M4019 – Kolose 2:5. Hidup Yang Tertib

Dalam setiap orang ada yang dilakukan sebagaibagian orang itu sendiri, bagian Tuhan dan bagian iblis. Kita harus menggenapi bagian kita sesuai dengan Firman Tuhan, maka Tuhan akan meng-genapi bagianNya dalam hidup kita. Kalau kita hidup tertib sesuai Firman Tuhan (ini patokan dan ukuran kita), maka Tuhan berkenan dan pasti akan memberkati kita jasmani dan rohani, sesuai dengan keadaan dan kesang-gupan kita masing2 untuk memper-tanggungjawabkannya. Jangan hanya menuntut bagian Tuhan, tetapi kita tidak mengerjakan bagian kita. Kalau kita menyelesaikan bagian kita, Tuhan pasti mengerjakan bagiannya untuk kita (Bagian iblis selalu mau mengacau, merugikan dan membinasakan sebab memang dia pencuri dan pembunuh Yoh 10:10. Sebab itu jangan beri tem-pat kepadanya Ef 4:27. Dengan Tuhan kita sanggup mengusir dan menga-lahkan iblis Mrk 16:17, Luk 10:19).PENDAHULUAN.

DEFINISI TERTIB.

Tertib berarti taat, patuh akan semua peraturan yg tertulis dan tidak tertu-lis (mungkin ini lebih banyak) se-hingga hidup dan hubungan dengan orang lain (dalam usaha, organisasi, masyarakat) jadi teratur dan baik, tidak ada gesekan atau problem2 yang terjadi.

Tertib itu dalam segala segi hidup jasmani dan rohani. Secara jasmani ter-tib tidur, cara makan, dan apa yang dimakan, kebersihan, istirahat, berta-mu, antri, naik kendaraan, di sekolah, dalam pekerjaan, dalam mengatur apa saja, taat pada peraturan2. Tentara terkenal pada ketertiban atau disiplin yang kuat dalam segala seginya dengan teliti. Juga hidup rohani seperti pe-meliharaan masa teduh, sikap dan cara hidup, antara suami istri, keluarga, fa-mily, antara orang beriman dan dengan orang dunia dll. Tertib dalam waktu, uang, izin, tanggungjawab pekerjaan jasmani dan rohani sesuai dengan Firman Tuhan bagi anak2 Allah.

Lawannya dari tertib adalah semaunya sendiri, seenaknya sendiri.

Orang yang tidak tertib itu seperti orang utan, tidak bisa diatur dengan ketertiban manusiawi. Jam tidur, ba-ngun, makan dll sekenanya atau menu-rut kehendaknya sendiri. Orang biasa tidak boleh seperti orang utan, apalagi dalam segi rohani. Jadi hidup tertib ini seperti garis batas, kita tidak boleh keluar dari garis batas ini.

III. TINGKAT2 KETERTIBAN.

Ada beberapa golongan:

  1. Menurut umur, bayi dan kanak2 sulit ditertibkan dan itu masih normal, se-bab itu jangan marah. Kalau sudah le-bih besar, apalagi dewasa, harus bisa tertib.
  2. Menurut tingkat rohani. Orang Luar Halaman, Halaman, Ruangan Suci (di-pimpin Roh) dan Ruangan Maha Suci (sempurna) tingkat ketertiban dan disi-plinnya berbeda, baik jasmani dan ro-hani.

Dalam hal2 jasmani tergantung pendidikan orangtua dan lingkungan. Sebab itu hak2 dan kewajibannya ber-beda, sebab itu tidak bisa dituntut sa-ma untuk semua tingkatan Luk 12:48 (kanak2 rohani (Halaman) dan yang sudah matang, dewasa rohani bisa jauh lebih tertib bahkan dengan kasih.

  1. Menurut waktu. Dalam Wasiat La-ma dan Wasiat Baru, ketertibannya berbeda, sesuai dengan peraturan2 dalam Wasiat Lama dan Wasiat baru (termasuk juga Wasiat Lama, tetapi artinya harus disingkapkan selubung-nya 2Kor 3:14.

