M4100 – Yeremia 35:1-19. Hidup Berkenan Kepada Tuhan (Bangsa Rechab)

YER 35:1-2. YOYAKIM DAN RECHAB.

– Bangsa Rechab berasal dari Yonadab bin Rechab, suatu bangsa yang tertib dan dengar2an = taat (Yonadab bin Rechab ini seorang yang bijaksana dan ikut ber-sama2 Yehu membasmi pe-nyembahan Baal 2Raj 10:15-28. Mung-kin bangsa ini adalah bagian dari bang-sa Keni 1Taw 2:55 dari Hobab, mertua Musa) yang banyak menolong orang2 Israel Bil 10:29-32, Hak 1:16/ 4:17, 1Sam 15:6). Mereka masuk Yerusalem karena tekanan bangsa Babil (Yer 35:11).

– Yoyakim adalah raja yang bebal, ban-tahan, tidak dengar2an. Tuhan mema-kai bangsa Rechab menjadi pelajaran bagi bangsa Israel, supaya malu dan bertobat (Yer 35:13); Sifat taat atau menurut dan dengar2an itu sangat in-dah di hadapan Allah, dan membuat kita lebih hari lebih tumbuh kepada kesempurnaan, dan diberkati dengan sukses yang indah2 Yus 1:8. Kunci hi-dup keberkatan ialah taat kepada Fir-man Tuhan dalam segala perkara. Yus 11:15. Tak ada satu pesan Tuhan yang tak ditaati Yusak, sebab itu hidupnya sangat keberkatan. Tapi orang yang tidak taat atau bantahan/ memberon-tak, itu dosa yang sangat jahat di ha-dapan Tuhan, kejinya seperti dosa ho-batan dan menyembah berhala (1Sam 15:23). Tuhan ingin selalu ada ketaat-an, dan tidak mau ketaatan itu diganti dengan yang lain, sekalipun dengan persembahan2 yang besar, Ia tetap tidak berkenan 1Sam 15:22.

YER 35:3-5. BANGSA RECHAB DICOBAI.

Di dalam Kaabah Allah, dalam bilik aziz Allah, mereka disuruh oleh nabi Yere-mia untuk minum anggur yang tersedia dengan limpah. Tetapi orang2 Rechab menolak, mereka tetap taat dan lulus! Mengapa? Sebab mereka taat kepada perintah bapanya lebih dari semua yang lain. Begitupun ketaatan kita akan selalu diuji, ganti berganti dalam setiap segi kehidupan kita, dalam keuangan, dalam keluarga, dalam pergaulan dll. Ujian pasti datang. Tetapi kalau kita selalu mentaati Tuhan lebih dari segala perkara yang lain (Kis 4;19) kita akan selalu lulus.  Kej 22:2. Ibrahim diuji, dia taat, karena itu ia lulus dan Tuhan memberkati Ibrahim amat sangat.

Taatlah kepada Allah lebih dari semuanya, sekalipun ada pengorbanan dan kerugian, tetap taat, itulah kunci kemenangan dalam segala ujian. Justru kalau kita membuat perkecualian atau menuruti kemauan sendiri, itu mem-buat kita jatuh dalam pencobaan. Yak 1:14. Kalau merasa lemah, berdoalah, asal hati kita mau taat, Tuhan akan sanggup menguatkan kita sehingga bisa tetap taat dan menang 2Pet 2:9a. Kalau belum yakin bahwa itu perintah atau kehendak Tuhan, berdoalahdan ber-ta-nya2 akan Tuhan, kalau perlu berta-nyalah pada gembala masing2. Kalau sudah yakin itu dari Tuhan, sesuai Firman Tuhan, taatlah!

KEJ 35:6-7. KEHIDUPAN MUSAFIR.

  1. Tidak minum anggur. Di mana2 lim-pah dengan anggur, tetapi mereka me-nyangkal diri mentaati untuk tidak mi-num air anggur. Bentuk kehidupannya lain dari orang2 sekitarnya.

