M4148 – Galatia 5:1, 1Timotius 4:1. Sekali Merdeka Tetap Merdeka

HARI KEMERDEKAAN.

Kita sebagai bangsa Indonesia, sekali merdeka tetap ingin merdeka, tidak mau dijajah kembali, baik oleh rezim kolonial ataupun oleh segala bentuk kekuasaan lain. Kita sudah merdeka sebagai negara yang didasarkan atas Pancasila dan UUD’45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Ini secara jasmani, kita sebagai bangsa Indonesia mempertahankan ke-merdekaan kita. Bahkan semua nega-ra2 di seluruh dunia, tidak ada yang mau dijajah kembali dalam bentuk ja-jahan apapun. Semua ingin merdeka!

Secara rohani Tuhan mengatakan supaya kita tetap merdeka dari per-hambaan iblis dan dosa, tetap merdeka dari dosa, jangan sampai jatuh kembali dalam perhambaan dosa!

BAGAIMANA PROSESNYA ORANG BERIMAN BISA KEMBALI JATUH DALAM DOSA?

  1. Keadaan keselamatan orang ber-iman dalam dunia masih bisa ber-ubah2. Sebab itu kita harus setia dan taat sampai akhir, baru kita menerima mahkota hidup yang kekal Wah 2:10.
  2. Orang bisa mulai dalam Roh dan berakhir dalam daging Gal 3:3-4.
  3. Kena tipu dan dusta iblis. Dusta iblis ini bisa menembus, mengalahkan sega-la pikiran brilian manusia, sebab iblis lebih pintar dan lihai dari orang tanpa Tuhan, tetapi dengan Tuhan kita pasti menang dari iblis. Kalau kita memakai pikiran Kristus, kita tidak akan sampai tertipu. Kalau ada dosa, segera berto-bat sekarang! Bukan besok baru mau bertobat, itu berarti sudah masuk jerat iblis Ibr 3:15 seperti banyak orang Israel sudah kena dan binasa Ibr 13:16-19.

Jadi, dalam dunia masih bisa ber-ubah2. Penjahat besar yang dihukum mati dengan salib, waktu terakhir bertobat, masih bisa kembali selamat Luk 23:43 (hati2 jangan mereservekan saat terakhir untuk bertobat, itu tipu daya iblis, sebab belum tentu ada ke-sempatan (mungkin tiba2 pingsan, ti-dak sadar lalu mati, tidak sempat lagi bertobat), mungkin juga sudah tidak mau lagi bertobat, sebab sudah mabuk dengan anggur lama Luk 5:39, seka-lipun masih ada kesempatan, tidak mau bertobat kembaliseperti Saul, Yudas dll sehingga binasa dalam Neraka padahal sudah mulai dalam Roh dengan heran.

III. BANYAK KEJATUHAN

DI AKHIR ZAMAN 1Tim 4:1.

Ini sangat mengerikan. Orang2 yang di-pakai Tuhan dengan heran dalam peng-injilan, dalam pengajaran, dalam ke-adilan, dalam segala macam pelayanan dan segi hidup, dipuji dan dipuja oleh orang banyak, seperti malaikat, tahu2 jatuh begitu hina, sangat mengenaskan hati sehingga banyak orang ber-sama2 dengan Tuhan Yesus dan Roh Kudus berdukacita Ef 4:30, Kis 9:4. Sebab itu jangan bodoh dan jangan berkeras hati. Kalau mau hidup suci, bahkan terus meningkat, Roh Kudus sanggup mem-buat kita 100% berhasil, asal kita sungguh2 mau dan konsekuen.

BAGAIMANA CARA KITA BER-JAGA2 DAN MENCEGAH KEJATUHAN?

