M4081 – Lukas 17:11-19. Tahu Berterimakasih

LUK 17:11-13


10 ORANG YANG TIDAK BERPENGHARAPAN

10 orang kusta berdiri dari jauh, sebab harus diasingkan dari semua orang lain, sekalipun raja (2Taw 26:21 raja Uzia). Ini orang2 yang tidak mungkin sembuh seperti Naaman tanpa pengharapan. Mereka ber-seru2 minta belas kasihan pada Putra manusia Yesus.

LUK 17:14.

10 ORANG KUSTA

SEMUANYA SEMBUH

Allah di Surga tahu lebih dahulu bahwa 9 orang tidak tahu berterimakasih, te-tapi Ia tetap menyembuhkan semua-nya. Ini kemurahan Allah yang besar. Manusia tidak bisa tahu lebih dahulu. Tetapi kalau manusiatahu lebih dahulu bahwa mereka akan mengkhianati, ti-dak akan ditolong sama sekali, lain dari Allah yang selalu memberi kesempatan dan kemurahan. Tetapi kita juga harus belajar bermurah hati seperti Allah Bapa di Surga Luk 6:36 KJI, tetapi juga harus cerdik Mat 10:16. Kalau orang yang kita tolong dan selamatkan mem-bisu, tidak tahu berterimakasih, jangan bereaksi dosa yaitu sakit hati atau tidak enak hati.

Begitu limpah kasih dan kuasa Allah, sampai semuanya sembuh. Kita juga akan berbuat seperti itu Yoh 14:12 istimewa di akhir zaman, lebih2 dalam 3,5 tahun sebelum pengangkatan, yaitu dalam zaman keemasan Gereja, disini Gereja akan tumbuhmenjadi sempur-na, sehingga Gereja menjadi ajaib Wah 12:1.

LUK 17:15. HANYA 1 (10%)

YANG TAHU BERTERIMAKASIH

Semua berseru nyaring waktu minta disembuhkan, tetapi sesudah sembuh 9 diam saja, hanya 1 yang menyaringkan suaranya memuliakan Allah. Memang ada faktor emosi, perasaan hati, ke-biasaan dll, tetapi yang penting harus tahu berterimakasih, jangan seperti 90% orang2 yang tertolong ini, mem-bisu dan tidak tahu berterimakasih.

LUK 17:16. ORANG SAMARIA YANG TERSUNGKUR DAN BERSYUKUR.

Kalau seorang tahu berterimakasih, ekspresinya bisa dalam segala macam cara, baik dengan kata2, dengan ter-sungkur atau dengan cara apapun. Apa-lagi Tuhan tahu isi hati kita dengan te-pat! Tetapi kalau tidak mau bersyukur, tidak ada pernyataan, disembunyikan saja,atau ditiadakan se-bisa2nya,  kalau bisa dilupakan bahkan ada yang justru mengkhianati seperti Israel, Yudas. Orang2 yang tidak tahu berterimakasih, apalagi yang justru mengkhianati, itu sangat menyakitkan hati, karena itu timbul pepatah: air susu dibalas de-ngan air tuba (racun).

Apa bedanya orang yang tahu dan tidak tahu berterimakasih?

