M3954 – Yesaya 30:7,14-16. Duduk Diam Dalam Bahaya

Mengapa duduk diam di dalam baha-ya? Biasanya orang lari pergi menjauhi bahaya. Kalau duduk diam2, menurut akal ini berbahaya. Sebab itu waktu Israel melihat orang Mesir dengan 600 rata perang, Israel menjadi panik, tetapi disini mereka tidak bisa lari, sudah terjepit di tepi laut Merah. Lalu bagaimana? Tuhan menyuruh duduk diam2 saja, padahal mereka ada dalam bahaya Kel 14:14.

Masa2 yang sulit akan datang dan pasti terjadi 2Tim 3:1. Dosa akan me-ningkat sehingga kejahatan ber-tam-bah2 Wah 22:11 keadaan jadi sangat sulit, lebih2 untuk orang beriman yang hidup dalam kesucian.

Mengapa ini terjadi? Tidakkah Tu-han bisa mencegahnya? Pasti bisa, tetapi justru Tuhan yang mengingatkan hal ini, semua ini dalam pengetahuan, izin, bahkan termasuk dalam rencana Allah.

Lalu bagaimana sikap dan reaksi kia. Kita akan melihat:

  1. Mengapa kita harus duduk diam2.
  2. Mengapa Tuhan mengizinkan semua hal ini, apa maksudnya.
  3. Hasil yang indah dari duduk diam2 di kaki Tuhan.

APA YANG TERJADI?

Kita melihat dosa makin meningkat dan kuasa Allah dan hal2 dari Atas juga me-ningkat bahkan akan dinyatakan (da-lam pencobaan dan ujian) lebih tinggi dan lebih hebat dari dosa2 dalam dunia. Wah 22;11 (kuasa, mujizat, per-tolongan Allah akan makin nyata dalam pencobaan dan ujian. Seperti Israel waktu bala tentara turun di Mesir, waktu terjepit dalam laut Merah, waktu masuk di padang gurun kematian dll). Mengapa hal2 ini terjadi? Kalau sudah waktunya, maka Allah akan menamatkan rencanaNya dan Gereja akan disempurnakan. Tuhan tidak mencobai  umatNya lebih dari kekuatannya 1Kor 10:13, sebab itu kalau dosa meningkat, itu menjadi pencobaan bagi umat Tuhan atau GerejaNya. Tuhan tahu saatnya dan kemampuan umatNya. Sebab itu tumbuhlah. Bagi kita, dosa dan keja-hatan yang meningkat adalah tanda dari ujian yang lebih berat dan kita harus tumbuh lebih banyak. Seperti Elia, ia merasa tidak sanggup menghadapi ujian yang terlalu berat baginya 1Raj 19:4. Elia merasa keadaan ini lebih dari kekuatannya, ia minta mati. Tetapi Tuhan tidak pernah salah, Tuhan sudah tahu lebih dahulu, Elia harus meningkat dan menang dalam menghadapi hal ini. Jangan putus asa melihat hal2 yang lebih berat sebab Tuhan akan menguatkan orang yang harap pada Tuhan. Tuhan memberi Elia makan roti dan minum air supaya Elia kuat menghadapinya, bahkan dibalik segala perkara ini ada rencana Allah yang sangat indah, Elia harus me-ningkat dan dengan roti dan air yang diberi malaikat, ia pasti tahan dan kuat menghadapi problem2 ini bahkan jadi sempurna, lebih daripada tantangan yang dihadapinya.

DUDUK DIAM2 ADALAH JAWABANNYA.

Ini membuat kita menjadi kuat menghadapi problem yang lebih berat Yes 40:7. Kita tidak tahu kesukaran2 yang kita hadapi ini apakah pribadi atau lokal atau global tetapi pasti akan datang 2Tim 3:1. Tetapi yang penting, kita harus lulus menghadapinya. Baik dalam peperangan pribadi, lokal atau global, kalau kalah, jatuh dalam dosa, apalagi kalau sampai mati dalam dosa, itu berarti celaka yang kekal. Harus menang.

Jangan lari Yes 30:16 hadapi dengan Kristus, duduk di bawah kaki-Nya supaya kekuatan kita bertambah. Dalam peperangan pribadi, orang bisa lari pada orang lain yang lebih kuat. Dalam masa kesukaran lokal orang berpikir, ia bisa lari ke tempat lain yang aman.

