M4180 – Mazmur 23:4. Melewati Lembah Bayang-Bayang Maut

PENDAHULUAN.

Setiap orang dalam hidupnya pasti per-nah mengalami masa2 yang sulit dan berbahaya, dan akibatnya ber-macam2 tergantung banyak faktor, ada yang hancur dan binasa, ada yang selamat. Semua lembah maut sepanjang zaman itu bentuk dan dahsyatnya ber-ma-cam2. Biasanya kalau melewati lembah maut seperti ini, harus punya persiapan yang cukup, seperti orangmelewati hu-tan gelap dan berbahaya, setiap orang yang melewatinya harus punya terang dan senjata supaya tidak mati oleh binatang2 buas. Begitu kalau kita melewati lembah maut dalam hidup kita, harus mempunyai terang Firman Tuhan Maz 119:105 dan senjata Roh Kudus, yaitu hikmat dan kuasaNya Zak 4:6, Fil 4:13 supaya jangan kalah, roboh dan celaka!

Tetapi ada satu lembah maut yang paling dahsyat dari segala zaman dan yang harus dilalui semua orang, juga orang beriman, yaitu Minggu ke-70 Daniel; ini betul2 lembah maut terbe-sar, paling dahsyat untuk semua orang!

Kapan itu terjadi? Kita perlu tahu, paling tidak patokan tanda2 zamannya Mat 16:3, Mrk 13:35. Ber-tanya2lah, kalau perlu ber-kali2 Yes 21:11-12. Sebab masa puncak ini menentukan, sangat gelap dan semua orang akan kena tanpa terkecuali Wah 3:10. Bagi kita, inilah 3,5 tahun Isebelum peng-angkatan dan pada waktu ini 3 Antikris pertama sudah bekerja di seluruh dunia, sangat dahsyat Dan 7:1-6. Tetapi yang disebut zaman Antikris yang be-tul, itu sebenarnya hanya 3,5 tahun II, dan orang2 yang tertinggal diserahkan Tuhan dalam tangan Antikris total selama 3,5 tahun ini Wah 11:2; 13;7. Ini prinsipnya sama seperti 1Kor 5:5, supaya yang mau bertobat masih bisa selamat, yaitu ini menjadi kesempatan terakhir. Tetapi dalam 3,5 tahun I se-belum pengangkatan 3 Antikris sudah ada, bekerja maksimal, tetapi ia dika-lahkan dan ditekan oleh Gereja yang penuh dengan kenyataan dari 3 Pribadi Allah, orang2 sempurna, tubuh Kristus akhir zaman yang heran dan dari begitu banyak fasilitas akhir zaman yang lengkap dan limpah.

Disini ada 2 puncak, yaitu puncak kesucian dan dosa. Orang2 yang hanyut dalam dosa akhir zaman (dalam Pola-risasi dosa dan kesucian Wah 22:11), akan ada dalam puncak dosa yang dikuasai Antikris, wai! Tetapi yang ada dalam puncak kesucian (sebab sebe-lumnya sudah bersedia sungguh2 Mat 24:42), aman2 saja. Mungkin kena tangkap, diancam dan mungkin juga dianiaya seperti Petrus, Paulus yang masuk penjara, tetapi mereka akan segera lepas dengan kuasa Allah yang limpah, juga dari pelayanan orang sempurna dan orang2 beriman lainnya. Pasti lepas dan tidak mati! Mengapa? Sebab orang yang dalam puncak suci ini semuanya tidak akan mati, tetapi ikut dalam pengangkatan. Kalau sudah masuk Minggu ke-70 Daniel, dan masuk golongan puncak yang suci pasti tidak mati, tetapi semua akan tetap hidup dan ikut pengangkatan.

Jangan takut, ini janji Tuhan. Kita bisa memilih mau ikut puncak yang mana. Kalau kita mau:

  1. Sungguh2 ber-jaga2, ingat 7 KPR plus.
  2. Lekat dengan Tuhan, dan masuk golongan puncak yang suci makin suci.
  3. tahu nubuatan Firman Tuhan untuk hari2 akhir ini, sehingga kita bisa memilih dalam puncak yang suci dengan Tuhan.

