M4050 – 1Timotius 5:8. Keluarga Bahagia

Keluarga bahagia itu bukan keluarga tanpa kesukaran, tetapi keluarga yang ada Kristus di dalamnya, sehingga ada cinta ilahi (ini sumbernya), mau mem-bina / memelihara di dalam Tuhan se-hingga ada kesukaan dan kepuasan yang bersambung terus sampai ke dalam Surga kekal. Kalau tidak masuk Surga, tidak ada suasana Surga di duniapun dan rapuh, se-waktu2 bisa hancur, apalagi kalau datang penco-baan dan kesukaran.DEFINISI

Surga itu dimulai di dalam Kristus sejak di dunia dan itu sumber bahagia yang berlangsung terus menerus sam-pai masuk Surga kekal. Kalau di dunia tidak ada suasana Surga dalam Kristus (sekalipun dalam tingkat yang rendah), maka juga tidak ada sambungannya di Surga, tidak masuk Surga. Kita sudah harus mulai masuk dalam Surga selagi di dunia Luk 11:20; 16:16, (meskipun hanya sebentar di akhir hidup seperti penjahat yang di salib, yang hampir celaka Luk 23:43), dan itu berlanjut terus sampai masuk dalam Surga untuk kekal. Keadaan terakhir itu menen-tukan untuk kekal. Inilah arti keluarga bahagia di dalam Tuhan, langsung masuk Surga di bumi lalu akhirnya masuk Surga yang kekal.

JODOH

Untuk setiap orang Tuhan sudah menyediakan jodohnya, tetapi banyak orang tidak mengerti, mereka mencari menurut kehendaknya sendiri. Ka-dang2 sulit mengerti jodoh dari Tuhan, sebab biasanya juga tidak ideal, masih ada salahnya, tetapi Tuhan tahu ba-gaimana hari2 yang akan datang dan itu yang terbaik bagi mereka.

Manusia tidak ada yang ideal. Orang yang mencari jodoh yang ideal (menurut ukurannya) biasanya tidak mau atau takut mendapatkan jodoh yang tidak ideal, tidak bisa menikah, sebab tidak ada jodoh yang sempurna.

Tetapi kalau sudah menikah, jangan diselidikilagi, apa itu jodoh dari Tuhan untuk tidak, tidak boleh cerai, tetapi terus memperbaiki dan membina ru-mah tangganya di dalam Tuhan. Tentu kalau dapat jodoh yang dari Tuhan itu suatu keuntungan yang jauh lebih besar. Jodoh dari Tuhan itu:

  1. Sama2 dalam Tuhan, cinta Tuhan 2Kor 6:14, 1Kor 7:29.
  2. Masing2 yakin dan cinta, ada keco-cokan (jangan dipaksa).
  3. Ada peneguhan dari orangtua, gembala, bisa ditambah dengan tanda2 lain. Sekalipun bukan jodoh dari Tuhan atau nikah yang kotor, rusak, jangan diceraikan, tidak boleh. Kalau mau ber-tobat sungguh2, masih bisa dipulihkan, sampai dimana bisa dipulihkan tergan-tung dari orangnya masing2 dan ka-susnya. Sebab itu orang2 beriman dan orangtuanya, perlu berdoa minta jodoh dari Tuhan.

III. RUMAH TANGGA BAHAGIA.

Jawaban dan caranya adalah Tuhan Yesus! Ini tergantung dari apakah orang itu setia dan bertumbuh di dalam Tu-han sampai akhir, sebab rumah tangga bahagia itu berarti seumur hidup dan diteruskan dalam Surga kekal. Karena itu sekalipun dapat jodoh dari Tuhan, tetap harus dipelihara dan ditum-buhkan sesuai Firman Tuhan.

Mengapa? Sebab musuh orang beriman adalah iblis yang hendak menjatuhkan, merusak rumah tangga orang beriman dan orang dunia juga. Karena dosa semua jadi rusak Pkh 9:18. Kalau tidak dipelihara dengan penger-tian dan kuasa Allah serta kasih, maka keluarga akan kehilangan kebahagiaan dan kesukaannya, bahkan bisa hancur. Tetapi kalau dipelihara dengan betul di dalam Tuhan, akan menang melawan semua pekerjaan iblis dan jadi bahagia, puas, sukacita, dan diteruskan sampai kekal dalam Surga.

