M3963 – Kisah Para Rasul 2:42. Bertekun Dalam Persekutuan

SANGAT PERLU.

Bertekun dalam persekutuan itu sama pentingnya dengan doa, Firman dan Perjamuan Suci. Sebab itu kita harus mengerti, mempunyai dan memelihara persekutuan yang betul. Kita harus bertekun dalam persekutuan, meski-pun ada banyak kesukaran, problem dan pengorbanan, tetap setia untuk bersekutu di dalam Tuhan.

MACAM2 PERSEKUTUAN.

Manusia yang normal suka berhimpun misalnya keluarga, tidak heran ada per-sekutuan manusiawi, tetapi ini berbe-da dengan persekutuan dalam Tuhan (tubuh Kristus). Kita harus tahu beda-nya supaya dapat membangun perse-kutuan tubuh Kristus, dalam Roh.

  1. Persekutuan manusiawi itu bersatu karena ada hal2/ tujuan manusiawi yang sama, misalnya karena latar bela-kang atau bangsa yang sama, atau karena umurnya sama (kanak2, muda, tua), pekerjaan (buruh, bisnis man), tingkat sosial (kaya-miskin, nasib yang sama, intelek) atau kepentingan bersa-ma lainnya (hobby, sama2 dapat un-tung, kebencian atau dendam bersama dll). Persekutuan manusiawi ini netral, sehingga bisa menjadi baik atau jahat dan bisa kuat bisa setia sampai mati. Karena ini persekutuan manusiawi, maka iblis dengan mudah bisa masuk, memperalat, menipu dsb, sebab orang dosa itu adalah hamba dosa Yoh 8:34 dan milik iblis 1Yoh 3:10. Sebab itu di dalam Gereja jangan membentuk atau timbul persekutuan manusiawi (misal-nya tekun bersekutu karena sama2 mu-da, nasibnya sama, selera daging yang sama, suku yang sama dll) sebab iblis dengan mudah bisa masuk dan bekerja di dalamnya, dan bisa kuat melawan Allah!
  2. Persekutuan dalam Tuhan.

B.1. Persekutuan Halaman (seperti Tiang2 Pagar Halaman). Sama2 perca-ya Tuhan Yesus, tingkat Halaman: lebih banyak bersekutu dengan pikiran dan kekuatan sendiri. Ini masih bisa baik,  (lebih2 yang lahir baru, bukan Kristen tradisional) tetapi orang Halaman mu-dah tertipu iblis, jatuh bangun dalam dosa sehingga jadi jahat, seperti perse-kutuan pengintai dan orang2 Israel yang melawan Musa dan juga perseku-tuan yang melawan Daud dll. Mereka bersekutu dengan kuat tetapi dengan jahat melawan Allah.

B.2. Persekutuan tubuh Kristus Pil 2:1, 1Kor 10:16 atau persekutuan dalam Roh Ef 4:3, 1Kor 12:12-13. Ini seperti Papan2. Ini bentuk yang terbaik sebab Tuhan ingin kita lahir baru, penuh dan taat dipimpin Roh sehingga bisa berse-kutu dalam Roh (biasanya orang2 me-nyebut semua persekutuan di Gereja: persekutuan tubuh Kristus, juga yang di Halaman. Tentu ini tidak tepat). Tuhan selalu ada dalam persekutuan Roh tetapi belum tentu ada dalam perseku-tuan Halaman/ manusiawi.

Persekutuan tubuh Kristus berseku-tu sebab sama2 dipimpin Roh Rom 8:14, ini berarti karena sama2 cinta Fir-man Tuhan (Maz 119:63), sama2 ingin memperkenankan Tuhan dalam kesu-cian dan kasih 1Yoh 4:20, meskipun ada perbedaan ras, umur, kaya miskin, pintar bodoh, kedudukan, bahkan juga dengan orang2 yang sudah berdosa dan menyakiti hatinya, tetapi mau ber-tobat, sebab orang yang mau dipimpin Roh itu mau mengampuni sungguh2.

Dengan demikian kuasa, urapan, hadirat Tuhan, karunia2 Roh Kudus dan kasih Kristus bisa mudah bekerja dalam persekutuan Roh. Ingat suami istri dan keluarga juga harus berusaha berseku-tu dalam Roh (tanpa ada dosa, tetapi ada kasih Kristus) itu indah, sebab Tu-han akan bekerja di tengah2nya. Kalau masih ada persamaan manusiawi dan tidak mau dibuang, mereka tidak bisa bersekutu dengan betul, dalam Roh, dan itu berarti persekutuannya masih manusiawi. Perbedaan2 ini akan lenyap kalau semua mau taat dipimpin Roh.