Zaman sekarang dan akhir zaman, lebih2 dalam Minggu ke-70 Daniel ketertibannya sangat tinggi. Firman Tuhan terbuka sangat banyak sampai lengkap, pekerjaan Roh Kudus luar bia-sa (hujan Akhir), polarisasi juga terjadi Wah 22:11 sebab itu Gereja dalam Minggu ke-70 Daniel dituntut jauh lebih banyak Luk 12:48, lebih banyak dari hujan Awal (Kis 5 kasus Ananias dan Safira) 2Kor 10:6, sehingga umat Tuhan yang tidak mau bersedia Mat 24:42 tidak bisa hidup tertib akan gu-gur, tingkat rohani harus meningkat, semua2nya meningkat. Misalnya dalam Kel 12:18-20, waktu Israel makan Pas-kah, baru mereka keluar dari Mesir, ini juga gambarannya waktu Gereja akan diangkat keluar dari dunia.

Tanggal 14-21/ bulan I Abib, selama 7 hari tidak boleh makan dengan ragi = dosa 1Kor 5:6-8. Tuhan akan bekerja dengan dahsyat. Israel harus meme-nuhi syaratnya.

Dalam Kel 12:6 domba disimpan 4 hari tanggal 10 sampai tanggal 14; itu berarti 4.000 tahun, baru tgl 14 anak domba itu disembelih, dibakar untuk dimakan habis, dan dengan Paskah yang dimakan sesuai syarat2nya, baru mereka keluar dari Mesir.

Juga orang2 beriman yang makan perjamuan suci (= Paskah) dengan be-tul, disitu terjadi pengangkatan Luk 17:36-37.

Hukuman yang keras, tertib, di akhir zaman, yaitu Minggu ke-70 Daniel (7 tahun terakhir).

1 Minggu tidak boleh makan ragi sama sekali selama 7 hari. 7 = angka sem-purna. Ini harus dilakukan dalam Ming-gu ke-70 Daniel, yaitu hidup dengan sangat tertib dan benar, jangan ber-dosa, sebab Gereja akan disempurna-kan. Orang yang makan pakai ragi (= dosa 1Kor 5:6-8), harus ditumpas, baik ia orang Israel atau orang asing. 7 hari terakhir di Mesir, ini gambaran dari Minggu ke-70 Daniel, yaitu 7 tahun terakhir. Disini berlaku hukuman Allah yang keras 2Kor 10:6. Siapa yang ber-dosa akan ditumpas seperti Ananias dan Safira, ini masa ketertiban atau disiplin yang keras!

Jadi ketertiban pada saat2 yang ter-akhir itu keras sekali, kalau kita ber-sedia sekarang, hidup dengan tertib dalam kesucian,kita akan bisa menga-tasinya dengan baik dengan kelimpa-han hujan Akhir dan perlengkapan akhir zaman waktu itu.

Sebab itu kita harus bersedia baik2 dengan 7 KPR plus, termasuk keterti-ban yang terus meningkat, seperti tentara dalam dunia dan seperti orang yang penuh dan taat dipimpin Roh, memang seharusnya setiap orang beriman harus terus taat dipimpin Roh, lebih2 pada akhir zaman Rom 8:14.

SYARAT2 KETERTIBAN.

  1. Mau tertib Luk 12:57.
  2. 7 Kebutuhan Pokok Rohani.
  3. Perlu pengertian (pengetahuan) dari Firman Tuhan, sebab kalau kita tidak mengerti, kita bisa melihat garis batas dalam semua segi hidup kita 2Pet 1:6. Kalau tidak ada pengertian kita akan sesat Mrk 12:24. Harus tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan dan kuasa Allah (ini terjadi kalau kita mau hidup benar di hadapan Tuhan dan taat di-pimpin Roh sesuai Firman Tuhan, se-hingga kita bisa mengerti kebenaran Firman Tuhan Yoh 16:13, 1Kor 2:10). Orang seperti ini akan mengerti garis2 batas untuk setiap segi hidup dan kalau mau,bisa hidup tertib, artinya tidak melanggar garis batas ini. Orang yang cinta Tuhan dengan sungguh2, mau menyangkal diri, mau korban untuk dan karena Tuhan sehingga ia bisa ber-gairah dalam melakukan ibadah dgn tertib, dalam garis2 batas yg betul se-suai dgn Firman Tuhan dan pelayanan dengan rasa terbeban, penuh tang-gungjawab.

