M4096 – Ibrani 13:5-6. Menghadapi Problem Keuangan ( 6 Januari 2019 )

IBR 13:5-6.

Cara (gaya) hidup kita harus bebas dari cinta uang. Sebab cinta uang itu berhala mammon Mat 6:(19-)24. Orang yang cinta uang itu pasti tidak suka akan Tuhan. Ada yang mau ibadah pa-da Tuhan asal dapat banyak uang, te-tapi tetap tidak bisa taat akan Firman Tuhan, sebab keduanya bertentangan. Sebab itu harus pilih salah satu:

Cinta Tuhan, bukan cinta uang. Jangan keduanya menjadi sesembahan kita, tidak boleh dan tidak bisa. Sebe-lum belajar lebih lanjut tentang janji2 Tuhan yang limpah tentang uang, kita harus sungguh2 tulus cinta Tuhan, bu-kan uang.

  1. Berpada dengan apa yang ada 1Tim 6:8. Uang itu netral, tetapi jangan di-cintai, bahkan kita harus mau mem-buang cinta uang, tandanya bisa ber-pada! Pil 4:11-12, yaitu: tidak berdosa kalau punya limpah, juga tidak ber-sungut2 dan tidak berdosa kalau ada dalam kekurangan.
  2. Janji Allah. Kalau kita cinta Tuhan dan tidak cinta uang, artinya bisa membuang cinta uang, maka Tuhan berjanji akan selalu menyertai kita istimewa dalam hal2 keuangan, tidak pernah ditinggalkannya atau dilupakan-nya. Ini janji yang besar artinya, pasti cukup dan bahkan limpah, sebab Dia memiliki seluruh bumi ini, sehingga
  3. Kita berani berkata dengan yakin dan ada jaminannya bahkan Tuhan sendiri yang menjadi penolong kita. Ini janji Tuhan yang luar biasa, menjadi Penolong kita. Tuhan tidak main2 atau sekedar bicara, tetapi dengan penger-tian dan akan menyatakannya benar2 bahwa Dia pasti dapat dan akan menjadi Penolong kita, sehingga
  4. Kita tidak akan takut apapun yang akan diperbuat orang pada kita. Orang bisa dan dapat berbuat banyak hal kepada kita, apalagi karena cinta uang, mereka punya banyak siasat, lebih2 dengan tehnologi tinggi dan bisa meng-halalkan segala cara terhadap kita, tetapi Tuhan tetap sanggup menolong kita sampai tuntas, bahkan kita yang keberkatan.

KEBUTUHAN DAN KEINGINAN.

Kita harus bisa membedakan dengan jelas dan tepat antara keduanya. Sebab orang yang tidak bisa membedakan, atau mencampurnya, akan mudah masuk jerat setan, sehingga diperbu-dak oleh roh mammon, tunduk dan menyembah uang. Ini hal yang penting sekali untuk menjaga “kesehatan da-lam hal uang” sangat penting untuk bisa membedakannya.

Kebutuhan itu berarti sekedar untuk bisa meneruskan hidup. Ke-inginan itu adalah kehendak akan hal2 yang tidak mutlak perlu untuk tinggal hidup, kalau ada tentu lebih senang, lebih enak, lebih baik, lebih puas dan ini bisa tidak terbatas dari yang wajar sampai yang luar biasa dan yang ber-lebih2 dan tidak wajar.

Untuk mudahnya, kebutuhan itu seperti kebutuhan burung pipit, ia tidak perlu mobil, arloji dll asal cukup makan, minum, sekedar untuk melan-jutkan hidup. Tuhan janji akan meme-lihara kita sebagai burung pipit, ini berarti Tuhan akan mencukupi kebu-tuhan kita Mat 10:29,31, yaitu sekedar untuk bisa melangsungkan hidup, tidak sampai mati, Tuhan tidak akan melu-pakan burung pipitnya. Misalnya Yusuf dalam perbudakan, tetap hidup, asal masih hidup seperti burung pipit. Ini cukup juga memelihara bahkan me-numbuhkan rohani, sehingga burung pipit bisa tetap ada dalam rumah Tu-han Maz 84:4. Misalnya Maria-Yusuf, rezeki mereka hanya cukup untuk sekedar melangsungkan hidup, tetapi rohaninya tumbuh dengan indah dan bahkan sangat berkenan pada Tuhan Luk 1:28, sekalipun uangnya hanya pas2an untuk hidup.