Perlu diingat persekutuan Ruangan Suci + Ruangan Maha Suci itu bersam-bung, sebab sama2 Papan; dalam 3,5 tahun I Minggu ke-70 Daniel perseku-tuan dalam Roh sangat nyata, sehingga timbul banyak orang sempurna yang bersekutu di tahta Allah Wah 3:21. Kalau ada persekutuan dalam Roh dan terus tumbuh, akan berlanjut menjadi persekutuan orang sempurna di tahta Allah (seperti Yerusalem baru).

Persekutuan duniawi (bukan orang beriman) ini tingkat Luar Halaman. Ja-ngan bersekutu dengan orang yang ti-dak bertobat 1Kor 5:9-11 tetapi jadilah garam atau terang, kalau kita berada diantara mereka, jangan sampai dira-cuni oleh dosa2nya sehingga tabiat atau kelakukannya rusak 1Kor 15:33. Harus punya pendirian yang betul 2Kor 6:14 berani menyalahkan dengan hik-mat dan kuasa Allah Ef 5:11, 1Kor 10:20, Maz 94:20, harus keluar dari persekutuan mereka Kel 33:1-2.

III. CIRI2 PERSEKUTUAN DALAM ROH.

  1. Semua dipimpin Roh sehingga ada sejahtera Ef 4:3. Ini yang menjadi ikat-an dalam persekutuan tubuh Kristus, yaitu terikat dalam Roh, juga oleh Bapa dan Putra Yoh 14:23, 1Yoh 1:3,6 se-hingga akhirnya bisa dilanjutkan men-jadi persekutuan yang sama seperti persekutuan Trinitas Yoh 17:21,23.
  2. Dalam kesucian dan kasih 1Yoh 1:6-7. Dalam terang sehingga dosa, lebih2 kata2 dosa (fitnah, prasangka, benci dll) tidak diberi tempat, tetapi saling menasehati dan dibuang.
  3. Ada kesetiaan pada Tuhan dan setia dalam tubuh Kristus lokal. Orang Ha-laman sulit dipaksakan untuk setia, apalagi kalau ada Jengkel Mangkel Pegel Emosi dan benci.

Kita harus setia di tempat kita masing2 1Kor 12:18 sebab semua domba2 Tu-han punya kandang dan gembala yang tetap Luk 15:4, juga seperti setiap orang Israel punya tempat yang tetap dalam daerahnya masing2, harus setia; juga setiadengan “bapak2 rohaninya” 1Kor 4:15. Kecuali Gerejanya jadi sesat atau melawan Allah 2Taw 11:14,16. Ka-lau bersekutu bukan karena Kristus, akan mudah kecewa dan terlepas dari tubuh Kristus = tidak setia, sehingga tidak bisa tumbuh dengan betul. Orang yang setia itu mau terbeban, ikut memiliki dan bertanggungjawab, loyal dan mau menderita dan tetap setia sehingga tumbuh dengan baik.

  1. Orang yang bersekutu dalam Roh itu juga sama2 lekat pada Kristus (1Yoh 15:5) dan juga limpah dengan 7 KPR yaitu sama2 suka akan Firman Tuhan, doa, pelayanan, bersekutu, ibadah, pi-kul salib dan tetap tekun hidup dipimpin Roh.

PERSEKUTUAN BERTINGKAT.

Ada persekutuan kecil2 (tumbuh bersa-ma) dan persekutuan besar (pelayanan jabatan) dan ini bertingkat, yaitu dian-tara 10, 50, 100 dan 1000 orang, se-hingga didapatkan persekutuan yang teratur, manis dan efektif antara se-mua anggota tubuh Kristus. Kel 18:21. Diperlukan pemimpin2 yang berkenan pada Tuhan untuk dapat memimpin persekutuan ini dari tingkat bawah sampai atas. Perlunya persekutuan ini supaya tidak ada yang terlepas dari persekutuan tubuh Kristus, seperti tubuh yang sehat, tidak ada bagian tubuh yang sampai terlepas (diampu-tasi, dioperasi) tetapi semua sama2 bekerjasama dan bersekutu satu sama lain dari tingkat sel sampai pimpinan. Semua bisa bersekutu dan bekerjasama sehingga bisa tumbuh ber-sama2.

