M4011 – Efesus 1:22-23; Roma 12:5. Persekutuan Tubuh Kristus

DEFINISI.

  1. Seluruh jemaat adalah tubuh Kristus (Ef 4:12, 1Kor 12:27, Rom 7:4; 12:5).
  2. Persekutuan tubuh Kristus adalah persekutuan dalam Roh dari anggota2 tubuh Kristus. 1Kor 12:12-13; 10:16.

Seharusnya semua orang beriman sesudah lahir baru sudah penuh de-ngan Roh Kudus (Ef 1:3, Kis 19:2. Lahir baru dalam Pintu Gerbang sampai Pin-tu Kemah. Pintu Gerbang (percaya), Mezbah Korban (darah), Kolam (bap-tisan air), Pintu Kemah (Roh). Jadi orang2 beriman adalah orang yang dipimpin Roh Rom 8:14.

Setiap jemaat lokal (tubuh Kristus) itu terdiri dari kelompok besar yang biasanya bersekutu ber-sama2 dalam kebaktian umum (ibadah raya) dan kelompok kecil yang bersekutu di ru-mah2 Kis 2:46.

ORANG BERIMAN HARUS BISA BERSEKUTU SUPAYA TUMBUH.

Kita harus mengasihi Allah dan sau-dara2 kita 1Yoh 4:20, Luk 10:27 dan dengan demikian kita bersekutu karena Kristus dengan kasih Kristus. Harus bisa bersekutu mulai dari suami-istri, ke-luarga, kelompok kecil, Gereja, antara Gereja sampai tubuh Kristus global. Daging hanya ingin bersekutu dengan orang2 tertentu, tetapi dalam Gereja kita bersekutu karena Kristus, sekalipun daging tidak mau. Jangan ada pra-sangka, dosa, dendam, sombong, benci dll harus dibuang. Juga kalau orang itu bersalah pada kita, kita harus meng-ampuni. Memang tidak mudah, sebab Gereja terdiri dari gandum dan lalang Mat 13:29-30. Bersekutu tidak mudah, apalagi dengan yang tidak bertobat, harus punya pendirian Ef 5:11, 1Kor 5:9-11 dengan hikmat dan kuasa Roh.

Dalam Gereja sekarang tidak bisa lepas dari lalang2, tetapi dengan cinta selamatkan, garami, jangan diracuni, terangi, jangan digelapkan. Ini adalah kehendak Tuhan. Orang yang tidak bisa bersekutu, terus menyendiri, tidak bisa tumbuh bahkan jadi mati seperti te-linga dll yang menyendiri, terlepas dari tubuh. Meskipun ada macam2 perbe-daan antara setiap orang, tetapi di dalam Kristus kita menjadi anak2 Allah dan harus bersekutu di dalam Kristus, di dalam satu Bapa Surgawi. Dengan mata manusia ada banyak perbedaan, perbedaan2 jasmani itu fana dan tidak boleh memisahkan kita. Tetapi mata Allah hanya melihat rohnya, apakah anak2 Allah atau anak2 iblis 1Yoh 3:10.

Yang tidak bersekutu akan mati rohani. Biasanya tidak bisa bersekutu karena ada dosa, sombong, benci, dendam, iri dll dan upah dosa itu maut Rom 6:23. Jadi orang beriman mutlak harus ber-sekutu, tetapi dengan pengertian dan dengan kuasa dan kasih Kristus.

Anak2 Allah yang tidak bisa bersekutu itu berarti kasihnya kurang, tidak berani korban, tidak mau disakiti hatinya, kadang2 dompetnya dll, ka-dang2 disalah mengertikan, kurang di-hargai, takut rugi, takut ketahuan dan sebab lainnya. Apalagi kalau belum la-hir baru atau sudah lahir baru tetapi ada ber-macam2 dosa, benci, iri, sombong, marah.

III. TINGKAT2 PERSEKUTUAN ORANG BERIMAN ITU:

  1. Ruangan Maha Suci. (Ini Trinitas ilahi dan orang sempurna).

2.Ruangan Suci à Persekutuan Roh.

