M3960 – 1Korintus 14:4,14. Berdoa Dalam Roh (Pentakosta)

DEFINISI.

Berdoa dalam Roh adalah dengan bahasa lidah (bahasa asing) meskipun kita tidak mengerti, tetapi kita menga-takan suatu rahasia yang penting de-ngan Allah oleh Roh Kudus 1Kor 14:2. Ini bukan kata2 atau rahasia yang sia2, tetapi suatu doa syafaat Roh Kudus untuk kita, tentang keadaan kita yang tepat dan perlu supaya kita tetap ada dalam rencana Allah, Rom 8:26-27.

Berdoa dalam Roh itu sangat se-derhana, mudah (sebab Roh Kudus yang bicara) tetapi faedah sangat be-sar, lebih dari 30 faedah yang penting dan sangat berguna bagi kita. Lebih banyak kita berdoa dalam Roh, bahkan senantiasa, non stop itu lebih besar faedahnya bagi kita 1Tes 5:17, Ef 6:17.

Tetapi kita juga harus menyadari bah-wa tidak semua yang berbahasa lidah, kesaksian hidupnya baik, sebab:

  1. Hanya bisa berbahasa Roh tetapi tidak ada Roh Kudus di dalamnya sebab hidup dalam dosa, apalagi kalau keras hati, akhirnya ditinggalkan Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, kekuatan manusia terbatas, lebih banyak yang jatuh da-lam dosa dan dicelakakan iblis, se-hingga menjadi batu sontohan Rom 2:24.
  2. Penuh Roh Kudus tetapi tidak ber-jalan dalam Roh, tidak dipimpin Roh. Pada waktu ini, ia akan mudah jatuh dalam dosa.
  3. Seperti ligabo, tidak punya kelebihan minyak Roh Kudus. Perlu punya ke-limpahan minyak untuk bisa terus hi-dup dalam kesucian dan taat dipimpin Roh.
  4. Ada gairah tetapi tiada pengertian itu bodoh Rom 10:2, sehingga banyak keliru jalan dan berbuat hal2 dosa.

Kalau hidup tidak betul, itu tanda hi-dup, yang tidak dipimpin Roh. Biasanya masih ada kemurahan dan kesempatan dari Tuhan, tetapi kalau ini di-sia2kan, tetap tidak bertobat ia tetap dalam tangan iblis seperti orang2 dosa pada umumnya, lepas dari Tuhan,celaka!

MINTA PIMPINAN ROH KUDUS DALAM MENGHADAPI PROBLEM.

Kalau seorang dalam kesukaran atau menghadapi problem, hendaklah ia terus berdoa dalam bahasa lidah (yaitu berdoa dalam Roh dan kebenaran), maka Roh Kudus akan berdoa syafaat baginya Rom 8:26-27, mengangkat sua-tu doa kepada Bapa untuk problemnya. Timbul konfrensi Tiga Maha Besar atau konfrensi tingkat tertinggi khusus untuk orang yang berdoa itu dan di dalam bahasa lidah yang dinaikkan itu terdapat rahasia dari Allah baginya 1Kor 14:2. Ini bukan sembarang rahasia atau tentang hal2 yang tidak ada kena mengena dengan dia, tetapi justru rahasia kemenangan tentang problem yang dihadapinya. Pada waktunya Roh Kudus akan mengartikan dalam pikiran-nya sehingga ia bisa mengerti lebih jelas tentang problemnya dan tahu cara dari Allah untuk menghadapinya menurut pimpinan Roh Kudus. Dengan demikian ia bisa bersikap, berkata dan bertindak dengan betul selama ia terus berdoa dan hidup dipimpin Roh. Sebab itu tidaklah heran kalau orang2 yang penuh dengan Roh Kudus, ber-api2, dipimpin Roh, biasanya kata2, sikap dan tindakannya itu bijaksana, sebab Roh Kudus memimpinnya dalam meng-hadapi problem dan kesulitannya.

Kalau belum mengerti artinya, be-lum mengerti harus berbuat apa me-nurut Roh Kudus, doa terus, sampai Roh Kudus ber-kata2 meyakinkan dan memimpinnya. Jangan takut, hadapi bersama dengan Roh Kudus, ini cara yang luar biasa.

