M4087 – Kejadian 4:9. Sayakah Penunggu Saudara Saya?

Kej 4:9 Dan Tuhan berkata kepada Kain, dimanakah Habil saudaramu? Lalu ia berkata: Saya tidak tahu, saya kah penunggu saudara saya?


SIKAP YANG BETUL?

Ini suatu pikiran dan sikap yang jahat di hadapan Tuhan sebab justru kita ini wajib menjadi penunggu saudara2 kita. Setiap saat kita tahu, kita siap untuk menolong semampu kita, per-tama2, paling sedikit kita mulai mendoakannya Yak 4:7.

Ini sikap yang betul, sebab:

  1. Kita wajib mengasihi orang lain. Ini adalah hukum yang utama dalam Alki-tab Luk 10:27, Mat 22:37,39, Mrk 12:30-31.

Kasih itu perlu banyak penyang-kalan diri, sebab untuk mengasihi orang lain itu tidak mudah, lebih2 me-reka yang menjengkelkan, yang sifat-nya tidak baik, apalagi yang membenci dan memusuhi kita. Untuk orang biasa (orang lama) itu tidak mungkin, tetapi untuk orang baru itu mungkin, meski-pun tetap perlu penyangkalan diri, na-mun Roh Kudus pasti sanggup memberi kekuatan bagi mereka yang mau.

Sebab itu kita harus belajar terus mengasihi saudara2 kita, bahkan sesa-ma kita, dan makin lama makin ber-tambah. Sebab cinta pada Allah tidak bisa lepas daripada cinta pada manu-sia, seperti 2 sisi dari 1 koin, kalau salah satu sisi tidak ada gambarnya, itu koin yang palsu! 1Yoh 4:20.

Orang Kristen itu ber-beda2 jumlah kasihnya sebab tidak semua mau atau bisa menyangkal diri dalam ukuran yang sama (malaikat tidak punya tubuh daging, sebab itu tidak ada hawa nafsu daging, daya tarik daging atau kebu-tuhan daging untuk tubuh daging atau tubuh jasmani ini; sebab itu malaikat tidak perlu mematikan daging atau me-nyangkal diri seberat manusia). Tetapi manusia, justru sesudah percaya Tuhan Yesus ia sudah selamat, tetapi manusia tetap tinggal dalam tubuh daging yang melawan roh, apalagi kalau ia me-ngasihi orang lain, makin terasa perla-wanan dagingnya. Ini dibuat Tuhan un-tuk pengolahan supaya sesudah se-lamat, roh manusia tumbuh terus, ma-kin seperti Kristus. Sebab itu semua manusia tetap hidup dalam tubuh daging selama hidup di dunia ini, tetapi malaikat tidak punya tubuh daging dan hidup di Surga).

  1. Punya belas kasihan Mat 9:13. Tu-han menghendaki belas kasihan lebih daripada persembahan, padahal kita mengerti bahwa persembahan itu perlu dan kita melakukannya, tetapi juga belas kasihan bahkan lebih banyak lagi. Seperti orang Samaria yang penuh belas kasihan padahal ia belum me-ngenal korban itu Luk 10:33; apalagi kalau sudah mengenalnya dan sama2 anak dari Bapa Surgawi.
  2. Tahu berbuah baik, tetapi tidak ber-buat itu dosa Yak 4:17. Seringkali kita mendengar dan melihat sehingga tahu, kalau kita bisa berbuat baik baginya, biarlah kita melakukannya sesuai de-ngan kemampuan kita. Bagi kita tidak ada yang kebetulan. Ini salah satu dari perbuatan baik yang sudah disiapkan oleh Allah terlebih dahulu untuk kita lakukan Ef 2:10. Lakukanlah karena Kristus dengan pimpinan dan perto-longan Roh Kudus.
  3. Lebih2 untuk saudara2 kita yang dalam bahaya, apalagi bahaya kema-tian rohani, tolong selamatkan mereka, sentakkan keluar dari api, benci dosa-nya, tetapi kasihi jiwanya supaya tidak binasa Jd 23, lepaskan dari dosa dan hukumannya Yoh 5:19-20. Lepaskan dari antrian ke Neraka yang kekal Ams 14:11. Lebih2 orang yang ada dalam tanggungjawab kita, itu beban kita. Juga yang di dalam “panci” kita, garami atau terangi mereka Mat 5:13-16. Ini tujuan utama Kristus turun ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang2 dari hukuman kekal. Ia datang sebagai tabib untuk orang2 yang sakit Mat 9:12 dan untuk melepaskan orang2 yang berdosa supaya yang percaya, dibe-narkan Mat 9:13.