Ini berarti bagi kita secara rohani.

Umat Tuhan adalah umat yang diasingkan dari cara hidup dunia Kel 33:16, dari hidup jalan lebar. Sekalipun kita sama2 hidup dalam dunia, sama2 sekolah, bekerja, bertetangga bahkan dari family dan keluarga yang sama, tetapi jangan ikut cara2 hidup jalan lebar!

Air anggur = kesukaan duniawi yang dosa. Kehidupan Kristen itu terpisah dari kesukaan dankeramaian jalan le-bar. Tetapi justru dalam kehidupan seperti ini kita tumbuh dan ber-tambah2 di dalam Tuhan.

Orang yang tidak memperhatikan ini akan bercampur-baur dengan kesu-kaan dosa jalan lebar, dosa2 dunia, sehingga bertumbuh dalam dosa, dan ini tidak berkenan pada Tuhan. Jangan minum anggur dunia. Orang seperti ini tidak akan lagi suka anggur baru dari Tuhan, tetapi terus minum anggur la-ma, yaitu anggur dunia sampai mabuk dan limpah dengan segala perbuatan dosa Luk 5:37-38.

Kerbatnya (hidupnya) harus baru, tetapi juga anggurnya baru! Beberapa banyak orang beriman sudah hidup baru dengan baik, tetapi kemudian icip2 anggur lama dan senang sehingga tidak mau lagi minum anggur baru, tetapi anggur lama sehingga hidupnya rusak. Yang betul anggur baru dalam kerbat baru, jangan di ganti2 atau dicampur.

Lot mula2 sudah hidup baru, keluar dari Urkasdim dengan Abraham, sama2 menjadi orang benar 2Pet 2:8. Sebab itu waktu Lot masuk Sodom (minum anggur lama), ia mula2 sangat tersiksa jiwanya karenamelihat dan duduk di tengah2 orang Sodom, orang2 yang hidup di jalan lebar. Tetapi lama2 Lot menjadi biasa, bisa adaptasi bahkan mengambil cara dan falsafah hidup orang Sodom sebagai cara hidupnya sendiri! Ia begitu mengecilkan arti perawan (kesucian bujang) bahkan ba-ginya berzina yang keji dengan anak2-nya juga tidak jadi masalah, hidupnya betul2 menjadi seperti orang dunia (Sodom)dan binasa untuk kekal Kej 14;8; 32-33. Mula2 Lot hidup suci, te-tapi sebab mulai minum anggur dunia, anggur lama, hidupnya menjadi undur, tidak lagi cocok dengan Abraham, te-tapi cocok dengan orang Sodom (seka-lipun sudah 2 kali dilepaskan Abraham dari celaka Sodom, tetapi tetap tidak cocok dengan Abraham, sebab rohnya tidak sama), tidak mau kumpul lagi dengan Abraham dan binasa kekal! Inilah orang2 yang tidak mau men-jauhkan diri dari anggur dunia. Bukan-nya perintah Tuhan itu kejam, sebab Tuhan sudah menyediakan anggur baru yang jauh lebih manis, suci, mulia, sangat memuaskan. Bersukacitalah di dalam Tuhan selalu Pil 4:4,7, Luk 10:21. Sukacita dalam Roh itu indah Rom 14;17, tidak kalah dengan orang yang minum anggur dunia sampai mabuk. Orang yang minum anggur baru itu tetap siuman, puas dan tumbuh de-ngan sukacita dalam kesucian Kis 2:12-13.

Abraham yang tetap hidup sebagai musafir di padang gurun (arti rohani bagi kita adalah1Pet 1:16-18). Sebab itu kita harus hati2 dengan sukacita dunia sekalipun yang netral,  jangan sampai bercintakan atau terikat, sebab dalam sukacita dunia yang netral seringkali dicampuri dengan kesukaan dosa yang sesaat Ibr 11:25.

