M4058 – Roma 8:28. Melalui Kesukaran-Kesukaran, Masuk Dalam Rencana Allah

BAGI ORANG YANG MENGASIHI ALLAH.

  1. Janji Tuhan ini bukan untuk segala orang, tetapi khusus bagi mereka yang mengasihi Allah dan dipanggil sesuai dengan tujuan-Nya, maka segala perkara yang dialami, termasuk yang tidak enak, jahat, celaka, sial dll,
  2. semua itu bekerja ber-sama2
  3. menjadi kebaikan bagi orang2 ini, luar biasa.

A.1. ORANG YANG MENGASIHI ALLAH adalah:

  1. Orang yang cinta Firman Tuhan dan taat Yoh 14:23,24. Ini orang yang me-nyangkal diri dan hidup dalam kesu-cian, bukannya orang yang hidup dalam dosa dan melawan Allah.
  2. Orang ini juga mencintai orang2 di sebelahnya Luk 10:27, bukan orang yang membenci orang2 jahat (ini biasa bagi orang dunia, hanya cinta orang yang cinta padanya Mat 5:46-47), teta-pi bisa mengampuni dan memberkati meskipun ia jahat Mat 5:44. Tentu kita juga harus cerdik supaya jangan “di-makan” olehnya sebab bodoh; harus cerdik seperti ular tetapi tulus seperti burung merpati Mat 10:16, sebab kita ini bukannya diantara orang2 yang be-nar dan baik saja, tetapi seperti domba di tengah2 serigala.
  3. Orang yang cinta Tuhan juga suka menggembalakan domba2 Tuhan Yoh 21:15-18 dan terus taat dipimpin Roh.

Memang janji Tuhan ini bukan untuk semua orang beriman, tetapi hanya ba-gi yang cinta Tuhan, hidup dalam kesu-cian, mengerti Firman Tuhan dan taat, tidak membalas benci dengan benci, tetapi mengampuni dan memberkati musuhnya, maka Rom 8:28 akan men-jadi kenyataan dalam hidupnya, istime-wa dalam kesukaran2nya dan hasilnya akan luar biasa, sangat indah, sangat mengagumkan, bahkan lewat banyak kesukaran ini (kalau kita lulus, tidak gagal atau jatuh dalam dosa) kita masuk dalam rencana Allah yang indah dan gilang-gemilang. Sebab itu ber-jalanlah menjadi orang yang cinta Allah, sehingga menjadi kekasih-Nya, berkenan kepada-Nya dan janji ini pasti akan kita alami.

A.2. DIPANGGIL SESUAI DENGAN TUJUAN-NYA.

Ini orang2 yang tidak mau hidup menurut kehendaknya sendiri, tetapi mau dipanggil oleh Allah dan mengerti, berjalan menurut tujuan dari Allah yang heran. Allah tidak pernah punya tujuan celaka, tetapi selalu yang indah2 Yer 29:11, sebab itu belajar mengerti kehendak Allah Ef 5:17. Jangan ngotot menurut kehendak sendiri, tetapi tanya pada Tuhan, apa kehendak-Nya dan belajar untuk taat. Biasanya kita tidak tahu kehendak Allah yang lengkap, tetapi terima sebagian2 atau hanya langkah demi langkah, seperti lampu mobil yang menerangi jalan di depan kita saja, tidak menyorot terus sampai tujuannya, misalnya ke Malang, kita hanya melihat 10-20 meter ke depan. Jadi, meskipun kita tidak tahu rencana Allah keseluruhannya, tetapi kita tetap bisa jalan dalam jalan Allah, dalam rilnya Allah, yaitu hidup sesuai dengan Firman Tuhan dalam kesucian dan ketaatan. Seperti Putra manusia Yesus, Ia minta, kalau boleh kepas dari cawan sengsara itu, tetapi Bapa tidak meng-izinkan dan Putra manusia Yesus de-ngan tulus dan dengan segenap hati mau taat, meskipun permintaannya se-bagai manusia ditolak Bapa-Nya.

