M4179 – 1Yohanes 1:7. Bersekutu Dalam Tubuh Kristus

Definisi:

Persekutuan tubuh Kristus adalah per-sekutuan dari orang2 yang sudah per-caya kepada Tuhan Yesus, sudah lahir baru dan dipimpin Roh; Setiap orang ini adalah anggota dari tubuh Kristus dan satu beranggotakan yang lain dan Tuhan Yesus menjadi kepala dari tubuh Kristus ini Rom 12:5, 1Kor 12:12.

Ingat, kita menghadapi ujian akhir di akhir zaman ini sebagai tubuh Kristus, tidak secara pribadi, tidak akan tahan. Sebab itu perlu memperhatikan baik2 tentang:

  1. Membangun persekutuan tubuh Kristus dalam Roh Ef 4:3. Mengapa? Sebab sampai sekarang ini persekutuan tubuh Kristus, masih belum dianggap mutlak perlu. Masih banyak orang merasa bisa tumbuh dalam ibadah dan pelayanandengan “baik” sekalipun sen-dirian atau dalam kelompoknya sendiri, tidak tergantung atau peduli anggota tubuh Kristus yang lain. Dalam Minggu ke-70 persekutuan tubuh Kristus tam-pak jelas mutlak perlu, sebab kita ha-nya bisa jadi sempurna dalam perse-kutuan Yoh 17:23. Ini berarti kita bisa bertahan dan lulus dan tumbuh, kalau kita bisa bersekutu dengan betul dalam tubuh Kristus dengankesucian dan kasih Kristus.
  2. Kita harus belajar bisa bersekutu dalam kesucian dan kasih 1Yoh 1:7, dengan anggota atau kelompok tubuh Kristus yang lain, sebab:
  3. Kasih adalah ukuran tingkat rohani 1Kor 13:13. Kasih atau cinta ada 2 macam yaitu cinta ilahi, meskipun….) dan kasih manusiawi (jikalau….). Kalau rohaninya meningkat makin tinggi, maka kasihnya makin banyak (kasih ilahi, bukan kasih manusiawi!). Kalau tidak ada kasih artinya tidak rohani 1Kor 13:1-3. Kita harus bersekutu dengan kasih Kristus. Ini mutlak perlu untuk bisa bersekutu dengan betul. Apa kita punya kasih Kristus (ilahi?).

Kasih dan benci itu seperti terang dan gelap. Allah itu kasih, iblis itu pembunuh dan benci, tanda khas dari iblis (benci itu permulaan dan sama dengan dosa pembunuh 1Yoh 3:15). Kalau cinta habis pasti datang benci, seperti terang hilang, maka gelap ma-suk. Ini berarti bila kita cinta, maka tidak ada benci, tetapi kalau tidak ada cinta, benci akan mudah atau sudah masuk, sebab keduanya bertentangan. Begitulah kalau kita berkata kita cinta pada saudara kita, tetapi ada benci atau tidak suka, berarti bohong. Jadi benci dan cinta itu saling bertentangan. Kita harus mengasihi orang di sekitar kita, apalagi saudara2 seiman.

Kalau tidak ada kasih, akan mudah menjadi “tidak suka”, “tidak cocok” dan ini permulaan dari benci. Beberapa orang punya alasan2, saya tidak benci, tetapi tidak suka atau tidak cocok, sebab itu lebih baik menjauh, tidak mau dekat, apalagi bersekutu!” Ini disukai iblis, sebab meskipun tidak di-akui, ini sudah dosa; Benci itu lawannya kasih. Kalau tidak ada kasih, benci akan masuk dengan ber-macam2 nama yang lebih halus (seperti “tidak cocok” dsb) apalagi kalau sudah ada dosa sebelum-nya, dosanya makin besar dan makin mengikat.

