M4059 – Kejadian 12:1-3. Menjadi Berkat Seperti Abraham

PENDAHULUAN

Hidup Abraham itu indah, diberkati Tu-han, semua mau hidup seperti ini, tetapi juga harus mau taat dan me-nyerah seperti Abraham supaya bisa menjadi berkat bagi semua orang.

KEJ 12:1

SYARAT UNTUK DIBERKATI TUHAN

Abraham disuruh keluar dari antara sanak saudaranya, dan dari rumah ba-panya ke tanah yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Ini syarat bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Hu-bungan dengan sanak saudara, lebih2 dalam keluarga adalah rata2 hubungan yang paling erat. Tetapi semua ini harus ditinggalkan karena Tuhan, dipu-tus, baru bisa ikut Tuhan dengan sungguh2 dan mendapat 100x ganda Mat 19:29, Mrk 10:29-30, Luk 18:29-30.

Bagi kita ini bukan berarti pergi keluar negeri, atau putus hubungan dengan keluarga, tetapi taat pada Tu-han Yesus dalam segala perkara yang ditunjukkannya pada kita lebih daripa-da kehendak keluarga sendiri.

Kita harus menurut Tuhan lebih daripada menurut keluarga dll dalam dunia; Ini tidak mudah, tetapi ini kehendak Tuhan. Bukan berarti kita putus hubungan dengan keluarga, sebabkita harus tetap cinta seluruh keluarga, tetapi menurut Tuhan lebih daripada keluarga atau siapapun, se-bab kita hidup dengan iman, berjalan dengan iman 2Kor 5:7.

Kita harus taat pada Tuhan lebih dari pikiran dan perasaan hati kita, juga lebih dari keluarga dan semua yang lain, Tuhan nomer 1. Tetapi jangan hanya mau taat, melainkanharus punya pengertian akan kebenaran Firman Tuhan, supaya ketaatan kita tepat dan berkenan pada Tuhan. Jangan hanya bergairah tetapi tidak mengerti kebe-naran Firman TuhanRom 11:2 supaya jangan sampai binasa karena kebo-dohan Mrk 12:24.

KEJ 12:2. MENJADI BERKAT.

Abraham dijadikan bangsa yang besar, diberkati dan namanya dijadikan besar, sebab Abraham menjadi berkat bagi orang lain.

Apa artinya menjadi berkat? Orang yang diberkati itu menjadi untung. Ini untung menurut Allah yaitu untung yang kekal, bukan hanya yang semen-tara Mat 16:26. Berkat2 jasmani yang sementara itu baik saja asal mau dan bisa memakainya tanpa menjadi dosa, ituberkenan pada Tuhan dan punya nilai yang kekal. Jadi berkat di hadapan Tuhan, itu yang utama dan mendapat berkat kekal, yg terus mengikuti orang itu dalam Surga untuk kekal Wah 14:13.

KEJ 12:3. DIJAMIN TUHAN.

Tidak semua mau diberkati menurut kehendak Tuhan, lebih2 orang berdosa yang mau hidup menurut daging dan dunia ini, sebab nomer 1 bagi mereka asal untung secara duniawi, sekalipun rugi secara rohani, bagi orang2 ber-dosa, tidak apa2, sebab tidak mengerti kebenaran Allah. Ini sebaliknya dari prinsip berkat secara rohani. Sebab itu kalau rugi secara daging atau duniawi, mereka tidak mau dan justru mela-wannya. Bahkan beberapa orang mem-balas dengan jahat, sehingga menjadi celaka bagi orang2 beriman yang men-jadi berkat. Tetapi Tuhan yang menjaga dan melindungi orang yang mau men-jadi berkat. Tuhan memberkati orang yang menjadi berkat bagi Abraham dan mengutuki orang yang mengutuki Abraham. Allah menjaga umat-Nya yg berkenan kepada-Nya, yang melaku-kan kehendak-Nya yaitu mau menjadi berkat. Jangan takut menjadi berkat se-suai dengan perintah Allah, maka semua keluarga2 di bumi akan diber-kati di dalam Abraham. Sebab itu ja-ngan takut menjadi berkat seperti pe-rintah dan kehendak Allah, meskipun tidak semua orang mau diberkati me-nurut prinsip Allah. Jangan takut reaksi orang lain, sebab Tuhan yang membela dan menjaga kita. Jadi adalah kehen-dak Tuhan kalau kita menjadi berkat.

APA ARTINYA MENJADI BERKAT?

