M4176 – Pengkhotbah 9:10. Hidup Ini Suatu Kesempatan Emas

DEFINISI DAN PRINSIP KESEMPATAN.

  1. Apakah kesempatan itu? Kesem-patan itu peluang untuk dapat mela-kukan sesuatu untuk mencapai satu maksud atau tujuan tertentu.
  2. Hidup untuk apa? Satu2nya kesem-patan terbesar dalam hidup ini adalah untuk menentukan tempat hidup kekal kita di Surga atau Neraka. Kalau tidak dapat Surga, semua yang didapat, sekalipun seluruh dunia itu sia2 Mat 16:26. Ini kesempatan utama/ pokok di atas semuanya.
  3. Kesempatan untuk mendapat apa? Untuk mendapat hal2 rohani yang ke-kal, ini tujuan hidup yang betul; untuk mendapat hal2 jasmani, ini perlu, tetapi ini hanya fasilitas saja.
  4. Kesempatan dari mana?

Kita juga harus dapat membedakan ke-sempatan gelap dari iblis dan kesem-patan terang dari Tuhan.

Kesempatan dari Allah.

A.1. Satu seri (set) kesempatan dari Allah. Allah punya rencana untuk se-tiap anak2 Allah sejak baru lahir baru Yoh 1:12, Yer 29:11, Ef 2:10.

Sejak seorang lahir baru, Allah lang-sung memberi satu seri kesempatan untuk hidupnya, sehingga bisa bertum-buh dari lahir sampai matang, sem-purna seperti Kristus. Ilustrasi: Kita bisa melihat satu benih, biji atau telur yang lahir, itu sudah lengkap berisi satu seri fasilitas atau kesempatan untuk ber-tumbuh dari lahir (menetas) sampai jadi seperti induknya dengan sempur-na. Begitu Tuhan sudah memberi kita satu seri, satu set) kesempatan yang lengkap, kalau kita pakai dengan nor-mal (baik), bisa menjadi seperti Kristus. Misalnya masing2 orang dapat 10.000 kesempatan untuk seumur hidupnya, itu cukup untuk tumbuh sampai sem-purna seperti Kristus, kepala semua orang beriman.

A.2. Mengapa kesempatan 1 set?

  1. Kalau Allah sudah memulai, Dia akan meneruskan sampai akhirnya Fil 1:6.
  2. Allah adil untuk setiap orang Rom 3:11.
  3. Kesempatan dari iblis.
  4. Manusia.

MACAM-MACAM KESEMPATAN.

  1. Rutin. Ini kesempatan yang biasanya terus menerus ada, paling banyak dan setiap kesempatan itu ada faedah dan berkatnya sendiri2. Ini diberikan Allah dalam hidup kita.
  2. Di rumah. Ada banyak kesempatan rutin yang kita dapatkan dalam hidup bersama di rumah.
  3. Di Gereja, disini ada banyak kesem-patan, terutama yang rohani, yang da-pat kita pakai dan peroleh ber-sama2 dalam tubuh Kristus, juga kesempatan jasmani.
  4. Tempat kita se-hari2 dalam tempat bekerja, sekolah atau pekerjaan rumah dll. Biasanya disini juga banyak kesem-patan, lebih2 dengan cara hidup sesuai Firman Tuhan.
  5. Dalam pergaulan dgn orang dekat, orang jauh, orang baru, tamu dll, juga ada banyak kesempatan dari Tuhan.
  6. Dan lain2.
  7. Tersembunyi. Biasanya ada sebagian kesempatan tidak terlalu jelas, tetapi kalau kita mengerti Firman Tuhan dan hidup diterangi dgn Firman Tuhan (Maz 119:105), lebih2 dalam pimpinan Roh Kudus, maka banyak kesempatan yg samar juga bisa kelihatan, bahkan da-pat menjadi kesempatan besar yg indah.
  8. Kesempatan ekstra, seharusnya ke-sempatannya sudah habis atau tidak ada kesempatan lagi, tetapi oleh ke-murahan Tuhan, atau karena doa atau doa syafaat orang lain, ia mendapat lagi kesempatan dari Tuhan. Misalnya Hizkia harus mati, tetapi ia minta ke-pada Tuhan dan mendapat lagi kesem-patan ekstra 15 tahun. Lot yang seha-rusnya mati oleh doa syafaat Abraham, bisa dapat hidup. Juga orang yang sakit, seharusnya mati, sebab disembuhkan oleh Tuhan ia mendapat kesempatan lagi. Sarah, Rachel, Hanna yang man-dul, tetapi dengan pertolongan Tuhan mendapat kesempatan beranak. Orang yang undur dan kena hukuman, tetapi bertobat, dapat lagi kesempatan se-perti Yunus. Di akhir zaman ada ke-sempatan ekstra bisa ikut pengang-katan, tidak mati dll.
  9. Kesempatan sesuai tingkat rohani. Orang2 dalam tingkatan Ruangan Maha Suci punya kesempatan yang penuh dan indah, jauh lebih banyak dari ting-katan Ruangan Suci, dan ini jauh lebih banyak dari tingkatan Halaman. Misal-nya kesempatan untuk Yusuf, Daud, Daniel dll itu jauh lebih banyak dari-pada orang yang hidupnya tidak sung-guh2 ikut Tuhan.

