M4149 – 1Timotius 2:1-6. Mendoakan Bangsa Dan Negara Kita

WARGA NEGARA JASMANI DAN ROHANI.

Mendoakan bangsa dan negara kita, ini berkenan pada Tuhan, sebagai Warga Negara yang baik. Secara jasmani kita ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Kita lahir di Indonesia itu dite-tapkan Tuhan, sebab itu kita harus menjadi warga negara yang baik. Tetapi sesudah percaya Tuhan Yesus kita juga mempunyai warga negara Surga, sebab kita juga lahir baru di Surga dan duduk dengan Kristus di Surga Ef 2:6, ini se-cara rohani dan tidak bertentangan Pil 3:20. Sebab itu kita juga harus menjadi WNI yang baik di dunia ini.

Tuhan tidak mem-beda2kan segala bangsa dan Tuhan mencintai dan mem-berkati segala bangsa di duniaYoh 3:16. Dia Allah segenap bumi dan semesta, bahkan dari alam nyata dan alam yang tidak tampak. Sebab itu orang beriman harus juga mengasihi segala bangsa tidak boleh ada kebencian pada bangsa yang manapun, apalagi kepada bang-sanya sendiri, seperti keluarganya sen-diri. Keluarga, kita cintai, biasanya lebih banyak, tetapi keluarga2 lainpun kita cintai dan tidak boleh benci, sebab benci itu dari iblis, akar segala pembu-nuhan 1Yoh 3:15.

WARGA NEGARA YANG BAIK.

  1. Negara kita yang sudah dianugerahi Allah kemerdekaan dan sekarang HUT ke-74 tahun. Pada waktu memper-juangkan kemerdekaan negara kita, Allah sudah memberikannya dan seka-rang kita melanjutkan untuk mengisi-nya bertahap (estafet) sampai sekarang giliran kita, supaya menjadi bangsa dan negara yang baik, maju dan bahagia. Kita sudah mempunyai patokan untuk negara kita, yaitu:
  2. Pancasila.
  3. UUD 1945.
  4. Bhineka Tunggal Ika.
  5. NKRI.

Ini harus menjadi pegangan bagi negara kita Indonesia.

Warga negara yang baik, yaitu hidup yang tertib hukum dan limpah dengan kebaikan di hadapan Allah. Jadi harus hidup benar di hadapan manusia dan Allah Luk 2:52 dalam segala segi hidup kita, mulai dari keluarga kita, komu-nitas atau lingkungan kita, sampai se-luruh bangsa kita, bahkan sampai selu-ruh dunia.

Juga berbuat kebaikan.

Perbuatan baik apa yang harus kita kerjakan? Di dalam dunia, bahkan di seluruh dunia, masih ada kebaikan ma-nusia yang cukup berarti untuk hidup di dunia, yaitu sisa2 kemuiaan Allah yang masih ada dalam manusia Rom 3:23. Untuk di dunia ini cukup baik, yaitu orang2 yang tidak percaya Tuhan Ye-sus, dengan perasaan hatinya mela-kukan hukum Taurat, meskipun tidak lengkap Rom 2:14-15. Ini terjadi secara alamiah, sebab ada sisa2 kemuliaan Allah dalam hatinya, sehingga nampak hukum Taurat tertulis dalam hatinya dan mereka ditunjukkan oleh perasaan hatinya. Ini sudah sangat indah dalam dunia, misalnya: Kasih ibu dan bapak, peri kemanusiaan, budi pekerti dll (sa-ngat banyak dan ber-beda2, tidak sama untuk setiap orang, sebab ini hanya sisa2 dan cacat sebab dosa, tetapi ma-sih ada yang indah2, masih bisa dipakai dan indah dalam dunia). Ini kebaikan2 yang ada dalam hati nurani atau pe-rasaan hati manusia. Orang percaya yang sudah punya hidup baru oleh Kris-tus, seharusnya bisa mempunyai hidup yang jauh lebih indah sebab Roh Kudus yang melakukannya di dalam kita. Ka-lau kita yang menyanyi suci, suci, tetapi hidupnya lebih jelek dari mereka, maka mereka bisa tersontoh dan menghojat Tuhan Rom 2:21-24. Jangan sampai ter-balik Pil 2:15. Sebab itu dengan perto-longan Roh Kudus Zak 4:6, maka orang percaya yang penuh dan mau taat di-pimpin Roh akan ditolong Tuhan, se-hingga bisa hidup benar di tengah2 bangsa yang hidup dengan hati nurani yang baik. Ini masih punya sisi2 yang indah karena ini adalah sisa2 kemuliaan Allah (contoh sisa2 kemuliaan Allah: Orang yang tidak terikat uang, bisa berpada, bisa rela kendaraannya hi-lang, bahkan memberkati pencurinya supaya bisa memakai hasil curiannya dengan baik, tetapi dalam hal dosa zina ia limpah, namun dengan sopan! Ada yang lain begitu gigih dalam pelayanan sosial, tetapi sangat suka dihormati, dsb. Ini masih indah dalam dunia, apa-lagi semua kekurangan2nya tidak merugikan orang lain dan “halal” = tidak masuk penjara). Tetapi bagi orang beriman dituntut lebih banyak oleh Tuhan Luk 12:48, sebab kita sudah mati lepas dari dosa dan akan memiliki kemuliaan yang abadi ber-sama2 Kristus!

