M3961 – Galatia 2:20, Pilipi 1:21. Untuk Apa Kita Hidup?

PENDAHULUAN.

Ada orang punya jawaban untuk perta-nyaan ini, ada yang bingung, tidak pu-nya jawaban, ada yang masa bodoh, mengalir saja menurut waktu, apa katanya nanti. Padahal hidup ini dibuat Allah sebagaisuatu kesempatan emas, kalau mengerti, pasti tidak di-sia2kan. Kita bisa mendapat hal2 yang indah, menyenangkan, puas di dunia dan da-lam hidup sesudah ini, kalau kita tahu tujuan hidup yang betul dan tahu cara mendapatkannya. Firman Tuhan mem-berikan jawabannya.

UNTUK APA KITA HIDUP.

Biasanya orang hidup untuk senang dan bahagia, tidak ada yang mau hidup untuk menderita. Tetapi kenyataannya lebih banyak yang menderita sekalipun secara jasmani sukses, sehingga tidak lagi bergairah untuk hidup, jadi putus asa dan bingung, mereka berpikiruntuk apa sebenarnya hidup ini kalau untuk penderitaan. Kalau sudah bosan dan putus asa, bahkan ada yang minta mati.

Tetapi kalau seorang percaya Tuhan Yesus, ia ditebus dari dosanya, maka hidup ini menjadi suatu kesempatan yang indah. Ia bisa mengerti, percaya akan tujuan hidup yang betul dari Tu-han, dan bisa mengalami suatu hidup yang puas dan bahagia di dunia, bah-kan sampai hidup sesudah kematian. Orang yang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus, merasa untung bisa hidup di dunia ini, sebab kalau hidup berkenan pada Tuhan di dunia ini, maka ia bisa menikmati tujuan hidup yang indah dengan limpah di dalam Tuhan Yesus untuk hidup di dunia ini dan dalam kekekalan.

III. DATA2 TENTANG HIDUP MANUSIA.

  1. Hidup ini hanya sementara, rata2 hanya 70-80 tahun, ada yang sampai 100 1Pet 1:17. Semua akan mati (ke-cuali satu golongan di akhir zaman, akan hidup tanpa mati, itu suatu ra-hasia dan yang dapat mengerti dari Tu-han Maz 25:14, mendapat kesempatan dari Tuhan untuk mengalaminya 1Kor 15:51-52).
  2. Tidak ada yang tahu sampai kapan. Hidup ini seperti uap Yak 4:14.
  3. Kita tidak tahu hari esok Ams 27:1. Ada yang membuat rencana atau pengharapan, tetapi tetap tidak tentu.
  4. Tuhan mengatakan, hidup bukan nasib, tetapi tergantung dari perbuat-an masing2, senang atau susah, untung atau celaka, enak atau pahit; baik un-tuk hidup yang sekarang, juga untuk yang akan datang sesudah kematian.

Kalau kita hidup dengan kekuatan sendiri, ada iblis yang selalu mau merusakkannya Yoh 8:44; 10:10. Tetapi kalau kita hidup dengan Tuhan Yesus, baru kita bisa hidup benar dan iblis tidak dapat mengganggunya sehingga nasib menjadi baik di dalam Tuhan. Tanpa Tuhan, hidup ini akan sia2 seka-lipun berhasil dan sukses dalam dunia ini Mat 16:26. Sebab itu jangan  hidup sendiri, tetapi dengan Tuhan Yesus hi-duplah berkenan pada Tuhan, maka pasti hidup ini akanmanis, indah, ba-hagia di dunia sekarang dan dalam hidup kekal yang akan datang. Tidak sulit, Tuhan sudah menebus dan me-ngerjakan bagian yang terbesar, tinggal kita mengerjakan bagian kita yang jauh lebih kecil. Kalau mau, dengan Tuhan pasti bisa. Sebab itu belajar mengerti dari Firman Tuhan dan kerjakan dengan iman sesuai Firman Tuhan, kita akan mendapat nasib yang bahagia, sukacita dan puas sampai kekal.

GAIRAH HIDUP.

