M39565 – Lukas 17:26-27. Akhir Zaman Seperti Zaman Nuh

AKHIR ZAMAN.

Kita harus membedakan sbb:

  1. Minggu ke-70 Daniel, yaitu 3,5 ta-hun sebelum pengangkatan, lalu 3,5 ta-hun zaman Antikris.
  2. Sebelum masuk Minggu ke-70 Da-niel, mulai sekarang sampai kapan kita tidak tahu, bisa ber-tahun2, bahkan sampai ada yang mati, belum masuk Minggu ke-70 Daniel. Keduanya harus dibedakan, supaya tidak kecewa sebab Tuhan belum datang, tetapi kita tetap harus ber-jaga2 seumur hidup kita sam-pai, kalau sempat, masuk dalam Ming-gu ke-70 Daniel lalu ikut pengang-katan.

Ber-jaga2 harus dilakukan sebelum Minggu ke-70 Daniel, sebab yang ber-jaga2 dengan betul, waktu masuk Minggu ke-70 Daniel akan masuk da-lam rencana penamatan Allah, pasti bi-sa, sebab sudah siap, sudah ber-jaga2, lalu ikut pengangkatan.

Yang tidak ber-jaga2, biasanya su-dah gugur sebelum masuk Minggu ke-70 Daniel, hanyut kena Polarisasi Wah 22:11 dan dalam Minggu ke-70 Daniel akan hanyut makin jauh oleh fasilitas khusus akhir zaman dari Tuhan seperti masa hukuman rumah Allah, pelayanan orang sempurna yang sangat kuat, ke-tertiban yang sangat meningkat waktu ini 2Kor 10:6 dll; Sebab itu  yang tidak bersedia terpisah dan tidak bisa ikut pengangkatan, biasanya:

  1. Mati dalam dosa.
  2. Jadi korban kejahatan yang sangat meningkat dan dari tiga Antikris pendahulu (Dan 7).
  3. Tertinggal waktu pengangkatan dan jadi korban Antikris.

TUJUAN.

Mengapa kita diingatkan tentang akhir zaman seperti zaman Nuh? Supaya:

  1. Kita mengambil pelajaran daripada-nya dan
  2. Tahu tujuannya yaitu bersedia untuk bisa bertemu Tuhan secara pribadi (waktu mati) atau ber-sama2 (waktu pengangkatan). Ini tujuan utamanya, sebab kalau ditolak, tidak bisa bertemu Tuhan, itu berarti celaka terbesar dan masuk Neraka, itu berarti tidak sela-mat. Berapa lama menunggu? Seorang menunggu kedatangan Tuhan mungkin 5 tahun lagi, atau 10 tahun atau se-umur hidup lalu mati, Tuhan belum datang, berarti ia menunggu seumur hidup. Jadi ada orang menunggu Tuhan sampai seumur hidup, Tuhan belum datang, itu tetap betul, sebab kalau istri bersedia, ia akan bertemu Tuhan secara pribadi (mati).

Bertemu dengan Tuhan secara pri-badi atau ber-sama2, prinsipnya ham-pir sama. Yang sudah bertemu Tuhan secara pribadi, (tidak dibuang ke Nera-ka seperti orang kaya itu), pada waktu Tuhan Yesus datang, ia akan bangkit lebih dahulu dan bertemu Tuhan ber-sama2 dengan semua yang mati dan bangkit dan yg masih hidup 1Tes 4:16-17.

III. BENTUK HIDUP BERSEDIA.

Menunggu Tuhan itu bisa seumur hidup, sebab itu bentuk dan cara hi-dupnya harus betul supaya jangan sa-lah atau ekstrem seperti beberapa orang yang tertipu, dikira Tuhan datang tahun itu lalu menunggu dengan eks-trem (Misalnya semua hartanya dijual, lalu doa puasa di gunung dst). Ternyata Tuhan tidak datang lalu kecewa, ber-sungut2, rugi banyak karena cara hidup bersedia yang salah.

