M4023 – Yesaya 55:8-9. Firman Tuhan, Ilmu Jiwa Dll

Ini berkembang sangat pesat dan berfaedah dalam kehidupan masyara-kat, tetapi lebih dari separuh  tidak sama dengan kebenaran ilahi Yoh 17:17. Kita harus bisa membedakan, mana yang bisa kita pakai dan dalam hal yang mana hanya Alkitab atau Firman Tuhan yang harus dipakai. Tentu pelajaran ini harus berdasar Alkitab saja, sebab kita sebagai milik Kristus yang taat, warga negara Surga taat pada Tuhan kita Yesus Kristus. La-gipula pikiran dan kebenaran Allah itu jauh lebih tinggi dari kebenaran ma-nusiawi.ILMU JIWA.

Semua ilmu yang indah2 yang diperkembangkan manusia itu juga diizinkan dan diberikan oleh Allah se-suai dengan rencana Allah Mat 5:45, Rom 13:1. Semesta alam diciptakan oleh Allah lengkap dengan peraturan yang sangat indah. Peraturan2 ini ditemukan oleh manusia sebagai ilmu (ini netral, diciptakan Allah) dan itu diberikan dan diizinkan Allah bertahap. Manusia belum selesai menyelidikinya dan baru menemukan sebagian kecil saja.

Ilmu jiwa, bukan ilmu yang murni, juga mengandung banyak teori peni-laian, interpretasi, penafsiran, falsafah menurut pikiran masing2 ahlinya, se-perti Freud, Alfred Adler dll.

PERBEDAAN PRINSIP.

Manusia itu terdiri dari orang lama dan orang baru (percaya Tuhan Yesus) dan semuamanusia terdiri dari manusia lahiriah dan batiniah (rohnya).

  1. Manusia lahiriah dari orang lama dan orang baru lebih kurang sama, meskipun cara hidupnya berbeda, mi-salnya sama2 makan tetapi kita tidak mau bertuhankan perut. Sama2 cari uang sebanyak mungkin tetapi kita tetap berpada dan tidak cinta uang, tidak berani menghalalkan segala cara. Sama2 ada naluri sex tetapi kita hanya diantara suami istri sebab di luarnya itu menurut Firman Tuhan adalahdosa zina, tetapi bagi orang lama batas dan kebebasannya jauh lebih luas, apalagi dalam persembunyiannya.
  2. Manusia batiniah orang lama tidak sama dari orang baru.

2a. Manusia batiniah orang lama (= rohnya) belum ditebus, turunan Adam I 1Kor 15:45, anak iblis 1Yoh 3:10, terdiri dari tubuh dosa dan tubuh maut dan dikuasai hukum dosa dan hukum maut Rom 6:6; 7:24; 8:2, sebab itu condong pada dosa Yoh 3;19, terus menikmati karena terikat olehdosa dan dikuasai pikiran manusiawi dan daging.

2b. Manusia batiniah orang baru itu bukan lagi turunan Adam I tetapi turunan Putra manusia Yesus, Adam terakhir, sudah dilahirkan satu kali lagi menjadi anak2 Allah Yoh 3:5; 1:12, 1Yoh 3:10 adalah anggota tubuh Kristus dan tidak lagi dikuasai hukum dosa dan maut tetapi oleh hukum Roh yang memberi hidup Rom 8:2, tidak lagi condong pada dosa tetapi benci dosa dan cinta kebenaran Ibr 1:9 punya tabiat baru, yaitu tabiat atau sifat2 ilahi 2Pet 1:4. Orang dunia tidak bisa me-ngerti keadaan orang baru, itu aneh bagi mereka 1Pet 4:4, tidak normal ba-gi mereka 1Yoh 3:1-2, bahkan dianggap suatu kebodohan 1Kor 2:12-15. Sebab itu seringkali kebenaran2 Alkitab di-anggap oleh ahli2 yang atheis sebagai dongeng, tidak masuk akal, kebodohan. Misalnya penciptaan dianggap do-ngeng, air bah, Yunus dalam perut ikan dianggap tidak masuk akal. Nebukad-nezar yang jadi seperti binatang di-anggap gangguan jiwa (likantropi) dan Firman Tuhan yang berkata itu hu-kuman karena kesombongannya diang-gap kebodohan bagi pikiran mereka.

