M3908 – Wah 4:3. Kemuliaan Allah Seperti Permata Yaspis, Sardis Dan Zamrud

(KJV: Jasper, Sardius, Emerald).

Permata2 ini melambangkan kemu-liaan ilahi dalam hidup orang beriman yang tumbuh seperti Kristus.

Permata2 ini adalah tanda dari tingkat yang tinggi. Orang yang dalam kemiskinan tidak punya permata. Te-tapi orang yang limpah punya permata. Begitu juga secara rohani, permata2 ini tanda dari tingkat rohani yang tinggi dan kekal.

Jangan tertipu, terbujuk mencari dan mengumpulkan yang fana. 1Pet 1:24-25, semua itu sia2 Pkh 1:14. Sebab itu kumpulkan secukupnya saja, tetapi kejar, cari dan kumpulkan yang kekal Mat 6:19, 2Tim 2:10. Jangan tukar de-ngan yang fana, jangan tertipu, harus mengerti dan punya pendirian. Seba-gian kemuliaan Allah digambarkan di-sini seperti permata Yaspis, Sardis dan Zamrud. Juga permata2 yang ada pada imam besar (gambaran dari Tuhan Ye-sus) itu adalah tanda2 kemuliaan yang tinggi. (Lucifer sebelum jatuh juga pu-nya permata2, sebab tingkatnya tinggi Yez 28:13. Semua mahluk yang ber-kemauan bebas akan mengalami ujian, sebab Tuhan tidak membuat mesin atau robot, juga manusia harus lulus ujian, jangan sampai jatuh). Kita perlu belajar mengerti tentang permata2 ini supaya punya patokan untuk bisa bertumbuh dengan betul ke arah yang tepat, sesuai dengan kehendak dan rencana Allah.

TIGA PERMATA.

Allah digambarkan dalam ayat ini seperti 3 permata yaitu keadaan atau sifat Allah yang paling utama dalam hubungannya dengan manusia.

Dalam Kel 25:17. Tabut adalah bayangan tahta Allah dan ini adalah puncak dari rencana Allah dalam ke-selamatan manusia. Tutupan Grafirat atau kursi kemurahan (Mercy seat) itulah nama tahta Allah.

Dalam dunia tahta itu kuasa. Orang yang naik tahta sebab punya kuasa untuk mengalahkan musuhnya. Tetapi tahta Allah adalah kursi kemurahan, sehingga dengan kasihNya, Ia menye-lamatkan musuhnya. Tatkala kita men-jadi musuh Allah Rom 5:8,10 kita di-perdamaikan dengan pengorbanan Pu-traNya (Yoh 3:16) sehingga kita seka-rang bisa menghampiri tahta anuge-rahNya yang penuh dengan kemurahan Ibr 4:16. Jadi kita melihat kemurahan dan kasih Allah, tetapi Allah juga tetap harus adil terhadap semua mahluk yang-berkeras hati dalam dosa, yang tidak mau bertobat, terpaksa Allah harus bertindak adil Rom 3:5-6. Sebab kalau Allah tidak bertindak adil, sebagai Hakim yang adil, maka semua menjadi kacau, juga Surga akan menjadi rusak kalau Allah tidak adil Yes 26:10. Kalau Allah tidak adil, maka orang jahat dan berdosa akan berlaku sekehendaknya sendiri dan semua menjadi kacau dan rusak. Allah maha kuasa dan Ia juga benar dan adil, sehingga masing2 orang diberi pahala sesuai dengan per-buatannya dan ditempatkandalam tempat yang sesuai dengan pilihannya yaitu Surga untuk yang taat akan kebenaran dan Neraka untuk yang melawan kebenaran.

Jadi kita melihat tiga sifat Allah yang utama di atas tahtaNya untuk memerintah semua mahluk yaitu kasih, benar, adil dan murah. Sebab itukita harus mengambil keputusan dan punya pendirian untuk menentukan nasib kita untuk kekal Luk 12:57.

Kita harus punya sikap yang tegas. Percaya Tuhan dan menolak dosa de-ngan tegas. Orang yang plin-plan, tidak tegas seperti 1Sam 3:13 akan hanyut dalam dosa dan binasa, apalagi orang yang keras hati dalam dosa akan binasa. Tetapi yang mau bertobat, tidak perlu takut, datanglah kepada Tuhan Allah yang penuh dengan kasih dan kemurahan dan lawan iblis, pasti menang dengan Allah Yak 4:7,8. Sebab orang sungguh2 memilih Allah, seka-lipun dia lemah, Tuhan yang penuh dengan kasih dan kemurahan itu akan memberi kekuatan dan kemenangan kepadanya, asal tetap setia dan taat kepada Tuhan.

YASPIS.