Ada orang taat dengan terpaksa, bahkan dengan ber-sungut2, sebab tidak cocok dengan kehendaknya sen-diri, biasanya itu kehendak daging yang tidak disetujui Allah. Tetapi seharusnya, seperti Putra manusia Yesus, kita harus sungguh2 taat dengan segenap hati! Sebab itu penyerahan dan mau hidup bagi Dia Pil 1:21, bukan menurut ke-hendak kita sendiri. Inilah orang2 yang mau dipanggil sesuai dengan tujuan-Nya.

A.3. SEGALA SESUATU yang kita alami, termasuk yang tidak enak, istimewa di akhir zaman ini di mana dosa dan ke-jahatan ber-tambah2, sehingga terjadi banyak hal yang kita tidak setuju. Te-tapi mengenai hal2 itu tidak ada yang kebetulan Mat 10:30 dan tidak mele-bihi kekuatan kita 1Kor 10:13. Justru orang yang tingkatan rohaninya lebih tinggi, seringkali diizinkan Tuhan men-derita dan mengalami hal2 celaka lebih banyak, yang penting, tidak melebihi kekuatan kita. Ini wajar, sebab ujian murid SMA jauh lebih sulit dari murid SMP, apalagi dari murid SD. Jangan ke-cil hati atau takut, sebab Allah Maha-tahu dan Ia menguasai segala sikon kita, Ia pasti akan berbuat sesuai de-ngan Firman-Nya, tidak mungkin Ia me-langgar Firman-Nya sendiri. Sebab itu jangan takut, jangan ber-sungut2, te-tapi hadapi semua yang datang me-nimpa kita, sebab kalau tidak diizinkan Allah, itu tidak akan sampai pada kita, percayalah akan Allah yang adil, baik dan cinta kita, pasti janji2-Nya akan terlaksana.

A.4. BEKERJA BERSAMA-SAMA.

Semua perkara yang terjadi pada kita, kadang2 tidak terduga, tidak cocok satu sama lain, datang ber-turut2 se-olah2 sembarangan dan kacau, tetapi ternya-ta semua itu sudah diatur oleh Allah dengan teliti, saling mengisi, ada urut-an dan ada hubungannya, kena menge-na satu sama lain, mengerjakan mak-sud dan rencana Allah, asal kita selalu lulus dalam setiap pencobaan, tidak jatuh dalam dosa!

CONTOH DALAM HIDUP YUSUF.

Dalam riwayat Yusuf tertulis dalam Kej 37-50:

B.1. Kita melihat Yusuf berjalan de-ngan iman dalam ril Tuhan, sekalipun ia tidak mengerti. Ia bisa melakukan hal ini, sebab ia mencintai Allah dan hidup dalam kesucian, mau hidup me-nurut kehendak Allah, cocok dengan panggilan-Nya kepada tujuan Allah. Tampak jelas  penyerahannya, kesucian dari dosa2 zina, kerendahan hatinya (sebab mengerti, yakin dan mengakui semua yang ada padanya, istimewa hal2 yang besar itu dari Allah bukan dari dirinya sendiri 1Kor 4:7). Dalam kasus2 kejahatan yang dialami dari saudara2nya, ia penuh dengan peng-ampunan yang luar biasa, bahkan memberkati orang2 yang sangat jahat dan keji kepadanya, termasuk istri Potifar yang menggoda, menfitnah dan menjebloskan Yusuf dalam penjara tanpa salah, ia tidak membalasnya.

Garis besar hidup Yusuf adalah sbb:

B.2. Sejak kecil ia cinta Tuhan dan hi-dup berkenan pada Allah dan orang-tuanya; Tetapi sekalipun ia dicintai dengan sangat oleh Yacob bapaknya, ia tidak manja dan tidak bereaksi menu-rut daging. Tetapi semua saudara2nya iri dan benci kepadanya, lebih2 waktu ia mimpi 2 kali, se-olah2 ia membuat siasat ingin disembah saudara2nya, ingin ditinggikan lebih dari semua, juga oleh orangtuanya, padahal itu betul2 mimpi, bukan dari Yusuf. Kebencian saudara2nya memuncak kepadanya.

