhir zaman ini juga masih bisa terjadi, meskiupn namanya bukan bala kelaparan, tetapi resesi ekonomi dll Mat 24:7, Mrk 13:8, Luk 15:17; 21:11, Kis 11:28.

Pimpinan Roh Kudus itu sesuai Firman Tuhan, benar, tidak menghalalkan dosa dan hati ada sejahtera dari Roh Kudus. Sebab itu perlu terus memperhatikan hubungan baik dengan Tuhan dan terus tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, ada baiknya juga saling menasehati dengan tulus dalam pimpinan Roh Kudus.

Ishak dalam kesukaran, tetapi Tuhan menyertainya, sehingga ia menabur dan beruntung 100 kali ganda, dan menggali sumur, ber-ulang2 berhasil Kej 26:12 dst. Sebab itu dalam pekerjaan kita masing2, kita harus bekerja baik2 dan minta pimpinan Roh Kudus supaya bisa berhasil. Roh Kudus tidak pernah salah atau gagal, yang salah adalah kita.

KESIMPULAN.

Dalam hari2 yang sulit kita harus betul2 bisa membedakan mana yang penting dan tidak, mana yang kekal dan fana, mana yang suci dan dosa, mana yang berkenan pada Tuhan dan tidak. Perhatikan juga perbandingan hal2 ini bagi kita, apakah yang fana dan kekal, itu sama atau 50-50 atau misalnya 30:70. Kita harus punya pendirian dan sikap yang baik. Kalau hidup kita betul2 berkenan pada Tuhan, mendahulukan kerajaan Allah, melakukan yang berkenan pada Tuhan seperti Maria Luk 1:28, Kol 1:10 pasti tangan Tuhan akan selalu di atas kita dengan baik Ezr 7:6,28, Yez 1:3. Belajar tumbuh dalam rohani, istimewa bisa hidup dipimpin Roh, makin mahir, sebab tanpa berjalan dalam Roh, dengan Tuhan, sulit untuk bisa mengatasi atau menang menghadapi banyak problem dan malapetaka, yang makin lama akan makin banyak Wah 22:11. Biarlah kita ikut dalam golongan yang suci makin suci, bukan dalam golongan yang najis makin najis. Sebab ini yang menjadi trend akhir zaman, makin seperti Kristus atau makin seperti iblis. Dan ini yang paling penting di hadapan Allah.

Dalam jalan Allah, pasti ada pemeliharaan Bapa Surgawi yang indah, dalam pimpinan Roh Kudus.

Nyanyian:

Tambah hari tambah cinta Yesus,

Tambah hari tambah kupercaya,

Tambah hari tambah benci dosa,

Tambah hari tambah kusetia.