Semua orang punya gairah hidup yang ber-beda2, tergantung dari pengertian dan keadaannya. Gairah hidup orang2 ini bisa digolongkan dan diberi ukuran dari + + + sampai 0, sampai – – –

Orang yang bergairah positif, dari +1 sampai +3 itu bisa gairah yang betul dari Tuhan, bisa gairah dari orang itu sendiri atau dari iblis (dari orang atau dari iblis, itu sebetulnya sama, akan diterangkan).

Orang yang tidak ada gairah hidup (negatif) mulai dari -1 sampai -3 itu berasal dari iblis, sebab orang yang betul2 di dalam Tuhan tidak akan hilang gairahnya, kecuali oleh iblis.

Gairahnya 0 (nol). Ini orang2 yang hati dan hidupnya kosong, sehingga tidak ada gairah hidup, apalagi kalau hidupnya  tidak punya tujuan hidup yang betul (tidak punya pengertian tentang tujuan hidup yang betul dari Tuhan), tidak akan punya pendirian yang betul, hanya hidup menurut arus waktu, apa katanya nanti. Ini golongan orang yang tidak punya tujuan hidup yang betul, tidak tahu apa yang terjadi, mereka  tidak peduli, apa katanya nan-ti. Kalau tujuan hidup hanya di dunia, itu rapuh dan hanya sebentar lalu habis, tidak tahu berikutnya. Sekalipun mereka sekarang punya rumah, kaya, punya gelar dll kalau mati, itu habis, tidak bisa dibawa, sia2, tidak tahujadi milik siapa, ini orang yang tidak me-ngerti Luk 12:20-21. Semuanya sia2 Mat 16:26. Seringkali gara2 uang 1 juta berkelahi ramai, tetapi waktu mati uangnya miliaran dilepas begitu saja, tidak berdaya, semua ditinggalkan.

Gairah + 1. Ada semangat hidup. Punya tujuan hidup jasmani (sehat, pin-tar, kaya, terhormat dll) dan sebagian juga punya tujuan hidup rohani dari Tuhan Yesus (yaitu untuk tumbuh se-perti Kristus dan melakukan kehendak-Nya untuk kemudian masuk dalam Surga dan mulia untuk kekal).

Gairah + 2. Ada gairah hidup yang kuat. Gairah dari orang2 percaya itu kuat Yoh 2:17. Bisa tahan kesukaran dan penderitaan sebab punya tujuan hidup yang betul. Misalnya Kis 10:5; 16:25.

Gairah dari diri sendiri (biasanya iblis ikut intervensi, sekalipun manusia tidak sadar, dan tidak mau mengakui-nya, sebab iblis itu penguasa dan tuan dari semua orang dosa 1Yoh 3:10). Bia-sanya gairahnya itu untuk mencari ke-pintaran, harta, popularitas, kesukaan, ambisi dll, tetapi tidak semua berhasil, sebab itu kalau perlu, mereka meng-halalkan segala cara, asal dapat.

Gairah + 3. Ber-api2. Untuk orang2 beriman gairahnya ber-api2 Rom 12:11 karena ada Roh Kudus dan mau taat dipimpin Roh dalam kesucian untuk melakukan kehendak Allah. Semangat-nya ber-api2 istimewa dalam mencari yang kekal Kol 3:1-2, biasanya gairah-nya konstan, bisa tahan sampai mati, sekalipun sulit atau menderita, sebab biasanya mereka menang oleh hikmat dan kuasa Allah.

Sebaliknya orang2 yang ada roh setan itu sangat bergairah dankuat me-ngejar perkara2 dunia yang fana, sa-ngat berani, selalu menghalalkan sega-la cara, untuk mendapatkan keduduk-an, uang, kesukaan hawa nafsu dll. De-ngan iblis, yang berhasil bisa banyak, tetapi limpah dengan dosa dan jiwanya binasa dalam neraka. Contoh gairah yang dari Tuhan, misalnya: Yusuf, Daud, Daniel, Petrus, Paulus dll. Contoh gairah dari dosa: Absalom (ambisi), Amnon, Yoas, Zedekia, Achab dll.

MEMBUAT TUJUAN HIDUP YANG BETUL JADI INDAH DAN BERHASIL.

Ini hanya bisa didapatkan di dalam Tuhan Yesus yang menebus hidup ma-nusia dari dosa dan kebinasaan kekal. Kita harus mengerti bagaimana dan ca-ra mendapatkannya dan ini hanya ada di dalam Tuhan Yesus. Iblis itu bapak pembohong dan pembunuh, jangan percaya harapan yang ditawarkan, itu akan membawa kebinasaan seperti yang dialmi oleh Hawa.