Jadi rahasia dari Allah bagi problem-nya itu justru ada dalam bahasa lidah yang diucapkannya dalam ilham Roh sehingga ia menang dan bisa mengatasi problemnya dengan baik, bahkan de-ngan hasil yang luar biasa, sebab ia ber-tindak menurut cara Allah yang sem-purna. Dengan demikian orang yang dipimpin Roh bisa melakukan hal2 yang besar dari Allah Maz 60:14.

Betapa indah. Sebab itu kita perlu berdoa terus dalam Roh dan kebenaran dalam menghadapi segala problem dan kesulitan. Bahkan juga kalau tidak ada apa2, hati bersyukur dan menyembah Allah itu manis dan nikmat, sehingga selalu dalam pimpinan Roh Kudus 1Kor 5:10,17. Kalau seorang berjalan sendiri, apalagi menuruti daging dan dosa, sekalipun ia orang yang biasanya indah, bisa melakukan hal2 yang bodoh dan celaka. Misalnya waktu Daud berdosa, ia bertindak menurut pikiran dan ke-hendaknya sendiri dan melakukan kesalahan yang lebih besar.

III. MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BETUL, dalam hal2 kecil dan besar. Biasanya ada beberapa kemungkinan yaitu:

  1. Mencari dan menurut pimpinan Roh Kudus yaitu sesuai dengan Firman Tu-han, ini yang terbaik.
  2. Menurut akal dan pikiran kita sen-diri. Bisa baik bisa celaka, lebih banyak keluar dari jalan dan rencana Allah. Sebab itu yang terbaik adalah selalu dipimpin Roh, selalu ber-tanya2 akan Tuhan 1Taw 16:11.
  3. Menurut daging, dunia dan iblis. Biasanya iblis tidak (berani) langsung masuk di dalam orang2 beriman, apa-lagi dengan cara2 yang drastis, tentu ditolak. Iblis lihai, segala jalan ditem-puh asal menang. Ia menggerakkan orang menurut daging dan cara2 du-niawi sehingga jatuh dalam dosa dan bisa dengan kokoh dan kuat dikuasai oleh iblis.
  4. Nasehat atau dorongan orang2 seki-tarnya, bisa baik, bisa jahat tergantung pergaulannya. Amnon anak Daud menuruti Yonadab bin Simea, akhirnya senang sesaat, tetapi tidak lama kemudian binasa! 2Sam 13:5. Seba-liknya kalau kita menuruti mata yang baik, akan selamat dan keberkatan.

Rehabeam menuruti penasehat2 orang2 muda yang emosionil sehingga akibatnya kerajaannya pecah. 1Raj 12:15. Kalau ia menurut penasehat2 tua (yang belajar banyak dari hidup Salomo dalam terang Firman Tuhan), ia tidak celaka. Waktu Yoas masih muda ia menurut nasehat Imam Yoyada dan diberkati Tuhan, tetapi waktu menuruti penasehat2 yang ahli tetapi kurang menuruti Firman Tuhan, ia menjadi jahat dan melakukan tindakan2 yang kejit antara lain membunuh Zakaria anak Yoyada 2Taw 24:20-22.

Kita sendiri harus punya pendirian supaya nasib kita tidak ditentukan orang lain yang bisa mempengaruhi. Tetapi juga kita harus bisa menyaring hidup, nasehat dan pengaruhorang2 lain yang ada di sekitar kita dan me-nurut Firman Tuhan lebih daripada pikiran manusiawi.

Bagaimana kita bisa mendapat kepu-tusan yang baik?

Roh Kudus adalah Allah yang Maha-kuasa yang menyediakan diriNya men-jadi Penolong pribadi yang terbaik dan tinggal di dalam kita Yoh 14:16. Sebab itu berusaha mendapatkan pimpinan-Nya. Kalau mau pasti bisa, sebab itu anugerah dan kemurahan Allah bagi umatNya.

