M3948 – Yohanes 11:25. Yesus, Kebangkitan Dan Hidup

 PENEBUSAN DAN KEBANGKITAN.

Orang yang percaya pada Tuhan Yesus, mengalami penebusan. Walaupun sudah mati akan bangkit.

Manusia terdiri dari manusia la-hiriah yaitu orang-luar yang tampak (tubuh jiwa) dan manusia batiniah  orang-dalam yaitu roh kita yang tidak tampak. Kematian dan kebangkitan Kristus menebus manusia seluruhnya yaitu tubuh, jiwa dan rohnya tetapi da-lam 2 tahap, mula2 rohnya saja terlebih dahulu, baru kemudian tubuh dan jiwanya.

Ada dua macam kebangkitan, yaitu:

  1. Kebangkitan tubuh. Pada waktu se-orang beriman mati, semua sisa tubuh yang sudah mati dan dikuburkan akan dibangkitkan menjadi tubuh kebang-kitan yaitu tubuh kemuliaan Pil 3:21. Ini akan terjadi ber-sama2 pada hari peng-angkatan, baik yang masih hidup dan yang sudah mati, bangkit dalam tubuh kemuliaan lalu kita semua akan masuk dalam Surga yang kekal, maka sele-sailah rencana Allah dalam hidup kita.

Pada waktu kebangkitan, ini dise-butkan sebagai penebusan tubuh yang kita tunggu2 Luk 21:28, sebab sekarang belum kita alami Rom 8:23.

  1. Kebangkitan roh yang mati. Semua orang berdosa, rohnya itu “mati” di hadapan Allah, Ef 2:1-2, artinya terpu-tus hubungannya dengan Tuhan. Tetapi waktu ia percaya pada Tuhan Yesus, ia diampuni dan dilepaskan dari semua dosa dan menjadi orang-baru, rohnya jadi hidup, ada hubungan kembali de-ngan Tuhan. Ini terjadi langsung, seka-rang pada waktu seorang percaya pada Tuhan Yesus. Ini adalah penebusan roh yang biasanya disingkat sebagai pene-busan saja. Kita yang percaya Tuhan Yesus adalah orang2 tebusan (rohnya). Jadi mula2 penebusan rohlalu kemu-dian penebusan tubuh. Orang berdosa hanya akan mengalami kebangkitan (semua mengalaminya Yoh 5:28-29) te-tapi tanpa penebusan baik roh maupun tubuh dan akan menerima hukuman dari dosa2nya. Tetapi orang beriman yang setia sampai mati akan meng-alami tebus tubuh sesudah sebelum-nya, pada waktu ia percaya, ia meng-alami tebus roh.

Tetapi ada orang yang meskipun su-dah mengalami penebusan rohnya ti-dak mengalami penebusan tubuh se-bab ia kembali hidup dalam dosa, se-hingga rohnya mati lagi, dan kalau ia tidak bertobat, rohnya mati lagi, ia tidak akan mengalami penebusan tu-buh dan tidak bangkit dalam kebang-kitan pertama, melainkan ikut dalam kebangkitan kedua yaitu untuk semua orang berdosa yang tidak mengalami penebusan oleh Tuhan Yesus. Jadi tampak perbedaan orang yang percaya Tuhan Yesus dan tidak ialah adanya penebusan bagi orang yang percaya. Tetapi penebusanNya itubertingkat, yaitu tahap pertama dan kedua.

Orang yang tidak percaya, tidak mengalami penebusan, ikut dalam kebangkitan kedua, langsung meng-hadap Tahta Putih Yang Besar dan di-buang ke dalam Tasik api. Yang penting kita ketahui adalah :

  1. Ada dua tahap penebusan yaitu:

1.1. Penebusan roh, lalu

1.2. Penebusan tubuh.

 

  1. Setia sampai mati, maka orang yang sudah mengalami penebusan roh akan diikuti otomatis dengan penebusan tu-buh yaitukebangkitan tubuh yang su-dah mati. Yang kembali dalam dosa, undur, keluar dari Pintu Gerbang, tidak akan selamat, tidak mengalami kebang-kitan pada waktu pengangkatan dan ikut dalam kebangkitan kedua yang membawanya dalam kebinasaan kekal dalam Tasik api, ini disebut kebinasaan kekal. Pengertian ini perlu dipelajari sampai jelas dan hafal supaya dalam pengolahan kita bisa terus berjalan dalam Roh, tidak menuruti daging, dan makin tumbuh dan ber-buah2 seperti Kristus.