Semua persekutuan dan faedah tu-buh Kristus itu seringkali terhalang dan terganggu oleh orang2 yang tidak di-pimpin Roh, tetapi dipimpin daging, menurut seleranya sendiri (orang2 Ha-laman, apalagi Luar Halaman) seperti Lot yang menuruti selera daging akhir-nya terlepas dari Abraham. Sebab di dalam orang2 yang dipimpin daging, iblis bisa bebas bekerja untuk meng-ganggu dan merusakkan tubuh Kristus. Tetapi orang2 yang sama2 terikat pada Tuhan, terikat satu sama lain sehingga bisa bersekutu dan bekerjasama de-ngan manis dalam Tuhan, maka tubuh Kristus akan bertumbuh dengan baik dan pesat Ef 4:15-16.

FAEDAH PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.

Faedah dari persekutuan tubuh Kristus adalah tumbuh bersama sehingga ma-kin seperti Kristus dan ber-buah2 ber-sama makin lebat untuk, oleh dan dari Kristus. Misalnya 1Kor 3:6. Masing2 mengerjakan bagiannya dalam pela-yanan sesuai dengan jabatan dan kemampuannya. Tidak ada yang mera-sa lebih menonjol dan paling berguna sehingga menyombongkan diri sebab Tuhan yang menumbuhkan, tetapi ma-sing2 hanya andil dalam tugasnya masing2. Juga pahalanya sama Mat 10:41. Misalnya waktu makan, maka semua gigi, semua otot lidah, semua otot pipi, bahkan seluruh sistem pen-cernaan,(juga tangan, mata, telinga, pikiran bekerjasama), masing2 sesuai dengan bagiannya dan semua menda-pat bagian yang sama. Begitu juga semua anggota tubuh Kristus yang be-kerjasama,  kalau sama2 hidup dalam kesucian, tulus dan ikut ambil bagian menurut jabatan dan kemampuannya, semua mendapat pahala yang sama dari Tuhan dan tumbuh bersama.