Caranya adalah:

Hidup benar di hadapan Tuhan, se-bab tanpa kebenaran, hubungan kita putus dengan Tuhan Yes 59:2. Ini syarat minimum dalam hubungan dengan Tuhan, harus hidup benar sesudah lahir baru, baru ada hubungan yang baik dan efektif dengan Tuhan. Sekalipun orang yang biasanya mahir mendengar suara Tuhan, tetapi kalau ia hidup dalam dosa seperti Daud, ia menjadi bodoh, tuli dan buta, sehingga melakukan per-buatan yang tidak karuan dan makin jahat dan celaka. Waktu ia berbuat do-sa, ia menjadi makin kacau dan jahat, sebab tidak ada hubungan dengan Tuhan.

Bagaimana seharusnya Daud meng-ambil keputusan dalam dosa2nya. No-mer satu harus bertobat. Sebab tidak bertobat, ia kehilangan pimpinan Roh Kudus. Biasanya ia ber-tanya2 Tuhan 1Taw 16:11. Sekarang matanya kabur atau buta oleh dosa2nya. Akalnya bun-tu. Disini tampak akal2-annya karena dosa, sebab ia belum bertobat.

Kalau bertobat sungguh2, Tuhan akan kembali kepadanya, akalnya akan terang lagi. Seharusnya kalau ia betul2 bertobat, maka:

  1. Ia akan memanggil Uria, minta am-pun kalau bisa sujud kepadanya, sebab ini dosa yang membawa kematian!
  2. Kembalikan tanpa syarat, Betsheba kepada Uria, total, lebih baik suruh pindah rumah jauh, beri rumah dan ladang bagi Uria. Zakheus bayar 4 kali lipat. Daud harus bayar berapapun.
  3. Anaknya diambil, (tetapi akhirnya dipanggil Tuhan).
  4. Uria dinaikkan pangkatnya sebab ju-jur, loyal, benar, lebih benar dari Daud.

Kalau ini diperbuat Daud, ia selain diampuni hukumannya akan menjadi berkurang, tidak dahsyat seperti yang dialaminya.

Baik waktu kita hidup benar dan di dalam ujian, apalagi waktu berdosa, harus bertobat sungguh2 dan mencari Allah supaya dilepaskan dari cengkra-man celaka dari setan. Hidup benar itu syarat minimum dalam seluruh hu-bungan kita dengan Tuhan. Kalau putus hubungan dengan Tuhan, pasti ada dalam tangan iblis, sehingga nasib akan celaka dalam tangan setan pembunuh itu Yoh 8:44. Sebab itu dalam keadaan apapun, apalagi dalam keadaan yang jelek atau dalam dosa, harus kembali hidup benar supaya Tuhan dapat menolong kita.

Semua yang mengambil keputusan yang salah akhirnya rusak hidupnya bahkan binasa kekal dalam Neraka. Ja-ngan hidup dalam dosa atauingin berdosa apapun (seperti Yudas dan Gehazi cinta uang) maka keputus-an2nya salah dan celaka. Kalau sudah tahu itu dosa, melawan Firman Tuhan, jangan diteruskan dengan keputusan2 yang salah. Kalau belum tahu, berdoa dengan sungguh2 pada Tuhan, pasti Tuhan menjawab dan menolong orang yang mau taat kepadanya. Memang harus mau menyangkal diri untuk bisa hidup benar, untuk bisa taat akan hal2 yang benar, tetapi pasti penuaiannya baik Gal 6:7-8.