B.3. Semua perkara terjadi susul-me-nyusul menurut urut2an dan kehen-dak Allah sepenuhnya!

Pada waktu Yusuf disuruh bapaknya melihat keadaan saudara2nya meng-gembalakan domba2nya, itu kesem-patan bagi saudara2nya untuk me-muaskan kebencian dan iri hati mereka kepada Yusuf. Ia ditangkap dan hendak dibunuh. Tetapi Ruben mencegahnya, minta diganti masuk sumur. Mereka tetap mau membunuh, sebab itu ia dijual sebagai budak dengan harga 20 keping perak, suatu status yang tidak jauh dari kematian. Bapaknya ditipu dengan jubah warna-warni yang dice-lup darah. Sesudah itu mereka yakin Yusuf sudah mati, sebab itu banyak dan mudah terjadi dalam perbudakan. Setiap kali mereka mengatakan bahwa mereka itu 12 bersaudara, tetapi 1 sudah mati.

B.4. Yusuf digoda istri Potifar, tetapi lulus, ia menolak dengan tegas kesem-patan yang baik untuk menuruti da-ging, sebab itu ia difitnah dan masuk penjara.

B.5. Banyak hal terjadi se-olah2 ke-betulan dalam hidupnya dan kemudian ia dipenjara, tetapi lewat kesulitan2 itu ia terus lulus, tetap suci dan taat pada Tuhan, sehingga ia berjalan maju da-lam ril, jalan atau rencana Allah. Mimpi 2 pejawat makanan dan minum-an Firaun diartikan dan jadi, itu se-olah2 tidak ada artinya atau faedahnya bagi dia, tetapi semua ada dalam urut2an rencana Allah yang heran.

B.6. Lalu Firaun bermimpi (itu juga dari Tuhan yang tahu yang akan datang dan berkuasa membuat yang akan datang sesuai rencana dandengan kehendak-Nya) barulah Yusuf diingat kembali oleh penjawat minuman, sehingga Yu-suf dipanggil dan menghadap Firaun. Sebab Tuhan beserta, maka semua mimpin Firaun diartikan dengan betul dan sungguh2 terjadi dan Firaun lansung percaya pada Yusuf. Sebab itu Yusuf ditinggikan luar biasa; Tetapi ini semua “baru terjadi” sesudah lebih kurang 13 tahun penuh penderitaan yang susul-menyusul ruwet dan sangat pahit, tetapi Yusuf tidak ber-sungut2 atau berbalik dari Tuhan, tetapi tetap lulus dalam setiap pencobaan, tetap percaya dan harap Tuhan, dan tetap hidup berkenan pada Tuhan dalam segala segi hidupnya.

PENDERITAAN YUSUF.

  1. Pahit.
  2. Lama.
  3. Tidak mengerti.
  4. dalam segala segi dan keadaan.
  5. Tetap bersyukur, taat dan bersu-kacita.

Ini 5 kunci yang dipegang Yusuf, se-hingga ia lulus semua ujian tingkat tinggi dan diangkat Tuhan sangat tinggi.

C.1. PAHIT SEKALI.

Pengalaman Yusuf se-olah2 lebih dari kekuatannya, tetapi ternyata tidak, sebab Allah itu adil, benar, kasih dan tidak pernah salah, Yusuf memang mempunyai tingkat rohani yang tinggi, ia tumbuh terus lebih dari yang dikira orang, tetapi Allah tahu dengan tepat. Ia mengalami kepahitan yang sangat dalam segala segi hidupnya, tetapi se-lalu lulus. Banyak orang tidak suka ke-pahitan, tetapi selalu minta yang enak2, padahal ujian itu hampir selalu pahit bagi daging, sehingga daging harus selalu dimatikan Rom 6:6; 8:14,36, baru bisa lulus, sehingga tetap dalam jalan dan rencana Allah menuju panggilan Allah kepada yang indah2 dan mulia. Harus mau menyangkal diri Luk 9:23, hidup di atas Mezbah, jadi domba sembelihan sebab ril Tuhan itu di jalan sempit Mat 7:13-14, baru kita bisa terus menang, jadi lebih dari pe-menang. Tanpa salib, tanpa mematikan daging, tidak ada kemenangan.