Hidup nikah bisa (tetap bahagia) kalau:

  1. Tetap dalam kesucian di jalan sem-pit. Sampai terakhir dosa apapun harus dicegah dan dibuang; istimewa dosa perzinaan, bahkan sampai dalam pikir-an Mat 5:28. Ini dasar utama, yaitu kesucian suami-istri, sehingga Roh Ku-dus bisa tinggal dan bisa berkarya dengan bebas, sebab kita tinggal dalam kesucian. Kalau seorang hidup dalam dosa, itu mendukacitakan, melawan dan mengusir Roh Kudus, padahal Roh Kudus dan Firman Tuhan adalah sum-bernya pemeliharaan keselamatan dan kebahagiaan rumah tangga sampai kekal. Tanpa Kristus, tidak ada orang bisa hidup dalam kesucian nikah.

Dosa apa saja (lebih2 zina) adalah pintu masuk untuk setan dalam hidup nikah dan keluarga. Kalau setan masuk, maka suasana setan atau Neraka akan hadir. Kalau hidup suci, Roh Kudus hadir, bekerja, rohani tumbuh, cinta suami-istri tumbuh dan terasa suasana Surga dan ini akan bertumbuh terus seumur hidup(ingat Yez 47:1-5) dan tidak akan berhenti, tetapi bersambung terus ke Surga Yoh 4:14, ini air hidup mutu Surgawi yang kekal Wah 22:1, tidak heran kalau ini bersambung, berlanjut ke Surga!

Hanya ada 2 macam bentuk kehi-dupan di dunia, yaitu dalam kesucian atau dosa, dan keduanya itu punya sambungannya sampai hidup kekal, yaitu kedalam Surga atau Neraka (yang mendua, plin-plan, suam, akan hanyut dalam dosa sesuai dengan kecen-derungan daging dalam manusia Yak 3:19 dan hanyut dalam arus dosa yang makin kuat Wah 22:11 dan dibuang Allah, Allah tidak mau orang bercabang atau mendua Wah 3:16). Sebab orang atau rumah tangga yang tidak ada sejahtera dan sukacita dari Tuhan (suasana Surga Rom 14:17, Pil 4:4,7) itu tidak punya sambungannya di Surga, tidak masuk Surga Mat 7:21-23! Suasana Surga (sejahtera dan sukacita Allah) harus dipelihara terus.

Mungkin ada sikon atau orang lain yang mengganggu, tetapi jangan be-reaksi dosa, jadi marah, JMPE, tetapi tetap sejahtera seperti Paulus dalam penjara yang dahsyat; dia sudah mahir, sehingga bisa tetap dalam sejahtera Allah Pil 4:7. Tanpa Tuhan, ibadah dan 7 KPR, ini tidak bisa dipertahankan, atau dipelihara sampai akhir hidupnya (suci itu bukan hanya sesaat tetapi seumur hidup dan tumbuh), maka nikah dan keluarga akan bahagia dan terus tumbuh makin indah.

  1. Kasih terus bertumbuh. Kasih yang normal itu tumbuh di dalam Tuhan Rut 3:10. (Cerita bayi lahir yang mau diberikan orang, tidak jadi) . Di dunia memang ada bulan madu, bulan aqua dan bulan empedu, semua itu karena dosa. Kasih suami-istri dalam Kristus yang terus bertumbuh, itu sumber dari segala unsur yang dibutuhkan untuk rumah tangga bahagia.

2.1. Lem untuk melekatkan suami-istri adalah kasih Kristus: 1+1=1 Mat 19:5-6, sehingga tetap lekat dengan bahagia. Meskipun fisik menurun, karena umur, tetapi kalau ada kasih, apalagi me-ningkat, maka keadaan tetap manis bahkan lebih lagi. Cinta istri/ suami sendiri, jangan mencintai orang lain, nanti cinta suami-istri jadi bocor, lem-nya habis, bisa berubah menjadi benci, itu berarti sudah ganti pemimpin yang lain dalam hati, bukan lagi Roh Kudus tetapi setan, itu sumbernya keben-cian!). Tetapi kalau ada Roh Kudus bisa hidup suci, kasih akan tumbuh, lemnya tetap kuat dan tetap bahagia. 2.2. Bisa sehati, kerjasama Mrk 3:25, saling tolong menolong sehingga kesalahan berkurang Mat 7:25, tidak sampai jatuh Pkh 4:9-12. Begitu indah, apalagi dimo-nitor, dipelihara, dilindungi dan dijamin oleh Tuhan Rom 8:31, 1Yoh 4:4.

