M4013 – Yosua 24:15, 1Raja 1:6. Krisis Keluarga (Pendidikan Anak)

KEADAAN SEKARANG.

Alkitab sudah mengatakan 2Tim 2:2 durhaka pada orangtuapada akhir zaman akan meningkat Wah 22:11, ini melawan hukum ke-5 Kel 20:12 dan itu terkutuk Ul 27:16. Pada akhir zaman generasi kurangajar pada orangtua makin nyata dan makinbanyak Ams 15:20; 30:11, bahkan ini menjadi tan-da2 akhir zaman yang mengerikan Luk 12:51-53.

Dahulu kebanyakan murid takut guru, tetapi hari2 ini guru takut pada murid, bahaya kalau dikeroyok dll. Akhir2 ini mulai timbul guru dibunuh murid (sungguh terjadi) sebab sesudah mereka melihat game bagaimana bisa membunuh guru dengan memakai apa saja. Bahkan dikatakan cara2nya bisa dipelajari di internet, mungkin pada mbah google, yang mau mengajari apa saja, yang baik dan yang jahat. Jangan mengandalkan internet tetapi Tuhan, Roh Kudus dan Firman Tuhan.

Dahulu kebanyakan anak hormat dan takut kepada orangtua. Sekarang banyak anak2 yang kurangajar pada orangtua, bahkan ada yang mem-bunuhnya meskipun banyak yang tidak ketahuan. Siapa yang salah? Sudah zamannya? Apa semua keluarga bisa kena? Kita lihat dalam buku Allah, me-ngapa dan bagaimana peran masing2 dalam keluarga.

PERAN ORANGTUA.

Mereka adalah orang yang paling ber-tanggungjawab dan terbeban dalam segala sesuatu dari anak2nya, istimewa dalam pendidikan jasmani dan rohani Ef 6:4. Akan menjadi orang macam apa-kah anak ini? Luk 1:66. Ini mula2 ham-pir sepenuhnya dibentuk dan ditentu-kan oleh orangtua. Maz 127:4. Anak2 itu seperti anak panah. Kalau orang-tuanya sadar akan tanggungjawabnya dan rohaninya baik, maka seperti pahlawan di hadapan Tuhan dengan pertolongan Firman Tuhan dan Roh Kudus ia akan sanggup mengarahkan anak2nya seperti anak panah kepada sasaran yang tepat, yaitu menjadi seperti Kristus, seperti orangtua sendiri juga mengarah pada sasaran ini. Tetapi orangtua yang tidak bertanggungjawab dan bodoh (tidak mengerti), anak panah dibiarkan terbang sendiri ke mana2, bisa jadi seperti iblis, sebab hanya ada 2 arah, Surga atau Neraka! Iblis berusaha mendidik terus (dengan tidak disadari oleh orangtua dan orang banyak) untuk mengarahkan anak2 menjadi seperti dia. Dengan alat yang umum, HP zaman sekarang, ia me-nabur terus dengan tidak bosan dan tidak henti2nya, menabur benih2 be-gitu banyak untuk menjadi seperti dia dalam segala segi hidupnya.