Yaspis adalah permata terakhir dan di atasnya tertulis nama Naftali. Terakhir bukan berarti terjelek, justru sangat berharga Wah 21:11. Juga terdapat pada Lucifer sebelum ke jatuhannya Yez 28:13. Yerusalem baru turun dari Surga dengan cahaya kemuliaan Allah seperti permata yaspis, jernih seperti kristal Wah 21:11. Juga seluruh tembok  Yerusalem dibuat dari permata Yaspis dan salah satu batu fondasinya juga dari permata Yaspis Wah 21:18-19. Cahaya pemata ini sangat menonjol dalam Yerusalem Baru. Inilah kemu-liaan sifat Ilahi  yang besar yaitu kasih 1Yoh 4:8,16, Yoh 3:16. Juga dari Pe-ngantin Kristus yang nampak  menonjol ialah kasih Yoh 15:12; 13:35, 1Kor 13:13. Iblis sesudah jatuh, kasihnya hilang dan sekarang yang menonjol ialah kebencian dan pembunuhan. Orang yang tidak ada kasih Kristus, juga akan mudah penuh dengan kebencian sehingga saling menggigit dan mem-bunuh Gal 5:15, ini adalah tanda2  khas pekerjaan iblis dan tanda anak2 iblis. Orang2 beriman, anak2 Allah itu penuh dengan kasih. 1Yoh 3:10. Perbedaan ini bukan dalam namanya saja, tetapi dalam perbuatannya, ini yang utama 1Yoh 4:20. Lebih2 kalau RohKudus be-kerja, akan nyata kasihNya (kalau iblis bekerja akan nyata kebencian nya). Sebab itu kalau kita bertumbuh dalam kasih, berjalan dalam kasih Ef 5;2 itulah pertumbuhan kepada kesempurnaan. (Tetapi tetap tegas terhadap dosa Ef 5:11. Jangan plin-plan, jangan diracuni oleh dosa tetapi menggarami, kasihi tetapi tolak dosa2nya).

Belajar mengerti dengan betul apa kasih Kristus, sebab ini lain dari kasih manusiawi. Belajar mengasihi dengan sungguh2, dengan tulus, dalam kesu-cian, mau korban, baru keluar per-buatan kasih, itu kasih yang betul 1Yoh 3:18. Juga ingatlah persaudaraan di dalam Kristus 1Yoh 4:20 dan mulailah mempraktekkannya. Tetapi jangan beri tempat pada iblis, dengan kata lain jangan menuruti kebencian, itu dari iblis, pasti.

Tegas dan keras terhadap dosa, itu betul. Benci dosanya, tetapi mencintai orangnya Yud 23.

Tulisan Naftali yang diukir seperti meterai. Ini sesuai dengan nubuatan Yakob tentang Naftali yang seperti rusa betina yang lepas, bebas, melahirkan anak2nya yang indah (Terj.Baru) Kej 49:21, Ayub 39:4-7. Inilah Gereja yang penuh dengan kasih dan  ber-buah2 Yoh 15:8. Sebab mau ber-lelah2 men-cintai orang berdosa sampai mela-hirkan jiwa2 ini dan menumbuhkannya bagi Tuhan Gal 4;19.

Inilah orang2 yang cinta Tuhan Yoh 21:15-17. Tanpa kasih, pekerjaan ini lekas melelahkan. Ini perlu banyak pengorbanan (yang memang limpah dalam kasih) untuk melahirkan dan menumbuhkan jiwa2. Kalau kurang kasih, tak dapat bertahan. Allah itu kasih dan ini memancar sangat gilang gemilang.

BATU (PERMATA) SARDIS

(Terj. Lama: Akik).

Inilah lagi satu sifat Allah yang kekal yaitu benar, adil, terang Rom 3:4 dan FirmanNya itulah kebenaran Yoh 17:17. Ini kemuliaan yang kekal.

Orang2 benar, itu juga mulia di hadapan Allah Mat 13:43.

Iblis dahulu juga mempunyai per-mata ini sebelum kejatuhannya, tetapi sekarang sudah tiada, dialah bapa pembohong Yoh 8:44. Orang2 yang berdusta itu meniru bapanya.

Memang hidup benar itu harus berani menyangkal diri, mematikan daging, tabiat yang lama (misalnya waktu mengakui kesalahannya), tetapi Allah tahu orang2 yang berbuat benar dan mencatatnya, itu menjadi kemu-liaan kita.

Mungkin orang berdusta itu untung untuk sementara, tetapi dustanya di-catat Allah dan pasti ada penuaiannya, tak lepas dari hukum yang adil. Orang2 benar di hadapan Allah  itu mulia se-perti permata Sardis; tanpa kebenaran, hidupnya akan sia2 di hadapan Allah.