Jadi dalam hal2 yang baik (aksi so-sial, pendidikan, kejujuran dll) kita ikut mendoakan dan ikut serta. Ini perbuat-an2 baik yang nyata. Tetapi cara Wasiat Lama dengan Taurat dalam hati, tidak cukup untuk lepas dari dosa dan tidak dapat dibenarkan Rom 3:20,28; Gal 2:16; 3:11. Sebab itu kalau mau per-caya, juga doakan orang2 dalam sakit, cacat, kesusahan dan keperluannya se-hingga sesudah ditolong Tuhan, mere-ka bisa mengenal yang benar, bebas dari ikatan dosa dan lepas dari perbu-dakan setan 1Tim 2:2. Ini bisa menjadi panggilan untuk percaya. Tentu kita harus bersinar dengan bijaksana, minta dari Tuhan pintu yang terbuka, jangan mendobrak pintu yang tertutup, sebab itu sia2 Kol 4:3. Semua yang percaya harus dengan kemauannya sendiri, oleh jamahan Roh Kudus. Kalau ada yang sakit, susah, mengalami macam2 penderitaan, lebih2 nyata2 dari kuasa gelap, jangan ragu2 mendoakan, kalau mereka mau, sebab ini seringkali jalan-nya mereka dapat kelepasan dari dosa, dan masuk Surga.

Jadi jangan lupa kesaksian hidup kita harus betul dan kebaikan kita harus nyata dan selalu didukung de-ngan doa supaya ada limpah hikmat dan kuasa Allah dalam kebaikan untuk sekitar kita.

