M3935 – Matius 5:44, Roma 12:21. Jahat Dibalas Baik Atau ….. ?

PENDAHULUAN.

Kejahatan dibalas kebaikan (ilahi).

Kebaikan dibalas kejahatan (satanik).

Kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan (manusiawi, orang lama).

Orang2 pada umumnya melakukan yang mana? Biasanya tergantung sikon dan orangnya.

KEJAHATAN DIBALAS KEBAIKAN (ILAHI).

Ini yang paling sulit, masih bisa kalau ada kasih, tetapi kasih dalam manusia hanya sedikit, terbatas dan mutunya itu mutu kasih manusiawi, bukan kasih ilahi.

Allah sudah melakukan hal ini bagi kita Rom 5:10. Dan Tuhan juga mengajar umatNya untuk menjadi seperti Dia, yaitu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan. Mat 5:44. Jangan dikalahkan oleh kejahatan rom 12:21. Jangan membalas, kalau orang itu bertobat, maka kita akan diperdamaikan dengan dia Ams 16:7, tetapi kalau orang yang jahat itu tidak mau bertobat, ia akan dihukum Tuhan kalau waktunya sudah habis.

Kalau seorang berbuat baik, pasti harus dibalas dengan baik, bahkan lebih baik. Ini lebih tinggi dari tingkat manusiawi yang biasa.

BAIK DIBALAS BAIK, JAHAT DIBALAS JAHAT (manusiawi).

Mengasihi kawan, membenci seterumu, ini adalah Taurat. Mat 5:43. Tetapi baik dibalas baik, jahat dibalas jahat, ini bisa diterima manusia sebagai keadilan. Ini sudah baik dalam ukuran manusiawi. Membalas baik dengan jahat, itu tidak baik, semua orang berdosa bisa mengerti. Misalnya anak yang sudah dicintai dan dipelihara oleh orangtuanya, lalu berbuat jahat pada orangtuanya, itu sangat jahat. Juga Tuhan memberi hukuman yang lebih besar daripada yang biasa, sebab itu termasuk sangat jahat, seperti iblis. Ada contoh2 lain seperti Saul, Yudas dll.

KEBAIKAN DIBALAS KEJAHATAN (SATANIK).

Iblis sebaliknya, kalau seorang berbuat baik, Iblis juga berusaha membalas baik, tetapi itu pura2, se-olah2 ia malaikat terang (2Kor 11:14), tetapi sesungguhnya iblis itu penipu dan pembunuh Yoh 8:44. Baik atau tidak, ia berusaha membunuhnya. Orang2 beriman atau umat Tuhan yang baik juga menjadi sasarannya untuk dibunuh dan dibinasakan! Juga orang2 yang menuruti daging (lebih2 yang digerakkan iblis), ia tidak peduli apakah orang2 itu baik, kalau perlu, menurut dagingnya, ia bisa membalas dengan kejahatan; lebih2 kalau ada alasan baginya, apalagi kalau ia diperlakukan dengan jahat, pasti balasannya lebih jahat, kecuali masih ada maksud2 untuk mendapatkan keuntungan lainnya.

BAGAIMANA KITA BISA MELAKSANAKAN HAL INI.

HARUS MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADANYA Mat 6:14-15, Mrk 11:25-26; kalau tidak, dosanya sendiri tidak diampuni Tuhan, bahkan dosa2 yang lalu akan dihidupkan kembali dan tidak jadi diampuni Mat 18:33-34. Kalau dosa tidak diampuni berarti tidak boleh masuk Surga sebab dosa tidak boleh masuk Surga Wah 21:27. Orang beriman harus mengampuni, tetapi jangan bodoh, jangan dimakan lagi (dirugikan) olehnya. Minta hikmat, pimpinan dan kuasa Roh Kudus, kalau perlu juga nasehat dan bantuan dari gembala, dan saudara2 seiman yang rohani.

