M4071 – Roma 8:14-17. Keluarga Ilahi

Persekutuan umat Tuhan itu mutlak perlu seperti Trinitas. Kita harus berse-kutu, termasuk juga7 KPR lainnya, ini adalah kebutuhan rohani kita. Sebab kalau kita tidak bersekutu, kita tidak bisa tumbuh, bahkan mati (seperti ka-lau 1 organ lepas dari tubuh, sekalipun ia organ yang indah, hebat, misalnya mata, kalau lepas dari tubuh, ditaruh di piring, iaakan mati). Semua organ2 tubuh harus lekat dan bersekutu satu sama lain, baru ia hidup. Sebab itu kita semua harus bersekutu satu sama lain di dalam Kristus. 1Kor 12:25-26
PENDAHULUAN.

  1. BER-MACAM2 BENTUK PERSEKUTUAN DALAM KRISTUS.
  2. Persekutuan tubuh Kristus Rom 12:15. Disini ditekankan Kristus sebagai Kepala yang sudah sempurna dan se-mua tunduk pada pemimpin2nya dan Kristus adalah pemimpin di atas se-muanya 1Kor 11:3. Anggota2 tubuh Kristus tidak boleh semaunya sendiri Ibr 13:7,17.
  3. Persekutuan kandang domba Yoh 10:1-15. Di sini ditekankan hubungan pribadi satu sama lain saling mengenal untuk saling menjadi berkat Yoh 10:14. Semua bisa jadi berkat menurut ukur-annya masing2, sehingga menjadi kuat, maju dan ber-buah2 banyak Kis 20:35.
  4. Persekutuan dalam Kemah Suci Kel 25:8. Dalam Kemah Suci ada 3 macam persekutuan, ini menjadi saringan dan ukuran pertumbuhan.
  5. Persekutuan pokok anggur Yoh 15:1-8. Dalam persekutuan ini ditekan-kan semua harus bersekutu dalam kesucian dengan Tuhan, cinta Firman Tuhan Maz 1:1-3, Yoh 14:21-23 supaya hidup berkenan pada Tuhan, sehingga bisa terus tumbuh dan berbuah jiwa2. 5. Persekutuan keluarga ilahi Rom 8:14-17. Persekutuan orang beriman itu bisa disamakan dengan keluarga ila-hi dengan Allah sebagai Bapa Mat 6:9 dan Tuhan Yesus sebagai saudara tua Rom 8:29 dan semua yang percaya se-bagai anak2 Allah Yoh 1:12 bersaudara dalam Kristus dan Roh Kudus yang ada di dalam kita, mengikatkan kita semua menjadi satu keluarga ilahi 1Pet 2:9. Tuhan ingin supaya persekutuan orang beriman itu seperti keluarga, ada per-sekutuan yang erat dan manis Rom 8:14-16, sebab itu kita harus bersekutu dengan manis seperti keluarga sesuai dengan yang disebutkan Alkitab. Ada banyak hal yang patutkita lakukan da-lam hidup sebagai keluarga ilahi, yang patut dikerjakan diantara saudara2 rohani.

III. APA MAKSUD ALLAH DENGAN KELUARGA ILAHI.

  1. Tujuannya adalah keluarga di Surga! Wah 21:3. Allah itu Bapa kami semua di Surga Mat 5:45,48; 6:1,9 dll, istilah ini dipakai ber-ulang2 kali.

Gereja menjadi pengantin Anak domba Allah di hadapan Bapa oleh per-tolongan Roh Kudus. Kita harus bisa hi-dup sebagai keluarga, yaitu anak2 Bapa Surgawi di dunia, menjadi satu keluar-ga di dalam Bapa, sehingga terus tum-buh bersama dalam keluarga ilahi di Surga kekal.