Bentuk hidup bersedia itu sepintas lalu hampir sama dengan orang2 beriman yang tidak bersedia, yang un-dur dan mendua; juga hampir sama de-ngan orang dunia biasa, masih makan minum, sekolah, bekerja, nikah, punya anak, punya rencana dll. Tetapi orang yang bersedia itu:

  1. Ada di jalan sempit, jalan salib. Orang yang hidup di jalan lebar itu tidak bersedia, tidak ber-jaga2.
  2. Lekat pada Pokok yang benar Yoh 15:5 dan limpah dengan 7 KPR.

Masih mungkin ada yang jatuh dalam dosa, tetapi harus segera ber-tobat, tidak keras hati seperti orang Israel Ibr 4:15 (tidak bertobat berarti tidak ber-jaga2,tetap di jalan lebar dan di Halaman, putus hubungan dengan Tuhan dan akan mati dalam dosa dan binasa Mat 7:21-23).

HIDUP DI DUNIA INI KESEMPATAN UNTUK TUMBUH.

Kalau tidak ada maksud tumbuh terus sampai akhirnya jadi seperti Kristus, maka kita tidak perlu hidup dan diolah di dunia, langsung kembali ke Surga lebih enak. Tetapi rencana Allah bukan hanya selamat tetapi terus tumbuh se-tinggi mungkin sampai seperti Kristus. Sebab itu perlu diolah dalam dunia, di tengah2 dunia yang jahat karena dosa (sejak Adam). Kalau setiap kali lulus, kita akan tumbuh makin tinggi dan itu menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga.

Untuk meningkat makin tinggi disediakan ujian yang makin berat dan itu terjadi dalam sikon dosa dan keja-hatan yang makin meningkat. Misalnya Daud mendapat ujian yang berat kare-na dosa dan kejahatan Saul. Ayub wak-tu menjadi korban kejahatan orang2 Sabai dll, itu sangat kejam; begitu juga Yusuf, Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abed-nego, Paulus, Petrus dll. Tuhan meng-izinkan ujian yg sesuai dengan tingkat-annya.

Untuk menamatkan rencana Allah bagi Gereja, sebagai ujian akhir, maka dosa dan kejahatan pada akhirnya akan makin meningkat sampai puncaknya dalam Minggu ke-70 Daniel dan itu menjadi ujian akhir yang paling berat bagi Gereja untuk masuk dalam kesem-purnaan. Tetapi Tuhan tidak lupa mem-beri fasilitas yang lebih dari cukup! Per-kara2 dahsyat dalam Minggu ke-70 Da-niel ini adalah untuk ujian penamatan seluruh rencana Allah, maka semua orang beriman harus menghadapinya, sebab itu semua harus bersedia untuk hal ini. Ini juga terjadi dalam zaman Nuh, segala macam dosa dan kejahatan meningkat sampai melebihi batas dan hukuman Allah turun, tetapi sekaligus ini menjadi ujian bagi Nuh sekeluarga mereka berjalan dengan Tuhan dan lulus, tidak jatuh oleh dosa dan keja-hatan mereka.

BAGAIMANA NUH MENGHADAPI SEHINGGA SELAMAT.

  1. Dosa dan kejahatan manusia mele-bihi batas Kej 6:5-7. Yang harus diper-hatikan adalah perbedaan dosa dan kejahatan di luar dan kesucian serta ketaatan dalam Gereja, itu makin lama makin besar bedanya Wah 22:11.

Jangan lupa kesucian sampai dalam angan2 dan pikiran kita. Justru orang2 zaman Nuh itu limpah dengan segala dosa dan sumbernya yaitu angan2nya sudah rusak, isinya hanya kejahatan se-mata2 Kej 6:5.

Kita harus ber-jaga2 jangan sampai ketularan (hanyut dalam dosa2nya) dan jangan jadi korban kejahatannya. (Lebih2 dalam Minggu ke-70 Daniel, Antikris yang merajalela dalam dosa itu sangat jahat melawan orang2 yang hidup dalam kesucian. Tetapi dalam Gereja, keadaannya luar biasa dan ajaib seperti yang tertulis dalam Wah 12:1. Sebelumnya dosa terus meningkat sampai puncaknya dalam Minggu ke-70 Daniel). Kekuatan umat Tuhan adalah hidup dengan Tuhan seperti Nuh Kej 6:9, sehingga limpah dengan hikmat dan kuasa Allah dalam pimpinan Roh Kudus untuk menghadapi semua ini. Kalau Tuhan beserta pasti menang, tetapi mereka yang terpancing dalam dosa, lepas dari Tuhan akan hanyut dalam dosa dan digarap iblis sehingga banyak yang jadi korban kejahatan Antikris.

