M4133 – 1Korintus 12:6. Nasib. (Perlengkapan Akhir Zaman Dari Allah Bapa)

Ini termasuk salah satu perlengkapan Gereja akhir zaman dari Bapa, seperti yang tampak dalam Wah 12:1. Ini dari dahulu sudah ada, tetapi pada akhir zaman akan dicurahkan se-penuh2nya supaya Gereja bisa disempurnakan se-suai rencana penamatan Allah dan untuk menghadapi polarisasi Wah 22:11 dan ujian2 supaya lulus. Kita per-lu mendapatkan semuanya dan disini kita belajar khusus tentang perbuatan atau cara operasional Allah. Kalau dosa, kejahatan dengan segala variasinya ma-kin banyak, juga kesucian dan tanda2 serta perlengkapan dari Allah akan ma-kin banyak bertambah. Jangan ter-tinggal, ikut serta mendapatkan dengan limpah sehingga nasib kita jadi ajaib.

  1. ALLAH PUNYA RENCANA YANG TER-BAIK KELAS I UNTUK SEMUA ANAK2-NYA. (Waktu percaya kita dijadikan anak2Nya Yoh 1:12). Allah tidak mem-bedakan orang Rom 2:11 dan rencana Allah untuk semua golongan anak2Nya itu rencana kelas I. Apa ini bisa terjadi? Tergantung dari kita sendiri, yang taat sampai akhir dan cinta Allah akan mengalaminya, sebab Allah sanggup membantu sepenuhnya. Daud diping-girkan oleh bapanya, tetapi ternyata dia jadi raja, nasibnya indah dan ajaib. Tuhan menyediakan rencana kelas I untuk semua, tetapi mengapa Daud yang terpilih? Bapaknya pasti ter-menung2 memikirkan hal ini, dia tidak bisa mengerti, tetapi itu kenyataannya, bukan Eliab atau 7 putra lainnya yang tampaknya hebat (menurut Isai dan Samuel) tetapi Daud yang terpilih.
  2. MODEL ATAU WARNA RENCANA ALLAH itu ada segirohani dan jasmani, dan mutu kelas I itu adalahmutu di ha-dapan Allah, yaitu sama seperti Kristus, kemuliaannya penuh seperti Kristus, sempurna dan itu berlaku di Surga. Tetapi dari luar model nasibnya secara jasmani belum tentu kelas I untuk ukuran dunia. Misalnya Lazarus itu in-dah, setingkat dengan Abraham, tetapi di dunia, dalam ukuran jasmani sangat rendah, pengemis yang tergantung dari remah2 orang kaya itu. Sebab itu jangan kecewa kalau Tuhan adil tetapi tidak jadi kaya raya (orang nomer 1 paling kaya). Sebab sekalipun kaya kalau rohaninya rendah itu sia2, apalagi kalau masuk Neraka Mat 16:26.seperti orang kaya “tetangga” Lazarus Luk 15. Allah tahu lebih dahulu bahwa mutu Lazarus paling baik kalau miskin, ia akan berharap penuh pada Tuhan dan berjalan betul Ams 30:8. Ada yang bisa tahan sekalipun kaya, tetap suci, bahkan tumbuh terus. Tergantung masing2. Nasib semua anak2 Allah itu sudah disediakan kelas I (pada permu-laan) dan Allah akan membantu maksi-mal untuk semua anak2Nya. Jadi ben-tuk nasib atau model jasmaninya ter-gantung mana yang cocok untuk masing2. Kalau rohani sudah tumbuh sampai cukup matang dan dewasa, biasanya diberi banyak uang masih bisa tahan. Tetapi jangan lupa Salomo yang rohani dan penuh hikmat juga tidak tahan sehingga jatuh dalam dosa dan akibatnya sangat pahit 1Raj 11:6-9, sebab ituTuhan membiarkan hidupnya terganggu oleh pemberontakan2 dll. Kita tidak tahu lebih dahulu bentuk jasmani rencana Allah pada kita. Ada yang tidak mau taat, dia menentukan dan berusaha sendiri warna atau bentuk jasmani, bertentangan dengan rencana Allah, maka pasti itu akan membuat banyak kemerosotan dalam mutu hidupnya di hadapan Allah, bahkan bisa terhilang Luk 12:20-21. Baik bentuk atau model hidup jasmani dan rohani, keduanya menentukan mutu masing2 di hadapan Allah dan itu untuk kekal.
  3. KITA TIDAK TAHU LEBIH DAHULU bagaimana bentuk rencana Allah atau nasib kita secara jasmani, juga secara rohani, kita akan dijadikan apa, mung-kin penginjil, mungkin menjadi peno-long dll, jadi apapun tidak jadi masalah, tetapi direncanakan untuk mencapai mutu kelas I. Sama seperti dalam dunia kerjanya apa, tidak masalah asal dapat gaji atau uang yang cukup atau limpah. Begitu warna, bentuk hidup ini bisa macam2 cara rohani dan jasmani, tetapi Tuhan merencanakan untuk se-tiap anak Allah untuk bisa mencapai mutu kelas I yaitu seperti Kristus.