Tuhan tidak melarang kita bersuka-sukaan, bahkan Tuhan memerintahkan kita untuk bergemar dan bergirang Fil 4:4/ 3:1, 2Kor 13:11, Ul 12:7. Bersuka-citalah kamu sekedar berkat Tuhan ke-padamu, tetapi jangan minum anggur dunia ini! Kita harus bisa membedakan dan memisahkan dengan tepat dan tegas segala rekreasi2 yang netral dan yang dosa. Bergemarlah dalam Roh Tuhan, dalam anggur baru, jangan dengan air anggur dunia, sebab ini membawa kepada kelemahan rohani, kelumpuhan dan kematian iman Kol 2:20-21, Rom 13:14, Ef 4:27! Keluarlah dari dunia! Yes 52:11, 2Kor 6:17-18.

Tampaknya kesukaan jalan sempit lebih sedikit, kurang meriah, kurang ramai, tetapi lebih murni, puas dan selamat (Mat 7:13-14). Taatlah supaya iman kita tetap sehat dan tumbuh! Kalau mau tetap merdeka dari dosa, lepas dari jerat dan ikatan dosa, jangan minum anggur dunia, tetapi hanya ang-gur baru, yaitu kesukaan Roh Kudus, tetap ber-api2 mengiring Tuhan, dan limpah dengan perkara2 dari Atas, maka kita akan penuh dengan sukacita yang murni dan indah. Jangan pilin-plan, harus tegas, pegang erat2 Firman Tuhan dan tetap jangan “minum anggur dunia ini”.

Dosa dan tipu daya iblis akhir za-man ini meningkat dan meluas, sh-eingga seringkali anggur lama dan baru dicampur bahkan orang2 beriman membawa masuk cara hidup dan kesu-kaan duniawi dalam hidup dan Gere-janya. Kadang2 kesukaan yang dibawa itu netral, tetapi ingat:

  1. Biasanya selalu ada “belokan” yang dengan mudah membelokkan kita ke-pada dosa occultisme, zina, benci, mammon, keduniawian, kemewahan, bertuhankan perut dll, sehingga de-ngan tidak terasa, meskipun se-olah2 kesukaannya netral, tetapi karena itu ia masuk dalam kesukaan dosa yang sesaat.

Dengan tidak terasa semua dosa2 ini masuk dalam pribadi, keluarga dan Gereja, sehingga meracuni hidup iman-nya, sebab anggur lama membuat orang cepat bosan dan menolak anggur baru, kesukaan dari Tuhan. Dan sering-kali dengan tidak sadar, untuk hal2 seperti ini, meskipun netral, sudah jadi kebiasaan, sudah umum, dan justru ja-di ikatan, misalnya: Drama, dekor, mu-sik, lighting, doorprice dan hadiah2, perlombaan, piala2, pesta pora, bertu-hankan perut,tari2an, make-up, per-gaulan duniawi.

Karena jadi ikatan, harus ada dalam hidup dan Gerejanya dan untuk meng-hadirkan dalam hidup dan Gerejanya, itu menghabiskan banyak waktu, tena-ga, biaya dan campuran2 duniawi lain-nya, sampai untuk yang rohani sudah tidak sempat, tidak ada waktu, tenaga, biaya dan kesempatan lagi. Sebab kesukaan dunia yang netral ini sudah menjadi ikatan yang membudaya, kalau tidak ada, rasa2nya semua kosong dan tawar, padahal kesukaan kegerakan Roh Kudus dan Firman Tuhan itu yang seharusnya mengisi umat Tuhan dan Gereja di jalan sempit, itusangat indah dan murni. Lagipula waktu, hati, tena-ga, biaya dll begitu banyak dihabiskan dengan sia2, sehingga waktu habis untuk berdoa dan belajar Firman Tu-han, sehingga rohaninya terus darurat, kocar-kacir dan lemah. Akibatnya mun-cul segala macam dosa, iri, perpecahan, marah, prasangka dll, sehingga peker-jaan Tuhan dan rohani umat Tuhan menjadi suam. Jangan terbius oleh kesuksesan duniawi atau sukses jalan lebar. Kita sukses bukan karena cara2 duniawi, tetapi sebab taat dan penuh pengurapan Roh Kudus Yus 1:8!