Orang2 di luar Halaman hanya punya kesempatan untuk bertobat.

BERAPA LAMA KESEMPATAN ITU? (WAKTU).

Semua kesempatan itu ada batasnya, kalau tidak dipakai akan hilang, berakhir atau habis.

  1. Selagi hidup, ini kesempatan untuk memilih Surga dan Neraka dan dalam tingkat2 yang makin tinggi. Jatah umur hidup manusia tidak sama dan biasa-nya tidak diketahui Yak 4:14, Pkh 9:12. Rata2 zaman sekarang antara 70-80 tahun Maz 90:10.
  2. Selagi siang Yoh 9:4. Kalau malam datang, kesempatan itu hilang. Siang itu bisa berarti secara:
  3. Pribadi. Kesempatan pribadi misal-nya kesehatan, itu sangat mempe-ngaruhi kesempatan dan pemakaian-nya. Memiliki hubungan, kedudukan, harta, sekolah, pengalaman dll. Juga kesempatan pribadi seperti jumlah talenta, jabatan, pengurapan dsb. Se-mua kesempatan ini bisa habis secara pribadi.
  4. Umum, misalnya adanya bencana alam, larangan2 lokal atau global, per-ubahan zaman dll. Ini bisa tiba2 ber-ubah menjadi malam, kesempatan habis.
  5. Kesempatan global. Kesempatan itu bisa habis untuk seluruh dunia, misal-nya waktu Minggu ke-70 Daniel, saat pengangkatan, kiamat dsb.
  6. Beberapa kali. Kesempatan yang sa-ma diberikan untuk bertobat atau men-dapatkan sesuatu hal yang indah dari Tuhan, misalnya Mesir dapat kesem-patan 10 kali bala untuk bertobat. Israel diberikan 10 kali untuk tidak ber-sungut2, waktu kesempatan habis, me-reka dibinasakan di padang gurun. Musa hanya mendapat satu kali ke-sempatan untuk masuk Kanaan dll.
  7. Tergantung zamannya. Misalnya da-lam zaman Adam orang mendapat jatah hidup sampai 1000 tahun (juga dalam Kerajaan 1000 tahun). Kesem-patan dalam Wasiat Lama dan Wasiat Baru sangat berbeda, lebih2 kesem-patan pada akhir zaman, ada banyak kesempatan ekstra dan top.

III. BATAS-BATAS KESEMPATAN.

Semua kesempatan ada batasnya.

Apa batas2 kesempatan itu?

