M4012 – 2Korintus 11:4, Galatia 1:6-9. Injil Yang Lain

DEFINISI INJIL YANG LAIN. (Ilmu jiwa yang dipakai dalam ibadah dan pelayanan).

2Kor 11:3,4. Jangan tertipu seperti Ha-wa sehingga celaka. Jangan sampai disesatkan oleh “Yesus yang lain”, yang bukan Allah) roh yang lain dan injil yang lain, bukan kabar baik tetapi kabar yang mematikan.

1Kor 15:1-4. Injil itu memberitakan Kristus, Allah yang menjadi Putra ma-nusia, mati untuk menebus dosa kita dan 3 hari dalam kubur lalu bangkit kembali, ini kabar yang menyelamatkan Kis 16:31.

FAEDAH ILMU JIWA PADA UMUMNYA.

Ini adalah salah satu ilmu (hasil pikiran, akal) manusia yang berfaedah seperti ilmu ekonomi, ilmu falak dll. Ilmu fisika, kimia hampir2 tidak dipakai untuk iba-dah dan pelayanan. Tetapi karena ilmu jiwa banyak mempengaruhi kejiwaan yang mirip seperti orang yang lahir baru, banyak orang Kristen juga mema-kainya untuk ibadah dan pelayanan, sebab tidakbisa membedakan dengan Firman Tuhan, sehingga menimbulkan banyak kerugian dalam iman, bahkan kerugian yang kekal. Ilmu jiwa untuk orang lama, berfaedah, misalnya untuk pendidikan anak2 di sekolah, untuk perhitungan IQ, untuk efisiensi kerja dalam pabrik2 dll, banyak berfaedah untuk hidup se-hari2 bagi semua orang biasa. Kalau untuk ibadah dan untuk mencapai perubahan2 dalam hidup baru, ini bisa menyesatkan, sebab ini adalah ilmu atau pikiran manusia tentang orang yang lama, bukan tentang orang yang baru sebab akal manusia tidak bisa mengerti yang rohani (orang baru) 1Kor 2:13-16.

III. ILMU JIWA TIDAK BISA MENGERTI ORANG BARU.

Dalam dunia semua manusia itu sama, tetapi di hadapan Tuhan, ada 2 jenis orang, yaitu orang2 baru (anak2 Allah) dan orang lama, orang biasa. 1Yoh 3:10. Semua orang dan ilmu2 dunia ti-dak bisa membedakan keduanya hanya Allah dan orang2 baru (dan setan). Sebab orang baru dan semua hukum2 ilahi untuk orang baru itu bukan pengajaran manusiawi, tetapi diajarkan oleh Roh Kudus (1Kor 2:13) sehingga orang baru bisa mengerti (ber-tingkat2) apa yang sudah dianugerahkan Allah kepadanya  (ayat 11-12). Orang biasa tidak bisa mengerti hal2 yang rohani dan seringkali dianggap kebodohan oleh orang dunia apalagi oleh orang2 yang pintar, sehingga orang Kristen yang juga belum mengerti, merasa bodoh dan mulai mengambil hal2 yang dianggap pintar oleh orang dunia, yaitu ilmu2 manusiawi ini (ayat 14). Orang rohani (orang baru) tidak bisa dime-ngerti oleh orang biasa (orang lama) juga anugerah Allah yang menjadi-kannya jadi orang baru (ayat 15-16). Ini harus dengan pikiran Kristus dan hanya orang yang baru dan tinggal dalam Kristus dengan pertolongan Roh Kudus bisa mempunyai pikiran Kristus sehing-ga mengerti rahasia2 orang baru dan rahasia2 ilahi. Sebab itu jangan ibadah dan pelayanan kita diatur atau dise-suaikan dengan ilmu2 manusiawi yg “lebih pintar” menurut orang2 pintar duniawi.

BAHAYA MENCAMPURKANNYA DENGAN IBADAH DAN PELAYANAN.

Untuk orang biasa, ilmu jiwa tidak ada bahayanya, bahkan berguna dan mere-ka bangga sebab merasa lebih pintar dari orang2 bodoh ini (ayat 14).