Seringkali orangtua tidak mengerti, bahkan ada yang bodoh, justru membiarkan anak2nya kesempatan luas untuk terus ditaburi iblis dalam segala seginya setiap saat, bahkan ber-jam2 setiap hari. Iblis lewat HP mendidik setiap anak di dunia ini ber-jam2 setiap hari dari pagi sampai ma-lam, padahal orangtuanya sendiri ham-pir2 tidak pernah mendidik, 1/4 jam pun tidak! Untuk menasehati  dan mengarahkan anak2nya. Ber-bagai2 alasan diberikan. Orangtua yang tidak bertanggungjawab, maka anak panah anak2 itu akan ber-putar2 ke mana2 saja kemungkinan terbesar masuk Neraka bahkan bisa jadi seperti iblis sendiri, sebab hanya ada 2 tempat! Apalagi di akhir zaman yang dahsyat ini. Ini kesalahan orangtua yang lalai dan tidak bertanggungjawab. Orang-tua harus mengarahkan anaknya men-jadi seperti Kristus, ini sasaran yang betul sehingga anak2nya paling sedikit sampai di Surga, bahkan kalau bisa dalam tingkatan rohani (kemuliaan) yang setinggi mungkin. Sasaran jasmani banyak orang mengerti, dan lebih ba-nyak orang sadar, misalnya ia berkata pada anaknya, kamu mau menjadi apa? Mau jadi pengemis? Sebab harapan orangtuanya jadi direktur! Hampir semua orangtua bisa melihat masa de-pan anaknya di dunia, tetapi sangat sedikit orangtua yang bisa melihat masa depan yang kekal dan itu tidak bisa berubah lagi yaitu Neraka atau Surga! Tidak banyak yang bisa melihat bahwa anaknya itu terbang ke Neraka dan sebab itu tidak merebutnya. Kalau tahu dan mengerti, maka merebut anaknya akan menjadi prioritas per-tama hidupnya! Seringkali karena cinta yang salah orangtua membiarkan anak-nya terbang ke Neraka dengan tenang2 dan puas sebab bisa mencintai dan memanjakan anak2nya yang menjadi senang dengan sikap orangtua yang penuh kasih yang celaka ini.

Jangan lalai, bodoh dan buta dan dengan ber-macam2 alasan, tidak mengarahkan anak2nya kepada Surga, sehingga dikuasai dan didorong iblis ke Neraka dengan segala macam umpan yang manis. Seperti anak2 yang mem-bunuh gurunya di sekolah, sebab di-didik, ditaburi iblis lewat macam2 game untuk membuat mereka mahir berbuat dosa yang jahat. Pembunuh masuk Neraka dan iblis siap menyambutnya sekarang jugadalam Neraka atau se-waktu2. Kalau bisa dibina menjadi lebih dahsyat lagi yaitu makin seperti dia, iblis, bapaknya.

Jangan bodoh seperti Ayub dan istri dan imam Eli, Daud dll. Orang yang mendengar nama Daud hanya ingat kemenangannya yang indah2 seperti waktu mengalahkan Goliat dll, tetapi kadang2 orang lupa akan kelalaiannya dalam mendidik anak2 seperti yang tampak dalam 1Raj 1:6 sehingga timbul banyak krisis dalam keluarga besar Daud (sebab menuruti hawa nafsunya pada banyak perempuan). Orang yang indah2, bahkan Daud yang dipakai Tuhan dengan heran, bisa saja gagal atau banyak cacat dalam pendidikan anak2nya, juga bagi cucu2 dan buyut-nya.

Tanggungjawab orangtua atas anak2nya bukan hanya waktu balita, tetapi terus sampai dewasa dan sampai mati (Di banyak negeri2 yang maju mereka lazim menganggap tanggung-jawab orangtua hanya sampai umur 18 tahun, itu hoax dari iblis!). Imam Eli sampai anak2 yang besar, sampai sudah jadi imam2, Elimasih dituntut Tuhan tanggungjawabnya, untuk me-nertibkan anak2nya dan sebab imam Eli lalai, maka ia dihukum mati oleh Tuhan ber-sama2 anak2nya. Ayub yang amat indah di hadapan Tuhan, juga “kecolongan” sehingga 10 anaknya sempat dihukum mati oleh Tuhan. Tuhan sudah bicara pada Ayub tetapi Ayub hanya mintakan ampun anak2nya dan membiarkan istrinya dipakai iblis untuk menyeret anak panah anak2nya ke Neraka! Sesudah anak2nya mati baru Ayub sadar tetapi korban sudah berjatuhan.

Kita melihat beberapa tugas yang perlu diingatkan untuk orangtua (pela-jarilah buku Pendidikan Anak dari PBZ dalam pimpinan Roh Kudus).