  1. Warga negara yang jelek. Tentu ja-ngan seperti ini, tetapi kita harus tahu dan dapat membedakan antara yang baik dan jelek. Jangan menjadi warga yang melanggar hukum, tetapi tertib hukum dan rukun dengan semua orang di sekitar kita,bahkan sampai seluruh negara kita. Kita harus sama2 menger-jakan bagian kita baik2, gotong-royong memikul beban seluruh negeri kita, jangan menjadi beban. Kalau jadi guru atau murid, lakukan dengan baik. Juga ibu rumah tangga, pegawai, pekerja dan apa saja yang kita lakukan, kerja-kan dengan baik. Jangan menjadi be-ban, misalnya dengan tidak tertib hukum, berbuat jahat, terikat narkoba, minuman keras, tidak jujur/ adil, dan semua hal2 yang tidak betul, semua ini menjadi gangguan dan beban bagi bangsa dan negara kita. Jangan men-jadi beban, tetapi bisa ber-sama2 me-mikul beban, yaitu beban masing2 dan bekerjasama, baik secara jasmani dan rohani, sehingga seluruh keluarga, ling-kungan kita sampai seluruh bangsa kita bisa hidup rukun dan aman, tentram dan harmonis lahir batin.
  2. Kehidupan rohani, sebagai orang percaya pada Tuhan Yesus, kita harus hidup benar dalam beribadah dan melayani Tuhan selama hidup di dunia Yus 24:14,18b, 2Pet 3:11, Wah 7:15. Ini erat hubungannya dengan hidup se-hari2, sebab Tuhanlah yang memberi hidup dan kecukupan dan segala yang baik baik kita 1Kor 4:7, Yak 1:17. Sebab itu sebagai orang percaya kita harus mendahulukan mencari kerajaan Surga dan kebenaranNya, maka semua yang kita perlukan dalam alam yang tampak ini akan ditambahkan oleh Allah Mat 6:33.
  3. Alam roh. Ini bagian yang tidak ter-pisahkan dalam ibadah kita, sebab ada hubungan yang erat diantara kedua-nya. Meskipun tidak tampak, tetapi itu ada dan dengan iman kita merasakan dan mengalaminya; dan hidup ini ada-lah peperangan dengan iblis yang tidak tampak Ef 6:12. Dalam alam roh ada pertentangan dan permusuhan antara Allah dan iblis dkknya yang melawan Allah, bahkan iblis mau mengalahkan dan merebut kekuasaan Allah. Kita ha-rus menjaga supaya selalu di pihak Allah yang Maha benar, jangan dengan sengaja atau karena tertipu oleh iblis lalu berpihak atau ada di pihak iblis yang keji itu. Allah ingin semua orang selamat di dunia sampai kekal 1Tim 2:4. Sebab itu Allah memberikan Putra-Nya yang tunggal untuk keselamatan manusia Yoh 3:16. Tetapi iblis ingin menyeret semua orang masuk dalam kerajaannya yaitu neraka (dia dibuang ke tempat ini sebab dosa2nya Mat 25:41, Yes 14:15). Iblis ingin meraih se-banyak mungkin orang dalam kerajaan-nya untuk melawan Allah, sebab iblis tahu manusia itu ciptaan yang tertinggi, “bahan mentah” atau calon yang bisa jadi seperti Allah. Dengan segala siasat dan tipu dayanya ia menarik manusia dalam kerajaannya dan itu berarti ke dalam Neraka (pasti ia kalah dan ada dalam neraka, Allah tidak mungkin kalah). Sebab itu selain sebagai warga negara dunia, kita juga adalah warga negara Surga untuk berperang dan melawan iblis. Dalam hidup rohani, kita harus tumbuh sesuai dengan kehendak dan pertolongan Allah untuk menjadi seperti Dia,seperti Kristus. Sebab itu kita harus selalu hidup benar, di pihak Allah menjadi alat2 kebenaran Rom 6:18 untuk melawan iblis dengan se-gala tipu daya dan siasatnya. Tujuan ak-hir manusia adalah Surga atau neraka. Allah dengan kita dalam kasihNya ber-usaha untuk menolong orang2 lepas dari ikatan dosa, bebas dari Neraka dan masuk Surga untuk kekal. Sebagai warga negara Surga yang baik kita ha-rus tetap hidup benar, limpah dengan 7 KPR, mau berbuat baik untuk meno-long melepaskan orang dari ikatan do-sa, sehingga menjadi berkat dan sum-ber perdamaian bagi semua orang.

