M4172 – Efesus 3:19. Kasih Kristus Menyelamatkan Jiwa-Jiwa

KASIH KRISTUS MELEBIHI PENGERTIAN MANUSIAWI.

Kasih itu ada 2 macam, yaitu kasih ilahi dan kasih manusiawi (Mat 5:43-48).

Kasih Kristus itu dari Allah, kasih ilahi bukan dari manusia, sebab itu dengan pengetahuan dan akalnya, ma-nusia tidak bisa mengenal atau me-ngerti kasih Kristus. Sebab manusia hanya punya kasih manusiawi. Jadi kasih Kristus itu import dari Allah, yaitu sesudah lahir baru, Roh Kudus meng-isikan kita dengan kasih Kristus Rom 5:5. Kasih ilahi adalah kasih kepada Allah dan manusia 1Yoh 4:20. Tuhan menyuruh kita mengasihi orang2 di dekat kita Luk 10:27. Kalau kita mau menyalurkan kasih ilahi, yaitu mencin-tai orang2 di sebelah kita, dalam “panci” kita dll,maka seberapa banyak kita mau mengasihi, sebegitu banyak Roh Kudus akan mengisikan hati kita dengan kasih Kristus.

Tidak mudah mengasihi orang lain, itu penuh dengan pengorbanan. Orangtua cinta pada anaknya itu ka-rena ada sisa2 kemuliaan Allah dalam dirinya, sehingga masih ada sisa2 kasih ilahi dalam hatinya untuk anak2nya Rom 3:23. Tetapi mengasihi anak orang lain, atau tetangganya, itu lebih sulit, sebab penuh pengorbanan. Kalau kita mau melaksanakan dengan sungguh2, dengan kasih Kristus, maka Roh Kudus akan menambahi kasih Kristus dalam hati kita. Seberapa banyak yang bisa kita salurkan, sebegitu banyak diisikan oleh Roh Kudus dalam hati kita. Lebih2 kalau kita minta terus dan terus berdoa dalam Roh, maka Roh akan terus mengisikan kasih Allah dalam hati kita, seberapa banyak yang bisa kita salur-kan pada orang lain.

Justru jumlah kasih yang ada pada kita (yang bisa kita salurkan pada orang lain, apalagi pada musuh) itu menun-jukkan ukuran rohani kita, sebab ini yang diukur pada akhirnya, lebih dari iman dan pengharapan 1Kor 13:13. Ukuran rohani bukan ditentukan kasih manusiawi, tetapi oleh kasih Kristus.

KEPENUHAN ALLAH DI DALAM KITA ADALAH KASIH KRISTUS. Ef 3:19.

Jadi seberapa banyak kita berubah menjadi seperti Kristus, itu tampak dari seberapa banyak kasih Kristus yang ada dalam hati kita, yang bisa kita berikan pada orang lain (= mengasihi orang lain, dengan kasih Kristus).

Orang yang mengasihi Allah itu juga mengasihi manusia 1Yoh 4:20. Kalau kita mengasihi Allah, kita melakukan hukum2Nya Yoh 14:12-13. Kalau kita mengasihi manusia, itu seperti Kristus yang cinta manusia, Ia menyelamatkan manusia dengan mengorbankan diri-Nya Yoh 3:16. Begitu juga kalau kita mencintai manusia (dengan kasih ilahi), kita menyelamatkannya.

Menyelamatkan jiwa2 adalah peker-jaan:

  1. Kasih. Kalau tidak ada kasih, maka sulit berhasil, sebab justru kalau tidak ada kasih maka timbul kebencian dsb. Kalau ada terang, gelap tiada, kalau terang tiada, maka gelappun ada. Menyelamatkan adalah pekerjaan atau ciri2 orang yang ada kasih ilahi, kasih Kristus, bukan orang yang benci, itu seperti iblis yang membinasakan bukan menyelamatkan, inilah ciri2 orang Ne-raka. Kalau kita sungguh2 akanmasuk Surga, akan ada kasih, tanda bahwa Kristus ada dalam hati kita (kalau ada iblis akan ada kebencian dan ada se-mua akibatnya). Ada Kristus atau iblis dalam hati seseorang bisa dilihat dari apakah ada kasih, atau benci dalam hatinya.
  2. Mau korban, karena kasih Kristus. Tanpa korban tidak akan bisa menye-lamatkan, justru mengambil keuntung-an atau merugikannya, bahkan benci itu dapat membunuhnya, bukan me-nyelamatkan. Jadi kalau kita mengasihi Allah, itu bukan hanya soal perasaan hati, tetapi juga mengasihi manusia dan mau berkorban untuk menyela-matkan. Semua pekerjaan keselamatan itu penuh dengan pengorbanan, yang seringkali tidak dimengerti oleh orang biasa,sebab berani berkorban dengan sukarela dan sukacita, karena kasih Kristus. Misalnya John Sung yang mau mengorbankan dirinya meninggalkan segala keuntungan dan kenikmatannya untuk pergi menyelamatkan jiwa2 di seluruh Asia Tenggara. Juga misionaris yang meninggalkan negaranya yang enak untuk menderita begitu banyak di negara yang tidak dikenal, bahkan sam-pai mati, untuk menyelamatkan jiwa2 dan mereka mau, tidak dipaksa, dan ini penuh dengan pengorbanan yang se-penuh2nya.
  3. Ada belas kasihan Mat 9:12. Orang yang cinta Allah, matanya celik, bisa melihat dengan jelas bahwa orang yang percaya kepada Tuhan akan selamat masuk Surga dan betapa celakanya orang yang tidak percaya, mereka me-nanggung akibat dosanya sendiri dalam Neraka untuk kekal. Orang2 yang sudah selamat akan ngeri melihat celaka yang begitu besar jatuh atas orang2 di seki-tarnya, padahal ia sendiri sudah sela-mat oleh kasih Allah dan kasih dari orang2 yang sudah menyelamatkan-nya. Sebab itu orang yang ada kasih Kristus, pasti terbeban untuk pergi menyelamatkan orang lain, apalagi orang2 di dekatnya, dan di sekitarnya, bahkan beberapa orang terbeban un-tuk orang2 yang jauh2.

Ini tandanya ada kasih Kristus dalam hati kita dan itu adalah tanda dari tingkat rohani kita yang sebe-narnya 1Kor 13:13. Sebab memang Surga itu adalah tempat kasih dan orang yang kasihnya lebih besar itu tingkatnya lebih tinggi di dalam Surga dan juga kasihnya akan jiwa2 lebih besar, penuh dengan belas kasihan akan orang2 di sekitarnya yang akan binasa.

Orang2 yang meningkatkan kasih-nya pada Tuhan, itu tampak dari me-ningkatnya pengorbanannya untuk menyelamatkan jiwa2 dan menumbuh-kannya dengan kasih. Inilah orang yang cinta Tuhan dan merekacelik matanya, sehingga penuh belas kasihan akan jiwa2 yang akan masuk dalam Neraka yang kekal, sekalipun orang2 dosa itu sendiri tidak sadar, bahkan bersukacita, dikira tempat dosa itu adalah tempat sukacita (ada club malam yang disebut Nirwana, berarti Surga, dimana mereka boleh berbuat dosa menuruti hawa nafsunya dengan bebas tanpa batas dan mereka yakin itu senang dan nikmat). Begitulah orang2 bodoh yang dibutakan matanya oleh iblis 2Kor 4:4, menganggap Neraka (limpah dosa) itu seperti Surga, seperti Hawa yakin bah-wa berdosa melawan Allah itu bahagia dan enak, tetapi kemudidan ia betul2 menderita dengan banyak sengsara sampai akhirnya mati karena dosanya.

III. MENGAPA TIDAK ADA BELAS KASIHAN?

Padahal ada kasih Kristus dalam ha-tinya? Sebab kurang kasih Kristus se-hingga waktu melihat atau disakiti, dirugikan oleh orang2 di dekatnya, ia tidak tahan, sebab kasih Kristus dalam hatinya kurang dan sebab perhatiannya dipusatkan pada perbuatan yang jahat, yangmerugikan dan menyakiti hati, sehingga dagingnya sakit, tidak tahan, tidak bisa mengasihi, jadi benci, tidak ada belas kasihan.

Lebih besar kasih Kristus dalam diri-nya, lebih banyak belas kasihan untuk jiwa2, termasuk mengasihi dan menye-lamatkan jiwa2 musuh atau orang2 yang menyakiti hati/ merugikan kita. Terhadap musuh atau orang2 yang menyakiti hati, jangan sampai kita bereaksi dosa, dikalahkan olehhal2 ja-hat yang dilakukannya pada kita, se-hingga kasih jadi tawar, habis, bahkan benci dan membalas. Ini salah, sebab kalau ada benci, berarti kasihnya habis dan semua akan sia2. Jangan benci se-kalipun dirugikan atau disakiti hatinya, tetapi tetap belas kasih karena kasih. Ini yang betul, dan ini tidak sulit kalau kita tahu bahwa:

  1. Pembalasan bukan bagian kita, ja-ngan benci dan mau membalas, sebab bagian kita bukan membalas, tetapi kita harus cerdik Mat 10:16 dan minta hikmat Tuhan dan mau sabar untuk menderita karena mengasihinya Rom 12:19.
  2. Jangan terpaku pada penaburannya yang jahat, jangan itu yang dicamkan terus menerus, tetapi camkanlah akan penuaiannya. Semua orang yang me-nabur, pasti akan menuai sesuai dengan penaburannya Gal 6:7-8. Kalau kita mengerti dan tahu betapa dahsyat penuaian dari perbuatan2nya yang jahat (baik di dunia lebih2 dalam Nera-ka kekal) maka kita akan lebih mudah berbelas kasihan padanya. Pasti per-buatannya yang jahat itu ada akibat-nya, apa penuaian yang dahsyat, sesuai dengan penaburannya yang jahat, baik di dunia dan dalam kekekalan. Begitu banyak yang sakit, celaka, menderita bahkan mati sebab dosa2 dan pena-buran kejahatannya.

Penuaian pasti datang, kecuali ia bertobat, lebih2 kalau kita mau menye-lamatkannya Gal 6:7-8. Seringkali kita bisa melihat penuaian beberapa orang jahat dan karena ada kasih Kristus, kita ada belas kasihan, sehingga mau ber-korban (berdoa dan menasehati de-ngan hikmat dan kuasa Allah) supaya mereka bisa diselamatkan, maka pe-nuaiannya sampai disitu saja, tidak bersambung ke Neraka! Kalau kita hanya melihat penaburannya yang tajam dan jahat, maka akan terasa sakit hati, sebab tindakan2nya yang jelek, yang menyakiti dan merugikan. Kalau mencamkan penaburannya yang jahat, hati akan berasa sakit, bahkan bisa benci dan mau membalas (itu berarti kasihnya habis diganti dengan benci) dan celakalah orang2 berbuat seperti ini. Kita harus tetap penuh dengan kasih ilahi.

Tetapi kalau kita mencamkan pe-nuaiannya, yang adil dan dahsyat, orang yang punya kasih Allah akan ada belas kasihan. Kita tolong menye-lamatkan dia supaya tidak sampai kena hukuman yang dahsyat di Neraka kekal. Misalnya ibu yang belas kasihan akan anaknya yang jahat dan kurang ajar, ia akan penuh pengampunan dan ber-usaha menyelamatkan supaya ia tidak dihukum kekal di Neraka. Sebab ada kasih Kristus, bisa mengampuni, men-doakan dan berusaha menyelamatkan dan justru orang2 yang kita selamatkan juga jadi mahkota kita untuk kekal 1Tes 2:9. Doakan supaya Tuhan ampuni dan tidak sampai kena penuaian yang dahsyat, paling tidak bisa berkurang kalau mau bertobat dan lepas dari Neraka. Doakan, ampuni dan kasihi musuh, itu bisa jadi mudah kalau bisa mencamkan penuaiannya yang akan datang, bukan penaburannya yang se-ringkali menyakiti hati dan merugikan kita.

Jadi kasih ilahi itu punya gairah yang besar untuk menyelamatkan jiwa2, seperti Allah itu kasih sehingga bisa menyelamatkan semua orang yang mau percaya.

KASIH DAN BENCI.

Kita harus mengerti baik2 tentang kasih, supaya kasih yang dalam hati kita itu betul2 kasih ilahi, bukan kasih manusiawi yang terbatas.

Kasih manusiawi itu, se-waktu2 bisa berubah menjadi benci;karena kasih manusiawi pada seseorang bisa jadi benci yang dahsyat pada orang yang lain. Tetapi kasih ilahi itu tidak bisa berubah jadi benci pada siapapun juga, bahkan bisa mencintai musuh dan memberkatinya, itulah kasih ilahi, kasih Kristus Mat 5:44.

Kita juga perlu mengerti tentang ben-ci, sebab ini justru tanda khas peker-jaan iblis yang dari luar bisa disalut dengan kasih, baik kasih manusiawi atau kasih pura2 dari iblis yang adalah umpan dari kebencian yang dalam. Benci itu bisa berubah, bisa jadi kasih kalau ada perlunya, tetapi juga bisa berubah menjadi pembunuhan kalau dirugikan dan meningkat kebencian-nya. 1Yoh 3:15.

Memang kasih dari iblis itu se-ringkali dipakai sebagai umpan iblis dan neraka, untuk menarik orang masuk dalam golongan iblis.

