M3962 – Yakobus 3:2,10. Lidah, Berkat Atau Kutuk (Lidah Tak Bertulang)

PENDAHULUAN.

Hari2 ini orang makin sadar akibat dari bicara seenaknya, istimewa tentang hoax yang menjadi wabah dengan ada-nya gadget. Memangmulut ini bisa menjadi berkat, bisa menjadi kutuk, tergantung kita sendiri dan kita akan makan dari buah mulut kita masing2 Ams 18:21. Bahkan nasib kita itu ba-nyak ditentukan oleh mulut kita. Maz 34:13-14. Sebab itu kalau kita mau mendapatkan nasib yang baik, kita harus mau ber-kata2 dengan betul dan tahu caranya. Tentu semua orang pu-nya pengertian dan caranya sendiri2, tetapi Firman Tuhan itulah kebenaran ilahi yang bisa mengajari kita bagai-mana caranya bisa ber-kata2 dengan betul untuk menghasilkan nasib yang baik. Sebab itu kita perlu belajar dari Firman Tuhan bicara yang baik yang membangun nasib yang baik di dunia sampai kekal di Surga.

 

APA ITU LIDAH.

  1. Lidah itu patokan ukuran hidup ro-hani. Kalau orang bisa menahan lidah-nya, sehingga tidak ada yang salah, ia seorang yang sempurna Yak 3:2. Kalau seorang tidak menahan lidahnya (bi-cara semuanya)sekalipun ia beribadah, semuanya sia2 Yak 1:26. Kalau seorang bisa menahan lidahnya, maka ia bisa menahan seluruh tubuhnya seperti kuda dikuasai oleh kangnya Yak 3:3. Sebab itu kalau kita mau hidup rohani yang baik dan benar, teratur dan terkontrol,tidak liar semaunya sendiri menurut daging, caranya adalah de-ngan menguasai lidah. Ini kunci untuk tumbuh dalam hidup rohani yang baik dantertib dan taat akan Firman Tuhan. Sebab itu kalau kita mau menjadi ro-hani, bisa menguasai seluruh hidup ini, maka kita harus menguasai lidah. Ja-ngan bicara dengan liar semaunya sendiri, tetapi tahan, sangkali, kuasai, jangan bebas semaunya sendiri, jangan menurut emosi, tetapi cocokkan de-ngan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus. Maka hidup ini akan tumbuh makin rohani dan makin indah di hadapan Allah.

Ayub hampir sempurna, dalam pen-cobaan ia bisa menahan diri sehingga tidak ada salah yang keluar dari mu-lutnya Ay 1:22. Sayang, dalam pende-ritaannya ada sedikit kesalahan yang keluar dari mulutnya yaitu membenar-kan dirinya sendiri; tetapi sesudah Tuhan menegur (untuk memperbaiki dan menolong orang yang indah ini supaya pulih kembali), Ayub menyesali kata2 yang salah Ay 39:36-38, 42:6.

  1. Lidah itu kemudi hidup Yak 3:4. Ka-lau kita mau menahan dan menguasai dan mengarahkan lidah ini menurut Firman Tuhan, kita bisa mengemu-dikan hidup ini dengan baik. Kalau kemudi atau lidah ini bisa kita jinakkan, kuasai, dan diatur, maka ia tidak lagi liar semaunya sendiri dan kita bisa mengarahkan hidup ini dalam jalan sempit, selalu dalam jalan Tuhan, me-nuruti kehendakNya, maka hidup ini akan “berlayar” dengan indah sesuai janji2 Allah. Sebab itu kuasai lidah ini, maka kita bisa mengarahkan hidup ini dan setiap segi hidup dalam jalan yang betul.

Lebih mudah menjinakkan binatang buas daripada lidah Yak 3:7-8. Tidak ada orang bisa menjinakkan lidah, bisa ditahan sebentar(ngempet) tetapi ka-lau ada kesempatan, akan keluar lagi kata2 dengan liar.

Tetapi dengan lahir baru dan kuasa Allah (dari doa dalam Roh dan kebe-naran Luk 24:49, Kis 1:8) kita bisa men-jinakkan lidah ini sehingga bisa bicara dengan baik dan betul dan mengarah-kan seluruh segi2 hidup kita dengan betul! Jangan bicara liar atau ngawur, bisa celaka!