  1. Hidup ber-sama2 dalam kesucian. Segera ada dosa, maka kita saling menasehati Mat 7:1-5) saling mendoa-kan dan melayani dalam pimpinan Roh Kudus sehingga dosa2 itu bisa diber-sihkan. Memang ada yang gagal (bia-sanya orang yang tidak bertobat, jatuh bangun dalam dosa, apalagi yang me-lawan Tuhan, tetapi kita tetap ber-usaha menolong dan mencari domba yang terhilang. Orang2 dalam Ruangan Suci biasanya terus memelihara hidup-nya dalam kesucian, dalam segala segi hidup, sehingga bisa lebih banyak me-layani daripada dilayani, sebab terus hidup dalam kesucian. Baik yang mela-yani akan tumbuh makin indah dan menjadi pengolahan bagi tabiat baru-nya, juga yang dilayani, kalau mau ber-tobat, bisa dipulihkan dan bisa tumbuh kembali. Jangan masa bodoh melihat saudara2 yang lain jatuh atau terikat dalam dosa, maka dengan tolong menolong, semua boleh tumbuh ber-sama2, lebih2 untuk menolong yang di Halaman dan yang belum sungguh2 percaya (Luar Halaman).
  2. Saling tolong menolong Gal 6:2, 1Pet 5:5 dalam hal jasmani dan rohani. Tetapi tetap perlu dipimpin Roh, lebih2 dengan orang yang setengah hati atau yang suam, seringkali merugikan,sebab itu harus rela dan cerdik. Kalau kita menolong menumbuhkan rohani sau-dara2 kita, kita sendiri akan tumbuh lebih baik. Sebab orang yang menjadi berkat akan lebih keberkatan Kis 20:35. Kalau bisa menolong, jangan tinggal diam supaya jangan jadi dosa Yak 4:17. Sebab itu perlu bersekutu yang baik dan betul dalam persekutuan Roh, lebih2 suami-istri (ini persekutuan khu-sus), & bersekutu dalam Gereja sendiri secara bertingkat. Jangan lupa rahasia pelayanan Ams 25:9 dan sesudah mela-yani & orangnya tertolong, jangan di-wartaberitakan supaya jangan justru jadi penyesalan & hilang faedahnya.
  3. Saling sharing Firman Tuhan Maz 1:1-3; 119:63 saling mendorong untuk mencintai Firman Tuhan, setiap hari, sampai mengerti (Mat 13:23) dan taat dan saling membagikan pengertian dan kesaksian2 dari Firman Tuhan Kis 17:11. Jangan lupa saling bertanya hal2 yang belum dimengerti dari Firman Tuhan dan problem2 se-hari2, sebab kita perlu belajar menjalankan hidup ini sesuai dengan Firman Tuhan (taat akan Firman Tuhan Yak 1:21-22). Pertanyaan yang belum bisa dijawab, naikkan pada pimpinan di atasnya dst, sehingga selu-ruh sidang bisa mengerti dan men-jadi penurut Firman Tuhan, sebab hidup se-perti ini akan keberkatan dan bahagia Luk 10:26. Dengan demikian kita tum-buh bersama.
  4. Pelayanan bersama dan pembagian tugas. Meskipun ada bagian2 tubuh yang kurang bisa (apalagi yang masih baru) tetapi kita sama2 melayani dalam kesucian dan kasih 1Kor 12:20-27. Ka-lau dikerjakan bersama dalam kesu-cian, kasih dan pengurapan Roh Kudus, maka hasilnya akan sangat besar Im 26:8, sebab yang menumbuhkan dan membuat ber-buah2 adalah Tuhan (pe-rempuan Samaria yang baru bertobat sudah bisa ber-buah2 banyak Yoh 4:39). Kalau bisa bersekutu dan beker-jasama, maka kekuatan dan hasil ma-sing2 bisa ber-lipat2 kali ganda. Kalau 100 orang bisa bekerjasama dengan baik, maka kekuatan setiap orang akan menjadi 100 kali ganda dan hasilnya jadi 10.000 kali. Luar biasa. Kita bisa tumbuh dengan lebih cepat dan efisien. Mengapa pertumbuhan Gereja dan orang beriman pelan? Sebab tidak ada persekutuan yang baik. Jadi kita perlu bertekun dalam persekutuan yang betul (dalam Roh), itu sama pentingnya dengan bagian2 ibadah yang lain. Sebab itu kenali baik2 persekutuan yang betul dan bertekun dalam per-sekutuan. Dalam Minggu ke-70 Daniel persekutuan tubuh Kristus sangat indah, lebih2 oleh hujan Akhir dan adanyafasilitas khusus akhir zaman dan hukum2 yang keras 2Kor 10:6 sehingga sangat tertib dalam kesucian, sebab itu pertumbuhan rohani jemaat itu sangat pesat (juga buah2nya makin banyak) sehingga timbul begitu banyak orang yang disempurnakan! Sebab itu peli-haralah persekutuan dalam Roh dan belajar bisa bekerja sama dalam kasih (penuh pengampunan) dengan tulus dan suci (limpah dengan 7 KPR), maka pasti hasilnya jadi lebih baik.

Tubuh Kristus itu selalu tumbuh ber-sama2, bukan sendirian. Orang yang tidak mau bersekutu itu ada cacat dalam pengertian dan rohaninya dan tidak ada kasih Kristus 1Yoh 4:20. Se-bab itu buang semua yang tidak betul, supaya bisa bersekutu dengan betul dalam Roh dan ber-sama2 kita bisa tumbuh dengan cepat dan efisien.

  1. Persekutuan yang manis. Kalau kita bisa bersekutu maka Tuhan ada di tengah2 kita dan itu manis dan indah Mat 18:19-20. Memang bersekutu de-ngan 5 orang itu lebih mudah daripada bersekutu dengan 100 orang, sebab ada 100 pendapat dan juga campuran-nya lebih banyak. Lebih banyak orang, kita harus lebih banyak mengampuni dan pengurapan yang lebih limpah. Tanpa pengampunan yang lebih ba-nyak, maka lebih banyak orang beker-jasama, lebih banyak problem, sakit hati,JMPE lebih banyak orang menjadi musuh, sehingga pelayanan dan kerja-sama menjadi sia2, iblis yang bekerja, bukan Tuhan. Tanpa kasih dan kesu-cian, maka mudah terjadi salah paham, kekecewaan dan perpecahan sebab setan bekerja. Tetapi kalau lebih ba-nyak orang bisa bersekutu dengan betul (ada banyak pengampunan dan disertai Tuhan), hasilnya juga lebih banyak!(Dalam Gereja selalu ada cam-puran gandum dan lalang, juga cam-puran Luar Halaman, Halaman dan Ruangan Suci. Sebab itu campuran ini seringkali jadi hambatan dan peng-halang, apalagi yang simpan dosa, jadi pos atautempat untuk iblis, sehingga iblis ikut bekerja dan pasti itu meng-ganggu dan merugikan.