Tetapi orang yang harap pada orang lain, pada Mesir, ia akan kecewa. Kita harus lari pada Tuhan, yaitu duduk diam2 pada Tuhan. Orang yang tidak bisa berharap Tuhan, tidak bisa duduk diam di kaki Tuhan untuk pengharapan dan kekuatannya, akan celaka waktu kesukaran global, sebab tidak bisa lari ke mana2. Tetap lari pada Tuhan, itu tempat yang tepat, duduk diam di kakinya,sebab berharap pada Tuhan itulah kekuatan kita Yes 30:15.

Kita tidak bisa menghadapi penco-baan yang lebih berat dengan kekuatan kita sendiri, baik dalam kesukaran pribadi, lokal atau global. Jawabannya adalah duduk diam pada kaki Tuhan seperti yang dikatakan dalam Luk 10:38-42. Duduk diam di kaki Tuhan adalah satu pilihan, bukan dengan sendirinya. Baik Maria dan Marta bisa duduk ber-sama2, tetapi Marta tidak mau, ia memilih untuk mengerjakan kesibukannya sendiri. Ia berpikir ini juga untuk Tuhan. Justru Maria yang disalahkan oleh Marta, tetapi ternyata Maria dibenarkan oleh Tuhan Yesus Luk 10:40-42. Ini satu pilihan. Ternyata Maria sudah memilih yang betul dan baik, tidak seperti Marta. Kita harus punya pengertian dan pilihan yang betul seperti Maria. Orang2 memilih sibuk dalam rencana dan pikirannya sendiri. Kita harus bisa melihat bahwa Kristus adalah jawaban dari problem kita.

Duduk di kaki Tuhan itu :

Belajar Firman Tuhan dan men-taatiNya. Dengan akal ini aneh, sebab bagaimana kita bisa mengatasi semua problem ini 2Tim 3:1 dengan Firman Tuhan, tetapi justru ini jawabannya. Orang yang mengerti dan cinta akan Firman Tuhan, maka Firman menjadi daging, jadi kekuatan dan keme-nangannya Yoh 1:14, Wah 10:10.

Dengan berdoa dalam Roh dan ke-benaran sehingga kita diisi dengan kuasa Allah, dengan minyak dari Surga. Zak 4:2-3. Murid2 putus asa sesudah Tuhan Yesus mati bangkit dan naik ke Surga, mereka tidak tahan dan mau kembali dalam hidup yang lama. Tetapi mereka bertekun di kamar loteng seperti pesan Tuhan Yesus Luk 24:49. Dan heran sesudah mereka diisi de-ngan kuasa dari Tempat yang maha tinggi, mereka berubah menjadi berani, penuh hikmat dari pimpinan Roh Kudus dan berkemenangan.

Rencana Allah genap dalam hidup mereka, Gereja lahir dan tumbuh seka-lipun dalam pencobaan dan kesukaran yang amat sangat pada waktu itu.

Secara jasmani se-olah2 iblis me-nang, bekerja lewat orang2 Yahudi dengan memperalat Herodes dan Pila-tus sehingga Putra manusia Yesus “ka-lah” dan mati, lalu sekarang murid2 ditekan. Tetapi justru dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus yang sudah diterima murid2, mereka menang dan Gereja lahir.

Begitu juga pada akhir zaman ini, dengan kelimpahan Firman Tuhan yang terus terbuka (roti bagi Elia) dan pengurapan Roh Kudus yang limpah (seperti air bagi Elia) maka murid2 mengalami kemenangan yang luar biasa. Begitu juga Gereja akhir zaman akan menang dan masuk dalam ren-cana Allah yaitu Gereja disempurnakan sampai masuk dalam pengangkatan. Elia, murid2 atau Gereja mula2 dan umat Tuhan pada akhir zaman yaitu Gereja akhir zaman dalam Hujan Akhir akan mengalami kemenangan bahkan masuk dalam kesempurnaan rencana Allah.

Limpah dengan Firman Tuhan. Kel 16:22. Dua gomer manna. Tidak cukup hanya 1 gomer. Duduk di kaki Tuhan lebih lama sampai mendapat 2 gomer, ingat ini pilihan, pilihlah duduk di kaki Tuhan. Beri waktu dan minta kelim-pahan Firman Tuhan. Ini suatu pilihan yang dihina, diremehkan dan disa-lahkan oleh Marta tetapi ini yang betul, yang dipilih oleh Maria dan dibenarkan oleh Tuhan Yesus.