  1. Lidah itu suatu api. Yak 3:5-6. Se-kalipun tampaknya kecil dan sepele, tetapi bisa membuat problem, kebakar-an yang besar, sehingga timbul korban dan jadi cacat baik dalam hidup kita maupun cacat dalam hubungan dengan orang lain, apalagi dengan orang yang tidak bisa mengampuni, menjadi cacat permanent, gara2 api kecil ini, yang sering diabaikan.

Lebih2 dalam zaman digital ini, de-ngan HP biasa, kata2 yang liar ini sudah bisa tersebar sampai di seluruh dunia, membakar begitu banyak hati dengan dosa benci, iri, zina, dll. Betul2 api kecil ini bisa membakar hutan dunia yang besar. Hati2, semua ada akibatnya, pa-da waktunya, bisa langsung, bisa agak lama, baru kena akibatnya, apalagi kalau tidak bertobat Pkh 8:11).

Hati2lah memakai api atau lidah ini.

Jangan lupa semua punya lidah (punya api!), semua bisa hangus ter-bakar kalau tidak mau menjaga api ini baik2; Tetapi kalau ia bisa mengen-dalikannya, ber-kata2 sesuai Firman Tuhan 1Pet 4:11, iaakan keberkatan, nasibnya jadi baik, sebab bisa menahan lidah ini dan berani ber-kata2 sesuai kehendak Allah. Sebab itu jangan bi-cara sesuai emosi atau sesuka hati tetapi bicara sesuai dengan Firman Tu-han dan pimpinan Roh Kudus, supaya api ini tidak menyala dengan liar, tetapi melakukan kehendak Allah.

  1. Tanda dari isi hati. Kita bisa melihat isi hati dari apa yang dikatakan lidah ini, lebih2 dari kata2 yang “terlanjur” keluar atau yang dikatakan sembunyi2 atau dalam “sikon yang aman” sehingga bisa bicara apa adanya, tidak pura2 Mat 12:34. Dan sesudah mende-ngar, kita harus bersikap yang bijak dan minta pimpinan Tuhan. Dari mende-ngar apa yang “dimuntahkan” lewat mulut, dari hati yang penuh ini, misal-nya kebencian, perzinaan, tamak, som-bong dll, isi hatinya ketahuan. Ingat orang dunia tidak bisa lepas dari dosa2 yang penuh dalam hatinya. Sebab itu dalam menghadapi orang2 yang penuh dosa dan kejahatan, pakai kuasa Allah, jangan perang sendiri. (Sebaliknya dari kata2 yang keluar dari mulut kita sendiri, itu meneguhkan apaisi hati kita sendiri, sebab itu kalau ada dosa di dalamnya, bertobatlah!). Jangan hanya cuci mulut tetapi yang penting cuci hati, bertobat sungguh2. Ams 30:20. Cuci mulut tanpa cuci hati itu sia2, hanya bersih sesaat.
  2. Lidah itu sumber (mata air) yang asalnya dari hati Yak 3:9-12. Kalau mau keluar kata2 yang baik dan menjadi berkat dari dalam hati, maka masing2 kita harus bertobat sungguh2 sampai dalam hati, angan2 dan pikiran, juga dari dosa2 yang akan datang, bertobat sungguh2 sampai hati kita bersih lalu diisi dengan kebenaran yang betul yaitu kelimpahan Firman Tuhan. Jangan isi dengan 1/2 gomer tetapi dengan 2 gomer (Kel 16:16,22) dan taati sampai Firman menjadi daging, Yoh 1:14, Wah 10:10, maka kita akan penuh dengan Firman yang sudah menjadi daging dan penuh dengan pengurapan Roh Kudus, maka kata2 kita bisa menjadi kata2 berkat yang memberkati banyak orang di sekitar kita, dimasinkan dengan ga-ram Roh Kudus Kol 4:6, sehingga nasib kita akan menjadi baik sampai kekal! Sebab itu isi terus dengan limpah, de-ngan Firman yang ditaati (bukan hanya yang didengar Yak 1:24-25), maka dari mulut kita akan keluar kata2 yang sesuai dengan Firman Tuhan 1Pet 4:11. Dengan hikmat kebenaran Firman Tu-han kita bisa menghadapi pencobaan iblis Mat 4:4 dan memberi jawab pada orang2 lain sehingga mereka diberkati Mat 10:19-20.

