M3953 – Yeremia 15:2. “Membuat” Nasib Yang Baik Dalam Malapetaka

NASIB SETIAP UMAT TUHAN.

Ada golongan2 nasib yang tertentu se-perti yang ditulis dalam ayat ini. Siapa yang tentu kepada mati, akan mati … pedang … kelaparan … tawanan.

Dalam dunia biasanya kalau jatuh korban dari satu golongan tertentu, semua ikut takut dan ber-jaga2 sebab bisa menyusul korban2 berikutnya dari golongan yang sama. Misalnya suku bangsa tertentu (Benyamin dalam Hak 20:35-47). Kalau satu kena semua yang lain menyusul. Tetapi dalam perhi-tungan Tuhan lain. Sekalipun kelompoknya sama tetapi nasibnya ber-beda2, tergantung masing2. Ada yang mati, ada yang kena pedang, ada yang kelaparan, ada yang tertawan, tetapi ada yang luput sama sekali.

Pikiran manusiawi menganggap ini untung2an atau nasib baik atau jelek. Tetapi di hadapan Tuhan, nasib ma-sing2 sudah tertentu sesuai dengan atau sepadan dengan perbuatannya. Kalau hidupnya jahat, melawan Tuhan sehingga hukuman yang adil baginya harus mati, maka sekalipun ia memakai macam2 siasat dan cara seperti Achab, akhirnya ia toh mati, kena hukumannya 1Raj 22:17-18. Untuk Achab ada nu-buatannya, tetapi biasa bagi orang banyak tidak ada nubuatan tertentu, tetapi masing2 akan mengalami sesuai dengan golongannya. Ini Firman Tuhan dan pasti jadi. Achab menyaru dan Yosafat dirayu untuk tetap memakai pakaian raja, tentu juga rata dan orang2 yang dipakai Achab, adalah yang terbaik, tetapi semua sia2, ia te-tap mati sesuai dengan golongan per-buatan dan nasibnya. Sekalipun panah itu dipanahkan dengan main2, dengan “kebetulan”, hukuman Achab toh ter-jadi padanya sesuai dengan golongan dosa dan kejahatannya 2Raj 22:34. Anak panah sembarangan ini seperti punya mata dan se-olah2 ada yang memimpin sehingga tepat kena pada  sambungan baju zirahnya. Achab ma-suk golongan orang yang harus mati dan ia mati. Begitu juga Absalom ma-tinya khas, khusus, sesuai dengan golongan perbuatan dan kejahatannya 2Sam 12:9; Juga Ahazia 2Raj 9:27 dll seperti Hofni Pinehas, Eli yang hidup melawan Firman Tuhan, nasibnya se-suai dengan kejahatannya. Juga 30.000 orang Israel yang juga hidup sangat jahat seperti Hofni Pinehas, semua menuju kematian.

Siasat, uang, pedang (senjata), ke-dudukan dll tidak bisa mengubah nasib dari golongannya masing2! Sebaliknya golongan yang baik, sekalipun dalam keadaan kritis dan dahsyat, akan tetap jadi baik sesuai dengan golongan dan nasibnya di hadapan Tuhan. Tuhan yang maha kuasa dan maha adil akan sanggup mengaturnya sesuai dengan nasib dari golongannya.

GOLONGAN NASIB MASING2 SESUAI DENGAN PERBUATANNYA.

Ada nasib yang indah bagi masing2, juga ada golongan nasib yang celaka bagi masing2 sesuai dengan perbuatan jahatnya. Allah adil.