  1. Mati jasmani Pkh 9:10. Sesudah mati, semua kesempatan berhenti.
  2. Mati rohani. Kalau waktu sudah ha-bis (mati), maka kesempatan juga ha-bis, tetapi kadang2 waktu masih ada, tetapi kesempatan sudah habis, misal-nya ada orang yang keras hati, mabuk anggur dunia Luk 5:39, dll sehingga umur dan kesempatan masih ada, te-tapi ia tidak mau memakainya, sebab sudah mati rohani.
  3. “Siang” jadi “malam”, maka kesem-patannya habis Yoh 9:4.
  4. Kesempatan tidak dipakai. Kalau ke-sempatan yg diberi oleh Tuhan tidak dipakai, maka kesempatan yang masih ada akan diambil daripadanya Mat 13:12. Apa sebabnya? Allah adil, pasti ada sebabnya, biasanya karena dosa, hati bercabang, suam dll. Pada prinsip-nya dosa itu menghabiskan kesem-patan.
  5. Kalau tidak berbuah sesudah sampai waktunya, akan dipotong oleh Tuhan Mat 3;10, Luk 13:9.
  6. Dan lain2.
  7. Apakah kesempatan yang habis, bisa ditambah lagi?
  8. Sebelum waktu habis, bisa ditam-bah, misalnya:
  9. Dengan memakai setiap kesem-patan baik2, maka Tuhan menambahi lagi Mat 13:12.
  10. Dengan menebus waktu, kita dapat waktu lebih banyak dan dengan de-mikian bisa mendapat danmemakai kesempatan lebih baik.
  11. Mendapat, mencari, membuat ke-sempatan lebih banyak lagi.
  12. Taat akan Firman Tuhan, bisa ditam-bah kesempatannya, misalnya anak yang hormat orangtua, jatah umurnya bisa ditambah, supaya bisa berbuat baik lebih banyak. Kalau yang kurang ajar dan jahat ditambah jatah umurnya, bisa lebih banyak dosanya dan kalau tidak bertobat, bisa binasa. Juga yang taat menabur, dapat tuaian, dapat kesempatan lebih banyak.
  13. Sesudah kesempatan habis, ada yang mendapat kesempatan ekstra lagi, misalnya karena
  14. Bertobat kembali dengan sungguh2, sesudah diampuni, kadang2 mendapat sebagian dari kesempatan yg hilang itu. Misalnya Yunus, Lot, Daud, Musa ber-dosa di Air Meriba, kesempatannya langsung habis, tidak bisa masuk Ka-naan.
  15. Dengan doa syafaat, kesempatan ditambah. Pohon yang tidak berbuah ditambah 1 tahun, juga Lot, Yunus dll.
  16. CARA MENDAPATKAN KESEMPATAN.
  17. Dari Allah.

Allah sudah menyediakan rencana yang penuh dengan kesempatan yang leng-kap, sempurna, paling baik dan paling cocok untuk masing2 kita, Allah juga mengenal kita dan tahu lebih dahulu seluruh hidup kita yang akan datang. Sebab itu orang yang mengerti dan percaya akan Tuhan berusaha menge-nali, menemukan semua rencana Allah dan mentaatinya dengan penuh. Ini yang terbaik seperti Yusuf, Daud, Da-niel, Ayub dll. Kita juga harus ber-ta-nya2 pada Tuhan 1Taw 16:11 atau min-ta pada Tuhan.Juga nasehat saudara2 seiman bisa banyak membantu, lebih2 dari para pemimpin dalam Tuhan (hati2 dengan nasehat yang membinasakan seperti 2Sam 13:3-5).

Seringkali kita tidak tahu macam2-nya rencana dan kesempatan yang disediakan Allah, tetapi kalau kita mau:

  1. Hidup dalam ril (jalan) Allah, yaitu hidup sesuai dengan Firman Tuhan.
  2. Dalam pimpinan Roh Kudus (lebih2 dengan 7 KPR), maka dalam “ril Tuhan” kita akan mendapatkan semua kesem-patan dari Tuhan lalu bisa memakai dan menjalaninya. Heran, meskipun tidak tahu mana kesempatan dari Tuhan, tetapi kita bisa memakai ke-sempatan dari Tuhan dengan baik. Mi-salnya Yusuf dengan mengampuni sau-dara2nya, lari dari godaan istri Potifar, tetap rendah hati waktu diangkat Fir-aun, meskipun ia tidak sadar kesem-patan Tuhan itu yang mana, tetapi se-bab taat pada Tuhan, tetap di ril Tuhan, maka Yusuf sudah memakai kesem-patan yang dibuat Tuhan, tetapi ia dengan sadar bergumul untuk taat akan Firman Tuhan dan dengan demi-kian ia juga melakukan kesempatan dari Tuhan.
  3. Membuat kesempatan sendiri.

