M3945 – AYUB 39:1-4a. KEBUN BINATANG ALLAH. (Bag. 1)

Kata2 Tuhan itu selalu ada arti yang dalam, bahkan sampai titik dan koma itu tetap ada artinya Mat 5:18.Dalam Ay 38-39 Tuhan ber-kata2 kepa-da Ayub pada saat penderitaan karena ujiannya. Ayub pernah membenarkan dirinya karena penderitaan yang begitu dahsyat. Tetapi Tuhan tahu bahwa Ayub adalah orang yang indah (Ay 1:1,8) dan tidak menyalahkan Allah da-lam penderitaan (ujiannya) Ay 1:21-22; 2:10. Sebab itu Tuhan ingin memper-baiki kesalahan yang ada padanya, waktu ia membenarkan dirinya. Tuhan menegur dan Ayub mendengar semua itu baik2 dan mau menerima dan me-nyerah pada Tuhan seperti jawaban yang kita dengar dalam Ay 39:36-38. Tuhan ingin membukakan mata hatinya dengan banyak nasehat dalam Ay 38,39 sehingga ia bisa disucikan dan dikuat-kan. Ayat2 di bawah ini adalah seba-gian dari nasehat Tuhan baginya. Da-lam Ay 39 Tuhan memberi contoh pela-jaran dari banyak binatang yang dicip-takan Tuhan.

AY 39:1-2. SINGA.

Dapatkah engkau memburu mangsa untuk singa.

Dalam Alkitab banyak pokok2 bisa berarti 2 hal yang bertentangan, yaitu dari pihak Allah atau dari pihak iblis (seperti burung bisa berarti Tuhan Yesus Yes 31:5 atau Roh Kudus, burung dara Mat 3:16 bisa berarti iblis Mat 13:19. Ragi bisa berarti dosa 1Kor 5:7, bisa juga berarti kerajaan Surga Mat 13:33 dll).

Juga disini singa (binatang buas, raja binatang yang hebat) itu bisa berarti iblis 1Pet 5:8 atau orang jahat 2Tim 4:17. Tetapi singa juga berarti Tu-han Yesus Wah 5:5, Yes 31:4, atau orang yang di pihak Allah Wah 4:7 atau Israel Bil 24:9.

Tentu Tuhan bicara tentang singa dari pihak Tuhan, sebab pasti Tuhan tidak mau meninggikan kejahatan dan keganasan singa, iblis, sebab itu Ia menuliskan disini dan menunjukkan singa dari Tuhan dan umatNya.

Tuhan Yesus adalah singa dari Yehuda Wah 5:5 yang membawa ram-pasan naik ke Surga Ef 4:8 waktu Ia me-nang di atas salib, menyelamatkan orang2 beriman dalam Wasiat Lama yang ditahan iblis (sebab darah bina-tang  tidak bisa menghapus dosa Ibr 10:4) Tuhan Yesus sesudah menang merampas kunci maut dan alam maut (Wah 1:18) dan membawa semua ta-wanan itu ke Surga. Begitu untuk sete-rusnya, semua yang percaya dilepaskan dari perhambaan dosa dan maut Yoh 8:34-36, 1Kor 15:55-57. Sebab itu seka-rang kita bebas dari dosa dan menjadi anak2 Allah, juga seperti singa2 yang dengan kuasa Allah bisa merampas orang2 yang berdosa untuk Tuhan. Mrk 16:17, penjala2 bagi Tuhan Mat 4:19.

Kita ini haurs menjadi sama seperti si-nga dari Yehuda, sebab kita sama jenisnya, sama2 dari Allah Ibr 2:11. Jangan takut melawan iblis, dia singa untuk orang tanpa Kristus, atau yang lepas dari Kristus 1Pet 5:8. Tetapi kalau kita ber-sama2 Tuhan, kita lebih kuat dari iblis Rom 8:31. Kita yang menjadi singa bagi iblis.

Kita harus menang melawan iblis, dosa, daging dan dunia. Di dalam Tu-han kita lebih dari pemenang Rom 8:37. Kita bisa mengalahkan dosa, du-nia dan iblis, jangan takut. Sebab itu miliki kuasa Allah dengan limpah ber-doa Luk 24:49, lebih2 berdoa dalam Roh dan kebenaran Kis 1:8. Matikan daging, hidup merdeka dari dosa Rom 6:1-2, Yoh 8:36 bisa hidup suci, tidak lagi berbuat dosa 2Pet 1:10. Kalahkan kesombongan, cinta uang, perzinaan dan segala percintaan dunia 1Yoh 2:16. Tuhan Yesus adalah Singa dari Yehuda. Juga kita menjadi singa2 muda seperti Dia, punya kuasa yang limpah untuk hidup berkemenangan.

