M4065 – Matius 6:25-33. Menghadapi Kesulitan Keuangan

PENDAHULUAN.

Ini salah satu kesulitan yang bisa mem-buat orang menjadi lemah dan undur dan salah satu kesukaran akhir zaman. Karena cinta uang maka banyak orang menjadi susah karena uang dan orang yang tidak ber-jaga2 bisa terjerat da-lam banyak problem keuangan, men-jadi kacau dan celaka.

PENDIRIAN YANG BETUL TENTANG UANG.

  1. Berpada 1Tim 6:8, Pil 4:11-12. Mau dan bisa puas dengan apa yang ada, baik uang dan harta lainnya. Ini la-wannya orang yang cinta uang, tidak pernah puas dengan apa yang ada.
  2. Mendahulukan kerajaan Surga dan hidup benar, lebih daripada segala kebutuhan fana yang lain, termasuk uang Mat 6:33.
  3. Tahu nilai yang betul antara harta yang fana dan harta yang kekal Mat 16:26. Orang yang mengerti tidak akan mengutamakan yang fana daripada yang kekal Luk 12:20-21. Kita perlu yang fana, tetapi hanya di dunia!
  4. Sadar kewajibannya sebagai ben-dahara Allah yang benar dan taat 1Pet 4:10. Sebab itu jangan sampai menjadi bendahara yang tidak jujur Luk 16:8. Kita harus sadar tugas kita sebagai bendahara Allah yang betul dan jujur, sebab satu kali kita harus memberi pertanggungjawaban atas harta yang Tuhan percayakan kepada kita.
  5. Menuai sesuai dengan taburannya Gal 6:6-7, baik tentang uang juga tentang segala hal lainnya 2Kor 9:6-8.
  6. Masing2 punya tingkat kemampuan yang berbeda dalam hal memegang uang, dan bisa berubah Ams 30:8. Jangan sampai harta kita menjadi be-ban yang ber-lebih2 sehingga menye-babkan dosa dan kerusakan rohani.
  7. Jujur dalam uang, termasuk milik Tuhan (perpuluhan Mal 3:9-10). Orang yang jujur akan menuai berkat Tuhan, lebih2 denganperpuluhan, Tuhan akan memberkatinya dengan limpah.

III. DOSA2 DALAM KEUANGAN.

Kita harus dibersihkan dari segala ma-cam dosa2 dalam hal uang, maka berkat Tuhan dalam hal uang akan diberikan Tuhan dengan sesuai dan limpah.

  1. Cinta uang 1Tim 6:9-10, Ibr 13:5. Cinta uang adalah akar dari segala dosa dan kejahatan, begitu dahsyat, sebab itu jangan ada sedikitpun cinta uang, tandanya adalah bisa berpada. Ter-masuk dalam dosa ini dalah lekas ingin kaya Ams 28:20-22. Orang seperti ini juga akan membedakan orang yang kaya dan miskin, sebab itu mulia atau hina dalam tanggapannya.

Juga termasuk disini adalah mem-berhalakan mammon Mat 6:24. Ini perkara yang jahat di hadapan Allah. Kadang2 dari luar tidak tampak, tetapi Tuhan tahu jelas.

  1. Tidak jujur dalam hal uang Luk 16:11, Kol 4:1 (jujur itu juga dalam segala segi hidup yang lain). Dalam dunia seringkali kalau ada kesempatan, orang jadi pencuri, penipu dll, tetapi umat Tuhan takut akan Tuhan, tetap jujur sekalipun ada kesempatan.
  2. Salah pakai Luk 16:1-2. Berkat yang Tuhan berikan pada kita bukan untuk berbuat dosa atau hal2 yang tidak pada tempatnya. Jangan salah pakai, satu kali kita harus memberi pertanggung-jawaban atas semua yang kita lakukan, bahkan selagi hidup, bisa ditarik kem-bali oleh Tuhan.
  3. Hutang. Ini bukan kehendak Tuhan Rom 13:8. Kalau seorang sampai ber-hutang, itu berarti ada yang tidak betul, ada yang salah, (kecuali direncanakan oleh perusahaan tempatnya bekerja). Belajar berpada dengan apa yang ada padanya. Orang yang malas akan mudah berhutang Ams 10:9; 12:24; 13:4; 19:15 dll 2Tes 3:10.
  4. Boros, mewah. Ay 20:22, Ams 30:9, Pkh 10:17, Luk 15:13. Pemasukan dan pengeluaran uang harus ada pertang-gungjawaban dan perhitungannya. Ka-rena boros, bukan saja jadi kekurangan, tetapi juga terjadi banyak keributan.
  5. Judi Ams 1:14. Judi ini, baik kecil2 atau besar2an, pasif atau aktif, itu dosa. Judi ini salah, sebab:
  6. Suatu ikatan.
  7. Kejam, tertawa atas tangisan orang banyak lainnya.
  8. Malas, tidak mau bekerja Kej 3:19, 2Tes 3:10.
  9. Tamak, ingin cepat kaya Ams 28:10,22 dll.
  10. haram, bukan hak atau miliknya Yer 17:11, Ams 13:11
  11. Seringkali juga ada pekerjaan setan di dalamnya. Judi ini ada akibatnya, bah-kan besar. Harus bertobat dan dilepaskan

