M3964 – Lukas 16:25, Matius 19:23-24. Kaya

  1. PENDAHULUAN.

Firman Tuhan: Bagi orang beriman, kaya itu bukan dosa, netral.

– Anak2 Allah mudah menjadi kaya, asal memenuhi syarat2nya.

– Kalau bisa jadi kaya, lebih baik asal tetap selamat, tumbuh dan ber-buah2.

– Orang kaya (tanpa Kristus) susah masuk Surga.

– Kaya di dunia itu hanya fana dan sementara (sesaat).

Dunia: Ada uang ada se-gala2nya, se-hingga uang itu jadi ilahnya (berhala), tetapi ini hanya betul sebagian dan hanya sementara. Uang adalah ilahnya, dan ini prinsip bahagia dunia,  tetapi sesungguhnya ini adalah umpan manis iblis.

KEKAYAAN ITU:

  1. Diberi oleh Tuhan Ul 8:18, 1Taw 29:12, Pkh 5:18, Ams 10:22. Tetap ha-rus bekerja dengan tekun dan cerdik (minta pimpinan Roh Kudus), tetapi Tuhan yang memberikannya. Masih banyak yang tidak sadar, tidak yakin, bahkan mengingkarinya Hos 2:8 susah masuk Surga. Tetapi yang ada harapan bertobat (Allah tahu lebih dahulu) seringkali dihajar supaya bertobat se-perti Nebukadnezar dll. Orang berdosa buta, tidak sadar. Orang beriman yang mengerti kebenaran, sadar, yang lain yang tidak mengerti kebenaran Allah, tidak sadar.
  2. Diizinkan Tuhan, dengan adil, mi-salnya mereka bekerja keras dengan ju-jur dll. Tetapi seringkali kejujuran ma-nusia itu campuran, kalau ada kesem-patan yang aman, atau sudah umum, maka sedikit2 (atau banyak2) uang yang salah, ya diambil. Tuhan masih membiarkan, apalagi ia sabar menung-gu pertobatannya Pkh 8:11, ada yang sadar dan bertemu Tuhan lalu bertobat seperti Zakheus.
  3. Dari iblis, tetapi ini juga diketahui Tuhan. Cara iblis dengan occultisme (dukun, jimat, kuasa gelap dll). Iblis bisa memberi kaya, Putra manusia Yesus pernah ditawari Mat 4:8-9. Kaya dari iblis biasanya tidak ada batas dosa atau tidak, biasanya limpah dengan dosa, bahkan sangat kejam, Tuhan tahu dan masih membiarkannya sampai batas waktu tertentu (zaman Nuh, Lot dll).

III. SYARAT MENJADI KAYA DARI TUHAN.

Prinsipnya: Mudah, asal taat penuh pa-da Tuhan dan kekayaan itu tidak mem-bawa orang itu ke Neraka.

Anak2 Allah yang betul itu lekat pa-da Tuhan seperti carang dalam Pokok Yoh 15:5 limpah dengan 7 KPR. Tuhan yang memiliki bumi ini Kej 14:22, Ul 10:14, 1Sam 2:8, 1Kor 10:26, Wah 11:4. Sama sekali tidak sulit memberi keka-yaan pada anak2nya yang memenuhi syarat, tergantung dari kita, yaitu:

TIDAK CINTA UANG. Ibr 13:5. Orang yang cinta uang itu menyembah ber-hala, terikat, dikuasai, dipimpin mam-mon. Orang yang tidak menyembah-nya:

Tidak terikat uang, bisa kaya atau miskin tidak terpengaruh, tidak ber-sungut2, bisa bersyukur Pil 4:12.

Tujuan hidupnya tidak untuk men-jadi kaya (orang yang ingin kaya itu sudah terikat dan bodoh Ams 23:4). Bo-leh jadi kaya, malah lebih baik, asal memenuhi syarat (yaitu makin tumbuh dan ber-buah2), tetapi jangan ingin ka-ya, sebab itu berarti orang itu sudah terikat sehingga matanya jadi jahat dan hidupnya limpah dengan segala ma-cam dosa yang dihalalkannya Ams 28:22. Kalau nomer 1 tidak ingin jadi kaya, waktu jadi miskin bisa tahan dan tidak marah, kecewa atau berdosa se-perti Ayub Ay 1:21-22. Orang yang tu-juan hidup jadi kaya, waktu kekaya-annya (akan) hilang, ia tidak tahan, se-bab itu se-gala2nya baginya, lebih baik mati, dan jadi marah atau kecewa pada Tuhan seperti Ny. Ayub yang mengho-jat Allah sebab kekayaannya lenyap.