Sebab itu, kata2 Kain itu tidak berkenan pada Tuhan, dan jahat, mes-kipun itu adalahalasan yang dipakai untuk lari dari dosanya, terhadap Habil.

Tetapi bagi kita, menunggu dan meno-long saudara2 menurut kemampuan masing2 adalah kehendak Tuhan bagi kita dan pasti ada pahalanya, bahkan dengan ini rohani kita juga sekaligus akan tumbuh.

Dalam hal apa saja kita harus me-ngasihi orang lain? Dalam segala hal, jasmani dan rohani. Lebih2 dalam hal rohani, untuk menyelamatkannya dari kebinasaan kekal. Pakailah setiap ke-sempatan yang ada untuk menolong menyelamatkan dan saling menumbuh-kan saudara2 kita, sehingga makin ber-tambah2 seperti Kristus. Kita bisa saling mendoakan, memberi nasehat dan saling melayani dalam Roh, semua dengan tulus karena Kristus, seorang dengan kesanggupan dan kemampuan masing2 untuk menolong.

IKUT MENANGGUNG BEBAN BERSAMA, SESUAI KEMAMPUAN MASING2.

Kalau ada kasih, ini tidak lagi jadi per-aturan, tetapi jadi perbuatan kasih Rom 12:15; 1Kor 9:25-26, Ibr 13:3. Misalnya seorang anak yang sakit atau susah, maka orangtuanya tanpa diminta, me-reka ikut menanggung beban kesusah-an atau sakitnya dan berusaha meno-long se-bisa2nya. Mengapa ia berlaku demikian? Sebab cinta.

Begitu kalau ada cinta, kita bisa saling tolong menolong untuk meri-ngankan beban, baik jasmani lebih2 ro-hani. Memang sampai dimana seorang bisa berbuat, itu tergantung dari besar kasihnya kepadanya. Biasanya kasih ibu bapak pada anaknya sendiri lebih besardaripada kepada anak orang lain. Ini adalah perbedaan kasih yang besar, tetapi masih belum dosa, asalkan kita harus menjaga jangan sampai terjadi sebaliknya, yaitu ada benci, ini dosa! Orang yang benci tidak mau ikut menanggung beban (atau pura2 atau karena dibayar, ataukarena terpaksa). Orang yang benci, seperti iblis, justru berharap supaya sakit atau celakanya itu menjadi lebih besar, sebab benci itu akan terus berkembang menjadi pem-bunuhan, yaitu berusaha hendak mem-bunuhnya.

Memang kasih dan benci itu ber-tentangan, Allah itu kasih dan iblis itu pembunuh, penuh dengan kebencian.

Kita harus mengerti Firman Tuhan su-paya tidak menuruti daging dan ber-buat dosa, tetapi kita harus menyang-kal diri supaya tidak sampai timbul benci, sekalipun dengan orang2 yang menjahati kita, kita tetap mengampuni, tetapi juga harus cerdik supaya jangan dicelakakan atau dirugikan olehnya Mat 10:16. Tetapi jangan sampai benci, berdoa terus, istimewa dalam Roh dan kebenaran, sehingga bisa mengampuni dengan kasih yang tulus seadanya, te-tapi terus mulai ber-tambah2, ini ke-hendak Tuhan.