Nama Yehuda ditulis pada per-mata2 ini. Dahulu Yehuda hidup tidak benar, mengasingkan diri, tetapi akhir nya ia hidup benar. Orang yang benar di hadapan Allah, itu harusberarti benar dalam segala segi (di Mana saja, dalam hal Apa saja, dan Kapan saja) dan segala waktu (dahulu, sekarang dan yang akan datang sampai dalam angan2). Kalau toh ada dosa, akui dan bereskanlah, jangan lari, atau disem-bunyikan, itu tidak menghilangkan do-sa, tetap rusak kebenarannya. Manusia boleh lupa, tetapi Allah tidak lupa, sebab itu perlu saling mengakui salah dan saling mengampuni Yak 5:16, lalu bersekutu kembali seperti Yehuda dan terus memelihara hidup dalam kesu-cian. Ini tidak mudah, tetapi orang percaya yang mau, pasti bisa (Yoh 8:36, rom 6:1-2 dll) dan memang ini jalannya untuk masuk dalam kemuliaan Allah.

Dua kemuliaan Allah yang heran ini, ber-sinar2 seperti permata Yaspis dan Sardis yaitu kasih dan kebe-naranNya yang kekal.

Sebab itu juga semua anak2 Allah harus hidup dalam kebenaran dan ka-sih. Jangan kasih tetapi tidak benar, tidak tulus, ada maksud, itu kasih daging, pura2, manusiawi dari setan. Setan mempunyai banyak kasih, tetapi ada maksud yang hina dan najis, tiada kebenaran dan kesucian di dalamnya.

Tumbuhlah sampai menjadi seperti Kristus, sebab memang ini rencana Allah. Kalau Allah bertahta di dalam hatikita, maka cahaya kemuliaanNya yaitu kasih dan kebenaran, juga akan nampak memancar dalam segala segi hidup kita, dan ini mulia di hadapan Allah. Tumbuhlah seperti Allah, sebab memang ini rencana Allah.

Tumbuhlah dari satu kemuliaan kepada  tingkat kemuliaan yang lebih tinggi 2Kor 3:18, sehingga akhir nya menjadi mulia seperti Allah. Mat 5:48, Ams 4:18.

SEBUAH PELANGI ADA SEKELILING TAHTA.

Ini terjadi sesudah dunia dibinasakan pada zaman Nuh. Pelangi adalah tanda jaminan Allah bahwa tiada hukuman dengan air bah lagi Kej 9:13- 15. Juga pelangi ini nyata dalam tahta Allah. Ini juga dicatat dalam Yez 1:28. Di tahta Allah tidak lagi ada hukuman, sebab di sini kesuciannya sempurna, mutlak suci. Tidak mungkin lagi berdosa, sebab itu tidak lagi ada hukuman. Ini terjamin. Pelangi ini jaminan. Jaminan ini begitu indah, suatu tanda (meterai) bagi Nuh dan orang2 yang mau hidup seperti Nuh waktu itu, yaitu berjalan dengan Allah senantiasa. Kej 6:9.

Orang yang baru itu seperti Kristus bersukacita dalam kebenaran dan membenci kejahatan Ibr 1:9 dan  puncaknya ada disini, dalam tahta Allah, tidak lagi bisa berdosa. Penuh sukacita sebab semua benar dan tiada hukuman lagi untuk se- lama2nya.

Betapa indah hidup dalam rumah Bapayang kekal ini sebab tidak lagi ada hukuman.

Damai senantiasa utnuk abadi.

SEPERTI ZAMRUD.

Meskipun Pelangi ini di keliling tahta, tetapi ini juga termasuk kemuliaan Allah yang heran seperti permata Za-mrud. Ini menceritakan tentang kemu-rahan Allah yang sangat besar. Inilah salah satu kemuliaan yang heran dari Allah, yang mengelilingi Allah dan tahtaNya. Allah itu kasih, adil, suci, benar, tetapi juga maha murah. Kita menikmati sangat banyak kemurahan Allah, bahkan tanpa kemurahanNya, tiada seorangpun masih dapat ber-tahan  bahkan juga Paulus 1Kor 15:10. Tetapi jangan lupa, jangan dengan sengaja berdosa, itu merusak rencana Allah dalam kita Pkh 9:18, bahkan seringkali pemulihannya terbatas, ter-gantung dosanya.Pada permata ini tertulis nama Rubin. Sebetulnya Rubin tidak mempunyai kemuliaan lagi, sebab ia hidup dalam perzinahan yang keji Kej 49:3-4. Hidupnya tidak mulia tetapi penuh onar sebab persundalan nya, sehingga Yacob terpaksa menun jukkan nasibnya yang celaka. Tetapi untung, Musa   masih dapat member katinya dari kelimpahan kemurahan Allah yang heran bagi orang yang mau bertobat Ul 33:6 Maz 103:11. Ini betul2 kemurahan Allah yang setinggi langit.

