M4057 – Yusak 24:15. Seisi Rumahku Melayani Tuhan

KESELAMATAN DIMULAI DARI KELUARGA.Keselamatan itu dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah atau keluarga kita masing2 (pribadi, nikah, keluarga), Gereja itu dimulai dari keluarga.

Yusak yang sepenuh hati ikut Tuhan, juga dengan seluruh keluarga-nya, isi rumahnya, menjadi satu pela-jaran yang baik dan betul bagi kita untuk memperhatikan dan memper-juangkan isi rumah kita masing2 supaya selamat sampai kekal. Yusak sangat memperhatikan keselamatan keluarga-nya dan juga semua keluarga2 orang Israel lainnya yang jadi bebannya. Begitu juga kita harus memperhatikan keluarga masing2, lalu Gereja dan orang2 lain di sekitar kita. Problem yang dihadapi Yusak (dan Tuhan) dalam umat-Nya itu dimulai dari keluarga masing2. Begitu juga kita menghada-pinya dalam hari2 ini, apalagi mende-kati akhir zaman, pergumulan atau pe-perangan untuk menyelamatkan orang2 yang tidak percaya ini, dimulai dalam keluarga masing2 dan ini makin sulit dan dahsyat!

Ini dikatakan di hadapan orang Israel, yangdisuruh memilih antara 3 allah, yaitu di Urkasdim, allah2nya orang Kanani dan Yehova. Umat Tuhan yang sudah berpengalaman begitu ba-nyak dan ajaib, sebagian masih tidak percaya, seperti lalang dan gandum da-lam Gereja. Sungguh sangat menye-dihkan hati Tuhan. Bahkan pada waktu zaman hakim2 (banyak yang menyem-bah berhala seperti bani Dan dll) dan waktu menjadi kerajaan Israel, akhir-nya terpecah jadi Israel (yang rusak dan keji, mulai dari raja yangI Yerobeam, sudah membuat berhala lembu emas di Dan dan Birsyeba, terus sampai raja terakhir makin keji dan tidak bertobat) dan Yehuda yang lebih sungguh2, te-tapi seringkali bercampur lagi seperti zaman Yosafat yang berbesan dengan raja Achab sehingga Yehuda akhirnya juga rusak.

GANDUM DAN LALANG.

Dalam Gereja selalu ada gandum dan lalang  dan Tuhan melarang mencabut dan membuang lalang Mat 13:29. Ia melarang sebab kasih-Nya, Ia mengha-rapkan semuanya bisa diselamatkan 2Pet 3:9, dan itu juga bisa meng-akibatkan gandumnya ikut tercabut. Sebab itu adalah tugas kita mengga-rami lalang yang ada di tengah2 kita dan menerangi mereka sampai mereka bertobat (ini yang dalam rumah dan Gereja kita), juga semua lalang2 sekitar kita sampai “di Yudea, Samaria” dan seluruh dunia Kis 1:8.

Jumlah gandum harus genap, baru Tuhan Yesus datang Rom 11:25. Kalau kita lalai, kita bukan garam yang asin atau pelita yang menyala, maka garam itu akan dibuang dan di-injak2 oleh segala perkara2 duniawi dan kekafiran Mat 5:13, atau dalam zaman Antikris oleh Antikris Wah 11:2. Sebab itu kita tidak boleh tinggal diam, sesudah kita diselamatkan dan dapat tempat atau rumah di Surga, kita juga harus bekerja melayani Tuhan, yaitu melayani lalang2 yang ada di sekitar kita (dalam rumah, Gereja, sekitar kita sampai seluruh dunia) supaya mereka diselamatkan, menjadi gandum Mat 25:40.

TIGA PINTU KERAJAAN SURGA.

Kita yang sudah masuk pintu Kerajaan Surga 2Pet 1:11, 1Tes 2:12, kita juga harus membawa orang lain, lebih2 orang dekat kita masuk dalam Kerajaan Surga Mat 4:17, Luk 11:20. Kalau kita sudah menunjukkan jalan keselamatan ke dalam Kerajaan Surga, maka orang yang mengerti dan percaya akan masuk ke dalamnya, bahkan be-rebut2an Luk 16:16. Orang Parisi sendiri tidak masuk Mat 5:20, dan orang2 yang se-olah2 dibawanya masuk, ternyata juga tidak dibawa masuk Mat 23:15. Memang ada syarat2 untuk masuk, misalnya Mat 7:21, Kis 14:22 (melakukan kehendak Allah) Mat 18:3,17 (menjadi seperti kanak2 tulus, rendah hati, bergantung pada Tuhan) dan tidak terikat dengan kekayaannya Mat 19:23, Luk 18:24-25.