  1. Orang yang tahu berterimakasih itu akan menerima lagi pertolongan, ber-kat dan kemurahan Tuhan, bahkan le-bih banyak dan lebih indah, pasti, sebab Allah itu tahu hatinya dan Allah tidak berubah,tidak bosan, kalau Ia sudah memulai, Ia akan meneruskan sampai kesudahannya Fil 1:6. Orang yang tahu berterimakasih itu, baik kepada manusia dan kepada Allah itu paling untung, lebih2 dalam perkara2 rohani, sebab itu bisa membuat orang itu makin tumbuh dan diberkati terus menerus, tidak terbatas dan sampai kekal. Jadi orang yang tahu berteri-makasih lebih2 kepada Tuhan, itu pasti makin untung, sebab anugerah dan berkat Tuhan disediakan lagi untuk yang berikutnya, jadi terus ada sam-bungan berikutnya yang lebih banyak dan lebih indah! Mengapa? Karena Allah punya kehendak yang pasti untuk menyelamatkan kita sampai kesudah-annya (tetapi itu tergantung dari kita sendiri) Ibr 7:25.
  2. Orang yang tidak tahu berterima-kasih baik pada Allah, apalagi pada manusia, itu merugikan dirinya sendiri. Manusia yang sudah menolongnya, bisa mencabut pertolongannya atau menggantikan dengan perbuatan2 yg sebaliknya, sebab jengkel, benci atau marah. Tetapi Allah tidak bereaksi do-sa, Ia masih punya kemurahan, tetapi tentu, bisa cepat habis kalau orangnya tetap dalam dosanya, apalagi kalau tetap keras hati, bisa2 tidak ada lagi ke-murahan, tinggal hukuman. Nyata be-nar bedanya sikap Allah terhadap Ne-bukadnezar dan Belsyazar anaknya, yg sama2 jahat, kejam dan sombong. Te-tapi Nebukadnezar bertobat sungguh2 dan merendahkan diri, sehingga masih diberkati Tuhan, tetapi raja Bel-syazar sama sekali tidak mau meren-dahkan diri, dan ia binasa dalam do-sa2nya.

Sangat berbeda nasib orang yang tahu berterimakasih (baik pada manu-sia, apalagi pada Tuhan), sebab nasib-nya bisa berubah menjadi indah dan mulia sampai kekal hanya karena tahu berterimakasih!

Contoh lain: anak yang tidak tahu berterimakasih kepada ibu bapaknya, sehingga mudah mengecilkan orang-tuanya,bahkan menjadi kurang ajar, maka nasibnya akan pahit dan jelek. Seringkali anak2 itu masih makan dan menikmati jerih payah bapaknya, tetapi sudah kurang ajar seperti Yesyurun Ul 32:15. Lebih2 pada waktu  orangtuanya sudah tua dan tidak berdaya dan ber-gantung pada anak2nya, biasanya anak yang tidak tahu berterimakasih itu berlaku se-mena2, kurangajar dan ja-hat pada orangtuanya, lupa daratan. Sebetulnya anak itu menjadi besar karena di dalam dirinya sudah terta-nam kebaikan dan kasih orangtuanya. Tidak heran kalau anak2 yang kurang ajar dihukum Allah juga, bahkan dah-syat. Orangtua yang salah pada anak-nya (sebab belum sempurna, masih bisa salah, tetapi sebab cinta, biasanya tidak banyak salahnya), hukumnya mata ganti mata = hukuman setimpal Kel 21:23-25. Tetapi kalau anak yang salah kepada orangtuanya, hukuman-nya ber-lipat2 kali ganda lebih keras Kel 21:15,17, Im 20:9, Mat 15:4. Anak2 wa-jib mencintai dan menghormati orang-tuanya!

Tidak tahu berterimakasih kepada orang lain, kalau kita hutang budi, harus tahu berterimakasih sepatutnya (tanpa ikut berbuat dosa orang itu), sebab orang biasa yang tidak menerima “terimakasih” biasanya sakit hatinya, bahkan bisamenjadi benci dan den-dam. Seharusnya kita tahu berterima-kasih dengan betul. Tetapi sebaliknya kalau orang yang kita tolong (hal2 jasmani, apalagi hal2 rohani) itu tidak tahu berterimakasih, jangan bereaksi dosa (sakit hati, benci, dendam dll) tetapi ampuni karena Tuhan, bahkan berkati Mat 5:44, tetapi tetap cerdik supaya tidak sampai dirugikan ber-lebih2. Tetapi salib (menderita karena kebenaran 1Pet 2:21) itu bagian kita bahkan kemegahan dan kesukaan kita Kis 5:41, Mat 5:10-12, Gal 6:14.

