M4000 – Mazmur 90:9-12. Mengatur Waktu Dalam Umur Masing-Masing.

PENDAHULUAN.

  1. Orang yang tidak mau mengatur waktunya, hidup ikut arus waktu, akan kehilangan banyak waktu bisa bertambah jauh dari tujuan dan terpengaruh dosa2 dalam arus.
  2. Hidup hanya satu kali, waktu tidak bisa berulang, sebab itu kita harus mengatur waktu kita sebab itu menentukan nasib dalam kekekalan.
  3. Waktu remaja baru mulai belajar mengatur waktu masing2 dan harus terus diatur sampai mati.

MAZ 90:9,11. DOSA ITU MENGHABISKAN WAKTU, MERUSAK ROHANI DAN RENCANA ALLAH.

Ini jelas sekali, tetapi tidak semua orang tahu, yaitu kalau seorang berdosa, ia adadibawah hukum Allah, maka:

  1. Waktunya akan banyak habis dengan sia2. Untuk marah, benci, iri dll bisa habis waktu ber-jam2 bahkan ber-hari2 hilang, tidak bisa berdoa, belajar Firman Tuhan dll, juga kerja jasmani tidak efektif banyak terganggu tergantung berat dosanya, lebih2 iblis juga masuk dan mengacau, merusak sebanyak mungkin. Hidup jadi pahit, gelisah, tidak ada sejahtera, kacau. Jangan berdosa, rugi se-gala2nya.
  2. Rohani jadi rusak. Seperti membuat mebel dari kayu, lalu dirusak, dibongkar, dipasang lagi, begitu ber-ulang2, makin lama makin rusak kayunya, akhirnya tidak bisa jadi apa2, hanya untuk dibakar saja (dalam Neraka). Begitu orang yang terus menerus berdosa, tidak bisa hidup suci, rohaninya rusak, tidak bisa jadi apa2, sudah percaya Tuhan Yesus tetapi hidupnya sia2.
  3. Rencana Allah dalam hidupnya merosot terus, selama terus berdosa dan tidak jadi apa2 di hadapan Tuhan. Kecuali bertobat sungguh2 lalu hidup bagi Kristus dan waktunya diatur baik2. Jangan hidup dalam dosa, waktu habis, rohani rusak dan rencana Allah batal dalam hidupnya, tinggal dibakar di Neraka oleh sebab dosa2nya. Dosa hanya memberi kesukaan palsu dan sesaat Ibr 11:25, tidak ada sejahtera Rom 5:17, dosa ada di muka pintu Kej 4:7 dan lengkap dengan hukumannya yang dibawakan Hakim Yak 5:9, tinggal tunggu waktunya Ibr 9:27, lalu dihukum di Neraka kekal, kecuali kalau sempat bertobat.

MAZ 90:10. UMUR LEBIH DARI 80 THN, SIA2.

Ini nasib kebanyakan orang dosa, kecuali yang hidup benar dengan Tuhan, nasibnya lain Maz 92:15. Mengapa bisa berbeda? Sebab tidak hidup dalam dosa, tetapi hidup dengan Allah, pasti indah sampai ke akhir, apalagi di akhir zaman, bisa ikut pengangkatan tanpa mati.

WHO memberi pembagian: umur kurang dari65 tahun = umur menegah, 65-74 thn tua yunior, 75-90 thn tua dan 90-120 thn lanjut umur, tetapi semua nasibnya sama saja. Mau nasib yang baik, tumbuhlah makin banyak dalam ukuran kekal dan ber-buah2 kekal, harus hidup dalam Kristus Yoh 15:1-8. Harus hidup bebas dari dosa. Dosa itu penyakit rohani sampai kekal. Kalau hidup dalam kesucian baru bisa hidup sejahtera, sukacita, bahagia dan bersambung sampai kekal. Hidup suci itu hidup bahagia dari Allah Luk 11:28 dan sukacita Yoh 4:14 mulai di dunia sampai kekal. Kalau di dunia sakit2an dosa, hidupnya rusak sampai kekal.

MAZ 90:12. MENGHITUNG DAN MENGATUR WAKTU.

Berapa modal kita?