DI SURGA ADA 3 PINTU MASUK:

  1. PINTU GERBANG.

Ajak percaya Tuhan Yesus sehingga selamat, seperti Zakheus, Sida2 Habsyi, kepala penjara, ribuan orang waktu khotbah Petrus pertama kali pada hari Pentakosta dll. Ini ajakan paling pen-ting, kalau mereka percaya, mereka pindah dari Neraka ke Surga, luar biasa, gratis, asal mau percaya. Memang banyak orang tidak bisa melihat Surga-Neraka sebab tidak percaya. Kalau percaya, Roh Kudus akan mencelikkan mata rohani yang buta 2Kor 4:4, maka orang itu akan bersukacita, meskipun melihat hanya dengan mata rohani, dengan iman, tetapi satu kali sesudah mati akan melihatnya dan masuk ke dalamnya Yoh 3:3,5. Inilah tugas kita untuk melayani lalang2 yang ada di sekitar kita supaya bertobat dan masuk Surga, berubah menjadi gandum. Perlu belas kasihan sebab adacinta Allah dan mengerti akibatnya kalau masuk Ne-raka Mat 9:13. Orang yang punya belas kasihan akan ngotot berusaha, juga dengan jalur Roh (seperti khotbah Pe-trus pada hari Pentakosta ribuan orang percaya, bertobat dan 3.000 dibap-tiskan Kis 2:41 luar biasa). Jangan lupa pakai jalur Roh, yaitu berdoa dalam Roh dan hidup benar, sehingga ada kuasa dankesaksian yang benar, istime-wa bagi orang isi rumah dan orang2 dekat (jangan sampai seperti orang Pa-risi, mengajarnya betul, tetapi mereka hidup munafik, pura2 sehingga orang tersontoh sehingga juga tidak masuk pintu pertama dari Kerajaan Surga dan menjadi munafik, dua kali isi Neraka Mat 23:15. Sebab itu kita sendiri harus sungguh2 bertobat, lahir baru dan hidup dipimpin Roh.

Jangan meremehkan lalang2 dalam keluarga dan Gereja, ini beban dan tugas kita untuk menggaraminya de-ngan kasih ilahi dan belas kasihan Mat 5:13-14. Apalagi anak2 yang lahir dari kita dan dibawa masuk dalam Ge-reja, mereka disucikan dalam orang-tuanya 1Kor 7:14. Ikut ibu bapaknya dalam Sekolah Minggu, sampai remaja. Ka-dang2 ada menjadi lalang, dan yang lain tetap menjadi gandum. Jangan sampai berubah menjadi lalang. Pasti ada sebabnya. Kadang2 di-tarik2 te-mannya ke Gereja lain, kesempatan lepas dari pengawasan orangtuanya dan iblis bisa menaburi dan mendustai lebih banyak. Kalau kita sudah setia, anak2 juga harus diajak setia. Orang tidak setia itu cacat, baik terhadap Tuhan, itu cacat besar masuk Neraka. Juga tidak setia pada suami atau istri itu cacat besar, juga bahaya masuk Neraka kalau tidak bertobat, sebab orang yang berzina masuk Neraka.