  1. Nuh dapat lulus dengan anugerah Tuhan Kej 6:8-13. Begitu juga kita ha-rus mendapat anugerah Tuhan. Sebab itu pelihara kesucian baik2 & selalu pe-nuh dan taat dipimpin Roh. Sebab itu:

2.1. Jangan ketularan benci dan hoax yang menghalalkan segala cara.

2.2. Rohani harus dipelihara baik2 da-lam kesucian, dalam segi apapun. Se-bab dosa apapun akan menjadi adalah pintu masuk iblis. Kalau Israel tidak berdosa, iblis dan musuh tidak bisa masuk dan tidak sampai jadi korban kejahatan musuh.

2.3. Jangan mendua, jangan ada ikat-an2 dosa atau berhala dalam hal apapun. Supaya seperti keluarga Nuh kita tinggal dalam kesucian sekalipun semua orang lain hidup dalam dosa. Jangan lupa nikah dan keluarga yang berkenan pada Tuhan, itu mutlak perlu. Keluarga Nuh begitu indah. Orang2 za-man Nuh, kawin terus sesukanya dan limpah poligami, tetapi keluarga Nuh terpelihara, masing2 memelihara kesu-cian dan kasih hidup nikahnyaKej 6:18. Disucikan sampai dalam angan2 dan pikirannya Mat 5:28. Justru dalam akhir zaman pikiran manusia sudah rusak dengan segala macam perzinaan dan dosa2 lainnya.

2.4. Nuh tidak mudah membangun kapalnya, tentu perlu bantuan banyak orang lain dan tidak mudah kerjasama dengan orang2 yang jahat dan keji. Begitu juga kita tidak menyendiri, te-tapi diolah dan diuji di tengah2 dosa dan kejahatan. Kita tetap hidup ber-sama dalam Gereja (gandum dan lalang bercampur) apalagi dalam dunia, se-ringkali bos atau pegawainya adalah orang dunia, apalagi kalau mereka kaki tangan iblis itu lebih sulit. Kalau kita hidup dengan Tuhan, Dia sanggup menjaga kita dari segala kejahatan dan memelihara kita. Termasuk dalam nafkah juga makin sulit. Misalnya Ya-kub bekerja pada Laban yang meni-punya habis2an sampai 10 kali, tetapi sebab disertai Tuhan, Yacob tetap terpelihara dan justru makin keberkat-an. Tentu cara kerja kita harus baik, jujur (jangan menghalalkan segala ca-ra), rajin, bertanggungjawab, juga tidak cinta uang, bisa berpada, tidak tamak dan selalu menghadapi dengan hikmat dan kuasa Allah. Percayalah, jangan kuatir Mat 6:31-33. Tuhan sanggup memelihara kita baik dalam nafkah, kesehatan dan ber-macam2 bahaya.

2.5. Juga godaan dunia yang menarik dan menawan, jangan tertipu, jangan ingin, pakailah seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31. Jangan terikat, ja-ngan ada berhala atau dosa apapun su-paya jangan hanyut dalam polarisasi dosa sehingga akhirnya makin jauh dan tidak kembali.

  1. Nuh berjalan dengan Tuhan Kej 6:9c. Jangan takut atau putus asa, se-bab Allah sanggup menolong kita sam-pai lulus dan tumbuh. Asal kita mau taat dipimpin Roh dalam kesucian, pasti menang, sebab bukan iblis yang jadi pemenang tetapi Allah.

Pencobaan makin lama makin be-rat, kita harus bisa mengalahkannya dengan iman. Percayalah dengan Tu-han kita pasti menang. Tuhan sudah mengatur semuanya, sehingga menjadi mudah bagi orang yang berkenan kepa-daNya, yang mau terus taat dipimpin Roh, sebab kita jadi kuat dan menang bukan dengan kekuatan sendiri tetapi dengan kuasa Allah Zak 4:6.