Ada orang bisa membuat atau punya banyak kesempatan rohani yang in-dah2, tetapi yang lain tidak punya. Mengapa? Orang (yang punya banyak kesempatan itu) se-olah2 bisa mem-buat banyak kesempatan sendiri, sebab di dalam mentaati Firman Tuhan dan dipimpin Roh itu ada banyak kesem-patan2 yg indah dari Tuhan, sebab si-kon dan problem & beban2 kita itu se-mua tidak kebetulan, Allah selalu me-nyelipkan kesempatan2 yg indah da-lam seluruh sikon &keadaan hidup kita.

Orang yang bodoh, tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan, tetapi tetap sudah disediakan banyakkesempatan yang indah, limpah, tetapi tidak dipakai seperti Yoas yang memukul anak panah yang disuruh Elisa hanya 3 kali 2Raj 13:18-19,25.

Seringkali orang bodoh me-nung-gu2 kesempatan, tidak dapat, padahal begitu banyak kesempatan yang datang kepadasnya sudah di-sia2kan dan di-buang. Memang orang yang lebih ro-hani, lebih berkenan pada Tuhan, bisa melihat kesempatan2 kecil dan itu dapat menjadi kesempatan yang besar dan indah, istimewa dalam mentaati Firman Tuhan (mengampuni, menabur, rendah hati, lemah lembut dst) dalam pimpinan Roh.

Kadang2 orang mengangkat dirinya sendiri, berusaha tampil supaya dapat kesempatan untuk naik jadi populer seperti Absalom, ini bukan pakai ke-sempatan dari Tuhan, tetapi masuk jerat iblis seperti Absalom yang mem-buat sendiri banyak kesempatan untuk tampil dan terkenal, tetapi akhirnya direndahkan Tuhan dan sebab dosa2-nya dihukum Tuhan 2sam 15:6. Jangan membuat kesempatan untuk menurut daging atau suara iblis, bisa celaka seperti Absalom. Kalau kita hidup suci, taat Firman Tuhan, mematikan daging seperti Yusuf, maka Tuhan yang mem-percayakan beban2 pelayanan yang besar sebab rohaninya kuat dan indah di hadapan Tuhan.

MEMAKAI KESEMPATAN DENGAN EFEKTIF.

Cari yang efektif tergantung dari tingkat rohani kita. Orang yang makin rohani, indah, berkenan, mengerti Fir-man Tuhan (7 KPR) bisa melakukan ke-sempatan yang ada padanya dengan efektif, seperti Putra manusia Yesus sa-ngat efektif dalam semua tindakan, sikap dan perbuatannya. Ia bisa mem-beri jawaban yg tepat dan kuasa Allah ikut bekerja. Tentu semua dalam kesu-cian dan sesuai Firman Tuhan, selalu di rilnya Tuhan. Orang yang dipimpin Roh itu penuh hikmat juga kuasa Allah dan menjadi berkat, sangat efektif dalam hidupnya. Tidak ada yang lebih efektif daripada dipimpin Roh, sehingga bisa menebus waktu dan dengan efektif memakai semua kesempatan2nya dan dengancepat mencapai tujuannya.

MENCAPAI TARGET RENCANA ALLAH.

Dengan ringkas Target Allah itu adalah menjadi seperti Kristus, sempurna. Tar-get dari Tuhan itu bertahap dan me-nyangkut dalam semua segi hidup, misalnya:

  1. Target pribadi (selamat, tumbuh dan ber-buah2 dalam pelayanan, sampai akhirnya menjadi seperti Kristus).
  2. Target keluarga, supaya seisi rumah selamat Kis 16:31. Ini tidak otomatis, tetapi dengan kasih dan kesucian dipimpin Roh, maka janji Allah akan genap, sehingga bisa bersekutu dengan manis di dunia bersambung di Surga.
  3. Target dalam tubuh Kristus (Gereja lokal sampai global) bisa bersekutu dengan baik seperti Trinitas (termasuk semua segi hidup lainnya) sampai tumbuh jadi sempurna Yoh 17:23.
  4. Target global yaitu menggenapi 3 angka kedatangan Tuhan.

