M3933 – Wahyu 6:5-6. Menangani Kesukaran-Kesukaran Keuangan Akhir Zaman.

METERAI KE-3.

Semua ada waktunya dan itu ditentukan dengan Meterai dari Allah yang maha besar. Meskipun meterai belum dibuka, kesulitan2 semacam itu sudah berjalan di dunia sejak dosa masuk, tetapi naik turun dan puncaknya terjadi waktu meterai ini dibuka. Sebab itu sekarang kita juga sudah mengalaminya, mendekati puncak2 kesukaran keuangan pada waktu meterai itu akan dibuka.

Mengapa harus ditentukan oleh Allah, mengapa tidak dibiarkan mengalir dan terbuka dengan sendirinya? Dosa2 dan akibatnya itu kalau dibiarkan, akan cepat meningkat, sebab manusia itu condong pada dosa Yoh 3:19. (Dalam generasi Adam saja, waktu dibiarkan, dosa langsung memuncak melebihi batas dan hukuman jatuh dalam zaman Nuh.Dalam waktu ini, diizinkan  Allah, sebab sesuai dengan rencana Allah, juga berkaitan dengan umur, sebab sesudah ini umur manusia dipotong banyak sekali). Dalam Minggu ke-70 Daniel, semua dosa dan kejahatan mencapai puncaknya dan ini menjadi ujian akhir bagi Gereja, tetapi semua ini diatur Allah dengan cepat sampai Gereja siap, supaya tidak melebihi kekuatannya 1Kor 10:13, tetapi kalau lulus, selesailah rencana penamatan Allah. Waktu Meterai ke-3 terbuka, keluarlah seekor kuda hitam.

KUDA HITAM. Ini menceritakan tentang dosa, yang maju begitu pesat seperti kuda.

PENUNGGANGNYA MEMBAWA TIMBANGAN, untuk jual-beli, ini menunjukkan kesukaran keuangan.

GANDUM DAN JELAI. Ini adalah makanan yang menjadi pokok kebutuhan manusia dan DINAR adalah uang. Ini kesukaran keuangan yang timbul karena peningkatan dosa sampai puncak2nya. Inilah salah satu bentuk kesukaran yang akan terjadi di dunia sebelum pengangkatan (penamatan rencana Allah).

BAGAIMANA MENGHADAPINYA.

  1. Janji2 Allah untuk umatNya, yang sekarang dan yang akan datang.
  2. Rencana Allah.

III. Bagaimana umat Tuhan.

  1. Tinggal di dalam Tuhan.
  2. Sikap dan tabiat, istimewa dalam keuangan.
  3. Cara2 operasional jasmani dan rohani.
  4. Kesimpulan.

JANJI2 ALLAH DALAM HAL KEUANGAN UNTUK UMATNYA.

Pada prinsipnya kebutuhan keuangan ini adalah fasilitas, bukan tujuan. Kalau seorang tujuannya menjadi kaya, mengumpulkan uang, maka ia sudah keluar dari prinsip Allah dan biasanya tidak didukung oleh Allah. Orang yang cinta uang itu menyembah berhala mammon dan itu tidak berkenan pada Allah Mat 6:24.

Kalau prinsip kita betul, hanya sebagai fasilitas, untuk kebutuhan hidup dan untuk melakukan rencana Allah dalam hidupnya, maka Allah akan menyediakannya.  Untuk semuanya ini kita tetap butuh uang, Tuhan akan menyuplai, berapapun, bahkan Tuhan tidak memberi batas tetapi bukan untuk maksud2 kesukaan dan kemewahan dunia! Tetapi kalau di luar rencana Allah, (sebagai tujuan, ingin kaya, cinta uang, bukan sebagai fasilitas), maka orang itu keluar dari rencana Allah dan akan mudah terjerat dalam percintaan uang dan rohaninya akanrusak seperti Yudas, Gehazi dll.

Tuhan sanggup memelihara umatNYa dari pas2an Ams 30:8 sampai berkelimpahan bahkan Tuhan tidak membatasi. Bagi Allah tidak ada yang mustahil, kita tidak perlu kuatir tetapi Tuhan memberi sebagai fasilitas bukan sebagai tujuan (berhala mammon) dan harus taat akan pimpinan Tuhan sesuai Firman Tuhan Mat 6:26-27 dan juga memenuhi syarat2nya.

