M3946 – Pilipi 4:19. Menghadapi Kesukaran Nafkah

Percaya akan janji Tuhan.

PENDAHULUAN.

Tuhan janji memelihara kita seperti bakung di lembahdan burung di udara, percaya saja dan pasti kita terpelihara Mat 6:25-32. Tetapi percaya bukan berarti tidak melakukan apa2. Percaya itu harus taat akan Firman Tuhan.

PRINSIP DARI NAFKAH DAN KEUANGAN ORANG BERIMAN.

Dari mana?

Nafkah itu bisa dari Tuhan sepenuhnya (orangnya hidup benar, tanpa berdo-sa), bisa juga dari luar Tuhan (yaitu dari diri sendiri dengan kekuatan, kemam-puan sendiri atau dari iblis), atau campuran.

Seringkali orang2 tidak bisa mem-bedakannya, sebab tampaknya sama2 dapat nafkah. Sebab itu masih banyak orang memakai caranya sendiri, tanpa atau diluar Tuhan. Dengan kemampuan sendiri biasanya terbatas, sehingga se-lalu menghalalkan segala cara, terma-suk cara2 dosa atau dari iblis. Biasanya hidup dan jumlah dosa tidak dipedu-likan dan ini berakibat kekal yaitu dosa tidak boleh masuk Surga. Kalau untuk nafkah tampaknya lebih banyak orang pakai cara di luar Tuhan, memakai kekuatannya sendiri, bahkan juga sebagian orang Kristen, tentu ini salah.

Banyak orang tidak sadar, sebetulnya Tuhan yang memelihara dan sudah disediakan jauh sebelumnya. Misalnya Kanaan sudah dipersiapkan sehingga umat Tuhan mendapatkannya dengan mudah Ul 6:10-12. Juga waktu Israel keluar dari Mesir, kebutuhan orang Israel sudah disiapkan Tuhan Kel 12:35-36. Bahkan juga orang dunia dipelihara Tuhan Mat 5:45. Kalau sudah diberikan Tuhan pasti dapat, misalnya Ishak yang bekerja dapat hasil, orang lain tidak Kej 26:12,13-19. Orang yang tidak percaya dan melawan Tuhan, kalau Tuhan ambil nafkahnya, ia habis, bisa mati seperti panglima Israel, meskipun ia seorang yang besar dan berkuasa 1Raj 17:4,6.

  1. Kalau rohani terpelihara, jasmani termasuk Mat 6:33.

Jangan kuatir, pasti dapat, tidak sulit. Ini sudah dijanjikan Tuhan dalam Mat 6:32-33 (25-34). Kalau kita hidup benar dan ada dalam pemeliharaan Tuhan, tandanya bisa hidup suci, tumbuh dan berbuah jiwa2 (3 angka ini buah2 hidup orang beriman, ini perlu sebab kalau tidak ada buah itu berarti tidak sehat dan ditebang Tuhan dengan tegas Mat 3:10, Luk 13:7-9, Yoh 15:2).

Kalau seorang nafkahnya tidak ada atau terganggu, biasanya rohaninya tidak terpelihara atau ada yang tidak beres, atau ujian (ini hanya sesaat, kalau lulus, kembali normal bahkan dapat lebih banyak).

  1. Berapa jumlah yang bisa Tuhan berikan?

Tuhan sanggup memberi tanpa batas seperti pada Yusuf, Abraham, Daud, Sa-lomo dll. Ini tergantung dari pihak ma-nusia sebab dari pihak Allah tidak ada kesulitan sama sekali. Kalau dari pihak manusia beres, maka ia akan menerima sesuai kemampuannya yaitu:

3.1. Bisa berpada, tidak cinta uang. Orang yang cinta uang itu penuh de-ngan segala kemungkinan dosa atau sudah ada dosadalam hati dan per-buatan 1Tim 6:9-10. Sebab itu uang bagi orang yang cinta uang itu ber-bahaya, jadi berhala dan hukuman Tuhan akan turun ke atasnya bukan berkat Mat 6:24. Sebab itu belajar berpada, jangan cinta uang. Boleh ingin dapat lebih banyak tetapi tetap ber-pada, artinya kalau belum dapat, tidak ber-sungut2, tidak mengurangi jatah rohani (baik waktu atau hati). Kalau orang yang cinta uang dapat banyak berkat, itu berkat dari iblis, sebab Tu-han tidak mau memberkati orang yang yang menyembah berhala mammon, itu mendorongnya masuk Neraka.