Kalau tujuan hidup kita betul, maka kita tidak rindu, meng-angan2kan jadi kaya tetapi berpada, mau menjadi kaya tetapi tidak ingin, tidak iri pada kekayaan orang lain, tidak sakit hati kalau dirugikan, bahkan itu dianggap untung kekal sebab menderita karena kebenaran, karena Kristus. Rom 8:17.

Bisa berpada dengan apa yang ada, baik makanan, pakaian, fasilitas, keme-wahan dll. Kalau diberi fasilitas seder-hana, sekalipun ada hal2 rohani di da-lamnya, lebih baik tidak ikut. Kalau Tuhan tidak memberi cukup enak, mewah, lebih baik tidak hidup daripada hidup miskin. Ini berarti tidak bisa berpada.

Tetapi orang yang tidak terikat itu bisa memakai dunia ini seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31, ada atau tidak ada, sama saja.

Tidak berdosa karena uang. Tidak menghalalkan segala cara untuk dapat uang. 1Tim 6:9-10.Kita harus bekerja atau berdagang dengan cerdik dan te-kun, jangan sampai rugi atau hilang uangnya, tetapi jangan berdosa karena uang.

Bisa bersikap seperti Putra manusia Yesus; bagi Tuhan uang itu fana dan tidak berarti (seperti krikil), tetapi menjadi tanda untuk penilaian hati ma-nusia. Misalnya perpuluhan dibayar, tidak mau jadi pencuri Mal 3:9-10, ti-dak mau meninggalkan ibadah dan pe-layanan hanya karena uang Mat 6:33; kalau terpaksa, mau dirugikan dan bisa menganggap itu untung (= salib, sebab tidak salah, apalagi karena Tuhan Rom 8:17) dst.

BISA MEMAKAI UANG DENGAN BETUL, sehingga menjadi makin rohani, makin berbuah, makin seperti Kristus dan memperkenankan Tuhan.

Orang dunia tidak punya syarat2, ba-tas2 tentang uang, asal tidak ditangkap polisi, maka yang lain adalahurusan pribadi masing2. Biasanya kalau uang-nya banyak, dosanya banyak, bebas menuruti segala keinginannya (terma-suk semua nafsu daging dengan uang jadi tidak apa2, misalnya: berzina ke sundal, tidak apa2, tidak ada akibat dsb), juga jadi sombong, suka dipuji; karena biasa menuruti daging. Kalau tidak bisa menuruti kehendak daging-nya menjadi marah atau dukacita se-perti Achab yang tidak diizinkan mem-beli kebun anggur Nabot, akhirnya ia setuju membunuh Nabot dengan istri dan anak2nya).

Bagaimana memakai uang dengan betul menurut Firman Tuhan?

  1. Untuk dirinya sendiri secukupnya, tidak sampai berdosa. Misalnya boleh makan enak sesuai jatah uang yang diberi Tuhan, tetapi jangan bertuhan-kan perut Pil 3:19. Begitu pula dengan apa saja yang dipakainya, tidak terikat, tidak menimbulkan dosa tetapi makin memperkenankan Tuhan dan makin ber-buah2.
  2. Untuk ibadah dan pelayanan sen-diri, itu juga butuh biaya, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.
  3. Untuk pekerjaan Tuhan kita ikut terbeban dan peka mendengar suara Tuhan sebagai bendaharaNya. Tuhan membiayai pekerjaanNya lewat ben-dahara2Nya. 1Pet 4:10, Mat 25:19, Rom 14:12.
  4. Untuk menolong dan mengasihi se-sama, itu juga butuh pengorbanan dan itu kesempatan untuk menjadi berkat dengan bijak. Bukan sekedar memberi, tetapi mendidik makin indah dalam ja-lan sempit. Orang dunia bukan ben-dahara Tuhan, mereka memakai uang-nya sesukanya sendiri.