Hati2 dengan anggur dan cara hi-dup duniawi dll. Limpahlah dalam pengurapan Roh Kudus dalam kesucian (juga kesucian nikah dan bujang yang terpelihara dan meningkat) dalam doa, pujian dan penyembahan, persekutuan dan pelayanan, limpah dengan 7 KPR.  Kesukaan dalam Roh itu dalam Firman Tuhan dalam kesucian, dalam jalan sempit Luk 10:22, Yoh 4:14; 7:38. Ja-ngan ini diganti dengan kesukaan duniawi yang palsu Ams 14:12-14.

Ingat kesukaan dari Tuhan itu murni, keluar dari dalam hati, tidak tergantung dari kesukaan dari luar dan dari perkara2  yang fana. Penuhlah de-ngan pengurapan dan kesucian ilahi, dan limpah 7 KPR. Memang kesukaan dari Tuhan itu terbatas, tidak bisa me-makai segala cara atau perkara, se-hingga tidak terlalu meriah.  Tetapi kesukaan dunia tidak ada batas, segala cara dan perkara bisa dipakai termasuk yang dekat dosa, bahkan yang limpah dengan dosa, sehingga makin meriah. Tetapi kesukaan ilahi itu murni dan bersambung sampai Surga Yoh 4:14. Tujuan kita bukan sukacita di dunia ini, tetapi terus bersambung sampai Surga.

Pakai semua waktu, tenaga, uang, kesempatan dll mendahulukan kera-jaan Surga dan hidup benar. Andaikata tiba2 mati, sudah siap masuk Surga atau berhenti sukacita duniawi lalu masuk Neraka? Amos 4:12, Ibr 9:27. Tujuan hidup kita adalah Surga, bukan sukacita dunia ini.

  1. Jangan menanam pohon anggur, ini sumbernya air anggur. Bukan hanya perbuatan2 duniawi yang Tuhan tidak suka, tetapi akar2nya, sumber2nya, yaitu hati kita, itu tempat menanam “pohon anggur duniawi!” Ams 4:24. Harus dipelihara terlebih dari segala sesuatu yang patut dipelihara. Buku2, HP, website, kata2, nasehat dan penda-pat2 yang tidak takut akan Tuhan, se-mua harus di “saring” dengan kebe-naran Firman Tuhan. Selidiki lebih ba-nyak kebenaran2 Firman Tuhan supaya dapat membedakannya benih2 dosa dan kesucian. Isi lebih sering dengan Firman Tuhan, sehingga limpah pa-tokan2 hidup yang memperkenankan Allah.

– Banyak kegagalan; Lebih2 pada anak2 orang Kristen yang jadi dewasa, karena dibiarkan menanam kebun anggur.

Tidak boleh mata air mengeluarkan air manis dan pahit atau air asin dan air manis Yak 3:11-12 KJI. Tidak boleh, se-bab akan rusak, mereka tidak lagi suka kesukaan dalam Tuhan, tetapi kesu-kaan dalam dunia yang meriah (Rom 13:14, Yoh 3:19). Seringkali orangtua beralasan kasihan, maka anak2 dibiar-kan dicampuri dengan anggur dunia sedikit2. Akibatnya anak2 jadi duniawi Luk 5:39 dan rusak seperti anak2 Ayub, orang saleh, mereka dibiarkan penuh dengan anggur dunia. Ingat, dengan alasan apapun jangan dicampur anggur dunia, harus tegas dengan hikmat dan kuasa Allah dipisahkan, kalau tidak akan menjadi seperti anak2 Ayub!

Lambat atau cepat, sekalipun orang benar, sekalipun “Nuh” akan mabuk dan jadi hina karena menanam kebun anggur yang dipelihara dan dicintainya (Kej 9:20-21). Tidak boleh 2 macam air dalam 1 sumber, haram.