Tetapi Tuhan juga memberikan keinginan2 hati kita asal kita meme-nuhi syarat Maz 37:4, mungkin harus menunggu waktunya atau memenuhi syarat2nya supaya keinginan itu tidak menjatuhkan kita dalam dosa, misalnya ingin kendaraan, arloji, baju baru, rumah dsb.

Untuk apa kita membedakannya? Sebab Tuhan ingin kita bisa berpada, baik dalam kelimpahan atau dalam kekurangan (hanya sekedar cukup un-tuk hidup). Jangan sampai gara2 ke-inginan lalu kita salah langkah berbuat dosa (menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya atau salah pakai). Kalau sudah saatnya, Tuhan akan mem-berinya sebab Tuhan juga suka kita bisa berpada dalam kelimpahan, tetapi se-kalipun dalam kelimpahan, tidak sam-pai berdosa sombong, duniawi, mere-mehkan ibadah, kesucian dsb, tetapi bisa memakainya untuk tumbuh dalam rencana Allah.

III. BERKAT DAN KUTUK.

Tuhan selalu menghadapkan pada kita kedua pilihanini, supaya kita memilih hidup yang berkenan padaNya sehing-ga diberkati, jangan hidup dalam dosa, sehingga menarik hukuman dosa atau kutuk, Ebal atau Gerizim Ul 27:12-13. Sebab semua ada dalam tangan Tuhan yang dengan adil memberikan yang cocok dengan pilihan masing2. Jadi kita bisa memilih sesuai dengan syarat2 yang kita penuhi. Allah tidak menen-tukan seorang untuk kutuk atau berkat, tetapi untuk memilih Luk 12:57. De-ngan sendirinya ini akan datang pada kita dengan adil, dalam izin dan pe-ngetahuan Allah, sesuai dengan pilihan kita. Kalau ngawur atau tidak memilih (mengalir saja), biasanya manusia con-dong pada dosa Yoh 3:19, sehingga berkat Tuhan tidak ada. (Jadi orang berdosa masih bisa “keberkatan” de-ngan berusaha dan biasanya dengan menghalalkan segala cara, juga dengan berkat atau pertolongan iblis, tetapi dosa2nya itu kekal, tetap ada akibatnya dalam kekekalan).

KUTUK.

  1. Dosa. Upahnya maut Rom 6:23. Se-bab itu kalau hidup dalam dosa, jangan harap berkat Tuhan. Hiduplah suci dan berkenan pada Tuhan, pasti Tuhan pelihara dengan cukup bahkan dengan limpah, itu yang normal (Yoh 10:10). Yang normal itu bukan seperti burung pipit. Dikatakan dalam Firman Tuhan bahwa kita ini lebih indah dari burung pipit, misalnya Abraham, Daud, Yusuf dll. Putra manusia Yesus (termasuk Ma-ria dan Yusuf) memang turun dalam hidup yang paling rendah, menjadi contoh dan ukuran(tetapi juga kadang2 limpah, ini termasuk pengolahan dan menjadi contoh Mat 11;19, Putra ma-nusia Yesus lulus sebab Ia bisa berpada).

Dalam golongan dosa ini, termasuk banyak sekali penyebab2 yang mem-buat orang beriman menjadi miskin, melarat bahkan binasa. Misalnya cinta uang, tidak jujur, menipu, ingin milik orang, tidak mau berpada, mencuri terang2an atau tersembunyi (termasuk juga mencuri uang Tuhan Mal 3:8-10) suap, menghalalkan segala cara dengan judi, korupsi dll. Kalau mau terpelihara, bahkan normal (limpah), hiduplah benar dan berkenan pada Allah, pasti cukup dan limpah. Ingat MAK DSY.