Ini syarat2 utama. Sebetulnya ini tidak sulit. Tuhan tidak menuntut yang mustahil. Kalau kita mau taat, pasti bisa. Misalnya hidup dalam kesucian; juga untuk hidup benar dalam hal uang, tidak sulit, tetapi jangan sampai tertipu oleh iblis, jangan cinta mammon Mat 6:24. Sebetulnya untuk anak2 Allah yang taat, yang berkenan pada Tuhan, untuk menjadi kaya itu mudah dan itu jadi fasilitas berguna untuk tumbuh dalam iman. Misalnya dengan uang kita bisa menebus waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan, untuk pelayanan. Begitu juga untuk taat dalam semua segi supaya tumbuh dan terus ber-buah2.  Dengan mudah Tu-han bisa menjadikan orang yang me-menuhi syarat ini menjadi kaya, mi-salnya Abraham, Ishak, Yacob, Yusuf, Daud dll. Tetapi ingat, iblis bisa mem-bujuk dan menjerat sehingga jatuh mes-kipun mula2 sudah baik dan betul. Sebab itu harus terus ber-jaga2. Sa-lomo mula2 baik dan berkenan pada Tuhan, tetapi tidak lama sesudah jadi raja dan diberkati Tuhan, ia tertipu menuruti nafsu zinanya dan dengan banyak uang ia mempunyai banyak ke-sempatan sehingga jatuh terlalu dalam sampai menjadi kekejian bagi Allah yang menjadi murka kepadanya. 1Raj 11:6,9,11 (1-13). Bagi umat Tuhan, uang itu fasilitas netral, bisa menam-bah banyak hal2 rohani yang kekal, tetapi juga bisa memperbanyak perka-ra2 kekejian di hadapan Tuhan. Demi-kian juga semua raja2 Israel dan seba-gian raja2 Yehuda.

Yusuf Arimatea punya pengertian dan pendirian yang betul sehingga tidak takut memihak “penjahat besar” yang dibunuh semua kelompok orang Yahudi, Parisi, Imam2. Ia berani memi-hakNya dan memberikan kuburannya sendiri untuk Putra manusia Yesus Yoh 19:38-42.

KEKAYAAN LEBIH CONDONG MEMBUAT JAHAT.

Pengaruh kekayaan pada orang ber-dosa seperti disebut dalam Mat 19:23, yaitu:

  1. Kekayaan itu sementara Ay 20:28, Maz 49:10, Ams 27:24, Pkh 2:18,26, Yer 17:11, kekayaan itu seperti punya sayap, tiba2 ia bisa terbang dan pergi, tiba2 lenyap Ams 23:5. Contoh yang dahsyat (bagi Ayub ini ujian) dalam sekejab hartanya lenyap.
  2. Manusia itu condong pada dosa, ge-lap dan menuruti daging Yoh 3:19, Maz 78:39. Orang berdosa itu tidak netral tetapi anak, hamba iblis 1Yoh 3:10, Yoh 8:34 yang sedikit banyak selalu menu-ruti daging dan tambah tua tambah kuat dan lihai menuruti daging kecuali bertobat.
  3. Iblis mendorong dan berusaha me-nundukkannya dalam dosa dan keja-hatan dan ia punya hak atas budak dan anak2nya. Sebab itu tanpa Kristus, ma-nusia itu rusak dan makin busuk, tidak ada harapan, juga dalam hal cinta uang, sehingga orang kaya itu sulit bahkan tidak mungkin masuk Surga.

Jadi bagi orang lama, uang itu pengaruhnya negatif bukan netral dan makin lama makin meningkat. Tetapi bagi orang beriman yang mengerti dan taat dipimpin Roh, uang itu netral dan ia dapat memperhambakannya untuk menjadi faedah rohani yang makin la-ma makin besar, tergantung dari ma-sing2. Bagi orang beriman yang tidak memenuhi syarat, kekayaan itu pe-ngaruhnya juga negatif, menghambat bahkan mengikatnya pada perkara2 daging, dosa, dunia dan iblis sehingga juga sulit masuk Surga.