PENEBUSAN ROH.

Kita harus mengerti dan betul2 me-manfaatkan penebusan roh se-pe-nuh2nya. Jadi penebusan itu terjadi dalam 2 tahap, yaitu:

Tahap I Hanya rohnya yang ditebus, tubuh belum dan tubuh ini yang con-dong pada dosa, menarik roh kita dalam perkara2 kedagingan dan dosa, sehingga terjadi pertentangan dan tarik menarik (pergumulan) antara kehen-dak roh dan kehendak daging. Ini men-jadi pengolahan bagi roh atau pribadi kita. Kita harus mematikan daging su-paya kita tetap melakukan kehendak roh bukan kehendak daging kita Gal 5:16-17. Kalau kita penuh Roh Kudus, menjadi lebih mudah, sebab Roh Kudus menguatkan kehendak roh kita dan juga mematikan kehendak tubuh, kita jadi 2 kali atau 3 kali lebih kuat bahkan lebih. Ini perlu untuk pengolahan se-hingga setiap kali kita mematikan da-ging dan lulus dalam pencobaan, kita naik 1 tingkat, begitu seterusnya se-hingga kita terus tumbuh makin seperti Kristus. Ini jadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal.

Tahap II. Pada waktu kita mengala-mi tebus tubuh, itulah tahap II, tubuh kita berubah menjadi tubuh kemuliaan dan tidak lagi ada daya tarik daging sehingga kita tidak lagi berdosa, tetapi tetap dalam kesucian, menuruti kehen-dak roh kita dan Roh Allah terus mene-rus, sehingga tidak lagi berdosa. Kita perlu mengerti hal ini baik2, supaya kita bisa terus menerus mematikan daging dan tumbuh dalam roh kita.

III. KUASA KEBANGKITAN KRISTUS.

Pil 3:10.

Kristus sudah bangkit dengan kuasa kebangkitan yang besar dan itu dise-diakan bagi kita, sudah ada, lengkap, besar bahkan sempurna untuk kita yang percaya. KuasaNya ini sudah siap, (ready stock) bisa diambil setiap saat untuk hidup berkemenangan atas dosa, daging, dunia dan iblis sehingga kita bisa hidup menang bahkan lebih dari pemenang supaya bisa tumbuh makin seperti Kristus.

Berapa banyak kuasa Allah yang kita miliki? Ini perlu kita perhatikan sebab keadaan dunia dan sikon kita makin dahsyat melawan orang ber-iman, sebab iblis makin ganas. Sebab itu kita membutuhkan kuasa Allah yang lebih besar dalam hidup, ibadah dan pelayanan kita. Kita tidak bisa meng-hadapi dengan kekuatan sendiri, nanti timbul reaksi dosa yang limpah. Daging harus terus dimatikan supaya kita bisa taat melakukan kehendak Allah dan tidak timbul reaksi dosa, sebab itu kua-sa Allah dalam kita harus cukup, bah-kan limpah. Ini yang sering dilupakan oleh umat Tuhan. Yohanes sadar bah-wa Putra manusia Yesus punya kuasa yang lebih besar daripadanya Mat 3:11, Mrk 1:7, Luk 3:16. Ini sebab Ia hidup dalam kesucian, berkenan kepada Bapa dan tekun berdoa puasa, sehingga Ia masuk dalam pelayanan dengan kuasa yang lebih besar yaitu kuasa Roh Luk 2:14. Kita harus mempunyai cara hidup sedemikian rupa supaya kita diisi terus menerus dengan kuasa yang lebih besar untuk menghadapi kuasa gelap dan kejahatan dunia yang makin ber-tambah2. Ini sudah dijanjikan Tuhan sebab waktu kuasa gelap bertambah sehingga dosa ber-tambah2, juga kuasa Allah makin limpah sehingga kesucian ber-tambah2 (Wah 22:11).