Ilmu jiwa untuk manusia lahiriah kebanyakan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan (sebab manusia lahiriah orang baru dan lama lebih kurang sama), tidak ada problem, bisa dipakai ber-sama2, misalnya efisiensi dalam cara2 produksi, cara2 belajar bahasa atau matematika dll, mengukur IQ, ba-kat dll. Tetapi ilmu jiwa untuk manusia batiniah, orang lama dan orang baru biasanya banyak bertentangan, teori dan pendapatnya seringkali sangat ber-tentangan seperti bumi dan langit se-bab begitulah pikiran manusiawi dan pikiran Allah. Misalnya tentang dosa, benci, berkelahi, sombong, zina, iri dll ada perbedaan pendapat yang besar, tetapi kita harus hidup berdasar Firman Tuhan saja.

III. KERUGIAN ILMU JIWA DALAM IBADAH.

  1. Jangan Firman Tuhan dicampur de-ngan ilmu manusiawi, misalnya ilmu jiwa, falsafah2 manusiawi dll. Ilmu2 manusia itu sangat rendah dibanding-kan dengan kebenaran Allah dan be-danya itu seperti bumi dan langit, juga seperti Surga dan Neraka. Orang yang ibadahnya dicocokkan dengan ilmu2 manusia itu akan ada di neraka bukan di Surga, sebab hanya dengan kebe-naran2 Firman Allah yang Alkitabiah kita memperkenankan Allah. Ilmu ma-nusia ber-ubah2 tetapi Firman Tuhan kekal. Luk 21:33.Pernah terjadi seorang pendeta yang berhalangan digantikan seorang ahli ilmu jiwa, sepintas lalu tampaknya sama tergantung dari apa yang “dikhotbahkan”, kalau yang dikhotbahkan murni Firman Tuhan (ti-dak dicampur dengan pendapat2 ma-nusiawi) tidak apa2, tetapi kalau di-campuri ilmu jiwa atau ilmu2 dan falsafah manusiawi lainnya (seperti biasanya) akan sangat berbeda!

Firman Tuhan tidak murni bahkan bisa jadi rusak sebab dicampur dengan pikiran manusiawi.

Pemakaian untuk manusia lahiriah ma-sih boleh asal tidak bertentangan de-ngan Firman Tuhan, tetapi bukan untuk manusia batiniah.

Kalau sombong hanya dianggap pe-nyakit seperti dalam kasus Nebukad-nezar sehingga tidak jadi masalah dan kalau sembuh, tidak perlu bertobat, maka  ibadah jadi sia2. Kita harus disu-cikan menurut kebenaran Firman Tu-han dan hidup ini dicocokkan dengan Firman Tuhan dengan pertolongan Roh Kudus; kalau menurut ilmu jiwa perto-batan dan kesucian (dll hal2 rohani) bisa diganti dengan cara2 yang lain, itu bertentangan dengan Firman Tuhan, sebab dosa hanya diampuni dan bisa dilepaskan oleh darah Yesus.

