M4093 – Yohanes 15:5. Tujuh Kebutuhan Pokok Rohani (7 KPR)

PENDAHULUAN.

Istilah ini (7 KPR) diambil dari Alkitab, yaitu pokok2 yang ada dalam Ruangan Suci (Kemah Suci = Tabernakel), sebab itu, ini tidak hanya berlaku diantara kita, tetapi global diantara semua umat Tuhan, sehingga bisa tumbuh sangat indah dalam rencana Allah.

Kanak2 yang bertumbuh menjadi indah. Begitu juga kita melihat kanak2 rohani, yang mula2 tidak bisa apa2, kadang2 menjadi beban dan problem, tetapi jangan kecil hati.

Kalau anak itu bertobat dan terus tumbuh dengan 7 KPR, setia dan taat, maka heran, lewat beberapa waktu, ia menjadi orang yang dipakai Tuhan de-ngan heran, sangat indah, jadi berkat. Sebab itu berilah makan 7 KPR terus menerus, kalau mereka mau dan setia, seringkali mereka menjadi orang2 yang sangat indah di hadapan Tuhan. 7 KPR itu sangat berarti.Orang2 baru atau ka-nak2 rohani yang mau setia memakai 7 KPR dgn senang, pasti akan tumbuh menjadi indah sesuai dengan kesung-guhannya.

KEBUTUHAN POKOK UNTUK HIDUP

Dari pokok2 dalam Ruangan Suci kita menemukan 7 KPR yang betul2 menja-di kebutuhan pokok, mutlak tidak bisa dikurangi, apalagi ditiadakan, mutlak perlu untuk kerohanian kita supaya tetap hidup dan bertumbuh.

Lain halnya dengan puasa (tidak harus dilakukan terus menerus hanya kalau perlu); jabatan (tidak sama pada setiap orang, semua indah dan diper-lukan, saling melengkapi untuk kerja-sama yang efektif dalam tubuh Kristus Rom 12:4) dll. Masing2 anggota tubuh Kristus punya pelayanan atau tugas yg berbeda, tetapi 7 KPR dibutuhkan se-mua orang, sebab ini kebutuhan po-kok.

Secara ringkas 7 KPR yang kita bu-tuhkan itu seperti ranting yang lekat dalam pokok anggur (Yoh 15:5) itu mendapat (7 KPR) semua makanan po-koknya lengkap dari pokok anggur se-hingga jadi sehat, tumbuh dan ber-buah. Begitu kalau kita cinta dan me-lekat pada Tuhan 1Kor 6:17, kita akan senang dan bisa menikmati 7 KPR de-ngan gairah, sehingga bisa bertumbuh dan berbuah.

Mutlak dan fakultatif (= boleh ada, boleh tidak).

Ada dua macam kebutuhan manusia, yaitu: Kebutuhan pokok dan  tambah-an. Kebutuhan pokok berarti kebutuh-an mutlak yang harus ada setiap hari dan harus dipakai (“dimakan”) terus menerus setiap hari, tidak boleh tidak dipakai.

Jadi 7 KPR adalah kebutuhan pokok setiap hari untuk membuat rohani kita bisa tetap hidup. Sebab itu jangan sa-lah satu dikurangi, sebab semua sa-ma2 diperlukan bersama seperti 7 KPJ (Kebutuhan Pokok Jasmani), misalnya:

  1. Makan, 2. Minum, 3. Tidur, 4. Gerak, 5. Bernafas, 6. Buang air besar,
  2. Buang air kecil (dll).

Semua diperlukan bersama-sama se-tiap hari, tidak ada satupun yang tidak dibutuhkan setiap hari. Kita tidak bisa terus menerus makan, tetapi tidak ber-nafas, akan segera mati. Juga tidak bisa terus menerus bernafas tanpa tidur. Bahkan kalau tidak bisa buang air besar atau kecil terus menerus juga akan ma-ti. Semuanya, ketujuh hal ini dibutuh-kan ber-sama2 setiap hari. Inilah ke-butuhan pokok setiap hari yang tidak bisa dikurangi satupun.

Begitu juga 7 KPR, sebab itu per-hatikan dan lakukan semua KPR ini se-tiap hari, jangan satupun yang diku-rangi, rohani akan lemah, sakit dan mati.