Salib itu kuasa Allah di dalam kita 1Kor 1:18 sehingga kita bisa menang dan hidup dalam kesucian 1Pet 4:1. Hadapi segala pencobaan dan kesu-karan. Jangan takut 1Yoh 4:4. Berdoa terus kalau perlu puasa. Lebih2 di akhir zaman, dosa meningkat, tetapi kesu-cian dan kuasa Allah juga meningkat, terimalah dengan iman dan tekun berdoa. Sebagai singa bagi iblis, kita bisa menang dan menjarah si iblis, se-olah2 ia menjadi mangsa kita.

Apa mangsa singa?

  1. Menang atas segala problem dan kesukaan jasmani dan rohani yang kita hadapi. Itu semua menimpa kita tidak kebetulan Mat 10:30, Kis 27:34. Bagai-mana kita menghadapinya? Jangan be-reaksi dosa dan terus taat dipimpin Roh, limpah dengan kuasa doa dan se-lengkap senjata Allah. Dengan demi-kian kita pasti keluar sebagai peme-nang Ef 6:10-11. Terus bertekun ber-doa dalam Roh dan kebenaran (terus hidup benar di hadapan Allah) dan mahir mendengar dan taat akan suara Roh, dan limpah dengan kuasa Allah Ef 5:17. Tidak sulit untuk keluar sebagai pemenang, kalau kita tetap hidup benar dan bisa mendengar suara Roh Mrk 4:23 dan taat, Tuhan akan ber-perang ganti kita dan kita akan men-dapat kemenangan seperti singa muda mendapat mangsanya dari Tuhan.
  2. Jiwa2 yang kita menangkan.

Luk 11:20-23. Kita yang merampas jiwa2 dari tangan iblis.

Ayub ditantang apa bisa menye-diakan mangsa untuk singa. Tuhan bisa dan Dia menyediakan mangsa itu Yoh 6:44. Minta rejeki dari Tuhan. Kalau Tu-han beri, kita akan mendapatkannya. Lebih2 yang dalam “panci kita” itu tidak kebetulan Kis 16:25. Hadapi dengan hikmat dan kuasa Allah. Yang tidak mau, tidak bisa dipaksa, biarkan tetapi tetap doakan terus. Allah menyediakan rejeki bagi singa Yoh 4:32-33. Hadapi mangsa yang sulit, dengan Tuhan pasti menang. Seringkali kita menyerah se-bab tidak semua orang mau percaya, tetapi jangan mudah menyerah, terus minta pimpinan Roh Kudus sampai da-pat mangsa dari Allah. Minta pimpinan Roh Kudus.

Tuhan bisa memperlengkapi kita dengan kuasa yang besar dan kalau kita takut atau malas berperang dengan iblis, tidak memakai kuasa itu untuk memenangkan jiwa2, maka kita tidak dapat mangsa yang sudah disediakan Tuhan.Baik jiwa2 baru (angka 1 dan 2) dan angka 3, (menolong yang sudah percaya sehingga sama2 tumbuh dalam kemenangan seperti Kristus). Murid2 sebelum mengerti, mereka ketakutan seperti menghadapi singa dari luar, mereka bersembunyi. Tetapi sesudah bertekun berdoa 10 hari dan penuh Roh Kudus, sejak itu, justru mereka yang keluar sebagai singa merebut jiwa2 bagi Tuhan. Jangan sikap kita yang garang, keras, pemarah, tetapi lemah lembut, namun penuh kuasa dan hikmat Allah. 1Kor 2:4. Sekalipun te-nang dan lembut tetapi penuh kuasa Allah sehingga kita menang. Banyak orang beriman yang sudah lahir baru hidup sia2, sebab punya Allah yang hidup di dalamnya tetapi merasa iblis itu menjadi singanya sehingga takut dan tidak memenangkan jiwa2. Sebab tidak memakai kuasa Allah, jadi merana dan depresi padahal kita punya Allah yang Maha besar dalam kita, kita bisa jadi pemenang.