  1. Kebodohan dalam Firman Tuhan akan mudah sesat Mrk 12:24. Kalau dalam segi2 hidup tertentu seorang ti-dak mengerti kebenaran Firman Tuhan, maka ia akan memakai pengertian yang ada dari dirinya sendiri, falsafah2 ma-nusiawi atau ilmu jiwa yang diketa-huinya dan itu akan membuatnya ke-luar dari jalan Allah, sesat dan melawan Allah. Misalnya orang yang tidak me-ngerti bahwa benci atau dosa2 lainnya itu dosa, maka ia akan membiarkannya dalam hatinya, asal tidak tampak dari luar, tetapi dosa itu akan tumbuh terus sampai mengikatnya dan tidak lagi bisa lepas daripadanya. Kalau waktu makan Perjamuan Suci ada dosa dan tidak dibuang, rohaninya akan jadi lemah, sakit dan mati, sebab tidak mem-beda2kan tubuh Tuhan 1Kor 11:28-30.
  2. Kalau dosa dan gejala2 kerusakan rohani dapat diterangkan dan dije-laskan dengan ilmu jiwa, lalu bisa di-sembuhkan, maka semua perbuatan2 dosa jadi tidak berbahaya dan jinak, bisa diatasi dengan cara2 ilmu jiwa, padahal upah dosa itu maut Rom 6:23, maka rohaninya akan rusak dan ak-hirnya luntur, suam dan undur dari Tuhan. Misalnya orang yang bisa ber-pura2 sehingga bisa hidup sopan, bisa diterima dan dihargai seperti orang Parisi tetapi Tuhan berkata bahwa ia akan binasa jiwanya dalam Neraka Mat 23:2-5,15.

Dalam satu pelajaran ilmu jiwa diajarkan bahwa poligami itu tabiat alami seperti halnya orang memelihara ayam, 10 betina dan 1 jantan, maka suasananya cukup “bahagia”, begitu juga manusia. Kalau ini dipercaya dan dipegang, orang itu tersesat. Biasanya orang2 yang percaya hal ini meng-anggap berzina itu “alami”, tabiat ma-nusiawi, biasa, tetapi karena harus dicocokkan dengan sikon budaya atau agama yang monogami, maka banyak orang dengan bijaksana tetap mono-gami, tetapi dalam pikiran atau sem-bunyi2 poligami. Seringkali timbul is-tilah, kalau laki2 itu “jajan” itu sudah biasa, sebab itu tabiat yang alamiah. Padahal orang berzina tidak boleh masuk Surga baik laki2 atau pe-rempuan dan berzina sekalipun dalam pikiran itu tetap dosa zina Mat 5:28. (Memang harus percaya Tuhan Yesus, baru bisa lahir baru, jadi orang baru dan mati lepas dari dosa dan Neraka Yoh 14:6, Rom 6:1-2, Yoh 8:36 dsb). Dalam pikiran, misalnya dengan porno-grafi atau sembunyi2, orang diam2 jadi poligami (bahkan bisa dosa S-1000 dalam pikiran seperti Salomo), tetapi dari luar tetap baik2 dan dapat me-nyesuaikan diri dengan sikon atau aga-manya. Ini siasat atau tipu daya iblis dengan macam2 falsafah atau pikiran atau ilmu manusiawi. Orang berzina itu dosa istimewa, lain dari semua dosa yang lain 1Kor 6:18 dan tidak boleh masuk Surga; itu merusak pernikahan, rumah tangga, pelayanan dan rencana Allah dalam hidupnya jadi batal, merosot terus sampai rusak, kecuali ia bertobat sungguh2, ia selamat, tetapi rencana Allah sudah merosot sesuai dengan dosa2nya).

  1. Ilmu jiwa dan falsafah2 manusia bi-sa membuat “orang baik” dalam dunia tetapi tetap orang berdosa, hamba iblis. (Luk 18:19)

Orang berdosa masih punya sisa2 kemuliaan Allah Rom 3:23 dan se-ringkali itu jadi cerita yang indah dan dihargai masyarakat, tetapi tidak cukup untuk masuk Surga. Misalnya sisa2 kemuliaan Allah ini :

