M3997 – 2Raja 15:1-7. (Uzia) Jatuh Karena Sombong.

2RAJ 15:1-4. PERMULAAN YANG BAIK, TETAPI SEDIKIT CACAT.

Uzia naik raja umur 16 tahun, sangat muda, tetapi hidupnya benar di hadapan Allah seperti bapaknya, tetapi tidak seperti Daud yang jauh lebih baik, yang setia sampai akhir 2Raj 14:3.

Raja Uzia melejit naik daun begitu cepat dan begitu masyur, di dalam negeri dan di luar negeri (Filistin, Arab, Ammon, bahkan sampai di Mesir) 2Taw 25:5-8. Uzia sungguh2 beribadah dan tidak menyembah berhala (2Taw 26:5). Ia memerintah dalam waktu yang panjing (52 tahun). Dapat dikatakan bahwa Uziaseorang raja yang bagus, berkemenangan, masyur, tetapi berakhir sangat tragis, dihukum Allah dengan kusta, lalu langsung dicopot dari tahtanya, ditaruh dalam rumah pengasingan sampai mati. Dahsyat! Dari tingkat yang sangat tinggi (sebab diangkat Tuhan), jatuh sangat dalam dan mengenaskan, suatu akhir yang sangat tragis.

Kejatuhan yang sangat dalam itu sudah tampak dari tanda2 permulaan yang diabaikan yaitu panggung2, sebab dianggap tidak apa2, sudah biasa dari dahulu dan tidak apa2!

Uzia membiarkan segala panggung2 itu bertentangan dengan Firman Tuhan 1Raj 22:44, sebab sudah jadi kebiasaan, trend yang salah ini dibiarkan. Trend2 yang salah ini sering terjadi dalam umat Tuhan. Contoh ular tembaga Musa, itu dipelihara, bahkan “disembah” (Nehustan). Dari Musa sampai Hizkia, tradisi yang salah ini baru dihancurkan oleh Hizkia, juga segala panggung, patung, hutan2 yang lain. Ini berlangsung dalamwaktu yang lama, bahkan melewati zaman Daud dll. Mungkin waktu Daud barang ini hanya disimpan, tidak “keluar”, tidak disembah sebab Daud pasti tidak setuju dengan hal2 seperti ini. Mungkin waktu Salomo mulai disembah, sebab Salomo jatuh dalam penyembahan banyak berhala 1Raj 11:3-9. Ular tembaga ini mula2 menjadi suatu kebiasaan yang jelek, salah dan jahat. Tetapi lama2 tampaknya hal ini sudah biasa danditerima semua raja2 Yehuda sampai dibongkar dan dihancurkan dalam zaman raja Hizkia. Juga panggung2 ini sudah jadi biasa dan dibiarkan oleh Uzia, tetapi ini permulaannya dari kehancurannya.

Uzia jatuh karena dosa sombong 2Taw 26:16. Segala kebesaran dan kemuliaan Uzia yang mula2 diberi Tuhan (2Taw 26:7-8) semua hancurmenjadi sebaliknya yaitu siksaan bahkan hukuman yang dahsyat (2Raj 15:5).