III. BAGAIMANA KITA MENDOAKAN BANGSA DAN NEGARA KITA.

  1. Yang berdoa harus benar di hadap-an Allah, sebab Tuhan tidak mende-ngar doa orang yang tidak benar, yang masih hidup dalam dosa. Sebab orang yang hidup dalam dosa itu putus hu-bungan dengan Allah Yes 59:2. Doa orang benar baru ada kuasanya Yak 5:16. Sebab itu kita harus tetap hidup benar, tetap merdeka dari dosa Yoh 8:36, Gal 5:1.
  2. Hidup berkenan pada Tuhan. Bukan hanya benar, tetapi juga beribadah pa-da Tuhan yaitu melakukan Firman Tu-han dalam hidup se-hari2, sesuai ke-hendak Tuhan dan selalu penuh dan dipimpin Roh, itu inti dari 7 KPR yaitu hidup dalam Ruangan Suci.
  3. Menjadi garam dan terang dunia, itu adalah kehendak Tuhan bagi kita anak2 Allah dalam dunia yang gelap ini Mat 5:13-16. Kalau garam kita tidak asin, akan dibuang dan di-injak2, se-hingga hidup ini di-injak2 perkara2 do-sa, kekafiran dan duniawi. Kita harus menjadi garam yang asin, yaitu sesuai dengan Firman Tuhan dalam kesucian dan pengurapan Roh Kudus.

Setiap orang yang tidak menjadi garam yang asin, hidupnya akan diper-hambakan dan di-injak2 segala macam dosa, keduniawian dan hal2 yang najis di dunia ini. Sebab itu orang beriman itu ber-beda2, ada yang merdeka, ada yang di-injak2, diperhamba, diperbu-dak oleh segala dosa, hawa nafsu da-ging dan keduniawian. Yang merdeka hidup dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah, jadi garam dan terang dunia.

Satu kali pada akhir rencana Allah, semua orang2 yang garamnya tidak asin akan di-injak2 ber-sama2 oleh raja orang kafir yaitu Antikris dalam 1260 hari sesudah pengangkatan, dahsyat Wah 11:2. Hari2 itu sudah dekat, hati2, bisa kena keduanya, diinjak sekarang dan di-injak2 ber-sama2 dalam zaman Antikris.

Begitu pula pelita yang padam ka-rena gantang (tipu daya kekayaan Mat 13:22), karena di bawah tempat tidur, dosa2 perzinaan dan karena ditaruh di tempat2 sembunyi, ada maksud2 ter-sembunyi Luk 11:33 KJI, tetapi seha-rusnya di atas kaki pelita, terang dan bersinar untuk semua. Pelita yang pa-dam akan ditolak Allah dari kerajaan Surga!

  1. Doakan semua yang jadi pemerintah pusat sampai daerah dan semua usa-ha2 yang baik dan benar, yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, sehingga bangsa dan negara kita men-jadi baik, makmur dan mengenal Allah yang Maha kuasa untuk keselamatan jiwanya.
  2. Doa berdasar Yer 29:7.