Ilmu jiwa adalah hasil pikiran manusiawi, bukan Alkitabiah, untuk orang biasa.

Biasanya hal2 ini diterangkan de-ngan logis (akal) dan ada bukti2 hasil yang cukup baik. Orang kafir, atheis (Maz 10:4; 14:1) anti Allah bisa masuk dan senang, cocok dengan ilmu jiwa ini. Orang beriman ada yang suka dan cocok sehingga ikut serta di dalamnya (hampir semua sekolah Alkitab mema-sukkan ilmu jiwa dalam kurikulumnya). Orang “beriman” dan atheis sama2 bersukacita dalam ilmu jiwa, cocok jiwanya, rohnya sama. Bisa sehati, seji-wa dan cara berpikirnya sama, seperti orang dunia, cara2 duniawi.

Ini berarti bahwa orang beriman yang bisa cocok dengan orang yang melawan Allah, itu bersekutu dalam roh orang lama, ini berarti permulaan masuk jerat iblis 2Kor 11:4. (Ingat Ef 4:3, 1Kor 1:10).

Ilmu jiwa (sekalipun sudah dimo-difikasi orang2 Kristen tertentu) kalau dipakai untuk ibadah dan pelayanan, maka ini adalah injil yang lain, dan ini sudah masuk diantara beberapa orang2 Kristen, sehingga orang2nya jadi cocok dengan atheis, rohnya sama dalam banyak hal, dan ini tidak dikehendaki Allah, sehingga dengan mudah (atau dengan sendirinya) timbul kekeliruan dan penyesatan.

Kalau ini sudah termasuk Injil yang lain (lalu jadi bagian dari ibadah dan pelayanan), maka ini sangat berbahaya sebab terkutuk Gal 1:8,9. Dalam dunia diantara orang2 biasa (orang dunia), penggunaan dan penerapan ilmu jiwa banyak berguna untuk hidup se-hari2 dan dalam dunia ini baik. MIsalnya dalam pendidikan, dalam efisiensi pe-kerjaan, dalam konsultasi pernikahan (banyak hasil yang baik) dll, tetapi untuk orang baru hukum2nya lain, se-bab kita tidak menurut hukum2 ma-nusiawi, tetapi menurut Firman Tuhan demi keselamatan jiwa untuk kekal.

Kita harus bertumbuh dalam semua segi2 hidup kita sesuai dengan Firman Tuhan, sampai menjadi seperti Kristus. Kalau ibadah dan pelayanan memakai falsafah, tradisi, kebudayaan, peradab-an dunia/ manusiawi atau ilmu2 ma-nusiawi, itu berarti masuk dalam jalan keliru dan akan terjerat dalam dosa2 dunia, misalnya dalam segipernikahan, pendidikan anak, sikap dan cara2 bekerja, pergaulan, rekreasi, tradisi dll, lebih2dalam ibadah dan pelayanan, semua harus dicocokkan dengan Fir-man Tuhan (Yoh 14:21,23, Maz 119:11, 105) dengan pertolongan Roh Kudus sehingga kita bisa tumbuh dalam ren-cana Allah yang suci, heran dan kekal menjadi seperti Kristus. Hiduplah ber-kenan dalam segala segi hidup sesuai dengan  Firman Tuhan, sebab itu kita harus tumbuh dalam pengertian FT 2Pet 3:18 dan selalu berdoa minta pimpinan Roh Kudus (Mrk 4:23. Orang beriman sebetulnya bisa mendengar suara Roh dari permulaan seperti bayi sejak lahir sudah bisa men-dengar.

Orang2 yang sungguh2 ingin per-caya pada Tuhan, Roh Kudus akan me-lepaskannya dari akal pikiran manusia-wi dan memimpinnya kepada Tuhan seperti Nikodemus.