Kita harus cinta Allah dan cinta semua orang di sebelah kita Luk 10:27. Kalau ada benci pada siapapun, itu berarti dosa, berarti tidak ada cinta, Tuhan tidak berkenan. Juga tidak cinta Tuhan 1Yoh 4:20. Kita harus mengasihi semua orang.

Bagaimana kalau orang itu tidak mau bertobat, sangat jahat dan merugikan kita? Memang manusia biasa kalau dibenci, dengan sendirinya ia juga benci pada orang itu. Kalau dicintai, belum tentu cinta kembali padanya, tetapi kalau dibenci pasti jadi benci kepadanya. Ini otomatis untuk orang dunia. Tetapi untuk orang yang sudah lahir baru lain, meskipun dibenci, ia bisa mencintai dan tandanya ia bisa mengampuni dan tidak membalas (Rom 12:19). Tentu kita juga harus cer-dik, minta pimpinan Roh kudus, sebab orang yang benci itu mudah merugikan dan melakukan hal2 yang jahat pada kita, sebab itu kita jangan bodoh, harus cerdik, jangan sampai dirugikan, tetapi tidak benci. Minta hikmat, kuasa dan pimpinan Roh Kudus supaya kita tidak jadi korban lebih dari yang diizinkan Tuhan. Tetapi jangan kuatir, Tuhan pasti akan melindungi orang benar, Dia sanggup, sebab Dia Mahakuasa dan adil! Kalau ada cinta, kita bisa meng-ampuni, tetapi tidak bersekutu, me-lainkan menggaraminya dan tetap jangan benci, tetapi perlu sikap yang tepat, bukan seperti anjing kelu Yes 56:10 atau acuh Yak 4:17.

Biasanya cinta kita pada semua orangtidak sama. Yusuf mengampuni kakak2nya yang berdosa dan sangat jahat kepadanya, itu berarti Yusuf bisa mencintai mereka, tetapi cintanya pada Benyamin adiknya jauh lebih besar (Kej 43:34; 45:22). Ini tidak salah, tetapi harus dijaga supaya tidak ada orang yang dibenci, tetapi kita cinta  pada semua orang dan usahakan supaya te-rus bertambah. Ini adalah tanda utama bahwa rohani kita tumbuh! Kalau cinta tidak tumbuh berarti rohani tidak tumbuh. Kalau tidak bisa cinta orang lain, itu berarti masih ada benci pada orang lain, tidakcinta Tuhan.

Bagaimana kalau cintanya habis? Kebencian pasti masuk! Tandanya kalau cinta habis, mulai mudah merasa tidak suka pada orang itu, tidak cocok , tidak senang kepadanya. Mudah Jeng-kel, Mangkel, Pegel dan mudah Emosi (JMPE). Jadi kalau mulai JMPE, itu tan-danya cintanya habis. Kalau sudah pe-gel otomatis jadi benci. JMPE itu tanda cintanya habis dan benci akan segera masuk atau sudah masuk bahkan ba-nyak.  Ini berarti juga tidak cinta Tuhan 1Yoh 4:20. Sebab itu selidiki baik2, apakah kita sudah mencintai Tuhan atau belum! Tampak jelas dari adanya orang yang dibenci.

Jadi kalau ada orang yang dibenci (sekalipun jahat) itu berarti kita belum cinta Tuhan. Kita harus mengasihi dia, mengampuni dan tidak membalas, tetapi tetap harus hati2 dan cerdik (minta pimpinan Roh Kudus), namun jangan benci pada siapapun. Dan pada orang2 yang tidak bertobat, lebih2 saudara seiman, kita tidak bersekutu 1Kor 5:9-12, tetapi menggaraminya, tetapi tetap dengan kasih dan belas kasihan Mat 9:13, dan kalau dapat (orangnya mau) kita berusaha menye-lamatkan jiwanya (kembali).