  1. Ikatan kasih Kristus, bukan benci (benci itu tanda khas keluarga bapaiblis 1Yoh 3:10, Yoh 10:10; 8:44. Orang yang tidak mau mencintai saudaranya di du-nia, ia juga tidak cinta Allah Bapa di Surga 1Yoh 4:10. Seluruh Firman Tuhan diringkas menjadi kasih akan Allah dan sesama Mat 22:37-40. Memang ini yang mengikat persatuan keluarga ilahi Kol 3:14. Siapa yang tidak bisa me-ngasihi saudaranya (bahkan musuhnya) sehingga bisa mengampuni, bisa duduk dan bersekutu bersama dalam kasih dan kesucian, juga tidak akan duduk bersama di Surga. Kalau di dunia ada benci dan tidak dibuang, akan masuk keluarga bapa iblis di Neraka.
  2. Tidak ada perbedaan dalam ke-luarga ilahi. Di dalam dunia ada banyak perbedaan antara semua anak2 Allah, istimewa perbedaan suku bangsa, per-bedaan2 duniawi yang fana lainnya (ke-pintaran, kekayaan, kedudukan dll, per-bedaan jasmani), tetapi secara rohani seharusnya semua sama di hadapan Tuhan. Sebagian perbedaan jasmani yg tidak bertentangan dengan Firman Tu-han, tidak menjadi dosa, misalnya per-bedaan makanan, bahasa, adat (yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan), alat2 jasmani (pakaian dll yang sopan) dll. Perbedaan jasmani ini hanya selagi di dunia 1Yoh 3:2, yaitu per-bedaan manusia lahiriah, tetapi manu-sia batiniah semua orang percaya, se-sudah lahir baru, menjadi sama2 baru, menjadi anak2 Allah seperti Kristus, tetapi tingkatannya ber-beda2.

Seringkali perbedaan jasmani ini menimbulkan rasa tidak senang, tidak suka, gap, bahkan benci sampai keben-cian rasial. Jangan sampai perbedaan ini mengakibatkan mem-beda2kan, isti-mewa dalam pelayanan dan hal2 ro-hani, itu merusakkan keluarga ilahi dan pintu masuk bagi iblis untuk memecah, bahkan mengubah jadi kebencian.

PRINSIP KELUARGA ILAHI.

  1. Semua dengan kasih dan diikat de-ngan kasih, jangan ada benci, itu bukan dari Allah.
  2. Keluarga ilahi atau tubuh Kristus di-bangun berdasar Firman Tuhan dengan kuasa Roh Kudus. Tanda anak Allah yang khas adalah orang2 yang penuh dan dipimpin Roh Rom 8:14-17, dan karena Roh yang sama (hidup menurut pimpinan Roh, bukan menurut daging, dunia dan iblis) kita bisa bersekutu dalam Roh yang sama yaitu Roh Kudus Ef 4:3. Orang yang dipimpin Roh itu selalu taat akan Firman Tuhan, semua dicocokkan dengan Firman Tuhan, bukan pendapat manusia atau daging!

Memang dalam Gereja selalu ada gan-dum dan lalang dan lalang tidak boleh dicabut Mat 13:29-30. Lalang (belum lahir baru) lebih sering menjadi pro-blem, lebih2 kalau diperalat iblis. Mengapa kita juga harus menyambut lalang dengan tulus sampai dalam hati Rom 15:7, 1Pet 4:9, bukan bersekutu, tetapi menggaraminya sampai berubah menjadi gandum, ini maksud Tuhan. Bukan hanya keluarga (isi rumah) jas-mani yang harus dimenangkan, tetapi juga, semua orang2 yang belum lahir baru dalam Gereja, dalam masyarakat kekristenan, sampai semuanya menjadi gandum, percaya pada Tuhan Yesus. Ini maksud Tuhan bahwa lalang tidak boleh dicabut Kis 16:31. Doakan, saksi, nasehati dan beri contoh hidup sebagai terang dunia. Kalau sampai masa pe-nuaian tidak bertobat, akan dipotong dan masuk dalam Neraka (ini lain dari yang sudah percaya, tetapi undur kembali, tidak lagi bertobat Mat 7:21).

  1. Keluarga ilahi lebih dari keluarga lahiriah, tetapi tidak membencinya, melainkan mengasihi dan menyambut-nya.

3.1. Harus taat akan kehendak Allah le-bih dari kehendak keluarga yang ber-dosa Mat 19:27-29, Mrk 10:29-30, Luk 18:29-30. Taat akan kehendak Allah, lebih dari cara2 yang berdosa dan melawan Firman Tuhan; benci dosanya, tetapi mengasihi orangnya Yd 23.