3.2. Sesuai dengan kemampuannya. Dengan tambahnya uang, tidak jadi dosa. Kemampuan setiap orang tidak sama. Kadang2 kalau dapat pas2an ti-dak berdosa. Waktu dapat lebih banyak dari batas kemampuannya,, mulai timbul keinginan dosa atau dosa2 yang sudah muncul. Ini berarti berkatnya sudah melebihi batas kemampuannya. Ada orang yang batas kemampuannya tinggi, sehingga waktu diberkati sangat banyak ia tidak berdosa dan tidak berkurang rohaninya bahkan tumbuh dengan baik; itu berarti batas kemam-puannya masih lebih tinggi dari segala berkat2 yang diterimanya. Di atas batas itu, baru ia bisa jatuh dalam  dosa atau undur dari Tuhan.

Juga ada batas bawah, kalau di bawah batas ini, ia akan ber-sungut2 dan timbul ber-macam2 dosa lainnya. Ayub punya batas bawah dan tinggi yang sangat lebar sehingga tidak sam-pai berdosa karena harta. Lazarus pu-nya batas bawah yang sangat rendah, sehingga dalam kekurangan berapapun ia tidak berdosa.

3.3. Bisa memakai hartanya dengan betul, bertanggungjawab pada Tuhan, bukan saja tidak berdosa, tetapi ia juga taat pada hukum2 Tuhan dan pimpinan Roh Kudus dalam memakai uangnya.

  1. Wajib bekerja 2Tes 3:10. Orang yang tidak bekerja jangan makan. Kita harus bekerja. Ini juga ada syaratnya. Kalau bekerja tidak jujur, tidak bertang-gungjawab ia juga mengalami banyak kekurangan. Kerja itu harus:

4.1. Rajin seperti semut, jangan malas Ams 6:6-11. Orang yang malas akan menjadi miskin, itu bukan nasib tetapi akibat dari kemalasannya. Ams 19:15, 20:4, 29:30-34 dll.

4.2. Jujur. Mempekerjakan orang yang tidak jujur itu seperti mempekerjakan maling. Tidak ada orang mau menerima maling sebagai pegawainya meskipun tanpa gaji. Orang yang jujur itu awet, kerjanya, sebab bisa dipercaya, baik tentang barang, juga tentang waktu dll.

4.3. Cerdik. Baik bekerja pada orang, apalagi bekerja sendiri, perlu bekerja dengan cerdik. Minta hikmat dari Tu-han, istimewa bertekun doa dan taat mendengar suaraNya, maka dengan cerdik ia akan ber-tambah2. Yakub ditipu Laban 10 kali, tetapi sebab harap Tuhan dan cerdik, maka Yakub tidak sampai jadi korban tipu Laban.

4.4. Setia dan loyal akan usaha dan pekerjaannya. Kita harus bergumul se-olah2 kita bekerja bagi diri kita sendiri. Ini termasuk bertanggungjawab akan apa yang dikerjakan, jangan sampai perusahaannya mengalami kerugian tetapi untung. Kalau toh kita kurang dibayar, kita boleh mencari pekerjaan yang lain, tetapi ber-tanya2lah akan Tuhan lebih dahulu sebab Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita, jangan ber-sungut2 atau merugikan (memboikot) tetapi tetap jadi berkat. Tuhan melihat semua hal ini dan akan tetap mem-berkati kita pada satu saat, dengan memberikan apa yang kurang dibayar-kan pada kita, seperti Yakob yang diru-gikan Laban tetapi Tuhan tetap mem-beri Yakub apa yang patut diterimanya.