Ini terbalik! Justru dengan Tuhan kita menjadi singa, rebut jiwa2 dari ta-ngan iblis Luk 11:20-23. Baik orang2 di sekitar kita yang “baik” atau yang jahat, menyakitkan hati, juga problem2 yang sulit, Kalau singa itu mendapat mangsa, rampasan, rejeki (rohani, hidup dalam kesucian), maka ia akan dipuaskan se-perti selera singa muda, baik menang-kan jiwa2 Luk 15:6, Kis 15:3, 1Tes 2:19, juga kemenangan dari segala problem2 kita dalam segala perkara, termasuk problem nafkah, kesukaran, keluarga dll. Hadapi dengan iman sampai jadi Mat 8:13.

Hidup jadi kosong dan tidak berarti kalau punya kuasa dan hikmat dan perlengkapan besar dari Allah tetapi tidak pernah dipakai dalam peperangan rohani. Jangan jadi singa kelaparan tidak dapat mangsa, tetapi yang punya mangsa, sehingga puas. Yang normal tidak ada singa kelaparan, pasti ke-nyang dan puas. Tetapi orang2 ber-iman, sebetulnya sudah jadi singa, su-dah punya kuasa atas segala kekuatan musuh, tetapi justru takut pada iblis yang menjadi singanya, sehingga tidak berani berbuat apa2.Siapa saja (tetapi dalam kesucian dan ketulusan), bisa menang besar dan bisa dapat mangsa jiwa2. Percayalah Tuhan Yesus dan kita adalah Singa dari Allah. Terjunlah se-bagai singa dalam pergumulan pro-blem2 kita dengan hikmat dan kuasa Allah dan menangkan jiwa2, pasti menang dan puas dengan Kristus.

AY 39:2a. KETIKA MEREKA MERANGKAK MASUK DALAM SARANGNYA.

Sarang atau rumah kita adalah rumah Allah 1Kor 3:16 yaitu tempat doa Mat 21:13. Selalu berdoa dalam Roh dan kebenaran itu luar biasa, itu doa yang lengkap dan sempurna, yang diangkat oleh Roh Kudus bagi kita kepada Bapa Rom 8:26-27. Dan tekun dalam 7 Kebutuhan Pokok Rohani dalam rumah Tuhan yaitu:

  1. Tinggal dalam Kristus dalam kesucian dipimpin Roh.
  2. Terus pikul salib yang menjadi keme-gahan kita Gal 6:14. Banggalah kalau ki-ta menderita karena kebenaran sebab itu kuasa Allah yang limpah bagi kita dan sumber kesukaan ilahi Mat 11:30.
  3. Tekun mencintai Firman Tuhan Maz 1:1-3.
  4. Tekun berdoa dalam Roh dan kebe-naran Yoh 4:23-24, 1Tes 5:17.
  5. Bisa bersekutu dalam kesucian dan kasih dengan sukacita 1Yoh 1:7 ini persekutuan tubuh Kristus, kekuatan kita akan meningkat Im 26:8. Sebalik-nya yang tidak bisa atau tidak punya persekutuan, akan sendirian dan jadi lemah, justru iblis yang menjadi singa-nya dan melahapnya 1Pet 5:8.
  6. Melayani dengan setia di dalam Roh ini sumber kemenangan, pahala dan sukacita.
  7. Tekun beribadah baik dalam kelompok besar dan kecil.

AY 39:2b. DAN TINGGAL DALAM TEMPAT SEMBUNYI UNTUK MENGHADANG.

Cari dan tunggu kesempatan dari Tu-han. Kesempatan ini bukan hanya hal2 yang enak tetapi kadang2 menakutkan atau menyakiti hati; Tetapi jangan kita pakai kesempatan ini dan hadapi sam-pai menang. Rom 8:28. Jangan berkecil hati dan ragu2 akan kuasa Allah. Ja-ngan marah, sakit hati, susah, takut atau kecewa. Hadapi semua dalam pimpinan Roh, pasti ada kemenangan. Jangan sudah jadi singa masih kela-paran. Seharusnya dengan Kristus kita menjadi kenyang (dapat mangsa dari Tuhan) dan puas! Pakai kuasa dan hikmat Allah.

AY 39:3. GAGAK.

Siapakah menyediakan makanan untuk burung gagak ketika anak2nya berteriak pada Allah? Mereka berkeliaran karena kebutuhan makannya.

