M4072 – 2Korintus 1:3-7. Dihibur Untuk Menghibur

Dalam 5 ayat ini, semua ada kata peng-hiburan, dan jumlah semuanya 10 kata penghiburan, luar biasa. Ini betul2 5 ayat penghiburan. Tuhan limpah de-ngan penghiburan bagi umat-Nya yang memerlukan.PENDAHULUAN.

2KOR 1:3. ALLAH (POHON) SEGALA PENGHIBURAN.

Terpujilah Allah. Allah kita itu luar biasa, patut dipuji dalam segala perka-ra, bisa segala, Maha kuasa, Maha ta-hu, Maha hadir dll dan tidak pernah salah. Adil, baik, murah dan Ia adalah kasih. Dia sanggup melakukan segala hal, tidak ada yang mustahil bagi-Nya Luk 1:37, Ay 42:2. Kalau raja yang menghibur pasti pengaruhnya besar, tetapi belum tentu tertolong. Kalau Tuhan menghibur itu all in, bukan hanya emosionil, tetapi sampai terto-long, masuk Surga kekal, itu peng-hiburan yang sempurna. Dunia hanya bisa menghibur terbatas atau hanya emosionil, tetapi tiba2 binasa 1Tes 5:3. Sebab itu jangan lepas dari Tuhan dan orang yang lekat pada Tuhan, punya pohon penghiburan pasti akan ter-hibur, tidak kurang penghiburan dan selamat. Tidak ada asuransi dunia yang bisa lengkap seperti ini, Tuhan sang-gup. Dia adalah Penghibur untuk apa saja. Tetapi jangan lupa penghiburan Allahitu menurut kehendak dan ukuran Allah, adil dan benar,bukan menurut ukuran kita. Ayub kematian 10 anak-nya, Tuhan hiburkan, tetapi tanpa membangkitkan mereka,sebab mereka mati karena salahnya, tetapi Lazarus mati Tuhan menghiburkan dengan membangkitkannya, sebab bukan seba-gai hukuman dan untuk kemuliaan Allah Yoh 11:4. Selain itu, apa yang Tu-han buat, itu yang terbaik dengan mu-tlak, bukan menurut ukuran kita. Kalau kita mau mengerti dan menerima itu yang terbaik dan pasti kita betul2 ter-hibur.

2KOR 1:4. PENGHIBUR DALAM SEGALA PENDERITAAN KAMI.

Macam2 penghiburan dari Tuhan, yaitu:

  1. Waktu menderita karena salah. Tu-han ingin menghiburkan umat-Nya sekalipun karena salah. Langkah I untuk dapat penghiburan dari Tuhan adalah bertobat! Kalau sungguh2 bertobat, maka akan datang penghiburan dari Tuhan dengan adil, yaitu yang terbaik kalau bertobat! Kalau tidak bertobat, yang datang adalah murni penghu-kuman. Seperti Israel yang bolak-balik berdosa, dihukum bolak-balik, hanya hukuman. Misalnya 10 pengintai (Bil 14:37) 250 orang yang dibakar Bil 16:35, Korah Datan Abiram Bil 16:25-34 dan banyak lagi lainnya. Tetapi kalau bertobat seperti Yunus, Tuhan ampuni dan lepaskan dari kematian, sebab masih ada sisa waktu Yunus. Simson di-ampuni, tetapi waktunya habis, hanya selamat dan dilawat Tuhan satu kali lagi. Allah adil, Ia mengampuni, meng-hibur, tetapi tetap dengan adil! Sebab itu jangan lupa, hidup dan penghiburan yang terbaik adalah kalau kita hidup suci dan berkenan pada Tuhan. Ingat Maz 99:18 Tuhan mengampuni tetapi tetap adil, ada hukuman yang datang sesuai keadilan Allah. Juga penjahat yang di salib, tetap mati, tetapi diam-puni dan masuk Surga Luk 23:43.
  2. Penghibur dalam masa menunggu. Masa menunggu itu bisa pendek atau panjang, kadang2 orang bisa lelah dan sedih, tetapi orang yang tetap hidup benar dan harap pada Tuhan akan dihi-burkan dalam masa menunggu Maz 25:3.