Orang yang punya Firman yang didengar akan keluar berkat dan kutuk, itu tidak pantas Yak 3:9-12. Ini seperti orang2 Parisi, pintar mengajar orang tetapi juga bicara dengan penuh dosa (sombong, tamak, siasat dll). Tetapi kalau hati kita penuh dengan Firman yang ditaati sehingga dengan salib, pe-nyangkalan diri, Firman menjadi da-ging, maka dari hati akan mengalir keluar kata2 yang selalu jadi berkat, dimasinkan dengan pengurapan Roh Kudus. Kita sendiri akan keberkatan, sebab punya satu macam mata air yang baik, bukan 2 macam.

Kalau seorang mau dipimpin Roh, maka Roh Kudus menguasai lidahnya, dari kemudi hidup ini keluar bahasa lidah yang menyucikan dan menjadi feadah besar baginya.Dengan demi-kian, dengan pertolongan Roh Kudus, orang yang mau taat akan dapat me-nguasai lidahnya baik2, sehingga men-jadi berkat dan hidupnya keberkatan. Sebab itu orang yang ingin hidup berkenan pada Tuhan, berdoalah terus dengan bahasa lidah menyembah Allah Yoh 4:23, sehingga ada kang di mu-lutnya dan timbul banyak faedah dan kekuatan dari Roh Kudus Kis 1:8.

III. MENJAGA MULUT.

  1. Jaga hati, jangan ada dosa, sekalipun disembunyikan atau dalam angan2, semua dosa dan keinginannya harus dibersihkan Gal 5:24, Ams 5:21. Sebab lidah itu hanya mulutnya botol, me-ngalirkan ke luar isi botol hatinya! Jaga mulut tanpa jaga hati itu sia2.
  2. Diberi kang yaitu pimpinan Roh Ku-dus Maz 39:2 dalam menghadapi orang jahat, jangan sampai ketularan dosanya dan bisa menjawab dengan kata2 dari Roh Kudus yang ditaruh dalam mulut kita Luk 12:11-12. Kalau hubungan kita dengan Tuhan baik, tidak sulit untuk mendapatkan kata2 dari Tuhan bagi yang memintanya.
  3. Perlu diberi penjaga Maz 141:3. Ka-lau kita ingin bicara menjadi berkat, mulut ini harus dijaga, sehingga tidak keluar kata2 yang liar. Tuhan setujudan pasti Roh Kudus akan menolong, men-jaga, mengingatkan kita. Tunggu dan dengarlah suaraNya Mrk 4:23, sehingga mulut ini terjaga dan tidak keluar kata2 yang salah.
  4. Kebiasaan bicara yang mendatang-kan celaka. Cukup banyak orang tahu kalau ia bicara salah, tetapi diremeh-kan, di-ulang2 akhirnya menjadi ke-biasaan yang terus membakar sampai satu kali meledak dan membakar hutan yang besar! Beberapa kebiasaan bicara yang salah antara lain:

4.1. Bicara tanpa dipikir, tanpa diper-timbangkan, langsung bicara dan me-nyahut sehingga banyak salahnya Ams 15:28. Ini kebiasaan yang jelek!

4.2. Bicara terlalu cepat seperti orang pintar, akhirnya banyak salah Yak 1:19. Kalau timbul banyak salah akan ada banyak kepahitan, cacat dan pe-nyesalan.

4.3. Terlalu banyak bicara. Ams 10:19. Jangan bicara lebih dari yang perlu! Lebih banyak bicara lebih banyak salah.

Sebaliknya tidak berani bicara yang betul, juga salah.Kalau dipimpin Roh, jangan takut bicara sebab takut me-ngatakan suara Roh bisa jadi dosa, misalnya Yak 4:17, Ef 4:11. Orangtua dan pemimpin2 yang membisu melihat anak2nya bersalah, itu anjing kelu Yes 56:10, itu dosa imam Eli sehingga ia dapat bagian dari hukuman aank2nya yaitu ber-sama2 mati dalam 1 hari 1Sam 3:13, 17-18.