  1. Ia sangat teliti mengatur nasib se-tiap umatNya (nasib yang baik dan yang jahat) dengan adil sesuai dengan perbuatan masing2. Beda air 1 cingkir yang dipersembahkan dengan tulus su-dah beda nasibnya Mat 10:42. Jadi orang yang taat lebih banyak, lebih la-ma, lebih tulus dll pasti diperhitungkan Allah lebih baik dengan teliti. Dengan kata lain nasib lalang dan gandum ber-beda dan setiap gandum tidak sama kemuliaan dan pahalanya, juga nasib celaka dan hukuman setiap lalang tidak sama!
  2. Nasib masih bisa berubah selagi hi-dup. Dari celaka bisa pindah menjadi baik dan setiap seginya diperhitungkan (komputer bisa mengatur ribuan fakta, digabung menjadi satu; lebih2 Allah dapat mengatur ribuan faktor tanpa batas dari setiap orang). Kejahatannya itu berapa lama, sampai tingkatan yang mana, dengan sengaja atau tidak, be-rapa banyak rencana Allah dalam hi-dupnya yang dirusak, dll dan kalau bertobat, berapa lama pertobatannya, apa dalam semua segi, berapa kesung-guhannya dll, semua diperhitungkan Allah dengan teliti seperti menghitung dan memelihara setiap rambut Kis 27:34, Mat 10:30, 1Sam 14:45, 2Sam 14:11, 1Raj 1:52 dsb. Jadi nasib umat Tuhan bisa berubah dari jahat jadi baik dan sebaliknya. Untuk orang beriman nasib bisa berubah dan dihitung Tuhan dengan adil dan tepat (teliti). (Kecuali kalau mati, nasibnya dihitung pada saat terakhir dari hidupnya). Dia tidak membedakan orang dan keadilannya adalah sesuai dengan Firman Tuhan Yoh 12:48, sebab itu kita perlu me-ngerti kebenaran Firman Tuhan. Sebab itu kita tidak perlu kuatir, asalkan kita mau hidup benar dan berbuat baik se-suai dengan Firman Tuhan se-ba-nyak2nya, pasti lebih untung. Kalau toh timbul kesalahan,mau bertobat dan memperbaikinya secepatnya, celaka masih bisa dicegah!

III. CARA MENGUBAH NASIB MENJADI (LEBIH) BAIK.

  1. Berkenan pada Tuhan. Ukuran ke-benaran, kesucian, kebaikan dan se-mua yang berkenan pada Tuhan itu menurut ukuran kebenaran Allah yaitu Firman Tuhan. Sebab itu kita harus mengenal kebenaran Allah yang kekal Luk 21:33. Achab (dan raja2 Israel) merasa dirinya beribadah dan benar, padahal sangat jahat di hadapan Tuhan. Begitu juga orang Parisi berpikir mereka adalah orang rohani, tidak se-perti pemungut cukai tetapi Tuhan mengatakan tokoh2 rohani ini adalah warga negara Neraka Luk 18:11-14, Mat 23:1-15. Sebab itu kita harus me-ngerti dengan betul kebenaran Firman Tuhan baru bisa hidup benar menurut Allah dan mendapatkan nasib yang baik. Kalau kita makin mengerti Firman Tuhan dan taat, maka tingkatan nasib kita akan lebih baik, lebih meningkat. Allah adil dan teliti, tepat. Mat 13:23.
  2. Limpah berdoa dalam Roh dan ke-benaran (hidup benar, tidak simpan dosa), sampai limpah dengan minyak pengurapan Roh Kudus sehingga:

2.1. Kita bisa mengerti kebenaran Fir-man Tuhan, sebab Roh Kudus yang mengajarkannya 1Yoh 2:20,27, Yoh 16:13.

2.2. Dikuatkan oleh Roh Kudus Kis 1:8 sehingga bisa mematikan daging dan taat melakukan kehendak Tuhan Pil 4:13, Zak 4:16.

2.3. Saling menasehati, menguatkan dan melayani dalam Roh, sehingga da-pat hidup benar dan berkenan pada Tuhan. Ini semua dicatat Tuhan, se-hingga tingkat rohani kita makin tinggi di hadapan Allah. Belajar bisa dinase-hati dan mau merendahkan diri meng-akui yang salah dan memperbaiki, te-tap rendah hati supaya bisa tumbuh terus makin indah di hadapan Allah.

  1. Kita juga perlu beribadah bersama, bersekutu dalam kelompok besar dan kecil. Orang yang tidak bisa bersekutu berarti hidupnya tidak betul, tidak ber-kenan pada Tuhan 1Yoh 4:20. Belajar bersekutu dan beribadah ber-sama2.
  2. Selalu bersaksi di mana saja, jangan jadi pelita yang padam, tetapi terus jadi garam yang asin, melakukan kehendak Allah dalam pimpinan Roh.
  3. Tetap hidup suci dan makin mahir pikul salib dan dipimpin Roh.