Ayat ini adalah pesan Tuhan lewat Ye-remia untuk orang2 Israel yang hidup dalam pembuangan karena dosa yang ber-lebih2 sampai diserahkan Tuhan dalam tawanan Babil Yer 29:1-6, tetapi hanya untuk 70 tahun. Yer 29:10. Jadi mereka disana  ada karena hukuman Tuhan,  lagipula ini Wasiat Lama harus dibuka selubungnya 2Kor 3:14. Kalau sudah dibuka selubungnya, maka se-jahtera kita adalah sejahtera dari Kris-tus Yoh 14:27. Dalam tawanan orang2 berharap kalau kotanya baik, damai, maka orang2 buangan juga dapat belas kasihan dan jadi sejahtera. Untuk sejahtera bagi orang2 dalam pem-buangan ini, tidak mudah, sebab me-reka tawanan. Misalnya waktu Ester, orang2 Israel dalam pembuangan ini, akan ditumpas habis oleh Haman. Me-reka berdoa kepada Tuhan dan mereka dapat belas kasihan dari raja Ahasywe-ros. Memang mereka harus meminta-kan kesejahteraan kota atau neg’rinya yaitu kesejahteraan Ahasyweros juga. Sebab itu Mordekhai dengan perto-longan Tuhan dapat menyelamatkan Ahasyweros dari rencana pembunuh-annya dan akhirnya Mordekhai, Ester dan Israel mendapat sejahtera juga dari sejahtera Ahasyweros. Ini semua ada-lah dalam Wasiat Lama dan dalam ma-sa hukuman, pembuangan. Sebab itu waktu kita berdoa, minta pimpinan Tuhan untuk mengambil arti rohaninya. Tentu kita juga sangat mendoakan se-jahtera bangsa dan negara kita, tetapi jangan hidup dalam hukuman karena dosa, seperti dalam pembuangan ka-rena dosa Israel. Kita harus tetap hidup dalam kesucian dan selalu penuh dan dipimpin Roh, kita harus selalu me-nuruti kebenaran2 Firman Tuhan. Ja-ngan lupa sejahtera kita adalah se-jahtera dari Tuhan sendiri. Sejahtera dalam ayat ini adalah sejahtera dalam negeri pembuangan, karena hukuman Tuhan berlaku atas mereka sampai 70 tahun. Kita harus punya sejahtera lebih dari sejahtera ini. Sebab akan datang waktunya, orang beriman yang hanyut dalam tsunami dosa, juga betul2 masuk dalam masa pembuangan rohani, yang juga akan berlaku di akhir zaman, yaitu waktu masuk Minggu ke-70 Daniel, ma-ka orang2 yang tidak bertobat, yang ikut arus dosa dan dunia, akan masuk dalam masa pembuangan yang dah-syat, baik dalam 3,5 tahun I (Masih ada Gereja dan Tuhan di dalamnya serta pelayanan orang sempurna), juga da-lam 3,5 tahun II, tetapi disini seluruh bumi sepenuhnya ada dalam tangan Antikris, termasuk orang  yang terting-gal, dianiaya Antikris sampai semuanya mati Wah 13:7. Tetapi dalam 3,5 tahun I, penindasan Antikris pada orang ber-iman yang berdosa, masih bisa sedikit tertolong karena pengaruh Gereja akhir zaman dan pelayanan orang sempurna yang ada pada waktu itu, sehingga mereka yang bertobat kembali lepas dari maut, tetapi tidak ikut peng-angkatan, melainkan tertinggal masuk dalam zaman Antikris. Seperti zaman pembuangan Babil, mereka yang ber-tobat masih bisa tertolong karena se-jahtera kota atau negri itu, sehingga sesudah 70 tahun mereka bisa kembali ke Israel, tetapi ini bukan yang terbaik, ini keselamatan dari pemulihan dalam pembuangan seperti Mordekhai dan orang2 Israel yang lepas dari Haman. Ini adalah gambaran dari Haman (yaitu Antikris) yang mau membunuh semua orang Israel yang ada. Orang yang mau bertobat masih bisa lepas dan masuk dalam kesempatan terakhir dalam ke-rajaan Antikris sesudah pengangkatan dan akhirnya binasa Wah 13:7, tetapi masih selamat, lolos dari neraka kekal, tetapi selamat masuk Surga sepergi orang yang menerusi api 1Kor 3:15. (Ingat pelayanan orang sempurna ha-nya untuk tingkat Ruangan Suci dan orang2 Halaman mati dalam dosa dan yang bertobat tertinggal tidak ikut pe-ngangkatan, tetapi masuk zaman Anti-kris, mereka keluar dari aniaya besar seperti menerusi api Wah 7:14. Sebab itu sekarang kita harus bersedia supaya kalau masuk Minggu ke-70 Daniel (kita tidak tahu tanggalnya) kita boleh ma-suk dalam rencana penamatan Allah untuk ikut pengangkatan, bukan masuk dalam “pembuangan” sekalipun hanya “70 tahun” lalu lolos, tetapi dahsyat. Orang yang tidak bersedia mati dalam dosa yang meningkat luar biasa (2211), tetapi yang bertobat masih bisa lolos, tetapi luput dari pengangkatan dan ma-suk dalam kesempatan terakhir yaitu zaman Antikris!

Kesimpulan:

Berdoalah untuk bangsa dan negara kita bukan dengan sejahtera zaman pembuangan, tetapi dengan sejahtera Allah sendiri, sehingga bisa ikut peng-angkatan.