  1. Orang berdosa, hanya punya 70-80 thn, lebihnya sia2 secara rohani. Seringkali habis umurnya untuk bergumul dengan penyakit atau cacat2nya. Kalau masih sehat, hendak pensiun menikmati sisa hidup yang masih ada. Bagi orang dunia nganggur, cari senang2 itu justru indah, kalau bisa mau menghisab kesukaan yang lebih banyak. Disini daging, iblis dan dunia bisa masuk dan makin merusakkannya dalam dosa 1Yoh 2:15-16. Yang sukses makin jemawa meskipun kekuatannya sangat terbatas, bahkan beberapa makin jahat.

Rata2 umur 20-50 tahun (atau 60) adalah umur yang produktif, meskipun ada yang bisa lebih sedikit. Orangtua perlu mendidik anak2nya memakai waktu baik2, sebab pola orangtua biasanya yang diturunkan, baik yang suka rileks, baik pekerja keras (seperti di beberapa negara maju) ataupun yang tabiatnya rusak oleh geng, narkoba, perzinaan, pembunuhan dll.

Orang yang hidup dalam dosa tidak akan dapat mengatur waktu untuk perkara2 kekal. Ini seperti musafir yang berjalan dalam kegelapan, tidak bisa lihat apa2 dan tidak tahu jalan, pasti sesat, kacau dan terhilang, contoh yang mencolok adalah Salomo yang bijaksana tetapi tersesat begitu jauh.

Pengaturan waktu yang efektif untuk orang dosa dan orang beriman itu berbeda sebab tujuannya lain, Surga atau dunia ini. Misalnya untuk orang dunia, berdoa itu pengangguran yang fanatik atau bodoh, lebih baik masuk internet atau tidur, sebab tujuannya berbeda.

  1. Orang beriman cara mengatur waktunya juga tidak sama, tergantung kejelasan tujuan hidupnya dan tingkat rohaninya. Perlu ada pembagian yang fana dan kekal, supaya jangan kaya di bumi tetapi miskin di Surga atau masuk neraka Mat 16:26, Luk 12:21. Kita tetap harus mengatur waktu untuk hidup sekuler, jasmani yang fana, bahkan ini makan waktu lebih banyak (90:10 – 70:30) tetapi tentang hati, dituntut Tuhan sepenuhnya Luk 10:27. Banyak hal yang bisadilakukan orang2 beriman secara rutin, dengan secukupnya saja tetapi hatinya seperti orang yang tidak memakai dunia ini 1Kor 7:31. Misalnya sekolah, kerja dll dengan rajin, tetapi hatinya tetap rindu akan Tuhan.

Bukan berarti kerjanya tidak kreatif dan tidak ada kemajuan, justru sebaliknya sebab disertai dan diberkati Tuhan, tetapi hatinya tetap rindu yang kekal, tidak mau bercintakan uang, kemuliaan dan kebesaran dunia dll yang fana. Mungkin? Kerinduan akan Tuhan itu ber-tingkat2 dan itu semua tergantung dari tingkat rohaninya masing2. Bahkan dalam pekerjaannya terjadi beberapamujizat dan banyak kesaksian2 yang memuliakan nama Tuhan, tetapi tidak terikat segala perkara2 duniawi, tetap bisa berpada! Orang seperti ini sekalipun sukses di dunia, kalau dipanggil pelayanan full time, bisa menyerahkan diri dengan baik seperti John Sung dll. Justru orang yang gagal dalam dunia lalu menjadi full time, seringkali itu dari dirinya sendiri, untuk mengatasi kegagalan atau sebagai nafkah, biasanya bukan panggilan Tuhan.

Bagaimana kita bisa mengatur waktu kita baik2 sehingga kita berhasil dan perkara2 yang fana, tetapi juga mulai di Surga. Biasanya yang makan banyak waktu dan menjadi pergumulan dalam hati orang beriman adalah:

  1. Sekolah.
  2. Pekerjaan (uang, kedudukan, kemuliaan dll).
  3. Mengatur rumah tangga, termasuk juga mendirikan rumah tangga (mencari jodoh dari Tuhan, ini yang terbaik untuk nikah sampai ke akhir dan sampai masuk Surga. Jodoh yang betul dari Tuhan, pasti membuat rohani jauh lebih maju dan bahagia, sebab sama2 cinta Tuhan dan bisa menjadi 1, 1+1=1). Yang banyak menjadi problem adalah waktu dan hati habis diambil perkara2 yang fana sehingga jasmani dan rohani gagal.