  1. Jangan beri tempat pada iblis Ef 4:27.
  2. Celah kecil, yaitu dosa kecil, meski-pun hanya dalam pikiran bisa dipakai, dimanfaatkan oleh iblis! Segala macam dosa, sekalipun dosa yang umum dan biasa (seperti JMPE, tidak suka, tidak mau mengampuni, atau sedikit2 porno, sedikit benci, sedikit bertuhankan perut dll) itu tetap dapat menjadi celah yang efektif untuk iblis bisa masuk.
  3. Dosa mulut. Hati2 lidah tidak bertu-lang, begitu mudah orang bicara se-enaknya, lebih2 dengan HP dll, lidah-nya tambah panjang. Dengan satu kali bicara, dapat mempengaruhi dan me-nyesatkan banyak orang, bisa ratusan orang yangkena dan ikut berdosa (= kejatuhan!). Jangan banyak bicara, akan banyak salahnya Ams 10;19, di-pikir dahulu dengan Roh Kudus Ams 15:28 (sebab bicara itu terlalu mu-dah!!); sebab itu cepat mendengar, te-tapi lambat bicara (Yak 1:19) supaya jangan makan buahnya yang sangat pahit Ams 18:20-21, itu menentukan nasib hidup yang akan datang Maz 34:13-14, juga ibadah jadi sia2 Yak 1:26. Begitu cepat akibatnya sampai rusak dan cacat. Kalau bisa dicabut kata2 itu, maka orang yang pahit dan setengah mati nasibnya pasti ingin mencabutnya, tetapi biasanya sudah ti-dak bisa dicabut meskipun bicara itu begitu mudah, hanya “ngabab” (bicara di udara).

Kadang2 hanya mem-bentak2 istri, lalu bisa cerai, sebab ada “udang” yang manis di balik batu, di dalam hati!

  1. Tindakan2 yang “biasa”, tahu2 men-jadi pintu masuk iblis, sebab dibalik “yang biasa” dan “bisa diterima umum”, ada dosa dari setan, tidak tampak, tetapi “bom dosa kecil” itu meledak, timbul kejatuhan besar! Mi-salnya pelayanan sampai di mana2, bahkan sampai luar negeri selalu tanpa istri, tahu2 minta cerai, akhirnya pela-yanannya hancur sebab jatuh dalam dosa. Juga tentang uang dan tersing-gung karena gila hormat dll. Semua dosa yang mula2 kecil dan tidak kentara bisa jadi permulaan kejatuhan yang dahsyat! Segera buang! Ibr 3:15.
  2. Dan lain-lain.
  3. Dosa itu bersaudara, berhubungan satu sama lain. Seringkali orang ber-pikir ia berdosa kecil dan tidak berarti, tahu2 mengalami kejatuhan besar. Apa hubungannya? Sebab kalau iblis sudah masuk, ia akan terus bekerja dengan giat untuk melahirkan dosa dari jenis yang lain. Sementara itu karena ada dosa, hubungannya dengan Tuhan kritis apalagi kalau putus, ia menjadi buta dan gelap sehingga setan makin bebas merajalela berbuat segala ma-cam dosa lainnya sampai akhirnya ja-tuh. Saul mula2 hanya iri pada Daud, tidak dibuang, akhirnya Saul meng-alami kejatuhan yang dahsyat sampai binasa. Hampir semua orang pernah iri, tetapi kalau tidak dibuang, menyebab-kan kejatuhan besar. Dosa apapun yg diingatkan Roh Kudus, dosa besar, bah-kan juga dosakecil, semua harus di-buang, supaya jangan menjalar menjadi dosa2 lain dan menimbulkan kejatuhan besar.
  4. Rohani harus dipelihara. Pada waktu percaya Tuhan Yesus, kita lahir baru. Tetapi sesudah itu rohani harus terus dipelihara. Seperti sehat itu hanya sesaat, kalau tidak dipelihara sehat itu hilang. Bayi yang lahir sehat, tetapi kalau tidak diberi minum susu akan sakit, lama2 mati. Juga kita ini sehat sebab setiap hari makan 3x, minum, tidur dll setiap hari. Kalau besoknya tidak makan, apalagi sampai 1 minggu, pasti sakit, sehatnya hilang. Begitu sehat rohani harus dipelihara setiap hari. Jangan lupa kita harus terus hidup dalam kesucian, pikul salib dan semua yang lain dari 7 KPR. Ini terus menerus setiap hari. Kalau orang itu sungguh2 mau taat, hidup suci dan tumbuh, maka 7 KPR itu nikmat seperti makan, tidur, bergerak, sehingga senang mela-kukannya setiap hari, dan menjadi kuat dalam pimpinan Roh, selalu menang dalam pencobaan dan tidak akan sam-pai jatuh dalam dosa, apalagi kejatuhan yang besar!
  5. Merdeka bukan berarti kebal ter-hadap dosa. Jangan salah mengerti. Sesudah lahir baru kita dimerdekakan dari perhambaan dosa, tetapi ini bukan berarti kebal terhadap dosa. Masih bisa jatuh dalam dosa! Juga kalau sudah dipakai Tuhan dengan heran.