3.2. Tuhan Yesus mendahulukan ke-luarga ilahi daripada jasmani Mat 12:50. Ini bukan berarti meninggalkan tanggungjawab pada keluarga, tetapi justru lebih bertanggungjawab (tidak berdosa pada keluarganya) dan lebih cinta sekalipun belum sehati di dalam Tuhan. Tetapi kita harus mendahulukan Tuhan seperti Abraham (mengorban-kan Ishak). Ayub dll. Jangan seperti Imam Eli yang lebih cinta putra2nya daripada Tuhan dan ikut kena hukuman dari putra2nya yang tidak ditegur. Jus-tru orang yang lebih rohani akan lebih cinta dan jadi berkat bagi keluarganya. Keluarga yang tidak bertobat akan ma-suk dalam Neraka, tidak lagi rukun, ber-satu, tetapi akan pecah, tidak bisa ber-satu,  (saling benci). Tanpa Tuhan Ye-sus, tidak akan masuk Surga. Yang ma-suk Surga adalah keluarga ilahi, sebab itu seluruh keluarga jasmani harus di-menangkan sehingga menjadi keluarga ilahi juga dan bisa duduk bersama di dunia sampai di Surga kekal.

  1. Kesucian. Persekutuan keluarga ilahi itu di dalam kesucian, tidak boleh ada dosa, sebab Bapa kita itu Maha suci 1Pet 1:15-16. Kita harus menyalahkan yang salah Ef 5:11 tidak boleh berse-kutu dengan yang dosa sekalipun sau-dara di dalam Tuhan 1Kor 5:9-11. Da-lam Gereja atau dalam keluarga ilahi, tetapi ada hubungan kasih (pada mu-suhpun kita kasih), tetapi tidak setuju, tidak bersekutu dengan dosanya, tetapi menolongnya melepaskan dari dosa. Kita menurut kehendak Tuhan lebih daripada keluarga dalam dosa. Sebab itu juga persekutuan dalam keluarga ilahi harus dalam terang 1Yoh 1:7. Sebab sama2 belum sempurna, masih mungkin berdosa dan timbul gesekan, tetapi semua harus diselesaikan dalam terang dan kasih = pengampunan. Di mana dosa disembunyikan (juga pada lalang), itu pintu masuk bagi iblis yang bisa memecahkan persekutuan keluar-ga ilahi. Perlu dinasehati, ditegur dan dilepaskan dengan hikmat, kuasa dan kasih Kristus sambil kita sendiri ber-jaga2 Gal 6:1-2.

CIRI2 PERSEKUTUAN

KELUARGA ILAHI

  1. Menolong, meskipun tidak diminta atau diharapkan sebagai keluarga di dalam Kristus Yak 4:17. Memang Tuhan mengatakan, kalau kita tahu berbuat baik, tetapi tidak melakukan itu men-jadi dosa! Dengan menilik saudara2 da-lam kesulitan jasmani dan rohani, kita bisa menolong dengan banyak cara. Misalnya dengan doa sendirian atau ber-sama2 dengan orang itu. Tuhan akan mendengarkan doa kita seperti Abraham mendoakan Lot, hasilnya Lot lolos dari hukuman Sodom Gomora. Kalau kita melihat (itu bukan kebe-tulan, itu kesempatan untuk menolong) tolonglah! Minta pimpinan Roh Kudus, itu yang paling baik, dengan hikmat dan kuasa Roh supaya kita dapat menolong dan menjadi berkat baginya. Jangan ragu2, untuk menolong, bah-kan sebagai kewajiban bersaudara di dalam Tuhan. Jangan masa bodoh dan tidak peduli. Jangan memakai alasan jelek seperti Kain yang sudah berbuat jahat, “aku kah penunggu, penjaga adikku?” Kej 4:9. Masih banyak orang tidak peduli saudaranya di dalam Tu-han, lebih2 kalau ada rasa tidak se-nang, benci, dendam dll. Sikap tidak peduli, padahal bisa menolong itu menjadi dosa.
  2. Merasa terbeban untuk kebutuhan keluarga ilahi. Sebagai anggota keluar-ga ilahi, anak2 dari Bapa Surgawi, kita juga harus terbeban untuk keluarga ilahi, Gereja atau persekutuan tubuh Kristus. Masing2 punya beban sedikit atau banyak sesuai dengan kemam-puan masing2. Baik dalam segi jasmani (menolong cara2 jasmani, juga dalam keuangan seperti perpuluhan dan per-sembahan tatangan/ sukarela dll) is-timewa dalam segi rohani, sehingga semua ikut memikul beban dalam doa, dalam pelayanan sesuai dengan talenta dan pimpinan Roh, istimewa dalam me-nyambut (Rom 15:7) dan menggem-balakan jiwa2 Yoh 21:15-17, bahkan bersekutu dan melayani bersama, sehingga bisa tumbuh bersama, lebih2 untuk menghadapi akhir zaman yang indah tetapi dahsyat ini.