Yusuf tidak tahu bagaimana bentuk hidupnya, sehingga waktu ia menjadi budak, ini bentuk jasmani paling ren-dah, tetapi sebab Yusuf taat, ia akhir-nya tetap jadi indah, dan mutunya mencapai kelas I. Jadi warna rohani dan jasmani bisa macam2, tetapi mutunya di hadapan Allah direncanakan kelas I asal kita mau taat menurut perbuatan Tuhan 1Kor 12:6. Kita tidak tahu ren-cana Allah dan tahapan2nya, sebab itu harus taat selangkah demi selangkah.

  1. RENCANA ALLAH ITU DALAM RIL ALLAH. Setiap dosa yang dibuat itu bisa membuat rencana Allah bagi kita mero-sot, sesuai dengan kasus dosanya ma-sing2. Paling baik ialah jangan sampai berdosa, sehingga bisa mencapaikelas I, tidak terganggu. Dosa dalam pikiran (itu tingkat permulaan) kalau langsung bertobat, seringkali tidak sampai meru-sak rencana Allah. Seperti penyakit ri-ngan kalau segera sembuh, tidak me-nimbulkan cacat, tetapi kalau tidak sembuh2, bisa merusak dan timbul cacat, lebih2 kalau ada komplikasi. Sebab itu yang terbaik tidak lagi ber-dosa. Memang ini rencana Allah, sebab kita sudah ditebus dan dimerdekakan, mati lepas dari dosa Rom 6:1-2, Yoh 8:36 sehingga seharusnya kalau kita mau taat dan mengerti, kita tidak sampai berbuat dosa lagi 2Pet 1:10. Tetapi kalau toh sudah jatuh dalam dosa, tergantung dari berapa lama barusadar, bertobat, pemberesan, sikap hati, taat atau tidak dll. Semua ini mempengaruhi berapa banyak keru-sakan dari rencana Allah dalam kita.
  2. BAGAIMANA MENDAPATKAN RENCANA ALLAH.
  3. Tinggal di jalan (ril) Tuhan, yaitu kalau kita dipimpin Roh, limpah dengan 7 KPR, itulah jalan dari Tuhan, misal-nya: Mengerti Firman Tuhan dan taat, membuat kita bisa mengalami rencana Allah 30, 60 atau 100% Mat 13:23, Maz 119:11. Begitu kalau tekun dalam Fir-man Tuhan, 2 gomer, akan mudah me-ngerti kehendak Tuhan untuk langsung dilakukan sekarang.
  4. Rencana Tuhan lengkap 1Kor 12:6 Tuhan sudah merencanakan lengkap 1 set rencana2 yang akan kita jalani. Tuhan sangat teliti, baik rencana yang manis atau pahit seperti yang dialami Yusuf (mula2 banyak rencana pahit, te-tapi itu termasuk dalam 1 set rencana Allah, biasanya sebagai pengolahan dan ujian dan kalau lulus akan meningkat dalam rencana Allah berikutnya. Ren-cana Allah itu dalam segala segi hidup, jasmani dan rohani (lengkap, dalam hal2 kecil dan besar) dan rencana Allah selalu dari 0 (tidak bisa apa2) sampai menjadi sempurna seperti yang tampak dalam Putra manusia Yesus. Kalau kita bisa mengerti, melakukannya dengan lengkap seluruh set rencana Allah (yaitu semua pencobaan2 yang kita hadapi), maka kita akan tumbuh terus (setiap kali lulus dalam ujian2 yang ada) dan menjadi sempurna seperti Henokh, Musa, Elia dan Putra manusia Yesus.