Mengapa? Orang dalam yaitu ma-nusia batiniah, yaitu roh kita sudah diganti baru 2Kor 5:17, sudah jadi baru, jadi anak Allah Yoh 1:12, mati lepas dari dosa Rom 6:1-2. Tetapi orang luar (manusia lahiriah, tubuh daging) belum ditebus, masih menunggu tebus tubuh Rom 8:23. Ini terjadi pada saat seorang menjadi sempurna seperti Henokh dll atau waktu ikut pengangkatan, baru tubuh daging mengalami penebusan menjadi tubuh kebangkitan atau tubuh kemuliaan Fil 3:21, tidak bisa lagi berdosa. Sesudah lahir baru, kita masih hidup dalam tubuh daging yang belum ditebus Gal 2:20, yang terus menarik pada perkara2 daging atau dosa. Misal-nya: Malas, benci, dosa, berzina, ter-singgung dll. Ini kecenderungan dari tu-buh daging kepada dosa Yoh 3:19. Te-tapi roh kita sudah berubah jadi baru. Jadi ada pertentangan antara daging dan roh Gal 5:16-17.

Waktu seorang dalam perbudakan atau perhambaan dosa, kalau ada pencoba-an, maka reaksinya hanya ada 1 ke-mungkinan yaitu menuruti kehendak daging atau dosa, sebab semuanya (orang dalam dan orang luar) semua-nya dikuasai oleh daging. Tidak ada pilihan lain, hanya menuruti daging. Pa-da waktu lahir baru, rohnya sudah baru, tetapi tubuh daging (manusia lahiriahnya) belum berubah. Ia sudah merdeka dari dosa, tetapi tubuh daging belum berubah, belum ditebus, tetapi ia sudah bebas dari perbudakan dosa, sehingga sekarang ia bebas memilih, iamempunyai 2 pilihan yaitu menurut daging atau menurut Roh. Sebab itu setiap kali timbul pertentangan antara daging dan roh, antara orang dalam dan orang luar.

Kalau ia menurut daging, jatuh dalam dosa. Kalau ia menurut Roh, da-ging melawan timbul pertentangan. Kalau ia mau mematikan daging, daging disangkali, disalibkan, maka ia akan sanggup menurut Roh, yaitu hidup suci melakukan kehendak Allah. Memang kekuatan manusia terbatas. Seringkali meskipun rohnya berkehendak, tetapi ia lemah menuruti daging, sehingga jatuh dalam dosa Mat 26:41 KJI. Daging lemah, tidak bisa, tidak mau menuruti kehendak Allah, hanya mau menuruti hawa nafsunya. Sebab itu orangnya terseret  menurut daging. Lebih2 pada waktu rohnya lemah, ia menuruti da-ging dan berbuat dosa. Tetapi kalau kita penuh Roh Kudus, Roh Kudus memberi kuasa Kis 1:8, Zak 4:6, kita punya kekuatan ekstra untuk mema-tikan daging, sehingga bisa taat menu-rut Roh yang ada dalam roh kita, se-hingga kita menang, tidak menuruti daging, tetapi menurut Roh, melakukan Firman Tuhan, kehendak Roh dan bisa tetap hidup suci.

Jadi orang lama yang dikuasai da-ging, hanya punya 1 pilihan, yaitu me-nurut daging; Ia ada dalam kuasa hu-kum dosa dan hukum maut Rom 7:23 (14-26). Ini betul2 diperbudak oleh hu-kum dosa dan maut dalam tubuh da-ging. Tetapi sesudah lahir baru, roh kita merdeka, kita ada dalam hukum Roh yang sudah mematikan hukum dosa dan maut. Inilah orang yang merdeka. Tidak lagi dikuasai hukum dosa dan maut, tidak lagi dikuasai daging. Bebas, merdeka, bisa memilih antara kedua-nya. Kita bisa menuruti Roh dan tidak lagi berdosa. Tetapi kalau mau menu-ruti daging (apalagi kalau kena tipu iblis), bisa kembali berbuat dosa, sebab itu harus terus menerus menyangkal diri Luk 9:23, mematikan daging supaya tetap hidup suci menuruti Roh.