Meskipun ini burung haram (Im 11:15, Ul 14:14) tetapi Allah  memakai burung gagak untuk memberi makan Elia (Tu-han tidak memakai burung lain). Ayub ditantang Allah, apakah ia dapat me-nyediakan makanannya, apalagi kalau anak2nya berteriak kepada Allah? Allah yang menyediakannya Maz 147:9, Luk 12:24.

Singa ~ kebutuhan rohani untuk kekal yang membawa kepuasan yang se-sungguhnya.

Gagak ~ kebutuhan jasmani, sementara Luk 12:24. Ini suatu jembatan untuk yang kekal, sebab kalau kita men-dapatkan hal2 jasmani ini dari Tuhan, ini mengingatkan kita kepada Allah yang setiawan dengan keselamatanNya yang kekal.

Jadi berkat2 jasmani juga disedia-kan Allah. Memang kita harus bekerja (2Tes 3:10) dengan keringat Kej 3:19, tetapi itu juga diberi oleh Tuhan. Kalau tidak diberi oleh Allah, biarpun ber-pangkat dan berkuasa seperti panglima Israel, tidak akan dapat 2Raj 7:19-20, Mat 5:45. (Orang yang berani menan-tang Allah bisa celaka seperti panglima tentara ini). Kalau Tuhan beri “jumlah itu”, pasti dapat (se-olah2 biasa2 saja, tetapi Tuhan yg beri), misalnya Ya-cob, Yusuf dll yang diberi oleh Tuhan. Sebab itu jangan ber-lebih2an mengejar per-kara2 yg fana (boleh kerja keras) tetapi carilah dahulu kerajaan Allah, itu no-mer 1 dan hidup benar di hadapan Allah Mat 6:33. Kalau belum dapat jangan ber-sungut2, kecewa dan marah tetapi berpada dgn penuh syukur.

Kalau kita diberi Tuhan, itu ada maksud tertentu dari Tuhan untuk kita, baik untuk kepentingan kita sendiri se-hari2 2Kor 9:8, tetapi Tuhan juga me-nyuruh gagak itu mencukupi keperluan Elia 1Raj 17:4,6, padahal daging itu bisa dimakan si gagak sendiri. Tuhan mem-biayai pekerjaannya lewat bendahara2-Nya, dititipkan pada anak2Nya. Semua ada rencana dan maksud Tuhan ter-tentu. Misalnya berkat Tuhan bagi orang Mesir, kemudian dipindahkan pada orang Israel untuk membangun Kemah Suci Kel 12:35-36, Yes 60:5 (de-ngan cara2 yang benar, jangan dengan tidak jujur, dengan tamak, dengan per-cintaan uang, akan ditipu iblis). Juga orang Kanaan diberkati Tuhan untuk umat Tuhan Ul 6:10-11. Memang tam-paknya tidak ada hubungannya, tetapi sudah dinubuatkan dan disediakan Allah lebih dahulu untuk umat Tuhan. Orang beriman yang percaya, meng-akui ini diberi oleh Tuhan, sebab itu memberi perpuluhan dan persembah-an2 lainnya kembali kepada Tuhan. Ams 3:9. Tuhan tidak lupa akan burung gagaknya, untuk keperluan2 jasmani-nya. Minta dengan tekun, tetapi ingat ini hanya sementara. Kalau Tuhan datang (pribadi atau umum) semua ini tidak diperlukan lagi. Sebab itu jangan taruh hati kita di dalamnya Mat 6:20-21. Pakailah seperti tidak memakai 1Kor 7:31.

Pakailah dengan cerdik mammon yang lekat lalim ini, tukar dengan perkara2 kekal sehingga kalau yang fana ini lenyap, kita masih punya yang kekal di Surga Luk 16:9.

AY 39:4a. KAMBING GUNUNG

YANG LIAR.

Tahukah engkau waktunya kambing gunung liar beranak? (TL: Kijang).

Kambing liar ini berada di gunung batu yang tinggi sebagai tempat perlin-dungannya Maz 104:18.

Dalam 1Sam 24:1-3 juga disebutkan gunung batu yang tidak terhampiri ini adalah tempat dari kambing liar ini. Ada lagi binatang dalam koleksi Ay 39 ini (misalnya ayat 30) yaitu burung Nazar = rajawali yang tinggal di gunung batu yang tinggi. Ini tempat2 tinggi yang tidak terhampiri. Sama2 ada di tempat yang tinggi, tetapi bagi kambing liar ini sudah puncaknya tetapi bagi burung nazar, justru ini tempat yang terendah (sekalipun tempat yang ting-gi) sebab ia bisa terbang lagi jauh lebih tinggi sampai di langit.

