M3996 – Matius 21:43. Perkara Yang Besar (Kesempatan Memenangkan Jiwa).

PERKARA BESAR.

Semua orang beriman dapat kesempatan menyelamatkan jiwa2 kalau mau (dengan cara yang sederhana) dan inilah perkara yang besar!  Banyak orang Kristen mengerti tentang memenangkan jiwa, tetapi tidak melakukannya, hanya tahu dan jadi penonton, tidak melaksanakan. Apa artinya memenangkan jiwa? Ini suatu perkara besar yang luar biasa. Contoh dalam dunia perkara besar misalnya: Jadi juara, cumlaude, jadi kaya, terpilih menjadi gubernur, dapat gelar dll. Contoh lain, emas itu selalu menarik perhatian sebab harga dan nilainya tinggi, lain dari pasir atau kerikil yang jauh lebih murah. Begitulah menangkan jiwa itu jauh lebih besar dari emas, tetapi banyak orang beriman menganggapnya seperti kerikil atau tanah sehingga hanya tahu dan tidak ada perhatian. Apa sebetulnya memenangkan jiwa itu?

Mengapa banyak orang Kristen kurang peduli dan tidak tertarik? Sebab kurang mengerti, mata rohaninya kabur. Seharusnya kalau kita sedikit mengerti tentang memenangkan jiwa, kita akan ada perhatian yang cukup dan mau mengerjakannya, sebab ini lebih dari emas di hadapan Allah! Kalau kita kehilangan 1 cincin emas, seluruh keluarga perhatian. Tetapi kalau kehilangan 1 kaleng pasir, tidak ada yang sungguh2 peduli!Begitulah memenangkan jiwa untuk orang yang mengerti nilainya, adalah perkara besar dan kekal, tetapi yang tidak mengerti, tidak ada perhatian, tidak menarik.

APA ARTINYA MEMENANGKAN JIWA.