Jangan sampai ada kehendak Allah yang tidak kita lakukan, sekalipun biasanya kita tidak mengerti rencana Allah, tetapi kalau kita tahu itu ke-hendak Tuhan, harus kita taati (misal-nya  Yusuf tidak mencuri uang di rumah Potifar dan tidak berzina dengan ajakan istri Potifar dll). Sebab itu rencana Allah terjadi dalam hidup Yusuf, mungkin sudah semua atau hampir semuanya dan Yusuf jadi sangat indah nasibnya secara jasmani dan rohani, mutunya mungkin sudah menjadi sempurna, sehingga tulang2nya yang disuruh bawa ke Kanaan, mungkin juga ikut bangkit waktu Golgota!

Jadi kalau bisa ditaati lengkap, bisa mencapai mutu kelas I, sempurna. Te-tapi kalau kurang, maka mutunya di hadapan Allah juga berkurang atau merosot dan itu ukuran kemuliaannya untuk kekal di Surga! Sebaliknya kalau berdosa atau bodoh, lalai sehingga kita taat melakukan kehendak Allah dalam semua pencobaan2 yang kita hadapi, apalagi kalau berbuat perkara2 yang jahat melawan Firman Tuhan, maka rencana Allah dalam hidupnya mero-sot, bisa sampai habis, bahkan binasa masuk Neraka. Misalnya Simson terus berzina dengan perempuan2 Filistin, sudah diingatkan ber-kali2 tetap mabuk terus, akhirnya ditinggalkan Roh Kudus, celaka, rencana Allah yang sudah kacau dan merosot jadi batal dan Simson mati; untung masih bertobat pada akhirnya dan selamat. Tetapi rencana Allah bagian terakhir, yang justru paling indah sampai di puncak, batal! Sayang! Juga Salomo, juga Daud sebab berzina dengan Betsheba dan membunuh Uria, banyak rencana Allah yang rusak dan batal (dalam Wasiat Lama poligami masih dibiarkan Allah, tetapi ini betul2 jahat). Mungkin rencana Allah yang su-dah dijalani hanya 70%, termasuk ren-cana Allah waktu mengalahkan Goliat, waktu dikejar Saul mau dibunuh, waktu Ziklag (tempat keluarga Daud dan anak buahnya) dll, itu dilakukan dengan baik, sehingga terus meningkat dalam ren-cana Allah, tetapi rusak waktu Bet-syeba dan menghitung Israel 1Raj 15:5, 2Sam 24:10-12. Lain dengan Yusuf, Musa, Abraham, Ishak, Yacob, Daniel dll, banyak yang sejak muda sudah sungguh2 cinta Tuhan sehingga 1 set rencana Allah dalam hidupnya banyak yang jadi dan nasib mereka menjadi indah sesuai rencana Allah dan mencapai mutu yang sangat mulia di hadapan Tuhan. Jadi rencana Tuhan batal, bahkan rusak oleh sebab dosa, kebodohan, kejahatan yang dilakukan dll, tetapi mereka yang hidup berke-nan, mau menyangkal diri dan me-nyerah dan taat melakukan kehendak Tuhan,  maka mereka mengalami ba-nyak dari 1 set rencana Allah yang sudah disediakan Tuhan bagi mereka, bahkan masih bisa ada tambahan yang indah seperti tambahan umur Ams 9:11 dan hal2 indah lainnya lagi. Jadi umur  bisa ditambah, tetapi juga bisa dipo-tong seperti halnya Simson, Saul dll.