Ada banyak janji2 Tuhan dalam hal keuangan dan sudah terbukti bagi mereka yang prinsip dan caranya betul, misalnya Pkh 2:26, Pil 4:19. Janji ini juga digambarkan waktu Israel keluar dari Mesir Kel 12:36 dan berhasil, sehingga orang Israel tidak mengalami kesukaran. Juga waktu Tuhan mengangkat Ayub dari bangkrut menjadi super kaya dengan mudah itu terjadi, sebab Ayub prinsip hidupnya betul Ay 42:10, Yes 60:5. Beberapa orang mendapat kekayaan yang besar dengan caranya sendiri (biasanya menghalalkan segala cara) dan beberapa berhasil tetapi bukan dari Tuhan. Orang dunia juga bisa kaya tanpa Tuhan Mat 4:9, tetapi mereka akan terjerat dan binasa di dalamnya Mat 19:23-24, karena dosa orang yang cinta uang akan banyak sekali 1Tim 6:9-10 dan semua dosa akan ada hukumannya.

Sebetulnya yang sulit itu bukan sukses mengumpulkan fasilitas keuangan dari Tuhan, tetapi menempatkan diri dengan benar di hadapan Tuhan dalam mencari uang. Kalau kita sudah memenuhi syaratnya, maka berkat dari Tuhan akan datang dengan iman dan dengan kuasa Allah (orang yang dalam posisi yang benar di dalam Tuhan pasti punya iman dan kuasa Allah yang cukup untuk ini).

Kita melihat dalam pelayanan Putra Manusia Yesus dan murid2, tidak ada kesukaran untuk mendapatkan semua fasilitas keuangan yang diperlukan. Mereka tidak pernah macet karena kehabisan dana atau sampai harus membuat janji2 iman, jual saham untuk pelayanan, buat arisan dsb. Tidak pernah dilaporkan siasat dan cara2 seperti itu. Waktu Musa mengeluarkan Israel dari Mesir, itu pasti butuh biaya besar bahkan 1 hari untuk keluar dari Mesir bagi 2 juta orang sudah dibutuhkan uang amat banyak, apalagi untuk 40 tahun. Tetapi proyek Allah tidak pernah kekurangan dana. Percayalah, asal posisi kita benar. Juga anak2 Allah kalau posisinya betul (part time harus kerja 2Tes 3:10). Begitulah untuk hamba2Nya dan pelayanannya. Juga dalam Wasiat Lama, kebutuhan uang ini prinsipnya sama seperti peperangan Israel. Tidak pernah mereka disibukkan dengan pabrik senjata, sekolah dan latihan militer, cara2 operasidll, asal mereka memenuhi syarat dari Tuhan pasti menang sekalipun dengan cara yang paling sederhana seperti Daud melawan Goliat, Gideon melawan orang Midian, Hizkia 2Raj 18:13 dsb. Kemenangan bukan dari kuda (meskipun harus pakai kuda) tetapi dari Tuhan Ams 21:31. Bahkan Elisa waktu mau mati bisa memberi kemenangan bagi raja Yoas, yang diambil hanya tiga kali saja 2Raj 13:18-19.

Yang penting posisi kita dalam segala segi itu benar di hadapan Tuhan, pasti Tuhan cukupi semuanya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Luk 1:37. Tetapi kalau sikap, posisinya salah di hadapan Tuhan, apalagi para pemimpin, berkat Tuhan sulit atau tidak datang. Kalau hatinya sudah ingin uang, masyur, kemuliaan duniawi, fasilitas keuangan akan sangat dibatasi bahkan berhenti.

RENCANA ALLAH.

Gereja akan tumbuh sampai sempurna, menggenapi 3 angka kedatangan Tuhan (= penamatan rencana Allah) dan jadi tubuh Kristusglobal, dan semua ini perlu biaya, tetapi cara2nya makin canggih yaitu cara2 ilahi, tidak lagi banyak bergantung pada cara2 manusiawi, asal ada Tuhan dan dipimpin Roh, Tuhan akan mencukupi semuanya dengan pertolongan dan kuasaNya. Rencana Allah dalam  Gereja, arahnya tetap ke sini, tetapi baru nyata penuhdalam masa terakhir yang dahsyat yaitu 3,5 tahun sebelum pengangkatan.

