M4177 – YESAYA 21:11-12; 46:10b. APA YANG AKAN TERJADI BESOK? (SUDAH BERAPA JAUH MALAM?)

ALLAH TAHU LEBIH DAHULU.

Allah tahu lebih dahulu, sebab itu Ia bi-sa menentukan lebih dahulu. Rom 8:29, 1Pet 1:2 (Yes 42:9, Dan 2:28; 10:14, Mat 24:36, Kis 3:18; 15:18, Rom 11:2). Tentang yang akan datang, manusia hanya me-ngira2, tetapi orang beriman yang bisa mengerti nubuatan Allah juga bisa tahu lebih dahulu, sebab memang Allah akan memberitahu lebih dahulu, supaya kita bisa ber-jaga2 dan siap Amos 3:7.

Kita sudah mendengar derunya dari hal2 yang akan datang, dan banyak orang mengambil kesimpulan dengan logikanya, misalnya kalau seorang da-tang sembunyi2 dengan bom, itu te-roris. Yang datang dengan marah akan mudah berkelahi. Yang uangnya habis akan mudah bertindak menghalalkan segala cara dst. Itu logika yang normal, yang menghasilkan ramalan2 ilmiah yang dahsyat, belum lagi ramalan2 kuasa gelap yang menakutkan, padahal semua itu belum tentu benar.

Tetapi Allah tahu dengan tepat apa yang akan terjadi dan itu bisa ber-tentangan dengan logika manusia. Go-liat datang semua sudah melihat ben-cana besar, tetapi Allah tahu lebih dahulu bahwa Israel akan menang, menjarah dan bersukacita, sebab Daud yang percaya pada Tuhan dikirim lewat perintah bapaknya. Logika semua ten-tara Israel tidak jadi, tetapi apa yang diketahui Allah jadi. Sebab itu kita perlu tahu nubuat Firman Tuhan tentang peristiwa2 yang akan datang (Amos 3:7), meskipun itu bertentangan de-ngan ramalan akal dll, kita tidak perlu takut, asal selalu taat dipimpin Roh. Begitu juga jangan takut mendengar hebatnya deru peristiwa2 yang dahsyat yang sudah direncanakan manusia untuk dilaksanakan.

DERU KERIBUTAN

YANG SUDAH DIDENGAR

  1. Deru tehnology. Tehnologi sudah membuat perubahan yang dahsyat da-lam ekonomi, dalam persenjataan, po-litik, dalam komunikasi dll. Sebagian orang untung, sebagian buntung. Yang tidak bisa mengejarnya jadi kacau dan rugi. Perlukah kita takut? Bagaimana sikap kita? Seberapa banyak yang bisa kita ikuti atau mempelajarinya, kita perlu melakukannya. Ini tidak mudah, tetapi kita tidak perlu takut asal tetap lekat pada Allah, sebab Allah itu sum-bernya dari segala pengetahuan manu-sia, bahkan jauh lebih tinggi, dan tidak akan tercapai oleh manusia Yes 55:8-9. Kebodohan Allah itu lebih besar hik-matnya daripada manusia yang terting-gi 1Kor 1:25. Manusia bisa membuat alat2 canggih, tetapi tidak bisa mem-buat alat2 tubuh yang paling sederhana (misalnya mata, telinga, lidah dll), bah-kan untuk mengerti saja, tidak sanggup mengerti semuanya. Apalagi mengerti tentang matahari, bumi membelah, malapetaka dll, manusia tidak bisa me-ngatasinya. Tsunami hanya kira2 tahu, tetapi tidak bisa mengatasinya dll, se-bab itu haraplah pada Tuhan yg Maha-kuasa, Mahatahu dan sanggup meme-lihara nyawa, nafkah, kesehatan dll.