ALASAN MENGAPA TIDAK TERTIB.

Seringkali untuk bisa melanggar pera-turan2 yang ada, orang2 memberi alas-an dan sebab2 yang masuk akal, tetapi kita harus tulus di hadapan Allah. Tu-han tidak hanya melihat dari luar tetapi sampai dalam hati. Kalau kita memper-kenankan Tuhan, kita harus hidup be-nar dan tulus sampai dalam hati, de-ngan sikap yang sesuai dengan Firman Tuhan, tetapi tetap dengan hikmat dan kuasa Allah.  Allah kita itu luar biasa, maha besar, maha kuasa, maha tahu, sebab itu tidak ada yang terjadi kebetulan. Kalau kita berjalan dengan Tuhan dipimpin Roh, maka tidak perlu ada pengecualian untuk berdosa menu-ruti daging atau dengan dusta, kalau memang kehendak Allah, pasti Tuhan punya jalan untuk penyelesaiannya, dengan jalan biasa atau dengan muji-zat, sebab itu kita harus selalu tertib, tetap di dalam garis batas yang sudah ditentukan Firman Tuhan. Kalau toh salah, lebih baik mengakui dan mohon pengampunan lalu kembali hidup taat dengan tertib akan Firman Tuhan.

RINCIAN KETERTIBAN.

DALAM IBADAT tertib sesuai dengan kehendak Tuhan, baik untuk absensi, supaya penggembalaan bisa berjalan dengan baik, sungguh2 berdoa, memuji Tuhan, mendengar dan belajar Firman Tuhan dan ikut mengambil bagian sebagai anggota tubuh Kristus lokal, baik dalam persekutuan besar dan kecil (kelompok sel) dalam bersaksi sebagai garam dan terang dunia, dll.

Juga perlu tertib waktu kecuali ada sebab2 yg tidak bisa diatasi, misalnya kecelakaan dll. Untuk itu kita atur jam kerja dan tidur kita, Tuhan nomer 1. Mat 6:33. Juga dalam persekutuan de-ngan Tuhan di rumah, dalam masa te-duh, mezbah keluarga dan ketertiban dalam tabiat, bicara, sikap dan tindak-an2 kita. Yang ikut regu doa tertiblah dengan jam2 doa yg dijanjikan dan beri laporan. Laporan adalah salah satu tan-da hidup yang tertib, tidak semau-nya sendiri, tetapi taat dan tunduk pada peraturan dan pimpinan Ibr 13:17.

DALAM PELAYANAN. Seharusnya setiap anggota tubuh Kristus itu punya bagian atau andil dalam pelayanan, seperti setiap bagian dari tubuh kita. Tubuh Kristus akan hidup dan maju kalau setiap anggota sadar akan hak (digembalakan) dan tanggungjawab (ikut menanggung pekerjaan Tuhan, mendoakan, melayani, menjadi garam dan terang dunia karena Kristus untuk sekitarnya dll).

Kita melayani dari, oleh dan untuk Tuhan Rom 11:36. Sebab itu jangan ada dosa iri, benci, ingin puji, penghargaan, uang dll. Kalau kita bersih, bisa diper-caya, Tuhan sanggup memberi baik uang, sukses, ber-macam2 perkara2 yg besar dengan Tuhan asal kita tetap rendah hati, suci dan melakukan ke-hendak Tuhan saja dalam pimpinan Roh Kudus. Kita harus tertib dalam pe-layanan karena Tuhan dengan sung-guh2 tertib dan bertanggungjawab, juga tidak bereaksi dosa sekalipun ada banyak hal yang jelek dan jahat, juga harus tertib termasuk persediaan un-tuk pelayanan dan tanggungjawab kita atur baik2. Kalau kita ingat, bahwa kita melakukannya untuk Raja segala raja dan Allah yang maha kuasa, meskipun rutin, kita akan melakukannya dengan se-baik2nya. Berbuatlah yang terbaik untuk Dia.

DALAM KELUARGA tertib sebagai suami, bapak untuk keluarganya juga istri, anak2 tertib taat akan orangtua dan keluarganya, baik dalam pemba-gian tugas di rumah, dalam uang, me-makai waktu (jalan2, ke sana-sini selalu harus tertib) juga dalam sekolah atau bekerja, sehingga memperkenankan Tuhan.