 

Nafkah yang haram, misalnya rubiat, mencarikan keuntungan dalam kesempatan dll.

PEMELIHARAAN ALLAH

MAT 6:25-33.

Kalau kita berdiri benar di hadapan Tuhan, baik dari segala macam dosa2 keuangan di atas, juga dari segala macam dosa lainnya (sebab semua dosa itu saling mempengaruhi dan se-mua dosa itu tempat masuk setan yang akan berbuat segala macam dosa dan kejahatan lebih lanjut dalam orang yang dimasukinya). Kita juga harus hidup dengan pendirian dalam uang yang benar seperti yang ditulis di atas. Dan semua ini terus-menerus, bukan hanya untuk satu kali, tetapi selalu berdiri benar di hadapan Allah. Kalau hal2 ini kita lakukan dengan betul, sesuai dengan Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus, maka biasanya tidak ada kesukaran2 keuangan seka-lipun dalam keadaan krisis keuangan. Sebab Allah selalu memelihara anak2-Nya dengan cara ilahi yang canggih yang tidak akan gagal Mat 6:25-33. Memang nafkah umat Tuhan bisa naik-turun, tetapi bukan berarti Allah tidak memeliharanya. Seperti Abraham yang sudah taat akan panggilan Tuhan, ia juga mengalami masa kelaparan, se-hingga timbul beberapa masalah, tetapi selama tinggal dalam Tuhan, rencana pemeliharaan Tuhan tetap berjalan dengan cara2 yang unik.

Hidup kita di dunia bukan nomer 1 mencari nafkah dan berhasil dalam hal2 duniawi, tetapi kita hidup di dunia ini ada maksud tertentu dari Allah, yaitu:

  1. Penentuan keselamatan kekal, yaitu kalau kita memilih percaya pada Allah, kita akan selamat untuk kekal, dengan taat akan Firman-Nya Yoh 3:16.
  2. Untuk tumbuh dalam kemuliaan yang se-tinggi2nya dalam dunia ini, bahkan kalau bisa menjadi sempurna seperti Kristus 1Kor 11:1, Mat 5:48. Jadi hidup di dunia ini, bukan hanya sekedar hidup, atau mencari perkara2 yang di dunia ini, sebab semua ini fana, hanya fasilitas belaka, tetapi kita hidup untuk tujuan yang betul, yaitu tujuan yang kekal dalam rumah Bapa Surgawi. Sebab itu jangan hidup sia2, jangan hidup hanya untuk mengumpulkan fasilitas fana yang akan lenyap, tetapi untuk mengumpulkan perkara2 kekal di Surga. Kalau kita mengerti hal ini, kita tidak akan kenaditipu iblis untuk mengumpulkan yang fana, tetapi kita akan mengumpulkan yang kekal, tidak sebodoh orang kaya dalam Luk 12:20-21. Berapa banyak kita melihat orang2 dalam dunia yang hanya mengejar hal2 fana, yang seharusnya hanya fasilitas belaka; juga orang beriman yang tertipu iblis, sebab buta seperti orang dunia.

Problem keuangan orang yang celik itu jadi lebih ringan, daripada kalau ia buta dan mengejar yang fana. Bagi Yusuf dan Maria, problem mereka yang sangat besar itu jadi tidak berarti (miskin, melahirkan bayi, tempat tum-pangan, bahkan mau dibunuh Herodes dll). Tuhan menjaga dan memeliha-ranya sehingga tidak menjadi problem bagi mereka, tetapi kejutan dan mujizat2 yang heran.