Yang penting dari kambing liar ini, yang ditanyakan Tuhan adalah:

  1. Tempat perlindungan yang tinggi, tempat sembunyi.
  2. Bila ia beranak? Kelahiran jasmani adalah perkara yang ajaib Maz 139:13-14. Lebih2 kelahiran rohani yaitu lahir kembali atau lahir baru. Ayub tidak tahu tentang hal ini, juga Nicolaus guru orang Yahudi tidak mengerti Yoh 3:9. Ini rahasia yang tidak dapat dimengerti dengan otak tetapi dapat dialami dengan iman.

Kambing liar ini gambaran dari da-ging liar, yang tidak dapat tunduk pada hukum2 Allah, bahkan tidak mau dan berontak Rom 8:7-8. Satu2nya yang penting bagi kambing liar adalah kela-hirannya di atas gunung batu yang tinggi. Ini rahasia dan keindahan kam-bing liar ini. Satu2nya jalan supaya hidup ini menjadi indah dan bisa berkenan pada Allah, ialah dengan lahir baru, maka ia akan masuk dalam satu tingkat yang lain, yang lebih tinggi yang tidak bisa dicapai oleh dunia ini. Yes 33:15-16. Suatu hidup yang berubah oleh kelahiran baru menjadi anak2 Allah Yoh 1:12.

Ia berubah, mati lepas dari dosa Rom 6:1-2, 1Pet 4:4 masih hidup di dunia, tetapi tidak bisa dihampiri oleh perkara2 dosa dan duniawi. Dengan lahir baru kita menjadi orang lain 1Sam 10:6, roh pikiran kita diperbarui Ef 4:23, kecenderungan kita bukan lagi dari daging Yoh 3:19, tetapi yang dari Roh Ibr 1:9, Maz 119:113. Kita bisa hidup dalam taraf yang baru yang lebih tinggi, sungguh indah! (Dengan kata lain, keluar dari kerajaan gelap pindah dalam kerajaan Putra Allah Kol 1:13). Baru sesudah ini, dalam taraf ini, orang Kristen bisa hidup sebagai anak2 Allah yang mengalami persekutuan yang indah dengan Tuhan. (Burung nazar, hidup dalam Roh, bisa terbang lebih tinggi lagi, sampai ketinggian yang tidak terbatas. Lahir baru itu sudah sangat indah, tetapi sesudah itu kita harus naik lebih tinggi lagi Pil 3:14 seperti Kristus Ef 4:10, Wah 21:10, lebih2 di akhir zaman ini Tuhan akan membawa kita lebih tinggi lagi di dalam RohNya).

KESIMPULAN.

Singa. Kita sudah berubah menjadi se-perti Kristus, dengan kemampuan se-perti Kristus. Memang kemampuan itu harus ditumbuhkan, tetapi bisa dan makin lama makin seperti Kristus. Pe-nuh hikmat dan kuasa Allah dalam pimpinan RohNya mendapat rejeki jasmani dan rohani. Jangan lupa, bukan hanya dosa yang meningkat tetapi kuasa Allah dan segala fasilitas rohani. Dapatkan dengan iman dan pengertian. Jangan jadi singa kelaparan, Tuhan sudah sediakan rejekinya.

Juga untuk burung gagak, jangan kuatir, sudah Tuhan sediakan, asal kita bisa memakainya dengan betul sebagai bendahara Allah yang bertanggung-jawab.

Jangan lupa lahir baru seperti kele-dai gunung liar, yang bisa tinggal di tempat tinggi, jauh dari dosa dan keduniawian sekalipun masih hidup di dunia 1Kor 7:31. Sebab Tuhan punya maksud dan rencana yang indah supa-ya kita tumbuh dan dipersiapkan untuk menjadi seperti Kristus, masuk dalam kemuliaan yang kekal. Di dunia puas, senang, terpelihara dan sesudah ini makin luar biasa tanpa batas untuk kekal.

Nyanyian:

Singa dari Yehuda hancurkan dosa.

bri padaku kemenangan dari smua

Singa dari Yehuda hancur dosa,

brikan kemenangan trus haleluya