Orang yang diberkati itu:

  1. Dari hidup lama menjadi hidup baru, dari hamba dosa, terlepas jadi hamba kebenaran, lepas dari semua hukuman dosa, istimewa dari Neraka.
  2. Mati lepas dari dosa dan semua ikatan2nya dan bisa melakukan kehendak Allah.
  3. Terus tumbuh dan ber-tambah2 da-lam hidup kesucian, makin berkenan pada Tuhan.
  4. Makin mengerti kehendak Tuhan.

Jadi berkat itu menyebabkan orang itu terus maju, tumbuh dan ber-tambah2 dari Pintu Gerbang sampai ke Tabut.

  1. Secara jasmani juga makin bertam-bah, tetapi kadang2 juga berkurang, asal rohaninya bertambah, itu nama-nya mau menderita, dirugikan karena kebenaran, tetapi dalam rohaninya untung. Misalnya Zakheus, habis uang-nya (untuk sementara), tetapi jiwanya selamat Luk 19:8.
  2. Tetapi semua yang berdosa itu rugi, baik secara jasmani untung atau rugi, kalau ada dosa itu rugi dan celaka untuk kekal.

Jadi kalau kita menjadi berkat bagi orang lain, maka orang itu menjadi untung secara rohani, makin berkenan pada Tuhan dan tumbuh, bukan seba-liknya, tetapi secara jasmani, tergan-tung dahulu hidupnya bagaimana.

PADA SIAPA KITA HARUS MENJADI BERKAT?

Pada semua orang di sekitar kita, bah-kan bisa sampai generasi2 berikutnya.

  1. Pada orang dekat di sekitar kita (keluarga), juga pada orang yang makin jauh dari kita, seberapa banyak yang bisa dicapai langsung atau tidak lang-sung (misalnya dengan buku, doa, ca-ra2 digital dll). Sebaliknya orang bisa menjadi laknat, celaka juga bagi orang dekat sampai yang jauh oleh segala nasehat, pikiran, falsafah dan cara2 hidupnya. Jangan menjadi laknat, te-tapi menjadi berkat! Kita harus menjadi berkat, yaitu menjadi garam dan terang bagi orang2 di sekitar kita sampai orang2 yang jauh2, bahkan yang tidak dikenalipun.

Diketahui atau tidak, orang2 mem-perhatikan kita seperti awan2 Ibr 12:1, sebab itu orang2 yang hidup dalam te-rang akan menjadi berkat, tetapi orang2 yang hidup dalam dosa, seka-lipun tersembunyi, ia menjadi contoh dan teladan yang jelek, bahkan menjadi batu sontohan bagi mereka yang melihatnya.

Pada semua orang yaitu pada orang baik, orang jahat atau siapapun Luk 10:27. Menjadi berkat menurut prinsip ilahi seperti yang kita kerjakan. Lebih2 pada orang jahat kita harus hati2, se-bab ia bisa membalas jahat kepada kita, sebab itu kita harus cerdik seperti ular, tetapi tetap tulus seperti merpati Mat 10:16. Iblis lebih cerdik dari kita, tetapi dengan Tuhan kita bisa lebih cerdik daripada iblis dan orang2 jahat. Sebab itu kita harus selalu dipimpin Roh, maka Roh Kudus akan memimpin kita untuk menjadi berkat dan itu yang terbaik.