  1. Kebodohan Mrk 12:24. Orang yang tidak mengerti, pasti banyak salahnya di hadapan Tuhan dan hasilnya se-ringkali mengecewakan, tidak sesuai janji Tuhan yang normal. Dalam segala hal, termasuk hal jasmani dan ke-uangan kita harus belajar baik2 (pela-jari buku “Seminar pekerjaan dan ke-uangan” yang ada) supaya mendapat pengertian Firman yang cukup, maka kalau kita jugamau taat, pasti bisa lulus segala ujian dan pencobaan, sehingga berkat Tuhan itu selalu limpah seperti Ayub sebelum dan sesudah ujian.
  2. Pemakaian yang salah. Sesudah mendapat hasil, kita masih mengha-dapi banyak pencobaan dalam pema-kaian uang ini, kalau salah pakai akan jatuh dan berdosa. Ini juga harus dihindari. Ada yang memakai untuk do-sa dan hancur, habis. Misalnya karena judi, berzina, bertuhankan perut, tidak berpada, boros, macam2 hal dosa dan keduniawian sehingga rohaninya un-dur. Selama hidup, pencobaan itu tetap datang, kalau bodoh, lebih2 tidak lekat pada Tuhan (seperti Yoh 15:5, 7 KPR), maka orang itu bisa habis dan celaka karena kesalahan memakai berkat Tu-han dan kebodohannya seperti Salo-mo! Kita harus lulus seperti Ayub.

Ada banyak dosa dan kekeliruan yang menyebabkan berkatnya habis, juga rohaninya; meskipun  kesalahan-nya itu hanya pada 1 atau 2 segi hidup, apalagi kalau salah dalam semua segi hidup seperti Salomo! Sebab itu kita harus mengenali dimana salahnya itu, yang menyebabkan berkat Tuhan dan rohaninya hancur!

Seringkali kesalahan itu tersem-bunyi, mungkin dosa kesucian nikah yang disembunyikan, mungkin juga dosa2 yang lalu yang tidak dibereskan, sehingga sekarang kena penuaiandari dosa2 itu. Selidiki dalam terang Firman Tuhan dan doa, nasehat orang dekat dan para pemimpin (selalu ada rahasia pelayanan Ams 25:9). Kalau ada yang salah, segera bertobatlah!

BERKAT.

Biasanya berkat ini membutuhkan se-mua syarat yang harusdigenapi, yaitu 7 KPR, tetapi juga semua jalur2 berkat harus dipakai, meskipun seringkali ada 1 atau beberapa jalur yang diutamakan (lebih disukai) seorang lebih daripada yang lain. Misalnya:

  1. Hidup suci, itu dasarnya, sebab Allah itu suci 1Pet 1:15-16, tetapi juga perlu tekun berdoa dalam Roh dan kebe-naran, perlu setia ibadah dan pela-yanan, cinta Firman Tuhan seperti Daud Maz 1:1-3 dsb. Kalau Tuhan berkenan, maka berkatNya Tuhan akan datang dan sampai pada kita Ul 28:2.
  2. Kerjasama. Suami-istri yang bisa be-kerjasama pasti berkatnya lebih besar. Lebih2 kalau beberapa saudara seiman bisa bekerjasama dengan jujur, tertib dan kasih, sebab masing2 punya ke-lebihan sendiri2, sehingga kalau diga-bung hasilnya jauh lebih besar jasmani dan rohani (Im 26:8). Tetapi seringkali kalau sudah besar, lalu karena tamak (cinta uang) ada yang tidak jujur dan hancur. Atau anak2nya ikut dalam kongsi, dengan sikap yang berbeda (tidak jujur, tertib, tidak takut Tuhan), apalagi kalauada dosa, berkat Tuhan tidak bisa turun. Harus membuat per-janjian kerjasama yang jelas, cukup lengkap, tanpa segan dan sebaiknya ada saksi atau notaris (jangan hanya “terserah”), sebab “di belakang hari” kalau ada yang tidak jujur, bisa dicegah oleh perjanjian itu; Jangan sampai timbul ketidakjujuran, tidak bisa cocok lagi, berkelahi ramai dll. Sebab itu mutlak perlu membuat perjanjian yang baik (kalau sudah tahu tidak jujur, ada cacat, lebih baik jangan kerjasama).
  3. Hikmat dan pertolongan Tuhan. Ini cara yang umum dipakai Tuhan untuk memberkati anak2Nya. Kalau kita hi-dup berkenan pada Tuhan, dipimpin Roh, maka suara Roh akan memimpin kita dan itu adalah hikmat Tuhan, se-bab Tuhan tidak pernah gagal. Jangan lupa, kita hanya bisa mendengar suara Roh dan hikmat Allah, kalau kita hidup benar. Jangan bercintakan uang atau dosa2 lainnya (Ibr 13:5, Mat 6:24 dll). Sebab itu sering ada kesaksian orang yang banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran itu diberkati Tuhan, sebab orang2 ini mendapat hikmat Tuhan dalam usahanya, bahkan Tuhan bisa menggerakkan orang lain untuk me-ngirim berkat (membeli, kontrak, ber-langganan dll) kepada orang2 yang punya hikmat Allah ini, sebab disertai Tuhan. Tuhan sanggup memakai segala jalan untuk memberkati kita, sekalipun di tengah2 kesukaran dan orang2 se-kitar yang penuh kesulitan. Misalnya Ishak (Kej 26:12,17), sehingga orang2 di sekitarnya iri dan tidak suka melihat-nya. Juga waktu menggali perigi, baik Abraham Kej 21:22-25,30, juga Ishak Kej 26:19,26-28. Abraham, Ishak tidak punya keahlian mencari mata air, tetapi Tuhan yang memberi hikmat sehingga hasilnya luar biasa. Pakailah hikmat dari Atas ini, tetapi jangan lupa semua segi2 harus dijaga supaya tetap benar di hadapan Allah.
  4. Tabur tuai 2Kor 9:6, Gal 6:7-8. Prin-sipnya sederhana, asal kita jujur, benar di hadapan Allah. Tergantung dari taburannya, kalau sedikit, penuaiannya juga sedikit. Biasanya dimulai dengan menabur sedikit, tetapi kalau tetap setia (dalam hal jasmani dan rohani), akan terus diberkati Tuhan, sehingga makin banyak. Termasuk disini me-ngembalikan uang Tuhan dihitung juga sebagai penaburan Mal 3:8-12. Perpu-luhan itu wajib, sebab itu mengem-balikan milik Tuhan, dikembalikan da-lam rumah Tuhan, bukan pada yang lain. Kalau tidak kembali dalam rumah Tuhan, itu berarti masih berhutang atau mencuri dengan segala akibatnya.

Tabur dengan tulus karena Tuhan, un-tuk pekerjaan Tuhan (perpuluhan) dan saudara2 seiman Gal 6:9-10), maka Tuhan akan memberkati.

Kita harus menabur dengan betul di hadapan Allah, bukan mancing untuk mendapat lebih besar atau mencari puji dan hormat Mat 6:1 dll. Menabur yang betul itu pengorbanan, karena Tuhan, untuk memperkenankan Tuhan dan itu sakit, sehingga ber-linang2 air matanya, Maz 126:5-6. Baik mengem-balikan perpuluhan Tuhan jangan ingin puji atau harap apa2, tetapi itu karena percaya, yakin itu milik Tuhan, dikem-balikan tanpa mengharap apa2, seperti orang membayar hutang, hanya lega, tetapi Tuhan yang melihat kesung-guhannya, akan memberkati dengan limpahnya Mal 3:10.