RINCIAN

KEBUTUHAN POKOK ROHANI.

KESUCIAN DI HADAPAN TUHAN.

Mengapa kesucian adalah kebutuhan pokok? Sebab kesucian adalah syarat minimum untuk bisa bersekutu dengan Allah yang suci 1Pet 1:15-16. Kalau ada dosa maka hubungan dengan Allah putus Yes 59:2, rohani akan lemah, sakit lalu mati. Jadi mutlak perlu hidup dalam kesucian.

Dosa itu kekal, tidak bisa hilang dengan apapun, tidak bisa ditebus de-ngan perbuatan baik dll. Dosa orang zaman Adam atau zaman Nuh itu tidak bisa hilang, tetapi akan diperhitungkan dalam pengadilan Tahta Putih yang Be-sar sesudah kiamat. Dosa tidak bisa hi-lang, kekal, kecuali oleh darah Tuhan Yesus yang mulia 1Pet 1:18-19. Dan dosa tidak boleh masuk Surga Wah 21:27, sekalipun orang itu mempunyai banyak perbuatan baik dll, sebab tabiat dosa dari orang dosa ituakan kembali berbuat dosa di negeri yang se-mata2 betul Yes 26:10. Sebab itu bagaima-napun, tidak ada alasan yang memung-kinkan dosa atau orang dosa bisa ma-suk Surga. Dosa hanya hilang oleh da-rah Tuhan Yesus 1Pet 1:18. Tanpa kesu-cian semua sia2, baik di dunia sampai dalam alam berzakh tidak bisa masuk Surga. Orang beriman harus memeliha-ra hidup kesuciannya dan ini menjadi kebutuhan pokok rohani!

Mengapa kita perlu terus menerus berhubungan atau lekat dengan Tu-han? Sebab:

  1. Rohani kita tidak mungkin bisa hidup tanpa Tuhan. Tanpa Tuhan berarti te-tap hidup dalam dosa dan itu berarti mati rohani Ef 2:1. Musuh kita adalah iblis, tidak mungkin kita dapat menga-lahkannya sendirian, mutlak perlu Tu-han, baru bisa menang dengan mudah Rom 8:31.
  2. Kemampuan manusia terbatas, tidak bisa berbuat banyak, harus dengan Tuhan Zak 4:6, terus ber-sama2 Tuhan, di pihak Tuhan senantiasa 1Yoh 4:4, ba-ru kita bisa menang dan hidup. Tuhan adalah Penolong kita untuk bisa hidup suci di hadapan Allah, bahkan terus meningkat dan hanya dengan Tuhan kita bisa melakukan kehendak dan pimpinanNya Pil 4:13.
  3. SALIB (= menyangkal diri = Mezbah = mamatikan daging = jalan sempit).

Mengapa pikul salib adalah kebutuhan pokok rohani kita Luk 9:23 ? Sebab tanpa salib, kerohanian kita tidak mungkin bisa hidup. Sesudah percaya dan lahir baru,kita masih hidup dalam tubuh daging; daging dan roh itu bertentangan. Kalau seorang tidak mau mematikan daging, maka daging akan mengalahkan rohnya, maka perbuat-an2 daging akan nyata dalam hidupnya, sehingga terus jatuh dalam dosa, le-mah, undur dan binasa. Supaya bisa tetap hidup suci dan taat melakukan kehendak Allah, mutlak perlu mau menyangkal diri, mematikan daging, maka Roh Kudus akan menguatkan orang yang mau pikul salib dan harap pada Tuhan. Salib itu kuasa Allah bagi kita untuk:

  1. Mematikan daging.
  2. Bisa memakai tabiat baru.
  3. Melakukan kehendak Allah.

Jadi kita harus mau menderita sengsara karena Kristus, yaitu salib. 1Pet 1:21, Pil 1:29, Kis 14:22, 2Tim 3:12, maka kita menjadi kuat, bisa berhenti berbuat dosa 1Pet 4:1, 2Pet 1:10, Jud 24.