  1. Berkenan pada Tuhan. Tuhan mengasihi isi dunia Yoh 3:16, tidak ingin seorangpun binasa 2Pet 3:9, sehingga Allah mengorbankan PutraNya yang tunggal menjadi korban untuk manusia. Putra manusia Yesus dilahirkan untuk dianiaya sampai mati, untuk menanggung dosa manusia dan itu sudah dikerjakan. Menyelamatkan jiwa adalah perkara yang sangat besar bagi Tuhan, itu satu2nya proyek Allah di dunia ini. Orang yang mau memperkenankan Tuhan akan penuh perhatian dan akan sungguh2 mau mengerjakan hal ini. Kadang2 kita tidak suka melakukan hal A, tetapi sebab hendak memperkenankan seseorang, yang sangat suka melakukan hal A, maka kita melakukan hal A itu juga dengan penuh gairah dan sungguh2. Begitu juga orang yang ingin memperkenankan Tuhan akan berusaha sungguh2 untuk memenangkan jiwa, sebab ini sangat disukai Tuhan Kol 1:10. Apalagi kita tahu Allah itu maha tahu, pasti kesukaanNya itu perkara besar dan berfaedah.Kalau hidup kita memperkenankan Tuhan, itu hidup yang paling indah dan paling untung, luar biasa!
  2. Belas kasihan Mat 9:13. Banyak orang punya belas kasihan kalau melihat penderitaan jasmani yang dahsyat dan bersedia menolong dan berkorban. Ini baik. Kalau seorang bisa mengerti dan bisa melihat dengan iman, anaknya atau orangtuanya yang belum percaya Tuhan Yesus akan meng-gelepar2 dan menderita amat sangat dalam Neraka yang kekal, maka akan mudah timbul belas kasihan bagi orang2 yang dicintainya itu dan ia mau menginjilinya untuk menyelamatkannya Wah 14:13, Luk 15:24. Orang2 beriman tidak ada belas kasihan karena tidak mengerti atau tidak mau peduli. Padahal untuk menolong menyelamatkan orang dari Neraka itu relatif sangat mudah, lebih mudah daripada menyembuhkan penyakit. Seorang yang matanya celik dan mengerti tentang perkara2 yang akan datang (Surga Neraka) akan bangkit dari kemalasannya dan sangat bergairah untuk pergi ke Surga Kej 49:14 dan juga baginya tidak sulit untuk bergairah menolong menyelamatkan orang lain, apalagi kalau ia mencintainya (cinta tanpa pengertian tidak ada gairah atau usaha). Selamatkanlah dari sengsara Neraka kekal yang sungguh2 akan terjadi. Apalagi terhadap orangtua atau anak dan parakekasih kita. Orang yang percaya dan celik mata rohaninya,pasti akan bergairah untuk menyelamatkan orang lain, apalagi orang2 yang dicintainya. Orang rohani yang sudah mengerti dan yakin, tetapi tidak ada rasa belas kasihan sama sekali itu sangat kejam, apalagi kalau bisa menolong dengan mudah. Jangan jadi hamba yang jahat atau kejam, padahal sudah mengerti dan sudah tahu. Jangan kita ditipu iblis, sehingga mata rohani kita dibutakan.
  3. Yang paling besar dan yang paling berharga bagi Allah adalah jiwa2 yang selamat. Tuhan bisa menciptakan bumi dari emas, ber-juta2 bumi, tetapi itu tidak berarti bagi Tuhan. Tuhan sendirian tidak bisa menyelamatkan jiwa2. Jiwa2 yang selamat adalah hasil kerjasama Tuhan dan orang beriman,sebab manusia adalah mahluk bebas. Untuk percaya, taat dan cinta Tuhan itu adalah pilihan manusia itu sendiri. Sebab itu mendapat 1 jiwa yang selamat itu bagi Allah lebih sulit dan lebih berharga daripada menciptakan 1 bumi dari emas. Sebab cinta, maka menyelamatkan jiwa2 itu adalah perkara yang terbesar bagi Tuhan, lebih dari seisi dunia Mat 16:26. Betapa sukacitanya dan Tuhan sangat berkenan kalau kita mau ikut menyelamatkan jiwa2 dengan tulus dan segenap hati. Allah sangat menghargainya, lebih dari korban uang atau harta dll Mat 9:13. Jiwa2 yang kita persembahkan itu sangat dihargai Tuhan. Jangan pulang tangan kosong tanpa menyelamatkan jiwa2.

(Nyanyian: Bertemu Tuhan, apa klak ku bri).

  1. Jiwa2 yang kita menangkan menjadi mahkota kesukaan kita di hadapan Allah 1Tes 2:19. Mahkota ini hanya didapatkan dalam pelayanan di dunia, sesudah mati tidak bisa lagi. Ini sangat indah, mulia untuk kekal. Orang2 yang rohani dan mengerti kebenaran Firman Tuhan ini, seperti rasul Paulus, akan sangat suka mendapatkan mahkota ini, tetapi orang2 yang mata rohaninya buta, suka mahkota atau kemuliaan duniawi yang fana dan sementara, sebab mereka tidak mengerti, sehingga terus hanyamencari yang fana bukan yang kekal.
  2. Menangkan jiwa adalah kesukaan besar sekarang dan yang akan datang. Kalau ada 1 jiwa yang diselamatkan, Surga sangat bergembira dan pasti Tuhan menyalurkan kesukaan itu pada orang yang menyelamatkan jiwa baru itu, apalagi besok waktu masuk Surga, orang2 yang kita selamatkan akan sangat berterimakasih dengan tulus pada kita, kita akan sangat bersukacita dan bisa ber-megah2 dengan betul, bukan sombong, tetapi penuh syukur bisa ikut menyelamatkan jiwa2 itu dan sebab itu kita ditinggikan Tuhan. Ini lebih dari dapat gelar S3 atau direktur dll, dan ini untuk kekal. Kita akan betul2 merasakan sukacita dan nikmatnya di Surga, sebab memenangkan jiwa2. Kemegahan duniawi yang sportif dan jujur (misalnya karena prestasi, karena sukses dll) itu sudah menyenangkan, apalagi ini, di hadapan Tuhan Allah yang maha kuasa, kitaditinggikan dan untuk kekal bisa menikmatinya terus, sungguh sangat untung padahal cara memperoleh jiwa2 ini tidak terlalu sulit, hanya dengan tulus dan dengan pimpinan Roh Kudus, sudah bisa memenangkan jiwa.
  3. Ada orang2 tertentu yang dijanjikan Tuhan bagi kita, misalnya Kis 16:31. Orang2 seisi rumah itu semua tidak kebetulan menjadi satu keluarga; Tuhan tahu lebih dahulu bahwa orang2 ini akan mau percaya, tetapi tidak otomatis, kita harus berusaha menginjili dan menangkan mereka dengan sungguh2. Tanpa Tuhan kita tidak bisa memenangkan jiwa2 Yoh 15:5. Kita harus bekerjasama dengan Tuhan. Kita bisa ber-buah2 itu oleh Tuhan Yoh 15:16.
  4. Kehendak Allah untuk menyelamatkan jiwa2, inibukan program manusia Mrk 16:15-16, sebab Dia tidak ingin seorangpun binasa kalau bisa, tetapi sebab ini pilihan manusia, tidak semua mau percaya. Tuhan butuh kita, kita butuh Tuhan dan Tuhan yang membuat cara seperti ini. Ini kesempatan yang terhormat dari Tuhan bagi umat Tuhan!
  5. Perbedaan yang kecil di dunia, besar di Surga 1Yoh 3:2.