Masa menunggu itu tergantung dari kasus masing2:

  1. Karena dosa. Misalnya Yunus hanya menunggu 3 hari, memang itu mak-simal untuk puasa dalam perut ikan. Israel setiap kali undur dari Tuhan dihu-kum, diserahkan Tuhan pada musuh-nya sekian lama sampai betul2 berto-bat.
  2. Untuk pengolahan, bukan sebab dosa, misalnya Putra manusia Yesus harus menunggu sampai 30 tahun, pa-dahal umur 12 tahun sudah bisa dipa-kai dengan heran. Juga Yusuf yang ti-dak bersalah menderita tahap I 13 tahun (30-17 tahun) sampai naik dalam istana Firaun, lalu 9 tahun lagi sampai bertemu saudara2nya dan terakhir dipakai Tuhan sampai matinya umur 110 tahun.

Daud menunggu 2 periode, sejak di-urapi sampai mengalahkan Goliat kira2 berapa tahun (?) dan sampai menjadi raja lebih kurang 13 tahun (30-17).

  1. Menghukum musuh. Tuhan sanggup menghukum musuh langsung, misalnya Saul yang berdosa karena mau mem-bunuh Daud belasan kali. Daud harus menunggu, sebab ini menjadi peng-olahan bagi Daud, tetapi selain itu, sekaligus ini juga adalah masa kesa-baran dan kemurahan Allah bagi Saul. Kalau waktunya untuk Saul habis, dan Saul diangkat, baru Daud naik.

Selama menunggu, Tuhan juga memberi penghiburan sehingga di-kuatkan. Tuhan tidak mencobai lebih dari kekuatan, misalnya dengan hasil2 yang indah seperti Putra manusia dengan pelayanan2 yang heran sebe-lum umur 30 tahun. Yusuf diangkat dan ditinggikan dalam rumah Potifar, Daud dengan macam2 kejutan, pertolongan dan sukses yang indah2 dsb, sehingga mereka dikuatkan dalam segala pen-deritaannya. Mengapa Tuhan izinkan penderitaan datang dan cukup lama? Supaya imannya diolah, tetap setia dan taat sekalipun “tidak tertolong” dan sekalipun janji Tuhan “tidak tampak”. Sesudah cukup diolah, baru janji Tuhan digenapkan.

Dihiburkan untuk menghiburkan.

Paulus mengalami banyak penghiburan dalam banyak penderitaan yang di-alaminya. Dalam 2Kor 11:23-29 adalah salah satu daftar penderitaannya. Te-tapi dalam setiap penderitaannya Tu-han datang menghibur dengan cara yang unik sehingga rasa2nya tidak rugi, bahkan dengan mengalami macam2 penderitaan, ia menjadi lebih untung dan indah, juga meningkat rohaninya. Misalnya waktu ditangkap, dipukul, di penjara dipasung, Roh kudus menghi-burkan sehingga bisa nyanyi me-muji2 Tuhan lalu pertolongan Tuhan datang dengan unik dan heran, gempa yang terarah, kepala penjara sekeluarga yang bertobat, Gereja Pilipi berdiri dan dia sendiri sembuh, tidak cacat dan bebas. Ini sangat unik dan ajaib Kis 16:25. Waktu karam kapal, sudah lihat maut menjemput, tetapi Tuhan tegah-kan, bahkan Tuhan juga memberinya 276 orang yang sertanya, ikut disela-matkan Kis 27:37. Begitu unik, banyak variasi dan cara pertolongan Tuhan sehingga semua terhibur dengan ajaib, jadi pengalaman manis dan sesudah lulus, naik tingkat. Juga Petrus dalam penjara, keluar dengan ajaib Kis 12:5. Sekarang mereka menghiburkan orang lain. Mengapa bisa? Bukankah setiap penderitaan itu lain2 macamnya dan kasusnya ber-beda2? Kita bisa meno-long dan menghiburkan orang lain, sebab:

  1. Prinsip Allah kekal sesuai Firman Tuhan Luk 21:33 dan Allah adil! Kalau ada dosa, cara kita menghibur adalah dengan membawa mereka dalam pertobatan. Kalau ujian kuatkan iman-nya, tekun berdoa, lebih2 dalam Roh (sebab Roh Kudus itu Roh penghiburan) dan terus harap pada Tuhan dengan cinta. Kita harus tahu penghiburan dari Allah itu adil, sesuai dengan Firman Tuhan. Jadi kalau cocok dengan ke-adilan dan janji Allah, maka penghi-buran dari Allah yang ajaib akan da-tang! Prinsip dari keadilan dan kasih Allah itu adalah Mat 16:26. semua di-arahkan untuk keselamatan yang kekal. Untuk apa dihiburkan kalau masuk Neraka seperti penghiburan dunia 1Tes 5:3. Yerobeam minta tolong kesem-buhan anaknya pada nabi Ahia, dijawab dengan kematian yang dahsyat, tetapi itu penghiburan dan peringatan untuk bertobat 1Raj 14:12. Justru dengan ke-matian anaknya yang unik itu diharap mereka bertobat dan tidak masuk Ne-raka. Itulah kasih dan keadilan Allah dalam penghiburan yang diberikan. Allah itu Maha pintar dan kasih, supaya kalau bisa semua selamat, itulah penghiburan yang terbesar 2Pet 3:9. Mungkin dari keluarga Korah, Datan, Abiram waktu masuk dalam tanah ada yang bertobat, ia akan diselamatkan, tetapi tidak hidup!
  2. Kita dihibur dan menghibur orang lain, padahal kasusnya beda2. Misalnya sedih karena uang, karena sakit, karena ancaman, karena gangguan nikah dan keluarga, dalam pelayanan dll. Dalam dunia setiap problem dan kasus itu ahlinya berbeda, untuk penyakit dan mobil mogok sudah beda, tetapi Allah Maha kuasa, Maha tahu dan bisa melakukan segala perkara Ay 42:2, sebab itu kita yang sudah dihibur Allah bisa menghibur dalam kasus apa saja. Caranya: Beri Allah kepadanya!

Kalau ia bertobat atau lalu taat dan setia, maka Allah akan menolong dan menghibur dia dan Allah sanggup me-ngerjakan segala macam perkara, luar biasa. Tidak ada orang yang bisa menghibur dan menolong seperti ini!

Jadi prinsip penghiburan Allah adalah selamat kekal Mat 16:26 dan Allah sanggup menolong segala macam kasusnya.

  1. Allah tidak berubah dari dahulu sampai selamanya. Kesempatan kita yang berubah:
  2. Setiap hari yang di-sia2kan kesem-patannya berkurang. Kalau bertobat sekarang atau 1 bulan lagi apalagi 1 tahun lagi itu beda pertolongan dan penghiburannya. Zedekia bertobat waktu terakhir, ia tetap menderita sampai mati. Juga Simson. Kalau ber-tobat lebih dahulu ceritanya berubah. Coba Daud bertobat lebih dahulu, mungkin bisa seperti Henokh. Cerita kayu yang direbut dari api Zak 3:2. Kalau kayu 4 meter baru terbakar 1 meter, faedahnya beda dengan kayu yang terbakar tinggal 20 cm. Sesudah di atas salib baru penjahat itu bertobat, Tuhan selamatkan, tetapi kasusnya tidak tertolong ia harus mati.
  3. Kalau karena ujian lain lagi, lebih lama tahan uji, nasibnya jadi lebih cemerlang, bukan seperti kayu yang direbut dalam api, tetapi seperti perak atau emas dalam api yang makin lama makin murni, makin mahal Mal 3:3. Diolah, menunggu lebih lama, tetap taat dan setia itu mutu dan nasibnya makin tinggi seperti Yusuf, Daud, bah-kan Putra manusia Yesus juga me-nunggu 30 tahun. Jangan ingin lekas populer dan besar nanti direndahkan dan mati sia2, tetapi rindulah tetap berkenan pada Tuhan terus dan penuh penyerahan, makin lama makin indah! Allah tidak berubah, kemurahan dan keadilan-Nya tidak berubah, tetapi kesempatan kita yang berubah atau habis.
  4. Bertobat di dunia dan sesudah mati, Bedanya seperti langit dan bumi. Kalau masih hidup, sekalipun tinggal 1 menit, pengampunan itu murah dan mudah. Kalau sudah mati, terlalu amat mahal dan tidak mungkin. Orang kaya te-tangga Lazarus sudah tidak bisa minta ampun lagi Luk 16:24. Minta air 1/4 tetes saja tidak berhasil, apalagi peng-ampunan. Jangan sia2kan hidup ini, sekalipun menderita, kalau masih hidup, itu kesempatan emas, pakai baik2 untuk berkenan pada Tuhan.