Bagaimana caranya kita bisa melakukan pekerjaan2 yang besar dengan Tuhan dan hati kita tetap melekat pada Tuhan Maz 60:14 ?

  1. Kita harus lekat dengan Kristus seperti carang pada pokok Yoh 15:5, 1Kor 6:17. Kalau sudah lekat, pasti indah seperti Nuh yang berjalan dengan Allah, maka ia bisa melakukan pekerjaan yang besar2 Kej 6:9. Kalau belum, harus betul2 bertobat dan dipulihkan, supaya bisalekat dengan Tuhan untuk melakukan pekerjaan2 yang besar dengan Tuhan. Jangan lupa dengan Tuhan kita mengerjakan pekerjaan2 yang besar2, tetapi semua itu dari, oleh dan untuk Tuhan Rom 11:36. Peran kita harus ada tetapi yang menentukan kemenangan itu adalah Tuhan yang Maha besar 2Sam 23:10,12, Ams 21:31, 1Kor 15:57. Waktu Daud perang dengan Goliat, ia bukan tandingannya, sehingga Goliat marah sebab merasa terhina berperang dengan anak kecil membawa tongkat dan ali2 (1Sam 17). Tetapi Daud menang. Kalau kita bergumul atau berperang ber-sama2 dengan Tuhan, Tuhan sanggup menolong kita. Asal kita taat dipimpin Roh, maka Tuhan yang bekerja. Untuk mengalahkan Goliat, kita tidak harus setara atau lebih besar dari Goliat, sebab Tuhan yang berperang dengan kita, Dia jauh, jauh lebih besar dari Goliat sehingga sekalipun Daud jauh lebih kecil dan lemah, tetapi ia menang sebab semua itu diperoleh, dari dan untuk Tuhan.2. Kita harus mempunyai kemampuan untuk menerima segala kelimpahan dan kebesaran berkat dan sukses yang akan Tuhan berikan kepada kita. Jangan sampai sesudah jadi sukses, besar, kaya, terhormat dll lalu jadi sombong, limpah dengan dosa, penuh dengan keduniawian dll. Ini tidak berkenan pada Tuhan Ams 30:8. Kalau kita sanggup menerima segala kebesaran yang fana, maka Tuhan akan dengan mudah menambahi terus, sesuai dengan kemampuan kita untuk menerima dan untuk memakainya, untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Kesukaan dan kepuasan kita bukan dari sukses duniawi, tetapi dari hidup yang berkenan pada Tuhan. Sekalipun Yusuf mula2 budak dan orang asing, tidak sulit bagi Tuhan mengangkatnya menjadi tertinggi di Mesir. Dan Yusuf bisa tetap rendah hati danmemakainya untuk melakukan rencana Allah, membuat keluarga Yacob menjadi bangsa yang besar.Memang Yusuf harus “disekolahkan” atau diolah lebih dahulu dan sebab hatinya cinta Tuhan, ia lulus dalam pengolahan dan bisa jadi besar dalam perkara2 yang fana, tetapi hatinya tetap cinta Tuhan se-penuh2nya; ia menjadikaya dan mulia dalam yang kekal. Sebab itu Yusuf, Daud, Daniel, Ayub dll dengan mudah dibesarkan oleh Tuhan, tetapi hati mereka tetap penuh dengan Tuhan. Sebab itu Ayub yang bangkrut total bisa jadi dua kali lebih dari semula yaitu paling besar di Uz.
  2. Dahulukan kerajaan Surga dan hidup benar, supaya jangan sampai jatuh oleh kelimpahan perkara2 dunia Mat 16:26. Orang yang cinta Tuhan, lekat dengan Kristus, bisa berpada baik waktu miskin atau kaya, di bawah atau di atas tetap cinta dan lekat pada Tuhan.

HATI YANG BERBUDI UNTUK BISA MENGATUR WAKTU DENGAN BAIK.