Sadar atau tidak, akibat dosa ini dahsyat

Ini tanda khas dosa sombong seperti Lucifer yang mula2 naik sangat tinggi, lalu dihempaskan sangat dalam dan tidak bisa bangun kembali, sebab tidak mau dan tidak bisa bertobat lagi. Begitu Uzia sesudah menjadi kusta. Mengapa ia tidak bertobat seperti Miryam yang kasusnya hampir sama dengan Uzia sebab sombong, lalu pada puncak kesombongannya, tiba2 dihukum Tuhan menjadi kusta. Tetapi Miryam bertobat dan diisoler hanya 1 minggu, lalu sembuh lagi, luar biasa. Bil 12:7-9 (15). Uzia ini punya pengalaman dengan Tuhan lebih manis dan lebih lama dari Miryam. Kalau ia minta ampun, baik langsung waktu berhadapan dengan Imam Azarya, yang menegurnya atau dalam waktu ber-tahun2 dalam pengasingan, selama masih hidup, Tuhan bisa memberi pengampunan. (Ingat nabi Yunus sudah 99% pasti mati, masih bisa mendapat pengampunan dan “bangkit” kembali dari kematiannya!). Mengapa Uzia tidak sedemikian? Sebab kesombongan itu sudah menguasainya sehingga ia tidak bisa dan tidak mau lagi minta ampun dan tidak ada kesembuhan, padahal Tuhan 100% sanggup menyembuhkan! Bukan Tuhan yang jengkel dan tidak mau menyembuhkan, tetapi Uzia yang jengkel dan tidak lagi mau dan tidak bisa merendahkan diri untuk minta ampun pada Azarya dan pada Tuhan seperti Harun dan Miryam yang bisa minta ampun pada adik (yang dikecilkan ini) dan Tuhan. Uzia terpuruk, hancur dan tidak bisa bangun kembali bukan sebab Tuhan tidak punya pengampunan dan kemurahan atau kuasa kesembuhan, tetapi sebab Uzia tetap dalam kesombongannyayang tidak bisa mengalahkan ikatan dan cengkraman dosa kesombongannya yang sudah merasuknya habis2an. Ia tidak bisa mengalahkan kejengkelan, marah, benci dll karena dicengkeram kesombongannya! (Ia juga pasti tahu dan ingat kesembuhan Naaman orang kafir yang disembuhkan Tuhan dari kustanya).

Jangan sombong, jatuhnya dalam sekali dan seringkali tidak bisa bangun kembali Ams 16:18; 18:12; 29:23; 11:2, Mat 23:12, Luk 18:14 dll. Nebukadnezar yang dihukum menjadi seperi binatang, lebih rendah lagi, tetapi sebab bertobat (apalagi ia orang kafir Luk 12:48), maka dengan ajaib “binatang” ini dikembalikan lagi pada tahta tempat kejatuhannya.

Ada banyak pelajaran untuk Uzia, tetapi sayang ia tidak bisa dan tidak mau bertobat, sehingga ia menanggung hukuman sampai mati!

Pada permulaan ini tanda2 kejatuhan itu sudah mulai tampak, yaitu tidak mau mendengar suara Roh atau nasehat orang lain untuk membuang panggung2 ini. Memang orang sombong sulit dinasehati, sulit untuk tunduk pada nasehat orang lain. Kesombongan ini, mula2 bisa timbul tenggelam, bisa juga merambat pelan2.

Kita harus mengerti trik2, siasat dan tanda2nya sertabahaya kesombongan dan membuangnya sejak permulaan mau muncul! Caranya?

  1. Kita harus tahu, insyaf dan bisa mengakui dengan segenap hati bahwa semua ini dari Tuhan 1Kor 4:7. Betul Uzia itu lincah, penuh kreasi, berani, menang dalam pertempuran dll, tetapi ia harus sadar, insyaf bahwa semua itu dari Tuhan dan mengembalikan semua hormat dan kepujian yang didapatnya, kembali kepada Tuhan Yes 42:8, 1Kor 15:10, 2Kor 4:7. Kalau tidak bisa mengerti hal ini seperti orang2 berdosa pada umumnya, maka orang itu akan mudah menjadi sombong dalam hati dan akhirnya dalam perbuatan.
  2. Peperangan itu mulai dari dalam hati, sebab itu semua dosa harus dicegah dari sini dan kalau toh muncul dalam hati, segera dibereskan disini, jangan tunggu sampai muncul di muka orang sehingga harus mengakui dan membereskan kesalahannya di hadapan orang itu atau menunggu dalam penderitaan karena hukuman, dan baru kemudian bertobat; Ini lebih sakit dan lebih banyak kerusakannya yang harus ditanggung seperti Yunus, Miryam, Manasye 2Taw 33:22-23 dll.
  3. Salah kaprah, yaitu panggung2, ini meniru orang kafir, Tuhan tidak pernah menyuruh atau mengizinkannya. Putranya Yotam juga tidak membuang panggung2 ini, meskipun masih sungguh2 beribadah, tetapi cucu Uzia yaitu Achaz 2Raj 16:4, jadi betul2 persekutuan berhala yangjahat, seperti orang Israel 2Raj 16:3. Sebab itu kita harus mengenali baik2, hal2 yang salah meskipun “diterima” oleh banyak pemimpin dan umat Tuhan (karena punya alasan) dan akhirnya menjerat dan menghancurkannya. Salah kaprah ini harus dikenali harus mau merendahkan diri untuk menerima nasehat atau saran2 yang betul, lalu dibuang sebelum menghancurkan umat Tuhan itu sendiri. Kalau iblis tidak bisa menghancurkan umat Tuhan langsung, ia berjalan pelan2 lewat salah kaprah di dalam umat Tuhan.