  1. Hidup dalam kemah, menolak ting-gal dalam rumah2 permanent. Tenda atau kemah adalah suatu kehidupan sementara, dan hidup kita itu sebe-narnya memang sementara! 1Pet 1:17. Hidup sesudah kematian itulah yang kekal, yang permanent, yang tetap tak berubah-ubah!

– Maz 39:13/ 119:19. Daud menginsyafi ini; Ibrahim mengakui hal ini Ibr 11:13; demikian pula Paulus Ibr 13:14; dan Tuhan Yesus Yoh 14:2-3. Kita harus se-ring meng-ulang2i hal ini dan meng-akui, baik dalam nyanyian, nasehat, doa dan pikiran kita. Tidaklah ber-lebih2 kalau tiap hari kita ingat “rumah di Surga” supaya jangan kita diperda-yakan iblis (Ef 5:6) dengan segala per-kara2 duniawi yang kelihatan indah dan se-olah2 mutlak perlu, tetapi fana 2Kor 4:18. Juga ajakan saudara2 seiman yang dipakai iblis.

Mengakulah sebagai orang musafir di dunia ini. Sering Tuhan juga meng-ingatkan kita dengan macam2 jalan dan cara (kadang2 lewat penyakit, kepahit-an, kekecewaan dll) supaya ingat rumah di Surga.

Kalau tidak punya visi yang jelas, mudah mogok dalam hidup rohani, malas, enggan, tidak ada gairah dsb. Tetapi kalau bisa melihat rumah di Surga yang indah, maka hidup ini akan bergairah untuk perkara2 kekal dan bisa mudah meninggalkan hal2 yang fana dan berjuang mati2an untuk yang kekal seperti keledai Isachar Kej 49;15. Kalau tidak punya visi yang jelas tentang kerajaan Surga, hidup jadi melawan, berontak dan liar! Ams 29:18 TB, bahkan menjadi keliru jalan dan sesat Mrk 12:24. Jangan lupa bahwa Surga, Neraka dan kematian itu betul2 ada, pasti jadi!

– 1Kor 7:31. Hiduplah sangat lepas (ti-dak terlalu tergantung) dari segala milik dan perkara2 duniawi, supaya kalau itu harus dikorbankan untuk kepentingan rohani, maka tidak terlalu “sakit”. Orang yang mau hidup terutama bagi Kristus (Gal 2:20, Fil 1:21) akan lebih mudah hidup tidak terikat dari per-kara2 yang fana ini. Jangan hidup me-makai gaya hidup duniawi, meskipun megah dan meriah, tetapi pakai cara Alkitabiah meskipun kuno seperti Rechab, tetapi puas dan indah, suci dan tumbuh sampai kekal!

Gaya hidup dunia disukai orang dunia dan orang Kristen (yang setengah hati, bercabang, suam), sebab enak, rileks, tanpa pikul salib, tidak perlu bergumul dengan daging, banyak dosa dalam pikiran tidak apa2, tidak perlu salib terus menerus, berdosa sedikit2 (atau banyak) tidak apa2 malah tambah senang dst. Sebab itu orang yang ber-cabang atau suam, cinta dunia, lebih suka gaya hidup duniawi yang rileks tanpa pergumulan, bisa melazatkan daging dengan puas, meskipun dosanya juga ber-tambah2 dan limpah Rom 13:14. Juga jangan lupa jumlah orang Kristen di jalan lebar lebih banyak dari jalan sempit, tetapi orang yang me-ngerti, tahu, itu cocok dengan Mat 7:13-14, dan akhirnya dari jalan sempit dan lebar akan nyata, bahkan sejak di dunia.

YER 35:8-11. KETAATAN BANGSA RECHAB.