  1. Setia dalam persekutuan tubuh Kris-tus dalam Roh. Rencana Tuhan di da-lam kita itu dianyam dan lekat, menya-tu dengan anak2 Allah lainnya di dekat kita. Misalnya suami-istri itu bukan lagi 2 orang, tetapi satu di hadapan Allah Mat 19:5-6, istimewa dalam membuat rencana yang indah, bagi 2 anak2 Allah (suami-istri) ini menjadi satu di dalam Tuhan Pkh 4:12 itu jauh lebih indah dan lebihcepat. Kalau suami istri tidak lagi menjadi satu (1+1=2) rencana Allah rusak, lebih rusak daripada waktu masih bujang. Hidup nikah itu mutlak perlu dan sangat diperhitungkan dalam rencana Allah. Kalau nikahnya rusak, sekalipun sudah dipakai Tuhan dengan heran (seperti Simson, kesucian bu-jangnya rusak, juga banyak penginjil kaliber dunia, rencana Allah dalamnya rusak sebab nikahnya rusak). Istri Ayub jelek sekali, tetapi Ayub mau meng-ampuni dan bersatu dengan dia (padahal ini dalam Wasiat Lama dan Ayub yang paling kaya di Uz, bahkan 2 kali lipat sesudah lulus pencobaan), Ayub tetap setia pada istrinya dan memperbaikinya, sebab itu hidup Ayub menjadi ekstra sangat indah; seha-rusnya mati, ditambah lagi 140 tahun, juga secara rohani, tumbuh luar biasa, mungkin juga ia ikut dalam kebangkitan sulung Ay 42:12-17.

Begitu juga dalam persekutuan dengan keluarga, dengan Gereja lokal dimana kita sudah ditetapkan oleh Tuhan. Tetaplah setia sekalipun ada problem dalam keluarga atau Gereja. Jangan sedikit2 pindah Gereja, pindah istri/ suami,maka rencana Allah batal baginya, seperti benang yang sudah dirajut jadi satu, sudah lekat bersama, lalu dicabut, jadi putus2 dan rusak sebab begitu mudah pindah2, tidak setia. Seharusnya kalau ada problem, kita saling mengampuni dan memper-baiki persekutuan kita dalam tubuh Kristus, sehingga kesalahan2nya terha-pus oleh darah Yesus dan tetap ber-sekutu dalam terang dan kasih Kristus 1Yoh 1:7. Kalau seorang tidak setia, menarik diri dari persekutuan dalam keluarga atau Gerejanya, ia keluar dan jadi cacat, tetapi rencana Allah untuk seluruh tubuh Kristus akan tetap  digenapkan. Kerajaan Allah dalam orang yang tidak setia, keluar dan pindah2, akan diambil, diberikan pada orang lain yang mau menghasilkan buah2nya Mat 21:43, pelitanya diambil Wah 2:5 dan juga mahkotanya diambil Wah 3:11, habis, rencana Allah dalam dia berantakan dan rusak, mungkin sekali jiwanya binasa.

III. HAL2 PRAKTIS UNTUK TUMBUH DALAM RENCANA ALLAH.

Tetap dalam ril Tuhan, yaitu kesu-cian dan hidupsesuai dengan Firman Tuhan. Orang yang hidup dalam dosa atau pura2 (hanya luar yang bersih seperti Mat 23:27) itu keluar dari rencana Allah, masuk dalam rencana iblis atau Antikris. Jangan ada siasat, tidak tulus dll, harus benar dan ber-kenan pada Tuhan Kol 1:10. Sebab itu hadapi setiap pencobaan kecil besar dengan cara:

1.1. Tidak bereaksi dosa.

1.2. Minta pimpinan Roh (yaitu sesuai dengan Firman Tuhan) dan taat sampai lulus. Ini berarti dapat 1 point dan kita naik 1 tingkat dalam rencana Allah; bia-sanya kita belum tahu bagaimana hasil akhirnya, tetapi ini berarti tumbuh dalam rencana Allah. Sebab:

  1. Tidak ada yang kebetulan dan harus lulus.
  2. Ini semua sudah direncanakan Allah, juga pencobaan2 lain diizinkan Allah. Tetapi jangan buat perbuatan dosa sendiri, maka ceritanya menjadi ber-ubah, rencana Allah terganggu atau merosot bahkan bisa rusak, atau cacat oleh dosa2 yang diperbuat. Kalau toh sudah berdosa, lekas bertobat sung-guh2, supaya bisa dipulihkan se-baik2nya.

Orang yang tumbuh dalam ril Allah akan selalu ada sukacita dan sejahtera dari Tuhan Pil 4:4,7 dan ia akan bisa mendengar suara Roh, kadang2 ada peneguhan kalau ragu2 2Kor 13:1. Ini semua mudah dialami kalau kita tetap lekat pada Tuhan Yoh 15:5.