Samuel berusaha dengan sungguh2 mendoakan orang2 Israel 1Sam 7:5; 12:23. Beberapa banyak orang Israel menyakitkan hatinya, tetapi ia tidak membalas atau membencinya, tetapi berusaha mengasihinya yaitu meno-long dengan mendoakannya, sehingga mereka terlepas dari musuhnya. Kalau berdoa dengan benci itu sia2, sebab Tuhan tidak mendengar orang yang benci, itu anak dan siasat iblis. Tetapi doakan dengan kasih seadanya, tetapi makin bertambah. Bahkan orang2 yang lebih tinggi rohaninya seperti Musa (yang pada waktu itu hampir sem-purna, seperti Kristus), ia bukan saja mengampuni orang2 Israel yang ber-laku jahat kepadanya, bahkan mau menjadi korban bagi mereka Kel 32:32, Yoh 15:13. Begitu juga Paulus Rom 9:3, Pil 2:17.

Orang yang makin tumbuh roha-ninya, itu memang diukur dari kasih Kristus yang ada padanya 1Kor 13:13 lebih daripada iman dan pengharapan. Orang yang jahat, kaki tangan iblis itu diukur dari tingkat kebencian dalam hatinya, seperti Antikris dan orang2nya yang penuh dengan kebencian dan pembunuhan seperti iblis 2Tes 2:3, Yoh 10:10. Orang yang benci itu searah dengan daging Yoh 3:19, sehingga lebih mudah tumbuhnya sebab tidak perlu menyangkal diri, bahkan justru menu-ruti daging. Perjalanan kebencian dan pembunuhan itu seperti bola yang menggelinding ke bawah, dengan mudah berjalan terus, bahkan makin lama makin cepat. Tetapi orang yang tumbuh dalam kasih itu seperti bola yang harus naik ke atas, itu jauh lebih sulit, sebab ia harus melawan (me-nyangkali) daya tarik daging ke bawah dan harus punya tenaga atau kekuatan untuk naik ke atas, baru bisa naik. Sebab itu orang2 yang menuruti ke-bencian itu lebih mudah dan lebih banyak jumlahnya, tetapi orang2 yang mengasihi itu lebih sulit dan lebih se-dikit jumlahnya. Sebab itu jumlah orang di jalan lebar itu lebih banyak daripada jumlah orang di jalan sempit, sebab manusia hidup dalam kurungan tubuh daging yang suka dan menyeretnya turun ke bawah dalam dosa.

III. MENGAPA TIDAK MAU “MENUNGGU SAUDARANYA”.

Disini akan nampak perbedaan per-buatan anak2 Allah dan anak2 iblis 1Yoh 3:10. Anak2 Allah ada cinta dalam hatinya, tetapi anak2 iblis ada keben-cian dalam hatinya. Dalam kenyataan-nya ada lagi golongan ketiga ini, yaitu orang yang tidak mengerti dan yang plin-plan atau mengerti, tetapi tidak/ belum mau melakukannya. Tetapi orang2 ini harus mengambil keputusan untuk taat akan Firman Tuhan atau tidak.

Orang yang tidak mau atau tidak bisa menunggu atau menolong (de-ngan tulus) saudaranya menurut ke-mampuannya, itu disebabkan karena:

  1. Ada dosa, istimewa dosa benci, se-hingga tidak ada cinta (hampir semua dosa mengandung benci, ini khas pe-kerjaan iblis). Memang ada yang ter-paksa atau pura2 karena sesuatu hal, melakukan perbuatan ini dan itu men-jadi berat sekali. Tetapi orang2 percaya yang mau taat akan Firman Tuhan, harus belajar melakukannya. Paling sedikit mulai berdoa supaya Roh Kudus menuangkan kasih Kristus dalam hati Rom 5:5 dan kekuatan untuk menyang-kal diri dan melakukannya. Memang kasih itu bertentangan dengan daging, sebab itu perlu penyangkalan diri (ada kasih manusiawi, misalnya sisa2 kemu-liaan Allah Rom 3:23, itupun mau me-nolong atau menunggui orang2 yang dicintainya. Tetapi seringkali kasih ma-nusiawi ini hanya mencintai orang2 tertentu, atau mereka yang mencin-tainya Mat 5:46. Tetapi kalau disuruh mencintai orang lain, apalagi orang2 yang berbuat jahat kepadanya, mereka tidak mau dan tidak bisa). Tetapi orang2 baru (lahir baru) dengan per-tolongan Roh Kudus mau melakukan-nya sekalipun tidak mungkin dengan jumlah kasih seadanya dan diharapkan makin lama makin bertambah. Orang yg makin rohani itu kasihnya makin ba-nyak, sehingga mau berkorban lebih banyak bagi orang lain, juga orang2 yg memusuhinya, tentu juga harus cerdik, minta pimpinan Roh Kudus, tetapi tetap tulus bukan pura2 atau terpaksa.
  2. Iri.
  3. Sombong. Mungkin supaya tidak malu atau supaya dipuji, ia masih mau melakukannya.
  4. Egois.
  5. dll. Semua dosa lain itu dari iblis, ia ada di balik semua dosa dan Tuhan tidak berkenan.
  6. Bayi dan kanak2 rohani. Orang yang tidak sungguh2 seringkali juga tidak atau belum mau taat, belum mau pikul salib sekalipun sudah percaya Tuhan Yesus.

Gembala2nya (istimewa gembala yang didekatnya seperti orangtua, gembala kelompok dsb) perlu mendoa-kan dan membimbing supaya mau meninggalkan tabiat yang lama dan memakai tabiat yang baru Kol 3:9-10. Orang yang sudah percaya, kalau mau akan sanggup mentaati Firman Tuhan, sebab ia sudah menjadi baru, hanya dicegah dan di-halang2i oleh daging, (yaitu tubuh dosa yang dipakai semua orang, juga masih dipakai orang2 ber-iman selama hidup). Perlu pembim-bingan, nasehat, doa dan bertumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, se-hingga mau menyangkal diri untuk taat. Jangan lupa, ukuran rohani kita di hadapan Tuhan dihitung dari kasih Kris-tus yang kita lakukan yg membutuh-kan penyangkalan diri supaya bisa me-lawan daging yg selalu mau mencegah.

CARA2 PRAKTIS.

  1. Tahu itu bukan kebetulan. Ber-doalah dan minta pimpinan Roh Kudus, sebab Tuhan sudah menyediakan ter-dahulu begitu banyak perbuatan baik untuk kita lakukan, sehingga kita boleh masuk dalam rencana Allah yang indah, yang heran dan menumbuhkan kita. Sebab itu kalau kita tahu sesuatu dari saudara kita, itu bukan kebetulan. Minta pimpinan Roh Kudus dan la-kukan sesuai Firman Tuhan dan pim-pinanNya. Jangan berharap puji atau balas budi dll, tetapi lakukan karena Kristus menurut kemampuan yang ada pada kita. Kadang2 ada yang tidak berani bicara, tidak berani menegur, merasa tidak mampu. Berdoalah, dan kita masih bisa minta tolong pada pimpinan atau gembalanya.

Terus berdoa, supaya Roh Kudus makin menguatkan dan memberi pim-pinan dengan hikmat dan kuasaNya. Jangan justru berbuat sebaliknya, yaitu justru mendorong orang itu un-tuk makin berani berbuat dosa atau memberi jalan, mengajari perkara2 dosa. Seperti Yonadab bin Simea, ka-kak Daud. Yonadab cerdik tetapi jahat dan keji, mengajari Amnon untuk me-lakukan kehendaknya dengan cara yang keji sehingga menghancurkan nasib hidupnya. Yonadab yang cerdik itu tahu celaka atau akibatnya kalau Amnon menuruti nasehatnya, tetapi sebab Amnon sudah mabuk dan mata gelap, maka ia menurut, dan berhasil, untuk sementara, tetapi sesudah itu sebab sadar dan tertuduh akan per-buatannya, ia berbalik dan mengusir, membenci Tamar.Akhirnya ia mati dibunuh oleh Absalom kakak Tamar 2Sam 13:3,28. Yonadab adalah kaki tangan iblis, sebab itu Tuhan sangat tidak berkenan kalau ada siasat dosa dalam hati umatNya seperti Yonadab ini. Yonadab sudah cerdik, tetapi iblis lebih cerdik dan memperalatnya untuk kemudian menghancurkan riwayat hi-dup Amnon bahkan sampai mati. Yonadab dengan lihainya memberi nasehat penghiburan pada Daud 2Sam 13:32,35, sehingga orang2 tidak ada yang mencurigai dalang yang tersem-bunyi ini. Memang perbuatan Yonadab tetap tersembunyi, rupa2nya Amnon tutup mulut, tetapi pasti ada penuaian dari segala perbuatannya.