  1. Setiap hari. Baik dalam hal yang fana dan yang kekal lebih baik kita bagi dalam 3 golongan, yaitu:
  2. Hal2 yang mutlak, wajib, harus.
  3. Hal2 yang penting.
  4. Tambahan.

Kita harus memberi waktu untuk yang mutlak atau yang wajib, baik yang fana dan yang kekal. Biasanya ini rutin, kecuali ada bencana atau malapetaka. (Jangan lupa pembagian waktu dan hati itu biasanya berbeda! Luk 10:27). Ada orang yang cekatan, ada yang lamban dan sulit mengambil keputusan. Biasakan ber-tanya2 pada Tuhan 1Taw 16:11 dan sesudah yakin, jangan takut melakukannya, baik jasmani dan rohani. Konsultasi pada ahli jasmani dan rohani (gembala, pemimpin, orang2 yang dipimpin Roh), boleh dipakai, sebab Tuhan juga bisa berbicara langsung atau lewat orang atau peristiwa2. Lebih2 dalam persekutuan tubuh Kristus, kita berdoa dan menanggung bersama. 1Kor 12:25-26. Tentu semua dengan kasih dan hati yang tulus, suci di hadapan Allah.

Semua orang beriman harus belajar bisa mendengar suara Roh Mrk 4:23. Ini tidak sulit, asal kita mau taat, pasti Tuhan memberikan suaraNya. Keledaipun bisa mendengar Bil 22:23-24. Bahkan semua Gereja, termasuk Gereja yang bobrok, juga disuruh Tuhan mendengar suara Roh Wah 2:7. Orang yang mau berubah, bertobat apalagi yang tetap memelihara hubungan baik dengan Tuhan, pasti bisa mendengar suara dan pimpinan Tuhan, baik untuk hidup yang fana dan yang kekal. Latihlah untuk mendengar suara Tuhan dalam hal2 yang kecil (lebih mudah untuk fase belajar), sebab kalau kita mahir dalam hal2 yang kecil, kita juga akan mahir dalam hal2 yang besar, sebab secara rohani itu prinsipnya sama Luk 16:10. Misalnya waktu kehilangan barang kecil, sakit, bingung, tidak tahu harus beruat apa, bersaksi dll. Hampir setiap hari selalu ada problem kecil2 kadang2 juga problem besar. Pakai setiap kesempatan, tetapi jangan lupa syarat2nya untuk dapat melakukan pekerjaan2 besar (dan kecil) adalah hidup dengan Tuhan Maz 60:14, Rom 11:36. Dosa memutuskan hubungan dengan Allah Yes 59:2. Daud mengerti bahwa perang melawan singa atau Goliat itu prinsipnya saja, yaitu dengan Tuhan 1Sam 17:34-36. Sebab itu dalam hal2 kecilpun selalu berharap pada Tuhan dan setia untuk latihan dan terus berjalan dengan Tuhan.

  1. Proyek besar. Juga dalam hal2 yang fana kita mengerjakannya dengan Tuhan, sehingga hasilya indah, nama Tuhan dipermuliakan dan hati tetap cinta Tuhan bukan orang sukses duniawi yang fana. Baik mencari pekerjaan, pindah rumah, sekolah, jodoh dll, harap Tuhan dan atur waktu baik2 sesuai pimpinan Tuhan. Pimpinan Roh Kudus itu adalah cara ilahi! Zaman sekarang cara digital itu adalah cara yang tiada taranya. Tetapi cara ilahi ada di atas semuanya bahkan maha tinggi. Jangan lupa Roh Kudus itu Allah yang maha kuasa, maha tahu, maka besar dan cinta kita. Jangan ragu2. Terus berdoa dalam Roh dan kebenaran. Ini lebih dari cukup untuk semua problem kita, sebab itu latih baik2 dalam menghadapi problem kecil besar, fana atau kekal, asal hati kita tetap penuh untuk Tuhan siap untuk kekekalan! Memiliki perlengkapan ilahi itu luar biasa. Jangan di-sia2kan, hasilnya sangat besar, asal kita tetap rendah hati dan lekat dengan Tuhan! Minta hikmat Tuhan untuk bisa mengatur waktu dengan baik dan kuasa Allah untuk menghadapi orang2 (baik dan jahat, orang dunia dan orang beriman, atau peristiwa2) 1Kor 2:4. Kita harus mengambil keputusan yang betul dan mengatur waktu kita baik2.
  2. Perkara2 yang akan datang. Kita harus mengatur waktu untuk hal2 besar yang akan datang. Misalnya kedatangan Tuhan II lebih besar dari I. Darimana kita tahu yang akan datang? Dari Firman Tuhan dan Roh Kudus. Bukan untuk dagang atau hal2 jasmani, itu seperti fungsi dukun yang menyeret manusia dalam kebinasaan. Dari Firman Tuhan kita punya pengertian yang paling tepat! Ilmu manusia sangat terbatas, esok saja tidak tahu dan sekalipun sudah direncanakan belum tentu jadi apalagi kalau tergantung orang lain, cuaca, sikon dll. Hal2 apa yang akan datang yang harus kita perhatikan. Secara jasmani (misalnya sekolah untuk masa depan, menabung, buat hubungan baik dll), yang netral tidak salah (tetapi jangan sampai timbul dosa atau hubungan dengan setan).

