M3936 – 2Korintus 3:18. Dari Kemuliaan Kepada Kemuliaan.

WAJAH TANPA SELUBUNG.

Apa artinya? Wajah atau muka yang terbuka berarti bisa melihat dengan jelas. Kalau berselubung pandangan kita menjadi kabur. Apa yang menutupi pandangan kita? Dalam ayat 14 dst disebutkan bahwa orang2 membaca Firman Tuhan (istimewa Wasiat Lama) itu tidak bisa jelas, karena terselubung, sehingga tidak menangkap pengertian yang sesungguhnya. Kalau pengertian tidak jelas apalagi salah, maka sikap dan tindakan kita akan juga keliru, dan ini berbahaya.

Untuk bisa membuang selubung ini, kita perlu lahir baru, berbalik kepada Tuhan, maka denganpertolongan Roh Kudus, selubung itu akan terangkat 2Kor 3:16. Roh Kudus yang sanggup membawa kita kepada segala kebenaran Yoh 16:13. Mengerti semua Firman Tuhan tidak bisa sekaligus. Caranya? Setiap kali kita mengerti, kita harus

mau mentaati apa yang sudah dimengertinya Pil 3:16. Makin banyak kita mengerti, makin banyak kita taat, maka rohani kita makin tumbuh sebab kita hidup sesuai dan taat akan Firman Tuhan dan ini sekaligus menumbuhkan kita dalam  rencana Allah, luar biasa. Orang yang mempunyai kepadanya akan ditambahkan lagi Mat 13:12. Sebab itu kalau kita taat, maka kita akan tetap jelas memandang segala kebenaran Firman Tuhan (oleh pertolongan Roh Kudus) dan akan terus ditambahkan karena kita terus mentaatinya. Sebaliknya kalau Firman Tuhan yang sudah kita dapatkan dan mengerti, tetapi tidak ditaati akan berbau busuk. Tahu hukum2 Firman Tuhan; tetapi tidak taat melakukannya, maka perbuatannya menjadi busuk. Mengapa? Sebab yang dibuat adalah kehendak daging, dunia, iblis bukan kebenaran Firman Tuhan, sehingga dosa2nya ber-tambah2 dan berbau busuk Rom 2:22-24. Ini seperti manna yang tidak dimakan tetapi dibiarkan saja,  maka berbau busuk dan keluar ulatnya Kel 16:20. Inilah perbuatan dosa yang busuk, sebab tidak mau taat akanFirman Tuhan. Kalau “dimakan” (ditaati) maka Firman menjadi daging Yoh 1:14, Wah 10:10, sebab ituakan terus tumbuh makin seperti Kristus.

SEPERTI MELIHAT DI DALAM CERMIN.

Kalau kita melihat ke dalam cermin, maka kita melihat diri kita sendiri. Ini cermin biasa. Tetapi dalam cermin Firman Tuhan lain Yak 1:23. Dalam cermin Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus kita akan melihat diri kita sendiri dan kemuliaan Tuhan.

Melihat diri sendiri yaitu kekurangan dan kesalahan kita sendiri, itu harus diperbaiki, dibetulkan. Kalau mau bertobat, mau dibetulkan, disucikan, pasti bisa sebab penebusan kita sudah dibayar lunas dan Roh Kudus selalu stand by untuk menolong anak2 Allah yang mau berubah, yang mau disucikan menurut kebenaran Firman Tuhan. Kita juga melihat kemuliaan Tuhan, tetapi belum bisa melihat seluruh kemuliaan Tuhan, melainkanseberapa banyak yang dibukakan Roh Kudus bagi kita, itu menjadi jatah kita. Itu untuk kita kalau kita mau taat. 2Raj 2:10. Sebab itu kalau kita sudah mengerti (= sudah bisa melihat kemuliaan Tuhan), jangan ditimbun menjadi arsip tetapi lakukan, maka apa yang kita mengerti (yaitu kemuliaan Allah yang sudah bisa kita lihat)itu akan menjadi bagian kita, kita bisa hidup benar seperti Kristus dan itu menjadi kemuliaan kita.

Kebenaran, kesucian dan kemuliaan Allah.