Mungkin 1 hari ada 5 atau 15 pen-cobaan yang kita alami, hadapi baik2 sampai lulus (benar dan sesuai Firman Tuhan), maka kita mendapat point dan naik dalam rencana Allah. Begitu setiap hari, setiap tahun, sampai akhirnya kita mencapai rencana Allah yang tertinggi bahkan kelas I.

  1. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18 dan mahir dipimpin Roh (bisa dengar suara Roh dan taat Rom 8:14). Usaha ini harus dobel se-perti Elia yang putus asa, makan mi-num dari Surga 2 kali sehingga rencana kesempurnaan yang hampir hilang karena putus asa, pulih kembali dan jadi dobel! 1Raj 19:7-8.

Kita bisa tumbuh dengan betul, tepat dan cepat karena bisa bersekutu dalam Roh seperti Trinitas ilahi, baik dalam keluarga, Gereja lokal dan kelak juga dalam Gereja global Yoh 17:23. Juga dengan salib (penyangkalan diri sampai mahir seperti Kristus Yes 53:3) dengan doa, ibadah, Firman Tuhan, pelayanan, yaitu semua 7 KPR. Jangan lupa setiap anak Allah semua sudah disediakan Allah rencana kelas I (tetapi tidak semua mengalami penuh).

  1. Berjalan dengan iman 2Kor 5:7. Bia-sanya kita tidak tahu bagaimana ren-cana Allah. Sekalipun Yusuf mimpi, Daud diurapi oleh Samuel, tetapi itu hanya bayang2 dari tujuan akhir. Tetapi jalannya langkah demi langkah, sering-kali kita tidak tahu. Perlu pimpinan Roh Kudus langkah demi langkah. Seperti mobil maju dengan sorotan lampu hanya 10 meter tidak sampai kota tu-juan, tetapi waktu maju terangnya juga maju lagi sedikit, begitu seterusnya danpada akhirnya kita sampai di kota tujuan, asal setiap kali tepat menurut pimpinan Roh Kudus. Berjalan dengan iman, sebab percaya bahwa janji2 Tuhan pasti digenapkan (kita perlu mengerti) dan Allah selalu benar, tidak ada yang kebetulan terjadi pada kita, jangan bereaksi dosa, jangan ber-sungut2. Ayub sekalipun menderita sampai rasanya mau mati, ia tetap percaya Tuhan tidak pernah salah (Ay 34:12 TL), tetap harap Tuhan Ay 13:15, tetap taat dan bersyukur, ini jalan dengan iman sekalipun tidak mengerti mengapa begini, begitu dan pahit. Jangan ber-sungut2 seperti Israel yang tidak percaya akan negeri perjanjian Tuhan, sebab itu merekatidak masuk, kecuali Yusak, Kaleb yang percaya.

KESIMPULAN.

– Setiap anak Allah (sesudah percaya) jadi anak dan punya rencana Allah kelas I baginya. Model atau bentuk nasib jasmani dan rohani ber-beda2, tetapi mutunya kelas I.

– Tuhan siapkan 1 set rencana Allah supaya kita bisa melakukannya dengan pertolongan dari Allah, yang mau taat, pasti jadi, asal terus di ril Tuhan (masuk banyak stasiun besar kecil sampai akhirnya jumlahnya lengkap). Jangan berdosa, bodoh, semaunya sendiri atau berbuat jahat seperti Absalom, Simson, Saul dll.

– Rencana Allah ada, tetapi kita biasanya tidak tahu, berjalan terus dengan iman, jangan seperti orang Israel yang tidak percaya akan negeri Perjanjian, bodoh.

– Temukan dan alami seluruh set lengkap rencana Allah, besar-kecil dan lulus sesuai Firman Tuhan.

– Setia bersekutu dalam tubuh Kristus, baik dalam keluarga (suami-istri) dan dalam tubuh Kristus lokal, global, jangan mudah pindah2, rencana Allah akan rusak (kerajaan Surga, pelita dan mahkotanya hilang).

– Ingat hal2 praktis selalu dalam kesucian, taat dipimpin Roh, bergairah dan bersukacita, dan selalu ada sejahtera Allah.

Dengan cara ini kita bisa menghadapi segala tantangan dosa dan kejahatan yang makin meningkat, tetap lulus dan tumbuh dalam rencana Allah yang akan menyempurnakan kita.

Nyanyian:

Indah rencanaMu Tuhan,

Pengumuman:

Rabu, 5 Juni 2019