Sama seperti sandiwara yang me-ngerikan, tetapi kalau kita tahu ce-ritanya orang yang ditangkap itu akan lepas, kita tidak tegang atau takut, sebab sudah tahu ceritanya lebih da-hulu. Tetapi akhir zaman ini bukan san-diwara, tetapi nubuat Firman Tuhan, dan itu pasti jadi, tidak mungkin batal!

Bersedialah, sekarang sudah tampak tanda2 zaman mendekati Minggu ke-70 Daniel, sekalipun kita belum tahu tang-galnya.

PRINSIP UNTUK MELALUI

LEMBAH MAUT.

Semua janji2 Tuhan, lebih2 yang kritis, kita harus tahu mana bagian kita dan mana bagian Tuhan dan hanya mela-kukan bagian kita saja, jangan bagian Tuhan, nanti kacau, takut, gagal dan berantakan, justru dengan demikian kita tidak tertolong, tetapi gagal dan celaka!Misalnya waktu Israel dalam lembah maut sebab waktu keluar dari Mesir, lalu dikejar Firaun dan tentaranya yang marah dan lengkap bersenjata, dengan banyak rata, termasuk 600 rata pilihan Kel 14:7. Kita lihat :

Bagian Israel.

Tanya Tuhan, Tuhan jawab lewat Musa, dan ini yang harus diperbuat. Kel 14:14. Disini Israeldisuruh diam2 saja dan menunggu, biasanya disuruh melaku-kan ini dan itu.

Israel berbuat salah, mereka mau melakukan bagian Tuhan yaitu “lolos dari Firaun”. Mereka tidak sanggup, marah2, lalu bicaranya ngawur dan keji2.

  1. Bagian Tuhan. Tuhan yang cegah Firaun dan menyelamatkan Israel. Caranya, Ia membuka laut. Israel sama sekali tidak terpikir cara Tuhan ini dan sama sekali tidak mampu melaku-kannya. Sebab itu, waktu mereka mau melakukan bagian Allah, yaitu supaya lolos, mereka jadi panik, ketakutan, kacau, me-ledak2 dalam kemarahan, men-cari2 salahnya Musa!

Begitu juga waktu kita lewat lem-bah maut, jangan melakukan bagian Tuhan, seperti membelah laut, tidak mungkin, akan makin kacau lalu berbuat yang tidak pantas, ngawur.

  1. Bagian kita adalah lekat pada pokok anggur yaitu Tuhan Yesus.

Orang beriman yang lekat pada Tuhan, itu seperti carang lekat pada pokok yang benar yaitu Tuhan Yesus dan Allah Bapa menjadi Penjaganya Yoh 15:1. Ini luar biasa. Kalau carang lekat pada pokok itu biasa. Tetapi disini carang itu manusia dan pokoknya itu Tuhan Yesus Kristus sendiri dan penjaganya itulah Allah Bapa, Allah serwa sekalian alam. Ini yang luar biasa, manusia dan Allah lekat menjadi satu seperti carang da-lam pokok dan Allah Bapa yang memelihara semuanya!

  1. Bagian Tuhan, jangan dikerjakan. Ka-lau kita yang mengerjakan pasti bi-ngung, panik, kacau, bahkan menjadi celaka sebab bertindak ngawur dan bertentangan dengan rencana Allah. Jangan bersandar atau memakai ke-kuatan dan kepintaran sendiri, tidak mungkin bisa membuka laut merah!