KAYA JASMANI DAN ATAU ROHANI.

Biasanya orang2 ingin kaya jasmani dan rohani, ini tanda belum bersih, masih ada keinginan kaya jasmani. Boleh berusaha menjadi kaya, tetapi jangan cinta uang, terikat apalagi menyem-bahnya. Jangan mendua Mat 6:24. Orang yang cinta Tuhan hanya punya 1 tujuan yaitu berkenan pada Tuhan (= kaya rohani), tentang kaya jasmani kita harus berusaha tetapi kalau belum berhasil jangan menyesal, tetap cinta Tuhan lebih dari mammon, tetap ber-pada, sebab kekayaan itu hanya seba-gai fasilitas. Biasanya Tuhan berikan cukup bahkan kaya (kalau memenuhi syaratnya).  Kita senang dengan fasili-tas yang limpah tetapi tidak bereaksi dosa kalau belum dapat, atau kalaudiuji dengan kemiskinan, yaitu tidak kecewa kalau dirugikan karena Kristus, bahkan menganggap itu keuntungan, meskipun itu suatu kerugian Pil 3:7,8. Baik uang, baik kedudukan, baik sukses2 duniawi dll perkara fana kalau dibandingkan dengan kekayaan rohani yang kekal itu dianggap rugi. Sebelum jadi orang baru, kaya itu dianggap untung, tetapi sesudah kita mendapat Kristus, itulah kekayaan rohani, untung yang sebenar-nya. Kalau kekayaan jasmani tetap jadi tujuan, kita rugi besar, sebab itu fana dan sebagai tujuan, itu justru membuat kita bantut dan kehilangan yang kekal Mat 13:22. Tujuan kita adalah keka-yaan yang kekal (tumbuh seperti Kris-tus dan berbuah, itu menjadi mulia dan kaya di Surga untuk kekal) dan kekaya-an yang fana hanya fasilitas dan de-ngan mudah Tuhan bisa memberikan dengan limpah tetapi jangan jadi tu-juan, jangan jadi berhala. Orang yang tidak mau berpada, yaitu kalau perlu jadi miskin, akan miskin rohani, tetapi yang mau berpada, tidak cinta uang akan jadi kaya rohani, biasanya juga jasmani menyusul Ams 13:7.

KAYA JADI MISKIN DAN MISKIN JADI KAYA.

Tuhan yang menentukan 1Sam 2:7, Ams 22:2 tentu dengan adil dan de-ngan perhitungan untuk kekal. Biasa-nya orang kaya tidak mau menjadi orang miskin, tetapi sesudah sadar  se-perti orang kaya (dan Lazarus), pasti ia mau menjadi miskin atau apapun, asal ia bisa percaya dan bertobat sehingga bisa pindah ke Surga.

Kaya jadi miskin itulah Kristus. 2Kor 8:9. Tuhan Yesus memberi con-toh, Ia mau menjadi miskin sebagai korban tebusan, supaya kita yang mis-kin menjadi kaya rohani, tumbuh sam-pai sempurna. Tentang jasmani tidak menjadi problem, misalnya Lazarus tetap miskin (tetapi kaya rohani) tetapi biasanya Tuhan mudah menjadikan  kaya (kalau memenuhi syarat) sebagai fasilitas untuk menjadi makin kaya rohani. Orang rohani yang benar itu, sekalipun dirugikan karena Kristus, te-tapi jangan sebab bodoh, atau dimis-kinkan, tidak bereaksi dosa seperti Ayub bahkan itu menjadi salib dan kesukaannya seperti dalam Kis 5:41.

Miskin jadi kaya. Secara jasmani sudah diterangkan, asal memenuhi sya-rat, Tuhan berikan dengan mudah. Te-tapi tujuan kita jadi kaya rohani. Jangan sampai karena ingin kaya jasmani men-jadi miskin rohani. Jangan lupa Tuhan Mahakuasa dan sanggup memberi fa-silitas kaya, tergantung dari kita, tetapi jangan menjadi tujuan, nanti susah masuk Surga! Orang rohani jadi kaya itu lebih baik asal memenuhi syarat dari Tuhan sehingga makin tumbuh rohaninya seperti Kristus dan makin ber-buah2 lebat.