 

BERJAGA-JAGA, Mat 24:42.

Kesukaran pribadi atau lokal dan global pasti datang 2Tim 3:1-3.

Kita tidak bisa mengelak, semua akan kena. Sebab itu  semua harus ber-sedia, sebab kita tidak tahu tanggal berapa malapetaka itu datang. Ber-jaga2 itu bukanberarti nganggur seperti menunggu kereta api, itu sia2, tetapi:

  1. Harus mempunyai pondasi yang kuat Mat 7:24-28, sehinggawaktu malape-taka dan godaan datang tidak roboh.

Pondasi = mengerti dan taat akan

Firman.

  1. Berakar di dalam Kristus Kol 2:7. Hi-dup seperti Kristus.
  2. Siap menghadapi perlombaan atau peperangan yang dahsyat, istimewa masa hukuman rumah Allah 1Pet 4:17, baptisan api Luk 12:49, Mat 3:11. Pe-nampian Mat 3:12, ujian akhir global Wah 3:10, polarisasi, jangan hanyut da-lam dosa tetapi tumbuh dalam kesucian Wah 22:11.
  3. Sudah matang tumbuh sebagai gan-dum, sudah menyorongkan mayangnya Mrk 4:28-29, siap untuk ber-buah2 da-lam hujan Akhir untuk masuk dalam penuaian.
  4. Selalu limpah dengan minyak, se-hingga selalu bisa menyala seperti liga-bis Mat 25:10,13. Sebab itu kita harus ber-jaga2 dan itu berarti dalam segala segi hidup kita makin tumbuh seperti Kristus sehingga tekun menghadapi ke-sukaran2 dan segala malapetaka yang pasti akan datang, dengan berkeme-nangan bahkan justru menjadi makin indah seperti Kristus. Karena kita tidak tahu bila ujian atau malapetaka itu da-tang, ada hubungannya dengan keda-tangan Tuhan atau tidak, kita tetap harus selalu siap, sudah ber-jaga2 de-ngan betul dan baik dan makin teguh. Kalau jatuh atau gugur dalam segala hal2 yang dahsyat ini, apalagi sampai mati dalam dosa, itu berarti celaka se-lama2nya. Baik dalam pencobaan da-lam masa Minggu ke-70 Daniel atau se-belumnya, kita harus lulus dan me-nang, kapan saja, jangan sampai gugur.

Seperti air yang akan mendidih, sekalipun belum waktunya mendidih, sudah timbul tanda2 mendidih seperti gelembung2 uap panas, tetapi belum di seluruh alas panci itu, baru sedikit2 di sana sini. Begitu juga, kadang2 terjadi hal2 yang dahsyat, tetapi belum masuk Minggu ke-70 Daniel kedatangan Tu-han, namun kalau gugur lebih2 kalau sampai mati dalam dosa, akan binasa kekal. Kita tetap harus bersedia setiap saat sebab tidak tahu saatnya.

Kalau betul2 sudah saatnya masuk Minggu ke-70 Daniel (3,5 tahun sebe-lum pengangkatan), maka terjadi hal2 yang paling dahsyat di seluruh dunia, sangat mengerikan, tetapi fasilitas eks-tra akhir zaman dari Tuhan juga sangat besar, luar biasa sehingga umat Tuhan akan sanggup mengatasinya dengan kemenangan besar, bahkan akan mengalami zaman keemasan Gereja akhir zaman (Wah 12:1). Tuhan itu Ma-ha bijak dan tahu yang akan datang, Dia sudah mengatur semuanyadengan sempurna, sehingga orang yang mau dipimpin Roh, pasti menang dan masuk dalam rencana kesempurnaan Allah yg luar biasa. Pasti bisa berhasil sebab Allah tidak pernah gagal. Jangan ragu2 atau takut, Allah itu maha bijak, maha kuasa, maka tahu (lebih dahulu) dan mengasihi kita se-penuh2nya, pasti bisa berhasil.