Kesucian berarti benar di hadapan Tuhan dan sampai di mana kita meningkat dalam kesucian, sampai disitulah kemuliaan kita di hadapan Allah dan itu untuk kekal. Inilah orang yang taat akan kebenaran Firman Tuhan sehingga hidupnya benar dan suci dan itulah ukuran kemuliaannya di hadapan Tuhan. Memang kemuliaan dari Tuhan itu di dunia seringkali tidak tampak, seperti Lazarus tetap miskin dan tidak tampak ada kemuliaan padanya waktu di dunia, tetapi waktu ia mati tampak kemuliaannya.

MEMANDANG KEMULIAAN TUHAN DI DALAM CERMIN.

Tuhan Yesus yang menjadi ukuran pertumbuhan kita, itu penuh dengan kemuliaan. Semakin kita tumbuh sebab taat akan Firman Tuhan, kita akan makin meningkat dalam kebenaran Allah, itu berarti ber-tambah2 dalam kemuliaan Kristus.

Orang yang mengerti kebenaran Firman Tuhan itu berarti ia dapat melihat kemuliaan Tuhan dan kalau taat melakukan kebenaran Firman Tuhan itu, ia tumbuh dalam kebenaran. Dengan mentaati kebenaran Firman Tuhan itu, ia meningkat dalam kesucian dan itulah kemuliaan dari Tuhan baginya 2Kor 3:9b. Sebab itu kalau kita belajar Firman Tuhan dengan tulus dengan mau taat dalam pengurapan Roh Kudus, maka kita bisa mengerti kebenaran itu dan ini seperti orang yang melihat kemuliaan Tuhan. Dan kalau orang yang bisa melihat kemuliaan itu, taat melakukan kebenaran itu, ia tumbuh dan menerima kemuliaan itu dalam hidupnya 2Raj 2:10.

Yang bisa melihat kebenaran Firman Allah yang mulia, kalau taat, ia akan berubah kepada kemuliaan itu,  sehingga meningkat dari kemuliaan kepada kemuliaan Allah.

DARI KEMULIAAN KEPADA KEMULIAAN.

Ini kehendak Tuhan supaya kita tumbuh. Kita bisa tumbuh dari kemuliaan kepada kemuliaan (DK3). Ini yang dirindukan Tuhan dalam hidup kita supaya kita bisa tumbuh makin seperti Kristus. Sebab itu belajar terus Firman Tuhan dengan limpah dalam cermin Firman Tuhan dan dengan pimpinan Roh Kudus (yaitu dalam kesucian dan ketaatan), maka kita akan menemukan rahasia2 kebenaran Firman Tuhan dan kalau kita mau taat, hidup benar sesuai Firman Tuhan, itu menjadi kemuliaan kita, sebab kemuliaan kebenaran Firman yang bisa kita lihat dalam cermin Firman itu memang diberikan pada kita, menjadi jatah kita kalau kita mau taat.

Jangan tumbuh dalam dosa tetapi tumbuh dalam kesucian yaitu kebenaran Tuhan dengan taat akan apa yang sudah kita lihat dalam cermin Firman, baik tentang diri kita sendiri atau kemuliaan Tuhan!

Dengan rutin bahkan makin sering melihat ke dalam cermin Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus, pasti untung besar dan bisa terus tumbuh. Orang yang penuh dan dipimpin Roh akan haus akan Firman Tuhan, terus suka menyelidiki dan melihat Firman Tuhan untuk melihat dirinya sendiri dan kemuliaan Kristus. Daud terus menerus cinta Firman Tuhan, melihat terus dalam cermin Firman, sebab itu ia beruntung dalam segala segi hidupnya Maz 3:1-3 sebab dengan melihat kemuliaan Tuhan dalam cermin, itu jadi jatah atau bagian kita sehingga kita terus tumbuh sampai seperti yang kita lihat dalam cermin Firman (juga diri sendiri diperbaiki dan terus ditumbuhkan sampai sama seperti Kristus yang bisa kita lihat dalam cermin Firman ini!

SEBAGAIMANA YANG DIKERJAKAN OLEH ROH KUDUS.