CARA MENGAMPUNI:

  1. Meskipun orangnya tidak minta ampun, kita tetap harus mengampuninya. Misalnya Putra manusia waktu di salib, orang2 yang menyalibkanNya masih menghina dan me-ngata2iNya, sama sekali tidak menyesal bahkan bersukacita, tetapi Putra manusia mengampuninya Luk 23:34. Juga Stevanus melakukan yang sama Kis 7:59-60. Tetapi kitatetap harus hati2, jangan dirugikan dan dimakan oleh orang2 yang tidak bertobat ini.

Biasanya dalam keadaan yang menderita karena disakiti jasmani atau rohani. hati masih sakit dan panas, itu lebih berat untuk mengampuni. Kadang2 orang memberi nasehat, tunggu sampai keadaan reda baru bereaksi, tetapi kita harus tetap mengampuni, jangan sampaibereaksi dosa, sebab kalau kita berdosa, sama2 berdosa, iblis dapat kesempatan masuk dalam kedua pihak, maka ia akan mengadu kedua pihak dan menjerumuskannya dalam perkelahian yang lebih dahsyat, akibatnya lebih besar, bisacelaka dan binasa.

  1. Terus menerus 70×7 kali Mat 18:22. Sebab itu kita harus cerdik tetapi tetap suci Mat 10:16, sebab orang yang jahat, yang tidak bertobat itu bisa terus menerus menjahati dan merugikan kita. Lebih baik menghindarinya dan minta pimpinan dan kuasa Roh Kudus supaya tidak “kena makan lagi” atau jadi korban.
  2. Tuntas. Tandanya: Masih ingat, tetapi kita tidak sakit. Selama masih hidup, meskipun sudah mengampuni biasanya kita masih ingat, apalagi kalau salahnya besar. Kalau waktu ingat, hati masih sakit, itu berarti kita belummengampuninya dengan tuntas atau belum mengampuni sama sekali atau belum mau mengampuni. Kalau sudah mengampuni dengan betul dan tuntas, sekalipun ingat, hati tidak sakit.

Ada seorang waktu sudah sukses, jadi orang besar, lalu tiba2 ingat waktu ia dihina direkturnya beberapa puluh tahun yang lalu, ia dihina, dituduh (padahal tidak salah) dan di-kata2i, ia ingat dan menjadi sakit hati dan marah sekali (sebab kalau sekarang ia bisa membalas habis2an), tiba2 kena serangan jantung dan mati. Begitu dahsyat kemarahannya sampai memacu jantungnya dengan kuat.

Kalau sudah mengampuni dengan tuntas, meskipun ingat, tidak lagi sakit hati, inilah pengampunan yang betul.

  1. Langsung diampuni, tetapi harus tetap ber-jaga2 dan cerdik dipimpin Roh. Ini jelas tampak dari contoh Putra manusia Yesus yang langsung mengampuni, juga Stevanus. Kalau ini kita lakukan, tidak terjadi reaksi dosa, tidak terjadi perkelahian. Kalau bereaksi dosa, maka iblis dapat tempat dan kesempatan untuk masuk dan bekerja sehingga kebencian dan dendam makin bertumbuh dan akan ada lanjutannya lagi, perbuatan2 dosa yang lebih dahsyat. Jadi kalau tidak langsung mengampuni, maka iblis bisa invest macam2 benih dosa dalam hati kita yang akan terus bertumbuh menjadi ber-macam2 dosa dan kejahatan. Sebab itu jangan beri tempat dan kesempatan pada iblis, nanti iblis bisa titip bom waktu dalam hati kita dan satu saat dengan atau tanpa rangsangan bisa tiba2 meletus dan timbul celaka besar! Sebab itu kita haruslangsung mengampuni tetapi ber-jaga2 selalu dan menghindari kemungkinanperbuatan2 jahat lainnya yang dirancangkan untuk dibuatnya. Hadapi dengan pengampunan dan berdoa dalam Roh dan kebenaran, sehingga ada kuasa Allah yang limpahuntuk menghadapinya. Terus minta pimpinan dan hikmat Tuhan dalam menghadapinya, jangan emosi atau panas hati, nanti tidak bisa mendengar pimpinan dan hikmatNya.