TERTIB DALAM KESUCIAN. Kita belajar selalu MAK DSY di hadapan Tuhan, ini tidak mudah, seperti orang yang sudah mati sehingga tidak ingin apa2 lagi dan kita tanya setiap kali apa itu kehendak Tuhan atau bukan, sebab kita mati dari dunia dan dunia sudah mati dari kita dan kita hidup bagi Tuhan Gal 6:14, Pil 1:21, Gal 2:20. Orang yang punya ambisi kadang2 menghalalkan segala cara untuk ambisinya sehingga tidak tertib melanggar batas2 kesucian dan kehendak Allah. Abraham dan Sarah tidak mau pasrah pada Tuhan, tetapi berusaha sendiri untuk mendapat anak, sebab itu mereka mengambil Hagar, itu jalan perzinaan, bukan kehendak Tuhan (poligami bukan cara dan rencana Allah yang betul, itu tetap dosa sekalipun dalam Wasiat Lama Mat 19:7,8). Sebab itu selama 13-14 tahun hubungan Abraham dan Allah putus, tidak ada hu-bungan Kej 16:16; 17:1. Kalau kita jalan sendiri, tidak tertib, lewat garis batas, Allah tidak lagi mau bicara, tidak ada suara Roh 1Sam 28:6. Kalau Abraham menyerah dan percaya pada Tuhan, Tu-han akan menggenapkan janjiNya, mungkin sebelum 14 tahun itu, Ishak sudah lahir, barangkali 5 tahun kemu-dian janji Tuhan digenapkan dan sikon-nya akan berbeda. Kita harus tertib taat pada kehendak Tuhan, bukan menuruti istri yang salah (dalam Wasiat Baru dituntut lebih tertib, missalnya Mat 5:27-28 tentang zina, dalam Wasiat Baru hanya dalam pikiran sudah dosa, dalam Wasiat Lama dalam perbuatan saja Mat 5:33-37. Dulu bersumpah pal-su baru dosa, tetapi dalam Wasiat Baru ya dan tidak itu sudah jahat dst, sebab itu kita harus lebih tertib, sebab dalam Wasiat Baru penebusan sudah digenap-kan sehingga Roh Kudus bisa tinggal dalam semua orang beriman yg mau, dalam Wasiat Lama hanya beberapa orang), sebab itu kita harus hidup lebih tertib dalam kesucian, Tuhan sanggup menolong kita.

TERTIB DALAM PIKIRAN. Dosa da-lam pikiran adalah dasarnya dari semua pelanggaran Yak 1:15, sebab itu kita harus ditertibkan sampai dalam hati, pikiran kita sekalipun orang2 hanya melihat perbuatannya. Sebab itu garis batas itu harus nyata ada dalam pikiran kita, lebih dari Wasiat Baru dan Tuhan melihat garis2 tsb, apa ada dalam hati, pikiran kita. Jangan berdosa dalam pikiran, setan akan melihat dan me-makai kesempatan itu. Ef 4:27.

TERTIB DALAM UANG. Tuhan tidak ingin kita cinta uang Ibr 13:5. Kita be-kerja untuk nafkah 2Tes 3:10, tetapi ja-ngan cinta uang, belajar berpada 1Tim 6:8-10. Boleh cari lebih tetapi jangan cinta uang. Kita adalah bendahara Allah untuk segala yang ada pada kita, sebab kita menerimanya semua dari Tuhan 1Kor 4:7 dan satu kali kita harus mem-pertanggungjawabkannya pada Tuhan Mat 25:19. Kita tidak membawa kem-bali 1 senpun tetapi harus memper-tanggungjawabkan semua pemakaian-nya di hadapan Allah, apakah dalam batas2 yang benar dan sudah mela-kukan perintah Tuhan untuk memberi menurut kehendakNya. Kita harus tertib dalam uang dan semua yang Tuhan beri. Jangan sampai boros lalu hutang, sebab belanja melewati batas, tidak tertib. Pakailah dunia seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31.