Tetapi sekalipun belum sampai masa 3,5 tahun sebelum peng-angkatan, kita sekarang sudah harus bersedia baik2, sebab akibatnya sama dahsyatnya, jangan sampai gugur dan hilang keselamatan untuk kekal. Kalau kita bersedia, itu menguntungkan kita sendiri, rohani kita, tumbuh dengan baik, sangat sangat untung. Allah tidak pernah merugikan kita, orang yang berkenan pada Tuhan itu sangat sangat untung, penuh sukacita dan kepuasan menjadi indah dan mulia di dunia sampai kekal. Sebab itu tumbuhlah dalam kesucian seperti Kristus, itu pasti untung, senang dan puas, tidak sampai masuk golongan nasib yang jelek dan celaka!

CARA MENGHADAPI KESUKARAN2 AKHIR ZAMAN.

  1. Selalu hidup benar dan dalam keri-butan jangan bereaksi dosa. Jangan ikut2 dalam arus kebencian, tetapi doa-kan, ampuni dan mintakan berkat bagi orang2 yang penuh dengan dosa kejahatan, tetapi tetap cerdik dipimpin Roh. Ingat juga orang2 berdosa, yang melawan Tuhan masih bisa bertobat dan domba2 dari kandang lain bisa masuk dalam satu kandang Yoh 10:16. Yang penting jangan ikut dalam hoax, ujar kebencian tetapi tetap tumbuh dalam kasih Kristus.
  2. Tekun berdoa dalam Roh dan kebe-naran sampai selalu punya kelebihan minyak seperti ligabis 1Tes 5:17. Ini bersedia yang betul, jangan seperti ligabo Jd 20, Yoh 4:23. Kalau selalu pu-nya kelebihan minyak (meskipun tidak ada apa2 tetap penuh Roh Kudus), maka kita akan lebih peka akan suara Roh, tidak sampai salah langkah Mrk 4:23 sehingga tidak sampai salah jalan. Jangan panik lari ke sana sini, kalau bukan dari Tuhan Yer 43:11, tetapi kita perlu tepat dipimpin Roh.
  3. Masuk dalam golongan nasib yang baik seperti Daud, Gideon dsb, bukan golongan2 nasib yang jelek, yang kalah dengan tingkat2 hukuman2 yang ber-beda2 seperti dalam Yer 15:2 dll. Misal-nya orang Israel dan Yehuda yang un-dur dan melawan Tuhan, nasibnya menjadi celaka, sehingga ada yang dibunuh, dianiaya, ditawan, mati kelaparan dsb.

Ini yang paling menentukan. Ini adil sesuai dengan perbuatan kita di ha-dapan Tuhan. Kalau hidupnya seperti Zedekia, minta nasib seperti Daud, pasti tidak bisa.

Dapatkah ia bertobat habis2an se-perti Manasye yang bertobat sampai mati 2Taw 33:11-13-19 sehingga diam-puni Tuhan? Ternyata Zedekia tidak sungguh2 bertobat, nasibnya tetap celaka. Sekalipun Zedekia sudah meng-alami krisis2 yang ngeri2 tetap tidak mau bertobat, maka hukumannya tidak berkurang, ia mengalami celaka sampai mati, dahsyat dan kalau tidak bertobat waktu mau mati, celakanya diteruskan sampai Neraka kekal. Jangan main2 hidup dalam golongan nasib celaka, apalagi dalam golongan seperti Zede-kia. Jarang ada yang bertobat seperti Manasye. Manasye didengar doanya sebab sungguh2 bertobat, tetapi celaka dan kepahitannya sudah banyak dan ia kenyang! Lebih baik seperti bapaknya: Hizkia yang tetap sungguh2 tidak sam-pai undur dan khianat seperti Manasye.

Juga jangan seperti Yosafat waktu akan mati dalam hukuman sebab ber-sekutu dengan Achab yang jahat, ia bertobat dan ber-seru2 pada Tuhan, ia masih diselamatkan tetapi seperti me-nerusi api. Lebih baik sungguh2 ber-tobat dan jangan dekat2 dengan cela-ka, jauhi hal2 yang sudah pasti jadi celaka bahkan kekal Ams 22:3.