2.3. Jangan lupa pengampunan 1Pet 4:8. Kalau ada kasih ada pengampunan yang limpah, dan kasih itu tidak lepas dari rohani yang baik, yang lekat dengan Tuhan (Tuhan itu kasih, iblis itu benci dan pembunuh, lekat pada yang mana, hasilnya sama seperti pokok-nya). Ayub adalah contoh pengampun-an yang betul dan baik, sekalipun istri-nya amat sangat jelek, ia tetap meng-ampuni sampai akhirnya istrinya ber-tobat dan pulih, maka rumah tangga Ayub jadi bahagia kembali, bahkan umurnya diperpanjang oleh Allah sampai 140 tahun lagi Ay 42:16.

  1. Memenuhi tanggungjawab suami dan istri. Ef 5:22-33. Ini tidak otomatis jadi begitu saja, sebab:

3.1. Cinta yang berkurang, maka sulit jadi istri atau suami yang bertang-gungjawab, hanya saling menyalahkan dan berkelahi karena dosa masuk, kasih bocor dan timbul benci.

3.2. Iblis selalu berusaha masuk, meru-sak dan membuat semua orang, lebih2 orang beriman, untuk ditarik ke Neraka, jadi pasukannya untuk mela-wan Allah (ingat manusia itu makhluk kekal, kalau satu kali iblis berhasil menarik manusia ke dalam Neraka, itu menjadimiliknya untuk kekal, tidak bisa kembali ke pihak Allah. Di dunia itu tempat penentuan, masih bisa ber-ubah2, jadi milik Allah atau iblis).

3.3. Juga faktor kedagingan yang con-dong pada segala dosa (cinta uang, zina, benci dll), juga bosan, apalagi kalau datang pencobaan. Rata2 pe-ngantin baru juga punya cinta, tetapi karena dosa, maka cepat habis. Orang dunia juga mengerti kewajibannya sebagai suami-istri sebab mula2 masih ada cinta, juga cinta orangtua (sisa2 kemuliaan Allah Rom 3:23), tetapi itu cepat habis karena dosa dan penco-baan. Sebab itu selain belajar mengerti tugas suami-istri, juga rohani harus tumbuh dalam Kristus, baru bisa tetap dalam kesucian dan kasih. Roh Kudus yang membawa kita meningkat dalam suasana Surga sampai Surga kekal, tetapi iblis membawa suasana Neraka sampai Neraka kekal.

TUGAS SUAMI

Suami-istri adalah gambaran dari Kris-tus dan mempelai-Nya Ef 5:31. Sebab itu untuk suami, bisa mencontoh kasih Kristus kepada Gereja atau calon mempelai-Nya. Suami harus cinta pada istri sendiri, jangan pada orang lain, itu dosa dan melawan Allah, kalau ada orang ke-3 Ibr 13:4, Mat 5:28.

Kalau ada cinta, maka akan mudah menggenapi semua kewajiban yang lain seperti menjaga, melindungi, me-ngampuni, mau berkorban bagi istrinya, seperti Kristus sampai mati. Juga suami perlu memperbaiki, men-didik istri yang salah jangan sampai terus berdosa sampai Neraka.

Ayub sebab cinta, maka kurang mendidik istrinya, sehingga timbul malapetaka dahsyat dalam keluarganya sebab kesalahan istri Ayub yang dibiarkan saja oleh Ayub. Jangan karena kasih menutup dosa, tetapi dibiarkan terus berdosa; justru kita harus berusaha untuk menghapus dan membuang dosa2 itu Yak 4:17, Jud 23, Yak 5:19-20, Mat 7:2-5.

