M4184 – Roma 8:31,37, 2Korintus 2:14. Tiga Tingkat Hidup Berkemenangan

DEFINISI.

Tuhan sudah menebus kita, sehingga kita bisa hidup sebagai anak2 Allah (Yoh 1:12) yang berkemenangan sejak mulai lahir baru. Bukan kehendak Tuhan hidup dalam kekalahan yaitu kalau hidup dalam dosa, diperbudak kembali oleh iblis, sebab kalau sudah dimerdekakan oleh Tuhan kita bisa merdeka dengan sesungguhnya, mati lepas dari dosa. Yoh 8:36, Rom 6:2, sehingga bisa terus hidup berke-menangan, yaitu:

  1. Tetap suci, tidak sampai berdosa, tidakbereaksi dosa, jatuh dalam dosa, sebab orang yang berbuat dosa (seka-lipun dalam pikiran, itu sudah jatuh dalam dosa) itu kalah, diperbudak iblis Yoh 8:34. Menang berarti tidak sampai berdosa, tetap dalam kesucian, tetap di pihak Allah.

Kalau timbul dosa, maka setan punya hak masuk dan tinggal dalam orang itu Yoh 8:34. Berbuat dosa atau jatuh dalam dosa berarti membuat kesempatan setan masuk Ef 4:27; Sebab itu jangan jatuh dalam dosa, itu kesempatan setan masuk dalam orang itu dan merajalela lebih lanjut. Untuk tetap hidup suci, kita harus mau menyangkal diri, mematikan daging, menderita sengsara dalam tubuh su-paya tidak sampai berdosa 1Pet 4:1, Maz 119:11, 1Pet 1:2 (ingat disucikan oleh Firman Tuhan, Roh Kudus, perse-kutuan tubuh Kristus dalam Roh, itu berarti tetap tinggal dan terus tumbuh dalam kesucian, tidak sampai berdosa. Kalau sudah berdosa, tidak bisa disu-cikan oleh apapun, hanya bertobat dan disucikan oleh darah Yesus, bukan oleh yang lain! 1Yoh 1:7,9).

  1. Taat melakukan kehendak Allah. Tidak mau melakukan kehendak Allah berarti menuruti daging, melawan Allah, ini berarti kalah, sebab keduanya memang bertentangan (Gal 5:16-17). Orang yang tidak mau melakukan ke-hendak Tuhan ditolak Tuhan dari Surga Mat 7:21. Orang yang hidupnya berke-menangan itu mau taat akan kehendak Tuhan yaitu Firman Tuhan. Tuhan sedih dan berdukacita kalau kita tidak mau melakukan kehendak Tuhan, tetapi kehendak sendiri / daging! Jadi meno-lak melakukan kehendak Allah itu berarti dosa, bukan hidup berkeme-nangan, tetapi menurut iblis, kalah, jadi hambanya iblis Yoh 8:34.
  2. Tumbuh dalam Tuhan. Setiap kali kita menang menghadapi pencobaan dan kesukaran, tetap melakukan yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan, itu berarti kita lulus dan naik lagi 1 tingkat di hadapan Allah. Demikian kita bisa terus bertumbuh sampai terakhir, sehingga kita bisa cepat tumbuh, kalau dalam setiap pencobaan kita lulus. Sebab itu lebih banyak pencobaan se-perti Yusuf, Daud, Daniel, Petrus, Paulus dll, dan kalau teruslulus, lebih banyak kenaikan, lebih tinggi tum-buhnya, dengan kata lain lebih cepat. Sebab itu jangan susah menghadapi hal2 yang pahit, jelek, jahat, sebab kalau terus lulus berarti kita akan tumbuh lebih banyak, lebih tinggi dan lebih cepat. Tanpa pencobaan kita bisa taat, sehingga tumbuh, tetapi dengan kelimpahan pencobaan (diketahui dan diizinkan Tuhan) kalau kita terus lulus, itu lebih baik, sebab akan tumbuh lebih cepat dengan banyak kesukaran2 yang datang dalam hidup kita.
  3. Bersedia. Khususnya pada akhir zaman ini, menghadapi polarisasi dosa dan kesucian (Wah 22:11) kita harus bersedia baik2 Mat 24:42, sehingga tidak jatuh dan terseret arus dosa yang dahsyat, tetapi setiap kali menang dan ikut tumbuh dan arus ilahi yang terus tumbuh dalam kesucian sampai pun-caknya, siap untuk kedatangan Tuhan.