Untuk mendapatkan tujuan hidup yang benar, caranya adalah:

  1. Percaya pada Tuhan Yesus dan tum-buh dalam jalan keselamatan, yaitu dalam jalan sempit, dalam kesucian, lekat pada pokok yang benar Yoh 15:5. Itu berarti limpah dengan 7 KPR. Kalau kita di dalam kesucian, dipimpin Roh, maka kita bisa celik dan mengerti segala rencana Allah yang indah yang menjadi tujuan hidup kita di dunia sampai kekal. Dan dengan pertolongan Tuhan kita punya pengertian, kekuatan, kemampuan cukup untuk tujuan hidup yang betul dari Tuhan dan akan betul2 puas dan bahagia sekarang dan dalam kekekalan. Orang yang hidup dalam dosa tidak akan bisa melihat dan me-ngerti rencana Allah yang indah sebagai tujuan hidupnya. Justru mereka lebih percaya dusta setan dan binasa dalam tangan iblis. Di dalam Tuhan ada hidup yang paling indah, sukacita dan bahagia di dunia sampai kekal.
  2. Celik, bisa melihat yang kekal Ibr 11:27, 2Kor 3:18, tahu dan percaya akan rencana Allah yang indah dan mulia. Yer 29:11, Ef 2:10. Karena me-ngerti dan percaya rencana Allah, hati-nya selalu penuh dengan gairah dan su-kacita meskipun tidak tahu bagaimana, sekalipun ada dalam keadaan yang sulit dan tidak enak seperti Yusuf, Daud, Daniel, akan tetap percaya dan sung-guh2 mengalaminya.(Nyanyian: Indah rencanaMu Tuhan, di dalam hidupku walau ku tidak tahu dan tak mengerti semua jalanMu).
  3. Ada sejahtera dan sukacita dari Roh Kudus Pil 4:4,7, bahkan sukacita itu tidak bisa diambil orang Yoh 16:22 seperti Yusuf, Paulus dll dalam penjara, mereka tetap merasa sukacita.
  4. Tidak takut mati sebab dengan Tu-han, rencanaNya pasti jadi. (bukan ti-dak takut mati yang ngawur, nekad, karena mabuk dosa dan ditipu iblis), yaitu:

4.1. Percaya bahwa mati hidup diten-tukan Tuhan 1Sam 2:6 dan Dia sang-gup menjaga kita dengan teliti 1Kor 10:13, Mat 10:30, misalnya Daniel, Sa-drakh, Mesakh, Abednego lepasdari hukuman mati. Tentu kita harus tetap hidup dalam kesucian, dan dalam pencobaan tidak bereaksi dosa seperti Daniel cs, tidak mau ketularan dosa seperti benci, iri, zina dll, tetapi tetap penuh dan taat dipimpin Roh.

Orang yang hidup dalam dosa itu dicengkram oleh takut mati Ibr 2:15, sebab sengat maut itu dosa. 1Kor 15:55. Orang yang hidup dalam dosa, dikuasai takut mati.

4.2. Mati dalam Tuhan itu untung Pil 1:21,23. Kalau pada waktunya harus mati (semua orang akan mati), kema-tian orang yang memperkenankan Tuhan itu sangat indah untuk kekal.

Orang mati dalam Tuhan, langsung dibawa Allah 1Tes 4:14 dan masuk dalam kesukaan dan kemuliaan yang kekal 2Tim 4:6-8.

4.3. Memang hidup itu hanya semen-tara, tetapi waktunya ditentukan Tu-han, istimewa untuk bisa tumbuh da-lam rencana Allah yg indah Yes 66:22.