Jadi menunda mengampuni itu memberi tempat dan kesempatan bagi iblis. Jangan tertipu oleh iblis dalam pikiran dan perasaan hati kita. Juga jangan sampai dihasut oleh orang2 lain!

  1. Jangan di-ungkit2 lagi problem yang sudah kita ampuni, kecuali ia beruat dosa yang sama, kita boleh mengingatkannya tetapi minta hikmat dari Tuhan untuk tahubagaimana caranya berbicara dengan betul sesuai kehendak dan pimpinan Tuhan, sebab itu yang paling baik dan tepat.

BISA DAN MAMPUKAH KITA MENGAMPUNI?

Pasti bisa, sebab:

  1. Kita adalah orang baru, yang lama sudah lenyap 2Kor 5:7 sudah dilepas dan dibuang Kol 3:9-10. Memang kita harus mau pikul salib, itu sakit bagi daging,tetapi itu memang adalah cara hidup orang beriman Luk 9:23, 1Pet 4:1, tanda khas cara hidup di dalam jalan sempit yaitu hidup di atas Mezbah Allah, itu adalah kehendak Tuhan Rom 12:1-2. “Orang baru” pasti bisa mengampuni Pil 4:13.
  2. Mau mengampuni, mau taat pada Firman Tuhan. Ambil keputusan untuk mau mengampuni Luk 12:57. Roh Kudus selalu standby untuk menolong orang yang mau taat akan Firman Tuhan dengan segenap hatinya. Pil 4:13, Zak 4:6.
  3. Ada kasih Kristus dalam hati Rom 5:5. Orang yang cinta Tuhan pasti punya kasih ilahi yang cukup untuk orang2 di sekitarnya, kalau tidak, orang itu tidak mengasihi Tuhan 1Yoh 4:20. Setiap orang beriman harus mengasihi Tuhan yang sudah mencintai kita lebih dahulu. Kalau tidak mau, maka setan akan jadi kekasihnya, dosanya ber-tambah2 dan ia terlaknat, sebab itu orang yang betul2 tidak mau mencintai Tuhan, itu terlaknat 1Kor 16:22.
  4. Ada pengertian tentang Firman Tuhan dan hukum2Nya. Tanpa pengertian, hukum2 Tuhan itu tampaknya berat, apalagi kalau dihasut dan ditipu setan. Orang yang tidak mengerti hukum2 Tuhan dan kuasaNya akan sesat Mrk 12:24, ia berbuat perkara2 yang bodoh yang mencelakakan Hos 4:6, Ams 10:20. Tidak cukup hanya berdoa, juga perlu pengertian Firman Tuhan Mat 13:19,23, Rom 10:1-2.
  5. Memelihara mezbah dupanya tetap menyala. Kalau kita terus berdoa, tekun, bahkan kalau bisa berdoa senantiasa 1Tes 5:17 dalam Roh dan kebenaran Yoh 4:23-24, Jd 20, Ef 6:18. Maka kita punya kekuatan cukup untuk pikul salib supaya bisa mengampuni dan memberkati musuh Mat 5:45.

MENGERTI KEINDAHAN DAN KEUNTUNGAN DARI MENGAMPUNI.

Kalau mengerti, maka hukum2 Tuhan itu tidaklah berat 1Yoh 5:3, bahkan indah. Misalnya “wajib mengampuni” boleh digambarkan seperti “wajib belajar”. Kalau anak2 belajar, itu tidak enak, bahkan ada yang merasa tersiksa karena disuruh terus belajar ber-tahun2, karena kena wajib belajar, tetapi hasilnya sangat indah, ia menjadi orang yang berarti dan besar!

Begitu juga wajib mengampuni itu indah dan menguntungkan kita.