Tidak tahu berterimakasih terhadap Tuhan dan hamba2-Nya seperti Israel. Waktu mereka berteriak karena meng-alami penderitaan dan kekejaman orang Mesir, Tuhan sudah mendengar-kannya dan mengirim Musa dan de-ngan kuasa dan mujizatyang besar Ia melepaskan orang Israel sampaikeluar dari Mesir Kel 3:7-10. Bahkan Tuhan akan membawa mereka ke dalam ne-geri yang sangat indah, yang sudah dijanjikan pada Abraham. Tetapi Israel tidak tahu bersyukur, justru ber-sungut2 dan memberontak pada Tuhan padahal begitu banyak mujizat, tanda heran dan pemeliharaan yang sudah dilakukan Tuhan bagi Mereka. Tuhan yang Maha tahu lebih dahulu, juga tahu betapa mereka akan meninggalkan Tuhan dan berkhianat, apalagi waktu Musa mati (Ul 31:16-21). Tetapi Tuhan masih menyertai Israel, juga tiang api dan tiang awan masih terus ikut, bah-kan dengan kuasa yang besar mereka masuk ke kanaan. Tetapi Israel ber-ulang2 tidak tahu berterimakasih. Mungkin juga jumlahnya barangkali sama, 90%, misalnya 12 pengintai, ha-nya 2 yang percaya dan tahu bersyu-kur, yang 10 justru melawan, bicara jahat, bahkan menghasut ber-lebih2, sampai mereka kena bala dan mati Bil 14:30.

LUK 17:18-19. ISRAEL LEBIH RENDAH DARI SAMARIA

Biasanya orang Israel merasa dirinya lebih tinggi dari orang Samaria, se-hingga tidak mau berhubungan Yoh 4:9. Tetapi disini, di hadapan Tuhan Yesus, ternyata sebaliknya. Seorangpun dari orang Yahudi itu tidak ada yang kembali, padahal mereka semua sama2 disembuhkan. Jangan sampai orang tebusan lebih berdosa daripada orang berdosa, sebab itu berarti salahnya dobel, sebab sudah tahu, tetapi tidak melakukannya dengan sengaja dan hu-kumannya lebih berat Luk 12:48. Ka-dang2 orang dunia, dari perasaan ha-tinya lebih tahu berterimakasih  da-ripada orang percaya yg sudah menge-nal Tuhan dan Firman-Nya. Kadang2 sesudah sembuh, sesudah tertolong dalam pekerjaannya, justru sesudah itu, ganti allah yg lain, menyembah mammon dan meninggalkan Tuhan, tidak mau memuliakan Tuhan, bahkan mengabaikannya, sengaja tidak tahu berterimakasih.

Jangan meremehkan, mengecilkan atau membuang sikap berterimakasih, sebab itu bisa menjadi kerugian yang besar bahkan celaka. Enak atau tidak enak, mengerti atau tidak, lebih baik kita terus bersyukur dan berterima-kasih pada Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah salah, apalagi kalau sudah je-las2 ditolong seperti 9 orang kusta ini.

Banyak orang tidak sadar, mengira bahwa tidak tahu berterimakasih itu tidak apa2, tidak termasuk dosa, hanya sikap yang kurang menghargai kebai-kan atau jasa orang lain. Apalagi tidak tahu berterima kasih pada orangtua, meskipun mereka menangis dan han-cur hati, tidak dilaporkan pada polisi, dengan kata lain tidak apa2. Tetapi tidak tahu berterimakasih ini adalah dosa dan setiap dosa menjadi pintu masuk bagi setan yang akan menum-buhkannya menjadi ber-macam2 dosa yang lain dan bisa menjadi kejahatan yang besar seperti yang dibuat Israel, Yudas, Saul dll. Sesungguhnya tidak tahu berterimakasih itu bisa menjadi jahat sekali seperti Israel yg tidak tahu berterimakasih pada Tuhan, sebab itu mereka marah, ber-sungut2, member-ontak bahkan mau membunuh hamba-Nya yaitu Musa, Yusak dan Kaleb. Kalau Tuhan tidak melindungi, mereka sudah mati dihancurkan orang2 Israel. Akibat tidak tahu ber-terimakasih, Israel me-narik hukuman Allah yang dahsyat ke atas mereka sendiri.

3 TINGKAT BERTERIMAKASIH:

Tingkat 0: Tingkat manusiawi, beri te-rimakasih karena diberi sesuatu Mat 5:46-47.

Tingkat +1: Tahu bersyukur, istimewa kepada Tuhan, karena sadar itu semua dari Tuhan 1Kor 4:7, Luk 17:17.