Jangan berusaha melakukan bagian Allah supaya kita diberkati habis2an, cari kesembuhan habis2an, keamanan habis2an, menyelesaikan problem habis2an, dll. Itu bagian Tuhan. Pada saatnya, kalau kita tetap taat dipimpin Roh, pasti pertolongan untuk segala segi kehiduapn kita akan datang, misalnya :

– Uang. Kita harus bekerja supaya ada makanan untuk keluarga kita 2Tes 3;10, tetapi jangan paksakan supaya berkat Tuhan datang dengan limpah. Jangan paksakan. Seringkali karena mengha-rapkan berkat besar dan limpah lalu berdusta, ingkar janji, dan menghalal-kan segala cara, meskipun melawan Firman Tuhan supaya berkat Tuhan yang besar2 jadi nyata. Terpaksa meng-halalkan segala cara, supaya betul2 keberkatan.  Juga meninggalkan kebak-tian, tidak ada waktu bagi peme-liharaan rohani, sebab habis waktunya untuk mencari “berkat2 yang besar” supaya limpah. Itu salah. Bekerjalah secukupnya dengan jujur dan baik2 dan hidup berkenan pada Tuhan. Kalau sudah waktunya dan kita cukup kuat untuk sanggup memikul berkat Tuhan yang lebih besar, maka Tuhan akan membuka jalan dan berkat itu akan datang pada waktunya (Ams 30:8).

– Dalam menghadapi orang jahat.

Bagian kita adalah mengampuni dosa2 kejahatannya, tetapi juga cerdik seperti ular, namun tetap tulus Mat 10:16, supaya jangan dirugikan atau dimakan oleh orang2 jahat dan lihai itu. Jangan membalas, dan menghukum, pasti jadi benci dan pahit hatinya, itu berarti jatuh dalam dosa dan dikalahkan iblis. Itu bukan bagian kita, tetapi bagian Allah Rom 12:19. Allah dapat meng-hukum dengan adil tanpa berdosa, sebab itu memang bagian Allah. Pada saatnya Tuhan sendiri akan menghu-kum orang2 yang menjahati kita. Daud sama sekali tidak mau menghukum anaknya yaitu Absalom. Tetapi kalau sudah melebihi batas, pada waktunya, Tuhan sendiri yang menggantung Absalom di pohon dan mati dengan mengerikan.

Jangan mengambil bagian Tuhan, bisa masuk dalam jerat iblis, berdosa dan kacau. Tuhan tidak pernah ter-lambat melakukan bagiannya dan pasti tepat waktu dan adil. Jangan mela-kukan bagian Tuhan, nanti jadi salah!

– Dalam penyakit. Boleh usaha yang wajar untuk tetap sehat atau menjadi sehat. Sebab itu, usaha mencari kesem-buhan itu tidak salah, tetapi jangan sampai menghalalkan segala cara sam-pai ke dukun, atau berharap pada obat dan dokter sampai ber-lebih2 dan me-nyingkirkan Tuhan dengan tidak lang-sung.

Boleh berobat, tetapi juga harus periksa diri, percaya dan harap pada Tuhan. Mati hidup dalam tangan Tu-han. Kalau sungguh2 benar di hadapan Tuhan, dipimpin Roh, pasti jatah umur kita dipenuhi Tuhan dengan baik dan sehat. Jangan paksakan segala macam pengobatan yang ber-lebih2an.  Yang mau berobat, boleh tetapi nomer 1 harap Tuhan dan hidup benar serta bertanya Tuhan. Kita perlu menguatkan iman kita dengan memegang Firman Tuhan dan berdoa dalam Roh dan kebenaran dengan tekun sampai iman kita menjadi kuat dan menerima kesembuhan.

Juga dalam keamanan, dalam problem, dalam pelayanan, dalam se-gala macam kesukaran, lakukan bagian kita yaitu hidup benar dan berkenan pada Tuhan, maka pasti kita dipelihara Tuhan, dilindungi dan ditolong Tuhan dengan caraNya sendiri, yang seringkali tidak kita mengerti, itu bagian Tuhan. Kita tidak perlu melakukan bagian Tuhan, itu sangat sulit, bahkan tidak bisa. Tetapi lakukan bagian kita sendiri, sungguh2, maka bagian Tuhan juga pasti akan kita alami! Tuhan pasti akan menggenapkan bagianNya, Dia tidak pernah terlambat, atau tidak sanggup atau mengingkari janjiNya.