III. BAGAIMANA CARANYA BISA MENJADI BERKAT?

  1. Dengan kasih seperti Kristus. Sebab orang yang ada kasih Kristus bisa men-jadi berkat bagi kawan dan lawannya. Sekalipun dibalas jahat, tidak bereaksi dosa, tetapi tetap mengampuni dan tetap bersedia menjadi berkat. Mau korban untuk orang baik dan orang jahat, seperti Kristus yang mati untuk orang2 dosa yang melawan Dia supaya diampuni dan diselamatkan Yoh 15:13, Mat 5:44. Ini adalahkasih ilahi, sebab kasih manusiawi hanya mencintai o-rang yang cinta kepadanya Mat 5:46,47. Orangtua biasanya mempu-nyai sisa2 kemuliaan Allah (Rom 3:23) yaitu kasih ilahi, apalagi yang ada da-lam Kristus; sebab itu biasanya orang-tua mempunyai kasih orangtua. Mes-kipun anak2nya menjengkelkan, bah-kan berbuat dosa dan jahat, tetapi karena orangtua ada kasih, orangtua bisa tetap mengampuni dan menjadi berkat bagi anak2nya. Begitu juga Tuhan menghendaki kita menjadi berkat bagi semua orang.
  2. Tidak bereaksi dosa. Termasuk da-lam kasih adalah mengampuni, sehing-ga tidak ada benci atau dendam, se-hingga bisa menjadi berkat. Tetapi ka-lau sudah timbul dosa atau JMPE (Jengkel, Mangkel, Pegel, Emosi), maka tidak mungkin menjadi berkat bahkan bisa membalas, benci dan dendam yang lebih jahat lagi.
  3. Dipimpin Roh, sehingga ada hikmat dan kuasa Allah. Kita harus belajar dipimpin Roh Rom 8:14 sampai makin lama makin mahir. Kalau kita taat di-pimpin Roh, maka juga muncul hikmat dan kuasa Allah dalam segala per-buatan kita. Bahkan juga buah Roh dan karunia2 Roh (Gal 5:22-23, 1Kor 11:7-11). Sangat indah, selama kita mau taat dipimpin Roh, taat akan suara-Nya, maka dalam ketaatan itu ada segala hal2 ini, ada kata2 dan perbuatan hik-mat, kuasa Tuhan nyata bekerja untuk mengalahkan pekerjaan setan, musuh kita Ef 6:12. Juga karunia2 dan buah Roh pada saat diperlukan, berlaku menurut pimpinan Roh, adalah kunci untuk hidup seperti Kristus. Tanpa pimpinan Roh tidak ada hikmat kuasa Roh, melainkan dengan kekuatan dan pikiran, kepintaran sendiri yang sangat terbatas, tidak bisa menang, lebih2 melawan pekerjaan dan siasat setan yang licik, sehinggabukannya menjadi berkat, tetapi kacau balau dan hancur oleh pekerjaan setan seperti yang dialami putra2 Sakewa Kis 19:16-17. Sebab itu kita perlu terus hidup benar, mau menyangkal diri dan taat akan Firman Tuhan supaya bisa hidup dipimpin Roh sehingga bisa menjadi berkat, juga menjadi berkat bagiorang2 yang tidak enak dan jahat, sehingga tetap hidup dalam kemenangan.
  4. Dalam hal2 jasmani dan rohani. Ka-lau kita menjadi berkat, kita tidak mengharapkan balasan dari orang2 yang kita berkati, sebab dengan harap-an seperti ini kita akan lekas dan mudah kecewa, sebab banyak orang tidak tahu berterimakasih, bahkan membalas dengan jahat. Kita menjadi berkat bukan hanya bagi orang2 suci dan yang penuh kasih Kristus, tetapi juga pada orang2 jahat dan yang membalas dengan jahat, diantara serigala2, sebab itu kita harus cerdik tetapi dengan tulus diantara srigala2 yang jahat Mat 10:16. Bahkan kalau dibalas dengan jahat, kalau kita lulus, itu berarti menang dan lulus 2 kali ganda dan juga pahalanya dua kali ganda. Kita tahu untuk setiap perbuat-an yang baik, yang kita lakukan, lebih2 yang dipimpin Roh, semua dicatat Tuhan (bahkan hanya memberi air se-cangkir dengan tulus, juga sudah ter-catat Mat 10:42. Seringkali seara jas-mani kita terbatas melakukannya se-suai, sebab tergantung dari kemam-puan masing2 2Kor 8:12, tetapi semua yang kita lakukan ituada penuaiannya, baik cara jasmani dan rohani. Jangan lupa semua kita dilakukan karena Kristus, dari dan oleh Kristus Rom 11:36 dengan tulus dalam kesucian.
  5. Menjadi berkat juga berarti menya-lahkan yang salah Ef 5:11, sehingga mereka makin tahu kesalahannya dan kalau mau bertobat, hidupnya bisa lepas dari celaka dosa dan bisa dapat berkat Tuhan. Ini juga termasuk ber-buat baik, menjadi berkat dengan menunjukkan kesalahannya Yak 4:17.

FAEDAH HIDUP MENJADI BERKAT.