  1. Dengan kesucian, persekutuan de-ngan tulus, tanpa maksud dosa atau maksud2 lain yang tersembunyi, sebab persekutuan dalam Roh, dipimpin Roh itu dalam kesucian yang betul.
  2. Kita membutuhkan persekutuan tu-buh Kristus, sebab ini membuat ke-kuatan yang berlipat kali ganda Im 26:8. Ini mutlak perlu untuk bertahan dan melawan dosa dan kejahatan yang meningkat dahsyat, sebab itu perha-tikan kesucian baik2 (MAK DSY) di ha-dapan Tuhan dan tumbuh dalam kasih, sehingga bisa bersekutu dengan betul dalam Roh, sehingga bisa terus menang dan cepat tumbuh.
  3. Lawan menjadi kawan, jangan ka-wan jadi lawan. Ams 16:7.

Kalau hidup kita berkenan pada Tuhan, maka ada limpah kasih sehingga kita bisa mengasihi saudara2 kita dan mengampuni kalau pernah menyakiti dan merugikan kita. Dan dengan kasih ilahi, kita dapat membuat musuh kita jadi kawan kita, lebih2 dengan sesama anggota tubuh Kristus.

Kalau kita dipimpin Roh, ada kasih Kristus, maka kita akan berusaha ber-damai dengan semua orang, bahkan juga dengan musuh, yang memusuhi kita, yang tidak bertobat, yang ta-biatnya jelek, pura2, merugikan, kita mau mencintai, mengampuni dan ber-damai dengan segenap hati.Paling se-dikit dari pihak kita, kita mau ber-damai, tidak benci dan tidak membalas Rom 12:18-19, Mat 5:25, Mrk 9:50, 1Tes 5:13.

Jadi kalau ada kasih Kristus dan mau dipimpin Roh, maka persekutuan kita dalam tubuh Kristus akan makin meluas. Semua orang2 yang “tidak enak, tidak cocok” akan berubah men-jadi kawan, kita bisa bersekutu, bahkan juga dengan musuh, kita bisa berdamai, tetapi tidak bersekutu dengan dosa2-nya Jd 23.

Tetapi orang yang ada benci, me-nurut daging, maka satu per satu ka-wannya akan menjadi lawannya. Ka-wan2 dalam Kristus makin lama makin berkurang.

Kita bisa melihat apakah ada kasih atau benci (atau istilah2 yang lebih halus: “tidak suka, tidak cocok”) dari berapa yang berubah jadi kawan dan berapa yang berubah jadi lawan!

Persekutuan yang makin meluas. Ja-ngan hanya bersekutu dengan orang2 itu saja, dengan kelompok sendiri, te-tapi di dalam pimpinan Roh Ef 4:3. Kita harus dapat bersekutu dengan siapa-pun di dalam Roh dan cocok, sesuai dengan Firman Tuhan, dalam terang Firman Tuhan. Maz 119:63.

Mengapa bisa bersekutu dengan semua orang yang berjalan dalam Roh dan menurut Firman Tuhan? Sebab persekutuan tubuh Kristus, tidak me-ngenal batas2 pemisah. Misalnya batas umur, suku, tingkat kedudukan, pen-didikan, kekayaan dll batas manusiawi. Kalau tidak bisa bersekutu sebab rohnya lain dan tidak sesuai Firman Tu-han, jangan bersekutu dengan mereka, tetapi terangi dan garami (Mat 5:14-16). Bersekutu di luar Firman Tuhan dan kalau rohhya lain, persekutuan kita bisa keliru  dengan orang yang salah dan cacat rohani 1Kor 5:9-12.