Kita harus meniru seperti Putra ma-nusia yang diurapi dengan Roh Kudus dan kuasa! Perlu kuasa Allah yang lim-pah. Kis 10:38. Kuasa Allah itu bisa se-dikit, bisa banyak sampai limpah se-perti yang ada pada Putra manusia Yesus. Makin lama kuasa gelap dan dosa makin meningkat. Jangan pakai kuasa sendiri, tetapi kita harus limpah dengan kuasa Allah, baru kita bisa menghadapi iblis dan dunia yang makin limpah dengan dosa dan kejahatan.

Sebab itu kita perlu terus lekat pada Kristus seperti carang pada pokok Kris-tus Yoh 15:5 sehingga kuasa itu boleh mengalir terus dalam hidup kita. Kita harus lekat sehingga kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita Yoh 6:56, bukan saya lagi tetapi Kristus di dalam saya Gal 2:20. Kalau kita betul2 lekat pada Kristus, maka 7 KPR itu akan nyata dalam hidup orang2 yang lekat pada Kristus, yaitu:

  1. Hidup dalam kesucian, sehingga Roh Kudus bisa bekerja bebas di dalam kita dan memberi limpah kuasaNya Kis 1:8. Terus hidup dipimpin Roh dalam kesucian, jangan berjalan dengan ke-hendak dan kekuatan sendiri. Orang yang berjalan dengan kehendak atau kekuatannya sendiri, kuasa Roh Kudus akan berkurang sampai lenyap. Ini da-sarnya. Orang yang penuh kuasa tetapi kemudian mulai timbul dosa (misalnya mulai sombong, mulai ingin akan uang atau perzinaan dll, maka kuasa Allah akan berkurang sampai habis seperti Simson. Jangan ada dosa atau reaksi dosa, kita harus betul2 tinggal dalam kesucian supaya Roh Kudus bisa bebas bekerja di dalam kita. Kalau kita penuh dipimpin Roh seperti Simson sampai 7 tokong rambut (= dipimpin Roh, penuh dengan pengurapanNya), maka kuasa Allah akan limpah dalam hidup kita bahkan ber-tambah2. Ini kita perlukan dalam menghadapi segala perkara yang makin limpah dengan dosa dan keja-hatan, di dalam dan di luar Gereja.
  2. Terus pikul salib, di atas Mezbah Tuhan Rom 12:1-2, di jalan sempit. Ini jalan yang betul, jangan ke jalan lebar sekalipun sebentar2 saja, tetap di jalan sempit. Kita harus punya persekutuan dalam sengsara kematianNya. Menge-nal dan mengalami kuasa kebangkit-anNya, itu perlu persekutuan dalam sengsara kematian daging 1Pet 4:1,14, maka Roh kemuliaan dan kuasa itu ada pada kita. Tanpa kematian tidak ada kebangkitan dan kuasaNya. Dengan demikian kita bisa menang dan tumbuh dalam rencana Allah yang mulia, sebab ada kuasa Allah dan hikmat pimpinan-Nya yang limpah. Jangan lupa, tanpa persekutuan dalam kematian Tuhan, tidak ada persekutuan dalam kuasa kemenanganNya.
  3. Cinta dan limpah dengan Firman Tuhan. Ini yang menimbulkan iman dalam hidup kita Rom 10:17. Kita bisa mengerti lebih banyak tentang kuasa Allah dan mempercayainya sehingga kita bisa mengambil dari persediaan kuasa Allah yang limpah dan tidak terbatas itu, kuasa untuk hidup, ibadah dan pelayanan. Orang yang tidak cukup makan Firman Tuhan, kekuatan dan kemenangannya kurang 1Sam 14:30. Kuasa Allah yang bekerja di dalam kita dengan betul itu sesuai dengan pe-ngertian Firman Tuhan. Misalnya orang yang tidak mengerti tentang kesem-buhan ilahi, kesucian, Roh Kudus, ke-sempurnaan dll juga tidak akan bisa mengerti, tetap ragu2, tidak bisa punya iman yang mantap dan tidak dapat apa2. Mat 8:13.Harus mengerti dari Tuhan Mat 13:11.
  4. Doa, lebih2 dalam Roh dan kebe-naran. Terus berdoa dengan tekun maka kita ditambahi dengan kuasa dari tempat yang maha tinggi, kuasa Allah Luk 24:49. Kita beribadah dan pela-yanan bukan tergantung dari sistem kita, apalagi sistem manusiawi (meski-pun ini makin lama makin baik dan ada gunanya) tetapi kita tergantung dari kuasa Allah. Dengan sistem yang mana-pun juga rasul2 tidak bisa mengubah hati orang2 yang jahat dan kejam, yang sudah melawan dan membunuh Putra manusia Yesus. Tetapi dengan kuasa Roh Kudus, mereka bisa berubah dan bertobat. Mereka jadi menyesal, takut dan bertobat di hadapan Petrus Kis 2:33,37,38. Mereka menurut kata2 Pe-trus, begitu patuh dan taat, bukan dengan sistem, kuasa atau pengaruh manusiawi tetapi dengan kuasa Allah!