Cara hidup Putra manusia Yesus dipimpin Roh (Mat 4:1, Luk 4:1,18), sebab itu Ia dapat mengatasi semua problem dalam zamannya. Juga kita, seharusnya meniru Kristus, kalau mahir dipimpin Roh, kita pasti bisa mengatasi semuanya dengan hikmat dan kuasa Allah. Banyak orang gagal sebab tidak hidup suci dan tidak taat dipimpin Roh dengan betul. Kalau penuh dan di-pimpin Roh, pasti tidak gagal atau ka-lah, seperti Putra manusia Yesus. Pen-cobaan dan kesukaran bahkan kega-galan bisa datang, tetapi itu bukan ka-rena tidak bisa mengalahkan penco-baan, tetapi itu pengolahan dan kalau kita tidak bereaksi dosa dan taat dipimpin Roh, maka semua kesukaran itu akan berubah menjadi kebajikan, keuntungan dan rohani kita meningkat makin tinggi di hadapan Allah Rom 8:28. Jangan takut, ikuti secukupnya te-tapi tetap harap Tuhan. Dengan Tuhan kita pasti menang sampai ke akhir, termasuk dalam pengolahan. Kunci Putra manusia Yesus dipimpin Roh masih berlaku sampai sekarang, sebab itu kita harus bebas dari dosa seperti Kristus Ibr 4:15 dan taat dipimpin Roh dengan mahir dengan tingkat rohani yg terus meningkat. Allah di atas tehno-logi, jangan kuatir, tetapi hiduplah ma-kin berkenan pada Tuhan dalam kesu-cian & taat penuh dipimpin Roh. Allah sanggup menghadapinya untuk kita.

  1. Deru kejahatan manusiawi. Ma-cam2 rencana dan perbuatan jahat ma-nusia yang makin meningkat, dapat kita dengarkan di mana2, cukup menge-rikan. Tetapi korbannya itu bukan di-tentukan olehmereka, sebab Allah me-melihara kita dengan sangat teliti sam-pai rambutpun tidak lepas tanpa izin Allah Mat 10:31 (juga stock rambut dalam tangan Allah, apalagi yang lain, tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi orang yang percaya Mrk 9:23). Kita perlu hati2 secukupnya, jangan njarak, nantang bahaya Mat 4:7, tetapi jangan kuatir, Tuhan sanggup menolong kita, menguasai sikon dan semua orang jahat! Banyak orang melihat dan men-dengar rencana orang jahat yang makin meningkat, sudah sangat takut dan kena serangan jantung Luk 21:26, te-tapi orang yang mengerti bisa menya-nyi seperti Paulus di tengah2 fakta ke-matian dan betul2 Tuhan datang de-ngan kuasaNya melepaskan Paulus dan Silas Kis 16:25.
  2. Kuasa gelap yang melimpah. Orang dosa menghalalkan memakai kuasa ge-lap, bahkan mencarinya. Tetapi dengan Tuhan kita dapat meng-injak2 kuasa gelap yang nampaknya begitu dahsyat Luk 10:19 dan kita bisa mengusir setan Mrk 16:17. Jangan ragu2 takut kalah, sebab kita menang karena percaya 1Yoh 5:4, Mat 8:13. Kalau perlu kita bisa puasa Mat 17:21. Lebih2 kalau kita sudah masuk dalam masa yang paling genting (Baptisan api Mat 13:11, api sudah menyala di seluruh dunia Luk 12:49-50, ujian akhir bagi seluruh dunia Wah 3:10, Luk 21:35, masa hukuman rumah Allah 1Pet 4:17). Orang yang tidak mengerti dan tidak tinggal di da-lam Tuhan akan ketakutan, tetapi orang yang tinggal dalam Tuhan dan bersedia akan terpelihara dengan janji rahasia yang istimewa dan luar biasa, yaitu 1Kor 15:51-52, sebab itu jangan takut, tetapi jadilah orang yang ber-jaga2 dan berkenan pada Tuhan seperti ligabis. Dalam hal rohani teruslah me-ningkat, jangan hanyut dalam dosa du-nia yang makin meningkat tinggi!
  3. Dan lain2. Jangan lupa dalam Ming-gu ke-70 Daniel juga ada bala Allah turun atas dunia yang penuh dengan dosa dan kejahatan. Dalam 3,5 tahun I: 4 Meterai dan 4 Sangkakala dalam 3,5 tahun II sesudah pengangkatan: 3 Me-terai, 3 Sangkakala dan 7 Bokor murka Allah. Sebab itu orang beriman yang jatuh dan hanyut dalam tsunami dosa yang dahsyat waktu itu, juga kena se-perti orang2 dosa lainnya sebab Allah adil. Juga orang2 yang akan ikut peng-angkatan merasakan segala dosa, keja-hatan danancaman2 yang dahsyat ini, tetapi yang taat dipimpin Roh akan tetap sejahtera dan tidak kena (1551).