  1. Halaman à orang percaya.
  2. Luar Halaman à Persekutuan orang dunia, orang dosa, manusiawi.

Pada akhir zaman akan ada polarisasi Wah 22:11, sehingga terjadi pemisah-an, akhirnya Halaman menjadi kosong, sebab orang2 ikut Roh Kudus (gandum) akan naik ke dalam Ruangan Suci, te-tapi yang menurut daging akan ikut arus dalam dosa, khusus dalam dunia, undur dari Tuhan, keluar Halaman. Ja-ngan undur tetapi naik terus, dalam Ruangan Suci, selalu penuh dan di-pimpin Roh Kudus dan terus tumbuh makin seperti Kristus. Lebih2 pada akhir zaman kita sudah harus bersedia. Mat 24:42, ikut serta dalam proses penamatan Gereja yang secepat kilat dalam Minggu ke-70 Daniel, dimana oleh Hujan Akhir dan kegerakan Roh Kudus dalam pengajaran, Gereja akan tumbuh dengan cepat, seperti gandum yang menjadi matang,yaitu orang2 Ruangan Suci menjadi golongan yang diangkat (1Kor 15:51) dan ada yang menjadi sempurna (144.000). Orang2 yang tidak ber-jaga2 akan jatuh dan mati dalam dosa, (banyak kejatuhan di akhir zaman 1Tim 4:1) atau tertinggal dalam zaman Antikris. Jangan tinggal di Halaman, bertobat sungguh2 dan tum-buh,naik dalam Ruangan Suci, selalu hidup penuh dan dipimpin Roh dalam kesucian.

PERSEKUTUAN DALAM ROH.

Orang2 beriman harus belajar bersatu dan bersekutu dalam Roh Ef 4;3, 2Kor 13:13, Pil 2:1. Definisi dari orang ber-iman, putra2 Allah adalah orang yang dipimpin oleh Roh bukan dipimpin oleh daging Rom 8:14 (daging dan Roh itu bertentangan Gal 5:17). Orang2 ini akan menjadi ligabis, ligabo (Mat 25:3-4) atau ada yang undur kembali dalam daging Gal 3:3-4. Tumbuhlah terus menjadi ligabis, sebab golongan ini dalam Minggu ke-70 Daniel akan men-jadi golongan 1Kor 15:51 dan 144.000. Ligabo dan yang berakhir dalam daging akan mati dalam dosa atau tertinggal.

Paulus juga terus mengingatkan untuk terus berjalan dan bekerjasama menu-rut Roh yang satu ini saja. 2Kor 11:4; 12:18.

Apa tanda2 praktis dari orang2 yang dipimpin Roh? Kalau seorang ber-dusta, benci atau berdosa lainnya, pada saat itu ia tidak dipimpin Roh tetapi dipimpin daging atau setan (seperti Pe-trus Mat 16:23). Jangan hidup menu-ruti daging, baik dengan pikiran, mata, tangan, sikap, tindakan, baik tentang uang, dosa zina, sombong dll.

Tetapi orang yang dipimpin Roh, ada kasih ilahi yang suci (ini khas tabiat Allah) dalam segala segi hidupnya. Se-bab itu sepantasnya orang yang sung-guh2 menjadi anak2 Allah harus belajar terus hidup dipimpin Roh dan orang2 seperti inibisa bersekutu dalam Roh.

Kalau kita sendiri atau orang lain hidup dalam dusta, benci atau dosa lainnya (ini tabiat khas iblis Yoh 8:44; 10:10) pastilah pada saat itu orang itu tidak dipimpin roh, tetapi dipimpin dagingnya sendiri atau setan.

Kita harus tetap berjalan dan ber-sekutu dalam Roh terus menerus (de-ngan orang2 yang dipimpin Roh). Inilah persekutuan  tubuh Kristus yaitu dalam kesucian dan kasih Kristus 1Yoh 1:7, maka kita akan bisa bersekutu dengan manis seperti Maz 133:1-3 bisa duduk ber-sama2 dengan manis; maka Tuhan bisa bebas bekerja di dalam dan di-antara kita, sehingga kekuatan masing2 akan bertambah Im 26:8 dan ber-sama2 melakukan perkara2 yang besar dengan Tuhan Maz 60:14.

ARAH DAN TUJUAN PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.