  1. Dosanya sendiri diampuni. Ini salah satu syarat untuk menerima pengampunan dosa dan lepas dari jerat2 iblis dan lubang2 celaka ke Neraka. Sebab orang yang tidak mengampuni itu jatuh dalam lubang celaka, tidak dapat ampun dan itu perkara prinsip yang membuatnya tidak bisa masuk Surga.
  2. Membalas adalah urusan Tuhan. Rom 12:19. Kalau Tuhan membalas jauh lebih dahsyat. Siapa yang berani melawan Allah 1Kor 11:22 ? Ada pencuri lari dengan sepeda curiannya. Orang2 meneriaki maling2 dan banyak orang mengejarnya. Ia masuk ke suatu jalan besar yang ada tiang2 di tengahnya. Sebab gopoh ia menabrak tiang dan jatuh. Orang2 datang memukulinya habis2an sampai ber-darah2 dan hancur. Pemilik sepeda tidak mau memukulinya sama sekali, sebab melihat hukumannya yang dahsyat. Tuhan tidak perlu lari mengejar. Kalau seorang berbuat dosa, Hakim sudah berdiri di muka pintu dengan jumlah hukuman yang tepat, Yak 5:9 tinggal dilaksanakan. Tetapi sebab Tuhan itu murah, Ia tidak langsung menghukum Pkh 8:11, maka baru kalau waktunya habis, orang itu tetap tidak bertobat, hukumannya akan jatuh kepadanya. Tuhan 100% sanggup melaksanakan hukumanNya dengan adil dan tepat, pasti kena! Dia bukan manusia yang terbatas. Sebab itu jangan kita yang menghukum, bisa celaka sendiri, jatuh dalam dosa benci (dan ada akibatnya), kita biasanya tidak bisa adil, emosi, bahkanbisa kalah kuat, bisa celaka. Sekalipun lebih kuat, jangan membalas, tetapi harus hati2 dan bijak. Serahkan Tuhan, itu kehendak dan cara Tuhan. Dia sanggup menjadi Hakim yang adil 2Tim 4:1.
  3. Tidak ada yang kebetulan Mat 10:30, Yer 15:2 dll. Kalau Tuhan izinkan terjadi pada kita, pasti ada faedahnya kalau kita lulus. Jangan kuatir, Tuhan juga melindungi kita dengan aman. Juga pencobaan kita,tidak lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13 (kalau karena dosa atau kesalahan kita, harus bertobat sungguh2 dan bereskan, jangan marah, bisa tambah celaka, minta pengampunan dan kemurahan dari Tuhan).
  4. Kalau lulus, naik 1 tingkat. Pencobaan yang datang itu bukan kebetulan tetapi menjadi ujian dan Tuhan memberikannya, mengharapkan kita lulus, itu maksudnya. Sebab itu jangan bereaksi dosa, tetap hidup benar Rom 12:21. Kalau lulus, naik 1 tingkat. Kalau ada lebih banyak ujian (“celaka” dan ber-macam2pencobaan yang kita terima), kalau terus lulus, terus naik lebih banyak tingkatan, sehingga makin cepat meningkat,makin indah dan mulia, untung! Yak 1:2). Sebab itu kalau kita mendapatmakin banyak problem (bukan karena salah atau dosa kita), apalagi kalau ikut pelayanan dengan tulus, (dalam pelayanan selalu ada banyak probem) kalau terus lulus, setiap kali naik lagi 1 tingkat, makin cepat tumbuh dan menjadi indah! Kita tidak mengharap banyak problem, tetapi kalau datang banyak problem itu tidak kebetulan dan tidak lebih dari kekuatan kita, hadapi semua dengan Kristus sampai lulus.