ADA RENCANA ALLAH YANG INDAH.

Kesukaran yang terjadi pada kita, tidak ada yang kebetulan, semua diketahui dan diizinkan Allah Mat 10:30 tidak lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13 dan dimaksudkan untuk yang baik Rom 8:28. Seringkali kesukaran2 keuangan bagi umat Tuhan yang celik, itu tidak lagi menjadi problem berat, tetapi menjadi:

  1. Ujian. Misalnya kesukaran nafkah yang dihadapi Ishak, karena lulus, maka ia menerima berkat yang 100 kali ganda Kej 26:22. Jangan sampai ber-sungut2 atau bereaksi dosa dalam kesukaran nafkah, tetapi tetap tekun hidup benar dan melakukan kehendak Allah, maka kalau lulus, kita naik lagi setingkat dan dengan sendirinya naf-kah akan datang, sebab Tuhan sanggup memberi dengan limpah.
  2. Latihan dan pengolahan. Dalam ke-sukaran mencari nafkah, ini kesem-patan untuk tumbuh dalam tabiat baru, berjalan dengan Tuhan dan membuk-tikan kuasa Allah, sekaligus membuat kita makin tumbuh dalam iman, dalam kesabaran, dalam penyangkalan diri dll. Banyak kesukaran2 dalam pekerjaan di kantor atau dalam perdagangan justru membuat kita makin dekat pada Tu-han, sebab iman kita makin tumbuh dan makin berharap dan berdoa ke-pada Tuhan. Jangan berkecil hati, Tu-han tahu semua dan menguasai segala segi hidup yang kita kerjakan dan akan menjadi pengolahan dan kebaikan bagi kita.

Kuasa dan mujizat Allah sekaligus menjadi makin nyata dalam segala kesukaran2 kita, termasuk dalam kesukaran keuangan.

  1. Memurnikan dan menumbuhkan rohani. Tidak ada yang kebetulan, sela-lu ada maksud yang baik dari Tuhan dengan mengizinkan macam2 kesu-karan, istimewa untuk memurnikan pendirian dan rohani kita, misalnya pendirian kita dalam hal uang makin dimurnikan. Juga rohani kita makin tumbuh dalam pengolahan dengan kesukaran2 yang kita hadapi dalam keuangan.

Kesucian, kesabaran, tabiat baru, iman dan pengharapan kita dll, semua makin indah bagi orang yang mau taat dan berkenan pada Tuhan dalam segala problem2 yang dihadapinya. Jangan hanya berusaha lulus dan lolos dari problem, tetapi tetap memperkenan-kan Tuhan dalam segala kesukaran2 yang kita hadapi, sehingga kita terus tumbuh dalam rencana Allah, sesuai dengan maksud Tuhan untuk kita hidup di dunia yang sementara ini.

CARA MENGHADAPI KESUKARAN2 DALAM KEUANGAN.

  1. Hidup benar dan berkenan kepada Tuhan. Jangan kesukaran2 keuangan ini menimbulkan dosa, persungutan atau macam2 kemunduran rohani, tetapi tetap hidup benar, tetap ber-kenan kepada Tuhan. Tuhan beserta orang benar 1Pet 3:12, Rom 8:31.
  2. Terus dipimpin Roh. Selain kita hidup benar dalam segala segi dan tetap pada pendirian yang benar di hadapan Tuhan, kita juga harus terus berjalan dengan Tuhan dengan iman. Minta pimpinan Roh Kudus, sehingga bukan kita tetapi Kristus yang meng-hadapi problem2 kita ini. Kalau Tuhan yang menghadapi, pasti tidak pernah gagal. Tentu sikap kita tidak ber-sungut2 , kuatir, tamak, menghalalkan segala cara dll, tetapi tetap menyerah dan dipimpin Tuhan dalam kesucian untuk melakukan kehendak Tuhan. Jangan kuatir menghadapi kesukaran yang manapun, sebab kalau Tuhan yang memimpin kita, tidak ada yang gagal. Ia sanggup menghadapi segala kesukaran kita, asal kita tetap sehati dengan Tuhan dalam kesucian dan tetap melakukan kehendak Tuhan. Tujuan kita tetap yang kekal, tetap hidup sebagai bendahara Tuhan, tidak cinta uang, tetapi berpada dan selalu taat akan pimpinan Roh. Kalau cara hidup kita seperti ini, maka tidak ada kesukaran keuangan yang sulit bagi Tuhan dan bagi kita, sebab Tuhan pasti dapat mengatasinya.