Sebab itu kalau ada hal2 yang manis, nikmatilah dengan penuh syu-kur dan tetap dalam kebenaran Allah; tetapi kalau ada yang pahit2, jangan ber-sungut2, percaya dan taatlah kepa-da Tuhan supaya terus lulus dan terus meningkat dalam iman seperti Yusuf.

Abraham banyak mengalami kepa-hitan dalam hidpunya, lebih2 waktu mengorbankan Ishak, tetapi terus lulus dan jadi indah. Juga Ayub dalam ba-nyak hal, istimewa dalam keluarganya, 10 anak mati, juga dalam harta, dalam hidup nikah dengan istri yang makan hati dan tidak setia, tetapi Ayub tetap bersyukur dan hidup suci sehingga lulus dan sebab itu ia jadi sangat indah.

Jangan anti pengalaman pahit, te-tapi hadapi dengan Tuhan sehingga menjadi kebaikan. Kabar pahit dan pengalamannya bagi orang yang cinta Tuhan akan menjadi kabar baik, kebaikan oleh kuasa Allah, luar biasa!

C.2. LAMA PENDERITAAN.

Hidup di dunia ini, kalau seperti Kristus itu penuh penderitaan, tetapi punya warisan seperti Kristus Rom 6:17. Mengapa? Sebab dunia ini tempat pengolahan dimana anak2 Allah, di-gembleng, dibentuk, diubah dll supaya tumbuh makin seperti Kristus. Sebab itu jangan kecil hati kalau hidup men-derita karena Kristus, karena mau men-cocokkan dengan kebenaran Firman Tuhan sehingga lulus. Dan penderitaan itu ada ukurannya yaitu beratnya dan lamanya penderitaan. Untuk tingkat rendah biasanya waktunya pendek, tetapi untuk tingkat tinggi waktunya cukup lama seperti Yusuf, bahkan sampai beberapa tingkat, yaitu:

  1. Lebih kurang 17 tahun sejak lahir.
  2. 13 tahun dalam perbudakan (sampai umur 30 thn).
  3. 9 tahun dalam kelimpahan.
  4. 5 tahun dalam sisa masa paceklik memelihara saudara2nya.
  5. 12 tahun selama bapaknya hidup di Mesir.
  6. Banyak tahun sampai Yusuf mati di Mesir. Seluruh hidup Yusuf adalah 110 tahun. Masing2 bagian ada kepahitan dan keberatannya sendiri2, tetapi Yu-suf lulus, sehingga makin lama makin indah, baik dalam 13+9=22 tahun per-tama sesudah dibuang saudara2nya, ini penderitaan lahir dan batin dan sisanya tetap ada penderitaan batin, sebab itu tetap harus menyangkal diri, mema-tikan daging.

Jangan berkecil hati kalau banyak celaka dan kepahitan, belum berubah menjadi kebaikan sesuai Rom 8:28, tetapi tetap taat dipimpin Roh dalam ril Tuhan. Tuhan tidak pernah salah, te-tapi untuk pengolahan yang lebih tinggi perlu waktu lebih lama.

Daud juga cukup lama menderita dalam pengejaran Saul sejak lebih ku-rang 17 tahun sampai 30 tahun. Sabar, kalau lulus maka semua kepahitan dan penderitaan akan berakhir. Tahan lebih lama dalam penderitaan dan tetap menang, berarti tumbuh makin tinggi di hadapan Allah dan hasilnya adalah kemuliaan untuk kekal.

C.3. TIDAK MENGERTI.