Ada orang yang gagal mencapai tar-get seperti Saul, Yudas, ada yang me-rosot seperti Nuh, Simson, Daud dll, ada yang sampai penuh seperti He-nokh, Elia, Musa, juga seperti Yusuf, Ayub, Daniel dll. Ini tergantung dari tingkat rohani dan kesungguhan kita. Meskipun dapat kesempatan sama dengan semua murid2 lainnya, Yudas gagal, juga Gehazi. Jangan lupa setiap orang beriman harus tahu tujuan hi-dupnya, baru bisa bergairah seperti keledai Isachar untuk mencapai tar-getnya Kej 49:14-15. Orang yang tidak tahu tujuan hidupnya tidak ada arah dan tidak efektif, tidak akan sampai pada target. Kalau tahu dan mau sungguh2, dengan Tuhan bisa sampai di puncak rencana Allah.

VII. TARGET BERTAHAP SETIAP UMUR.

Setiap kesempatan ada keindahan dan faedahnya masing2. Semua ini saling mengisi dan melengkapi hidup kita sampai sempurna. Begitu juga kesem-patan dalam setiap umur penting dilakukan baik2 sebab secara bertahap, saling mengisi dan melengkapi sampai rencana Allah sempurna. Mulai dari 1. Janin (Janin sudah ada rohnya, bisa terima berkat lewat orangtua yang cinta Tuhan).2. Balita, (Musa yang heran itu, imannya dibangun dalam waktu ini). 3. Kanak2, (Daniel, Yusuf, sudah punya pendirian dan bisa hidup suci sejak kanak2 Dan 1:4). 4. Remaja, (Putra manusia Yesus waktu remaja sudah dipakai Allah dengan heran). 5. Pemuda, (Pemuda sudah banyak ber-arti seperti DAud, bahkan jadi pelepas untuk orang Israel).6. Hidup nikah, (Keluarga Yusuf-Maria, Zakaria-Elizabet dll begitu indah di dalam Tuhan). 7. dan lansia, (Justru disini harus ditingkatkan dengan segala usaha sampai puncak rohaninya, contoh: Simeon, Hana).

Semua ada faedah dan andilnya masing2 sehingga kalau semua diker-jakan dengan baik bisa jadi lengkap bertahap sampai jadi sempurna. Ja-ngan abaikan masa kanak2 dan pe-muda. Ingat usia Putra manusia Yesus sampai 30 tahun, Ia memakai semua kesempatanNya dengan baik2 dalam asuhan Yusuf dan Maria, maka dalam lebih kurang 3,5 tahun pelayanan Ia tumbuh menjadi sempurna.

Jangan lupa peran orangtua itu mutlak sampai kanak2 (disucikan dalam orangtua 1Kor 7:14) jangan diganti oleh HP atau suster! Sesudah itu orangtua tetap harus menolong anak2nya.

KESIMPULAN.

Kesempatan hanya satu kali, akan habis, jangan sia2kan, tetapi terus tumbuh dan ber-buah2 dipimpin Roh, hidup sesuai Firman Tuhan, sampai penuh seperti Kristus.

Nyanyian:

Hidup ini adalah kesempatan.

Hidup ini untuk melayani Tuhan.

Jangan sia2kan waktu yg Tuhan b’ri.

Hidup ini hanya sementara.

Koor 1:

O..Tuhan pakailah hidupku

Selagi aku masih hidup

Bila saatnya nanti, kesempatanku habis

Hidup ini sudah jadi berkat.

Koor 2:

O.. Tuhan pakailah hidupku

Ku mau taat dipimpin RohMu

Hidup sesuai FirmanMu,

Tumbuh dan berbuah lebat

Hidup ini jadi sperti Kristus.