Kalau ada kebencian diantara umat Tuhan akan menimbulkan ketegangan dan macam2 gesekan yang menguat-kan kebencian dan bisa mengakibatkan ber-macam2 perpecahan dan korban; Sebab itu jangan beri tempat pada iblis Ef 4:27, lebih2 dalam pekerjaan Tuhan yang suci. Biasanya iblis mendapat ja-lan masuk, mendapat tempat diantara orang2 beriman yang bodoh, yang tidak bisa membedakan antara kasih Kristus dan kasih manusiawi. Kasih manusiawi itu juga bisa kuat diantara orang2 dalam golongan atau pihaknya, tetapi juga bisa sangat benci pada golongan lain, apalagi musuhnya, ini bukan kasih Kristus. Kasih ini tidak bisa menyelamatkan jiwa2, justru menjadi batu sontohan dan memecahkan per-sekutuan umat Tuhan yang sudah selamat.

Kita perlu kasih yang betul untuk bisa memenangkan jiwa2, bukan kasih manusiawi atau kasih pura2 dari iblis.

Tanpa kasih ilahi, kasih Kristus, sulit memenangkan jiwa2 sebab tidak ada belas kasihan dan tidak ada pengor-banan. Perlu kasih Kristus yang betul, maka akan ada kesukaan, pengor-banan, dorongan untuk memenangkan jiwa2, sebab belas kasihan akan me-reka yang akan binasa dalam neraka.

Tanpa kasih, kita bisa mengundang, apalagi kalau ada hadiah, tetapi sesu-dah itu tidak kembali sebab sudah se-nang diundang, tetapi belum selamat. Kalau ada kasih ilahi, ada kuasa Allah, ada pekerjaan Roh Kudus, maka jiwa2 itu dijamah oleh Tuhan dan dilepaskan dari ikatan iblis, sehingga selamat Luk 11:20. Jangan lupa selain mengundang, bersaksi, juga dengan banyak berdoa dengan kasih dan kuasa Allah, sampai selamat. Maka sesudah diajak, mereka percaya dan tetap lekat pada Tuhan (kadang2 butuh waktu yang lama, jangan kecewa atau putus asa, terus berdoa dalam Roh dan kebenaran). Sebab itu kita perlu tumbuh makin se-perti Kristus dalam kasihNya, juga da-lam kesucian Tuhan dan pimpinan Roh Kudus. Kalau rohani kita tumbuh dan kasih Kristus makin limpah, maka kita bisa jadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita, bisa menyelamatkan me-reka dan terus dipelihara dengan kasih Kristus dan belas kasihan ilahi. Seka-ligus kita tumbuh dan punya mahkota jiwa2 dari Tuhan.

Buang segala kebencian, sekalipun ada kasih dan setia diantara golong-annya sendiri, itu bukan kasih ilahi, tetapi kasih manusiawi. Orang yang tumbuh dalam kesucian seperti Kristus, maka kasih Kristus juga tumbuh dalam hidupnya, ada pengorbanan dan belas kasihan,  sehingga bisa menyelamatkan jiwa2 yang ada di sekitarnya, melepas-kannya dari ikatan dosa, tipu daya iblis dan Neraka.

Jadi bukan sekedar memenangkan jiwa seperti memenangkan suara da-lam pemilu, dapat jumlah yang makin besar, tetapi tumbuhlah dalam kasih Kristus, sehingga ada gairah yang besar untuk menyelamatkan jiwa2 dengan pengorbanan dan belas kasihan. Orang yang punya kasih Kristus bisa menjadi berkat yaitu menyelamatkan jiwa2.

KESIMPULAN.

Seperti Kristus berarti ada kasih Kristus yang bertumbuh dalam hidup kita, sehingga penuh belas kasihan dan pengorbanan untuk menyelamatkan jiwa2 dari kebinasaan kekal, istimewa orang2 di dekat dan di sekitar kita. Ja-ngan biarkan keluarga, saudara2, te-man2 dan orang2 di dekat kita meng-gelepar di Neraka karena dosa2nya.

Dua hal ini menjadi ukuran dari orang2 yang akan masuk dalam Surga dan Neraka, yaitu kasih Kristus dan kebencian manusiawi atau iblis. Kasih tidak bisa dikombinasikan dengan ben-ci, tetapi kasih manusiawi bisa, sebab itu orang yang tumbuh seperti Kristus, kasih Kristus tumbuh dalam dia dan tidak mau diisi atau dititipi dengan kebencian, meskipun harus menyang-kal diri dan mematikan daging yang suka dan lekat pada kebencian.

 

Nyanyian:

Pergi s’karang, kerjalah di ladangKu.