Cinta ibu-bapak yang menghasilkan banyak kejadian2 indah di seluruh dunia yaitu pengorbanan ibu (bapak) untuk anak2nya dengan tulus, misalnya dalam menyelamatkan dari api, dalam perang, dalam kedinginan dll sehingga peristiwa itu betul2 sangat meng-harukan. Itu baik, tidak ada salahnya dan Tuhanpun memberi berkat yang patut (jasmani) pada mereka. (Seperti Esau diberkati dengan Edom, sebab mengorbankan seluruh tempat tinggal-nya untuk Yacob, tetapi tanpa percaya Tuhan, itu hanya berkat di dunia, dalam kekekalan tetap ada perhitungan yang adil untuk dosa2nya dan tanpa Tuhan Yesus dan darahNya tidak ada orang yang bisa lepas dari dosa dan ikat-an2nya, dandosa tidak boleh masuk Surga Wah 21:23 Yes 26:10). Ada juga orang mau berkorban untuk para imigran, korban bencana alam, kelu-huran pengorbanan para pemadam ke-bakaran, yayasan2 kanker dan pe-nyakit2 lainnya dll. Tetapi tanpa lahir baru, mereka tetap orang lama dan  tetap hamba dosa, ada dosa bahkan ikatan2 dalam segi hidup lainnya, misalnya dermawan tetapi suka puji dan tersinggung atau benci pada orang2 atau golongan tertentu den-dam, iri dll. Semua ini adalah dosa dan tanda2 orang lama, orang berdosa, anak2 iblis tetap tidak boleh masuk dalam Surga, dan satu kali kelak akan tetap pulang ke rumah bapaknya iblis Mat 25:41, Gal 5:19-21, Wah 22:15.

  1. Mat 23:26. Perbedaan cara manu-siawi dan ilahi.

Yang dibersihkan. Cara manusia, (ilmu jiwa, falsafah, filsafat, budi peker-ti, pendidikan dll) bersihkan luarnya. Ini lebih mudah sebab bisa pura2, cara diplomat (benci bisa seperti cinta).

Cara ilahi: Bersihkan dalamnya, maka luarnyapun akan bersih.

  1. Hanya tambalan, bukan ganti baru Luk 5:36. Cara2 manusiawi berusaha menghasilkan orang yang lebih baik, maksudnya baik, tetapi tidak akan bisa melawan perhambaan dan ikatan iblis. Firman Tuhan mengatakan, orang2 yang berusaha menjadi lebih baik tanpa Tuhan akan jadi mangsa iblis 1Pet 5:8, sebab itu mereka hanya bisa menambal yang robek2 dari hidup manusia tidak bisa menggantikan de-ngan yang baru. Tambalan itu hanya bisa menolong sementara, tetapi tidak lama kemudian akan robek lebih besar, mungkin ditambal lagi, robek lebih besar, sampai akhirnya rusak total. Me-mang kebenaran manusia itu seperti kain gombal, meskipun diperbaiki ber-kali2 Yes 64:6.

Manusia menambal dengan cara:

  1. Memakai kekuatan sendiri, terbatas!
  2. Dikurangi salahnya (dosanya) atau diganti dengan yang lain (substitusi). Misalnya ikatan pornografi, diganti dengan hobby lain, narkoba dengan pekerjaan yang baik dsb. Sebab itu orang yang karena dosa2nya pergi berobat pada para ahli filsafat atau ilmu manusia, itu akan diposisikan kembali jadi orang lama, harus berlaku sepeti orang lama, sebab mereka tidak mengenal orang baru. Ini bisa terjadi sebab sekalipun orang Kristen, ia masih hidup dalam tubuh daging lama Kol 3:9-10. Maka dengan cara ini, ia masuk dalam jerat iblis, kembali dalam hidup lama. Kadang2 hasilnya bagus, tetapi hanya luarnya saja. Hanya Yesus Tabib satu2nya untuk semua penyakit dosa. Misalnya kasus perceraian, bisa diselesaikan dengan cara2 yang baik yang memperkenankan kedua pihak dan tidak menimbulkan masalah dalam masyarakat, tetapi tetap berzina dan tidak ada kelepasan dari dosa zina dan satu kali akan binasa.