Ada orang yang cinta Tuhan (= cinta Firman Tuhan Yoh 14:23) meskipun mula2 hanyut dalam falsafah, budaya, ilmu2 manusia, Roh Kudus akan me-mimpinnya sehingga sampai pada se-gala kebenaran Yoh 16:13; 6:37. Sebab itu kita harus bisa membedakan antara ber-macam2 falsafah, tradisi, kebu-dayaan, kebiasaan dan ilmu2 manusia dengan Firman Tuhan. Kalau kita belajar Firman Tuhan dengan limpah (2 gomer) dan selalu hidup penuh dan dipimpin Roh (bukan hidup menurut daging yaitu tabiat lama, yaitu dosa2 iri), maka kita akan bisa membedakan dengan tepat pengertian2 yang salah, antar jiwa (daging) dan roh (Ibr 4:12) sehingga tahu mana yang betul dan bisa tetap hidup sesuai dengan ke-hendak Tuhan bukan menurut cara2 akal manusiawi dalam daging atau do-sa, juga bisa membedakan Injil yang lain (yang tidak tepat, sesat dan ter-kutuk), tidak sampai masuk jerat Injil yang lain dari akal manusiawi.

PERBEDAAN PRINSIP ILMU JIWA DAN FIRMAN TUHAN.

  1. Tujuan utama. Ibadah dan pela-yanan sesuai Firman Tuhan adalah se-lamat dan masuk Surga kekal. Tetapi tujuan utama ilmu2 dan falsafah manu-siawi, adalah supaya bisa diterima ma-syarakat dengan baik.

Cerita kapten Zoro. Juga kecu-rangan atau korupsi sebab tidak takut Allah boleh, asal diimbangi perbuatan dermawan.

  1. Firman Tuhan mengajar hidup de-ngan iman 2Kor 5:7. Meskipun Yusuf, Paulus, Petrus dll, dengan zina tidak punya pengharapan, mereka tetap per-caya dan hidup dengan indah dalam kesucian dan syukur. Akhirnya terto-long sebab hidup dengan iman. Contoh lain 2Raj 5:8. Cara2 ilmu manusia de-ngan akal, diatur dan dicarikan jalan sampai tertolong dan berhasil. Seba-gian tidak berhasil. Seringkali mengha-lalkan segala cara, apalagi kalau kurang mengerti FT, misalnya wak-tu zaman kelaparan yg sangat 2Raj 4:29.
  2. Cara2 manusiawi dibandingkan de-ngan cara ilahi itu seperti bumi dan langit Yes 55:8-9. Cara2 manusiawi itu seringkali campuran dosa sebab akal manusia terbatas tetapi cara ilahi selalu dalam kesucian dan dengan iman. Kebenaran manusiawi itu seperti kain larah Yes 64:6. Sebab biasanya ada campuran dengan dosa. Tetapi cara Tuhan dengan benar, adil sampai kekal. Orang yang ingin sukses, masyur dipuji lebih cocok dan bisa berhasil dengan cara akal (dengan ber-macam2 cara ilmu jiwa, termasuk yang dosa) sebab boleh ada dosa sombong (misalnya dengan memuji), tetapi dengan cara ilahi akan gagal sebab orang ingin puji akan direndahkan Tuhan Mat 23:12.
  3. Cara2 manusiawi masuk akal dan mudah, sebab hanya dari luar dan sampai kubur. Cara2 ilahi tampaknya lebih sulit, bahkan mustahil untuk orang yang tidak mau percaya Tuhan Yesus dan tidak mau bertobat, sebab harus menyangkal diri, dan benar di hadapan Allah. Tetapi cara2 ilahi, harus hidup dalam Kristus, dan hasilnya didapat dengan iman.

Cara manusiawi dengan akal, atau dengan siasat, trik yang merayu mes-kipun hanya sementara. Sesudah kur-sus untuk suami2 yang tidak rukun, dengan cara2 ilmu jiwa mereka pulang ada yang sampai menyembah istrinya dan mereka menjadi rukun, sebab di-ajar kelemahan2 perempuan dan cara merayu, tetapi tidak bisa lepas dari dosa zina yang pada satu saat kembali bahkan lebih dahsyat. Memang cara Tuhan sulit (jalan sempit) untuk daging, tetapi yang mau dtolong Tuhan, tergantung dari pertolongan Tuhan lebih2 dengan doa dalam Roh dan kuasa dan kasih ilahi.