Kita harus mengenali semua salah kaprah ini dan membuangnya. Minta peneguhan dari Firman Tuhan dan Roh Kudus dan buang semua trend, tradisi, cara2 duniawi yang salah, kecuali yang netral, masih bisa dipakai.

Jangan meneruskan tradisi yang salah yang melawan Firman Tuhan. Uzia membuat batu sandungan bagi orang lain, turunannya (yang ada dari dahulu), sehingga ia sendiri jatuh (sebab sombong), cucunya jatuh dan hancur disini. Bahkan Uzia sendiri jatuh pada saat melambung tinggi dan tidak bangun lagi!

  1. Orang yang tetap rendah hati, seperti Putra manusia Yesus Mat 11:29, akan diangkat tinggi seperti Musa, Yusuf, Daud dll, mereka tidak jatuh sehingga dalam kebesarannya, bisa dipakai Tuhan lebih banyakuntuk perkara2 yang lebih besar. Yusuf seorang diridipakai Tuhan untuk membuat keluarga Yacob menjadi bangsa yang besar dan sampai terakhir Yusuf tidak jatuh, lulus dan menjadi indah, di kubur di negeri Perjanjian (dan mungkin bangkit waktu Golgota)!

Dalam zaman ini juga ada banyak “salah kaprah” di dalam umat Tuhan, sebab itu kita harus tahu dan saling menemukan dan membersihkannya se-bisa2nya, supaya jangan kita atau orang lain dan orang2 yang akan datang jatuh dalam jerat2 dari iblis. Kita harus hidup benar dalam semua segi hidup, misalnya nikah, keluarga, pekerjaan, pergaulan, ibadah, pelayanan dll, sebab di mana saja trend atau tradisi yang salah itu bisa disisipkan (dengan halus) oleh iblis, apalagi kalau itu sudah menjadi kebiasaan yang sudah biasa dipakai oleh orang Kristen atau Gereja2, itu bukan jaminan bahwa itu betul dan aman. Mulai dari Yusak sampai Hizkia berhala Nehustan itu tersembunyi, tetapi terus dipakai, juga panggung2 itu, tahu2 cucu Uzia dan banyak orang lain jatuh dan celaka.

2RAJ 15:5-7. AKHIR YANG PAHIT.

Ini bagian II dari hidup Uzia yang sangat pahit. Kelihatannya tidak ada orang yang menyangka nasibnya begini jelek, tiba2, tanpa persiapan atau pemikiran, tahu2 Yotam diangkat menjadi raja dengan mendadak, sebab Uzia jadi kusta dan langsung dibuang dalam pengasingan. Pasti timbul banyak problem waktu Uzia dipaksa, apalagi sebab sombong, akan timbul banyak keributan.

Semua dosa membuat banyak ribut dan suasana neraka, lebih2 dosa sombong, sebab semua dosa menuju maut Rom 6:23.