Juga kita harus belajar bermurah hati. Ini adalah salah satu tanda kemuliaan Allah yang luarbiasa Mat 5:7 Luk 6:36. Tetap disiplin, adil dan suci, tetapi juga ada kasih dan kemurahan yang limpah. Jangan kita sendiri hidup dalam kemurahan Allah, tetapi kita tidak mempunyai sedikitpun kemurah-an untuk saudara2 kita, maka kemu-rahan Allah dapat dihentikan bagi kita, celaka Mat 18:33. Torat = perhitungan, ini benar, tidak salah, adil. Tetapi ke-murahan itu melebihi perhitungan (termasuk pengampunan). Sekalipun dunia ini seperti serigala ganas, tetapi kita belajar ber-tambah2 dalam kemu-rahan, dengan cerdik, tulus dan men-didik Mat 10:16 (jangan menjadi mang-sa atau korban dengan sia2 karena kebodohan).  Tanpa kemurahan, sekali-pun ada keadilan dan kebenaran, hidup orang berdosa, menjadi cacat karena dosa2nya. Tetapi jangan menghinakan kemurahan Allah dengan terus berbuat dosa, sebab kemurahan Allah itu maksudnya untuk menarik orang yang berdosa itu pada pertobatan, selagi masih hidup di dunia Rom 2:4.

Kemurahan ini hendaknya terusber-tambah2 di dalam hidup kita, bahkan sampai sempurna, seperti yang kita lihat ada pada tahta kemuliaan Allah.

Inilah tahta kemuliaan Allah yang dilihat oleh Yohanes. Heran, begitu in-dah kemuliaan Allah. Yang menon jol bukan terutama kemaha kuasaan Nya, seperti pembesar2 dunia (yang penuh dengan pangkat, kuasa dan senjata. Tanpa ini mereka tidak dapat mulia). Allah  juga  mempunyai kuasa yang ma-ha besar, tetapi yang nampak indah dan manis sebagai Allah adalah 3 macam pemata yang heran ini. Yaspis yaitu kasih, Sardis (Akik) yaitu kebenaran (suci, adil) dan zamrud yaitu kemurahanNya. Ini yang menja di ramuan dari kemuliaan Allah yang heran di atas tahtaNya. Bukan kuasa untuk membunuh musuh, tetapi kasih kemurahan yang tak terhingga, tetapi tetap adil dan benar se-lama2nya. Sebab itu orang2 beriman yang diper-muliakan, yang dipercayakan meme-gang tanggung jawab dan kedudukan yang tertinggi itu juga harus belajar seperti Allah. Bukan kuasa untuk bertindak se-mena2 menuruti nafsu atau kehendaknya sendiri (seperti Yakub dan Yohanes Luk 9:54-55) tetapi dengan penuh kasih kemurahan, na-mun tetap adil dengan hikmat kuasa-Nya Mat 20:25-27. Jangan meniru cara dunia yaitu orang yang tertinggi itu penuh kuasa dan menyalahgunakan kekuasaannya. Tetapi seperti Kristus yang memakai kuasa Nya untuk me-nyalurkan kasih dan kemurahanNya supaya orang2 dapat dibenarkan. Se-bab itu orang2 yang menghampiri tahta Allah itu tidak merasa takut, sebab kita menghampiri tahta anugerah atau tahta kemurahan Allah Ibr 4:16 (mercy seat) Kel 25:17. Tiada kekejaman di dalam Allah Maz 92:16. Inilah kesan Yohanes dalam menghampiri tahta Allah. (Tentu kesan orang berdosa, lebih2 yang keras hati, itu lain, se-olah2 Allah itu kejam tanpa kasihan, tetapi ini bukan sebab Allah tidak ada kemu-rahan, samasekali tidak! Ini sebab Allah itu adil dan terpaksa ia harus menghu kumkan sebagai hakim yang adil pada orang yang keras hati dan terus berbuat jahat. Kalau orang berdosa  tidak dihukumkan, maka semua men-jadi kacau). Tetapi tujuan Allah bukan main hakim, tetapi kasih! Sebab itu Allah mengirim Anak tunggalNya sen-diri ke dunia untuk dihukumkan, dib-inasa kan untuk membenarkan manusia. Tetapi yang tetap keras hati dalam dosa, itu akan dihukumkan luarbiasa Luk 23:31. Jangan hidup dalam dosa, apalagi keras hati. Bertobatlah! Percayalah Allah sanggup melepaskan, menyucikan bahkan menyempurnakan. Percayalah Allah itu kasih adanya, sekalipun adil, penuh kemurahan. Orang yang percaya akan tumbuh dengan heran dan menjadi mulia untuk kekal.

Nyanyian;

Semakin mulia Dia mengubahku, ubahku, ubahku.