4.4. Nada kasar, membentak, itu akan merangsang emosi sendiri sehingga akibatnya timbul lebih banyak kata2 kasar dan akibatnya lebih dahsyat. Kita harus mengekang kata2 kita lebih halus (tentu hati juga tetap dipelihara dalam kesucian), jangan lepas kontrol nanti jadi liar dan emosi me-nyala2 dan akibatnya dahsyat. Lebih baik pelan dan sabar (sambil berdoa minta hikmat dan kuasa Allah), sebab biasanya kalau marah, lepas kontrol akan timbul banyak dosa. Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran Allah Yak 1:20.

4.5. Maki2. Ini sudah dosa dan bia-sanya jugaemosionil dan cepat me-nyala2 sehingga akibatnya terlalu ba-nyak dalam sekejab Yak 1:19, akibatnya timbul banyak hal yang melawan Allah dan penuh penyesalan tetapi sudah terlambat. Jangan biasa memakai kata2 kasar seperti gila, binatang dll kecuali perlu untuk istri Ayub (Ayub sudah mempertimbangkannya baik2 dan dengan izin Tuhan Ay 2:10). Buang kebiasaan kata2 jahat dari kebiasaan kita.

4.6. Suka fitnah dan kabar bohong. Jangan mendengar sepihak, itu belum tentu benar Yes 33:15. Jangan suka “kulak berita” tetapi tutuplah telinga dari semua berita hoax. Dan jangan diteruskan pada orang lain, tanpa diselidiki dan tanpa dipikir untung ruginya dan tanpa izin Roh Kudus.

4.7. Jangan suka nafas bohong. Ams 19:9 TL nanti terjerat oleh kata2nya sendiri Ams 6:2 dan terpaksa harus makan akibatnya Ams 18:20. Kalau sadar, segeralah mengakui dosa dan minta maaf / ampun, supaya celaka itu berhenti dan tidak bertambah banyak celakanya. Paling baik, tidak sampai bicara salah.

4.8. Pembawa mulut bisa menyebar-kan hoax juga lewat gadget sangat luas, sehingga celakanya sampai di seluruh dunia! Orang seperti ini sering mem-buka rahasia orang yang tidak patut dibuka. Ams 25:9 lebih2 dalam pela-yanan dengan mewartaberitakan kesa-lahan dari orang2 yang kita layani itu menjadi bumerang, sehingga faedah pelayanan kita bagi orang yang kita layani itu hilang karena kesalahan orang itu diwartaberitakan, sehingga hati orang yang sudah dilayani itu menjadi sakit.

Tetapi kalau ada salah yang ter-buka dari orang yang tidak mau ber-henti berdosa (TL: sabit dosanya) harus ditempelak di muka semua orang,1Tim 5:20, tetapi betul2 sudah terbukti dan orangnya tidak mau bertobat lagi.

Jangan menjadi sumber atau pabrik fitnah atau dealer hoax ataupun tu-kang tadah (bak sampah) dari berita2 dosa yang keji, hati2 2Sam 1:20 lebih baik mendoakannya, kecuali kalau orang2 itu menjadi serigala diantara domba yang kita layani, sehingga mera-cuni dan merugikan, maka suara seri-gala itu harus dimatikan!

4.9. Vokal, nekad bicara. Ada orang yang berani langsung beri komentar tanpa diselidiki dan ditanya. Kalau memang betul, nasihati dahulu dengan 4 mata. Kalau orang itu tidak mau bertobat, bawa beberapa saksi, kalau tetap tidak bertobat, baru diumumkan di muka sidang Mat 18:15-17. Jangan lupa dengan hati jujur, tulus, dengan pengampunan dan kasih.

Jangan berani bicara karena benci, iri, sombong dll dan jangan sebagai reaksi dosa (benci dll), tetapi karena cinta untuk menobatkannya seperti Musa menghadapi musuh2nya. Tetapi kalau orang itu tetap tidak bertobat, apalagi mengganggu domba2 Tuhan, dengan tegas orang itu dianggap se-perti orang kafir atau srigala.

4.10. Sulit dihapus. Ams 29:20. Tam-paknya hanya kata2 yang hilang di udara, tetapi justru sulit dihapus. Kalau mau bertobat atau lepas, langkah pertama adalah mengakui, minta maaf, buat pemberesan! dan tidak mengu-lang dosa ini (apalagi menjadi ke-biasaan, akibatnya dobel).