Jadi kita mutlak perlu pikul salib, sebab:

  1. Harus mematikan daging Rom 6:6 (dikatargeokan sampai betul2 mati “di Tirai” Pil 2:8).
  2. Manusia lama atau tubuh daging ini condong pada dosa Yoh 3:19, Maz 78:39, Mat 26:41, sebab itu harus terus menerus dilawan, dimatikan, jangan dituruti apalagi dilazatkan, sebab itu menguatkan hawa nafsu, lalu timbul banyak dosa terus menerus Rom 13:14.
  3. Daging dan roh bertentangan, supa-ya kita bisa hidup dalam roh, dipimpin Roh, sebab itu daging harus selalu dimatikan, ini kebutuhan pokok.

BERSEKUTU DI DALAM KRISTUS.

Mengapa persekutuan di dalam Tuhan itu merupakan KPR, sehingga kita mu-tlak perlu bersekutu satu sama lain? Sebab masing2 kita adalah anggota tubuh Kristus 1Kor 12:12, misalnya ma-ta, rambut dll; kalau kita lepas dari persekutuan dalam tubuh Kristus, kita akan mati rohani. Misalnya mata lepas dari tubuh, atau gigi, atau kuku atau rambut, semua akan mati, pasti! Supa-ya rohani kita tetap hidup dan bisa ber-tumbuh, berfungsi, kita memerlukan satu sama lain, sebab kita perlu saling mengisi dan melengkapi untuk dapat hidup ber-sama2 dalam Tuhan. Sebab itu perlu bersekutu dengan manis dan betul sesuai Firman Tuhan.

Kita harus mau diterima saudara2 kita dan menerima mereka dengan tulus dalam kasih Kristus, ber-sam-but2anlah, saling menerima Rom 15:7 KJI + TL.

Kita perlu bersekutu, sebab:

  1. Masing2 adalah anggota tubuh Kris-tus dan kita memerlukan satu sama lain 1Kor 12:12, Rom 12:4-5, dan kalau ber-sekutu, baru bisa hidup rohaninya.
  2. Kita bisa bertumbuh dan berbuah dengan efisien kalau kita bisa berseku-tu dengan manis dan betul dalam Kristus Im 26:8 (termasuk suami-istri Mat 19:5-6).
  3. Apalagi untuk tumbuh sampai ting-kat yang tinggi2, lebih2 sampai sem-purna, perlu bersekutu seperti Trinitas Yoh 17:23.

Kalau tidak bisa bersekutu, itu ber-arti salah 1Yoh 4:20, Luk 10:27, sebab tidak mau cinta saudara2 yang lain, yg ada di sebelah kita dan akan menjadi lemah rohani; pasti lebih kuat kalau bisa bersekutu (cerita lembu2 yang kuat karena bersatu, lemah dan mati waktu berpisah, sekalipun berpisah dengan baik) dan akhirnya mati rohani; pasti mati kalau bercerai, baik rambut, apalagi mata dll. Jadi kita mutlak perlu bersekutu dengan Tuhan secara pribadi dan ber-sama2 di dalam Tuhan.

DOA, DALAM ROH DAN KEBE-NARAN. Doa ini juga adalah kebutuhan pokok rohani yang harus mutlak ada, bahkan terus menerus. Mengapa? Hu-bungan dengan Allah itu mutlak, dan untuk itu perlu kesucian sebagai sya-ratnya dan doa sebagai jalur penghu-bungnya, harus ada terus menerus seperti asap dupa dari Mezbah Dupa yg harus terus menerus ada, tidak boleh putus Kel 30:8 KJI. Kalau mau hidup suci, akan bisa berdoa dan kalau mau berdoa akan mendapat kuasa Allah.

Doa yang betul, dalam Roh dan ke-benaran itu menghasilkan kuasa Yoh 5:16, Kis 1:8, Luk 24:49 dan itu mutlak perlu untuk kelangsungan hidup rohani kita. Sebab itu kalau tidak berdoa akan lemah, lama2 mati. Doa itu sering diumpamakan seperti orang bernafas, tanpa ini, orangnya mati. Berdoalah, sebab dengan doa, ada hubungan yang hidup dengan Allah dan kita hidup olehnya. Tanpa doa rohani kita akan mati. Waktu berdoa ada kuasa (seperti Elia Yak 5:17), lebih2 dalam Roh (dalam bahasa lidah ada lebih dari 32 faedah-nya, itu semua untuk kehidupan rohani kita). Sebab itu jangan berhenti ber-doa, bahkan tingkatkan terus, jangan seperti ligabo, tetapi seperti ligabis.