Waktu keluarga Yacob dalam kela-paran, maka Yehuda maju dan mau mengorbankan dirinya, untuk menang-gung kebutuhan dan keselamatan ke-luarganya;  Benyamin diperlukan untuk membeli gandum di Mesir, dan Yacob tidak mau melepaskannya, takut mati seperti Yusuf. Sebab itu Yehuda yang terbeban untuk keluarganya, mau men-jadi jaminan untukmenanggung Benya-min tanpa mendapat apa2, sekedar untuk menolong karena terbeban. Be-gitulah seharusnya kita mau terbeban sesuai dengan kemampuan kita untuk menolong saudara2 di dalam Kristus dalam kesukarannya. Jangan menang-gung uang, sebab itu banyak disalah-gunakan karena ketidakjujuran dan seringkali menjadi masalah besar, te-tapi kita perlu merasa terbeban untuk menolong saudara2 kita dengan cara yang patut dan bijak. Dalam persoalan uang hendaknya dilakukan dengan cara2 bisnis yang resmi, misalnya pin-jam uang, kongsi, dll tentang uang Rom 13:8. Jangan meminjamkan uang, te-tapi tolong dengan sukarela, atau me-nolong problem2 yang lain. Kerjakan baik2 sesuai dengan kemampuan kita melakukannya  untuk menolong sau-dara2 kita karena Tuhan, maka Tuhan yang akan memberkati orang2 yang mencintai dan memberkati saudara2-nya. Tetapi jangan menyetujui atau membantu niatnya yang salah atau tamak atau ber-lebih2, jangan masuk di dalam dosa2nya.Mungkin ada yang tertipu oleh iblis sehingga punya pen-dirian dan tindakan yang salah (misal-nya dalam uang, dalam perceraian, dalam sekolah, dalam pelayanan dll) nasehati, tetapi jangan menyetujui do-sa2nya Ef 5:11 lalu doakan. Minta pim-pinan Roh Kudus untuk menolong dan menerangi dia. Kalau sudah dinasehati, ditolong seperti terhadap Yudas, tetapi tetap tidak mau bertobat, memang kita tidak bisa memaksa, tetapi nasibnya jadi celaka, kasihan. Tetapi selama ma-sih hidup, doakan terus, baru kalau mati kesempatan dan kemungkinan bertobat itu baru habis sama sekali. Memang orang yang mau menolong, apalagi sungguh2 terbeban itu ada resikonya seperti Yehuda, sebab itu kita harus cerdik,dengan pimpinan Roh Kudus (bahkan ber-sama2 beberapa saudara yang sama2 mau terbeban) kita menolong saudara2 yang bisa dan mau ditolong. Kadang2 beberapa sau-dara yang mau dengan tulus menolong masuk dalam banyak kesukaran, sebab memang ada resiko, sebab itu harus cerdik dan perlu dirembuk dengan saudara2 yang lain (Jangan menolong untuk mencari keuntungan biasanya uang dll, sehingga dilakukan sembu-nyi2, seringkali akhirnya menjadi kesu-karan besar dan orang2 menjadi ka-pok!). Tolong dengan tulus, banyak berdoa dan bicarakan dgn banyak sau-dara2 kita yang lain, yang juga sekaligus menjadi saksi.Kalau kita mau memakai kesempatan yang Tuhan beri Ef 2:10, maka kita akan mengalami nasib yang paling indah dari Tuhan yang penuh berkat dan kesukaan ilahi kekal.