  1. Tanggungjawab orangtua itu sepan-jang umur hidup orangtua atau hidup anak2nya, tetapi jangan lupa ke-sempatan emas pada balita. Lebih muda kesempatan itu lebih besar, kalau sudah terlambat, celaka dan beban itu makin berat dan dahsyat!
  2. Targetnya adalah menjadi seperti Kristus, dimulai dengan lahir baru dan terus diolah dari tanah menjadi kayu, perak lalu sampai menjadi emas. Ja-ngan berhenti. Memang kesempatan makin tua makin sedikit, tetapi tang-gungjawab tetap ada! Apalagi kalau terlambat, tidak dididik sejak muda, maka waktu makin tua, makin berat bebannya.
  3. Cara mendidik.

3.1. Orangtua harus menjadi contoh yang menjadi ukuran atau panutan. Kalau gurunya anak Neraka (tidak bertobat, pura2), maka anak2 atau muridnya menjadi dua kali isi Neraka Mat 23:15). Jangan melarang anak pronografi tetapi ia sendiri menikmati dosanya (diperbudak), tidak menyang-kalinya. Juga pertumbuhan semua si-fat2 baru dalam segala segi hidup. Orangtua adalah guru pertama yang paling berkesan dan berpengaruh da-lam anak2nya (masih ada pengecualian seperti Ahaz jahat, anaknya Hizkia baik, tetapi ini pengecualian yang kecil jum-lahnya. Justru pengecualian sebaliknya lebih banyak sebab manusia itu daging jua, lebih condong pada dosa Maz 78:39, Yoh 3:19).

Jadi orangtua yang menjadi rohani dan berkenan pada Tuhan (itu berarti hidup di atas Mezbah), buahnya itu untuk dia sendiri dan untuk istri/ suami, anak2nya, juga anak2 rohani dan orang2 disekitarnya. Inilah garam dan terang dunia, tidak sia2 hidup berkenan pada Tuhan! Yang sungguh2 pergi ke Surga, biasanya juga menarik sekitarnya ber-sama2 ke Surga (juga mereka yang ke Neraka!).

Jangan pura2, itu menjadi batu son-tohan dan orang2nya akan jadi lebih jahat daripadanya. Tulus dan sungguh2 ikut Tuhan itu indah!

3.2. Dengan kasih Kristus. Orangtua biasanya masih ada sisa2 kemuliaan Allah Rom 3:23, yaitu kasih orangtua, itu indah dan sangat berarti tetapi tidak cukup. Seringkali penjahat masih punya sisa2 kemuliaan Allah ini, tetapi di akhir zaman ini makin habis. Miliki kasih Kristus, selain ini lebih besar dan ini kasih yang betul. Ny. Ayub kasih pada anaknya besar tetapi kasih ma-nusiawi yang memanjakan (= mem-binasakan) anak2 sampai masuk Ne-raka, sebab dia sendiri tidak bertobat, hidup dalam daging dan berani meng-hojat Allah. Meskipun orang2 yang be-sar dosanya juga cinta anak2nya, tetapi cintanya itu diperalat iblis untuk me-narik anak2nya dalam dosa dan celaka seperti yang sudah iblis kerjakan pada Ny. Ayub yang jadi ibu celaka ini! Untung Ny. Ayub bertobat, kalau tidak ronde II akan jauh lebih dahsyat, tetapi sebab bertobat Tuhan masih meng-hidupinya, tetapi sebab bertobat dan jadi pengolahan untuk Ayub (yang mau mengampuni dan mencintai istri yang jelek ini) sehingga Ayub yang sudah indah jadi makin indah, mungkin sam-pai menjadi orang sempurna Wasiat Lama (ikut bangkit waktu Golgota).

3.3. Pakai setiap kesempatan untuk mendidik anak2 jasmani dan rohani Ul 6:7-8. Tentu untuk mendidik setiap saat,orangtua sendiri harus limpah dengan Firman Tuhan dalam hatinya, ada Meja Roti Pertunjukan dalam ha-tinya, ada dua tumpuk roti, kelimpahan Firman Tuhan yang menjadi daging, maka sebab penuh dalam hati, limpah melalui mulut dan bisa memakai kesempatan kapan pun untuk terus mendidik. Belajar terus Firman Tuhan. Jangan lupa orangtua sendiri terus diisi  dengan Firman Tuhan dalam kebak-tian2 yang ada, di rumah, terus mem-baca dan me-mikir2kan Firman Tuhan Maz 1:1-3.