Tingkat +2: Korban syukur. Meskipun tidak berdosa atau bersalah, tetapi menderita, susah, rugi, pahit, namun tetap bersyukur Ef 5:20, Ay 1:21-22.

Tingkat +3: Meskipun menderita sam-pai mati, tetap bersyukur, misalnya Luk 27:17,19.

3 TINGKAT TIDAK TAHU BERTERIMAKASIH:

Tingkat -1: Tidak ada syukur Luk 17:18, 2Tim 3:2.

Tingkat -2: Tidak mau bersyukur, seka-lipun sudah tahu Rom 1:21, tidak mau mengakui bahwa itu dari Tuhan, ia menganggap dari dirinya sendiri, atau sudah selayaknya ia menerima semua-nya itu; Ini orang yang tidak jujur, seperti orang men-curi atau mengambil uang orang lain atau ngemplang hu-tang/ uang orang lain.

Tingkat -3: Membalas jahat. Dalam 2Taw 24:21, raja Yoas membalas ke-baikan atau jasa Imam Yoyada yang menyelamatkan jiwanya dengan mem-bunuh anaknya, yaitu Imam Zakaria Ams 17:13, Maz 35:12; 109:5. Ini se-perti orang Israel yang melawan Allah dan mau mem-bunuh Musa.

Kalau sudah tingkat -3, maka muncul segala macam dosa, mulai dari dusta, fitnah, ber-sungut2, membe-rontak, mencuri dan merampok hak orang lain, bahkan membunuhnya se-perti Yudas yang tidak tahu berteri-makasih, akhir-nya menjual dan mem-bunuh Putra manusia Yesus.

Jadi tidak tahu berterimakasih ini akan terus berkembang menjadi makin jahat, ini adalah permulaan dari dosa2 yang lebih jahat. Orang dunia berkata: Ditolong (dibalas) mentung. Orang yg tidak mau berterimakasih itu seperti tidak mengakui hutang budi (seperti orang tidak mengakui hutangnya), bahkan hak orang tidak dikembalikan = mencuri, bahkan berani mengambil paksa (merampok) milik orang lain dan lama2 juga berani membunuhnya.

BER-SUNGUT2 ATAU BERSYUKUR.

Ada 2 jalan yang bertentangan yaitu ber-sungut2 atau bersyukur.

Orang yang bersyukur pada Tuhan akan bisa memuji Tuhan dengan se-genap hati yang penuh syukur dan juga tampak dari sikap, perbuatan dan hi-dupnya dan akhirnya akan penuh de-ngan kemurahan Allah yang tidak ada habis2nya, terus bersambung sampai kekal se-lama2nya 1Taw 16:34.

Tetapi orang yang ber-sungut2 akan memberontak dan melawan Tu-han dan hamba2nya Bil 16:27, itu juga tampak dari sikap, perbuatan dan hidupnya dan akhirnya akan dihukum dan dibinasakan Tuhan dengan dahsyat seperti orang Israel yang binasa dalam padang gurun Bil 14:29, 1Kor 10:10.

Jadi orang yang bersyukur itu akan tampak dari:

  1. Kata2nya penuh syukur, suka me-muji2 Tuhan dengan sungguh2, dari dalam hati.
  2. Hidup dalam kebenaran sebab pe-nuh syukur pada Tuhan, ia mau dan berusaha hidup berkenan pada Tuhan.
  3. Melakukan kehendak Allah sesuai dengan Firman Tuhan. Jadi orang yang penuh syukur pada Allah itu tampak dari segala segi hidupnya yang terus berusaha memperkenankan Allah, sehingga jadi kesaksian yang baik yang memuliakan Tuhan dan berkat Tuhan juga limpah dalam hidupnya, penuh sukacita dan sejahtera Allah. Bukan berarti tidak ada kesukaran dan pro-blem, tetap ada, kadang2 limpah, tetapi ia akan tetap bersukacita dalam senang atau susah dalam keadaan apapun, sebab ia bisa memberi korban syukur (inilah korban, sebab jadi kor-ban meskipun hidup benar di hadapan Tuhan, Tuhan tahu dan pasti satu kali akan berubah menjadi indah bagi orang yang benar 1Pet 3:12, Rom 8:31. Orang yang bisa bersyukur itu sudah meme-san pertolongan dan berkat berikutnya, sebab itujadi sesuai dengan imannya kepada Tuhan, bahwa Tuhan itu baik dan sanggup menolongnya Rom 8:28).