IBADAT. Kita harus bertekun ber-ibadah, bahkan lebih lagi Ibr 10:25, 1Taw 28:9. Ini termasuk kebutuhan pokok, kalau tidak dilakukan akan mati rohaninya Kel 31:15; 35:2.

Dalam Wasiat Lama umat Tuhan beribadah pada hari Sabat (Sabtu). Orang yang menghina apalagi tidak mau beribadah pada hari Sabat akan dihukum mati.

Dalam Wasiat Lama ibadat secara lahiriah pada hari Sabat, tetapi dalam Wasiat Baru ibadat lebih penting se-cara rohani, berkumpul ber-sama2, bersekutu dalam hadirat Tuhan untuk melakukan hal2 rohani.

Dalam Wasiat Baru kita biasa beribadat ber-sama2 pada hari Minggu Kis 20:7, 1Kor 16:2, bahkanjuga hari2 lain sampai setiap hari Kis 2:42.

Jangan menghinakan hari Sabat, hukumannya mati Kel 31:14. Misalnya ibadah hanya absen atau hanya lewat telivisi saja (kecuali sakit) dll, tidak bisa bersekutu ber-sama2 dalam hadirat Tuhan, maka rohaninya akan mati.

Ibadah itu berguna dalam segala sesuatu dalam hidup ini juga untuk yang akan datang 1Tim 4:8. Sebab orang yang setia beribadah dengan sungguh2 akan bersukacita dalam ibadah, Maz 122:1 rohaninya akan (te-tap) hidup, tumbuh dan menjadi indah dalam rencana Allah yang heran. Sebab di dalam ibadah yang benar kita bisa bersekutu di dalam hadirat Tuhan, ber-doa bersama dan me-muji2 Tuhan, di-ajar kebenaran Firman Tuhan (lebih2 dengan pelayanan jabatan Ef 4:11) sa-ling tolong menolong dan melayani dalam Roh, Perjamuan suci dll, se-hingga menjadi kuat dan tumbuh. Ja-ngan tersontoh oleh lalang atau orang yang pura2, tetapi doakan dan jadi berkat bagi mereka dan bersekutu ber-sama2 dalam Roh. Jangan lupa, ber-ibadah itu juga harus tekun, rutin sam-pai nafas terakhir.

  1. ALKITAB (TERUS MENERUS MAKAN FIRMAN TUHAN). Mengapa Firman Tu-han adalah Kebutuhan Pokok Rohani (KPR) yang mutlak harus dipakai? Sebab:
  2. Untuk tetap dan terus hidup, rohani kita mutlak perlu Firman Tuhan se-perti roti (nasi) bagi kehidupan jasmani Mat 4:4. Orang yang tidak mau belajar Firman Tuhan (me-renung2kan sampai mengerti Maz 1:2, Mat 13:21) dan taat, terus menerus (bertumbuh) 2Pet 3:18, akan sesat, keliru jalannya Mrk 12:24, maka timbul banyak salah dan dosa sehingga rohaninya kacau, lemah, dan jadi mati rohani (undur, tersontoh, mogok, benci Tuhan, cinta dunia dll, sehingga mati rohani).
  3. Pondasi. Firman Tuhan yang kita me-ngerti (harus terus bertambah) dan taat, itu menjadi pondasi kita sehingga hidup rohani jadi kokoh, tahan uji Mat 7:24-28. Orang yang tidak suka belajar dan taat akan Firman Tuhan, itu seperti bangunan tanpa pondasi, waktu kena hujan, angin ribut dan banjir, langsung roboh dan robohnya sangat besar, mati rohani.
  4. Kita tumbuh dan berbuah. Sampai dimana kita mengerti dan taat akan Firman Tuhan Yak 1:22, sampai disitu kita bisa tumbuh, menang dan berbuah 1Sam 14:30 (yang tidak “makan” jadi lemah dan kalah), Mat 13:23 (timbul buah itu sesuai dengan pengertian Firman Tuhan). Mengapa? Sebab orang yang taat, maka Firman Tuhan itu menjadi daging Yoh 1:14, Wah 10:10, sehingga ia tumbuh dan sampai dimana ia mengerti sampai disitu ia ber-buah2 Mat 13:23. Yang tidak bisa berbuah ditebang Luk 13:9, Yoh 15:2,6.
  5. Seluruh segi hidup butuh Firman Tuhan. Sampai dimana kita bisa me-ngerti, sampai disitu kita bisa tumbuh dan ber-buah2.Sebab itu harus terus belajar Firman Tuhan sampai mengerti se-banyak2nya, kalau bisa semuanya Kis 20:20,27.
  6. Firman Tuhan itu seperti terang dll.