Ini dosa iblis, Lucifer Yes 14:11-16 (13-15). Ia akan terus menyerang umat Tuhan, antara lain:

  1. Dosa sombong ini sudah begitu “umum” dalam manusia, sedikit banyak selalu ada, sehingga ada yang menyebutnya dosa se-hari2. Jangan tertipu oleh pendapat yang salah, kita tidak mau berdosa, juga sombong, tetapi memelihara diri dalam kesucian.
  2. Tantangan seumur hidup. Kalau menang melawan dosa sombong, itu belum berarti finish, sebab iamasih akan datang lagi, bisa terus muncul ber-ulang2, hadapi tantangan2nya sampai mati atau sampaimenjadi sempurna, baru berhenti tantangan2 dari dosa sombong ini. Ber-jaga2lah selalu seumur hidup, diam2 atau tiba2 bisa muncul lagi (tentu juga terhadap dosa2 lainnya juga).
  3. Dalam dunia, kalau sukses, sombong “secukupnya” masih bisa diterima, semua maklum. Tetapi orang gagal dan hina, kalau sombong, orang melihat saja jadi sakit hati. Di hadapan Tuhan lain, siapa saja yang sombong, Tuhan tidak berkenan, apalagi yang sukses, justru banyak orang beriman menjadi sombong waktu sukses dan nasibnya berubah sama sekali seperti Uzia!
  4. Juga sombong dalam hatipun Tuhan tidak berkenan, misalnya Luk 18:11-14. Orang Parisi ini hanya sombong dalam hati, Tuhan tidak berkenan, berkatnya dicabut habis dan direndahkan. Sebab itu jangan ikut2 cara dunia tetapi pakai Firman Tuhan dan dipimpin Roh, tetap rendah hati bukan sombong, mulai dari hati, juga waktu sukses dan kapanpun, jangan ada dosa (sombong) sejak dari dalam hati.
  5. Sombong kecil di dunia tidak dihitung, sebab semua orang punya rasa sombong, semuabisa tersinggung, tetapi ini benih ular, kalau dibiarkan akan menetas menjadi ular besar dan celaka sehingga runtuh seperti Uzia Mat 23:33.
  6. Semua dosa itu akan tumbuh terus, sebab manusia itu daging jua Maz 78:39 (juga orang lahir baru, manusia batiniah sudah jadi baru tetapi manusia lahir itu masih daging jua, menunggu tebus tubuh Rom 8:23. Kalau manusia lahiriah tidak disangkali terus, maka muncul lagi perbuatan2 daging.

Jalannya daging itu menurun (Yoh 3:19) tanpa “bensin dan motor” bisa melaju cepat sampai masuk Neraka! Sebab itu jangan mulai berbuat dosa apapun, nanti tumbuh terus. Justru kalau hidup suci itu seperti jalan naik, harus pikul salib, harus ada “bensin doa” motor lahir baru harus dijalankan terus, baru bisa naik, memang itu bertentangan dengan daging Gal 5:17.

  1. Orang sombong yang jatuh itu sulit bangun, sebab sombong itu melahirkan banyak dosa lain seperti malu mengakui dosa atau kesalahannya, iri, benci, tidak mau direndahkan, tetap ingin puji, keras hati dll sehingga tidak mau mengakui dosanya, ini berarti keras hati, sehingga dosanyatidak dibereskan, tetap celaka seperti Uzia, lain dari Miryam.
  2. Grafik hidup bagian I dan II, dari tingkat yang paling tinggi turun paling rendah, seperti Lucifer dan Uzia, begitu bertengangan. Nuh juga merosot, tetapi tidak terlalu dalam, sebab mabuk anggur (duniawi); perubahan yang terbanyak dan drastis disebabkan karena sombong atau campuran.
  3. Terus berjalan dalam Roh dan terang Firman Tuhan. Maz 119:105. Supaya bisa membedakan dan tidak tertipu iblis dan daging, lebih2 pada waktu permulaan dosa dalam pikiran! Kalau kita mau taat dipimpin Roh, Roh Kudus akan selalu mengingatkan semua kemungkinan2 dosa supaya jangan jadi dosa, ini disucikan oleh Roh 1Pet 1:2 yang terus bicara, dengarlah Mar 4:23.

Juga ayat2 Firman Tuhan menerangi jalan kita Maz 119:105.

Juga kita semua perlu saling menasehati Mat 7:2-5, Kol 3:16, Pil 2:1-3.

Orang sombong susah dinasehati, langsung tersinggung, bisa marah, mogok dll. Kalau ada telur ular langsung dibunuh, jangan ditetaskan, nanti kena dan masuk dalam perangkapnya dan celaka seperti Uzia!