Manusia lebih mudah pakai cara akal yang bisa diperhitungkan hasilnya daripada dengan iman, lebih sulit, kecuali mau percaya apalagi kalau dipimpin Roh seperti Putra manusia Gal 5:16, Mat 4:1. Israel yang tidak percaya untuk bisa masuk Kanaan minta kembali ke Mesir, dan itu sudah bisa diperhitungkan hasilnya sekalipun jadi budak Mesir; tetapi mereka yang per-caya menerima dengan iman.  Kekuat-an manusia itu terbatas. Dengan iman tidak ada batas Mrk 9:23, Dia penolong dalam segala kasus. Percaya dan harap Tuhan, pegang FirmanNya dan tekun berdoa dalam Roh, ini bukan cara orang putus asa, tetapi cara utama un-tuk mendapat janji2 Allah di dunia sampai Surga.

  1. Kepintaran dan logika manusiawi. Banyak orang beriman tidak bisa membedakan, sebab kadang2 maksud-nya baik dan juga hasilnya baik (apalagi yang melakukan dan mengatur adalah orang2 beriman yang tulus seperti Nikodemus) tetapi ini tetap salah, Injil yang lain. Dengan segala kebaikan dan maksud2 yang baik, itu hanya bisa membersihkan luarnya saja, tetapi da-lamnya dari manusia itutetap kotor Mat 23:26. Seperti orang Parisi dari luar seperti orang suci, ibadahnya di-puji orang banyak tetapi di hadapan Allah hanya luarnya yang bersih, da-lamnya najis Mat 23:27-28). Misalnya merukunkan nikah yang rusak menurut ilmu jiwa dan Firman Tuhan, bedanya:

Ilmu jiwa à dengan ber-macam2 metode dan jalan suami istri jadi rukun, misalnya dengan membangun komuni-kasi yang baik. Mereka menjadi rukun, tetapi akarnya masih ada, diam2 kem-bali dalam dosa (pornografi adalah dosa zina Mat 5:37 dll) atau kalau ada kesempatan kembali dalam dosa, bahkan kemudian hari bisa cerai.

Firman Tuhan à Usaha pertama adalah mati lepas dari dosa, termasuk zina sehingga ada kesucian nikah, tidak ada zina, MAK DSY(di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Seka-rang dan Yang akan datang) sampai angan2 Mat 5:37, Gal 5:24 sehingga ada kesucian dan ada Surga dalam hati dan hidupnya se-hari2.

Ada suami istri yang menjaga dan memelihara hubungan baik, sehingga mereka bisa rukun seperti sahabat baik. Cara ini baik dan ini ternyata bisa mengurangi angka perceraian (untuk sementara). Tetapi ilmu2 manusia termasuk komunikasi yang baik tidak bisa melepaskan manusia dari dosa, istimewa dosa zina. Meskipun komuni-kasi baik, akhirnya suami ini tetap menyeleweng. Sebab itu hanya mem-bersihkan luarnya! Luar baik, dalam rusak itu seperti mebel yang rayapan, pada satu saat akan remuk. Sesudah ketahuan, mereka tetap berusaha men-jaga komunikasi yang baik, tetapi tidak tahan akhirnya cerai dengan baik2 tanpa berkelahi. Bahkan setiap tahun sekali ia masih berkunjung kepada istri yang lama dan bisa berkomunikasi, ber-cakap2 dengan baik. Mereka bisa membersihkan luarnya tetapi dalam-nya tetap najis, hamba dosa zina. Ada-lagi suami istri yang punya komunikasi yang baik, suaminya mati, istrinya sangat berdukacita. Dalam acara peng-hiburan, seorang perempuan datang mengaku istri dari yang meninggal. Istri yang resmi dan teman2nya marah dan perempuan itu pergi. Tidak lama ia datang dengan putranya (yang sudah dewasa) yang wajahnya hampir 100% sama seperti yang mati. Istri resmi dan temannya terperangah tidak bisa mem-bantah. Istri resmi pulang, tidak lagi berdukacita, tetapi marah, tidak ter-duga sudah 20 tahun suaminya punya simpanan sekalipun komunikasi baik. Hanya Tuhan Yesus yang bisa melepas-kan orang dari dosa. Sekalipun hasil konsultasi pernikahan dengan ilmu jiwa baik, rumah tangga dirukunkan tetapi itu hanya luarnya saja.