Jadi sesudah merdeka dari dosa kita tidak jadi kebal terhadap dosa, tetapi bebas dari hukum dosa dan maut, kita bisa bebas memilih. Kalau kita mau memilih menurut Roh kita bisa mati lepas dari dosa, sebab dalam Roh kita bebas dari hukum dosa dan maut. Tetapi kalau kita menuruti daging, akan kembali berdosa. Tergantung dari pilih-an kita Luk 12:57. Jadi sesudah lahir ba-ru kita tidak kebal terhadap dosa, tetapi kalau mau, kalau kita mau me-nyangkali, mematikan, mengkatargeo-kan daging, kita bisa tetap hidup suci. Tetapi kita tidak kebal, tetap ada ta-rikan daging, sebab kita masih tinggal dalam daging yang belum ditebus. Sebab itu setiap kali harus memilih taat menurut Roh, dan kalau mau, kita bisa, sebab kita sudah mati lepas dari dosa dan dari hukum dosa dan maut. Jadi kalau menuruti daging (sebab tertipu daging, iblis dan dunia), sekalipun su-dah dipakai Tuhan dengan heran, ma-sih bisa berdosa lagi. Sebab itu orang yang indah2, masih bisa berdosa lagi karena menurut daging, kehendak sen-diri atau ditipu iblis.

  1. Harus terus menerus menang atas pencobaan. Selalu ada pencobaan, te-tapi kalau mau mematikan daging, kita tidak akan sampai bereaksi dosa, tetapi tetap suci, menang dan naik satu ting-katan lagi. Pencobaan datang cukup banyak, lebih2 di akhir zaman waktu dosa dan kesucian meningkat (Wah 22:11), maka ada banyak pencobaan dan makin lama makin berat. Tetapi tidak ada pencobaan yang kebetulan dan selalu di bawah kekuatan kita 1Kor 10:13. Sebab itu kalau kita sungguh2 mau hidup suci, mematikan daging kita akan menang, tidak terjerat dosa, dan naik lagi 1 tingkatan. Lebih2 pada akhir zaman ada banyak pencobaan yang bisa dilihat, didengar timbul dalam pi-kiran, dialami dll, tetapi kalau kita mau menyangkal diri, taat pada pimpinan Roh Kudus, setiap kali kita bisa me-nang, lulus dan meningkat lagi 1 ting-katan. Dengan demikian setiap kali kita lulus kita naik lagi 1 tingkatan. Kalau banyak pencobaan dan kalau kita me-nang dan lulus setiap kali, berarti setiap kali meningkat terus, meningkat dalam kesucian sehingga makin lama kesucian kita meningkat makin tinggi sampai jadi sempurna. Dengan demikian kita akan terus naik, meningkat makin tinggi sampai akhirnya di puncaknya yaitu ke-sempurnaan (meskipun hanya ada 144.000 pada akhir zaman sebelum pengangkatan, tetapi itu ada dan itu cukup banyak). Jangan sampai satu ka-lipun gugur, karena bereaksi dosa. Kalau itu terjadi lekas bertobat sung-guh2 supaya jangan rencana Allah da-lam kita jadi rusak dan dosa masuk sampai ber-tambah2 menjadi kejatuh-an yang makin besar!
  2. Saling menasehati dan tolong me-nolong. Kalau kita tekun berdoa dan melakukan 7 KPR, tetap dipimpin Roh, maka setiap kali Roh Kudus akan meng-ingatkan dan menguatkan kita supaya tidak jatuh, bahkan tumbuh dalam ke-sucian. Tetapi kita tetap perlu berse-kutu. Kalau tahu saudara kita mulai lemah atau berdosa, tolonglah dia. Kita perlu sering bersekutu dan tolong me-nolong supaya tetap kuat, apalagi kalau melihat ada kemungkinan dosa atau sudah jatuh dalam dosa, kita harus sa-ling menguatkan Yak 4:17. Rebut yang baru jatuh, jangan sampai terlambat Yd 23, lepaskan dari banyak dosa dan kejatuhan Yak 5:19-20.
  3. Jauhkan dari pergaulan yang jahat 1Kor 15:33. Selain pergaulan langsung, juga tidak langsung lewat HP. Banyak orang gugur (apalagi kaum muda yang lebih banyak ingin tahu), sebab ditaburi terus dengan perkara2 dosa lalu timbul keinginan dosa, itu sudah dosa, sudah jatuh dan selanjutnya iblis terus berge-rak dengan penuh gairah menipu dan menyesatkannya, sampai rohaninya ru-sak dan undur dan itu kejatuhan, ter-masuk orang2 yang rohani! Bersekutu dengan betul, jangan persekutuan yang jahat sekalipun hanya dengan HP 2Tim 2:22, Gal 5:24. Hati2 ini suatu penaburan sistematis, efektif, dan kena hampirseluruh lapisan manusia, orang dunia dan orang beriman, apalagi yang tidak ber-jaga2 akan jatuh dan mati rohani!