Sepanjang zaman: Hidup itu Kristus (bagian kita) dan mati itu untung (itu bagian Tuhan, tertolong dan kalau sudah saatnya, mati dalam Tuhan).

Dalam Minggu ke-70 Daniel: Hidup itu Kristus (bagian kita) dan (semua yang bersedia, termasuk golongan 1551) tidak ada yang mati, tetap hidup dan ikut pengangkatan. Luar biasa, bagian Tuhan pasti digenapi, juga dalam Minggu ke-70 Daniel.

III. CARA TUHAN MEMELIHARA DAN MENUMBUHKAN UMATNYA.

Tuhan melakukan ini sampai dalam lembah maut yang paling top, yaitu dalam zaman Antikris 1,2 dan ke-3, dalam Minggu ke-70 Daniel.

Kalau kita lekat pada Tuhan dan Allah menjadi Penjaga kita, tidak mungkin ada perkara2nya terjadi kebetulan bagi kita, sebabsemua ada dalam izin dan pengetahuan Allah yang Maha kuasa, Maha tahu dan cinta kita semua; Semua yang terjadimenjadi kebaikan bagi kita pada akhirnya Rom 8:28. Sebab tidak mungkin ada perkara kebetulan bagi Allah dan bagi Tuhan Yesus, sama sekali tidak mungkin. Begitu juga kalau kita lekat dalam pokok yang benar itu, tidak mungkin ada perkara kebetulan bagi orang beriman yang jadi satu dengan Allah, bahkan sampai rambut di kepala kita, dihitung, diketahui, dan ada dalam tangan Allah, sangat teliti, indah dan ajaib Mat 10:30, terpelihara oleh Tuhan Mat 10:30. Yang penting kita hidup benar dan lekat pada Tuhan seperti carang dalam pokok Tuhan Yesus, dan terus melakukan kehendak Bapa, berkenan kepadanya Kol 1:10.

Apapun yang terjadi semua ada dalam perhitungan, pengetahuandan izin Tuhan. Ayub itu dipagari 3 lapis, setan tidak bisa mengganggu sedikit-pun Ay 1:10. Juga sikon sekitarnya tidak terjadi sesukanya pada Ayub, semua tidak ada yang kebetulan, tetapi semua sudah diracik Tuhan dengan tepat untuk kebaikan Ayub, juga kita. Kalau meracik bumbu dengan betul, masakan jadi enak. Kalau salah meracik, maka rasanya tidak enak, bahkan jadi pahit dan berbahaya sebab salah meracik.

Waktu Paulus, Silas dalam penjara, keadaannya sangat celaka Kis 16:23-26, Rom 8:28.

Dipukuli sampai hancur, dipasung dalam penjara di bawah tanah, tidak ada pengharapan sama sekali. Tetapi Tuhan tahu semua dan Tuhan meracik seluruh sikon yang dialami Paulus dan Silas. Itu semua tidak kebetulan, tetapi dalam tangan Tuhan untuk menjadi kebaikan baginya. Dan heran, gara2 gempa, itu tidak menjadi malapetaka, tetapi semua menjadi baik! Ini diracik Allah jadi gempa terarah, sampai pintu penjara yang begitu kuat bisa terbuka, juga pasung terbuka, hasilnya luar biasa.

Kalau tidak diracik Tuhan, semua binasa, berhenti sampai disini.Tetapi kalau Allah yang meracik sikon di sekeliling Paulus, satu rambutpun tidak lepas, begitu tepat dan heran sehingga Paulus, Silas lepas dan kepala penjara bertobat, mungkin juga ada orang lain yang bertobat.

Bagi orang beriman yang lekat pada Tuhan, berkenan pada Tuhan, semua sikonnya diracik dan diatur satu per satu oleh Allah yang maha kuasa,menjadi kebaikan baginya.