Istri tunduk kepada suami, kalau ada cinta, maka istri tidak diperlakukan sebagai hamba, budak, tetapi sebagai kekasih, bahkan banyak yang meman-jakan, tetapi kalau ada salah, jangan diam menjadi anjing kelu, itu kasih daging, kasih yang salah; istri yang salah harus direbut dari tangan iblis, itu kasih yang betul!

Kalau ada cinta, semua kewajiban suami akan mudah dipenuhi, bahkan bisa berkorban apa saja untuk sang istri kekasih yang tunduk kepadanya. Kalau sudah ada dosa, cintanya bocor, setan masuk, kewajiban apa saja, bahkan yang mudah akan diterlantarkan, ia bukan lagi seperti Kristus yang cinta Gereja-Nya, tetapi seperti setan yang penuh kebencian dan siasat jahat. Jangan lupa, meskipun ada orang dekat yang jahat; kalau dilayani dengan betul dalam pengurapan dan hikmat Tuhan, lebih2 satu keluarga (Kis 16:31) masih ada kemungkinan bertobat, sekalipun waktu bertobat tergantung dari orang dan kasusnya masing2 (kalau sudah mati, maka kemungkinan bertobat hilang sama sekali). Seperti istri Ayub, saudara2 Yusuf, anak terhilang, Saul yang menjadi Saulus, Zakheus, Matius dll semua bisa berubah. Jangan mudah berkecil hati atau putus asa, minta hikmat, kuasa dan pimpinan Roh Kudus dan dengan kasih (kasih itu penuh pengampunan dan sabar) sampai orang itu bertobat kembali. Memang makin lama bertobat, itu membuat kesukaran dan penderitaan yang panjang, tetapi jangan lupa, tidak ada yang kebetulan, itu menjadi pengolahan bagi kita; jangan bereaksi dosa. Seringkali kalau ini terjadi (yaitu adanya orang2 jahat di dekat kita),  ini tidak kebetulan, ada sebabnya, itu diizinkan Tuhan untuk menumbuhkan kita makin cepat tum-buh dalam kesucian dan tabiat Kristus yang heran itu (Meniru Kristus, lebih2 lemah lembut dan rendah hati Mat 11:28-30). Memang ini juga merugikan dan menyakiti,tetapi kalau kita berjalan dalam Roh, kita bisa cerdik karena dipimpin Roh, dengan hikmat dan kuasa Allah sehingga dilindungi Tuhan dari orang2 jahat ini.

Jangan lupa berdoa dalam semua kasus keributan keluarga, apalagi dalam kasus perzinaan.

ISTRI

Juga istri cinta suami sendiri Tit 2:4. Biasanya suami lebih banyak berzina, tetapi akhir zaman juga banyak istri yang berzina, dan itusama jahatnya. Sebab itu semua harus menjaga kesu-cian dan kesetiaannya. Di hadapan Tuhan, suami-istri itu sama, tetapi istri tetap tunduk pada suami, sebab ini adalah peraturan Firman Tuhan; se-kalipun istri lebih cerdik, lebih cekatan, tetapi tetap tunduk berarti tidak ber-bantah2, semua dengan cinta dan dicocokkan dengan kebenaran Firman Tuhan. Tidak ada suami-istri yang ideal. Ini harus disadari, tetapi kalau ada cinta, kelebihan masing2 bisa diman-faatkan bersama, dan kekurangan2 masing2 saling diperbaiki,dicocokkan dengan Firman Tuhan, sambil terus tumbuh dalam kesucian ilahi dan tabiat Kristus yang baru dalam sejahtera dan kasih Kristus. Kelebihan masing2 itu bisa memperkaya suami-istri ber-sama2dan kelemahan masing2 itu mengolah pasangannya, tetapi setiap kelemahan dan dosa harus dibuang dan bertobat sungguh2. Sekalipun ada cinta, semua dosa dan kelemahan2 mutlak harus dibuang, itu kehendak Allah, sebab semua harus dicocokkan dengan Firman Tuhan.