Allah sanggup, dalam keadaan apapun menolong Gereja yang benar, bertumbuh sampai sempurna. Seperti Elia yang sangat lemah dan putus asa (tetapi orangnya hidup benar dan berkenan pada Tuhan, hanya karena tekanan dari Izebel ia jadi putus asa). Tuhan sanggup menolongnya dengan tepat.Sebab itu kita juga harus lebih banyak bersandar pada kuasa Allah, maka

fasilitas keuangan akan dicukupi Allah dengan cukup, bahkan limpah (pertolongan dari Tuhan tetap datang dalam kejujuran dan jalan yang benar).

Roh mammon pada Minggu ke-70 Daniel, bersamaan dengan peningkatan semua dosa, akan menguasai setiap orang dalam tingkat yang ber-beda2. Roh mammon akan menjadi meterai Antikris yaitu 666 = angka uang 1Raj 10:14. Uang nomer 1, semua ditentukan oleh uang, lebih dari ikatan sahabat atau keluarga bahkan nyawapun ditentukan dengan uang; gara2 uang, dengan mudah orang membunuh.  Juga semua keinginan yang lain, kedudukan, kebencian, perzinaan dll, semua bisa diatur dan dikuasai dengan uang.

Manusia dalam Minggu ke-70 Daniel bukan saja cinta uang, tetapi juga dirasuk atau dikuasai oleh roh mammon, sehingga orang berani berbuat segala dosa karena uang bahkan dengan berani dan dengan kuasa gelap, sehingga dosa makin meningkat dan pengaruh uang dan kuasa gelap makin nyata. Ini sulit dilawan dengan keadilan, dengan hukum, dengan hak azasi atau dengan ideologi apapun, kecuali dengan kuasa Roh Kudus. Meterai Antikris ini akan menguasai semua pengikut Antikris (bukan hanya cinta uang tetapi dengan kuasa roh jahat yang membuat orang ter-gila2 dan dikuasai uang). Kalau kita tidak tumbuh dalam pengurapan Roh Kudus dan Firman Tuhan, tidak akan mampu menghadapi segala kesulitan karena orang2 cinta uang dan memakai kuasa roh mammon.Sebaliknya orang beriman yang tumbuh dalam kesucian Allah, bersih daripercintaan uang, maka ia akan bisa berpada dan tidak dikalahkan oleh percintaan uang dan roh mammon, tetapi dikuasai Roh Kudus Gal 2:20, Yoh 6:56.

Orang beriman yang membuang cinta akan uang Ibr 13:5, justru uang yang dibutuhkan datang dari Tuhan untuk segala pelayanan dan kebutuhan hidup.Cara kerja orang beriman. Kita tetap memakai “kuda” yaitu semuacara2 keahlian untuk pekerjaan dan nafkah dengan modal, management, pengalaman dll keahlian tetapi kita juga memakai kuasa dan hikmat Allah dalam pimpinan Roh Kudus, maka Tuhan akan memberi kemenangan dalam hal keuangan Ams 21:31. Mungkin hari2 yang lalu kita memakai 80% cara2 keahlian sekulerdan 20% hikmat dan kuasa Allah. Ini harus ditingkatkan sehingga kita memakai makin banyak kuasa Allah (dalam Minggu ke-70 Daniel, sampai lebih dari 50%) tetapi tetap memakai cara2 yang patut, yang jujur, adil, tanpa dosa, dengan cara2 yang wajar, tetapi keuntungan dan uang datang dari Tuhan dan dapat mencukupi segala kebutuhan yang makin banyak untuk tubuh Kristus global. Orang dunia memakai lebih banyak bantuan roh mammon, tetapi umat Tuhan yang betul, yang akan ikut pengangkatan akan lebih banyak memakai kuasa Roh Kudus. Tingkatkan terus mulai sekarang dengan banyak berdoa (dalam Roh dan kebenaran Firman Tuhan) kalau perlu puasa, tetapi tetap dengan jalan yang benar,tidak dengan menghalalkan segala cara dan dosa.

GANDUM, JELAI, MINYAK DAN ANGGUR.

Gandum mutunya lebih dari jelai, tetapi masihbisa dibeli dengan uang, sehingga bisa dirusakkan dengan uang. Tetapi minyak dan anggur tidak bisa dirusakkan. Pelayanan Firman yang bermutu apalagi yang campuran masih bisa terpengaruh oleh uang sehingga ada yang rusak tetapi kehidupan yang penuh dan dipimpin Roh dan kesukaan ilahi tetap murni seperti Kis 16:25. Orang2 yang penuh dan taat dipimpin Roh dan kebenaran Firman Tuhan, tidak sampai tertipu oleh roh mammon, sekalipun rugi atau bahaya tetap berani taatdipimpin Roh Kudus sehingga berkemenangan dan Firman Tuhan yang dipegang, tidak sampai rusak oleh roh mammon. Ini cara2 yang harus dikembangkan hari2 ini, selain bisnis biasa, kita bersandar pada sejahtera dan kuasa Allah dalam pimpinan Roh, ini yang harus makin kuat dan limpah.