Semua ini dilakukan oleh Roh Kudus dalam diri kita, bukan oleh kuat gagah kita sendiri Zak 4:6. Sebab itu kalau kita melihat dalam cermin Firman itu (belajar Firman Tuhan) harus selalu dalam pengurapan Roh Kudus, tanpa Roh Kudus, kita hampir2 tidak bisa melihat apa2 dalam cermin Firman ini, seperti muka kita terselubung. Roh Kudus yang membuka selubung akal, perasaan hati atau kemanusiaan ini, sehingga oleh pertolongan Roh Kudus, kita bisa melihat:

  1. Kebenaran ilahi, bisa mengerti dan
  2. keadaan kita yang sebenarnya seperti yang dilihat Allah, menurut ukuran kebenaran Firman Tuhan.

Kalau kita bisa melihat dengan terang dalam cermin Firman ini, maka kita bisa dibersihkan dan ditumbuhkan dalam kebenaran dan kemuliaan Tuhan.

MENINGKAT DALAM HAL APA?

Ini kehendak Tuhan, meningkat dari kemuliaan kepada kemuliaan, dengan hikmat dan kuasa Allah. Ini untuk hal2 jasmani dan rohani.

Dalam hal jasmani. Kalau kita taat dipimpin Roh, maka dalam hal2 jasmani kita akan melihat pertolongan Tuhan yang heran, misalnya sembuh dari penyakit, pertolongan dalam nafkah dan keuangan, dalam rumah tangga, sekolah, lingkungan, dalam bermasyarakat dengan segala macam kesukaran dan ancaman2nya. Tuhan bisa menunjukkan jalan, cara2 ilahi dari Tuhan, dan kalau kita taat, kita akan tertolong dan mengalami kemuliaan Allah yang indah.

Dalam hal2 rohani. Seringkali orang2 hanya perhatian dalam hal jasmani dan bersukacita melihat mujizat dan pertolongan Tuhan. Tetapi juga dalam hal rohani ada pertolongan dan mujizat Tuhan sehingga kemuliaan Tuhan juganyata dalam segi rohani hidup kita, yaitu:

  1. Bisa hidup suci.
  2. Tumbuh dalam tabiat yang baru.
  3. Ber-buah2 dalam pelayanan.

Seringkali ini tidak menjadi kebutuhan sehingga diremehkan dan kurang perhatian oleh sebagian umat Tuhan. Sebab itu seringkali pelayanan, tugas, ibadah dll itu kurang daya tariknya dibandingkan dengan doa dan iman untuk nafkah, uang dll, lebih ngotot dan sungguh2.

Padahal hal2 rohani itu adalah sumber berkat dari yang fana Mat 6:33, dan ini menumbuhkan kerohanian dan kemuliaan kita untuk kekal sampai seperti Kristus! Jangan hal2 rohani diremehkan!

Sebab itu utamakan hal2 yang rohani, nanti untuk hal2 jasmani, misalnya kesehatan,nafkah, keuangan, sekolah, karier dan semua yang fana akan dicukupi Tuhan Mat 6:33. Beri waktu, tenaga, biaya dan hati yang cukup untuk hal2 rohani! Yaitu:

  1. Bisa hidup suci, tidak bereaksi dosa. Kita bisa hidup suci, alami kuasa dan mujizat Allah untuk bisa hidup suci, jangan terus berdosa, bereaksi dosa, benci, iri, sombong dll, jangan hidup dalam dosa (kecil atau besar)! Alami kuasa dan mujizat Allah untuk bisa hidup suci. Bisa hidup benar atau suci itulah kemuliaan kita Pil 1:11, Yoh 1:14, Rom 3:7, 2Kor 3:9, Maz 45:5; 59:11; Maz 111:3, Yes 58:8; 62:2.