  1. Persatuan Roh ->
  2. Persekutuan tubuh Kristus ->
  3. persekutuan seperti Trinitas Yoh 17:23 dan manis Maz 133.

Ini siap masuk dalam proses keda-tangan Tuhan yang seperti kilat dalam Minggu ke-70 Daniel Mat 24:27, yaitu:

  1. timbul persekutuan tubuh Kristus global yang ajaib Wah 12:1.
  2. Yang menghasilkan dengan cepat (dalam 3,5 tahun) golongan orang2 yang terangkat (1Kor 15:51) dan seba-gian menjadi sempurna (144.000).

Ini arahnya, masuk dalam rencana Tuhan yang terbesar dan ajaib yaitu dalam penamatan rencana Allah global. Bukan saja persekutuan itu perlu untuk hidup dan tumbuh tetapi ini jalannya sampai tujuan terakhir dari rencana Allah. Sebab itu jangan menyendiri! Harus bersekutu sekalipun banyak resiko kena duri2nya.

Kalau hanya bisa bersekutu dengan “malaikat2” tidak akan tumbuh sebab malaikat tidak ada durinya, tetapi kalau bersekutu dengan manusia, seka-lipun orang beriman, beberapa ada durinya, tetapi itu justru membuat kita diolah sehingga makin mahir dipimpin Roh. Kalau menyendiri sebab tidak ta-han dan tidak mau bersekutu, belum tentu nyaman sendirian dan tidak akan tumbuh. Apalagi dalam Minggu ke-70 Daniel, mereka yang tidak bisa berse-kutu dalam kasih dan kesucian akan gugur. Tetapi orang2 yang dipimpin Roh akan bisa ikut dalam persekutuan tubuh Kristus yang kuat, sehingga ber-sama2 kuat menghadapi tantangan yg besar Wah 22:11 (juga akan terbentuk tubuh Kristus global yang tertib, dalam kesucian dan kasih). Dengan demikian kita bisa tahan dan menang dan tum-buh dengan cepat (Mat 24:27), masuk dalam pengangkatan.

PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS ALKITABIAH, SESUAI KEHENDAK ALLAH.

  1. Semua bersekutu dan dipimpin Roh dalam kasih dan kesucian 1Yoh 1:7.
  2. Heterogen (anak2 Allah yang terdiri dari banyak golongan dan ber-macam2, yang bersekutu karena Kristus, bukan karena yang lain, sebab:
  3. Semua anak2 Allah dalam tubuh Kristus, berasal dari segala golongan.
  4. Orang yang membedakan orang, itu hidup dengan pikiran yang jahat. Yak 2:1-4. Kita tidak boleh membedakan anak2 Allah dari golongan apapun, seperti Tuhan tidak membedakan orang Rom 2:11. Kita juga bisa berse-kutu secara manusiawi dengan baik, asal tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, misalnya bersekutu karena ke-luarga, karena pekerjaan atau pendi-dikan yang sama (tetapi tidak menolak anak2 Allah yang pekerjaan dan pen-didikannya lain), karena suku bangsa yang sama, tetapi juga bersekutu de-ngan suku bangsa orang lain, dst.
  5. Segala macam orang bisa dipakai Tuhan, asal ia bisa hidup dengan Tu-han, lekat dengan Tuhan. Baik tua (se-perti Simeon, Hanna Luk 2:25-38) atau muda seperti Yusuf, Samuel, Daud, Daniel dll, atau bodoh, sederhana se-perti Petrus atau pintar, terpelajar se-perti Paulus dll. Sebab itu kita berse-kutu dengan semua golongan anak2 Allah yang dipimpin Roh.
  6. Bisa tumbuh dan bekerjasama di dalam Kristus, dengan semua anak2 Allah, sesuai Firman Tuhan dipimpin Roh sehingga masuk dalam rencana Allah yang besar, sampai terjadi tubuh Kristus global dan penamatan rencana Allah, sempurna dalam persekutuan Yoh 17:23.

VII. PERSEKUTUAN HOMOGEN.

Persekutuan yang heterogen (ini kehendak Tuhan), itu bersekutu karena Kristus, meskipun ini dan itu, semua anak2 Allah bisa ikut bersekutu. Persekutuan yang homogen, hanya 1 macam, sejenis karena ada persamaan. Ini persekutuan bukan karena Kristus tetapi karena sejenis, ada yang sama.