Turun temurun bangsa Rechab taat akan perintah bapanya. Mengapa mereka dapat taat? Bagaimana kita dapat taat dalam kehidupan musafir dan bertahan sampai ke akhir? Yez 2:8 sampai 3:3. Tuhan menyuruh Yehezkiel  taat, dan Tuhan memberikan caranya, yaitu makan buku bertulisan Firman Tuhan. Dengan pikiran manusiawi, tak mungkin jadi kenyang dan puas, oleh kertas2 itu. Tapi akal Tuhan melebihi akal kita. Dia begitu pintar (Mahatahu) sehingga kebodohanNya saja sudah sangat melebihi akal manusia yang terpandai 1Kor 1:25. Tuhan berkata bahwa kertas2 yang tak banyak berarti itu akan mengenyangkan dan memuas-kan jiwa manusia dengan betul (Mat 4:4). Waktu dimakan, mula2 manis di mulut tetapi kemudian pahit di dalam (Wah 10:10).

– Waktu diselidiki dengan betul, Roh Kudus mencelikkan mata kita, maka Firman Tuhan menjadi begitu heran, indah, dan manis. Kita harus menye-lidiki Firman Tuhan sampai ketemu manisnya, sehingga kita bersukacita. Kalau belum ketemu manisnya, itu ber-arti buku itu belum masuk mulut, Fir-man Tuhan belum dapat tempat dalam hati. Semua yang sungguh2 mencari akan dapat Maz 19:8-9, Yer 15:16).

– Tapi tidak cukup sampai disini. Harus ditaati. Di sini mulai terasa pahit sebab daging melawan!

Tetapi teruskan, taati, jangan dimuntahkan. Yang terus mempertahankan biarpun pahit, maka Firman Tuhan akan menjadi daging Yoh 1:14a (berarti tumbuh!).

– Yak 1:25. A. Menyelidiki dengan haus dan sungguh2. B. Bertahan dalam kepahitan karena melakukan kebenar-an2 yang didapat. Kalau mau begini, akan menjadi penurut2 yang betul!

YER 35:12-14. SETIA SAMPAI HARI INI.

Suatu pelajaran yang indah yang Tuhan, ditunjukkan kepada orang Israel bahwa orang2 Rechab itu tidak berhenti dari “hidup yang sulit” sampai hari ini. Bukan mudah mempertahan-kan diri dalam jalan salib, atau jalan sempit ini; tetapi kalau mau, Tuhan bisa menoong sampai berhasil 2Pet 2:9a, Jd 24 dan harus terus pikul salib seumur hidup sehingga bisasetiawan sampai ke akhir dan beroleh mahkota (1Kor 9:24-25, Wah 2:10).

Israel sudah diperingati, dibantu, didorong, tetapi tidak berhasil! Asal kita mau sungguh2, biarpun kita lemah, kekuatan kecil dan banyak pencobaan, tapi kalau mau sungguh2 Tuhan ber-kuasa menyempurnakan dengan heran, sehingga hari lepas hari kita bisa se-tiawan sampai ke akhir Mat 6:34. Ja-ngan kuatir esok, atau perkara2 dah-syat asal terus dengan Tuhan. Hari ini harus menang dan tinggal dalam kemenangan, dan begitu seterusnya hari demi hari sampai saat terakhir!

YER 35:15-17. HUKUMAN BAGI ORANG BANTAHAN.

Terus membantah, tak mau menurut, terus melawan dan berontak, maka segala jahat akan didatangkan Allah atas orang2 ini. Ini tidak sukar untuk Allah Yer 31;28 untuk memberkati atau menghukum itu sama mudahnya bagi Allah. Sekalipun lambat dan kadang2 tidak diakui, tapi hukuman pasti datang Yer 51:56. Orang yang bantahan itu ditolak oleh Allah dan hidupnya dila-wan Allah Rut 1:13. Tiada sejahtera dan kepahitan belaka. Hebat akhirnya Nud 1:9.

YER 35:18-19. BERKAT RECHAB.

Turunan Rechab akan terus menerus berdiri di hadapan hadirat Allah, itu indah Maz 15:11. Kenyang dengan sukacita dan kesedapan yang dijamin oleh Allah tanpa orang dapat meng-ganggu, karena orang yang mengerti dan menurut Firman Tuhan itu berbahagia Yoh 13:17.