Juga yang tidak setia kepada Gereja itu cacat rohaninya (kecuali Gerejanya sesat, ia harus pindah seperti 2Taw 11:16). Banyak orangtua menganggap ringan kalau anaknya lepas dari peng-awasannya (sebab kalau anak2 tidak diawasi, itu rugi bagi anak) asal sudah berkata ke Gereja, dilepas! Gereja sekarang masih banyak yang baik, tetapi makin lama makin banyak Gereja jalan lebar yang akan menyesatkan dalam kebinasaan. Beberapa Gereja dan hamba2 Tuhan terang2an menye-tujui LGBT, itu Gereja jalan lebar, pasti melawan Firman Tuhan Rom 1:25-27 dll. Belum lagi pengajaran2 yang keji2 tingkat 5,4,3 (lihat buku: “Tingkat2 per-bedaan ajaran Alkitab”). Jangan anak2 yanglepas dari pengawasan dianggap ringan dan tidak apa2. Bisa mengawasi dalam ibadah, membimbing dan me-numbuhkannya, itu suatu kesempatan untuk bisa memastikan apakah anak2 itu gandum atau lalang, sebab masih bisa ber-ubah2. Apakah ia sudah punya pondasi yang teguh Mat 7:24-27, apakah sudah penuh dan dipimpin Roh Satu kali akan datang waktunya anak2 itu meninggalkan ibu-bapaknya sebab misalnya kerja, nikah, sekolah (lebih baik sesudah S1), sebab perlu cukup banyak kesempatan untuk menyela-matkan, mendidik, menumbuhkan ting-kat rohaninya lebih lanjut, itu mutlak perlu, sebab itu perlu bersekutu dalam Roh supaya tumbuh, lebih2 untuk saling tolong-menolong dalam pertum-buhan tabiat yang baru. Persekutuan dalam Roh dalam keluarga sambil terus mendidik setiap kesempatan (Ul 6:6-7, Ams 22:6). Ini sangat penting dan diperlukan untuk tumbuh, apalagi un-tuk terus meningkat sampai sempurna, perlu ada persekutuan dalam Roh dan erat Yoh 17:21-23. Berusahalah supaya anak2 bisa bersekutu ber-sama2 se-lama mungkin dansetia ber-sama2 da-lam satu Gereja, supaya pengertian, pendirian, ajaran dan pikirannya sama 1Kor 1:10 sehingga bisa sehati dan tumbuh bersama dan keluarga, se-hingga bisa menjadi sehati dan bisa bersekutu ber-sama2dengan manis dalam Roh dan Firman Tuhan, lebih2 kalau masuk dalam hari2 yang dahsyat dalam Minggu ke-70 Daniel, jangan sampai jatuh dan terhilang dan keluarga itu pecah Luk 12:51-53.

Persekutuan dan Mezbah keluarga ber-sama2 itu sangat besar faedahnya untuk kerukunan dan kebahagiaan rumah tangga sampai masuk dalam Surga dan bisa duduk bersama dalam Surga, bukan saling bertentangan dan terpecah belah.

Jangan diremehkan dan dikecilkan, biarpun hanya 1 anak, perlu ada per-sekutuan dalam Roh dalam keluarga (kalau anak jadi lalang tidak bisa ber-sekutu dalam Roh, tetapi tetap perlu dilayani dengan Firman dan Roh Kudus serta contoh hidup yang dipimpin Roh, supaya anak itu bisa bertobat dan semua lalang dalam isi rumah bisa menjadi gandum semuanya, sebab ini adalah kehendak Tuhan! (Kalau anak bertobat lebih dahulu, orangtua belum, maka anak itu harus menjadi garam bagi “panci keluarganya”).