Jangan lupa kalau ada yang salah, segera diperbaiki. Baik salah dalam hal uang (tidak jujur, tidak taat pimpinan Roh, tamak dll) juga kesalahan dalam segala segi hidup yang lain. Sebab berjalan dengan Tuhan itu selalu dalam kesucian dan melakukan kehendak Tuhan.

  1. Doa dan kuasa Allah. Jangan lupa menghadapi dengan banyak berdoa. Meskipun sudah dijanjikan Tuhan, kita berjalan dengan iman dalam pimpinan Roh, kita tetap perlu limpah berdoa dalam Roh dan kebenaran, bahkan terus menerus Yoh 4:23, 1Tes 5:17. Meskipun tidak terlihat, iblis dkk selalu membayangi dan berusaha melawan dan merusakkan semua yang dilakukan umat Tuhan. Tetapi ini tidak sulit asal kita terus dipimpin Roh, sesuai kehendak Roh dan limpah dengan kuasa Allah dengan doa dalam Roh dan kebenaran. Jangan berhenti berdoa untuk segala segi hidup kita, juga untuk menghadapi kesukaran2 keuangan.

Ingat segi keuangan hanyalah salah satu bagian dari segi2 yang harus kita hadapi dan ini termasuk fasilitas, bukan tujuan hidup rohani kita, sebab itu taruhlah dalam porsi yang benar dan tetap dipimpin Roh sesuai dengan Firman Tuhan.

VII. CONTOH HIDUP PUTRA MANUSIA YESUS DAN RASUL2.

Mereka pasti mengalami juga kesu-litan2 keuangan antara lain waktu tidak ada makan pagi, sehingga mereka mencari buah ara di tepi jalan. Belum lagi uang yang dicuri oleh Yudas sampai berkurang atau habis. Pasti ada juga kesukaran2 keuangan untuk rom-bongan pelayanan ini. Tetapi praktis Putra manusia Yesus tidak punya proyek atau gerakan utama untuk mengumpulkan dana bagi pelayanan-Nya. Tidak pernah ada problem besar dalam keuangan, semua tetap ter-cukupi oleh Allah sampai ke akhir. Begitu juga dalam pelayanan rasul2 dan Gereja, tidak ada kesulitan dalam mengatasi problem keuangan, meski-pun ada juga saat2 kekurangan. Rom 8:35; 15:25-27, 2Kor 11:27, Kis 11:28 dll. Sebab Tuhan pelihara, tidak akan sampai mati kelaparan seperti burung di udara dan bunga bakung di padang. Seringkali karena tidak bisa berpada, karena salah penilaian (yang fana dianggap sebagai tujuan, sehingga ini menjadi problem besar, padahal problem kecil) dan Tuhan pasti dan sudah menolongnya, sebab itu tidak muncul proyek penggalangan dana besar2an, tetapi proyek penginjilan dan pengajaran besar2an (hampir 20.000 orang datang mendengar injil dll juga dalam zaman rasul2), itu yang jadi pemikiran utama dari mereka dan juga menjadi teladan bagi kita. Kalau ada kejujuran dan tahu tujuan utama dari pekerjaan Tuhan, maka kita pasti akan sampai pada kesimpulan bahwa Tuhan memelihara pekerjaan dan hamba2 dan umat-Nya dan kalau toh terjadi kesukaran2, mujizat dan kuasa Tuhan akan bekerja sehingga menjadi pengolahan dan pertumbuhan rohani yang indah2 dalam kehidupan jemaat.

KESIMPULAN.

Kalau kita hidup benar dan berkenan pada Tuhan, maka dalam hal2 fasilitas yang fana ini, pasti Tuhan memelihara. Kalau toh terjadi kesulitan, itu semua tidak kebetulan, ada maksud Tuhan untuk menjadi pengolahan dan kuasa Allah akan nyata pasti sanggup menolongnya. Sebab tujuan kita bukan dunia dan hal2 yang fana ini, tetapi yang kekal. Kalau tujuannya harta dunia, tentu problem keuangan menjadi problem besar bahkan ribut dan kacau, bukan seperti kehendak dan rencana Allah.

Nyanyian:

Jangan kamu kuatir. apa yang…..