Kalau kita bisa dipercaya sebagai ben-dahara yang baik untuk 10 juta, Tuhan akan memberinya. Begitu juga untuk jumlah yang lebih besar, bukan milik bendahara tetapi bendahara bisa memakai secukupnya dan semua untuk kehendak Tuannya. Jangan lupa, tidak ada yang dibawa pulang, tetapi harus ada pertanggungjawabannya dengan lengkap. Kalau jumlah kecil, tidak ter-lalu sulit dan yang dihitung Tuhan hanya prosentasinya! Pahalanya sama! Harus tertib di hadapan Allah dalam hal uang.

TERTIB DALAM MULUT. Kita bisa bicara segala macam seperti 10 peng-intai Israel di padang gurun melawan Musa, langsung kena bala dan mati sekaligus semuanya Bil 14:36-38. Me-nertibkan mulut ini paling sulit sebab kalau tidak punya uang, tidak ada uang yang dibatasi. Tetapi kalau mulut, meskipun tidak punya apa2 mulut dan pikiran bisa bicara apa saja apalagi dusta, dan semua yang salah itu mela-wan  Tuhan, sebab itu takutlah akan Tuhan dan harus punya garis2 batas untuk bicara, ini tidak mudah (begitu juga pikiran bisa berdosa apa saja, apa-lagi kalau ada bahan2 untuk berse-lancar dalam dosa dengan cerita atau gambar2 percabulan, juga film pembu-nuhan yang sadis, occultisme dll, se-hingga pikiran dan kata2 bisa berbuat segala macam dosa. Sebab itu harus tertib dalam bicara, baik bicara resmi, atau tidak resmi, apalagi yang sembu-nyi2, Tuhan dengar semuanya dan dituntut semuanya!

Orang yang tidak menahan lidahnya itu ibadahnya menjadi sia2 sebab terus menerus berdosa segala macam Yak 1:26. Juga orang yang tidak menjaga hatinya, pikirannya itu limpah dengan segala macam dosa Ams 4:23; 23:7. Orang yang tahu itu dosa tetapi tiak mau menertibkan dirinya itu menipu dirinya sendiri Yak 1:22,26.

Biasanya ada pergumulan untuk bisa hidup tertib, supaya kita tidak me-langgar garis batas. Pada waktu yang sulit atau pergumulan berat, berdoalah dengan sungguh2 dengan bahasa lidah minta tolong Tuhan, kalau kita sung-guh2 ingin tertib, Roh Kudus bisa memberi buah Roh yaitu menahan diri atau tahan nafsu Gal 5:23, sehingga kita bisa menang dan tidak melanggar garis batas, bisa tertib, baik dengan kata2, pikiran dll. Kalau kita minta dengan tulus dan berdoa sungguh2 dalam Roh, seringkali tiba2 kita jadi kuat karena diberi buah Roh ini oleh Roh Kudus dan menang dengan indah. Ini untuk terus melatih supaya kita bisa menyangkal diri dan menguasai diri, sehingga tabiat baru bisa muncul dan tumbuh, bisa tertib dan lepas dari jerat dosa, tetap hidup suci, Tuhan berkenan akan hal seperti ini.

VII. KESIMPULAN.

Jangan hidup kita tidak tertib, semau-nya sendiri 1Tes 5:14, 1Tim 1:6,10 be-raja di hati 2Pet 2:10 itu berarti terus berdosa kecil besar apalagi dalam mu-lut dan pikiran, bisa segala macam dosa tanpa batas dan itu sudah dosa! Ams 23:7, akibatnya ibadahnya sia2, dosa-nya limpah, keselamatannya hilang, perhatikanlah. Jangan menuruti do-rongan daging, jangan beraja di hati.

Kadang2 ada baiknya kalau ada yg menekan kita sebagai latihan, misalnya peraturan, ancaman, bahaya, penyakit dll sehingga kita “ditertibkan” oleh Tu-han (tidak ada yg kebetulan) supaya ki-ta mau menerima dan justru belajar te-rus untuk hidup tertib di hadapan Tu-han!

Jangan lupa kalau berat pergumul-an untuk tertib, minta tolong Roh Ku-dus, berdoalah dalam bahsa lidah, ma-ka Roh Kudus bisa memberi buah Roh untuk menertibkan diri dan kalau kita mau terus dipimpin Roh, tabiat baru kita akan tumbuh dankuat untuk hidup tertib, di dalam garis batas Firman Tu-han, sehingga tetap benar, tidak be-reaksi dosa dan tidak melangkah dalam dosa.