  1. Orang percaya akan kuat dan terus bergairah hidup dengan benar. Hidup yang indah dan benar itu dengan iman 2Kor 5:7, harus bisa melihat “yang tidak tampak” Ibr 11:27 dan yang kekal 2Kor 3:18. Sekalipun tidak mengerti, jalan buntu banyak penderitaan, tetap per-caya akan kasih dan kebaikan Allah yang kekal, sehingga tahan bantingan dalam segala keadaan, tetap ber-api2 ikut Tuhan, selalu ada sejahtera dan sukacita dipimpin Roh. Pil 4:4,7. Ini juga berarti tidak jatuh dalam dosa, tidak bereaksi dosa sehingga tetap bergairah dan ber-api2 ikut Tuhan. Justru orang yang berani mati karena Tuhan, tidak akan mati, tetapi hidup berkemenang-an Mat 10:39, bahkan dapat kesem-patan hidup lebih lama supaya bisa tumbuh danmeningkat makin indah (yang hidup dalam dosa seringkali dipo-tong umurnya), misalnya Ef 6:3, Ams 10:27; 3:16, Pkh 7:17 dll.

Kalau kita mempunyai hal2 ini, ma-ka kita bisa memperoleh dan menik-mati tujuan hidup yang betul, sangat indah, di dunia dan dalam kekekalan.

MEMPERBAIKI TUJUAN DAN GAIRAH HIDUP.

Beberapa banyak orang menjadi putus asa sehingga hilang gairah hidupnya sebab banyak tantangan2dan sikon yang jahat, atau karena gagal lalu putus asa, hidupnya menjadi hambar dan gelisah. Waktu Yacob menghadapi ke-matian istri dan anak yang baik dan di-cintai, ia putus asa dan mogok, macet kira2 23 tahun. Tidak ada hal2 yang berarti yang dibuatnya, seperti mati tetapi tidak mati (ia tidak berani bunuh diri). Baru sesudah tahu Yusuf hidup, gairah hidupnya tiba2 muncul Kej 45:27. Lain dengan Petrus dan Paulus yg meskipun tidak ada harapan dalam penjara, gairahnya tetap ber-nyala2.

Jadi sebab yang utama yang mem-buat orang kehilangan gairah hidup adalah dosa, sehingga matanya buta, tidak bisa melihat hidup yang betul dan yang kekal. Sebab itu satu2nya cara yang betul dan bisa menolong adalah Tuhan Yesus sehingga matanya bisa celik melihat yang kekal lalu timbul gairahnya. Seperti keledai Isachar yang mogok, tidak ada semangat dan gairah untuk hidup dan bekerja. Tetapi waktu keledai Isachar matanya celik, maka timbul gairah untuk hidup Kej 49:15.

(Secara akal dan ilmiah masih bisa diusahakan untuk menguatkan sema-ngat hidup orang yang putus asa, tetapi itu hanya untuk hidup yang sekarang. Iblispun ahli memberi pengharapan yang palsu seperti pada Hawa atau dengan ber-macam2  umpan dan kesu-kaan hidup, sehingga jadi bergairah, namun tetap dalam perhambaan dosa, bahkan lebih terikat karena ambisi, kebencian, kesukaan uang, dosa, dll yang membuat gairah ini. Ia bergairah, tetapi akhirnya, nasibnya tetap binasa untuk kekal Ams 14:12-13.

Hanya di dalam Kristus ada kesuka-an dan hidup yang bahagia dan indah untuk kekal). Tanpa Tuhan Yesus, tidak ada penebusan dosa dan tidak ada hidup yang bahagia di dunia dan kekal. Memang dunia dan iblis menawarkan juga bahkan lebih bergairah dan ber-semangat untuk kesukaan di dunia yang fana (kesukaan dosa sesaat Ibr 11:25) tetapi semua itu hanya untuk hidup yang sekarang, akhirnya binasa dalam Neraka kekal. Tanpa Tuhan Yesus, tidak ada keselamatan dan tidak ada gairah yang menyelamatkan sam-pai kekal.

Untuk orang yang percaya Tuhan Yesus, pemulihan hidup yang hambar dan putus asa, bisa ditolong dengan:

  1. Berikan pengertian tentang rencana Allah untuk keselamatan di dunia sam-pai kekal yang amat indah dan mulia. Kerjakan dalam pengurapan Roh Ku-dus sehingga orang yang mau bertobat hatinya dijamah oleh Roh Kudus seperti keledai Isachar atau sepertiorang2 yang bertobat oleh pemberitaan Petrus da-lam pengurapan Roh Kudus Kis 2:37.

Sebab itu doakan terus dalam peng-urapan Roh Kudus, supaya terjadi ke-gerakan Roh Kudus bagi mereka se-hingga matanya celik dan bisa ber-gairah kembali seperti keledai Isachar.