  1. Meskipun cara2 konsultasi ini de-ngan cara Kristen, pakai ayat2 Firman Tuhan, tetapi orang bukan Kristen ju-ga bisa berhasil tanpa Yesus, meskipun hasilnya hanya sementara, tetapi cukup baik untuk beberapa tahun. Ini tanda khas cara2 (ilmu) manusiawi untuk orang dosa, yaitu membersihkan hanya luarnya saja, dalamnya tetap hamba dosa.

Mungkin juga satu segi baik, tetapi dalam segi2 yang lain tetap diperbudak oleh dosa2nya. Misalnya dalam hal uang baik, tetapi dalam perzinaan te-tap hamba dosa. Barangnya hilang ia tetap sabar, tetapi hatinya penuh per-zinaan (juga dalam tempat sembunyi). Ada banyak contoh2 seperti ini.

Cara2 ini baik untuk dunia kita, tetapi hanya sampai kubur Wah 21:27. Kebaikan pribadi manusia dihargai orang2 sekitarnya tetapi seperti kain larah di hadapan Tuhan Yes 64:6, Luk 18:9. Sisa2 kemuliaan Allah dalam orang berdosa Rom 3:23 masih me-nunjukkan hal2 yang baik (misalnya kasih orangtua, peri kemanusiaan bah-kan peri kebinatangan dll dan itu baik dalam masyarakat). Tetapi tidak cukup untuk keselamatan jiwa seperti Niko-demus mula2 Yoh 3:3,5.

  1. Dosa di hadapan manusia, tidak ta-kut Allah. Dalam dunia pencuri yang tidak ketahuan adalah orang benar, tetapi tetap orang dosa di hadapan Allah. Lebih2 dalam hidup nikah kita harus disucikan di hadapan Allah (MAK DSY, pasti bisa dengan Tuhan, tetapi mustahil tanpa Allah). Banyak nikah tampaknya bahagia dari luar, tetapi terikat berbagai bentuk pornografi, itu zina di hadapan Allah Mat 5:28.

Ahli2 manusia, lebih2 yang tidak takut Allah, mengutamakan hasilnya, meskipun untuk sementara. Ada se-orang pemuda stress, sering aneh2, tidak bisa berpikir baik. Seorang ahli memeriksanya, penyebabnya sex yang kuat, tetapi dilarang oleh imannya. Si ahli yang tidak takut Tuhan, sebab punya alasan berkata, satu kali saja berzina tidak apa2. Ia menurut dan jadi baik, tetapi itu dosa istimewa 1Kor 6:18 masuk jerat iblis dan hanya sementara.

KESIMPULAN.

Kita perlu tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18 dan selalu seperti ligabis (Lima gadis bijaksana), doa senantiasa, supaya kita bisa:

  1. Tetap hidup suci dan tumbuh, ber-buah2, jangan sampai hanyut dalam Injil yang lain. Firman Tuhan adalah pelita Maz 119:105 dalam segala segi hidup kita dan Roh Kudus beri ke-kuatan untuk bisa taat. Ini harus jadi dasar yang kuat di akhir zaman Wah 22:11, sebab Gereja akan disempur-nakan dalam kegerakan pengajaran Fir-man.
  2. Makin banyak orang dan pemimpin masuk jalan lebar, jangan sampai hanyut, tetap setia, bisa bedakan injil yang lain Ibr 4:12 sehingga tumbuh dalam rencana Allah.
  3. Pakai Firman Tuhan dan Roh Kudus, jalan dengan iman ber-sama2 dalam tubuh Kristus di jalan sempit.
  4. Pakai istilah Firman Tuhan jangan istilah manusiawi/ ilmu supaya tetap dalam ril Tuhan dan dipimpin Roh ber-sama2 dalam tubuh Kristus. Luk 21:33. Jangan pakai cara manusiawi, akal, dunia, manusia membaur dengan du-nia, hanyut dalam dosanya dan meng-hina, merendahkan Firman Tuhan dan Roh Kudus.

Nyanyian:

– FirmanMu kekal

langit dan bumi akan lenyap

 

– Tiap perjanjian dalam Alkitab