III. BAGIAN UMAT TUHAN.

Sikap.

Kekuatan kita dalam menghadapi segala perkara adalah Kristus, sebab itu semua harus dicocokkan dengan Firman Tuhan,

  1. Tumbuh dalam kesucian di dalam Tuhan, penuh dan dipimpin Roh Kudus. Kita harus lekat dengan Tuhan seperti carang dalam pokok, baru kita bisa menjadi kuat dalam Roh Kudus dan penuh sukacita dan kepuasan ilahi. Dengan demikian kita bisa hidup dan tumbuh dalam kesucian dan tidak bereaksi dosa dalam segala kesukaran dan selalu dipimpin Roh.

Kita harus makin mahir dipimpin Roh dengan iman. Kalau sudah yakin, lakukanlah, Tuhan sanggup membuat berhasil dengan kuasaNya, disamping bagian kita juga harus beres.

  1. Bisa berpada, tidak cinta uang Ibr 13:5 dan dunia ini 1Tim 6:8, Pil 4:11-2, 1Kor 7:31, termasuk tidak berhutang Rom 13:8 (untuk hidup se-hari2, belajar bisa berpada). Jangan tergantung dari semua yang ada di dunia ini, pakai apa yang ada; kalau ada anggur Surgawi dalam hati kita, akan mudah berpada Yoh 4:14, tidak sampai mengeluh, ber-sungut2 tetapi tetap bisa bersyukur dengan iman. Jangan lupa, pakai hikmat kuasa Allah dengan terus berdoa dalam Roh dan kebenaran, Roh Kudus lebih kuat dari semua roh mammon dan iblis.
  2. Dengan iman. Hadapi segala kesukaan dengan iman, jangan takut menghadapi keadaan keuangan yang naik turun, sebab ada Tuhan yang bisa mengubah semua menjadi keuntungan bagi orang yang cinta Tuhan Rom 8:28 sehingga Ayub yang bangkrut jadi dua kali lebih kaya dari sebelumnya Ay 42:10. Miliki iman yang hidup dari Allah sesuai Firman Tuhan Yak 2:17,26, ada kata2 iman dan gairah kerja sesuai pimpinan Roh Kudus.

Ada seorang yang tidak mendapat pekerjaan sesudah pensiun, ia nganggur 3 tahun tidak bekerja, tetapi ia belajar Firman Tuhan habis2an seperti sekolah Alkitab pribadi. Sesudah itu ia mendapat pekerjaan yang baik dan semua yang mulai habis, dicukupi kembali, bahkan lebih dari semula,sehingga bisa beli rumah dan terus melayani Tuhan. Ia betul2 melakukan Mat 6:33 yang diyakini dengan sungguh2.

  1. Cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya Mat 6:33, sebab tujuan kita bukan perkara2 yang fana tetapi yang kekal. Uang perlu untuk hidup dan pelayanan, tetapi bukan tujuan hidup kita, namun Tuhan bisa memberi kebutuhan kita berapa saja, asal bukan keinginan atau percintaan (ingin kaya). Kita harus benar, jujur di hadapan Tuhan, sebab Tuhan tahu dengan tepat isi hati dan tujuan hidupkita. Jangan lupa 7 KPR itu adalah kebutuhan pokok yang harus terus dinikmati.

Cara kerja.

  1. Mengandalkan kuasa Roh Kudus.

KIta harus meningkatkan cara kerja kita, dengan makin banyak mengandalkan kuasa Roh yaitu dengan berdoa dalam Roh dan kebenaran senantiasa dan kalau perlu puasa, selain cara2 keahlian  yang biasa. (Sudah diterangkan di atas).