  1. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan itu mutlak perlu untuk bisa mengambil keputusan yang betul. Pim-pinan Roh Kudus itu selalu sesuai de-ngan Firman Tuhan, tidak pernah ber-tentangan Yoh 16:14-15. Bahkan Roh Kudus meneguhkan kita dengan meng-ingatkan ayat2 tertentu pada kita Yoh 14:26. Kalau kita tidak mengerti Firman Tuhan, kita tidak punya peneguhan yang baik. Sebab itu tumbuhlah dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18. Pasti untung, sebab Firman Tuhan menjadi suluh dan pelita bagi perja-lanan hidup kita Maz 119:105.
  2. Diteguhkan oleh Roh Kudus yaitu dengan sejahtera dalam hati Rom 9:1;8:16. Hidup yang tetap berada da-lam pimpinan Roh itu ditandai dengan sejahtera dan sukacita dari Tuhan yang selalu ada dalam hati kita Pil 4;4,7. Jangan hal ini diremehkan.
  3. Peneguhan lainnya. Ini boleh ada, boleh tidak, istimewa dalam hal2 yang lebih penting, bisa diminta, misalnya oleh Gideon minta tanda dari Tuhan dan Tuhan memberikannya Hak 6:36-40. Atau kita minta tanda dan Tuhan sendiri yang menentukan sesuatutanda bagi kita, Tuhan bisa bicara lewat suara hati, bisa lewat peristiwa, bisa lewat orang lain yang diutus Tuhan untuk meneguhkan hati kita, atau lewat Fir-man Tuhan yang diingatkan. Untuk orang yang sungguh2 ingin taat akan Tuhan, ia akan mendapat tanda atau peneguhan yang betul, tetapi kalau seorang hatinya tetap ingin perkara2 yang salah, ia akan disesatkan oleh tanda2 dari iblis. Misalnya Yudas mau menyerahkan Tuhan Yesus karena cinta uang, dan heran, ia mendapatkan tanda pintu terbuka, imam2 me-nyiapkan 30 keping perak yang lang-sung diterima sebelum melakukan pengkhianatannya dan ia makin terjerumus dalam kebinasaannya Mat 26:15; 27:3,9. Ini pintu terbuka dari iblis! Waktu Saul marah dan tentaranya tidak mau menuruti kata2nya untuk membunuh imam2 di Nob, Dowej mau dan rencana kemarahannya diteruskan. Ini tanda dan pintu terbuka dari setan sehingga menjerumuskan Saul makin dalam ke dalam tangan iblis. 1Sam 22:18,22, Maz 52:2.

Yang penting adalah hidup benar, orang yang hidup dalam dosa itu dalam tangan iblis dan pasti akan disesatkan iblis untuk dibinasakan Yoh 8:34. Lekas bertobat supaya jangan dijerumuskan lebih lanjut dalam celaka dan ke-kuasaan iblis. Kalau seorang hidup be-nar, apalagi selalu dipimpin Roh (terus tekun berdoa  dalam Roh dan kebe-naran), maka biasanya ia akan men-dengar pimpinan Roh Kudus dan yakin dengan suara Roh dalam hati yang sesuai dengan Firman Tuhan. Dengan ini kita sudah dapat pimpinan yang jelas dan tepat dari Tuhan.

Waktu Daud melihat Goliat, ia hi-dup benar, sebab itu meskipun hal itu bukan bagiannya, bukan urusannya, tetapi ia bisa jelas mendengar suara Roh untuk mengambil oper pepe-rangan yang besar itu. Sebab yakin, ia berani melangkah lebih lanjut dan ia menang tepat menurut pimpinan Tuhan dengan batu yang pertama, langsung menang.

Juga waktu ia terjepit di Kehila, orang2nya sendiri hendak membu-nuhnya, tetapi ia ber-tanya2 Tuhan dan taat akan suara Tuhan untuk mengejar musuh dengan orang2 yang sudah tam-pak nyata mau mengkhianati dan mem-bunuhnya 1Sam 30:8-10. 200 orang ti-dak mau ikut sebab lelah, Daud mem-biarkan, ia pergi hanya dengan 400 orang saja. Tuhan ikut mengatur sikon, sebab mungkin sekali mereka bisa mengacaukan dan melemahkan pasu-kan Daud yang sangat kecil dan lemah ini. Juga waktu bertemu budak Mesir yang mau mati, itu tidak ada kena mengena dengan mereka, tetapi Daud yakin itu disediakan Tuhan baginya dan ia memberinya makan minum sehingga sadar dan menjadi penunjuk jalan yang tepat dari Tuhan. Tetapi waktu ia mabuk dalam dosa zina, ia kabur bahkan buta sehingga terjerumus lebih dalam jerat iblis.

Mutlak perlu hidup benar dan selalu ada hubungan dengan Tuhan dengan doa terus menerus dalam Roh dan kebenaran. Perlu bisa mengenali suara dan rencana Allah untuk mengambil keputusan yang tepat, istimewa dalam hal2 yang sulit dan terjepit. Sebab itu kita harus selalu dalam hubungan baik dengan Tuhan dengan doa senantiasa dalam Roh dan kebenaran.