Ini tidak akan diambil lagi dari-padanya Luk 10:42. Limpahlah dengan Firman Tuhan dalam kesukaran2 yang datang ini bahkan sampai kesukaran global. Ini menjadi daging dan kekuatan, kehidupan kekal dan tidak akan diambil lagi, tidak bisa hilang. Tampaknya sekarang kesukaran2 ini lokal, tetapi di banyak tempat. Ini bisa tiba2 terjadi global, tinggal tunggu waktu dari Tuhan. Kita diberi waktu untuk duduk di kaki Tuhan, dan ini menjadi kekuatan kita.

Limpah dengan minyak dari Surga seperti ligabis. Mat 25:3-4. Dari luar tidak banyak perbedaan antara ligabo dan ligabis, bahkan banyak orang tidak tahu, juga ligabo sendiri tidak tahu. Tetapi ternyata ligabo tidak bisa ikut dengan mempelai Laki2 yang datang, mereka tertinggal, tetapi ligabis ikut serta dengan Mempelai laki2 yaitu ikut dalam pengangkatan. Perlu limpah de-ngan pengurapan, selalu punya kele-bihan minyak, ini jadi kekuatan yang luar biasa bagi Elia, juga bagimurid2 yang putus asa dan Gereja akhir zaman. Percayalah, dan limpah dengan Firman Tuhan dan pengurapan Roh Kudus.

Memang kita belum tahu kapan Minggu ke-70 Daniel datang (yaitu 3,5 tahun sebelum pengangkatan), tetapi kita sudah harus bersedia atau gugur. Ini tidak ditentukan pada saat peng-angkatan, tetapi pada saat sekarang sebelum tiba saatnya. Sekarang kita harus bersedia, besok sudah ter-lambat tinggal kekecewaan dan ketinggalan.

Latihan, persiapan. Kalau kita mengalami kesukaran2 pribadi atau lokal itu menguntungkan, sebab umat Tuhan dibangunkan untuk memeriksa diri apakah kita sudah bersedia. Sebab bersedia itu bukan untuk besok2 sesu-dah berita Mempelai datang (mulai masuk Minggu ke-70 Daniel Mat 25:6. Ini tanda datangnya Mempelai. Kalau kita sudah masuk Minggu ke-70 Daniel, orang yang bersedia seperti ligabis akan tahu bahwa 3,5 tahun lagi akan terjadi pengangkatan).

Semua bangun, yang sudah ber-sedia, sudah punya kelebihan minyak akan siap untuk menyongsong keda-tangan Mempelai. Tetapi mereka yang tidak bersedia berusaha untuk menam-bah, mencari minyak Mat 25:7-9.

Sesudah itu baru Mempelai da-tang, baru terjadi pengangkatan, tetapi hanya ligabis yang sudah bersedia ikut serta dan pintupun terkuncilah Mat 25:10.

Ini saat pengangkatan. Dan ligabo yang tidak punya kelebihan minyak itu tertinggal tidak bisa lagi ikut dan jawaban Tuhan adalah bahwa Ia tidak mengenalnya, sebab mereka tidak bersedia Mat 25:11-13.

Jadi kita harus bersedia sekarang, sekalipun kita belum tahu bila Dia datang. Kita harus bersedia sekarang, mungkin jauh sebelum pengangkatan itu.

Ligabo dan ligabis akan terpisah pada waktu masuk Minggu ke-70 Da-niel. Mengapa? Polarisasi dosa dan kesucian Wah 22:11 akan memisahkan keduanya. ligabo penuh dengan Roh Kudus tetapi tidak mempunyai kele-bihan minyak, sebab mereka berca-bang hatinya, bercampur dengan du-nia. Ini peringatan yang sudah dika-takan ber-ulang2. Jangan bercabang hati, jangan mendua Yak 4:7-8, Wah 3:16 tidak bisa tumbuh, tidak punya kelebihan minyak dan tidak siap untuk saat penentuan yaitu saat berita pengangkatan itu mulai nyata (ini adalah saat masuk Minggu ke-70 Daniel). Ini saat penentuan yaitu mulai masuk Minggu ke-70 Daniel, bukan saat pengangkatan, itu sudah ter-lambat.

(Ilustrasi: Masa masuk minggu ke-70 Daniel itu pengumuman lulus dan hari pengangkatan itu wisuda, tetapi mahasiswa tidak bersedia untuk hari wisuda, tetapi kerja keras, untuk waktu ujian supaya lulus).