Tentu juga harus penuh pengampunan, kalau tidak, jadi benci, paling sedikit “JMPE” terus menerus. Harus mau menyangkal diri. Dengan Tuhan kita bisa hidup suci, ini dasar yang utama dan terpenting. (Dalam hal jasmani, sehat itu lebih penting dari uang dll. Kalau sakit apalagi cacat, semua yang lain tidak ada gunanya! Begitulah juga bisa hidup suci itu adalah sehat rohani, ini sangat penting, ini dasarnya). Bisa hidup suci, bisa taat Firman Tuhan sehingga tidak jadi dosa. Termasuk juga suka akan 7 KPR seperti orang yang sehat itu suka makan. Kalau tidak suka makan, tidak bisa tidur, tidak bisa bernafas atau bergerak secukupnya, itu berarti sakit. Juga kalau tidak suka “makan 7 KPR”, itu sakit atau cacat rohani. Dengan iman kita dibenarkan seperti Abraham Yak 2:23. Abraham percaya dan itudihitung Tuhan sebagai kebenaran, se-olah2 otomatis. Mengapa? Sebab kalau seorang percaya dengan betul, ia yakin, maka orang itu pasti taat dan dengan demikian menjadi benar! Pasti bisa! Sebab Allah jadi jaminan FirmanNya dan Roh Kudus selalu stand by; Roh Kudus akan menolongnya untuk bisa mati lepas dari dosa dan hidup benar, Roh Kudus memberi kemampuan, karena itupasti jadi sebab Allah maha kuasa. Dan orang yang hidup benar di hadapan Allah itu mulia. Hiduplah dalam kesucian, mati lepas dari dosa Rom 6:1-2,6, merdeka Yoh 8:36 tidak perlu kembali dalam perhambaan dosa Gal 5:1, pasti bisa kalau sungguh2 mau taat yaitu mau pikul salib untuk taat 1Pet 4:1, 2Pet 1:10.

  1. Tumbuh dalam tabiat baru. Kita sudah ditebus, yang lama sudah lenyap, yang baru sudah terbit, sudah datang, sudah mulai muncul, sudah ada sejak permulaan percaya, meskipun masih dalam bentuk benih yang harus terus ditumbuhkan! 2Kor 5:17. Ini mujizat Allah, lebih besar dari mujizat sembuh dan keberkatan! Tinggalkan hidup lama Kol 3:9,10. Jangan lagi pakai tabiat lama sekalipun itu sudah mendarah daging dan turun temurun. Itu tabiat lama, lepaskan dengan iman, pasti bisa! Tabiat lama, brangasan, nekad seperti Musa, mata duitan seperti Zakheus, benci seperti Saul dll semua bisa dilepaskan. Dapatkan mujizat, tanda heran yang luar biasa ini. Hidup dalam tabiat baru dalam seluruh segi hidup kita, seperti Kristus.

Jangan MULUT tetap jelek seperti dahulu, ingat Yak 1:26. Tuhan memberi mujizat untuk mulut berubah. Percaya dan terima dan pakailah tabiat baru dalam mulut. Berdoa sebelum bicara, minta pimpinan Roh dan lihat terus dalam cermin Firman (banyak belajar Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus) supaya kebiasaan ber-kata2 jelek dengan lidah ini ditinggalkan, ganti baru. Minta nasehat saudara2 di dekat kita untuk melihat balok2 lidah kita!

Jangan hanya cuci mulut Ams 30:20 tetapi sampai dalam hati dibersihkan dengan mujizat penebusan sehingga hati suci, benar di hadapan Tuhan.

Percayalah akan mujizat Tuhan untuk tabiat yang baru, jangan hanya mujizat untuk uang, sukses, kesembuhan dan hal2 yang fana. Terimalah dengan iman, mujizat hidup baru!

Juga dari tabiat SOMBONG, belajar mati dari ambisi, dari suka puji dan hormat, sehingga mudah tersinggung dan iri, benci sebab kurang dihargai. Belajar bisa menikmati kalau direndahkan, sebab ini yang membuat kita bisa naik makin tinggi seperti Yusuf, Daud, Daniel dll. Jangan lagi sedikit2 tersinggung, JMPE sebab direndahkan. Bertobatlah sungguh2 dari kesombongan 1Pet 5:5, Mat 23:12 supaya bisa awet disertai dan dipakai Tuhan untuk melakukan perkara2 yang besar dari Tuhan tanpa sombong, sehingga bisa menjadi berkat yang awet. Sadar sungguh2 bahwa semua dari Tuhan 1Kor 4:7, Maz 75:7-8. Orang yang sombong, sekalipun dalam hati, maka tingkat rohani dan pelayanannya tidak naik2, tidak bisa jadi apa2 sebab naik turun terus menerus karena peraturan Mat 23:12. Tidak bisa awet dalam berkat, pengurapan, dipakai Tuhan dll. Kalau bisa rendah hati, bisa direndahkan, tidak sakit hati, bisa ditinggikan dan dipakai Tuhan dengan heran Maz 68:11, 2Kor 4:7. Rendah hati itu sangat indah, ini jalannya bisa naik dalam rencana Allah tanpa kejatuhan dan kepahitan tetapi tetap sejahtera, sekalipun dalam penjara kesukaran seperti Paulus dan Petrus Kis 16:25; 12:5.