Dua penjahat yang di salib, tampaknya nasibnya lebih kurang sama, sama2 dihukum mati dengan salib, di sebelah kiri dan kanan Putra manusia Yesus. Keduanya tampaknya lebih kurang sama, tetapi ternyata berbeda sekali nasibnya Luk 23:39-43. Yang percaya Tuhan Yesus masuk Surga, yang tetap keras hati dalam dosanya masuk Neraka atau Tasik api, merekaterpisah begitu jauh dan untuk kekal. Di dunia bedanya kecil, tetapi sesudah mati, bedanya sangat besar, bahkan tidak terhingga!

Begitulah gandum dan lalang yang sama2 duduk di Gereja, satu kali  tidak lagi duduk bersama di Surga tetapi terpisah di Surga Neraka, kecuali lalang2 itubertobat.

Di dunia bedanya kecil, tetapi sesudah mati bedanya terlalu besar, tidak terhingga.

Orang2 yang selamat akan duduk ber-sama2 di Surga Mat 8:11. Jangan sampai ada yang undur, diharapkan yang tidak setia sesedikit mungkin. Ini jadi beban gembala dan pimpinan Yoh 17:12, Ibr 13:17.

Selamatkanlah lalang2 di dalam Gereja, di sebelah kita, supaya tidak terhilang untuk kekal.

  1. Pemberian terbesar yaitu keselamatan kekal 1Pet 1:9.Orangtua memberi semua yang dibutuhkan anak2nya, tetapi kalau tanpa keselamatan itu kosong dan sia2 Mat 16:26. Perhatikan keselamatan jiwa anak2, beri cukup waktu dan pelayanan sampai mereka betul2 lahir baru, selamat dan terpelihara rohaninya sampai ke akhir, sebab sukacita dan bahagia kekal di Surga itu adalah pemberian yang paling besar di dunia ini.

Juga membalas orangtua, atau orang yang kepadanya kita berterimakasih, berilah pemberian yang terbaik, yaitu keselamatan jiwanya. Satu kali di Surga mereka amat berterimakasih dengan tulus untuk kekal, karena kita memberi pemberian yang terbesar ini!