Akibatnya justru timbul perkara2 dosa dan melawan Allah dan melawan tubuh Kristus yang betul. Kalau “sau-dara2” itu rohnya lain, misalnya du-niawi, kedagingan, terikat dosa dll, hidup tidak sesuai Firman Tuhan, kita berusaha menggaraminya, menolong-nya supaya cocok dengan Firman Tu-han, juga penuh dan dipimpin Roh, sambil memperhatikan diri kita sendiri Gal 6:1. Sebab itu kita sendiri harus benar dan mau dan dapat dipimpin Roh. Dan setiap orang baru dipertim-bangkan dan dilayani ber-sama2 dalam Roh (berdoalah dalam Roh dan kebe-naran). Sekalipun ada perbedaan ma-nusiawi, kalau persekutuan kita dalam Roh dan Firman Tuhan, bisa makin meluas. Dengan demikian persekutuan jadi makin meluas, tetapi tetap di dalam Roh sesuai Firman Tuhan.

Tingkat2 persekutuan, yaitu:

Persekutuan Halaman, Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci. Masing2 ini ada ciri2nya sendiri2, tetapi minimum semua percaya Tuhan Yesus dan hidup dalam kesucian, tidak hidup dalam dosa.  Ini syarat minimum untuk semua tingkatan persekutuan.

Persekutuan Halaman. Seringkali tingkat Halaman bercampur dengan cara2 duniawi dan daging, itu harus dibersihkan.

Kita harus meningkat dalam

  1. Persekutuan Ruangan Suci, yaitu persekutuan dalam Roh, masing2 harus penuh dan dipimpin Roh terus menerus seperti ligabis dan bertumbuh dalam kasih. Dalam Gereja, orang2 Kristen selalu campuran, ada lalang dan gan-dum Mat 13:27,30, bahkan iblispun menyelundupkan orang2nya Gal 2:4-5. Tetapi dalam persekutuan tubuh Kris-tus, dalam hujan Awal dan hujan Akhir, lebih2 dengan pelayanan orang sem-purna, orang2 beriman yang berdosa seperti Ananias dan Safira yang masuk dihukum keras 2Kor 10:6, Kis 5:5,10 dahsyat, sehingga campuran itu segera hilang. Tetapi sekarang belum masuk Minggu ke-70 Daniel, itu belumterjadi, namun kita harus memperhatikannya baik2, jangan memaksakanmemperluas persekutuan tubuh Kristus di luar Fir-man Tuhan dan tanpa pimpinan Roh, bisa masuk jerat iblis dan terpecah belah.
  2. Persekutuan Ruangan Maha Suci, adalah persekutuan yang sempurna seperti Trinitas Yoh 17:23 dan perse-kutuan orang sempurna seperti mem-pelai Kristus + Kristus.
  3. Bisa bersekutu berarti mau menco-cokkan pikiran, pengertian, semua segi hidup dengan Firman Tuhan 1Kor 1:10, Mrk 3:25, supaya kita bisa bersekutu dalam Firman Tuhan, cocok dengan Fir-man Tuhan sehingga di dalam pim-pinan Roh Kudus, kita bisa beker-jasama dengan tulus, dengan rendah hati, dengan segenap hati, saling me-ngisi dan melengkapi tanpa pikiran dan siasat dosa. Seperti tubuh manusia di-buat Tuhan untuk saling mengisi, saling melengkapi (tidak ada yang berten-tangan satu sama lain), sehingga bisa berfungsi harmonis dan hasilnya besar 1Kor 12:12-29. Ditambah lagi dengan jabatan + talenta2 pimpinan Tuhan, cara kerja dll yang berbeda, tetapi saling melengkapi, semua dalam pim-pinan Roh akan membawa hasil sesuai rencana Allah, indah dan sempurna.
  4. Persekutuan seperti 1 orang.

Dalam persekutuan tubuh Kristus kita tidak hanya memperhatikan perseku-tuan dalam Roh, tetapi juga semua 7 KPR lainnya perlu dilakukan dengan sukacita, bukan dengan terpaksa; Dengan demikian kita akan dapat ber-sekutu dengan baik dan betul, dalam ril Firman Tuhan yang sama, sebab dipim-pin Roh yang sama, sehingga kita ke-luar menghadapi musuh dan deru akhir zaman seperti 1 orang Hak 20:11.