2KOR 1:5. SENGSARA DAN PENGHIBURAN YANG LIMPAH.

Jangan kuatir, Tuhan tidak mencobai lebih dari kekuatan dan kalau Tuhan izinkan pencobaan yang limpah, juga penghiburan yang limpah Tuhan berikan seperti pada Paulus, Petrus dll. Tuhan tidak pernah keliru atau terlam-bat! Jangan lupa sengsara itu juga ada maksudnya, yaitu pengolahan, hukum-an atau menunggu. Tidak pernah kebe-tulan! Abraham sudah menerima Hagar dari Sarah, macet 13 tahun Kej 16:16 – 17:1. Sekalipun diizinkan istri, tidak ada problem, tetapi tidak diizinkan Allah!

Juga Musa mengubah mengubah perintah Allah di air Meriba, meskipun keduanya Musa dan Harun sudah setuju ber-sama2 Ul 32:51, tetapi Tu-han tidak setuju, makaMusa kehilangan fase Kanaan, ia hanya sampai gunung Horeb! Sebab itu kita harus mengenali kehendak Allah Ef 5:27, jangan diubah, sekalipun sekitar kita setuju, tetapi kalau Allah tidak setuju, berarti ada sesuatu yang indah hilang! Kalau sengsara lebih banyak, juga peng-hiburan lebih banyak, jangan diubah menurut kehendak sendiri atau ke-hendak bersama, tetapi taat pada ke-hendak Allah, maka tingkat kemuliaan-nya juga lebih tinggi. Sabar, sebab semua akan indah pada waktu yang sudah ditentukan Allah Pkh 3:11.

2KOR 1:6. PENDERITAAN ITU TIDAK SIA2, BERGUNA.

Tuhan bisa beri segala macam peng-hiburan, pasti cocok dan tertolong, tetapi penderitaan itu ada gunanya, tidak sia2. Kalau rambut di hitung Allah Mat 10:30, apalagi segala penderitaan, jangan kuatir, tetapi tetaplah dalam jalan Tuhan dan tetap setia dan berkenan kepada-Nya.

Emas murni yang ditempa menjadi Pelita itu tentu tidak hanya dengan 100 kali tempaan, tetapi lebih dan Tuhan tahu tepatnya berapa kali perlu ditem-pat, begitu yang kita alami baik dalam hal uang, dihina, difitnah, ditinggalkan, direndahkan, dirugikan, dalam sakit, kesukaran dll semua tempaan itu sudah ada hitungannya untuk menjadi Pelita.

Bahkan sengsara itu sesuai dengan kemuliaan yang akan kita terima kelak Rom 8:17-18, Allah sanggup menguasai dan mengatur semua keadaan dan sikon kita, sebab itu jangan mudah sedih atau putus asa. Paulus menulis jumlah penderitaannya, ia tidak kece-wa, tetapi penuh syukur, sebab banyak sengsara, banyak penghiburan dan banyak pahala. Jangan kecil hati de-ngan jumlah penderitaan kita, tidak ada yang kebetulan, bahkan tanpa penghiburan kita sudah mendapat pa-hala, bahkan lebih banyak! Jangan per-nah menyesali Allah, sekalipun ber-tekun itu sakit bagi daging seperti Ayub yang bertekun dalam penderitaannya Ay 1:21.