KESIMPULAN.

Kita harus awas, memelihara kesucian dari mulut dan pikiran kita, jangan sam-pai timbul keinginan dosa, biarpun kecil itu permulaan kejatuhan besar2! 1Yoh 2:15-17. Semua keinginan ini membuat kejatuhan yang sering disebut “3ta”, harta, tahta, wanita. Kita harus siap sekarang, sebab waktunya sudah de-kat, Minggu ke-70 Daniel pasti datang dan kalau sudah datang, itu dahsyat, tidak bisa dihindari, sampai seluruh dunia. Orang yang tidak bersedia akan hanyut dalam tsunami dosa, tuaian dari penaburan yang rata di seluruh dunia lewat HP dan alat2 digital ini.

Orang yang bersedia akan ikut dalam hujan Akhir, terus meningkat sampai masuk golongan 1551, atau sempurna. Siap berarti seperti ligabis, dengan 7 KPR ekstra, yaitu 2 kali ganda sehingga bisa ikut dalam peningkatan kesucian dan pertumbuhan rohani yang sangat cepat Mat 24:27 dan mengalami pelayanan orang sempurna sehingga masuk dalam suasana Surga dan siap untuk pengangkatan. Kalau tidak berse-dia, tidak akan tahan dalam segala macam pencobaan dan akan jatuh dan binasa.

Orang yang tidak bisa terus hidup dalam kesucian dan melakukan kehen-dak Allah akan terus dan ber-ulang2 jatuh, hanyut dalam arus dosa yang begitu hebat. Antikris akan muncul, itu sangat kejam, jahat, lihai, manusia te-tapi jahat dan buas seperti iblis dan munafik. Mereka yang tidak bersedia akan dibinasakan, juga oleh Meterai ke-4 Wah 6:8 oleh kuda kelabu dengan maut di atasnya, begitu cepat sehingga 1/4 dunia binasa seperti dalam Maz 91:7. Iblis akan bertindak tegas dengan pembunuhan yang dahsyat dan limpah sebab kuatir, kalau orang itu tidak mati, bisa bertobat kembali dan lepas dari tangannya seperti Simson, Salomo, penjahat yang di salib dll. Sebab itu orang yang berdosa secepatnya dibu-nuh oleh Antikris, dan itu memung-kinkan waktu itu, sehingga 1/4 dunia binasa dalam dosa. Dalam 3,5 tahun I, yang mau bertobat masih bisa lolos, tetapi tidak bisa ikut pengangkatan, tetapi tertinggal dan masuk zaman Antikris yang amat dahsyat dan semua mati dalam tangan Antikris Wah 13:7. Sebab itu sekarang bersedialah, akan ada hari2 yang sangat indah seperti Surga di dunia. Tetapi yang jatuh wai, tidak bisa ikut kembali dalam arus yang betul! Bahkan banyak yang mati dan binasa kekal. Bersedialah, dahsyat, akan ada banyak kejatuhan dan celaka itu sangat dahsyat.

Nyanyian:

Sungguh tidak lama lagi,

Tuhan Yesus datanglah.

Biar kita bersedialah,

berdoa dan jagalah.