Jangan lupa mulut, ini seringkali sulit dikuasai, banyak orang tergelincir disini, tetapi mutlak harus diubah, se-bab orang yang tidak menahan lidah-nya, ibadah orang itu sia2 Yak 1:26 dan setan punya pintu masuk untuk terus menabur benih2 perbantahan, perke-lahian dan satu saat iblis berhasil me-mecahkan dan menghancurkan rumah itu kalau tidak mau menahan lidahnya. Jangan lupa limpah dengan pengam-punan, jangan benci dan membalas. Kalau ada satu (suami atau istri)yang “rohani” mau pikul salib dan bersandar pada Tuhan, Tuhan bisa bekerja dalam keluarga itu dan menang sehingga keluarga itu masih bisa diatur dan dikuasai. Kalau keduanya rohani, itu indah, ada suasana Surga, meskipun kadang2 ada salah, tetapi keduanya mau menyangkal diri, bertobat, dan diperbaiki.

Kalau keduanya bereaksi dosa, setan yang menguasainya dan sulit untuk ditolong. Ingat Tuhan tidak me-maksa (meskipun kadang2 dilakukan) sebab Tuhan ingin kesadaran dan ke-mauan kita sendiri, tetapi iblis selalu memaksa, menipu, merayu dan men-jerat. Jangan tertipu oleh iblis, jangan keras hati (Ibr 3:15) segera sadar itu dosa atau salah, dengan rendah hati mengakui dosanya dan bertobat!

Juga dosa uang menimbulkan banyak kerusakan rumah tangga.

Kalau sudah menikah jangan kecil hati melihat kekurangan2 suami atau istri. Memang kita semua belum sem-purna.Terus “berperang melawan iblis” Ef 6:12 dan rebutlah suami atau istri yang tertipu iblis dengan cinta, dengan hikmat dan kuasa Allah (tekun berdoa), tetapi jangan bereaksi dosa, jangan benci, jangan membalas, tetap meng-ampuni. Sebagian kesulitan ini timbul sebab menikah di luar Tuhan, kurang mengenal satu sama lain, tidak sung-guh2 bertobat, hidup dalam dosa dll, maka timbul segala macam dosa dan menjadi pintu masuk iblis yang ikut ambil andil untuk menghancurkan rumah tangga umat Tuhan

Tetapi jangan menyerah, tetap ber-gumul dan minta bantuan pemimpin2 rohani (jaga rahasia pelayanan) untuk berdoa dan menasehati dengan selalu minta pimpinan hikmat dan kuasa Roh Kudus.

ANAK-ANAK

Yang perlu diperhatikan adalah kesempatan emas waktu masa subur anak2 balita. Isikan dengan contoh hidup ibadah yang betul dari orangtua dan didik untuk percaya dan cinta Tu-han menurut Firman Tuhan Ams 22:6. Beberapa orang merasa tidak terlalu perlu, sebab si anak belum mengerti. Tetapi selain pikirannya, rohnya juga dikerjakan oleh Roh Kudus. Samuel, Musa yang waktu balitadididik baik2, ternyata waktu dewasa tetap setia pada Tuhan dan orangtuanya. Doakan dan pakai kuasa dan hikmat Roh Kudus.

Yang jadi problem berat zaman ini, yang tidak ada dalam zaman dahulu adalah gadget dan medsos. Ini seringkali di luar kontrol orangtua dan penaburan ini sangat kuat, limpah, terus menerus, tanpa sensor dan se-gala macam dosa ditanamkan, sehingga timbul penuaian tabiat dan hidup anak2 yang kurang ajar dan jahat.

KESIMPULAN.

Hidup nikah dan keluarga ini sangat penting, pusat rencana Allah adalah dalam keluarga. Sebab itu kita harus memelihara baik2 dalam kesucian supaya berkenan pada Tuhan dan tandanya ada suasana Surga (sukaita dan sejahtera Allah yang melebih segala akal) sehingga bisa bertahan dengan sukacita di tengah2 arus dosa yang deras, kita juga meningkat dengan kuat dan sukacita dalam arus kesucian Tuhan yang deras oleh kegerakan Roh Kudus sampai masuk dalam rencana top dari Allah sampai hari kedatangan-Nya. Keluarga dan nikah ini harus diperhatikan baik2, sebab ini jadi barometer hidup rohani kita.

Nyanyian: Tabernakel Glory No. 531.

O Tuhan pimpinlah langkahku.