Kalau Tuhan mengizinkan dosa dan kejahatan meningkat (tanpa izin Tuhan tidak mungkin, akan “dipotong” Tu-han), maka Tuhan juga menyediakan perlengkapan Allah, istimewa hikmat dan kuasaNya bagi umatNya. Percaya-lah dan terimalah dengan iman. Tidak mungkin Tuhan menyerahkan umatNya yang harap dan taat kepadaNya men-jadi mangsa atau korban iblis! Belajar menghadapi semua dengan berjalan dalam Roh sehingga limpahhikmat dan kuasa Allah. Ay 12:13, Dan 2:23, 1Kor 1:24; 2:4 yaitu dari Firman Tuhan dan Roh Kudus, sebab itu mutlak perlu bertekun dalam 2 gomer manna dan memiliki pengurapan dua kali lipat, seperti juga Elia 1Raj 19:4-8. Belajar menghadapi semua perkara besar kecil dengan hikmat dan kuasa Allah, bukan dengan kekuatan sendiri. Tentu untuk ini kita perlu berjalan dan lekat dengan Tuhan seperti Yoh 15:5 yaitu limpah dengan 7 KPR, misalnya dengan perse-kutuan tubuh Kristus; pelihara kasih dan kesucian dalam persekutuan Roh dalam tubuh Kristus. Perlu persekutuan besar dan kecil dalam tubuh Kristus dan saling melayani dalam Roh, sebab faedah dan kuasa persektuan itu besar (nasehat dan doa bersama dalam Roh). Miliki kelimpahan minyak seperti liga-bis, sehingga selalu ada lapar dan haus akan Firman Tuhan (lihat lebih lanjut tentang 7 KPR).

Dalam segala macam bahaya dan ancaman, Tuhan sanggup memelihara kita bahkan dalam lembah bayang2 maut Maz 23:4; 91:7. Sebab itu jangan mau lepas dari Tuhan atau keluar dari jalan sempit. Jangan biarkan dosa ma-suk dari segi hidup manapun, juga di antara kita, Hadapi semua pencobaan dan bahaya dengan selalu berjalan da-lam Roh, sehingga limpah hikmat dan kuasa Allah.

  1. Membangun bahtera keselamatan. Nuh tidak nganggur menunggu Tuhan tetapi membangun bahtera keselamat-an dengan keluarganya selama lebih kurang 120 tahun.Dengan ini mereka diselamatkan.

Bahtera keselamatan itulah tubuh Kristus yang akan tumbuh terus sampai menjadi “ajaib” Wah 12:1. Jangan me-nunggu dengan nganggur seperti me-nunggu kedatangan kereta api. Ini ter-masuk kerja besar dan kerja keras. Di dalam melayani tubuh Kristus (meng-genapi 3 angka kedatangan Tuhan) ma-ka justru kita tumbuh 2Tim 2:20-21 asal kita mengerjakannya sesuai dengan Firman Tuhan, dalam pimpinan Roh Kudus dan taat dengan tulus. Kerjakan dengan hikmat dan kuasa Allah dalam pimpinan Roh Kudus.

Jangan ketakutan melihat gertak dan kejahatan iblis dan kaki tangan-nya. Allah adalah pemenang dan perca-yalah, berjalanlah dengan iman 2Kor 5:7, maka dengan Dia kita akan me-nang 1Yoh 5:4, Rom 8:31,37.

Jangan ingin pelayanan supaya sukses, lalu dipuji dan terkenal, nanti menghalalkan segala cara supaya suk-ses dan dipuji, itu berarti masuk jerat sombong lalu direndahkan!Kita mela-yani untuk memperkenankan Tuhan bukan diri kita sendiri Yoh 3:30.

BERJAGA-JAGA.