Orang yang hidup penuh syukur dan berkenan pada Tuhan, itu dipelihara Tuhan, dengan sukcita dan sejahtera Tuhan, sampai akhirnya masuk dalam kesukaan yang kekal.

Begitu juga orang yang ber-sungut2 itu tampak dari:

  1. Mulutnya, yang penuh dengan per-sungutan, pemberontakan dan kata2 yang menghina dan melawan Allah, sehingga menjadi dosa dan menarik hukuman Tuhan ke atasnya.
  2. Juga sikap dan perbuatannya men-jadi jahat, melawan Tuhan, sebab me-nuruti prasangka jahat, tidak percaya dan menuruti kedagingannya melawan Firman Tuhan. Segala tabiat lama mun-cul dan men-jadi2, limpah dengan se-gala macam dosa, sehingga tidak heran macam2 hukuman yang dahsyat da-tang ke atasnya.

Tampaknya mereka sendiri yg bereaksi jahat, tetapi juga iblis bekerja dgn be-bas dalam budak2 dosa ini, mereka me-nuruti daging dan kehendak bapanya yaitu iblis.

  1. Akhirnya orang2 seperti ini masuk dalam Neraka.

KESIMPULAN

Orang yang tidak mengerti dan hidup menurut daging tidak bisa membe-dakan 2 jalan ini, yaitu tahu bersyukur dan tidak tahu berterimakasih, sehing-ga ber-sungut2, bahkan menganggap tidak tahu berterimakasih dan ber-sungut2 itu hal yang biasa, bahkan adil, jujur untuk melawan yang tidak benar. Tetapi hidupnya dalam kepahitan dan terus melawan Tuhan sampai dosa2nya melebihi batas dan hukuman Tuhan jatuh, sehingga seluruh bangsa Israel yang ber-sungut2, binasa, ada yang lambat, ada yang cepat (tergantung dari keadaan dan tingkat dosanya ma-sing2); semuanya binasa di padang gurun dan tidak ada yang masuk dalam negeri perjanjian Bil 24:33. Sebab itu jangan ada yang meremehkan tidak tahu berterimakasih dan ber-sungut2 yang menghasilkan segala macam pem-berontakan melawan Tuhan dan ham-ba2-Nya. Jangan meremehkan sifat ti-dak tahu berterimakasih, sehingga ber-sungut2 dan mulut ini penuh dengan kata2 yang jahat, tidak puas bahkan fitnah dengan lihainya, sehingga sikap dan perbuatannya penuh dengan dosa yang keji2 dan akhirnya celaka.

Tetapi orang yang mengerti dan mau menyangkal diri, akan terus ber-syukur, baik dalam senang atau susah, dalam keadaan apapun, sehingga hi-dupnya tetap berkenan pada Tuhan dalam kesucian di hadapan Tuhan. Justru semua kesukaran yang datang (meskipun kita tidak berdosa), jangan kecil hati, tetap bersyukur, sebab itu semua mengolah kita; setiap lulus dalam 1 problem kita naik lagi 1 tingkat dalam rencana Allah yang indah dan penuh kesukaan dari Tuhan. Makin lama makin tumbuh dan makin indah. Orang yang sungguh2 bersyukur itu harus terus ada di jalan sempit, lebih2 dipimpin Roh dan hidup yang makin bertumbuh ini adalah hidup baru yang makin seperti Kristus, indah, berkeme-nangan, terus penuh syukur dalam segala perkara sampai ke akhir dalam puncak2 kemuliaan Allah yang sudah dicapainya.

 

Nyanyian:

Syukur 3x pada Tuhan Yesus ,

syukur (3x) dalam s’nang dan susah.

  1. Syukur untuk yang telah kutrima.
  2. Syukur untuk yang skarang ini.
  3. Syukur untuk yang ‘kan kutrima.
  4. Syukur slamanya (pada-Mu).