III. CARA MENGHADAPI GEJOLAK AKHIR ZAMAN.

Kita harus ingat bahwa ini menjadi ujian akhir bagi kita semua, baptisan api yang juga dijalani Putra manusia Yesus Luk 12:50 dan kita semua (1Pet 4:17 masa penampian seluruh dunia Wah 3:10, Mat 3:12). Tujuannya supa-ya Gereja, yang lulus, menjadi sem-purna (dalam banyak tingkatan2) se-hingga siap untuk pengangkatan. Kare-na ini masa penamatan, maka ujiannya juga berat, sebab itu orang yang tidak bersedia, tidak ber-jaga2, akan gugur, tetapi yang sudah ber-jaga2 lebih da-hulu bisa tahan, lulus, meningkat siap untuk pengangkatan; Ini kesempatan emas yang besar. Orang yang tidak tumbuh dalam kesucian dan kasih (ini adalah ukuran pertumbuhan rohani), sehingga bisa mengampuni dan mem-berkati musuh, tidak akan tahan tetapi gugur. Kejahatan bisa meningkat de-ngan leluasa, sebab memang diizinkan Tuhan untuk sangat meningkat, men-jadi ujian akhir bagi Gereja.  Sebab itu kita juga harus meningkat dalam selu-ruh segi hidup kita. Kuncinya adalah jadi seperti Kristus, makin seperti Kris-tus, maka kita akan menang dan me-ningkat makin tinggi. Target kita dalam Minggu ke-70 Daniel adalah:

  1. Masuk golongan 1551, jangan men-jadi 1102 atau mati dalam dosa, binasa kekal.
  2. Dapat mengatasi dan lulus dalam ujian akhir ini, sehingga tumbuh dan ber-buah2.

Ingat, kita menghadapi ujian akhir ini sebagai tubuh Kristus, tidak secara pribadi, tidak akan tahan. Sebab itu perlu memperhatikan baik2 tentang:

Persekutuan tubuh Kristus dalam Roh Ef 4:3, sebab sampai sekarang ini persekutuan seluruh tubuh Kristus, masih belum termasuk bagian terpen-ting. Mungkin banyak orang bisa tum-buh pelayanan dan ibadah dengan “baik” sekalipun sendirian atau dalam kelompoknya sendiri, tidak tergantung atau peduli anggota tubuh Kristus yang lain. Dalam Minggu ke-70 persekutuan tubuh Kristus sangat penting, sebab kita hanya bisa jadi sempurna dalam persekutuan Yoh 17:23. Ini berarti kita bisa bertahan dan lulus, kalau kita bisa bersekutu dengan betul dalam kesu-cian dan kasih Kristus.

Pola pikir kita harus diubah, dise-suaikan dengan Firman Tuhan, yaitu kita ini anggota tubuh Kristus, perlu bersekutu, sebab satu beranggotakan yang lain Rom 12:5, 1Kor 12:12. Jangan menyendiri atau hanya tetap dalam kelompoknya sendiri dan tidak mau dengan orang atau kelompok lain, sekalipun sama2 berjalan dalam Roh. Harus belajar bisa bersekutu dalam kesucian dan kasih 1Yoh 1:7, sebab:

  1. Kasih adalah ukuran tingkat rohani 1Kor 13:13.
  2. Kita membutuhkan persekutuan tu-buh Kristus, sebab ini membuat kekuat-an yang berlipat kali ganda Im 26:8. Ini mutlak perlu untuk bertekun dan mela-wan dosa dan kejahatan yang mening-kat dahsyat, sebab itu perhatikan kesu-cian baik2 (MAK DSY) di hadapan Tu-han dan tumbuh dalam kasih, sehingga bisa bersekutu dengan betul dalam Roh, itu sesuai Firman Tuhan.
  3. Bisa bersekutu berarti:
  4. Bisa bekerjasama dengan tulus, ren-dah hati, segenap hati, saling mengisi dan melengkapi tanpa pikiran dan sia-sat dosa.
  5. Jangan hanya dengan kelompok sen-diri, tetapi di dalam pimpinan Roh bisa bersekutu dengan siapapun sesuai Fir-man Tuhan Maz 119:63, tanpa batas umur, suku, tingkat kedudukan, pendi-dikan, kekayaan dll batas manusiawi. Kalau tidak bisa bersekutu dalam pim-pinan Roh dan sesuai Firman Tuhan, maka persekutuan kita bisa keliru ber-sekutu dengan orang yang salah dan cacat rohani, akibatnya justru timbul perkara2 dosa dan melawan Allah dan tubuh Kristus yang betul. Sebab itu kita sendiri harus benar dan mau dan dapat dipimpin Roh, dan semua dipertim-bangkan bersama dalam Roh, juga se-tiap orang baru. Dengan demikian persekutuan jadi kompak dan makin meluas, tetapi tetap di dalam Roh se-suai Firman Tuhan. Bedakan juga per-sekutuan Halaman, Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci. Masing2 ini ada ciri2nya sendiri2, tetapi minimum se-mua percaya Tuhan Yesus dan hidup dalam kesucian, tidak hidup dalam dosa. Ini syarat minimum dalam Ha-laman. Seringkali tingkat Halaman ber-campur dengan cara2 duniawi dan da-ging, itu harus dibersihkan. Kita harus meningkat dalam tingkat Ruangan Suci, yaitupersekutuan dalam Roh, masing2 harus penuh dan dipimpin Roh terus menerus seperti ligabis. Orang Kristen selalu campuran, bahkan iblispun me-nyelundupkan orang2nya Gal 2:4-5. Tetapi dalam persekutuan tubuh Kris-tus, lebih2 dengan pelayanan orang sempurna, orang2 berdosa yang masuk dihukum keras 2Kor 10:6, Kis 5:5,10 dahsyat, sehingga campuran itu segera hilang.

Memang dalam persekutuan tubuh Kristus kita tidak hanya memperhatikan persekutuan dalam Roh, tetapi juga segala 7 KPR lainnya perlu dilakukan dengan sukacita dipimpin Roh, maka kita akan bisa bersekutu dengan baik, dalam ril Tuhan yang sama, sebab dipimpin Roh yang sama, sehingga kita keluar menghadapi deru akhir zaman seperti 1 orang Hak 20:1,8,11. Bersatu seperti 1 orang, juga dilakukan dalam dunia dan ada hasil yang nyata. Tetapi biasanya orang dunia bersatu waktu ada perlu untuk satu maksud yang sama. Sesudah berhasil, dalam segi2 lainnya bisa saling bertentangan, tidak heran kemudian bisa pecah, bahkan lebih parah. Tetapi tubuh Kristus ber-satu seperti satu orang (yaitu disesuai-kan dengan Firman Tuhan) dalam se-gala segi, segala tempat dan segala waktu, sehingga bisa tetap teguh ber-sekutu karena Kristus, sesuai Firman Tuhan. Kalau masing2 bersekutu tanpa dosa dan dipimpin Roh, akan bisa jadi satu dalam hal apapun, kapanpun, di-manapun, sebab ukurannya adalah Firman Tuhan dalam pengertian yang sama oleh Roh Kudus.  Kekuatan umat Tuhan yang bersatu dalam Kristus itu berlipat kali ganda sangat besar, apa-lagi kalau sudah bisa bersekutu di-antara banyak orang, bahkan global. Itu sulit dan mustahil kalau tidak ada satu dasar utama yang sama (Firman Tuhan) dan dipimpin Allah sendiri (Roh Kudus). Ini tidak bisa ditiru manusia, sebab setiap orang punyaukurannya yang ber-beda2. Tidak sulit menghadapi hari2 yg akan datang asal kita ber-sama2 di da-lam satu Roh dan penuh dengan 7 KPR. Pasti menang! Memang kesulitan per-sekutuan sekarang, disebabkan masih campuran (suci dan dosa, gandum dan lalang, daging dan Roh, Halaman dan Ruangan Suci) dan menertibkan yang salah itu sulit sehingga persekutuan sulit bertambah besar, tetapi tetap ha-rus usaha untuk makin besar dan ada penertiban lebih2 di dalam Roh sampai jadi persekutuan global dalam Roh Wah 12:1. Belajar mulai dari kelompok kecil dalam keluarga, dalam Perseku-tuan Sel, seksi dst, jangan tetap terba-tas, meluas terus sampai seluruh Gere-ja, Sinode, kota dst. Mulailah berjalan dengan pimpinan Roh bukan dengan kekuatan atau ambisi manusiawi.

BERAPA JAUH MALAM?

Yes 21:11-12.