Yang dikehendaki Tuhan adalah persekutuan Heterogen, tetapi untuk memudahkan pelayanan, kadang2 juga diadakan kelompok yang homogen, tetapi tidak berdiri sendiri, melainkan terikat dengan rapi satu sama lain. Misalnya kelompok anak2, remaja, pe-muda, kaum ibu/ wanita, kaum bapak, senior dll. Dan kadang2, sekali2, ber-faedah juga mengadakan pertemuan2 homogen lain seperti pertemuan ma-hasiswa pelajar, bisnis, cendekiawan dll.

Seringkali ada kebaktian2 khusus kaum muda, wanita, senior dll, tetapi tidak boleh berdiri sendiri2 (harus ter-ikat satu sama lain) sehingga tubuh Kristus ter-pecah2. Sama seperti dalam keluarga semua berbeda jenis, umur, keadaan dll, tetapi tidak boleh di-pe-cah2, lebih2 di dalam Kristus, kita ber-satu karena Kristus, di dalam Kristus.

Kadang2 dalam pelayanan ada bagian2 yang lebih cocok untuk golong-an2 umur tertentu, tetapi tidak boleh berdiri sendiri, tetap di dalam ikatan kesatuan tubuh Kristus, sesuai Firman Tuhan.

KERUGIAN KALAU KELOMPOK2 HOMOGEN BERDIRI SENDIRI2.

  1. Ini melawan kehendak Allah. Allah ingin semua umatNya bersatu dengan manis dalam kasih dan kesucian-Nya seperti Maz 133:3, bahkan bersekutu dengan manis seperti Allah sendiri Yoh 17:23. Kalau di-pisah2, apalagi ter-pe-cah2, tidak bisa bersekutu, iblis akan bekerja dan memecahkannya, lebih2 dengan dosa benci, iri, tersinggung, sombong, uang, dendam, sakit hati dll. Masih bisa ada pertemuan khusus golongan yg sama tetapi jangan terpi-sah, jangan terpecah, jangan beri ke-sempatan pada iblis (Bapa dan anak atau dengan ibu kalau terpisah lama, maka timbul gap yang bisa berakibat banyak).
  2. Kesempatan bagi iblis Ef 4:27. Kalau tidak bisa bersekutu di dalam Kristus, dengan semua golongan umat Tuhan, rohaninya tidak bisa tumbuh, dan iblis mudah masuk dan timbul ber-macam2 dosa kecil dan besar, istimewa dosa benci, tidak suka pada orang2 tertentu, salah paham dll.
  3. Kerugian rohani dan jasmani.

3.1. Lumpuh. Tubuh Kristus itu terdiri dari segala macam anggota yang ber-beda, mulut, mata, tangan, kaki dst. Kalau masing2 tidak bisa bekerjasama dengan manis dan otomatis, tubuh akan lumpuh dan celaka! Sebab itu ka-lau toh ada kebaktian khusus untuk kaum muda, kaum ibu, senior dll, ja-ngan sampai terpisah dan terpecah. Usahakan untuk selalu bisa bersekutu dengan segala golongan. Semua harus menjadi satu, bersekutu dalam tubuh Kristus dan mau tunduk dan diatur oleh pemimpin2 dalam jemaat, yaitu tubuh Kristus. Kelompok sel adalah jemaat yang terkecil dan itu harus terdiri dari semua golongan atau heterogen.

3.2. Hasil kerja sangat sedikit, kalau sendiri2. 1Kor 12:20-27. Tidak boleh berdiri sendiri, tidak boleh ada per-pisahan dan perceraian 1Kor 12:25-26. Harus saling tolong menolong, meleng-kapi, bekerjasama dari semua golong-an, sebab Allah memakai semua go-longan sesuai dengan FirmanNya, tidak tergantung dari macam golongannya, tetapi tergantung apakah orang itu berkenan kepada Tuhan, tidak peduli dari golongan manapun Kol 1:10. Tidak mungkin mata atau mulut atau yang lain bekerja sendiri, tidak tergantung dari yang lain, mustahil.