Ada 2 pokok yang akan datang yang harus kita perhatikan dan mengatur waktu kita baik2, yaitu:

  1. Ams 4:12. Kedatangan Tuhan secara pribadi, mati. Se-waktu2 bisa terjadi, jangan diremehkan. Orang yang meremehkannya itu biasanya disebabkan karena dosa dan keinginannya yang tidak dibuang. Ada yang cinta dosa/ dunia dan tidak mau bertobat, seringkali terlambat dan binasa atau mungkin seperti menerusi api 2Ko 3:15.
  2. Kedatangan Tuhan II. Yang harus diperhatikan adalah 2 titik waktu yaitu a. Sekarang, kita sudah harus bersedia sebab kita tidak tahu Mat 24:42,44, Luk 21:34-36. Jangan tunggu hari kedatangan Tuhan baru bersedia, atau sebelumnya. Orang yang hidup dalam dosa tidak akan percaya meskipun sudah masuk Minggu ke-70 Daniel Mat 25:48. Dosa membuat mata rohani buta dan tidak bisa percaya kedatangan Tuhan bahkan jadi undur dan binasa.
  3. Permulaan Minggu ke-70 Daniel. Ini saat paling penting dari hari2 akhir zaman, sebab kalau kita masuk hari ini dengan siap, semua yang lain “dengan sendiri” jadi indah bagi orang2 yang berkenan pada Tuhan. Jangan bersedia pada hari pengangkatan, atau untuk perang zaman Antikris, Harmagedon, Kerajaan 1000 tahun, kiamat dll, sudah terlambat. Pada saat satu Gereja akan menapai efisiensi penuh seperti Putra manusia Yesus, sehingga dalam 3,5 tahun semua genap dan sempurna lewat ujian akhir, baptisan api yang dahsyat itu. Kita tidak tahu bila ini terjadi, kita harus sudah siap sekarang seperti Putra manusia Yesus waktu masuk 3,5 tahun terakhir itu, hidupNya berkenan pada Allah Bapa Mat 3:17 dan dipimpin Roh tumbuh sangat cepat menjadi sempurna dan semua tugasNya selesai. Ini puncak efisiensi Gereja berjalan dalam Roh seperti Kristus.

Kalau pada hari ini kita masih hidup dalam keadaan berkenan pada Tuhan (yaitu golongan yang makin suci dalam Wah 22:11), maka dengan kondisi tubuh yang bagaimanapun kita akan sehat penuh dan tidak akan mati 1Kor 15:51, bahkan ada yang menjadi sempurna. Umur juga tidak menjadi problem, tetap sehat 3,5 tahun lagi dan berubah jadi tubuh kemuliaan.

Kita harus mengatur waktu kita baik2 supaya hari ini rohani kita baik, berkenan pada Tuhan, sehingga se-waktu2 hari itu datang, kita sudah siap, sehingga boleh masuk golongan 1Kor 15:51. Jangan me-nyia2kan waktu, tidak bersedia, akan menyesal dan terlambat.