  1. Manifestasi dosa sombong itu ber-macam2, kalau kita mengerti, kita bisa mengenalinya lebih tepat. Misalnya:
  2. Sikap, kata2 dan tindakan kasar. Orang yang rendah hati seperti Putra manusia Yesus itu lemah lembut Mat 11:29. Jangan bangga karena dikenal kasar, ketus, ceplas ceplos, harus punya rem lidah dan kalau rendah hati biasanya lebih mudah jadi lemah lembut. Orang yang bisa merendahkan diri, bisa lulus ujian penghinaan tidak tersinggung dan bisa tetap lemah lembut.
  3. Iri, lebih2 pada saingan dan orang yang sukses, misalnya Saul pada Daud, sangat iri sampai “membunuhnya”.
  4. Macam2 perbuatan jahat seperti Absalom yang ingin puji dan mau merampas tahta bapaknya, ia mengambil hati orang banyak, kalau perlu menfitnah, menghancurkan rumah tangga bapaknya, bahkan mau membunuhnya dll.

Biasanya Roh Kudus menunjukkan siasat iblis dengan ber-macam2 cara seperti ini, supaya kita tahu dan lepas dari jerat iblis dan bisa menolong dan membebaskan orang lain yang kena.

ORANG SOMBONG RUGI BESAR DAN KEKAL.

Ada banyak contoh dalam Alkitab dan dalam hidup se-hari2, juga kita sendiri mungkin punya pengalaman sombong lalu direndahkan, itu cukup (atau sangat) pahit, bisa menjadi pelajaran supaya jangan sampai sombong lagi.

Uzia yang sudah naik begitu tinggi jasmani dan rohani akhirnya terjerumus (anjlog) begitu banyak, sangat mengerikan dan celaka; lebih dahsyat lagi, Uzia tidak bisa bangun dari kejatuhannya!

Semua orang sombong akan mengalami nasib yang  sama, dahsyatnya tergantung kesombongan dan keras hati masing2.

Jangan tertipu oleh gurihnya dipuji, sebab semua orang senang dipuji (dan sakit hatinya kalau dihina dan direndahkan). Sebab itu kalau tidak ber-jaga2 (sebaiknya selalu dipimpin Roh) akan mudah hanyut bahkan ada yang mabuk masuk dalam jerat iblis sehingga jadi sombong dan dihempaskan dan hancur!

Menasehati orang sombong itu sulit, banyak yang tidak berani, sebab orangnya mudahtersinggung, marah dan bisa membalas! Sebab itu perlu keberanian (kuasa Allah) dan hikmat Allah dan berdoa untuk menolong saudara2 yang masuk lubang celaka ini.

Jangan lupa tantangan2 sombong itu ada terus seumur hidup, lebih2 kalau sudah sukses apalagi sukses besar Ef 6:13.

Kalau kita ber-megah2 di hadapan Tuhan 1Kor 1:31, itu legal, resmi sebab kita mengakui semua daripadaNya dan penuh syukur 1Kor 15:10, sebab semua berasal dari Dia dan kita mengakui di hadapanNya. Dan kita harus tahu berapa banyak karunia2 yang sudah diberikan lalu kita jalankan baik2 Rom 12:3, Mat 25:16-18, jangan ditanam seperti hamba yang malas danjahat, sebab berkata semua ini berasal dari saya sendiri, Engkau tidak memberi apa2. Ini sombong, tidak marah bahwa semua dari Tuhan.Jangan lupa Yoh 3:30, jangan angkat diri sendiri, jangan harapkan kepujian, kalau toh ada kepujian, jangan dinikmati “gurihnya”, nanti lupa daratan dan jatuh. Kembalikan segala puji bagi Yang berhak, yaitu kekasih kita Tuhan Yesus Kristus Yes 42:8. Kalau Tuhan Yesus kita tinggikan maka semua orang akan datang pada Tuhan, Tuhan makin dipermuliakan dan kita akan bersukacita dan diangkat Tuhan tetapi tetaplah rendah hati Yoh 12:32.

Nyanyian:

Yoh 3:30; 12:32.