3.3. Timbul ekstrem. Misalnya orang yang kaki tangannya lumpuh, lalu mulai bekerja (menulis, ambil barang dll) semua dikerjakan dengan mulut saja, sangat ekstrem, aneh dan banyak gagal. Begitu kalau kaum muda tidak perlu kaum tua, kaum ibu tidak merasa perlu kaum bapak dsb pasti aneh dan timbul banyak kekacauan. Tidak boleh berdiri sendiri2. Kelompok sel (kelom-pok kecil) harus heterogen, jangan membuat kelompok sel yang homo-goen, (kecuali dalam pertemuan khu-sus atau dalam kebaktian khusus). Akan timbul banyak ekstrem kalau ber-diri sendiri, terlepas. misalnya:

  1. Kaum muda, terus berbakti dan ber-sekutu sendiri, menyendiri, memang lebih bebas cocok dengan selera muda, tetapi mudah timbul ekstrem, misalnya dosa orang muda 2Tim 2:22, 1Sam 2:17, Maz 25:7 dll. Tidak ada yang me-ngerem, tidak peka dengan kekurangan masing2 Mat 7:2-5.

Kaum muda itu lincah, kreatif, suka cari pengalaman baru misalnya deko-rasi, lighting, digital dll sehingga ka-dang2 meniru cara2 duniawi, bahkan setan dapat tempat masuk. Kadang2 waktu habis untuk “hal2 Marta” se-hingga “hal2 Maria” habis. Luk 10:41-42.

Kadang2 kaum muda tidak merasa kekurangannya, misalnya di dunia dibatasi untuk SIM, umur untuk meni-kah, batas2 yang patut dan sopan dll. Sebab itu perlu kerjasama dengan yang tua dan yang lalu, supaya semua jadi baik, tidak terjerumus dalam ekstrem dan jadi korban setan. Perlu saling me-nasehati, menetraliser dan mengerem.

  1. Sebaliknya yang senior tidak suka berubah, lamban, tidak setuju dengan hal2 baru, apalagi yang duniawi, seka-lipun kadang2 netral, kadang2 merasa dilangkahi Im 19:32, tetapi semua yang ekstrem perlu “di rem”.
  2. Kaum ibu kadang2 kreatif dan berani meskipun dilarang suaminya atau timbul hal2 yang ekstrem lainnya.
  3. Kanak2, suka bermain, kurang ma-tang, bisa melakukan hal2 yang ber-bahaya atau membahayakan orang lain, tetapi ia senang, sebab tidak me-ngerti, belum matang. Sebab itu harus didampingi, tidak boleh terpisah.

Harus diingat juga kebaktian anak, remaja, dewasa itu “transit”, sebab pada waktunya akan pindah golongan yang lebih tua! Waktu menjadi gadis banyak ekstrem, aneh2, tidak mau mengerti, tetapi waktu jadi ibu hilang semua ekstremnya dan mengerti sam-pai matang.

Sebab itu perlu kerjasama dengan manis dipimpin Roh, saling mengisi dan melengkapi, baru tubuh Kristus bisa berfungsi dengan baik dan hasilnya maksimal, Tuhan bisa bekerja dengan luar biasa, sebab kemampuannya (ka-lau bisa bekerjasama dengan kasih dan dalam kesucian dipimpin Roh), maka kekuatannya bisa bertambah menjadi ber-lipat2 kali ganda sampai 100 kali lipat Im 26:8.

3.4. Timbul gap. Kalau masing2 mau jalan sendiri2, berdiri sendiri tidak mau dibatasi dan diikat oleh golongan yang lain, maka akan timbul gap dan iblis mudah bekerja dan terjadi perpecahan, sehinggaumat Tuhan jadi kacau dan dimangsa iblis! Sebab itu harus terikat, tersambung dan bersekutu dengan pengertian satu sama lain di dalam komando dan pimpinan “Musa” atau pemimpin2nya Ibr 13:17.

KESIMPULAN.

Orang senang dengan akrab, tetapi akrab ilahi tidak sama dengan akrab duniawi/ manusiawi.

Tujuan persekutuan tubuh Kristus adalah Kristus dan kesempurnaan ren-canaNya, tetapi tujuan persekutuan manusiawi dan duniawi itu bisa segala macamhal2 yang fana, bahkan dosa yang keji2 yang menguntungkan dan menyenangkan seluruh anggota go-longan.