Kalau tidak ada beban di dalam keluarga untuk mengubah lalang men-jadi gandum dengan kuasa Allah, apa-lagi untuk lalang2 yang di luar, pasti juga tidak ada beban atau hanya pura2! Orang yang tidak perhatian untuk isi rumahnya sendiri, biasanya juga tidak peduli akan lalang2 di luar rumah, tidak mau terbeban dan itu berarti ia adalahgaram yang tidak asin, tidak peduli pada Tuhan dan tidak takut, ber-bahaya! Akan dibuang dan di-injak2. Menjadi gembala sebagai jabatan itu bukan untuk semua orang Ef 4:11, tetapi menjadi gembala karena cinta pada orang2 di sekitarnya, lebih2 untuk seisi rumahnya itu adalah kewajiban setiap orang Yoh 21:15-17, Luk 16:20. Kalau ini tidak dikerjakan, itu berarti orang itu tidak hidup dengan betul, ti-dak mau melayani Tuhan yaitu dengan melayani anak2 atau suami-istrinya sendiri atau saudara2 dan isi rumahnya sendiri! Termasuk orang2seisi rumah yang bukan keluarga, beri juga per-hatian, layani dengan kuasa, hikmat dan belas kasihan ilahi! Ini tugas dasar dari setiap orang beriman, menggarami “pancinya”, ini pintu pertama Surga! Kalau pintu pertama saja tidak dikerja-kan, itu menyedihkan hati Tuhan, se-perti orang2 Parisi saja Mat 23:15. Memenangkan jiwa di luar rumah, juga perlu dikerjakan bersamaan, sebab kadang2 pelayanan di dalam masih belum berhasil, masih dalam pergu-mulan yang berat, tetapi harus tetap diteruskan sebab ada janji khusus dari Tuhan Kis 16:31. Jangan perkara2 jas-mani mencegah hal2 rohani, misalnya sekolah, perkara sekuler, sehingga tidak bisa bersekutu dan tidak bisa me-layani. Jangan membuang kesempatan untuk mengolah dan menyelamatkan anak2 sendiri danpertumbuhannya. Lebih baik anak2 bisa terus bersekutu sampai lulus S1, baru berpisah untuk sekolah lebih lanjut; jangan baru SMP atau SMA sudah berpisah, hanya karena mencari mutu sekolah yang lebih baik, padahal itu akan dibuang waktu Tuhan Yesus datang atau mati. Tetapi pendidikan rohani itu penting untuk kekal. Ada waktunya anak2 berpisah dari orangtua, kalau bisa pada waktu itu, anak2 secara rohani sudah kuat dan sudah ber-buah2, sehingga kita bisa sejahtera, sebab satu kali kelak akan duduk bersama lagi di Surga!

  1. PINTU KEMAH.

Sesudah bisa mengubah lalang menjadi gandum dengan kuasa Allah, maka teruskan lebih lanjut, bawa masuk dalam pintu ke-2, yaitu supaya gan-dum2 ini bisa tumbuh lebih lanjut dan berbuah. Jangan sampai mereka ban-tut, tetapi tumbuh terus, bahkan bisa melayani orang lain sampai bertobat dan tumbuh, seperti perempuan Sa-maria, sesudah bertobat ia terus bersaksi sampai seluruh kota Samaria Yoh 4:39. Jangan lupa berusaha sece-patnya penuh Roh Kudus dan bisa ber-jalan dalam Roh serta bisa menikmati semua 7 KPR dalam hidupnya. Ini mu-tlak perlu untuk pertumbuhan, sehing-ga kuat menghadapi akhir zaman yang dahsyat, yang sudah di muka pintu. Begitu dahsyat, dosa dan kejahatan meningkat, dan macam2 perkara akan jadi, kalau kita tidak bersedia seperti ligabis, akan gugur dan jatuh. Semua gandum harus tumbuh dan siap seperti ligabis limpah dengan 7 KPR, baik yang di rumah, di Gereja dan di mana saja kita bisa melayaninya. Ini termasuk pemuridan Luk 9:23. Semua gandum harus saling melayani supaya menjadi murid2 Kristus yang sungguh2 setia dan memuridkan orang lain, sehingga bisa tumbuh dan ber-buah2 terus 2Tim 2:20-21. Orang yang tidak tumbuh, tidak ber-buah2 akan mudah ditarik oleh segala perkara2 dosa, kedagingan dan duniawi sehingga jatuh, lebih2 da-lam Polarisasi 2211. Bersedialah, ma-suk lebih lanjut dalam pintu ke-2 ini. Orang2 beriman harus saling tolong-menolong, kuat-menguatkan untuk tumbuh dalam kesucian, dalam tabiat yang baru, dalam kedekatan dengan Tuhan, sehingga bisa terus meningkat sampai makin seperti Kristus.

DUA MACAM MUTU DALAM GEREJA DAN KELUARGA.

Meskipun sama2 ke Gereja, tetapi mutu orang2 beriman tidak sama dan jelas ada 2 macam orang, yaitu:

  1. Hidup di jalan lebar dan di jalan sempit Mat 7:13-14.
  2. Gandum dan lalang Mat 13:24-30.
  3. Ligabo dan ligabis Mat 25:1-13.
  4. Garam yang asin dan tidak asin Mat 5:13.
  5. Pelita yg menyala & padam Mt 5:14.
  6. Anak Allah dan anak iblis 1Yoh 3:10.
  7. Melakukan kehendak Bapa dan tidak Mat 7:21-23.
  8. Punya pondasi & tidak Mat 7:24-28.
  9. Orang yang setia sampai akhir dan tidak Wah 3:10 dll.