Ada mahasiswa universitas dari satu kota, pindah ke kota lain. Waktu ia melihat daftar ujian yang cukup banyak, ia berkata, untung, untung, saya senang. Temannya heran, mengapa untung? Ia berkata di Fakultas kedokteran yang lain, untuk ujian (di tingkat terakhir) ia me-ngejar2 dosen dan tidak dapat kesempatan ujian sehingga ia tertahan sampai lama tidak bisa ujian, sekolahnya tidak kunjung selesai. tapi di fakultas ini, semua ujian akhir itu sudah dijadwalkan, sehingga dalam waktu yang tertentu kalau lulus, selesailah sekolahnya.Ia lulus dan langsung jadi dokter. Sebetulnya sudah lama ia bisa lulus, hanya sebab tidak bisa ujian, ia tertunda jadi dokter.

Kalau kita dapat banyak ujian, kita akan cepat jadi, kalau terus lulus! Dengan Tuhan kita sanggup!

  1. Bereaksi minta pimpinan Roh Kudus. Jangan bereaksi karena JMPE tetapi minta pimpinan Roh Kudus sehingga reaksi kita sesuai dengan Firman Tuhan. Kalau kita kerjakan dengan betul, kita juga mendapat pahalanya. Lebih banyak ujiannya lebih banyak pahalanya. Tingkatannya naik terus setiap kali lulus ujian, juga pahalanya makin banyak setiap kali kita taat akan pimpinan Roh Kudus. Sangat indah sekalipun cukup sakit, tetapi tidak sepadan dengan kenaikan tingkat dan pahala yang kita terima.
  2. Masuk dan mengalami rencana Allah yang paling top, kalau kita terus lulus dan bereaksi betul sesuai Firman Tuhan (dalam pimpinan Roh Kudus) maka kita masuk dalam rencana Tuhan (sebetulnya untuk setiap orang Tuhan sudah membuat rencana yang terbaik baginya (Allah adil dan tidak membedakan orang Rom 2:11), asal ia mau taat, maka barulah rencana Allah jadi baginya). Tuhan mengizinkan pencobaan terjadi sebab Ia mempunyai rencana bagi kita. Rencana Allah pasti indah dan sempurna kalau kita taat dengan betul, hasilnya luar biasa. Mengapa Yusuf terus mendapat gangguan dan celaka dari saudara2nya lalu dari orang2 sekitarnya, tidak habis2nya. Bahkan makin lama makin dahsyat. Semua inidiizinkan Allah dan tidak lebih dari kekuatannya. Ia selalu lulus dan bereaksi sesuai Firman Tuhan, maka ia terus berjalan maju dalam rencana Allah, akhirnya luar biasa. Kawan dan lawan ke-heran2an melihat hasilnya, sebab tangan Tuhan yang bekerja, rencana Allah yang jadi, luar biasa. Begitu juga pada Daud, Abraham, rasul2, orang2 beriman dalam Gereja mula2 juga bagi masing2 kita. Tidak ada yang kebetulan, tangani semua baik2 sesuai pimpinan dan rencana Allah, kalau lulus, hasilnya pasti indah, luar biasa, kawan dan lawan akan ke-heran2an dan hasilnya itu untuk kekal! Sebab itu ampunilah semua orang yang bersalah pada kita, dan terus dipimpin Roh, itu cara hidup yang saleh dan bijak.

KESIMPULAN.

Kalau kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan kejahatan dibalas dengan kejahatan itu sudah baik untuk manusia, tetapi Tuhan menghendaki kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita terus menerus (70×7) dan mengasihi musuh. Ini tampaknya ber-lebih2 untuk manusia, tetapi ini justru membawa kita masuk dalam rencana Allah yang indah dan hidup yang sejahtera, sukacita dan bahagia seperti Kristus, Musa, Yusuf, Daud dll. “Orang baru” (bukan “orang lama”) pasti bisa melakukannya dengan Tuhan, dan mengalami rencana Allah yang luar biasa. Kalau sudah mengerti, maka kita harus melakukannya, memang itu sakit bagi daging tetapi membawa kita dalam rencana Allah yang indah2 dan sukacita serta kemuliaan di dunia sampai kekal!

Nyanyian:

Indah rencanaMu Tuhan

di dalam hidupku.