Jadi hidup berkemenangan dalam Tuhan itu berarti:

4.1. Tetap suci dalam senang atau susah.

4.2. Tetap taat melakukan kehendak Tuhan.

4.3. Terus tumbuh dalam Tuhan, lebih2 dalam pencobaan dan kesukaran dan

4.4. Selalu siap bersedia menunggu kedatangan Tuhan yang makin dekat, sehingga terus tumbuh dalam kesucian sampai puncak2nya.

TIGA TINGKAT HIDUP BERKEMENANGAN DALAM TUHAN.

 

  1. Menang dalam Kristus. Rom 8:31.

Pergumulan antara daging dan roh itu bisa ringan atau berat tergantung dari keputusan, ketaatan, penyerahan dan kesungguhan kita masing2.  Kadang2 kalah, kadang2 menang. Seharusnya terus menang, kalah itu cara hidup Kristen yang salah.

Misalnya dalam hal uang, tidak bisa langsung menang, sebab harus berani melepaskan untung besar, tetapi tidak halal. Kalau seorang belum sepenuhnya taat, maka ia akan terus bergumul berat dan lama dan terusjatuh bangun. Tetapi kalau sungguh2 ikut Tuhan, berani rugi berapapun maka pergu-mulannya akan ringan dan terus me-nang. Juga dalam perzinaan, lihat godaan, ada kesempatan, ada orang ketiga (baik laki2, atau perempuan yang sangat menarik hatinya) ia ber-gumul kadang2 sampai ber-hari2, terus jatuh bangun dalam pikirannya. Kalau kalah bisa berzina, kalau menang, akan menang dan terus sejahtera dan suka-cita. Dengan Tuhan kita bisa terus menang, tetapi orang yang setengah hati, masih ada keinginan perzinaan, ia akan sering lemah, hanya kadang2 kuat, sering kalah, hanya kadang2 me-nang. Kalau mau taat penuh, lalu bertindak dengan iman pasti terus menang.

Begitu juga dalam kebencian, iri, tersinggung, marah, ingin puji dll, akan terus bergumul dengan daging, apalagi kalautidak dimatikan habis2an, akan selalu menjadi godaan besar dan per-gumulan berat baginya. Kalau mau pikul salib,dikuatkan oleh orang lain, atau tekun berdoa, mau mematikan daging, baru menang. Sebab itu harus sungguh2 taat sepenuhnya, jangan mendua, jangan bercabang, tetapi sepenuhnya taat pada Tuhan, maka akan menang terus.

Kalau ada godaan, pencobaan atau problem, jangan bereaksi dosa dan minta pimpinan, hikmat dan kuasa Roh untuk menghadapinya sehingga tetap suci dan dapat mengatasinya dengan baik sesuai Firman Tuhan. Kalau hidup rohani terpelihara dengan 7 KPR, maka pergumulan dengan daging jadi ringan dan menang. Kita bisa menang kalau mau sungguh2 taat,apalagi kalau sudah bisa hidup dipimpin Roh akan bisa mengalahkan daging, dunia dan segala pencobaan, sehingga tidak sampai berdosa, tetapi menang.

  1. Lebih dari pemenang. Rom 8:37.

Orang yang mau terus sepenuh hati ikut Tuhan, dan memelihara hidupnya baik2 (dengan 7 KPR, selalu dipimpin Roh), maka dalam setiap pencobaan ia menang, sehingga hidupnya ini terus menang, menjadi lebih dari pemenang. Ini hidup rohani yang normnal, sebab Roh Kudus di dalam kita itu pemenang, bukan pemenang biasa, tetapi Dia Allah yang Maha besar, tidak pernah kalah. Tetapi kalau tidak mau taat menurut pimpinan Roh, akan kalah atau jatuh bangun dalam dosa, tidak bisa hidup dalam kemenangan, itu orang yang bodoh Hos 4:6, Mrk 12:24 atau memang tidak mau taat akan pimpinan Roh.