Sesudah itu bersedia tidak lagi berarti, sebab orang yang tertinggal itu sudah tidak punya kesempatan lagi. Sebab itu perlu duduk diam2 itu adalah untuk menang ujian pribadi dan lokal, sehingga waktu kesukaran global, yang bersedia yaitu ligabis tinggal tumbuh dengan cepat mempersiapkan hari pengangkatan, dapat tumbuh se-tinggi2nya bahkan ada sebagian menjadi sempurna.

Sebab itu bersedialah sekarang, duduk diam di kaki Tuhan, sehingga kita siap dan apa yang sudah kita dapat seperti Maria, itu tidak lagi akan diambil daripadanya, tetapi orang2 seperti Maria yaitu ligabis sudah siap untuk pengangkatan dan siap untuk tumbuh se-tinggi2nya. Camkanlah hal ini, sebab itu sangat perlu duduk diam di kaki Tuhan mulai sekarang. Jangan terlambat.

Sebab itu ber-jaga2 itu sudah di-mulai sejak Tuhan Yesus naik ke Surga, dalam Gereja mula2 Kis 20:31, 1Kor 16:13, Ef 6:18, 1Pet 5:8, Jd 1:23, Wah 16:15.

Baik dalam pencobaan atau kesu-karan pribadi dan lokal, ini Tuhan izinkan terjadi pada kita untuk ber-jaga2. Dengan ini orang2 beriman dibangunkan dari tidurnya Mat 25:7. Bangunkan kekuatan kita dengan:

  1. Ber-jaga2 dan
  2. duduk di bawah kaki Tuhan Yesus seperti Maria, Elia dan ligabis.

Jangan lupa pentingnya duduk diam di kaki Tuhan seperti Maria, itu tidak lagi akan diambil daripadanya. Ini yang membuat orang bisa siap untuk masuk dalam kedatangan Tuhan baik secara pribadi atau bersama.

Kita harus diam di kaki Tuhan untuk menang dalam kesukaran pribadi dan lokal, sehingga lolos dalam polarisasi Wah 22:11 dan disiapkan untuk pengangkatan.

Kesukaran2 pribadi dan lokal ini untuk membangunkan umat Tuhan. Kita tidak tahu bila masa itu datang (kesukaran global), kita sudah harus siap sekarang, sehingga tidak terlambat. Sebab tidak tahu saatnya Mat 24:42,44; 25:13, maka mulai sekarang sudah harus siap meskipun kita tetap hidup se-hari2 seperti biasa. Tetap sekolah, bekerja, menikah, punya rencana2 untuk bekerja di ladang, mengisar, keluarga dll, sambil bersedia! Luk 17:34-36. Waktu pengangkatan, mereka masih di ladang, di tempat pengisaran (masih bekerja, bukan naik gunung berdoa puasa menunggu Tuhan seperti yang dilakukan orang2 yang tertipu tanggal kedatangan Tuhan). Sebab itu tetap dalam hidup se-hari2 dan berperang melawan iblis, Antikris sehingga menang dan tumbuh sambil ber-jaga2 (1. membuat pondasi Mat 7:24-28,

  1. berakar dalam Kristus Kol 2:7, Yoh 15:5,
  2. siap menghadapi:
  3. Perlombaan atau peperangan.
  4. 1Pet 4:17.
  5. Baptisan api Luk 12:49, Mat 3:11.
  6. Penampian Mat 3:12.
  7. Polarisasi Wah 22:11.
  8. Ujian akhir Wah 3:10.
  9. Gandum yang matang untuk dituai.
  10. Punya kelebihan minyak seperti ligabis.
  11. Limpah dengan 2 gomer manna,
  12. Bersekutu di dalam Roh dan 7 KPR lainnya).

KESIMPULAN.

Mengapa Tuhan mengizinkan semua kesukaran2 ini? Untuk menamatkan rencanaNya, Gereja harus bangun dan siap menghadapi ujian akhir yang paling berat (tetapi Tuhan juga menyediakan fasilitas akhir zaman yang luar biasa) sehingga Gereja Tuhan menjadi sempurna dan masuk dalam kemuliaan yang kekal. Bersedialah. Ingat hari penenuan itu bukan saat pengangkatan, tetapi sekarang, jangan sampai terlambat, baik untuk kedatangan Tuhan secara pribadi atau bersama.

Nyanyian:

Duduk diam di bawah kakiNya.