Juga dalam pelayanan pribadi, perlu kuasa Allah untuk mengubah hati ma-nusia yang sombong dan keras! Untuk sikon dan apa saja yang membaha-yakan. Berdoalah tanpa stop 1Tes 5:17, terus sepanjang umur hidup seperti asap Mezbah Dupa yang tidak pernah berhenti naik ke hadirat Allah.

Kuasa itu diperlukan nomer 1 un-tuk dimatikan daging, bukan supaya sukses dan terkenal. Daging harus dimatikan sehingga tiada dosa dan kesombongan, baru kuasa Allah itu limpahuntuk menolong orang lain. De-ngan kuasa Allah, maut bekerja di dalam kita, daging mati dan hidup itu bekerja di dalam orang lain 2Kor 4:12,11. Lebih2 di akhir zaman ini, di-mana dosa, kejahatan dan pekerjaan iblis ber-tambah2 dengan ganas juga rayuan, godaan dan tipu dayanya itu ber-tambah2 dan semua ituharus dika-lahkan dengan lebih banyak kuasa Allah. Lebih2 lagi orang2 yang tidak akan mati, tetapi tetap hidup sesuai de-ngan janji Allah (1Kor 15:51), mereka harus lepas dari semua jerat dan ancaman dan aniaya Antikris (dalam 3,5 tahun 1 dari Minggu ke-70 Daniel) harus bisa bertahan dan bisa men-jawab dan mengalahkan mereka. Ini lebih sulit sebab harus menang dalam diri sendiri, tetapi juga akan tetap hi-dup dan mengalahkan orang2 yang jahat dan keji, ini lebih sulit, harus limpah dengan hikmat dan kuasa Allah, ini berarti lebih dari pemenang Rom 8:36-37. Dengar baik2 suara Roh, lebih banyak berdoa dalam Roh dan kebe-naran pasti lebih untung dan menang dengan cemerlang dalam pimpinan (suara) Roh.

  1. Bersekutu dalam Roh Ef 4:2, 1Kor 12:13, bukan menurut cara2 manusiawi atau daging, tetapi karena Roh, bukan karena umur, sehat, pintar, kaya, ber-kedudukan, setingkat, bisa cocok dll, tetapi sebab sama2 mau dicocokkan dengan Roh Kudus, sekalipun itu mela-wan kehendak kita sendiri. Kekuatan-nya akan meningkat sampai 100 kali Im 26:8, bahkan bisa sampai 1000 kali Yus 23:9-10. Belajar bisa bersekutu dalam Roh sekalipun banyak perbedaan manusiawi. Kita bisa berkurang dalam dosa atau kemungkinan dosa Mat 7:1-5 sehingga Roh Kudus bisa bekerja lebih leluasa dan heran.
  2. Tekun dalam pelayanan. Justru kare-na pelayanan timbul banyak problem dari dalam dan dari luar!

Kadang2 kita melihat gangguan atau aniaya dari luar, juga dari dalam, iblis tidak habis2nya menghasut sehing-ga timbul problem. Tetapi justru de-ngan banyak problem kita lulus, kita tumbuh makin indah. Tetapi ini perlu kuasa lebih banyak, bukan kepintaran dan kekuatan manusiawi, tidak cukup. Sebab itu cari dan minta kuasa Allah, berdoa dalam Roh dan hidup benar dan minta pimpinan Roh Kudus, supaya kita dapat kuasa Allah yang limpah, kuasa kebangkitan Kristus sambil terus ber-sekutu dalam kematianNya.