Kalau 1 orang tidak lekat adalam Tuhan, sekalipun orang beriman, tetapi undur dari Tuhan, kalau sampai matinya ia tidak mau bertobat, Tuhan tahu, Tuhan lepaskan orang itu dan iblis akan menggarapnya. Kalau iblis menggarap anak2 Tuhan yang undur, ia garap supaya makin keras hati, tidak mau bertobat dan diusahakan supaya secepatnya mati, sehingga tidak ada lagi kesempatan bertobat, dan orang itu menjadi milik iblis

Kita lihat nasib Nebudkanezar dan Belsasyar berbeda, sebab Tuhan tahu lebih dahulu bahwa Nebukadnezar akan bertobat, tetapi Belsyasar sampai mati tidak mau bertobat.

Begitu juga Nebukadnezar akan  bertobat sungguh2, sebab itu, Tuhan memeliharanya dan memulihkannya dari sakitnya, sesudah sampai waktu-nya (7 masa = waktu yang tepat), maka dia hidup Dan 4:32.

Tuhan sanggup meracik sikon dari Nebukadnezar, sehingga semua berja-lan ber-sama2, menjadi kebaikan untuk Nebukadnezar, ini bukan kebetulan, sebab Tuhannya sudah tahu lebih da-hulu bahwa dia akan bertobat dan yang Tuhan ingin semua orang selamat, su-dah meracik sikonnya supaya tidak ma-ti 2Pet 3:9, Rom 8:29. Tetapi Belsyasar sampai mati tidak mau bertobat. Sebab itu Tuhan melepaskan dia dan musuh masuk, langsung membunuhnya ma-lam itu juga. Kalau dilepaskan oleh Tu-han, iblis langsung mengambil kesem-patan itu untuk membunuhnya, supaya lain kali jangan sampai bertobat seperti bapaknya (Nebukadnezar).

Peristiwa2 yang terjadi ada yang dirancang, ada yang se-olah2 kebetul-an, tetapi bagi orang yang hidup ber-kenan pada Tuhan dan lekat kepa-daNya Yoh 15:1, tidak ada yang kebe-tulan, seluruh sikonnya sudah diran-cang Tuhan dengan indah dan cocok, jadi kebaikan bagi orang2 yang tinggal dalam Tuhan Rom 8:28.

Saul tidak mau bertobat, akhirnya sesudah waktunya habis, ia dilepaskan Tuhan dan iblis menggarapnya terus menerus sampai mati (bunuh diri, langsung masuk Neraka).

Tetapi orang yang lekat pada Tu-han, tidak perlu takut, Tuhan me-nguasai segala keadaan, Ia bisa meracik semua sikon di sekitar kita, istimewa bagi anak2 Allah yang lekat dengan Tuhan, semua tidak ada yang kebe-tulan, tetapi diracik Allah menjadi kebaikan baginya Rom 8:28.

 

KESIMPULAN.

Kita harus siap untuk masuk lembah maut yang sekarang maupun yang top sebelum pengangkatan.

  1. Bersedia baik2 (7 KPR+) yaitu lekat pada Tuhan seperti carang pada pokok, dalam pemeliharaan Bapa.
  2. Lakukan bagian kita sendiri, terus lekat pada Tuhan, jangan melakukan bagian Allah, justru akan kacau, putus asa dan gagal, bahkan binasa.
  3. Terus penuh dan taat dipimpin Roh (7 KPR+), maka Allah akan mengerjakan bagianNya, meracik sikon kita (juga sikon dunia untuk Gereja akhir zaman), sehingga kita tidak bereaksi dosa, lolos dan lulus, sehingga semua berubah menjadi kebaikan bagi kita, apalagi dalam Minggu ke-70 Daniel, kita bisa tumbuh dan ikut dalam pengangkatan.

 

Nyanyian: Tabernakel Glory no. 85

Tuhan jaga, Tuhan hentar,

Tuhan tolong di s’tiap susah.