 

MELAYANI TUHAN. Mengapa pela-yanan merupakan KPR kita? Sebab orang beriman yang tidak mau/ tidak bisa melayani, biarpun sedikit (seperti pelayanan kuku, rambut, belum men-jadi mata, jantung dll) akan mati roha-ninya. Orang yang tidak bisa melayani itu seperti bagian2 atau alat2 tubuh yang tidak bisa bergerak dan berfungsi, akan mati!

Mengapa? Sebab kita ini terang dan garam dunia, garam yang tidak asin akan dibuang, pelita yang padam di-tolak; kalau tidak melayani, biasanya karena ada kebodohan dan dosa, se-hingga sesat (banyak salah dan dosa Mrk 12:24) dan sebab itu lama2 ia akanundur dan mati rohani, dibuang ke Neraka kekal. Hamba yang tidak mau mengerjakan 1 talentanya adalah ham-ba yang malas dan jahat, dibuang da-lam api Mat 25:26,30. Mengapa hamba itu tidak mau melayani, padahal sudah diberi minimum 1 talenta (kemam-puan) dari Tuhan, sebab talentanya di-tanam dalam tanah? Tersembunyi, ti-dak tampak, sebab ada dosa, cinta dunia, benci perkara2 dari Atas, kalau toh melayani selalu dengan dosa, ingin puji, uang dll sehingga rohaninya mati.

Pelayanan harus suci dan tulus, jangan ada maksud2 lain, dan pakai kuasa dan pimpinan Roh Kudus.

Justru orang yang mau melayani dengan tulus dan mau memperbaiki kekurangan2nya, akan tumbuh dengan cepat (sebab dalam pelayanan segala kekurangan dan kelemahan2nya akan tampak; kalau tidak melayani, tidak kelihatan dan kalau mau bertobat dan berubah menjadi baru, Roh Kudus pasti tahu dan selalu siap menolong orang yang mau berubah).

Kita harus melayani, sebab kita ini hamba 1Kor 6:19-20, semua yang ada pada kita itu dari Tuhan 1Kor 4:7, kita sudah dapat minimum 1 talenta Mat 25:14-30. Harus berbuah, kalau tidak dipotong Luk 13:7. Harus menjadi ham-ba yang baik dan setiawan, bukan yang jahat dan malas.

KESIMPULAN.

Orang2 yang melakukan 7 KPR ini, ada 3 tingkatan, yaitu:

  1. Menolak, tidak mau.
  2. Terpaksa (sebab mengerti ini perlu, tetapi tidak suka, lebih suka anggur dunia Luk 5:39).

III. Dengan gairah dan sukacita, + sampai +++.

Orang yang hidup suci dan tulus, lebih2 dengan pengurapan Roh Kudus akan bisa menikmati 7 KPR ini sebagai kebu-tuhan dan kesukaan (tingkat III), se-hingga tumbuh menjadi indah dalam rencana Allah.

– Jangan lupa semua KPR ini diperlukan ber-sama2, satupun tidak boleh di-abaikan; Bagian2 yang diabaikan akan menimbulkan kepahitan, cacat dan ke-gagalan hidup jasmani dan rohani.

Kalau tekun dan gairah dalam se-mua 7 KPR, sekalipun mula2 tidak bisa apa2, akan bertumbuh menjadi sangat indah dan berkenan pada Tuhan.

– Jangan lupa lakukan ini terus me-nerus, jangan berhenti,setia sampai mati, pasti keluar buah dan pahala sampai kekal.

 

Nyanyian :

Kuingin selalu hidup dengan Tuhan.