3.4. Tekun berdoa seperti Musa, Hur dan Harun.

Kel 17:11. Anak2 juga mengalami pe-perangan, kita tidak bisa ada di se-belahnya terus menerus untuk mem-bantunya, tetapi doa dalam Roh (Harun) dan kebenaran (~ Hur) bisa menolong dan menyertai mereka di mana2, dalam semua peperangannya. Sebab itu teruslah berdoa senantiasa. Kalau mengerti, mau dan terus dalam kesucian, kita bisa terus “bernafas di mana2”, yaitu berdoa senantiasa tanpa stop 1Tes 5:17 dalam Roh dan ke-benaran. Bukan saja anak2 (jasmani dan rohani) tertolong, tetapi juga kita sendiri makin penuh dengan peng-urapan seperti ligabis, sehingga bisa terus siap di akhir zaman ini untuk masuk dalam proses kedatangan Tuhan yang cepat seperti kilat (Mat 24:27).

3.5. Ber-sama2 dalam tubuh Kristus.

Semua keluarga2 kita menghadapi tan-tangan2 yang sama, misalnya pena-buran iblis lewat Medsos, ada yang sudah menang (harus dipertahankan) ada yang belum atau kalah.

Dalam tubuh Kristus kita perlu bersatu dalam Roh Ef 4:13, tolong menolong saling mendoakan dan menasehati dalam Roh setiap kali kita bertemu, lebih2 dalam kelompok kecil (Perse-kutuan Sel) dan kelompok besar (Kis 2:47). Kalau tubuh Kristus ada per-sekutuan dalam Roh, persekutuan tubuh Kristus (yaitu bersekutu karena Kristus) maka kalau kita ber-sama2 bisa sehati dalam Kristus, kekuatan masing2 kita bisa meningkat banyak Im 26:8. Bukan hanya dalam doa, Firman tetapi juga oleh tubuh Kristus, maka ber-sama2 dalam Kristus, akan ada hikmat, kuasa pengurapan Allah yang luar biasa, sehingga kita melakukan per-kara2 besar dengan Allah Maz 60:14 yaitu bisa memenangkan anak2 kita (rohani dan jasmani) mengarahkannya dengan tepat, menjadi seperti Kristus! Ini perkara besar di hadapan Tuhan, meskipun banyak orang menganggap ini perkara kecil!

PERAN ANAK ITU MENENTUKAN.

Biasanya kalau orangtua beres di ha-dapan Tuhan (seperti hal2 yang disebut di atas), maka biasanya anak itu akan jadi indah, bahkan bisa berjalan lebih indah dari orangtuanya!

Anak2 yang dididik dengan betul (oleh orangtua yang cinta Tuhan dan bertanggungjawab) biasanya punya pendirian dan putusan yang betul, ti-dak seperti anak2 imam Eli. Tetapi anak2 tetap harus mengambil kepu-tusan sendiri, tidak ikut2an. Musuh kita iblis yang juga langsung menyerang si anak, apalagi kalau lepas atau jauh dari orangtuanya. Orangtua harus me-ngarahkan anak2 supaya mereka sen-diri lekat dengan Tuhan, meskipun tanpa orangtua (yang memang satu kali akan diambil daripadanya). Lekatkan dengan Tuhan langsung, jangan selalu lewat orangtua tetapi ber-sama2 de-ngan orangtua! Masing2 akan diper-hitungkan dan diadili sendiri2. Hu-kuman turun temurun itu karena semua sama2 ikut dalam dosanya Kel 20:5, Bil 14:8 (seperti anak2 Achan, Gehazi, Korah cs sama2 bersekongkol dalam dosa dan menikmati buah2nya bersama, juga sama2 dihukum). Tetapi kalau anak2 tidak ikut dalam dosa orangtuanya, ia bebas sebab Allah adil Kel 24:16. Anak2 harus ingat, masing2 bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri, bukan ber-sama2 kecuali berdosa ber-sama2.