  1. Mempercepat kedatangan Tuhan 2Pet 3:12. Bisa mempercepat itu perkara yang luar biasa, perkara besar!Tiga angka kedatangan Tuhan menentukan kedatanganNya dan dengan menginjili serta memenangkan jiwanya, kita ikut andil dalam hal yang besar ini, yaitu mempercepat kedatangan Tuhan. Betapa indah kalau Tuhan Yesus datang tidak lama lagi, Surga itu hanya sukacita se-lama2nya, tidak ada dosa, kematian, penderitaan dan kesusahan, hanya sukacita yang indah dan kekal.
  2. Penjala jiwa. Mat 4:19. Murid2 baru ditobatkan, baru diselamatkan, langsung dijadikan penjala jiwa untuk menyelamatkan orang2 lain. Ini proyek satu2nya dan proyek maha besar dari Allah. Kalau kita ikut, itu pekerjaan besar dan upahnya juga besar. Tidak semua orang boleh duduk di DPR atau kabinet sebab ini perkara besar. Tetapi semua orang beriman yang mau, bahkan diharapkan Tuhan, justru ditaruh dalam jabatan yang paling besar, yaitu memenangkan jiwa2. Kalau mau semua bisa melakukannya (sebab Tuhan yang sesungguhnya melahirbarukan orang2 berdosa yang mau percaya) dan kita hanya memberitakan, tetapi dengan demikian kitamasuk dalam proyek besar yang heran dan mulia itu. Jangan ditipu iblis sehingga menolak panggilan ke dalam proyek Allah yang besar dan mulia ini!

III. ORANG BERIMAN YANG TIDAK MAU MEMENANGKAN JIWA.

  1. Ini orang beriman yang abnormal, ada yang salah, mungkin karena buta, tidak mengerti dan biasanya karena ada dosa atau ikatan2 dari iblis. Upah dosa adalah maut. Orang yang tetap hidup dalam osa, dosanya akan bertambah besar dan keselamatannya akan hilang kecuali bertobat kembali dan jadi normal di hadapan Tuhan.
  2. Tidak mau bekerja, tidak mau terbeban. Ini anak yang memberi malu, bukan anak yang berbudi Ams 10:5. Kalau ada cinta dan rasa tanggungjawab,dengan senang hati akan mau memikul beban yang mulia ini. Dahulu orang lain diberi beban untuk menyelamatkan kita, sekarang giliran kita. Tetapi orang yang tidak mau mengerjakan pekerjaan Bapa di Surga, tidak mau terbeban untukmemenangkan jiwa2, lebih2 yang ada di dalam “pancinya”, wai bagi orang2 ini 1Kor 9:6, akan celaka!
  3. Ini kemampuan yang disembunyikan dan akibatnya ia ditetapkan sebagai hamba yang jahat dan malas Mat 25:25-30. Tuhan memberi kemampuan untuk bisa memenangkan jiwa, sebab kita hanya menabur; kalau mau taat pasti bisa! Tuhan yang menumbuhkan 1Kor 3:6. Hamba yang jahat dan malas ini akan binasa dalam neraka kekal.

Setiap orang yang mau, sekalipun belum sempurna, bahkan masih baru sudah bisa memenangkan jiwa, seperti perempuan Samaria yang baru bertobat berhasil menyelamatkan seluruh kota Samaria Yoh 4:39. Jangan kemampuan ini (atau lebih tepat, kesempatan ini) ditanam, ini dihitung sebagai hamba yang jahat dan malas. Beritakanlah kabar baik, jangan kejam, tetapi berbelaskasihan dan mau kerja, mau terbeban, ini giliran dan bagian kita.

  1. Kita wajib menyelamatkan orang2 di dekat kita, yaitu menyelamatkan karena mengasihinya Luk 10:27; memang memenangkan jiwa itu harus dengan kasih, belas kasihan. Ini yang normal sekalipun sebagai anak, kita wajib melakukan pekerjaan Bapa Surgawi. Orang yang tidak menyelamatkan orang lain di dekatnya, kalau habis waktunya, ia akan dipotong Luk 13:9, Yoh 15:2. Jangan sampai menjadi abnormal karena kebodohan Mrk 12:24, atau karena menyembunyikan kesempatan yang sudah diterima, ataukarena takut, segan apalagi karena ada ikatan dosa. Akibatnya dahsyat.
  2. Ditipu iblis. Justru menyelamatkan jiwa2 itu lawannya program iblis si pembunuh itu Yoh 10:10. Iblis memakai ber-macam2 alasan untuk ikut membunuh jiwa2, sebab bisa tetapi tidak beruat itu membunuh, itu dosa Yak 4:17; jangan sampai kita ditipu oleh iblis, tetapi selalu penuh dan dipimpin Roh untuk menyelamatkan jiwa2. Orang yang tidak punya belas kasihan, padahal tahu, mengerti, sadar, itu orang2 yang jahat dan malas.