Ada banyak tabiat baru, bahkan dalam seluruh segi hidup.

Juga dalam kesucian bujang, nikah, janda, duda (1Tim 5:9,14). Lahir baru itu mujizat, bisa lepas dari semua tabiat daging. Terimalah mujizat Kristus dengan iman, jangan mau diikat oleh nafsu2 daging dan perzinaan. Nikmati keindahan nikah yang suci di dalam Tuhan, jangan sampai berzina dalam hati Mat 5:28, sebab kita sudah mendapat mujizat dan tanda ajaib dari Tuhan, terima dengan iman, hidup dalam kesucian; juga kaum muda harus dan bisa hidup dalam kesucian, maka rencana Allah yang indah2 bisa terjadi. Jangan sampai rencana Allah dalam hidupnya bantut seperti Saul dan Amnon yang berzina dengan Tamar, sehingga rencana Allah baginya batal dan mati! Setan penuduh dan pembunuh ada di belangkang dosa zina itu dan di belakang Absalom!

Tabiat BERPADA, bukan ber-mewah2. Pakailah dunia seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31. Tidak bisa berpada, berarti cinta uang, itu sumber besar dari segala dosa 1Tim 6:9-10. Nikmatlah hidup berpada, jangan gara2 sedikit kurang enak secara lahir lalu hatinya pahit dan jadi sumber kepahitan dan dosa. Belajar berpada. Range hidup berpada kita harus lebar dari Lazarus sampai orang kaya seperti Paulus Pil 4:11-13. Jangan karena sedikit perlakuan kurang mewah, lalu itu menjadi sumber kepahitan dan dosa, makaiblis masuk dan bersarang di dalamnya. Orang yang bisa berpada dan bisa dipercayai dalam hal uang, bisa dijadikan bendahara yang besar oleh Tuhan seperti Yusuf. Tentang bangkrut atau hutang itu tidak sulit bagi Tuhan. Tuhan tetap memakai bendahara untuk pekerjaanNya, sebab itu Tuhan tetap memberkati mereka yang bisa dipercaya Ams 30:8.

Bisa hidup baru adalah mujizat penebusan yang luar biasa; terimalah dengan iman, jangan tetap jahat dalam hidup lama. Belajar lemah lembut, mengampuni, setia, taat, tertib, sabar, 9 buah Roh, mengalah dll, semua tabiat baru. Kalau kita terus hidup dalam kesucian, suka 7 KPR, taat dipimpin Roh, maka tabiat baru itu akan tumbuh dengan subur dalam hidup kita sampai menjadi sempurna seperti Kristus, itu sangat indah. Jangan lupa jadi sempurna seperti Kristus itu amat indah dan bahagia, seperti hidup di Surga meskipun ada di tengah2 Neraka, sebab dengan Tuhan yang Mahakuasa, Neraka akan menjadi tempat netral atau Surga!

KESIMPULAN.

Lihatlah dalam cermin Firman, diri sendiri dan kemuliaan Tuhan, dan ambillah jatah kita dari kemuliaan kepada kemuliaan. Terima dengan iman mujizat dan kuasa Tuhan yang besar untuk hal2 jasmani dan rohani. Jangan tetap dalam tingkat hidup yang lalu, meningkat terus istimewa dalam kesucian, tabiat baru dan pelayanan yang limpah dengan hikmat dan kuasa Roh Kudus.

Nyanyian:

Semakin mulia Dia mengubahku, ubahku, ubahku.