Kita bisa menghiburkan orang lain dengan tepat (sebab kita sudah ter-hibur dan punya penghibur itu yaitu Allah, pohon penghiburan kita yang ti-dak pernah gagal). Jangan lupa peng-hibur itu selalu dikaitkan dengan kese-lamatan, sebab tanpa keselamatan itu penghiburan kosong dan sia2.

Jangan putus asa, sebab tidak ada yang kebetulan Mat 10:30 dan tidak lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13. Se-mua diizinkan Allah menjadi kebaikan bagi kita Rom 8:28, bahkan menjadi pahala yang kekal Rom 8:17-18 asal kita lulus, tidak gugur atau jatuh dalam dosa, tetapi tetap taat setia melakukan kehendak-Nya dalam kesucian, tidak ber-sungut2 atau melawan Allah. Jangan lupa lama pengolahan dalam penderitaan itu menentukan kemuliaan yang Tuhan rencanakan bagi kita (Yusuf 22 tahun, Daud 17 tahun dll seperti emas murni yang ditempa ribuan kali untuk menjadi Pelita, lebih lama, berat dan panjang pengolahan itu, tingkat kemuliaannya lebih tinggi (kalau bertobat, lebih lama keras hati, lebih lama ditunda, kesempatannya makin habis sehingga tidak jadi apa2, tinggal matinya seperti Simson, Korah, 10 pengintai dll. Jangan putus asa, Elia putus asa minta mati, tetapi ia mau taat waktu dihiburkan. Kalau Tuhan menghiburkan itu bukan hanya mem-perbaiki secara emosional, tetapi supaya sadar sehingga makin kuat menderita untuk mendapat yang lebih besar seperti keledai Isachar Kej 49:15. Ia dihibur dengan lihat negeri tujuan yang indah, sehingga jadi kuat dan mau mengangkat beban yang sebelumnya iasudah lelah dan tidak kuat. Ini seperti Elia, sesudah dikuatkan bisa jalan 40 hari 40 malam sampai di gunung Allah dan akhirnya jadi sempurna. Jangan menyerah dan jangan putus asa, Tuhan menghiburkan dengan mencelikkan mata kita oleh Firman Tuhan dan Roh kudus, sehingga menjadi kuat dan tidak lagi putus asa.

KIS 1:7. AMBIL BAGIAN DALAM SENGSARA DAN PENGHIBURAN.

Tuhan itu beri 1 set lengkap, sengsara dengan penghiburan. Siapa yang mau sengsara salib, karena Tuhan juga akan dapat penghiburan, sehingga sengsara itu justru memberi sentosa dan peng-hiburan Mat 11:28-30. Tuhan tidak mengizinkan sengsara itu ngawur, te-tapi dengan perhitungan yang tepat sebab itu jangan putus asa. Kalau kita hidup benar, taat, berkenan pada Tuhan, mau sengsara karena Kristus, kita juga terhibur sebab itu semua tidak sia2, ada kemuliaan besar di dalamnya. Perlu pengertian dari Firman Tuhan dan Roh Kudus. Kalau bodoh, tidak mengerti dan tidak taat (ini meng-hasilkan kuasa Allah dalam kita 1Pet 4:1, 1Kor 1:18) akan binasa Mrk 12:24. Jangan bodoh, tetapi berubahlah se-perti keledai Isachar dan Elia, sebab semua diatur Allah jadi pengolahan dan kemuliaan kita.

KESIMPULAN.

Tidak ada penderitaan yang kebetulan dan sia2 bagi umat Tuhan, baik yang berdosa (supaya bertobat) lebih2 yang hidup benar dan taat (ditempa untuk menjadi makin mulia). Sebab itu jangan berkecil hati. Pohon penghiburan kita adalah Tuhan, yang tidak hanya menghibur emosional tetapi kosong, tetapi terutama untuk keselamatan (banyak yang mau bertobat) dan kemuliaan yang makin indah dan tinggi untuk yang mau taat dan setia.

Nyanyian:

Semakin mulia Dia mengubahku.