Berikan semua dengan tersembunyi Mat 6:3 seperti semua persembahan bagi, karena dan untuk Tuhan. Juga pemberian pada saudara2 kita (selain perpuluhan), berikan dengan tulus tanpa harap apa2, sebagai pengor-banan (sakit, ber-linang2 air matanya), maka Tuhan akan memberi penuaian yang limpah.

  1. Kemampuan menerima berkat Tu-han Ams 30:8 (perlu kita bedakan, orang dunia yang mencari berkat iblis tidak ada syarat ini, sebab kalau iblis memberkati, dan ia lebih banyak ber-buat dosa, itu lebih indah bagi iblis).

Tetapi banyak orang beriman ada batas2 berkat Tuhan sesuai dengan kemampuan masing2. Sebab kalau diberkati ini lebih dari kemampuannya, akan mulai muncul dosa, suam, undur dan hancur keselamatannya. Tuhan tidak mau kalau diberkati justru timbul banyak dosa dan jadi celaka, sebab itu Tuhan memberkati orang beriman sesuai kemampuannya (untuk mene-rima berkat Tuhan) dalam batas2 yang aman. Tuhan baik dan adil bagi semua orang, janji2 berkat Tuhan itu seperti hujan lebat bagi semua umatNya, dan masing2 menerima sesuai dengan bejana kemampuannya, misalnya 1 gelas, 1 ember, 1 drum, 1 kolam dst tergantung dari kemampuan masing2. Orang yang rohani, tumbuh dengan baik dalam semua segi keuangan, juga kemampuannya dalam uang akan meningkat tinggi, sehingga tidak sam-pai menyebabkan dosa.

Sebetulnya tidak sulit meningkatkan kemampuan ini, kalau kita mau, me-ngerti dan dipimpin Roh, maka berkat Tuhan bisa turun dengan limpah pada kita. Ini sebetulnya mudah asal me-ngerti dan cocok dengan Firman Tuhan. Yacob menggembalakan domba2 La-ban, diberkati Tuhan dengan luar biasa, padahal Yacob adalah orang baru, tetapi dia lebih keberkatan dari anak2 Laban, sehingga mereka iri Kej 30:30. Semua kesuksesan itu dalam tangan Tuhan, jangan ragu2, asal kita punya kemampuan menerima berkat yang makin besar.

Pada 3,5 tahun sebelum pengang-katan, orang2 meningkat begitu tinggi dalam kesucian (Wah 22:11), sehingga dalam Gereja akhir zaman yang ajaib (Wah 12:1), sekalipun ada ketertiban yang sangat kuat (2Kor 10:6), tidak ada orang berani mencuri sedikitpun. Wak-tu ini perpuluhan tumbuh sampai 100% seperti hujan Awal Kis 2:44-45 (Tuhan hampir datang, tinggal 3,5 tahun), ada kelimpahan bagi umat Tuhan dan pelayanan, tetapi tidak ada yang berani mencuri sedikitpun karena cinta uang atau tidak jujur, sebab hukumannya keras, seperti Ananias, mati di tempat Kis 5:5.

  1. Dan lain2.

KESIMPULAN.

Jangan lupa berkat keuangan ini hanya sementara, fasilitas untuk hidup kita, supaya kita tidak terganggu, tidak habis waktunya untuk yang fana, tetapi bisa memakai se-banyak2nya waktu kita (bahkan dengan menebus waktu) un-tuk tujuan yang kekal. Hal ini penting kita mengerti supaya tidak salah pakai harta yang fana, istimewa untuk mem-biayai pertumbuhan rohani, pelayanan dan pekerjaan Tuhan. Jangan sayang memakai untuk yang kekal, Tuhan akan memberkati dengan limpah.

Mendapat berkat uang dari Tuhan itu sebetulnya mudah! Asal mau hidup suci di hadapan Tuhan (7 KPR) dan punya kemampuan besar untuk menerima berkat Tuhan, sebagai fasilitas jasmani supaya hidupnya berkenan pada Tuhan. Cobalah, dengan Tuhan, dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan, tidak sulit!

Nyanyian:

Apa padaku kudapat dari Bapa.