Kalau tidak jelas, datang lagi bertanya. Kita perlu banyak atau sering ber-ta-nya2. Sudahkah kita masuk Minggu ke-70 Daniel? (Lonceng nubuatan Daniel, mulai berjalan lagi). Kalau sudah masuk masa ini, maka orang2 benar tidak ada yang mati, tetapi tumbuh, siap untuk pengangkatan. Kita tidak tahu tepat keadaan rohani seseorang, tetapi dari banyak kasus dan dipimpin Roh kita akan tahu kalau waktunya sudah sam-pai 1Tes 5:4-5. Kalau belum jelas, boleh bertanya lagi, sebab ini masa penting dan keadaannya berbeda dari yang lalu2, sebab Allah (3 Pribadi) nyata le-bih dahsyat, tetapi umat Tuhan juga dituntut lebih banyak, sangat tertib dalam kesucian, dan biasanya dalam Minggu ke-70 Daniel juga “sulit atau tidak bisa pindah jalur” dari dosa kepada kesucian atau dari jalan lebar ke jalan sempit. Tetapi sebelumnya ada banyak pertobatan dalam hujan Akhir sebelum Minggu ke-70 Daniel. Ini diceritakan Tuhan dalam perumpa-maan Pesta Kawin Raja, banyak orang jalanan, cacat diajak masuk ke Pesta Kawin Raja Mat 22:9. Juga dalam za-man Nuh ada banyak binatang2 (orang beriman tingkat Halaman 2Pet 2:22) berubah jadi jinak (rohani) dan masuk dalam bahtera Nuh dan selamat, dan bahtera Nuh penuh. Inilah orang2 yang bertobat dalam hujan Akhir dan disiap-kan untuk ikut pengangkatan, kecuali yang tidak mau memakai pakaian pesta kawin (tidak mau hidup suci dan ber-sedia). Mat 22:9-10; 21:32, Kej 7:8-9.

Ini suatu kegerakan Roh Kudus yang besar, sehingga rumah Allah penuh de-ngan jiwa2 yang sungguh2 mau berto-bat. Mereka diolah terus, sehingga jumlah jiwa2 dalam tubuh Kristus, da-lam masing2 tingkat/ golongannya ge-nap, lalu Tuhan datang. Mereka tum-buh dengan cepat, tetapi orang yang baru mau bertobat dalam Minggu ke-70 Daniel sulit, sebab yang setengah hati seperti Ananias bisa mati di tem-pat, sebab masih berdusta dan cinta uang, untuk berubah susah, sebab bu-tuh banyak waktu dan pengolahan, sudah terlambat, apalagi dituntut ting-katan yang tinggi. Sebab itu sekarang ini kita harus bersedia, berubah dan tumbuh terus, sehingga waktu Minggu ke-70 Daniel, kita sudah bisa hidup da-lam kesucian yang penuh dalam segala segi hidup dan bisa tumbuh dengan cepat seperti kilat, makin tinggi dalam kemuliaan Tuhan, bahkan ada yang sempurna. Jangan terlambat, rugi untuk kekal.

KESIMPULAN.

  1. Untuk tumbuh perlu waktu, yang menunda bertobat, biasanya ada se-babnya, yaitu tidak mau melepaskan percintaan dunia/ dosa, ini berbahaya, bisa jatuh dan terhilang untuk kekal.
  2. Yang sungguh2 bersedia, berjalan dengan Tuhan, untung besar, sekalipun harus masuk dalam ujian akhir, bisa tahan dan lulus sehingga menjadi ma-kin indah untuk kekal.
  3. Celaka dan nasib yang malang itu bukan untuk orang yang hidup dipim-pin Roh (dalam Ruangan Suci), tetapi untuk yang dari Halaman Wah 11:2, sebab itu sekarang bertobat sungguh2 dan naiklah ke atas Fil 3:13,14.
  4. Masuk dalam golongan yang suci makin suci, jangan sebaliknya, maka kita akan mengalami rencana Allah yg indah2 dalambagian penamatan ren-cana Allah ini. Jalan dengan iman, (meskipun tidak mengerti) dan dengan syukur sekalipun mendung mengan-cam, Tuhan sanggup menggenapkan rencanaNya dalam setiap orang yang percaya dan lekat pada Tuhan dipimpin Roh, dalam tahun baru ini dan tahun2 yang akan datang.

Nyanyian:

Serta Tuhan kujalan, dalam pimpinanNya

Lewat jalan yang baru, yang b’lum kujalani

Sandar Firman kuasaNya, s’perti buta tuli

Meningkat makin tinggi,

jalan dengan Tuhan.