Ruginya hidup batiniah yang ditambal:

  1. Perbaikan sementara dari luar Yoh 3:5.
  2. Hukum2 akal manusia atau cara2 manusia bisa memperkenankan manu-sia, tetapi itu sia2 Mrk 7:7-8.
  3. Terjerat kembali dalam hidup lama Gal 5:1.
  4. Mungkin bisa jadi orang benar, te-tapi di hadapan manusia saja Luk 18:19.
  5. Tidak masuk pihak Allah, sebab tetap ada dosa dan ikatannya, masuk pihak iblis 1Yoh 3:10.
  6. Kembali dalam sifat2 tabiat orang la-ma.
  7. Tujuannya hanya di dunia, manis dan bisa diterima manusia tetapi binasa kekal.
  8. Dengan kekuatan sendiri, berhasil hanya sementara nanti robek lagi.
  9. Patokannya orang yang baik di du-nia, patokan kita: jadi seperti Kristus.
  10. Semua yang baik dari manusia di-pakai, tambal sulam; tetapi Tuhan menghendaki semua diganti baru, dengan tabiat ilahi,mati lepas dari dosa dan tumbuh makin seperti Kristus.

BAGAIMANA BISA MEMBEDAKAN FIRMAN TUHAN DAN PIKIRAN MANUSIAWI.

  1. Sungguh2 lahir baru, tandanya ada perubahan menjadi orang baru seperti perempuan Samaria Yoh 4. Zakheus Luk 16, Paulus dll.
  2. Terus penuh dan selalu taat dipimpin Roh dalam hidup yang benar dan suci. Roh Kudus membawa kita pada segala kebenaran Yoh 16:13, bisa mengerti kebenaran Firman Tuhan yang makin mendalam 1Kor 2:10.
  3. Limpah Firman Tuhan sehingga tum-buh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18 dan tabiatnya berubah makin seperti Kristus dalam segala segi hidup. Juga perlu 7 KPR lainnya.

Dengan demikian kita bisa mengerti dan membedakan:

– Orang lama dan orang baru.

– Orang baik di hadapan Allah dan manusia.

– Yang fana dan yang kekal.

– Tidak hanyut dalam kebaikan manu-siawi yang sementara Ef 4:14.

– Bisa membersihkan yang dalam sam-pai yang diluar.

– Bisa membedakan antara ganti baru dan hanya tambalan Luk 5:36.

– Tumbuh dalam rencana Allah yang indah di jalan sempit, dst.

KESIMPULAN.

Cara2 ilmu jiwa yang baik, yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan untuk perkara2 manusia lahiriah yang diperlukan, masih bisa dipakai, tetapi lebih heran lagi kalau kita bisa dipimpin Roh juga dalam hal2 jasmani, sebab Tuhan juga menguasai dengan sempur-na hal2 jasmani dan rohani dan bisa memberkati kita, bahkan dengan lim-pah dalam hal2 jasmani juga Mat 6:33.

Tetapi dalam hal2 rohani tentang kesucian, ibadah, pelayanan perseku-tuan tubuh Kristus, tabiat yang baru dll hal dari manusia batiniah kita, jangan dicampur dengan segala pikiran, fal-safah, ilmu2 manusia, tetapi tetap dicocokkan dengan Firman Tuhan da-lam hikmat dan kuasa Roh Kudus.

Beberapa orang yang tidak bisa membedakan, seringkali memasukkan ilmu jiwa dalam ibadah dan pelayanan dan ini berbahaya, sebab Firman Tuhan tidak boleh diencerkan dan dicampur, Tuhan tidak berkenan. Kadang2 untuk permulaan atau sementara hasilnya cukup baik, tetapi dengan bertam-bahnya dosa dan kejahatan yang me-ningkat (Wah 22:11) dan yang tidak sungguh2 merdeka dari dosa, akan pecah dan jadi sangat besar dosanya, robeknya lebih bear Luk 5:36. Apalagi dalam Minggu ke-70 Daniel, dimana ketertiban dalam Gereja jadi sangat keras 2Kor 10:6, masa hukuman dalam rumah Allah berlaku (1Pet 4:17) seperti dalam Hujan awal (Kis 5), orang2 seperti ini akan undur, atau mati di tempat karena dosa2nya seperti Ana-nias dan Safira. Kesucian Tuhan tidak bisa dipalsukan hanya dari luar, atau dengan tambalan saja, tetapi betul2 suci di hadapan Allah.