  1. Pemberesan dosa. Dosa itu menarik orang ke Neraka dan itu harus dipa-tahkan. Buat pertobatan dan pembe-resan langsung seperti penjahat besar yang di salib Luk 23:43 atau seperti anak terhilang, mereka langsung dite-rima dan pulih Luk 15:22-24; lalu se-sudah itu ikatan dan cacat2nya dibe-tulkan satu per satu, tetapi mereka sudah berubah dan kembali bergairah di dalam Tuhan. Semangat dan gairah yang besar ini, bisa tiba2 habis dalam putus asa yang besar; Misalnya Yudas semangatnya ber-api2 dalam usaha menyerahkan Putra manusia Yesus untuk dibunuh, tetapi tiba2 ia menjadi putus asa dan hilang semanganya, se-bab tertuduh oleh iblis sehingga tidak ada harapan lagi sebab itu ia bunuh diri dan langsung masuk Neraka. Juga Saul yang bergairah mengejar Daud untuk membunuhnya, dan juga hendak ber-perang, kemudian habis semangatnya dan bunuh diri, langsung dibawa iblis ke rumahnya.

KESIMPULAN.

Untuk apa kita hidup? Semangat dan gairah manusiawi apalagi dari iblis itu tampak ber-api2, tetapi sia2, lebih2 waktu mati, semua lenyap dankosong. Gairah hidup orang benar, lebih2 yang dipimpin Roh itu terus me-nyala2 sam-pai ke akhir sebab percaya dan me-ngerti bahwa tujuan hidup kita itu sangat indah dan mulia, bukan hanya di dunia, tetapi terutama untuk hidup yang kekal, suatu hidup yang amat indah, jauh lebih baik Pil 3:23. Sebab itu, meskipun ada hal2 yang tidak me-nyenangkan dan rasanya pahit, tetapi bisa tetap sejahtera dan sukacita sebab percaya rencana dari Allah itu pasti indah pada waktunya, apalagi yang di Surga. Ini gairah dan sukacita yang in-dah sebab meskipun tidak tahu ba-gaimana hari esok dan bagaimana rencana Tuhan, tetap bergairah, sebab yakin Allah yang Mahakuasa sanggup memelihara hidup kita dan rencanaNya pasti jadi untuk yang tetap taat dengan setia.  Kita yakin nasib kita di dunia, apalagi di Surga adalah penuaian dari apa yang sudah kita tabur dengan betul dan tulus dalam Tuhan (sekalipun dengan banyak air mata). Tidak akan sia2, Tuhan pasti memberi penuaian yg sesuai dgn penaburan kita Gal 6:6-10.

Hidup ini kesempatan emas untuk menabur se-banyak2nya sesuai dengan Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus, sebab itu kita terus bergairah dengan pimpinan, hikmat dan kuasa Roh Kudus. Kita terus menabur dengan bergairah. Sebab menabur adalah ba-gian kita dan penuaian adalah bagian Allah dan pasti jadi, sebab Allahtidak pernah gagal, baik di dunia ini dan dalam tempat yang lebih mulia dan indah untuk abadi di Surga yang kein-dahan dan kesukaannya tidak terbatas.

Jangan berhenti menabur dengan gai-rah yang penuh bahkan +3 dengan pengurapan Roh Kudus di dalam kita, maka nasib dan hidup kita di dunia sampai kekal akan jadi paling indah dan mulia untuk abadi. Inilah maksud dan tujuan hidup kita.

Koor: Tabur menuai 2x.

Sungguh tidak rugi yang tabur menuai (manis buahnya)

(Sungguh amat pahit yang menabur daging)

  1. Tabur waktu muda, tabur waktu tua, tabur tiap hari, sampai akhirnya. Sungguh tidak rugi, tabur tiap hari, tabur kesucian, manis buahnya.
  2. Tabur tiap hari, tabur tiap segi (hidup),

tabur mana2, taburlah terus. Hidup ini masa penaburan indah, kita klak menuai di sini dan Sana.

III. Jangan tabur daging, jangan tabur nafsu. Buahnya pahitlah, harus dimakan. Sungguh hebat sesal dan derita kekal, jangan tabur daging kematian buahnya.