  1. Bekerja dengan baik, itu berarti rajin, bertanggungjawab, disiplin, taat, tulus, (pada majikan seperti kepada Tuhan Kol 3:23). Orang yang tidak bekerja baik mudah dipecat itu kesalahannya sendiri, atau kalau kerja sendiri bisa hancur. Cara2 jasmani yaitu bekerja dengan baik harus diperhatikan. Tidak boleh malas 2Tes 3:10, lalu hendak bergantung pada orang baik dengan macam2 alasan, itu salah!
  2. Tabur tuai 2Kor 9:9-10. Harus dibedakan antara penaburan dan kewajiban, meskipun dalam melakukankewajiban, bisa juga mendapat penuaian yang limpah dari Tuhan, dan selain itu semua, belajar bermurah hati menabur karena kasih dan dipimpin Roh. Gal 6:9-10.

Anak2 memberi pada orangtua termasuk kewajiban menghormati orangtua Ef 6:1-2. Jangan hanya memberi hormat, tetapi tidak membantu orangtua sebisanya, lebih2 pada saat mereka membutuhkannya. Ini dosa dan jangan mau didorong berbuat dosa oleh orang Parisi dan orang2 lain (sekalipun hamba Tuhan) sebab ini kewajiban, bukan bermurah hati Mrk 7:10-12. Begitu juga perpuluhan itu milik Allah, yang tidak memberi adalah pencuri di hadapan Allah dan menarik laknatNya, bukan berkatNya Mal 3:8-10. Menabur itu dengan hati murah (tidak perlu ber-lebih2 yaitu memaksakan dari yang tidak ada tetapi menurut kemampuan masing2 2Kor 8:12, sebab Tuhan menghitung dengan prosentasi, misalnya Mrk 12:42-43).

  1. Bendahara Allah yang setia dan taat. Baik dalam hal2 rohani 1Kor 4:1 dan jasmani 1Pet 4:10. Selain memberi apa yang wajib, kalau Roh Kudus menyuruh kita mengeluarkan uang menurut kehendakNya, kita harus taat. Patokan untuk wajib adalah tentang milik Tuhan, dan memberi hormat kepada orangtua dan selanjutnya untuk keluarga sendiri serta apa yang diperintahkan Tuhan.

Termasuk bendahara yang baik adalah juga merencanakan neraca yang positif bukan yang negatif dalam keluarga. Tentu suara Roh itu selalu sesuai dengan Firman Tuhan, bukan karena ada maksud2 pribadi yang tersembunyi, tidak tulus atau untuk maksud2 yang tidak benar menurut Firman Tuhan.

KESIMPULAN.

Bagi Tuhan kebutuhan uang itu sama sekali tidak sulit, sebab Dia sanggup menyuplai berapapun, asal kita tidak berdosa dengan uang. Masing2 punya “batas aman”, yaitu jumlah milik kita, dimana kita tidak berdosa tetapi kalau lebih dari itu, mulai muncul dosa. Sebab itu tidak semua bisa menjadi kaya, sebab kalau kaya lalu banyak dosanya seperti sombong, duniawi, cinta dunia dll. Kalau batas ini tinggi, Tuhan bisa melimpahkan berkatnya lebih banyak, tergantung dari “batas aman” kita! Batas aman ini bisa makin tinggikalau uang bukan tujuan kita tetapi hanya fasilitas di dunia. Tujuan kita adalah yang kekal Kol 3:1-3. (Meskipun orangtua cinta pada anak dan ingin memperlengkapinya dengan harta secukupnya, tetapi jangan lupa, nomer 1 perlengkapi dengan keselamatan dan Kristus dalam hidupnya, itu yang paling penting Mat 16:26. Kalau ia berada di dalam Kristus, maka segala perlengkapan yang dibutuhkan anak itu, jangan kuatir, sekalipun ia hidup sendiri dengan Tuhan (misalnya sesudah orangtuanya meninggal), pasti Tuhan sanggup mencukupinya.

Justru seringkali karena kelimpahan warisan, anaknya tidak masuk Surga Mat 19:23-24.

Jangan kuatir akan kesukaran2 akhir zaman, Tuhan sudah tahu lebih dahulu dan kalau kitamemperhatikan pesan Firman Tuhan, pasti kita sanggup menanganinya dengan kuasa Roh Kudus, maka segala kebutuhan pribadi dan pelayanan akan dicukupi Allah, bahkan lebih dari cukup dalam kebenaran Allah (bukan dengan menghalalkan segala cara dosa). Jangan lupa minyak dan anggur Allah tidak akan rusak oleh segala dosa dan kesukaran akhir zaman, bahkan kita bisa tumbuh terus dalam rencana Allah yang mulia dan kekal.

Nyanyian:

Apa padaku, kudapat dari Bapa.