Kalau ada persekutuan yang baik dan Tuhan hadir, maka hadirat, kenya-taan dan berkatNya akan limpah se-perti dalam Maz 133:1-3. Kalau iblis tidak dapat tempat Ef 4:27, maka tidak akan terjadi perpecahan dan korban yang bertebaran ke sana sini.

Selama masih campuran selalu ada korban dan orang2 itu tidak tahan un-tuk setia dan undur atau pindah Gereja lain. Kalau bisa mengampuni dan me-rendahkan diri akan bisa tetap setia, sebab mau korban dan menngampuni dengan limpah. Selama ada perbedaan tingkat dan jenis, masih mungkin timbul perpecahan 1Kor 5:9-11. Biar-pun Abraham orang yang sangat indah dan rohani, tetapi Lot tidak bisa tahan dengan Abraham dan undur daripa-danya sebab seleranya lain, rohnya lain,jenisnya lain, sebab itu ia men-jauhkan diri dari Abraham dan itu juga berarti makin jauh dari Tuhan yang dekat dengan Abraham dan akhirnya Nuh binasa sekalipun sudah dilepaskan dari maut dua kali.

Layani terus, sebab ini juga suatu kesempatan untuk melayani lebih ba-nyak orang,dengan pengorbanan dan salib lebih banyak. Sekalipun orang2 yang dilayani tidak mau bertobat, kalau pelayanan tulus, tetapi ada faedahnya. Musa yang melayani orang2 yang memberontak dan tidak mau bertobat, terus tumbuh rohaninya sehingga men-jadi makin sabar dan lembut, makin penuh pengampunan (Kel 32:33) dan ia makin tumbuh bahkan menjadi sem-purna dalam waktu 40 tahun. Untuk ukuran Wasiat Lama itu cepat (ban-dingkan Henokh 300 tahun).

KESIMPULAN.

Persekutuan itu sangat penting dan jangan putus asa menghadapi segala halangan dan kebencian (persekutuan dalam Roh itu kasih, musuhnya adalah kebencian). Teruslah bertekun untuk bersekutu dalam Roh (tubuh Kristus). Ingat persekutuan manusia perlu kese-ragaman hal2 manusiawi/ duniawi, te-tapi persekutuan tubuh Kristus mene-robos perbedaan2 jasmani/ manusiawi, sebab kita tidak seragam dalam hal2 manusiawi/ jasmani tetapi seragam dalam hal rohani yaitu makin seperti Kristus 1Kor 11:1. Jangan mau dipisah-kan oleh perbedaan manusiawi yang fana. Meskipun ada banyak perbedaan, kita bisa bersekutu di dalam Roh, yaitu semua mau hidup penuh dan taat dipimpin Roh.

Jangan menuntut semua sama dan sempurna, tetapi dengan penuh peng-ampunan (kasih) kita melayani (bayi2 dan kanak2 rohani) sehingga kita bisa tumbuh seperti Musa; makin banyak problem, makin cepat tumbuh seperti Kristus. Orang yang penuh dan dipim-pin Roh akan ada kasih dan peng-ampunan, bisa setia dan terus tumbuh dengan saling menolong. Bayi dan kanak2 dalam keluarga tidak pernah dibuang, orangtua sama sekali tidak memikirkan hal ini tetapi dengan kasih mau menumbuhkan mereka menjadi dewasa sehingga bisa bersekutu dan setia, tumbuh ber-sama2 makin seperti Kristus.

Nyanyian:

Satu dalam Tuhan oleh darahNya (penuh pengampunan)

Satu dalam Negri yang suci (dalam kesucian dipimpin Roh Suci).

Satu dalam Tuhan oleh darahNya (penuh pengorbanan)

Tempatnya Roh yang suci (persekutuan dalam Roh).