Kesukaran bisa datang se-waktu2, baik kesukaran pribadi, lokal dan global 2Tim 3:1. Yang pribadi dan lokal bisa terjadi kapan saja, tetapi yang global pada saat penamatan terakhir dalam Minggu ke-70 Daniel. Kesukaran priba-di tergantung dari kekuatan masing2, tetapi yang global, semua orang ber-iman akan mengalami beratnya ujian akhir, sehingga yang tidak bersedia akan gugur dan binasa, sebab itu semua harus bersedia. Kesukaran lokal tergantung dari waktunya, lebih2 yang mendekatiakhir zaman akan jadi makin berat seperti kesukaran global. Sebab itu kita perlu selalu ber-jaga2  sepan-jang umur hidup kita, meskipun kita belum tahu sudah saat terakhir atau belum. Ber-jaga2 berarti selalu hidup dalam kesucian, lekat pada Tuhan se-perti carang dalam pokok Yoh 15:5, limpah dengan 7 KPR, yaitu:

  1. Bisa hidup suci, merdeka, mati lepas dari dosa, tidak sampai jatuh lagi 2Pet 1:10, terus di jalur jalan sempit.
  2. Bisa pikul salib, bahkan makin mahir & tetap taat sampai mati Pil 2:8,1Pet 4:1.
  3. Tekun berdoa dalam Roh dan kebe-naran sehingga selalu punya kelebihan minyak seperti ligabis Mat 25:3.
  4. Mencintai Firman Tuhan dgn limpah sampai dua kali ganda, 2 gomer Kel 16:22, sehingga penuh dengan hikmat ilahi.
  5. Tekun ibadah dan bisa bersekutu da-lam Roh dalam tubuh Kristus seperti Trinitas.
  6. Punya pondasi yang teguh dan makin kuat Mat 7:24-28, sehingga waktu ke-sukaran datang tidak roboh.
  7. Berakar dalam Kristus Kol 2:7, se-hingga kalau puting beliung datang, tidak tercabut keluar.
  8. Selalu bersaksi jadi garam dan terang dunia.
  9. Siap menghadapi masa hukuman ru-mah Allah 1Pet 4:17.
  10. Siap berlomba dan berperang, bu-kan baru belajar 1Kor 9:25.
  11. Siap menghadapi baptisan api Luk 12:49, Mat 3:11.
  12. Siap ditampi Mat 3:12.
  13. Siap menghadapi polarisasi Wah 22:11.
  14. Siap menghadapi ujian akhir zaman Wah 3:10.
  15. Siap untuk dituai.

Kalau kita siap, ber-jaga2, pasti untung, apalagi kalau dapat kesempatan masuk dalam Minggu ke-70 Daniel, kita akan ikut dalam penamatan rencana Allah yang sangat mulia dan ajaib.

KESIMPULAN.

Kita harus bersedia untuk menghadap Tuhan secara pribadi atau ber-sama2, sebab itu semua orang perlu bersedia. Pada prinsipnya semua ini tidaklah be-rat dan mudah sebab Tuhan yang maha tahu, maha kuasa dan cinta sudah mempersiapkan kita dgn teliti dan leng-kap untuk lulus menghadapi semua kesukaran yang akan datang (kecuali kalau hidup dalam dosa, tidak akan tahan). Tidak mungkin Bapa yang kasih itu menjerumuskan anak2Nya dalam pencobaan sampai binasa. Tetapi se-mua ini sudah diatur oleh Allah dengan teliti, sehingga semua yang mau taat bisa menang dan lulus dan makin tum-buh, bahkan sampai menjadi sempur-na. Sebab itu kalau kitapercaya akan Tuhan dan mau dengan  tulus taat di-pimpin Roh, maka dgn hikmat dan kua-saNya, kita tidak akan kalah atau keta-kutan tetapi justru bersukacita dalam rencana Allah yg sangat mulia dan ajaib (yaitu Gereja masuk dalam zaman ke-emasan yg heran Wah 12:1). Jangan lupa terus ber-jaga2 dan tetap penuh & taat dipimpin Roh, sehingga selalu ada hikmat, kuasa dan sejahtera dan suka-cita dalam menghadapi segala perkara yg dahsyat.Tetap setia dalam perseku-tuan tubuh Kristus.

Tuhan tidak pernah gagal atau ka-lah, juga orang yg tetap tinggal di da-lam Dia. Percayalah, berjalan dengan iman dalam pimpinan Roh Kudus, Tu-han pasti dapat memimpin kita meng-hadapi perkara2 dahsyat akhir zaman dan mengalami rencana Allah yang mu-lia dan kekal.

Nyanyian:

Bri kuasaMu padaku.