4.5. Dua mil. Mat 5:41. Orang yang mengambil pegawai itu sudah meng-hitung pekerjaan apa yang harus dila-kukannya. Kadang2 pegawai yang tidak takut akan Tuhan, ia bekerja seenaknya bahkan mengurangi apa yang dibe-bankan atasnya. Kalau disuruh bekerja 1 mil, ia hanya bekerja 0,5 mill dengan memperlambat pekerjaannya atau dicampur pekerjaannya sendiri dll. Te-tapi orang yang mengerti dan takut akan Tuhan akan bekerja lebih banyak daripada yang dituntut, bisa 1,5 atau 2 mil dari apa yang dituntut. Yusuf bekerja sangat baik dan diberkati Tuhan, sehingga Potifar mengangkat Yusuf menjadi penguasa atas segala milik tuannya. Tetapi kemudian ia difitnah istrinya dan masuk penjara. Tuhan tahu yang sebenarnya dan akhir-nya memberkati Yusuf semua yang patut diterimanya, lansung dari Tuhan.

Jadi kalau toh ia kurang dibayar, Tuhan akan menambahkan kekurangannya dengan salah satu cara, percaya dan jangan ber-sungut2. Kalau mau keluar, jangan mendahului kehendak dan rencana Allah.

  1. Harap pada Tuhan. Kadang2 ada orang yang menolong kita dalam kesukaran, hendaklah kitapenuh teri-makasih, bersyukur serta mendoakan supaya Tuhan membalas kebaikannya berlipat kali ganda. Seringkali tidak ada orang yang mau menolong kita dalam kesukaran. Kalau itu karena dosa, ber-tobatlah sungguh2 dan bereskan kalau dosa itu merugikan orang lain. Kalau bukan karena dosa, tetaplah harap Tuhan, Dia sanggup langsung menolong kita.

Ada janda yang ditinggalkan suami-nya yang tidak setia dan pergi kepada perempuan lain. Ia hanya bisa berharap pada Tuhan dan Tuhan memeliharanya dengan beberapa anak2nya sehingga dengan ajaib hidup mereka terangkat 4secara ekonomi dan bahkan anak2nya sungguh2 percaya Tuhan. Mereka tidak mengira bisa demikian, itu sebab mereka harap Tuhan dan Tuhan selalu sanggup menolong.

Kadang2 kemiskinan dan penderi-taan membuat orang lebih berharap sungguh2 pada Tuhan sehingga bisa rajin bekerja dengan cerdik dan bisa berdikari, jadi makin rohani. Justru be-berapa orang karena kekayaan dan kehormatan yang limpah, anak2nya hidup dengan buruk dan keji seperti anak2 Ayub (juga karena dibiarkan atau lebih tepat dimanja oleh ibunya). Kita tidak mengharap kemiskinan dan celaka, tetapi dalam kesukaran apapun jangan ber-sungut2 dan menyalahkan Tuhan, seringkali Tuhan mengizinkan hal itu menjadi berkat yang besar, seperti Yusuf, justru menjadi sangat indah, sebab adalah kesukarannya ia tetaphidup berkenan pada Tuhan, berharap pada Tuhan meskipun sangat melarat.

TABUR MENUAI.

Hukum tabur menuai itu dari Tuhan, baik secara jasmani dan rohani Kej 8:22. Orang duniapun memperhatikan dan mengenali hukum ini. Mereka yang tidak percaya tetapi memakai hukum ini akan mengalaminya, kecuali juga menabur dalam dosa, kebaikannya jadi penaburan yang sia2 atau hanya untuk menutupi dosa dan kejahatannya. Orang beriman jauh lebih indah, sebab akan menuai di dunia dan dalam Surga yang kekal, juga jasmani dan rohani Gal 6:7-10. Biasanya penuaian itu jauh le-bih banyak dari penaburannya sehing-ga apa yang tidak sempat dituai di du-nia, tetap masuk dalam perhitungan penuaian di Surga Wah 13:14, Sebab itu:

6.1. Tabur karena Tuhan. Menabur itu yang berat, dengan penuh penderitaan dan linangan air mata Maz 126:3-6. Kalau kita menabur karena ingin puji, atau untuk me-nutup2i suatu dosa atau ada maksud yang tersembunyi, itu bukan menabur menurut ukuran Fir-man Tuhan, itu memancing atau barter mengharap dapat kembali, bahkan de-ngan umpan kecil harap dapat untung besar. Itu bukan menabur yang betul. Tetapi kalau kita menabur karena Tu-han, karena taat akan Firman Tuhan, berbuat baik karena Tuhan, maka meskipun tidak ada roang yang mem-balas (lebih2 orang yang ditolong itu berkhianat atau membalas dengan jahat) kita tidak menyesal atau sakit hati, sebabtetap ada Tuhan Allah yang memberi penuaian kepada kita. Jangan menabur mengharap balasan, itu cara dunia dan seringkali dicampur dosa dan tidak tulus. Tetapi orang yang menabur karena Tuhan, tidak menuntut penuai-an dari orang itu atau orang lain, sebab Tuhan sendiri yang akan memberi penuaian bagi orang yang menabur karena taat akan Firman Tuhan. Ini luar biasa, Tuhan memberi penuaian yang limpah bahkan kekal Wah 14:13.

6.2. Pusatkan pada penaburan, bukan penuaian. Tabur saja sebanyak mung-kin yang bisa kita lakukan, sebab pe-naburan karena Tuhan tidak akan pernah rugi, selalu ada penuaiannya. Pusatkan perhatian pada menabur selama ada kesempatan  dalam hidup di dunia ini, sebab urusan menuai adalah bagian Tuhan yang memberi penuaian bagi yang menabur dengan tulus 2Kor 9:6. Baik dalam hal jasmani dan rohani, tabur terus, maka Tuhan akan memberi penuaian yang adil dan sesuai.

6.3. Menabur dan menuai dalam kesucian.

Jangan bercampur dosa apapun. Se-mua kerjasama atau ketaatan dengan Tuhan, termasuk menabur dan menuai jangan ada dosa, sebab itu menjadi tempat masuk iblis sehingga menjadi kacau, hasilnya tidak seperti yang dijanjikan Firman Tuhan. Tuhan tidak pernah mau bekerjasama dengan iblis 2Kor 6:14-16. Kadang2 ada maksud2 dosa untuk dapat keuntungan uang, puji, hormat atau maskud perzinaan, semua akan rusak dan bubar. Jangan waktu menuai jadi sombong, hasilnya akan rusak. Salomo menuai banyak dari Tuhan, ditambah dengan perzinaan dan berhala, akibatnya kacau dan hancur semuanya.

Jangan lupa, semua kerjasama de-ngan Tuhan harus tulus, suci dan suci berarti sesuai dengan Firman Tuhan. Juga minta kekuatan dari Tuhan yaitu kuasa Allah, dipimpin Roh, sebab de-ngan kekuatan sendiri mudah ada kejengkelan dan dosa lalu iblis masuk, mengacaukan rencana Allah yang in-dah. Kalau ada dosa, bisa bertobat, tetapi hasilnya ada yang cacat, tidak utuh seperti janji Allah semula dalam Firman Tuhan.

Kesalahan yang banyak terjadi adalah menabur dengan hati menyem-bah berhala mammon ingin (lekas) kaya. Menabur dalam keuangan, misal-nya juga perpuluhan sebab ingin kaya, cinta uang. Padahal perpuluhan itu pengakuan bahwa semua dari Tuhan dan dengan penuh syukur kita me-ngembalikan uang Tuhan di mana kita digembalakan. Orang2 yang ingin kaya seperti ini sering “dimakan” orang2 yang ahli atau mahir mengumpulkan dana diantara umat Tuhan yang bodoh. Berapa banyak kecewa dan rusak roha-ninya sebab hukum2 Tuhan dipakai pe-nyembah2 berhala mammon. Sebab itu:

6.3.a. Jangan cinta uang atau me-nyembah mammon. Orang yang mena-bur karena Tuhan, korban karena cinta, kalau tidak atau belum menuai, tidak berkecil hati. Sebab kita seringkali tidak mengerti rencana Allah tetapi perca-yalah Allah itu baik, menggenapi janji2-Nya. Yusuf, Daud mengalami banyak penderitaan yang panjang, padahal menabur dengan baik. Sebab Tuhan punya rencana yang indah, lebih dari sekedar penuaian uang. Sebab itu jangan ada cinta uang, tetapi berpada. Jangan ber-sungut2 dalam menghadapi kesukaran, periksa diri, tetap dalam kesucian.

6.3.b. Tangan kiri tidak tahu tangan kanan Mat 6:4. Cara menabur atau memberi tidak untukmencari kepujian. Jangan sengaja ingin dipuji, ingin dapat balasan dari manusia, ingin dihargai, sebab hanya kepujian itu yang didapat sebagai penuaiannya Mat 6:2,5 KJI. Bapa membalas barang yang tidak tampak, sebab ditujukan pada Allah saja.

6.3.c. Tidak lebih dari kemampuannya 2Kor 8:12. Jangan berbuat baik dengan hutang atau dipaksakansupaya tidak kalah, supaya dapat penuaian yang lebih besar dsb, tetapi menabur dari apa yang ada pada kita, sebab pem-berian atau penaburan itu suatu pengorbanan, dengan air mata. Kalau “belum atau tidak dapat penuaiannya” tidak ber-sungut2 menyalahkan Allah, melainkan bersyukur karena bisa ber-korban karena Tuhan. Tetapi dari pihak Allah akan memberi penuaian.

6.3.d. Tidak menetapkan target pe-nuaian. Seringkali diceritakan oleh para ahli pengumpul dana dalam pekerjaan Tuhan, bahwa akan ada penuaian yang luar biasa untuk menarik banyak “pe-naburan” (seperti tombok’an). Orang mengharap adatarget penuaian yang besar, bisa sampai untung 100% (misal-nya Mat 19:29 atau angka2 lain dalam Mat 13:23 dipakai untuk target dll). Ini berarti tombok’an atau memancing. Seringkali karena target yang dipromo-sikan, maka orang berani menabur sampai ber-lebih2, padahal hatinya penuh dosa atau percintaan uang yang dibenci Allah. Tidak mungkin Tuhan memberkati dengan penuaian, sebab uang justru membinasakan orang yang menyembah mammon. Orang korban tidak punya target, rela habis, hilang, sebab ini pengorbanan, tetapi Tuhan memberi penuaian yang limpah, sesuai dengan kemampuannya untuk mene-rima dan sesuai kasus masing2.

Orang yang punya target akan mudah masuk jerat pengumpul dana, bukan masuk dalam perjanjian dengan Allah.

KESIMPULAN.

Menerima nafkah dari Tuhan tidak sesulit nafkah dalam dunia, sebab yang memberi adalah Bapa untuk anak2Nya. Pasti bapa tidak mempersulit asal anak taat, apalagi kalau anak2Nya memper-kenankan Tuhan. Ini nomer 1, maka sekaliannya akan ditambahkan dan Tuhan sanggup bahkan sangat murah; Dia akan memberi limpah, tergantung kemampuan kita. Kalau tidak jadi dosa, cinta uang, sombong, berzina dll celaka, pasti Tuhan bisa beri, bahkan tanpa batas seperti pada Yusuf.

Tidak ada problem yang terlalu berat asal kita hidup benar dan taat. Tidak ada yang mustahil. Tuhan bisa mengangkat Yusuf dari budak tanpa backing, bisa jadi pemerintah seluruh Mesir Kej 42:6. Percayalah yang me-nentukan itu Bapa kita. Bapa yang cinta tetapi bukan cinta daging seperti istri Ayub atau Eli, tetapi cinta yang suci dan kekal.

Nyanyian:

Harap saja pada Tuhan.