Jangan mau dipimpin roh setan untuk memberi nasehat atau dorongan dalam perkara2 yang jahat seperti Yo-nadab. Kita harus jadi kaki tangan Roh Kudus, yaitu dipimpin Roh untuk men-jadi berkat, memberi pertolongan un-tuk melakukan semua perbuatan baik yg sudah disiapkan Allah terdahulu untuk kita lakukan di dalam rencana-Nya yang mulia bagi kita Ef 2:10.

Dua macam beban.

Beban rutin untuk menunggu dan kalau perlu menolong orang2 yang memang menjadi beban kita dalam keluarga (orangtua atau saudara dalam keluarga), dalam pelayanan (sekolah minggu, paduan suara, kaum muda, senior dll. Semua pemimpin dari segala macam pelayanan dalam Gereja adalah gembala kecil, seperti Kristus Yoh 17:12 anggota2nya, perlu ada kasih dan saling menunggui saudara2nya.

Dalam kelompok kecil Kel 18:21 ini justru menjadi tugas utama, untuk menggembalakan domba2 Tuhan, su-paya semua terpelihara dan tumbuh.

Beban ekstra atau tambahan seperti yang dialami orang Samaria dalam Luk 10:33. Tetapi semua ini ada dalam pe-ngawasan dan pimpinan Tuhan, men-jadi bagian dalam rencana Allah bagi kita Ef 2:10. Kerjakan menurut pim-pinan Roh Kudus dengan tulus, karena Tuhan, jangan ada sebab2 atau tujuan lainnya.

Dalam 3,5 tahun I Minggu ke-70 Da-niel, sebelum pengangkatan, kita men-dapat lebih banyak kesempatan untuk berbuat baik sesuai Ef 2:10, sebab ren-cana Tuhan dipercepat dan akan dise-lesaikan sampai tuntas. Dengan pe-ngorbanan penuh jasmani dan rohani (kis 2:44, Mat 24:42, 2Pet 3:12) kita dapat melakukan perkara2 yang besar karena Tuhan bagi saudara2 kita dan ini salah satu cara pertumbuhan rohani yang cepat, lebih2 dalam saat2 ini.

PAHALA.

Ketaatan dan perbuatan kasih itu perlu pengorbanan, tetapi Roh Kudus juga akan menolong orang yang mau me-lakukannya dengan tulus. Tetapi semua itu tidak sia2, setiap sengsara atau pengorbanan karena Kristus, selalu ada pahalanya, bahkan kita juga akan tum-buh tergantung dari sikap kita Rom 8:17-18. Jiwa2 yang diuntungkan se-cara jasmani dan rohani itu menjadi mahkota kita 1Tes 2:19, sebab itu jangan tawar hati, tetapi bergairahlah, sebab semua yang kita lakukan karena Kristus Rom 11:36, itu tidak sia2 1Kor 15:56, Mat 10:42.

 

KESIMPULAN

Dasar dari segala perbuatan yang berkenan akan Tuhan adalah hidup benar, suci. Kalau dengan tulus dan benar kita melakukan hal ini (menung-gui saudara2 kita), itu semua menjadi indah. Tetapi tanpa kesucian, semua sia2.

Minta pimpinan Roh Kudus, maka semua akan menjadi indah dan menumbuhkan kita dan ada pahalanya untuk kekal.