Kalau belum mendapat jawaban, kita harus sabar menunggu, sebab Tu-han tidak pernah salah atau terlambat. Kadang2 harus menunggu lama seperti Abraham, Yusuf, Daud dll, tetapi tetap dalam kesucian dan sejahtera Allah. Jangan menunggu dalam dosa, itu di dalam jerat iblis dan akan masuk lebih dalam, dalam rencana celaka dari iblis. Iblis juga punya rencana yang lihai dan tersembunyi, sebab itu perlu selalu ada hubungan baik dengan Tuhan, yaitu terus melekat dalam Pokok yang benar Yoh 15:5 limpah dengan 7 KPR, maka kita akan selalu dalam hubungan yang baik dengan Tuhan, ditandai dengan sejahtera dan sukacita ilahi, dan me-ngerti tipu daya rencana iblis yang jahat dan tidak sampai terjerat.

Kita harus selalu dalam pimpinan Roh Kudus, baik dalam perkara kecil dan besar, tetap minta pimpinan Roh.

Untuk hal2 yang sudah kita kenali peraturan atau kebiasaan yang baik, misalnya pergi sekolah atau kantor de-ngan tertib, bisa dilakukan seperti biasa. Kalau kita tetap ada hubungan dengan Tuhan, maka bila ada hal2 yang tidak dari Tuhan, Roh Kudus akan bicara dalam hati kita, sejahtera Allah akan hilang dan kita harus ber-tanya2 akan Tuhan lagi. Memang kita tidak tahu apa yang akan terjadi (juga kita tidak tahu semua yang sudah terjadi) dan Tuhan tidak memberitahu semua pada kita, sebab kita harus berjalan dengan iman sesuai Firman Tuhan. Meskipun hasilnya tidak enak seperti Yusuf, Daud dll, tetap taat akan Firman Tuhan dan hidup benar berkenan pada Tuhan.

Rencana Tuhan dalam hidup kita itu juga lewat banyak tanda tanya, supaya kita tetap setia dan taat dalam hal yang enak atau tidak, maka akhirnya kita akan melihat rencana Allah yang indah di dunia dan sampai di Surga. Rencana Allah yang terutama itu tentang ting-kat rohani yang terus meningkat sam-pai seperti Kristus dan jiwa2 yang kita menangkan dalam pelayanan. Ini yang paling indah dan jadi perkara yang paling mulia di Surga, bukan kaya, uang, kepintaran, kedudukan dll. Kita harus bisa membedakan apa yang besar dan mulia di dunia, dan di Surga untuk kekal, sehingga bisa lebih mudah bekerjasama dengan Tuhan, mengerti maksud dan rencanaNya, sehingga kita bisa mengalami rencana kelas 1 dari Allah atau tingkat2 tertinggi lainnya. Kalau indah di dalam Tuhan, maka na-sib di duniapun akan indah, tidak akan mengecewakan orang yang berjalan dengan Tuhan. Yusuf dan Maria yang miskin tidak kecewa atau ber-sungut2, dan Tuhan memelihara mereka dengan ajaib lebih indah daripada menjadi orang kaya atau orang besar. Kehi-dupan Yusuf dan Maria di dunia itu di hadapan Allah lebih indah daripada jadi anak raja2.

KESIMPULAN.

Roh Kudus adalah Roh Allah yang Ma-habesar menjadi Penolong pribadi dan tinggal di dalam kita Yoh 14:16. Itu le-bih besar dari fasilitas apapun dalam dunia ini. Mengerti dan hargai ini baik2, maka dalam berpikir, ber-kata2, ber-tindak dan mengambil keputusan, kita akan selalu dalam pimpinanNya dan mengalami rencana Allah yang indah dan nasib yang baik di dunia ini. Indah, mulia di hadapan Allah, di dunia bisa kecil atau besar ditentukan Tuhan ber-dasar mana yang paling menguntung-kan untuk hidup yang kekal. Selalu dipimpin Roh, itu hidup yang sejahtera, sukacita, puas dan bisa melakukan perkara2 yang besar dengan Allah untuk kekal.

nyanyian:

Kalau taat dipimpin Roh.