Seringkali kata2 yang jahat itu menimbulkan (bekas) luka yang ter-ingat terus, kadang2 masih terus menyakiti, kadang2 jadi dendam bagi orang itu sehingga ia tinggal dalam dosa karena kata2 yang salah ini. Kata2 yang salah atau jahat ini dipakai setan untuk membuat orang itu terus dendam, terus hidup dalam dosa. Bah-kan kadang2 sampai mati orangnya, masih teringat akankata2 yang jahat itu dan orang yang tidak dipimpin Roh, bisa terus diganggu, dianiaya oleh ka-ta2 jahat ini, dan terus jatuh atau terikat dalam dosa itu. Sebab itu jangan sembarangan bicara, akibatnya bisa ber-larut2 sampai lama sekali bahkan sampai Neraka!

Ingat kata2 itu bisa tajam seperti silet (pisau cukur) Maz 52:4, bahkan ka-ta2 Dowej ini makan korban 85 imam, mati gara2 “laporan Dowej” 1Sam 21:7-9. Juga  bisa timbul perpecahan yang hebat (seperti kata2 Rehabeam) dan perang antara Yehuda dan Israel 1Raj 12:14,19.

MULUT MENJADI BERKAT.

Putra manusia Yesus mulutNya selalu menjadi berkat Mrk 10:1 sebab Ia (se-bagai manusia) tidak ber-kata2 dari diriNya sendiri, tetapi dari BapaNya Yoh 8:26; 7:16-18 kata2 kita harus sesuai dengan Firman Tuhan 1Pet 4:11 dalam pengurapan Roh Kudus Luk 4:18. Lebih banyak kata2 dari Tuhan 1Kor 14:3, dalam pengurapan Roh Kudus Kol 4:6 lebih baik.

Jangan takut akan manusia, tetapi katakan dengan betul dalam pimpinan Roh, bukan karena marah, iri, benci, hendak membalas dll. Kata2 yang men-jadi berkat adalah Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus dari orang dengan hati yang tulus dan suci. Tidak semua yang menerima kata2 itu men-dapat berkat, hanya mereka yang mau menerima dan taat. Orang yang tidak bertobat, tidak dapat berkat justru membenci dan membalasnya. Kadang2 ini menimbulkan reaksi yang besar, misalnya kata2 Putra manusia pada orang Parisi Mat 21:45-46, tetapi itu kebenaran bukan dari kebencian, sebab Putra manusia tetap mengam-puni dan mengasihi mereka. Tetapi jangan bereaksi dosa, tetap dipimpin Roh sehingga kita bisa bertindak de-ngan cerdik oleh hikmat dan kuasa Roh Kudus.

Kata2 yang menjadi berkat tentu ada pahalanya dari Tuhan, istimewa yangmengajarkan kebenaran Firman Tuhan dan pelayanan dalam Roh de-ngan kata2 dari Tuhan. 1Tim 4:17. Kata2 dari Roh Kudus itu menguatkan, menghibur, memulihkan, menyembuh-kan, memimpin dan menjawab semua kebutuhan orang yang mencari Tuhan, menjadi berkat dan berkenan pada Tuhan.

KESIMPULAN.

Semua orang yang belum sempurna masih bisa bersalah dengan lidah (ini dosa yang paling banyak dan mudah, cepat timbul) tetapi ini bukan alasan untuk membiarkan lidah kita terus ber-dosa. Kalau mau, dengan hidup dalam kesucian dan taat dipimpin Roh, kita bisa menyucikan mulut kita, dengan pimpinan dan kuasa Roh Kudus.

Kalau mau, dengan pertolongan Firman Tuhan dan Roh Kudus kita bisa bicara dengan betul, menjadi berkat dan mendapat nasib yang baik. Juga dengan saling menasehati, lebih2 diantara orang dekat, akan banyak mengurangi kesalahan dalam ber-kata2 Mat 7:1-5.

Nyanyian:

Jadikan bekat hidupku ini,

jadikan berkat buat smua orang.

Jadikan berkat lidahku ini

Jadikan berkat buat semua orang.