  1. Tidak malu mengakui kekurangan dan minta tolong Yak 5:16. Tentu ada rahasia pelayanan yang harus dijaga Ams 25:9. Tahu kekurangan saudara2 itu bukan untuk diwartaberitakan, apalagi untuk bahan fitnah (itu dosa yang jahat), tetapi untuk menolong, melepaskannya. Kita harus tetap tertib, hidup dalam terang Ef 5:11, tetapi untuk menolong.

Dalam hujan Akhir, istimewa dalam 3,5 tahun sebelum pengangkatan, ke-tertiban dalam Gereja sangat kuat 2Kor 10:6, sehingga sekalipun saudara, yang tidak mau bertobat, yang menyembu-nyikan dosa2nya akan dihukum keras dalam hujan Akhir seperti dalam hujan Awal dalam Kis 5 Ananias dan Safira dengan rasul Petrus. Kita harus berse-dia mulai sekarang dengan hidup dalam kesucian dengan tertib dan terbuka. Hal yg kecilpun seperti malas bisa dihu-kum 2Tes 3:10, apalagi dengan dusta dan tipu.

  1. Senang dan susah dipikul dengan sehati. Rom 12:15. Seperti terhadap keluarga yang gagal, jatuh, maka sau-dara yang lain ikut berdukacita dan terbeban untuk menolong 1Kor 12:25-26. Kalau kita bersekutu dengan sehati berdoa, hasilnya kuasa Allah dinyata-kan Mat 18:19-20. Bahkan dalam pela-yanan ber-sama2 dengan sehati, ke-kuatan bertambah besar, sebab ada persatuan yang kuat di dalam Kristus. Im 26:8. Hasilnya akan amat besar. Kita perlu belajar bersekutu dengan betul, dengan semua cara persekutuan dalam Kristus sepertiyang disebutkan di da-lam Firman Tuhan. Kita harus mening-kat dalam persekutuan dalam Kristus di akhir zaman ini supaya bisa mengatasi segala peningkatan dosa dan kejahatan yang akan terus meningkat sampai puncak2nya Wah 22:11.
  2. Hubungan keluarga jasmani dan ke-luargarohani. Bukan saja persekutuan dalam Kristus di Gereja menjadi ke-luarga ilahi, tetapi juga keluarga2 jas-mani harus dilayani sampai menjadi keluarga ilahi. Ini keluargailahi yang terkecil dan dasar dari keluarga ilahi dalam Gereja, sebab itu jangan melu-pakan atau mengecilkan pelayanan rohani di dalam keluarga. Layani dalam kesucian dengan hikmat dan kuasa Allah dan kesaksian hidup yang sesuai Firman Tuhan sebagai terang dan ga-ram dunia. Masa teduh bersama itu sa-ngat penting, saling menasehati, lebih2 terhadap dosa dan kekurangan2 yang diketahui Mat 7:2-5, itu besar fae-dahnya, sehingga keluarga jasmani juga menjadi keluarga ilahi yang terkecil dan indah, bagian dari keluarga ilahi dalam Gereja dan tubuh Kristus yang akan terus bersambung sampai Surga.

KESIMPULAN.

Salah satu bentuk persekutuan dalam Kristus itu adalah persekutuan keluarga ilahi, sebab kita semua sama2 menjadi anak2 Bapa Surgawi dan Kristus adalah yang sulung.

Persekutuan dalam Gereja harus menjadi manis, rukun dan kompak antara lain seperti keluarga ilahi, tetapi juga keluarga2 masing2 harus menjadi keluarga ilahi (sebagian sudah, seba-gian belum; yang belum jangan terlam-bat, terus dilayani dalam pimpinan Roh Kudus dengan kasih dan kuasa-Nya, Tuhan janji semua akan percaya Kis 16:31, baik keluarga jasmani dan Ge-reja (yang juga biasanya ada campuran dengan lalang!).

Jangan lupa prinsip keluarga ilahi adalah kasih, kesucian, dalam pimpinan Roh Kudus yangselalu sesuai dengan Firman Tuhan yang limpah, sehingga ada sejahtera, sukacita, dan pengurap-an yang limpah dan terus tumbuh dan ber-buah2 (jiwa2) sampai seperti Kristus.

 

Nyanyian:

Jadikan kami satu, oleh Roh-Mu Tuhan

Brikan di hati kami penuh kecintaan.

Sehati dan sepikir sesuai Firman-Mu.

Supaya yang terhilang

dapat dis’lamatkan.