Menjadi berkat itu hidup yang lebih indah, lebih keberkatan dari orang yang diberkati, sebab orang yang memberi berkat itu lebih keberkatan daripada orang yang terima berkat, yang diber-kati Kis 20:35. Ini bukan hukum per-saingan secara duniawi, tetapi menurut hukum2 Firman Tuhan dan yang bisa memberkati itu lebih diberkati oleh Tuhan, sehingga bisa makin banyak memberkati Ams 11:24-26.Biasanya orang berpikir bahwa yang menjadi berkat itu rugi, sebab berkatnya sendiri dikurangi, diberikan pada orang lain. Secara akal memang demikian, sebab itu tampak jelas dari perhitungan, tetapi dengan iman tidak demikian, kita akan mendapat lebih banyak balasan-nya dari Tuhan, sebab kita tidak meng-harapkan balasan dari manusia, tetapi dari Tuhan yang menggenapkan janji-Nya Kis 20:35. Baik secara jasmani, juga secara rohani. Bahkan pahala dari Tu-han itu sampai kekal, terus meng-ikutinya Wah 14:13.

KESIMPULAN.

Adalah kehendak Tuhan untuk kita supaya menjadi berkat seperti Kristus, yang menyerahkan seluruh diri-Nya menjadi berkat sampai mati tersalib Yoh 15:13. Memang dengan akal rugi, tetapi dengan iman ini untung, bahkan sampai kekal untuk kita masing2. Sebab itu jangan kecil hati, sebab pela-yanan seperti ini se-olah2 rugi sendiri, bahkan makin rugi sampai habis, tetapi berkat itu dari Tuhan dan Tuhan akan menambahkan sendiri berkat2-Nya yang lebih sampai kekal sesuai dengan janji2-Nya. Sebab itu belajar menurut Firman Tuhan, maka Tuhan akan menjadikan kita bangsa yang besar, bukan secara jasmani tetapi secara rohani. Orang2 yang kita menangkan atau layani itu menjadi mahkota kita 1Tes 2:19, itu berarti suatu pahala yang sangat besar, seperti orang yang menang dalam pertandingan 1Kor 9:24, sebab itu layani jiwa2 di sekitar kita, jadilah berkat yaitu menjadi garam dan terang dunia bagi semua orang2 di sekitar kita, juga bagi orang2 yang tidak enak yang tidak tahu membalas budi; bahkan yang membalas dengan jahat, semua diketahui dan diperhitungkan Tuhan dengan murah bagi kita.

Suatu pekerjaan yang merugi me-nurut akal, tetapi Tuhan yang meng-ubahkannya menjadi pekerjaanyang menguntungkan, sebab kita mendapat atau mengharap balasannya bukan dari orang2 yang kita berkati, tetapi dari Tuhan. Sebab itu meskipun tidak ada balas budi yang sesuai di dunia, Tuhan yang memberi berkat-Nya yang limpah,  lebih2 sampai Surga kekal. Makin menjadi berkat, makin diberkati oleh Tuhan.

Menjadi bangsa yang besar sudah dialami oleh Abraham yang dari 1 anak, menjadi bangsa Israel yang besar. Kita akan mengalami secara rohani, men-jadi bangsa yang besar, sebab jumlah orang2 yang kita layani sehingga me-reka keberkatan, dari jumlah mereka semua itu yang diukur Tuhan menjadi berkat bagi kita. Jiwa2 yang kita layani itu menjadi mahkota kita 1Tes 2:19. Kalau kita menjadi berkat bagi 100 orang, maka tingkatan kita seperti bapa atau raja2 dari 100 orang, kepala dari 100 orang. Kalau jadi berkat dari 1.000 orang itu berarti jadi bapa atau kepala dari 1.000 orang, itu berarti ting-katannya lebih besar lagi dari kepala 100 orang. (Tentu dihitung dari pela-yanan yang tulus dan betul).

Dengan demikian kemuliaan kita untuk kekal lebih besar, tetapi juga fasilitas yang kita terima di dunia (berkat2 di dunia) juga lebih besar, supaya kita bisa menjadi berkat yang makin besar. Bukan supaya nama kita menjadi makin besar di dunia, tetapi nama yang makin besar di Surga. Itu berarti tingkat dan kemuliaannya lebih tinggi. Jangan ambisi dan ingin nama besar di dunia, sebab justru orang yang ingin makin ditinggikan akan diren-dahkan Mat 23:12. Sebaliknya kalau kita bisa menjadi hamba seperti Kris-tus, itu lebih besar dari yang menjadi tuan. Mat 20:26-28.

Jadi jangan be-rebut2an menjadi besar supaya dipuji orang seperti Yohanes dan Yakobus Mat 20:21, tetapi justru be-rebut2an untuk melayani sebagai hamba, itu orang yang besar di hadapan Tuhan.

Nyanyian:

Jadikan berkat hidupku ini.

Jadikan berkat buat s’mua orang.