BAGAIMANA KITA BISA MENYELAMATKAN ORANG2 LAIN.

  1. Mudah, semua orang percaya yang mau, pasti bisa. Menyelamatkan jiwa2 itu sangat mudah (ingat perempuan Samaria sesudah bertobat). Mengapa mudah?
  2. Kita hanya menabur berita keselamatan, seperti orang menabur benih, lalu Tuhan yang menumbuhkan, bukan kita 1Kor 3:6. Percayalah dan lakukanlah!
  3. Yang ber-biak2 adalah domba2, bukan gembalanya. Biasanya orang berpikir, untuk bisa memenangkan jiwa haruslah orang yang terlatih, yang pintar dan lebih cocok gembala yang melakukannya. Salah! Justru domba yang bodoh dan belum sempurna inilah yang ber-biak2, memenangkan jiwa2. Gembala yang menggembalakannya untuk memelihara keselamatan jiwanya dan supaya tumbuh dan ber-buah2 Maz 23:1-2. Kadang2 orang berpikir penginjil yang besar itu yang memenangkan jiwa. Sebetulnya perempuan Samaria itu yang memenangkan jiwa, ia yang membawa orang pada Putra manusia Yesus dan Roh Allah yang ada dalam Putra manusia Yesus, Dialahyang menumbuhkan benih2 dan keselamatan yang sudah ditaburkan orang2 baru ini (perempuan Samaria). Jangan ragu2, pergilah memenangkan jiwa.
  4. Tidak selalu berhasil. Kalau kita memberitakan pada 10 orang, tidak semua mau percaya, kadang2 hanya 1 atau 2 yang mau percaya. Jangan kecewa atau putus asa, sebab memang tidak semua orang mau percaya Rom 10;16, 2Tes 3:2, bahkan sebagian tidak langsung percaya saat itu, tetapi sesudah beberapa saat, sebab itu jangan kecil hati, tetap memberitakan kabar kesukaan dan Tuhan yang akan menumbuhkannya.
  5. Pakai hikmat dan kuasa Allah. Bertekunlah berdoa dalam Roh dan hidup benar Kis 1:8, maka Roh Kudus akan memberi kita hikmat dan kuasa itu melepaskan orang itu dari ikatan iblis Luk 11:21-22. Tuhan beserta kita, Dia yang mengalahkan iblis dan menumbuhkan benih2 Injil yang sudah kita tabur, sehingga jiwa baru itu bisa percaya. Jangan ragu2, tabur saja lalu disirami dengan doa dalam Roh dan hidup benar, maka Tuhan akan menumbuhkannya.

Jangan hidup dalam dosa, itu akan menjadi batu sontohan bagi orang yang mau percaya, bahkan dengan perbuatan2 dosa dan tabiat daging yang jelek, malah mengusir jiwa2 yang datang kepada Tuhan. Sebaliknya juga jangan pura2 seperti orang Parisi Mat 23:2-3. Mereka tidak akan menyelamatkan jiwa2,  tetapi justru membuat murid2nya jadi isi Neraka 2 kali ganda, lebih jahat lagi dari gurunya Mat 23:15.