Tetapi kalau mau taat dipimpin Roh, dengan segenap hati, terus menerus mematikan daging dalam segala segi hidup, maka kita akan hidup berke-menangan, bahkan terus menerus lebih dari pemenang.

  1. Pawai kemenangan. 2Kor 2:14.

Ini menjadi harapan kita dan akan menjadi kenyataan kalau kita terus hidup dalam kemenangan. Orang yang hidup dalam pawai kemenangan itu se-hari2nya hidup dengan sorak-sorai kemenangan seperti pawai orang yang menang pulang perang. Seperti Petrus dan Yohanes waktu ditangkap dan dianiaya, mereka masuk ke dalam pencobaan besar, tetapi heran, justru mereka bersukacita, sebab menang Kis 5:41. Begitu ber-ulang2, bahkan dalam penjara, Petrus bisa tidur, tidak stress Kis 12:6.Petrus mengalami kuasa Allah yang besar, menang besar,sehingga keluar dari penjara lewat 4 pintu yang dijaga, lepas dengan heran, sampai Petrus sendiri bingung ke-heran2an (bukan bingung, stress), bahkan 16 prajurit yang menjaga Petrus dihukum mati sebab Petrusnya hilang tidak tahu ke mana! Kis 12:11.

Juga Paulus dan Silas sangat men-derita waktu ditangkap, dipukuli algojo, lalu dipasung dalam penjara di bawah tanah. Tetapi ia tidak sedih atau menyesal, melainkan menyanyi ramai2 sampai seluruh penjara mendengar, seperti orang pawai berkemenangan, padahal sedang menderita dalam pa-sungan penjara. Juga tiba2 bisa lepas, bebas dengan cara ilahi yang ajaib Kis 16:25 dst. Ini pawai kemenangan, luar biasa. Hidup seperti ini indah sekali. Orang seperti ini lama2 bisa terus naik ke puncak sampai sempurna. Teruslah tumbuh dalam kemenangan2 sampai tingkat III sehingga bisa menjadi sempurna.

III. MEMILIH UNTUK MENANG

ATAU KALAH.

Hidup rohani kita termasuk yang mana? Yang betul, menurut Firman Tuhan adalah kita bisa memilih. Ini tergantung dari kita. Memang mula2 beberapa kali masih bergumul, tetapi sesudah itu kalau kita mengerti rahasia kebenaran Firman Tuhan, kita bisa terus menang (Luk 12:24, Hos 4:6), sebab Tuhan yang di dalam kita adalah Pemenang Rom 8:31. Bahkan kita bisa memilih lebih lanjut untuk menjadi pemenang tingkat II atau III, sama sekali bukan kehendak Allah jadi orang yang kalah! Tergantung kita! Kalau percaya dan mau mengambil keputus-an untuk sepenuhnya taat pada Tuhan, pada Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus, maka Roh Kudus akan langsung menolong. Roh Kudus tidak bisa dan tidak mau memaksa, tetapi kalau kita sungguh2 mau taat, seka-lipun dalam hati, kita minta tolong Tu-han, pasti kita bisa menang, sebab Roh Kudus selalu standby untuk menolong kita. Dia selalu taat dan selalu siap menolong, langsung bisa menang Zak 4:6, apalagi kalau kita selalu siap dan limpah dengan 7 KPR, kita bisa terus menang dan selalu ada sejahtera dan sukacita hadirat Tuhan dalam hati kita Rom 14:17, menjadi lebih dari pe-menang, bahkan sampai pawai ke-menangan.

PERMANEN MENANG ATAU SEMENTARA.