  1. BAHAYA KEKAYAAN JASMANI.

Selain seorang terus tumbuh rohaninya dan bebas dari cinta uang, bebas dari ingin kaya, maka kekayaan jasmani yang diterima dari Tuhan tidak ada bahayanya.

Kalau cinta uang sehingga ingin kaya, sekalipun miskin (apalagi kalau kaya) akan mendorongnya dalam ba-nyak dosa dan kejahatan. Bahaya keka-yaan karena cinta uang, terikat dan menyembah mammon adalah:

  1. Masuk jerat dan pencobaan 1Tim 6:9-10 sehingga dosanya makin banyak dan meningkat, ikatannya makin kuat sehingga susah masuk Surga sekalipun sudah percaya Tuhan Yesus seperti Yudas, Saul, Gehazi dll. Gara2 uang, tidak dapat uang atau cari uang, timbul banyak dosa.
  2. Menghalalkan segala cara dan per-buatan dosa meskipun sudah kaya, juga yang miskin.
  3. Jadi sombong, tidak bisa dinasehati atau direndahkan.
  4. Rohaninya jadi bantut sebab cinta uang Mrk 4:19, Mat 13:22.
  5. Pada akhir zaman, orang yang terikat atau cinta uang akan siap mendapat cap atau meterai 666 yaitu roh mam-mon. Cinta uang dan roh mammon (cap Antikris) itu sejalan, jenisnya sama; orang yang cinta uang, sam-bungan atau kelanjutannya adalah roh mammon masuk dalam hati, itulah meterai Antikris dan akan binasa.

VII. BRUTO DAN NETTO ROHANI.

Orang yang ingin kaya rohani (tumbuh seperti Kristus dan makin lebat ber-buah) akan memperhatikan perbedaan netto dan bruto rohani. Kadang2 acara dalam Gereja, dalam ibadah dan pela-yanan begitu ramai, meriah, bahkan terkenal, tetapi ternyata itu hanya bru-to, nettonya kecil atau tidak ada Mat 7:21-23. Jangan sampai ibadah dan pe-layanan kita hanya brutonya yang besar dan mewah, tetapi nettonya ke-cil atau tidak ada sehingga ditolak Tu-han Mat 25:12-13. Sebab itu limpahlah dengan Firman Tuhan, penuh dan taat dipimpin Roh dalam kesucian dengan limpah berdoa dalam Roh dan ke-benaran Kis 6:4, maka semua yang kita lakukan itu akan meningkat netto ro-haninya. Jangan tampaknya besar dan heran, ternyata kosong bahkan ditolak Tuhan, sebab brutonya besar nettonya kurang atau sebab limpah dengan dosa yangtersembunyi atau terang2an. Ti-dak lagi ada netto, semua meriah, lim-pah, hebat tetapi kosong dan sia2.

KESIMPULAN.

Masihkah kita ingin jadi kaya di dunia? Bagi orang yang lepas dari cinta uang, penuh dan taat dipimpin Roh, kekayaan itu netral dan bisa menjadi budak yang berguna untuk memperkenankan Tu-han tetapi bagi yang cinta uang, keka-yaan itu membuatnya ber-tambah2 da-lam dosa dan undur dari Tuhan. Jangan ingin jadi kaya, tetapi mau dan bisa menjadi kaya dengan betul. Tidak sulit untuk menjadi kaya bagi anak2 Allah yang berkenan kepadaNya. Sebab Tuhan yang memberkati atau membe-rinya dengan limpah!

Pengertian Firman Tuhan ini perlu kita renungkan, mengerti dengan betul sehingga sungguh2 lepas dari cinta uang, maka kita akan diberi fasilitas kaya jasmani yang bukan meng-ha-lang2i dan mengikat kita, tetapi jadi alat atau hamba kita untuk makin ber-buah2 dan tumbuh makin seperti Kris-tus dan tidak lagi berbuat atau bereaksi dosa karena uang.

Ingat orang yang kaya rohani bisa ber-pada dengan penuh syukur, baik waktu kaya atau miskin, tetap berjalan dengan Tuhan sampai dalam puncak rencanaNya.

Nyanyian:

Apa padaku kudapat dari Bapa.