Dalam dunia, bersatu seperti 1 orang, juga dilakukan dan seringkali ada hasil yang nyata. Tetapi biasanya orang dunia bersatu waktu ada perlu untuk satu maksud yang sama. Sesudah berhasil, dalam segi2 lainnya bisa saling bertentangan, sebab itu persatuan harus dipelihara, kalau tidak persatuan-nya bisa pecah, bahkan lebih parah.

Tetapi tubuh Kristus bersatu seperti satu orang, yaitu sebabdisesuaikan de-ngan Firman Tuhan dalam segala segi hidup, segala tempat dan segala wak-tu, sehingga bisa tetap teguh bersekutu karena Kristus terus menerus, sebab dalam segala hal disesuaikan dengan Firman Tuhan. Kalau masing2 berse-kutu tanpa dosa dan dipimpin Roh berdasar Firman Tuhan, maka kita da-pat menjadi satu dalam hal apapun, kapanpun, dimanapun, sebab ukuran-nya adalah Firman Tuhan dalam pe-ngertian yang sama oleh Roh Kudus Mrk 3:25.

Kekuatan umat Tuhan yang bersatu dalam Kristus itu berlipat kali ganda sangat besar, apalagi kalau sudah bisa bersekutu diantara banyak orang, bahkan global (yaitu dalam Wah 12:1). Itu sulit dan mustahil kalau tidak ada satu dasar utama yang sama (Firman Tuhan) dan dipimpin Allah sendiri (Roh Kudus). Ini tidak bisa ditiru manusia, sebab setiap manusia punya pikiran, pendapat dan ukuran yang ber-beda2.

Tetapi persekutuan tubuh Kristus dipersatukan dalam Firman Tuhan dan dipimpin Roh Allah sendiri.Tidak sulit menghadapi hari2 yang akan datang asal kita dapat bersekutu ber-sama2 seperti 1 orang di dalam satu Roh dan penuh dengan 7 KPR. Dengan Tuhan dan bersekutu dalam Roh, pasti me-nang! Memang kesulitan persekutuan sekarang, disebabkan Gereja rata2 masih campuran (suci dan dosa, gan-dum dan lalang, daging dan Roh, Ha-laman dan Ruangan Suci) dan mener-tibkan yang salah itu sulit sehingga persekutuan sulit bertambah besar, tetapi tetap harus usaha untuk makin besar dan ada penertiban lebih2 di dalam Roh sampai jadi persekutuan global dalam Roh Wah 12:1.

Pola pikir kita harus diubah, dise-suaikan dengan Firman Tuhan, yaitu kita ini anggota tubuh Kristus, perlu bersekutu, sebab satu beranggotakan yang lain Rom 12:5, 1Kor 12:12.

Jangan menyendiri atau hanya te-tap dalam kelompoknya sendiri dan ti-dak mau dengan orang atau kelompok lain, sekalipun sama2 berjalan dalam Roh.

Kesimpulan.

Belajar bersekutu dalam Roh, mulai dari kelompok kecil dalam keluarga, dalam Persekutuan Sel, seksi dst, tetapi jangan tetap terbatas diantara orang itu2 saja, melainkan meluas terus sam-pai seluruh Gereja, Sinode, kota dst. Mulailah berjalan dengan pimpinan Roh, bukan dengan kekuatan atau ambisi manusiawi.

Kalau mau hidup suci, dengan Kristus dan denganiman, kita pasti bisa tetap dalam kesucian. Di dalam kesu-cian dan mau taat, maka kita akan lebih mudah mendengar suara Roh lalu langsung taatlah, baik dalam hal2 kecil dan besar, maka kita bisa selalu hidup dalam Roh, dipimpin Roh untuk ber-sekutu dalam tubuh Kristus; Perse-kutuan seperti ini mutlak perlu, lebih2 untuk menghadapi dosa dan kejahatan yang luar biasa pada akhir zaman ini.