  1. Tekun beribadah. Ibr 2:25. Jangan jatah untuk Tuhan dikurangi dan ber-ibadahlah dengan sungguh2 menyem-bah Allah dalam nyanyian, doa, Firman Tuhan, persekutuan. Jangan bersekutu untuk hal yang sia2, tetapi sungguh2 dipersiapkan untuk berkemenangan dan tumbuh dalam rencana Allah yang mulia.

Alkitab menubuatkan bahwa makin lama akan makin banyak gangguan dan ancaman dari mana2. Jangan takut, Ge-reja tetap menang dengan kuasa Allah yang limpah. Iblis dan orang2 di pi-haknya melihat mereka juga menang, tetapi bagi orang2 di dalam jalan lebar, seperti Gereja Pergamus, Tiatira, Sardis dan Laodikea, orang2 di pihak iblis makin berbesar hati tetapi umat Tuhan, takut, namun sebenarnya Gereja jalan sempit tetap menang, bahkan dengan kemenangan yang lebih besar dengan kuasa Allah. Golongan “Yehuda” me-nang, tetapi golongan “Israel” kalah dan kacau, baru sesudah pengangkatan semua dikalahkan dan binasa.

Juga problem2 dalam keuangan, kesehatan, pekerjaan, pelayanan dll, jangan kita percaya diri dengan peng-alaman dan kekuatan kita, hasilnya akan ada banyak kekalahan dan ke-jatuhan! Pakai 7 KPR dengan penuh sehingga dalam segala hal dan cara hidup kita berkemenangan.

Tuhan tidak akan menghemat hik-mat, kuasa pimpinanNya tetapi justru memberi hujan Akhir yang limpah se-hingga betul2 kuat bahkan banyak yang menjadi sempurna. Pakai kuasa Allah dengan limpah, berharap dan bergan-tung kepadanya selalu. Kenali dan lim-pahlah dengan kuasa Allah. Rencana Allah pasti genap. Siapa saja yang me-menuhi syarat, bisa dilimpahi dengan kuasa Allah, pasti diberikan Tuhan!

KESIMPULAN.

Tujuan hidup dan ibadah kita bukan di dunia tetapi yang kekal. Jangan untuk tujuan yang fana dan sia2. Jangan sampai main2 lalu jatuh sakit, kena bencana, macam2 bahaya yang sudah banyak contohnya di depan kita. Ingat hidup ini seperti uap yang sebentar bisa tiba2 hilang Yak 4:14. Kalau hidup ini tiba2 hilang, tetapitidak bersedia, tidak bersedia apa2, akan menyesal untuk kekal dalam api neraka seperti orang kaya yang mati dan binasa Luk 16:22-23. Bersedia menghadap Tuhan. Kalau kita bersedia betul, percaya pada Tuhan dan limpah kuasa Allah, hidup ini akan berarti di dunia dan menjadi mulia di Surga untuk kekal. Juga hidup menjadi indah dan puas, sukacita, ba-hagia. Bukan bagi diri kita sendiri saja, tetapi kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita Kej 12:2, mereka  yang mau percaya pada Tuhan (yang adalah kebangkitan dan hidup), mereka juga akan mengalami keme-nangan seperti kita.

Memang Tuhan menghendaki kita menjadi berkat supaya kita makin ke-berkatan Kis 20:35. Orang yang mau bertobat masih ada kemungkinan se-lamat asal sungguh2 bertobat dan orang2 yang mau bisa dikuatkan se-hingga tidak termasuk golongan yang akan hanyut dalam dosa dan jadi korban dosa dan kejahatan. Orang2 yang mau bersekutu dalam sengsa-raNya sehingga mengenali dan limpah dengan kuasa kebangkitanNya yang heran, maka hidupnya menjadi berarti. Hiduplah dengan kuasa Allah, hadapi semua problem di dalam dan di luar Gereja, di mana saja dengan kesucian dan hikmat kuasa Allah yang limpah. Selalu dipimpin Roh dan bertekun dalam doa dengan Roh dan kebenaran. Minta kuasa kebangkitanNya dan tetap lekat pada pokok yang benar.

Nyanyian:

Bri kuasaMu padaku.