Biasanya kita tidak mengerti maksud dan peristiwa2 yang pahit itu, kecuali ketidaktahuan hukuman karena kesa-lahan. Tetapi Yusuf, Ayub dll mereka tidak mengerti mengapa semua perka-ra yang pahit dan celaka itu terjadi, sampai Yusuf melupakan mimpinya yang bertolak belakang dengan peng-alaman celakanya. Sebab ia tidak mera-sa bersalah. Juga Ayub keheranan, ti-dak mengerti, tetapi teman2nya meya-kinkan Ayub, bahwa itu pasti karena dosa2nya, padahal Ayub hidup benar dengan tulus. Juga Daud hampir putus asa dan lari ke Filistin, sebab ia sudah diurapi dan mengalami tanda2 heran, tetapi tetap nasibnya sangat jelek, di-kejar2 Saul seperti anjing mati. Sebab itu jangan hidup menuruti perasaan hati atau akal, kita akan bingung, kacau dan bisa menyalahkan Allah, sebab nyata sekali se-olah2 Allah tidak adil. Kita harus hidup dengan iman kepada Allah 2Kor 5:7, yakinlah bahwa Allah Mahakuasa, menguasai segala yang terjadi dan tidak ada yang kebetulan bagi kita Mat 10:30 dan pasti semua akan menjadi kebaikan bagi orang yang cinta Tuhan. (Kalau toh ada salah segera perbaiki, supaya hukuman karena dosa berhenti dan bisa kembali dalam jalan kebenaran Allah!).

Kalau di-pikir2 bisa stress atau depresi, sebab tidak masuk akal, tetapi tetap percayalah akan Allah yang Mahatahu dan Mahakuasa. Asal kita hidup benar dan ada sejahtera Allah, jalan terus dalam pimpinan Roh, maka sekalipun kita tidak mengerti, kita ber-jalan dalam kegelapan, tetapi Tuhan adalah terang kita, yang akan me-mimpin kita dengan dalam se-gala2nya, sekalipun celaka ke-2, ke-3 datang terus, bahkan mungkin celaka yang ke-4, ke-5 dst seperti Yusuf; jalan terus dipimpin Roh, pasti Tuhan akan me-nguatkan, sehingga sejahtera dan Tu-han akan menyatakan diri-Nya ber-kali2 pada kita untuk menguatkan. Meskipun kita tidak mengerti, tetaplah percaya bahwa Allah menguasai segala sikon dan apa saja di sekitar kita dan yang akan datang, semua berjalan te-rus dengan iman, ini memang jalannya orang beriman 2Kor 5:7, Rom 1:17.

C.4. DALAM SEGALA KEADAAN.

Hal2 yang celaka itu bisa dalam segala segi, tetapi Tuhan tetap menguasai semua segi hidup dalam dunia, juga dalam dunia roh dan semuanya. Memang dosa dan kejahatan makin meningkat sehingga hal2 yang dahsyat dan makin mengerikan, terjadi limpah di sekitar kita,tetapi jangan takut, semua ada dalam tangan dan kuasa Allah yang Mahatahu dan Mahakuasa, sebab itu kita tidak perlu kuatir menghadapi segala perkara.

C.5. BERSUKACITALAH.

Kalau kita menuruti perasaan hati atau logika bisa kecil hati, pahit, bahkan putus asa, itu untuk orang2 yang biasa. Tetapi orang yang benar, cinta Tuhan dan percaya, bisa bersukacita, mes-kipun itu tidak masuk akal seperti Paulus dan Silas dalam penjara, mereka menyanyi, bersyukur me-muji2 Tuhan sebab Allah itu baik, adil, Mahakuasa, meskipun mereka tidak salah, tetapi harus mengalami seperti orang yang bersalah. Tetapi sebab percaya Kis 16:25, sebab itu sekalipun sekitar kita jelek, tidak ada jalan keluar yang kita lihat, atau kemungkinan2 yang baik, tetaplah bersyukur dan bersukacita se-bab Rom 8:28 pasti terjadi bagi orang yang cinta Tuhan. Jangan sedih, stress atau putus asa, berjalanlah dengan iman, maka kita akan bisa bersukacita seperti Paulus atau tidur nyenyak seperti Petrus Kis 12:5.