  1. Sabar. Tidak semua mau percaya dan ada yang tidak langsung, sebab itu sabar, ukuran kita menunggu adalah sampai mati, kalau tidak percaya, ia binasa. Ada yang hampir mati baru percaya, ia tetap selamat, tetapi ia kehilangan kesempatan untuk tumbuh dan meningkat menjadi lebih mulia di Surga untuk kekal. Lebih cepat percaya Tuhan, lebih banyak dari jatah umurnya yang bisa dipakai untuk tumbuh dalam rencana Allah yang besar dan mulia itu.
  2. Pakai setiap kesempatan yang ada. Seringkali kesempatan itu hilang kalau tidak dipakai, dan Tuhan akan berikan pada orang lain Mat 21:43. Apalagi kalau orangnya mati, orang itu binasa, tetapi wai (1Kor 9:16) kita memikul kesalahan sebab tidak mau melakukan kewajiban kita. Ini kesempatan besar yang mulia, jangan dilewatkan atau ditanam kesempatan ini, kita rugi bahkan juga bisa binasa sebab lebih menurut daging dan dunia atau iblis daripada menurut Tuhan.

Tentang orangnya, mau percaya atau tidak, kita doakan terus, kalau sudah kita taburi,orang itu yang harus mengambil keputusan.

  1. Jangan dipadamkan gairah yang Tuhan beri yaitu:
  2. Kasih Kristus dalam kita itu menggerakkan hati kita 2Kor 5:14-15. Jangan padamkan kasih dan belas kasihan yang Tuhan berikan dalam hati kita.
  3. Dipimpin Roh, Roh Kudus yang memberi gairah, kuasa, hikmat dan kemenangan, sehingga bersemangat dan berani Yoh 2:17. Jangan dipadamkan Roh itu 1Tes 5:19.
  4. Firman Tuhan. Orang yang mengerti Firman Tuhan akan tergerak melihat kebinasaan orang itu (kalau tidak mau bertobat). Jangan kita sia2kan kesempatan yang ada, sebab itu menguntungkan, kita bisa ber-buah2 Mat 13:23. Biasanya kalau kesempatan itu hilang, tidak kembali lagi. Mungkin masih ada beberapa kesempatan yang lain, tetapi jangan mem-buang2 atau me-nyia2kan kesempatan yang sudah diberikan pada kita.

KESIMPULAN.

Hidup ini suatu kesempatan emas dari Tuhan, ini perkara besar!Kita bisa menjadi besar, indah dan mulia di hadapan Allah yang maha besar, pemilik Surga, dan limpah dengan pahala. Ini semua tidak ditentukan di Surga yang akan datang, tetapi sekarang di dunia ini. Sesudah mati tidak ada kesempatan lagi Pkh 9:10. Kerjakan se-bisa2nya, sekuat tenaga dan kemampuan yang ada. Ini proyek satu2nya dari Allah yaitu jiwa2. Allah tidak punya proyek yang lain, apalagi tentang perkara2 yang fana, langit bumi akan lenyap, hanya manusia yang tinggal kekal! Sebab itu yang penting adalah jiwa2.

Pokok pelayanan Gereja adalah menyelamatkan jiwa2, dan memeliharanya supaya jangan sampai keselamatannya hilang kembali. Miliki belas kasihan pada orang2 di sekitar kita. Kalau ada marah, benci, bahkan perasaantidak suka, maka iblis yang menang, kita akan sangat terhalang untuk memberitakan kabar baik itu. Tetapi dengan kasih atau belas kasihan, kita punya gairah untukmenabur benih2 keselamatan pada orang2 di sebelah kita dan Tuhan akan menumbuhkannya kalau mereka mau percaya, sehingga mereka lahir baru dan selamat (lalu terus digembalakan supaya tumbuh dan ber-buah2).

Jangan lupa, semua orang beriman yang mau melakukan pekerjaan besar ini, semuayang mau pasti bisa, jangan jahat dan malas, itu membuat kita jadi salah dan wai akibatnya.

Selamatkan jiwa2 di sekitar kita dengan hikmat, kuasa dan pimpinan Roh Kudus, ini pemberian terbesar dari Tuhan yang bisa kita berikan pada mereka.

Nyanyian:

Jadikan berkat hidupku ini.