Hidup di dunia ini menentukan kesela-matan dan tingkat kemuliaan kita un-tuk kekal. Di dunia kita masih bisa berubah menjadi makin baik atau makin merosot, sebab keadaan orang beriman di dunia itu belum permanent. Saat terakhir di dunia adalah ukuran kita untuk hidup kekal yaitu selamat atau tidak dan selamat dalam tingkat kemuliaan yang mana, itu semua sesuai denganukuran terakhir dalam dunia.

Ada yang mulai dalam Roh begitu indah, hidup berkemenangan dalam Tuhan, tetapi kemudian jatuh dalam dosa dan karena tidak mau bertobat, lalu undur, itu salah Gal 3:3-4. Seperti Saul yang mulai dalam Roh berakhir dalam daging. Kalau tidak mau segera bertobat, biasanya iblis yang sudah mendapat kesempatan (sebab di dalam mereka berdosa dan undur, iblis langsung masuk untuk menggarapnya sampai menjadi sangat parah seperti Saul, Yudas yang akhirnya bunuh diri langsung masuk Neraka. Untung Simson bertobat. Sebab matanya buta, tidak lagi bisa melihat perempuan cantik seperti sebelumnya. Tetapi Sim-son masih hidup (itu kesempatan dari Tuhan!). Ia mendapat kesempatan satu kali lagi untuk mengalahkan orang Filistin dengan keadaan yang sangat tragis! Biasanya kalau kejatuhan loteng (disini dengan 3.000 orang di atasnya), Simson bisa tetap hidup, ia bisa menahan robohan gedung besar seperti sehelai kain, tetapi kali ini ia mati sebab ini kesempatan terakhir yang diminta Simson dan dikabulkan Allah Hak 16:28 dan robohan itu me-matikannya, biasanya tidak bisa mati oleh kuasa Allah.

Jangan main2 meskipun hanya dengan sedikit dosa atau hanya dengan dosa dalam pikiran, tetaplah dalam ke-sucian dan kemenangan Tuhan. Kita harus tetap dalam kesucian, supaya jangan berubah jadi kedagingan dalam dosa. Terus hidup dalam ksucian dan terus meningkat dalam tingkat keme-nangan II, lalu terus sampai tingkat III, bahkan ada kemungkinan bisa ter-masuk golongan 144.000. Sebab itu sesudah menang, ber-jaga2lah jangan sampai lengah dan jatuh Ef 6:13. Jangan sampai cinta uang atau berzina, dll. Juga jangan sombong sebab semua ini dari Tuhan, bagian atau andil kita makin lama makin kecil, sebab di dalam orang yang dipakai Tuhan makin heran, kuasa Allah makin besar berlaku dalam hidup kita (apalagi tingkat III), sebab itu tetaplah rendah hati, muliakan Tuhan dan jangan membiarkan sedikitpun dosa masuk, tetap suci bahkan terus meningkat dalam kesucian yang makin tinggi. Selama kita tinggal dalam kesu-cian, terus hidup dalam kemenangan (ingat definisinya: 1. Suci, 2. Taat, 3. Tumbuh, 4. Bersedia), maka kita tidak mungkin akan jatuh, tidak akan pindah ke jalan lebar, tetap tumbuh dalam jalan sempit sampai Tuhan datang. Sebab itu rohani harus terpelihara dengan 7 KPR plus, punya pondasi iman yang teguh Mat 7:24-29 dan makin tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, makin mahir dipimpin Roh, makin manis dalam persekutuan tubuh Kristus dalam Roh, doa, pelayanan, salib, maka kita akan terus tumbuh dalam sukacita suasana Surga, sampai pada kemenangan tingkat III bahkan jadi sempurna.

KESIMPULAN.

Setiap orang beriman seharusnya hidup dengan Kristus dan itu berarti hidup berkemenangan dari tingkat I, terus meningkat sampai tingkat III, bahkan sampai mengalami pawai kemenangan dan akhirnya menjadi sempurna, luar biasa!

Nyanyian:

Menanglah2, ikut Tuhan menanglah.