Jangan puas kalau seorang sudah masuk Gereja, sebab tidak semua sama mutunya, sekalipun sudah sama2 ma-suk Gereja, sebagian akan sampai di Surga, sebagian justru masuk Neraka; sebab itu kita harus mengenalinya dengan baik2. Meskipun beribadah ke Gereja (itu sudah baik), tetapi itu belum cukup, harus ada di jalur yang menuju Surga. Surga-Neraka dimulai di dunia, juga di dalam Gereja. Memang akhir hidup itu yang menentukan ke Surga atau Neraka, tetapi itu sudah bisa dan harus ditentukan dari permulaan selagi di dunia.

Kalau seorang sungguh2 lahir baru, itu permulaan ke Surga Yoh 3:3,5, tetapi ia harus tumbuh dalam jalur yang betul dan setia sampai ke akhir. Sebab itu jangan puas kalau seorang sudah masuk Gereja, tetapi betul2 sudah masuk lewat pintu kerajaan Surga, bahkan terus meningkat dari pintu I, II sampai III. Kita harus bisa membedakan ia di jalur yang betul atau salah, jalur Surga atau jalur Neraka dan terus maju, bertumbuh dalam jalur Surga lewat pintu tingkat I, II dan III. Ingat, kepastian Surga atau Neraka dimulai di dunia dan keselamatan masuk Surga harus terus dipelihara dan ditumbuhkan sampai saat terakhir di dunia dan itu menentukan tingkat kemuliaan hidupnya untuk kekal, tidak bisa berpindah lagi. Sebab itu perlu usaha2 penginjilan (yang targetnya adalah lahir baru masuk pintu I Luk 11:20, Kis 16:31) dan usaha2 penggem-balaan yang targetnya adalah meme-lihara dan tumbuh di jalan sempit lewat pintu II dan III sampai ke akhir Ibr 13:17).

Karena itu dalam membimbing jiwa2, baik di rumah, di Gereja dan di mana saja, haruslah orang itu sudah ada di dalam Surga Ef 2:6.

  1. PINTU TIRAI.

Ini adalah pintu penyempurnaan dan seharusnya semua orang yang masuk Surga, yg tumbuh, arahnya harus sam-pai masuk di sini. Kita harus bisa ber-sekutu dengan betul seperti Allah Trini-tas sampai menjadi sempurna Yoh 17:23. Orang yang tidak bisa bersekutu dalam Roh, dan dalam tubuh Kristus, berarti hidupnya tidak betul, keluar dari jalur yang betul. Begitu dgn 7 KPR yg lain, harus bertekun dgn betul supa-ya ujungnya bisa menjadi seperti Kris-tus 1Kor 11:1, seperti Bapa Mat 5:48.

KESIMPULAN.

Kita harus mengambil keputusan yang betul sejak sekarang di dunia, sece-patnya dan sesudah itu ber-sama2 sa-ling melayani di dalam Roh,supaya kita bertumbuh terus, meningkat se-tinggi2nya dan itu menjadi ukuran kemuliaan kita di Surga. Ini lebih pen-ting dari sekolah, kesehatan, nafkah dll, sebab ini untuk kekal. Gereja itu di-mulai dari rumah, dari keluarga. Per-mulaan keselamatan itu dimulai dari pribadi, nikah, keluarga. Jadi semua mulai dalam keluarga (setiap orang pasti punya keluarga orangtuanya lalu keluarganya masing2). Sebab itu kita harus memperhatikan keluarga (ru-mah) kita baik2, supaya kompak dalam keselamatan dan melayani Tuhan ber-sama2. Sebab itu kita harus taat mela-kukannya mulai dari kelompok terdekat yang paling kecil dari hidup nikah, ke-luarga, kelompok sel, Gereja, Sinode dst sampai tubuh Kristus global.  Ma-sing2 kita dalam keluarga  Kita sendiri harus menjadi terang yang menyala, garam yang asin dan menggarami “pan-ci” kita masing2 dan terus bertumbuh dalam tubuh Kristus sampai dalam Surga kekal yang mulia.

Nyanyian:

Bersama keluargaku melayani Tuhan.