 

III. PERAN ANGGOTA KELUARGA YANG LAIN.

Ini juga dituntut tanggungjawabnya se-bagai garam dan terang, istimewa da-lam keluarganya Kis 16:31. Ini sebagai kewajiban setiap orang untuk mene-rangi dan menggarami isi rumahnya. Yang lalai jadi dosa Yak 4:17.

GEREJA DAN TUBUH KRISTUS.

Pemimpin punya tanggungjawab tetapi juga upah yang mulia kalau menger-jakannya tanggungjawabnya. Kelompok kecil harus mempertanggungjawabkan beban yang diletakkan atasnya tetapi juga ada pahala dan kemuliaan yang amat besar. Orang yang cinta Tuhan itu wajib jadi gembala paling sedikit bagi isi rumahnya Yoh 21:15-17, dan ke-lompok2nya. Misalnya jadi pemimpin koor, guru Sekolah Minggu dll, ke-lompoknya itu juga jadi tanggung-jawabnya sesuai dengan bebannya Ibr 13:17. Ingat Kel 18:21, masing2 punya beban sesuai dengan kemampuan yang diberi Tuhan. Ada orang mau menjadi pemimpin besar tetapi tidak mau menggembalakan anak buahnya, ia akan dihukum Tuhan Yez 33:9. Kita tidak boleh buat peraturan sendiri, mau jadi pemimpin besar tetapi lepas tanggungjawab, itu menanggung ce-laka. Semua ingin tumbuh makin se-perti Kristus, makin indah, itu berarti juga bisa menanggung beban yang makin besar. Jangan ingin melayani banyak jiwa2 tetapi tidak mau ber-tanggungjawab, Tuhan akan memecat gembala2 upahan semacam ini, cari enaknya sendiri; semua pelayan Tuhan apalagi pemimpin adalah gembala Yez 34:10.

Karena anak2 belum matang ke-pribadiannya, belum mengerti, sering-kali dibuatkan tempat khusus (Sekolah Minggu). Tetapi secepatnya bisa, se-mua kembali berhimpun ber-sama2, tua, muda. Waktu umur 12 tahun Putra manusia Yesus sudah diajak bersekutu ber-sama2 di bait Allah dan sudah bisa melayani bahkan dengan luar biasa Luk 2:42. Tuhan ingin semua dari tubuh Kristus bersekutu untuk saling melayani dan menyembah Tuhan.

PERAN ALLAH.

Dia sanggup menolong setiap orang yang sungguh2 mau beribadah, taat kepadaNya, Dia tidak pernah lengah, selalu siap menolong dan menguatkan, juga menindak yang melawan. Tergan-tung dari masing2 kita. Orang yang di pihak Allah dan taat, Allah siap me-nolong dalam segala perkara dengan segala yang dibutuhkan jasmani dan rohani, bahkan dengan limpahnya, sehingga hidup berkelimpahan jasmani dan rohani, asal kita lekat dan taat kepadaNya, dalam sikon apapun. Yoh 10:10.

PERAN IBLIS.

Tuhan izinkan iblis merajalela di dunia, belum waktunya untukdipenjarakan, kecuali yang melebihi batas. Juga iblis tidak pernah lalai mencari mangsa, sangat kejam dan jahat 1Pet 5:8, tetapi kita tidak perlu kuatir, sebab Tuhan di dalam kita jauh lebih kuat dan lebih besar daripadanya 1Yoh 4:4, Rom 8:31. Sebab itu kita harus terus ber-jaga2 dan berdoa lekat pada Tuhan Mat 26:41.

KESIMPULAN.

Krisis keluarga jadi incaran iblis, lebih2 di akhir zaman (Wah 22:11), sebab yang jahat makin jahat sehingga keadaan makin gawat. Kalau kita tidak meningkat (bukan hanya dosa yang meningkat), tidak akan tahan. Tetapi kalau kita ber-jaga2 dan memper-hatikan rumah tangga masing2, justru kita masuk dalam rencana penamatan Allah yang gilang gemilang, kesem-patan khusus di akhir zaman ini. Ker-jakan keluarga masing2 dengan betul!

 

Nyanyian:

– Bersama kluargaku melayani Tuhan.

– Hidup ini adalah kesempatan.