Pilihlah dan hiduplah berkenan pa-da Tuhan Kol 1:10, Mat 3:17, pasti un-tung. Sekalipun masuk  dalam kea-daan2 dahsyat, bahkan dalam keadaan apapun, kita dihitung dan dipelihara se-suai dengan golongan nasib kita sesuai dengan perbuatan kita! Kalau hidup benar dengan betul, tidak perlu takut!

Kalau sudah dekat Minggu ke-70 Daniel (pengangkatan) maka orang2 dalam satu generasi sebelumnya bisa diselamatkan oleh Tuhan sesuai de-ngan janji 1Kor 15:51-52. Ini seperti Yusak dan Kaleb yang sungguh2 per-caya pada Tuhan, mereka termasuk go-longan yang selamat dan akan masuk Kanaan. Sebab itu sekalipun usia mere-ka sudah sampai 40 tahun, mereka sudah ditentukan Tuhan untuk masuk Kanaan, maka sampai umur 85 tahun mereka tidak mati, sekalipun melewati banyak keadaan kritis dan malapetaka yang dahsyat, bahkan sampai 110 tahun mereka dipelihara oleh Tuhan, dari penyakit, dari peperangan, dari kejahatan (mau dibunuh orang2 Israel yang berontak dll) dan dari apa saja, mereka tetap hidup Yus 14:10-11. Be-gitu juga kalau kita berkenan pada Tuhan dan mau tetap setia sampai ke akhir (Tuhan tahu lebih dahulu) Tuhan akan menetapkan kita untuk ikut peng-angkatan, maka Ia akan memelihara kita sejak sekarang (bahkan sejak lahir) sampai masuk Minggu ke-70 Daniel sampai ikut pengangkatan, 1Kor 15:51-52. Ini golongan orang yang nasibnya baik dan ikut dalam pengangkatan, ti-dak pernah mengalami kematian sama sekali, luar biasa (bahkan ada yang menjadi sempurna). Orang2 seperti ini akan dipelihara Tuhan ber-tahun2 se-belum pengangkatan, sangat indah. Sebab itu jangan hidup dalam dosa, pasti rugi dan celaka, lebih2 kalau datang malapetaka.

Jangan kuatir menghadapi macam2 kesukaran akhir zaman, sebab Tuhan sendiri sangat mengharapkan kesela-matan kita, apalagi kalau kita berada dalam perjanjian 1Kor 15:51. Tetapi tentu ini orang yang hidup benar, bu-kan yang undur atau jatuh bangun dalam dosa seperti ligabo. Cara Tuhan menolong kita itu tidak sulit, asal mau hidup suci, selalu penuh dan taat dipimpin Roh.

KESIMPULAN.

Dalam menghadapi kesukaran2 yang dahsyat yang akan datang, yang pasti datang, jangan takut tetapi jangan nga-wur. Kita harus berani melihat fakta se-adanya (jangan terlalu banyak mencari fakta, sampai kenyang makan hoax dan menjadi kacau, ketakutan dan keha-bisan waktu, sebab lebih banyak mem-buru berita daripada memburu kebe-naran Firman Tuhan. Cukup tahu secu-kupnya sambil menyaringnya dalam pimpinan Roh Kudus, lalu kita hadapi). Seperti Daud ia mencari keterangan tentang Goliat, tetapi seadanya atau secukupnya saja. Dan yang penting bukan komentar yang ngawur atau dari pikiran, pengalaman dan kecerdasan diri sendiri, tetapi kata2 iman sesuai dengan pimpinan Roh Kudus. Jangan sampai kita tertipu oleh pengertian dan pendirian kita sendiri yang hanya ber-dasar fakta dan kepintaran kita sendiri seperti Achab, akhirnya Achab binasa (1Raj 22). Jangan lupa, setiap orang yg mendapat nasib yg sesuai dengan go-longannya yaitu dari perbuatannya masing2.

Nyanyian: Yes 41:10

Janganlah takut karna Akulah sertamu,

janganlah bimbang karna Akulah Allahmu.